Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Mat 4:8-9)
Saya sangat terganggu dengan ayat ini. Dan saya mencoba untuk mencari apakah ada kesalahan terjemahan atau adakah ayat-ayat lain yang dapat menjelaskan ayat ini. Tanpa melihat bahasa asli atau terjemahan lain pun, kita dapat mengerti ayat ini aneh, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.". Dapatkah pembaca menangkap apa yang saya maksud dengan aneh di sini?
Pertanyaan saya adalah mengapa "semua itu" iblis tawarkan kepada Yesus? Bukan kah Yesus memiliki Anak Allah yang memiliki segala sesuatu? Kenapa di sini iblis menawarkan sesuatu yang ia punya yang mana Yesus tidak punya? Tidakkah pembaca mempunyai pertanyaan yang sama dengan saya, atau hanya saya saja yang frustasi belajar sekian lama, menyimpan dalam hati, mengeluarkannya lagi, mencari sana-sini, mencocokkan sana sini apakah match dengan ini atau match dengan itu?
Mungkin ada 2-3 tahun saya mencari jawaban atas pertanyaan ini, hmmm.... jawabannya tidak lari kemana-mana, dari dulu ada di situ, namun baru-baru ini saja saya menyadarinya. Dan sekarang ini saya akan membuka rahasianya. Are you ready?
Sebelum menjelaskan tentang pertanyaan "mengapa iblis mempunyai sesuatu yang Yesus tidak punya, sehingga ia menawarkan barter antara 'semua itu' vs ‘menyembah dia’", saya akan menjelaskan beberapa latar belakang pendukung sehingga pertanyaan ini lebih mudah dimengerti untuk dijawab.
Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga (power - dunamis) dan kuasa (authority - exousia) kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. (Luk 9:1)
Apa yang ingin saya tekankan di sini adalah ada perbedaan antara power – dunamis dengan authority – exousia, yang mana dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan kata “kuasa”. Saya pernah ‘kurang kerjaan’ sehingga mengumpulkan kata-kata “kuasa” dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dapat di lihat pada
http://motivationarea.blogspot.com/2012/01/kata-kuasa-dalam-perjanjian-lama.html. dan http://motivationarea.blogspot.com/2012/01/kuasa.html
Tentu saja saya search dalam bahasa Indonesia “kuasa”. Paling tidak ada 4 kata Yunani yang menjelaskan tentang “kuasa”, tetapi yang paling familiar dan paling banyak terdapat dapat dalam 2 kata, yaitu: “dunamis” dan “exousia”. Secara singkat arti kata “dunamis” adalah tenaga dalam, sedangkan “exousia” adalah otoritas, batas-batas kekuasaan. Paling mudah untuk kita mengerti tentang “exousia” ini jika kita melihat 2 Kor 10:13.
So dengan demikian kita dapat mengerti Luk 9:1, bahwa Yesus tidak hanya mengutus murid-murid dengan kuasa yang dari dalam (tenaga dalam) tetapi juga dengan surat perintah batas otorisasi, sampai batas mana saja hal yang mereka boleh lakukan. Otoritas juga kadang bicara soal batas-batas daerah kekuasaan.
Selasa, 02 Juli 2013
Senin, 24 Juni 2013
Dimanakah Yesus Ketika Berusia 13 sd 30 Tahun?
Tulisan
ini tidak cukup ilmiah, namun jika Anda mau dapat menjadikannya sebagai bahan
pertimbangan. Sebenarnya artikel ini ditulis karena seorang teman yang
bertanya. Ia sudah pernah bertanya pada waktu percakapan tidak resmi, “dimanakah Yesus ketika berusia 13 sd 30
tahun?”, ya.. saya pikir hanya sekadar mencairkan suasana atau ya
pertanyaan iseng saja. Tetapi ketika kami berkunjung ke rumahnya, ia bertanya
lagi pertanyaannya yang sama. So… I think ga mungkin dijawab dengan jawaban
bakusedu (baca: bercanda). Sebenarnya ketika kami berkunjung ke rumahnya, saya
langsung menjawab pertanyaannya itu, tetapi tampaknya dia tidak puas. I’m sorry
my friend, I’m still in progress, gw ga pinter-pinter amat, juga ga bego-bego
amat. Haha… (Kalau bilangin diri sendiri bego, berarti menghina ciptaan Tuhan
lohh.. hati-hati!).
Beberapa
hari ini saya sering ditemani oleh buku-buku dan speech audio, karya Philip J
King, David Pawson, Bill Johnson, James Goll, John (Injil Yohanes), dan
kitab-kitab lain di Alkitab. Pastinya dalam penulisan ini saya terpengaruh
dengan apa yang saya baca dan dengar. Tentu saja ketika membaca dan mendengar
karya-karya mereka masih terngiang-ngiang pertanyaan teman tadi, mana tau
menemukan jawaban tak terduga sebelumnya. Hmm.. tentu saja saya mendapatkan
beberapa jawaban. But… bukan mereka yang menyatakan demikian, ini hanyalah perspektif saya saja. Semoga,
teman-teman pembaca yang sudah merelakan waktu membaca blog ini, cukup puas
dengan jawaban saya.
Rabu, 05 Juni 2013
Apakah Tuhan Mencobai?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Dan setiap orang yang menanyakan setengahnya mengharapkan jawaban “ya”, hanya karena kondisi, pengalaman-pengalaman yang telah terjadi pada dirinya. Dan sisanya sebenarnya tidak berani menjawab, dan tetap menyimpan pertanyaan “kalau gitu apa yang sedang terjadi pada diri saya?”. Dan orang Kristen pun tidak tau apa jawabannya.
Tahun ini adalah tahun breakthrough bagi keluarga kecil kami. Ya… saya berani berkata bahwa ini breakthrough walaupun sebenarnya yang kami alami adalah kondisi-kondisi sulit, yang sebenarnya tidak mampu kami selesaikan. Ya.. kami sebenarnya butuh mujizat, karena usaha yang kami lakukan tidak berhasil. Tetapi kami berusaha untuk hidup normal saja (tetap berdoa tentunya), seperti tidak terjadi apa-apa, sok cool aja. Tetap melakukan aktifitas seperti biasa, tiba-tiba mujizat ini dan itu terjadi. Sering sekali mujizat itu terjadi dengan tidak terduga, kadang ia datang sama seperti kondisi buruk yang tiba-tiba menyerang. Puji Tuhan, semuanya itu dapat teratasi dan tidak seburuk yang dibayangkan.
Breakthrough, mujizat, damai sejahtera datang bukan pada saat kondisi kita sedang baik-baik saja, justru ketika kita sedang tidak baik sama sekali, saat kita butuh pertolongan dari tempat tinggi. Seolah pertolongan itu datang dari dimensi lain yang tidak dipengaruhi oleh waktu kita (chronos). Ya tentu saja karena pertolongan itu datang dari Tuhan yang tidak tinggal di dalam chronos, Ia tinggal dalam kairos. Oleh sebab itu banyak orang yang suka menunggu waktu Tuhan (kairos). Well, sebenarnya saya tidak terlalu setuju dengan menunggu waktunya Tuhan, karena mereka yang mengagungkan waktu Tuhan sering mengukur waktu Tuhan itu dengan random. Sama sekali tidak. Justru Tuhan lah yang menunggu waktunya kita (chronos), atau dengan kata lain Tuhan menunggu kematangan kita untuk memberikan kairos-Nya, yaitu kairos Tuhan masuk ke dalam chronos manusia. Jika kita menganggap kronos Tuhan itu sebagai suatu yang random, maka memang benarlah kita juga setuju bahwa Tuhan mencobai manusia. Sorry saya tidak setuju itu. Well… para pembaca silahlah untuk memikirkannya sebelum setuju atau tidak setuju dengan saya.
Tahun ini adalah tahun breakthrough bagi keluarga kecil kami. Ya… saya berani berkata bahwa ini breakthrough walaupun sebenarnya yang kami alami adalah kondisi-kondisi sulit, yang sebenarnya tidak mampu kami selesaikan. Ya.. kami sebenarnya butuh mujizat, karena usaha yang kami lakukan tidak berhasil. Tetapi kami berusaha untuk hidup normal saja (tetap berdoa tentunya), seperti tidak terjadi apa-apa, sok cool aja. Tetap melakukan aktifitas seperti biasa, tiba-tiba mujizat ini dan itu terjadi. Sering sekali mujizat itu terjadi dengan tidak terduga, kadang ia datang sama seperti kondisi buruk yang tiba-tiba menyerang. Puji Tuhan, semuanya itu dapat teratasi dan tidak seburuk yang dibayangkan.
Breakthrough, mujizat, damai sejahtera datang bukan pada saat kondisi kita sedang baik-baik saja, justru ketika kita sedang tidak baik sama sekali, saat kita butuh pertolongan dari tempat tinggi. Seolah pertolongan itu datang dari dimensi lain yang tidak dipengaruhi oleh waktu kita (chronos). Ya tentu saja karena pertolongan itu datang dari Tuhan yang tidak tinggal di dalam chronos, Ia tinggal dalam kairos. Oleh sebab itu banyak orang yang suka menunggu waktu Tuhan (kairos). Well, sebenarnya saya tidak terlalu setuju dengan menunggu waktunya Tuhan, karena mereka yang mengagungkan waktu Tuhan sering mengukur waktu Tuhan itu dengan random. Sama sekali tidak. Justru Tuhan lah yang menunggu waktunya kita (chronos), atau dengan kata lain Tuhan menunggu kematangan kita untuk memberikan kairos-Nya, yaitu kairos Tuhan masuk ke dalam chronos manusia. Jika kita menganggap kronos Tuhan itu sebagai suatu yang random, maka memang benarlah kita juga setuju bahwa Tuhan mencobai manusia. Sorry saya tidak setuju itu. Well… para pembaca silahlah untuk memikirkannya sebelum setuju atau tidak setuju dengan saya.
Minggu, 02 Juni 2013
Berjaga dan Berdoa
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu
jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah." Mark 14:38
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu
jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Mat 26:41
Minggu ini bukanlah minggu yang mudah untuk dilalui, rasanya
seperti melalui bara api dengan kaki telanjang. Sebenarnya sudah bermula dari
sabtu 18 Mei lalu. Kadang hanya bisa terdiam dan berusaha menerima keadaan
saja.
Bulan Mei adalah bulan yang paling kutunggu kehadirannya
untuk setiap tahun. Pada awal Mei, seperti biasanya setiap tahun, aku merayakan
ultahku. Ya.. memang agak berlebihan, karena kami biasa merayakannya selama
sebulan penuh. Budaya yang tidak biasa ini sudah dimulai dari kecil. Biasanya aku
sering menyanyikan “lagu-lagu permintaan”, ini dan itu. Nenek selalu
mengabulkan apa saja yang diinginkan, terutama soal makanan. Semua masakan
kesukaan disediakan setiap hari, selama bulan Mei. Tetapi tahun ini, ultahku tidak
dirayakan sama sekali. Hanya sms dari Bokap yang masuk, untuk mengucapkan
selamat. Hah… terpaksa kuumumkan sendiri ultahku ke teman-teman di satu group
bbm, agar aku bisa sekadar berbagi kesenangan. Tidak ada hadiah. Sebenarnya aku
ga terlalu menggubris siapapun yang perlu mengingatku ataupun tidak
mengingatku. Tetapi rasanya kali ini terlalu melankolis, dan ingin
mengeksperesikan kesenangan saja.
Sabtu, 18 Mei 2013
Cerita Sedih
cerita pribadi
Tapi sayangnya... baru saja bertemu, kami mengalami sedikit masalah dengan parkiran... kemudian akhirnya bokap harus segera menghadiri meeting, yang mana inti dari kedatangannya. Dan akhirnya aku harus menunggunya. Sampai tertidur... bangun lagi... nonton.. belum juga kelar. Akhirnya... jam 6 baru beliau datang, dan kami pun mengobrol.
Begitu masuk kamar, beliau membawa berita duka yang disampaikan dengan biasa saja... so, aku juga menanggapinya dengan biasa "hah..!". Padahal kaget banget, shock dan tidak sanggup berkata-kata. Pengennya diam saja, tetapi kondisinya adalah aku datang bertemu untuk ngobrol. So.... kesedihan apapun disimpan dulu. Rasanya tidak rela menghancurkan momen indah, walaupun terserang berita duka.
Berita dukanya adalah my old maid, ya... dia sudah kami anggap nenek sendiri, she is pass away. Rasanya seperti disamber geledek di tengah lapangan. Nenek ini lah yang merawat kami kakak beradek dari bayi hingga dewasa. Nenek sangat loyal, dia bekerja sudah hampir 50 tahun. Kami tidak pernah tau berapa umurnya, jika dikira-kira mungkin umurnya 70an.
Tahun lalu adalah terakhir kali bertemu dengannya, dan hati ini berkata mungkinkah tahun depan dapat bertemu lagi? Dalam rasa gundah itu, paling ga dua minggu sekali aku menelponnya. Ya... dua minggu lalu terakhir aku ngobrol via telpon. Suaranya masih segar dan sehat. Aku pikir aman. Tetapi.... ternyata... ya perkiraanku tahun lalu benar. Dan aku sangat bersedih karenanya. Apalagi karena dalam 3 hari ini aku berusaha menelponnya tetapi tidak ada yang angkat telpon. Tapi seandainya pun ada yang angkat telpon, ternyata ia sudah tidak dapat berbicara, karena kira-kira seminggu atau dua minggu lalu ia jatuh di kamar mandi.
April lalu rasanya ingin pulang, kangen keluarga dan juga kangen masakannya. Tapi diundur hingga Agustus. Alasannya si jabang bayi belum cukup kuat untuk naik pesawat.
Aku tidak tau harus berkata apa. Aku benci menyesal. Karena itu aku tidak menyesal. Semasa hidupnya aku sudah berusaha lakukan yang terbaik untuknya. Setiap kali pulang, kusempatkan untuk membeli oleh-oleh, ataupun setiap kali ada yang bisa dititipin. Sekarang ia tidak ada lagi..... hikss..
Semasa kecil, nenek yang menjaga, merawat kami. Memasak, mencuci baju, setrika, mendongeng, tak lupa juga omelan-omelannya. Sedari kecil, kami selalu menganggapnya nenek sendiri. Sehingga kami tidak boleh memarahinnya, tidak boleh meneriakin, tidak boleh berkata kasar, harus dengerin apa katanya dan harus sopan.
Hal yang paling diingat dari semasa kecil... setiap lebaran ia pulang kampung, dan ia selalu menyelipkan beberapa puluh ribu di kantong kami untuk jajan. Padahal gajinya tidak besar. Ia mengambil gajinya pertahun. Ia benar-benar perhatian.
Well... dari dirinya aku belajar mandiri, tidak pelit dan tidak sombong. Ya.. dari kecil itu yang selalu didengar dari omelannya. Selamat jalan nenek.. we love you always. Hikss....
Rabu, 10 April 2013
Sesama Manusia
"Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN". Imamat 19:18
Ayat ini sangat mengagetkan saya. Betapa tidak, hanya karena sepenggal kata "sebangsamu", bisa membuat kita terlihat kristen atau hanya pengikut kristen. Dan kata ini benar-benar aneh, ya... mungkin hanya menurut saya. Ketika saya membaca ayat ini (bukan untuk yang pertama kali), namun mataku hanya tertuju pada "sebangsamu". So... berarti kita mengasihi hanya untuk teman-teman sebangsa kita saja kah? Benarkah ayat ini benar-benar tertulis dalam kitab Taurat?
Beberapa waktu aku hanya bisa diam dan merenungkan ayat ini. Bukan saja karena makna sebenarnya dari ayat ini tetapi juga seperti senggolan keras di masa pergumulan yang kami hadapi beberapa waktu ini. Pikiran ini sudah nyeracau kemana-mana, dan tak sanggup unutk melawan, hanya bisa diam. Dan terbukalah pengertian-pengertian yang tidak pernah aku sadari sebelumnya. Amazing!
Kata "sebangsa" di sini menunjukkan satu bangsa, yaitu Israel pada masa itu,.Tetapi seiring berjalannya waktu, "sebangsa" bisa saja merujuk ke "bangsa yang lebih spesifik". Seperti halnya Israel pada zamannya Rehobeam pernah terpecah menjadi Israel, yang dipimpin oleh Yerobeam, sang pemberontak, dan Yehuda yang dipimpin oleh Rehobeam. Yehuda hanya terdiri dari suku Yehuda dan suku Benyamin, sedangkan yang dimaksud Israel di sini adalah 10 suku sisanya. Kemudian Raja Omri, Raja Israel membeli suatu gunung yang kemudian ia namakan Samaria, sesuai dengan nama penjualnya, Semer (1 Raj 16:24). Kemudian dalam tahun kesembilan zaman Hosea, raja Asyur merebut Samaria (sepuluh suku) dan membawa mereka ke pembuangan (2 Raj 17:6). Dalam masa pembuangan mereka kawin campur dengan bangasa Asyur. Bukan hanya itu tetapi mereka menyembah berhala juga. (Itulah sebabnya orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria, karena mereka dari benih yang tidak kudus. Orang Samaria, bagi orang Yahudi adalah orang yang benar-benar najis).
Kata "sebangsa" itu semakin ke sini semakin meluas hingga kepada pengertian "sesuku". Dapatkah kita bayangkan jika kita hanya mengasihi orang-orang sesuku saja? Tentu tidak mengherankan jika praktik nepotisme sangat didukung. Tidak mengherankan, ketika aku berjalan-jalan melewati daerah yang kering di negeri ini tetapi pembangunannya sangat maju, dipelosok pun rumah gedong, jalan aspal. Ketika kumelintasi daerah hijau, mempunyai penghasilan alam yang melimpah ruah tetapi pembangunannya terkebelakang, jalan berlobang, tidak ada rumah gedong di pelosok, apalagi jalan aspal. Sangat ironis.
Kata "sebangsa" itu pun merasuk kemana-mana, rasanya tidak menjadi tuan di negeri sendiri. Dan sayangnya, gereja juga menjadi sasaran empuk nepotisme. Kata "sebangsa" ini sering didengungkan walau tak langsung. Perbedaan warna kulit, dialek, logat. Bagi yang tidak "sebangsa" sebaiknya disingkirkan dengan dalil attitude kurang lah, tidak pas lah, apalah.. apalah... Ya tergantung siapa yang di atas. Padahal Tuhan menciptakan keunikan agar sesama manusia dapat bekerjasama.
Apakah ini artinya "sebangsa"?
Dalam Lukas 10:25-37, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Aneh banget kenapa seorang ahli Taurat bertanya bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Bukankah tujuan hidup mereka hanya untuk hari kebangkitan, yaitu untuk memperoleh hidup yang kekal? Kemudian Yesus menjawab dia dengan tepat, "apa yang tertulis dalam kitab Taurat". Jawaban Yesus tidak seperti kita pada umumnya jika ditanya pertanyaan yang sama. Yesus hanya mengingatkan kembali pengertiannya tentang hidup yang kekal. Yesus tidak narsis dan berkata "Akulah jalannya".
Dan orang itu menjawab di ayat 25 "Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.". Ayat ini juga dicatat oleh Matius 22:37-39; Markus 12:29-30, yang sepertinya sealur. Seharusnya Lukas mencatatnya di Lukas 20, tetapi Lukas menyusunnya dalam Lukas 10:25 tepat di dalam kisah "Orang Samaria yang baik hati".
Pertanyaan ahli Taurat berikutnya membuat cerita ini menjadi klimaks di ayat 29 "Dan siapakah sesamaku manusia?". Awalnya aku pikir ini pertanyaan bodoh. Tetapi...mari kita lihat. Orang Yahudi suka bersoal-jawab di pasar, di tempat-tempat pertemuan mereka lainnya. Untuk 'mencari pengikut' mereka harus menaklukkan. Caranya adalah mereka akan menyuruh murid mereka ke guru 'yang akan ditaklukkan'. Jika orang yang mendapat pertanyaan tidak dapat menjawab, maka orang itu sudah ditaklukkan dan orang yang ditaklukkan harus melakukan semua prinsip-prinsip yang menaklukkan. Itulah sebabnya banyak dari kaum-kaum Yahudia yang berlomba untuk memberi pertanyaan kepada Yesus. Mereka ingin membuat Yesus tampak bodoh, sehingga mau menjadi pengikut prinsip mereka. Hingga ahli Taurat ini melontarkan pertanyaan yang sepertinya tidak penting ini.
Atas pertanyaan ahli Taurat ini, Yesus mengkisahkan seorang Yeriko yang baru turun dari Yerusalem, which is dari Bait Suci. Seperti halnya kita sekarang, baru pulang gereja. Kemudian ia dirampok habis-habisan, dan dipukul. Kurang lebih kondisinya tidak dapat berjalan, lebam sana sini, sehingga benar-benar membutuhkan pertolongan. Tidak lama imam yang baru berkotbah lewat, orang Lewi yan baru saja melayani dia di gereja lewat juga, tetapi mereka hanya lewat tanpa menolong. Kemudian orang Samaria, which is yang sebenarnya musuh, najis, justru orang Samaria itu yang menolong orang yang baru pulang gereja itu. Orang Samaria itu membalut lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan anggur dan minyak. (anggur, minyak dan gandum adalah 3 hal penting yang sering disebut-sebut dalam kitab nabi-nabi kecil). Bukan hanya itu, orang Samaria itu juga menitipkan orang ini ke penginapan agar dirawat.
Yesus bertanya kepada ahli Taurat itu, "siapa sesama manusia dari orang yang kerampokan itu?". Pastilah jawabnya orang Samaria yang baik hati itu. So... dari sini kita dapat melihat bahwa siapakah sesama manusia itu, apakah orang yang "sebangsa" dengan kita? Ternyata Imamat 19:18 itu dialamatkan kepada orang Israel agar tidak bergaul dengan para penyembah berhala, sehingga dapat membela teman-teman sebangsanya.
Di zaman sekarang, siapakah sesama manusia itu?
Ayat ini sangat mengagetkan saya. Betapa tidak, hanya karena sepenggal kata "sebangsamu", bisa membuat kita terlihat kristen atau hanya pengikut kristen. Dan kata ini benar-benar aneh, ya... mungkin hanya menurut saya. Ketika saya membaca ayat ini (bukan untuk yang pertama kali), namun mataku hanya tertuju pada "sebangsamu". So... berarti kita mengasihi hanya untuk teman-teman sebangsa kita saja kah? Benarkah ayat ini benar-benar tertulis dalam kitab Taurat?
Beberapa waktu aku hanya bisa diam dan merenungkan ayat ini. Bukan saja karena makna sebenarnya dari ayat ini tetapi juga seperti senggolan keras di masa pergumulan yang kami hadapi beberapa waktu ini. Pikiran ini sudah nyeracau kemana-mana, dan tak sanggup unutk melawan, hanya bisa diam. Dan terbukalah pengertian-pengertian yang tidak pernah aku sadari sebelumnya. Amazing!
Kata "sebangsa" di sini menunjukkan satu bangsa, yaitu Israel pada masa itu,.Tetapi seiring berjalannya waktu, "sebangsa" bisa saja merujuk ke "bangsa yang lebih spesifik". Seperti halnya Israel pada zamannya Rehobeam pernah terpecah menjadi Israel, yang dipimpin oleh Yerobeam, sang pemberontak, dan Yehuda yang dipimpin oleh Rehobeam. Yehuda hanya terdiri dari suku Yehuda dan suku Benyamin, sedangkan yang dimaksud Israel di sini adalah 10 suku sisanya. Kemudian Raja Omri, Raja Israel membeli suatu gunung yang kemudian ia namakan Samaria, sesuai dengan nama penjualnya, Semer (1 Raj 16:24). Kemudian dalam tahun kesembilan zaman Hosea, raja Asyur merebut Samaria (sepuluh suku) dan membawa mereka ke pembuangan (2 Raj 17:6). Dalam masa pembuangan mereka kawin campur dengan bangasa Asyur. Bukan hanya itu tetapi mereka menyembah berhala juga. (Itulah sebabnya orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria, karena mereka dari benih yang tidak kudus. Orang Samaria, bagi orang Yahudi adalah orang yang benar-benar najis).
Kata "sebangsa" itu semakin ke sini semakin meluas hingga kepada pengertian "sesuku". Dapatkah kita bayangkan jika kita hanya mengasihi orang-orang sesuku saja? Tentu tidak mengherankan jika praktik nepotisme sangat didukung. Tidak mengherankan, ketika aku berjalan-jalan melewati daerah yang kering di negeri ini tetapi pembangunannya sangat maju, dipelosok pun rumah gedong, jalan aspal. Ketika kumelintasi daerah hijau, mempunyai penghasilan alam yang melimpah ruah tetapi pembangunannya terkebelakang, jalan berlobang, tidak ada rumah gedong di pelosok, apalagi jalan aspal. Sangat ironis.
Kata "sebangsa" itu pun merasuk kemana-mana, rasanya tidak menjadi tuan di negeri sendiri. Dan sayangnya, gereja juga menjadi sasaran empuk nepotisme. Kata "sebangsa" ini sering didengungkan walau tak langsung. Perbedaan warna kulit, dialek, logat. Bagi yang tidak "sebangsa" sebaiknya disingkirkan dengan dalil attitude kurang lah, tidak pas lah, apalah.. apalah... Ya tergantung siapa yang di atas. Padahal Tuhan menciptakan keunikan agar sesama manusia dapat bekerjasama.
Apakah ini artinya "sebangsa"?
Dalam Lukas 10:25-37, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Aneh banget kenapa seorang ahli Taurat bertanya bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Bukankah tujuan hidup mereka hanya untuk hari kebangkitan, yaitu untuk memperoleh hidup yang kekal? Kemudian Yesus menjawab dia dengan tepat, "apa yang tertulis dalam kitab Taurat". Jawaban Yesus tidak seperti kita pada umumnya jika ditanya pertanyaan yang sama. Yesus hanya mengingatkan kembali pengertiannya tentang hidup yang kekal. Yesus tidak narsis dan berkata "Akulah jalannya".
Dan orang itu menjawab di ayat 25 "Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.". Ayat ini juga dicatat oleh Matius 22:37-39; Markus 12:29-30, yang sepertinya sealur. Seharusnya Lukas mencatatnya di Lukas 20, tetapi Lukas menyusunnya dalam Lukas 10:25 tepat di dalam kisah "Orang Samaria yang baik hati".
Pertanyaan ahli Taurat berikutnya membuat cerita ini menjadi klimaks di ayat 29 "Dan siapakah sesamaku manusia?". Awalnya aku pikir ini pertanyaan bodoh. Tetapi...mari kita lihat. Orang Yahudi suka bersoal-jawab di pasar, di tempat-tempat pertemuan mereka lainnya. Untuk 'mencari pengikut' mereka harus menaklukkan. Caranya adalah mereka akan menyuruh murid mereka ke guru 'yang akan ditaklukkan'. Jika orang yang mendapat pertanyaan tidak dapat menjawab, maka orang itu sudah ditaklukkan dan orang yang ditaklukkan harus melakukan semua prinsip-prinsip yang menaklukkan. Itulah sebabnya banyak dari kaum-kaum Yahudia yang berlomba untuk memberi pertanyaan kepada Yesus. Mereka ingin membuat Yesus tampak bodoh, sehingga mau menjadi pengikut prinsip mereka. Hingga ahli Taurat ini melontarkan pertanyaan yang sepertinya tidak penting ini.
Atas pertanyaan ahli Taurat ini, Yesus mengkisahkan seorang Yeriko yang baru turun dari Yerusalem, which is dari Bait Suci. Seperti halnya kita sekarang, baru pulang gereja. Kemudian ia dirampok habis-habisan, dan dipukul. Kurang lebih kondisinya tidak dapat berjalan, lebam sana sini, sehingga benar-benar membutuhkan pertolongan. Tidak lama imam yang baru berkotbah lewat, orang Lewi yan baru saja melayani dia di gereja lewat juga, tetapi mereka hanya lewat tanpa menolong. Kemudian orang Samaria, which is yang sebenarnya musuh, najis, justru orang Samaria itu yang menolong orang yang baru pulang gereja itu. Orang Samaria itu membalut lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan anggur dan minyak. (anggur, minyak dan gandum adalah 3 hal penting yang sering disebut-sebut dalam kitab nabi-nabi kecil). Bukan hanya itu, orang Samaria itu juga menitipkan orang ini ke penginapan agar dirawat.
Yesus bertanya kepada ahli Taurat itu, "siapa sesama manusia dari orang yang kerampokan itu?". Pastilah jawabnya orang Samaria yang baik hati itu. So... dari sini kita dapat melihat bahwa siapakah sesama manusia itu, apakah orang yang "sebangsa" dengan kita? Ternyata Imamat 19:18 itu dialamatkan kepada orang Israel agar tidak bergaul dengan para penyembah berhala, sehingga dapat membela teman-teman sebangsanya.
Di zaman sekarang, siapakah sesama manusia itu?
Selasa, 12 Maret 2013
Perspektif Hidup: Meminta dan Perubahan Pikiran
cerita pribadi...
Ntah judul itu pas atau ga ya. Tulisan ini hanyalah beberapa perspektif tentang how life works. Kata gampangnya... mau cerita-cerita aje. Memang zaman ini semakin banyak orang-orang yang suka curhat di social media. Sepertinya tidak ada lagi orang yang mau bertatap muka untuk diajak bicara. Manusia semakin suka bicara melalui perantara. Kadang-kadang waktu kita butuh bicara dengan seorang teman baik kita, ehh.. yang jawab sekertarisnya. Dan anehnya sekertaris si "A" dengan sekertaris si "B" dst, sama. Mereka mempunyai sekertaris yang sama, yang bernama Veronika. Ada juga pasangan yang berpacaran yang lebih nyambung bicara melalui jaringan provider daripada berhadapan muka. Tapi percayalah dear readers, tulisan ini bukan curhat. Tulisan ini bertujuan menjadi batu peringatan, versi mudahnya: supaya gw ga lupa.
Aku berpikir keras mencari tau mengapa Tuhan begitu memperhatikanku, dan aku hanya menemukan jawaban bahwa "naturnya Tuhan adalah baik, tidak ada kandungan kejahatan sedikitpun di dalam-Nya". Jawaban ini sama sekali tidak memuaskan karena tidak spesifik. Semakin aku mencari, semakin aku menemukan jawaban "kasih karunia". Berarti bukan karena apa yang aku lakukan tetapi karena Dia yang mau memberikan apapun yang aku mau.
Ntah judul itu pas atau ga ya. Tulisan ini hanyalah beberapa perspektif tentang how life works. Kata gampangnya... mau cerita-cerita aje. Memang zaman ini semakin banyak orang-orang yang suka curhat di social media. Sepertinya tidak ada lagi orang yang mau bertatap muka untuk diajak bicara. Manusia semakin suka bicara melalui perantara. Kadang-kadang waktu kita butuh bicara dengan seorang teman baik kita, ehh.. yang jawab sekertarisnya. Dan anehnya sekertaris si "A" dengan sekertaris si "B" dst, sama. Mereka mempunyai sekertaris yang sama, yang bernama Veronika. Ada juga pasangan yang berpacaran yang lebih nyambung bicara melalui jaringan provider daripada berhadapan muka. Tapi percayalah dear readers, tulisan ini bukan curhat. Tulisan ini bertujuan menjadi batu peringatan, versi mudahnya: supaya gw ga lupa.
Aku berpikir keras mencari tau mengapa Tuhan begitu memperhatikanku, dan aku hanya menemukan jawaban bahwa "naturnya Tuhan adalah baik, tidak ada kandungan kejahatan sedikitpun di dalam-Nya". Jawaban ini sama sekali tidak memuaskan karena tidak spesifik. Semakin aku mencari, semakin aku menemukan jawaban "kasih karunia". Berarti bukan karena apa yang aku lakukan tetapi karena Dia yang mau memberikan apapun yang aku mau.
Jumat, 15 Februari 2013
About Dream About Life
cerita pribadi aja
Kami punya cerita yang wow beberapa hari ini. Dan yang pasti juga pasti ada juga ttg dream. Ya.. mimpi ketika tidur malam, bukan mimpi yang berarti harapan hati. keinginan hati. Walaupun pagi ini kami mendengar 2 berita yang buruk, tetapi sukacita yang besar itu dapat mengcover 2 berita yang tidak menyenangkan itu.
Sebelumnya... saya akan menceritakan ttg jawaban my last dream yg sdh saya tulis di blog sebelumnya. Saya tidak bisa menceritakannya detail karena ya menyangkut privasi bbrp org. Mungkin jika orang yang bersangkutan membaca ini akan segara mengetahui apa yang saya maksud.
Tadi malam dalam suatu meeting congregation, I relized something about my dream. God show me something that relate to my dream. Terutama ketika mendengar ayat ini dibacakan "Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian," Amsal 4:1. Walaupun sebelum this meeting saya sdh tau sdkt maksd mimpi itu, namun ketika mendengar ayat ini semakin jelas apa maksudnya.
Kami punya cerita yang wow beberapa hari ini. Dan yang pasti juga pasti ada juga ttg dream. Ya.. mimpi ketika tidur malam, bukan mimpi yang berarti harapan hati. keinginan hati. Walaupun pagi ini kami mendengar 2 berita yang buruk, tetapi sukacita yang besar itu dapat mengcover 2 berita yang tidak menyenangkan itu.
Sebelumnya... saya akan menceritakan ttg jawaban my last dream yg sdh saya tulis di blog sebelumnya. Saya tidak bisa menceritakannya detail karena ya menyangkut privasi bbrp org. Mungkin jika orang yang bersangkutan membaca ini akan segara mengetahui apa yang saya maksud.
Tadi malam dalam suatu meeting congregation, I relized something about my dream. God show me something that relate to my dream. Terutama ketika mendengar ayat ini dibacakan "Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian," Amsal 4:1. Walaupun sebelum this meeting saya sdh tau sdkt maksd mimpi itu, namun ketika mendengar ayat ini semakin jelas apa maksudnya.
Minggu, 03 Februari 2013
Mimpi, Apakah Berarti Petunjuk?
(hanya cerita pribadi yang ga terlalu penting)
Sabtu menjelang pagi 020213, aku ga terlalu tau jam berapa, yang jelas kami pulang nyape rumah sudah jam 12an malam, aku bermimpi lagi. Hati senang bukan karena dapat kulkas, tapi karena memutuskan untuk tetap bersukacita sepanjang hari itu. Banyak sekali peristiwa di hari jumat yang menjengkelkan. Mulai dari murid-murid yang datang terlambat, dan murid yang janji datang tetapi tidak datang. aku paling tidak suka orang yang suka berbohong dan orang yang tidak tepat waktu. Tepat waktu dan tepat janji dapat dilatih mulai dari anak-anak.
Seperti muridku V, laki-laki kelas 3 SD, ia tau bangaimana harus menepati janji. Dan M, anak laki-laki Sanguin kelas 6 SD yang baik hati, ia bisa tidak berbohong. Kenyataannya kita semua seharusnya bisa belajar menghargai waktu dan untuk menjaga hati kita. Baiknya kita tidak merusak hati kita dengan kata kotor, janji palsu, hal-hal lainnya. Aniway... sukacita adalah keputusan kita bukan situasi kita.
Sabtu menjelang pagi 020213, aku ga terlalu tau jam berapa, yang jelas kami pulang nyape rumah sudah jam 12an malam, aku bermimpi lagi. Hati senang bukan karena dapat kulkas, tapi karena memutuskan untuk tetap bersukacita sepanjang hari itu. Banyak sekali peristiwa di hari jumat yang menjengkelkan. Mulai dari murid-murid yang datang terlambat, dan murid yang janji datang tetapi tidak datang. aku paling tidak suka orang yang suka berbohong dan orang yang tidak tepat waktu. Tepat waktu dan tepat janji dapat dilatih mulai dari anak-anak.
Seperti muridku V, laki-laki kelas 3 SD, ia tau bangaimana harus menepati janji. Dan M, anak laki-laki Sanguin kelas 6 SD yang baik hati, ia bisa tidak berbohong. Kenyataannya kita semua seharusnya bisa belajar menghargai waktu dan untuk menjaga hati kita. Baiknya kita tidak merusak hati kita dengan kata kotor, janji palsu, hal-hal lainnya. Aniway... sukacita adalah keputusan kita bukan situasi kita.
Cerita Tentang One of My Student
Suatu hari one of my student tell her secret. Just a little secret she said. Dia menceritakan kalau susternya, her nanny, punya pacar 3 orang, di tiga tempat yang berbeda. Gadis cantik ini menceritakan dengan tepat dimana saja 3 pria itu tinggal. Dan mengagetkan saya, ia sangat bangga menceritakannya. Dan dalam kebanggaan itu seperti ada sense bahwa ia ingin seperti her nanny when she grow up later. Aneh.
Tentu saja aku harus memutar otak untuk menjawabnya. Aku tidak tau bagaimana tepatnya untuk menghandle anak, tetapi aku berusaha menasehatinya.
Aku katakan kepadanya, "Menurut kamu, apakah kamu senang kalau kamu punya papa baru, atau mama baru di rumah?"
Dia menggeleng, "it's bad".
Dan aku menjawabnya "off course, when family have a new mom or new dad, kids must be broken. Pacaran tujuannya untuk menikah. Kalau mama punya 3 papa, gimana jadinya? Kalau nanti dia punya anak, apa anaknya ga sakit hati? it's bad, right? So... you can tell to your nanny, ga baik punya pacar banyak".
Tentu saja aku harus memutar otak untuk menjawabnya. Aku tidak tau bagaimana tepatnya untuk menghandle anak, tetapi aku berusaha menasehatinya.
Aku katakan kepadanya, "Menurut kamu, apakah kamu senang kalau kamu punya papa baru, atau mama baru di rumah?"
Dia menggeleng, "it's bad".
Dan aku menjawabnya "off course, when family have a new mom or new dad, kids must be broken. Pacaran tujuannya untuk menikah. Kalau mama punya 3 papa, gimana jadinya? Kalau nanti dia punya anak, apa anaknya ga sakit hati? it's bad, right? So... you can tell to your nanny, ga baik punya pacar banyak".
Rabu, 30 Januari 2013
Orang Tua dan Anak
Kemarin aku belajar banyak tentang parenting. Bukan mendengar seminar tetapi melalui pengalaman, ngobrol dan mengolahnya dalam pikiran. Topik parenting ini masih asing bagiku karena kami belum punya anak. Tetapi sejak SMU aku suka mengajar, dan kebanyakan objeknya adalah anak-anak, jadi pengalaman untuk mengajar anak-anak sudah ada walau tidak banyak. Aku hanya suka mengajar. Dengan mengajar anak-anak tidak berarti aku suka anak-anak. Sebenarnya aku lebih suka ngajar orang dewasa, hanya saja aku suka tantangan untuk mengajar anak-anak. Rasanya sulit untuk menghandle mereka. Mereka membuat keributan, pemberontakan dan hanya sedikit dari mereka yang cooperative.
Aku sering mendengarkan curhatannya mereka. Mereka adalah anak SD kelas 2-6. Topik utamanya adalah bahwa mereka STRESS. Sekolah bukan tempat menyenangkan bagi mereka. Setiap hari mereka kekurangan jatah untuk bermain. Setiap hari hanya dijajali dengan pelajaran-pelajaran sekolah. Pulang sekolah rata-rata jam 1.30 pm, tetapi langsung ada remedial sampai jam 3 pm. Setelah itu mereka diwajibkan untuk ikut les bimbel/ math sampai 4.30 pm, setelah itu harus ikut les mandarin atau robotic or what else. Aktivitas itu berlangsung dari senin sd jumat. Ada juga anak yang hari sabtunya masih les cooking, music, dll. Itulah sebabnya mereka jadi kurang konsen di kelas dan cenderung untuk berlari-lari di kelas, memberontak dan membuat keributan.
Aku sering mendengarkan curhatannya mereka. Mereka adalah anak SD kelas 2-6. Topik utamanya adalah bahwa mereka STRESS. Sekolah bukan tempat menyenangkan bagi mereka. Setiap hari mereka kekurangan jatah untuk bermain. Setiap hari hanya dijajali dengan pelajaran-pelajaran sekolah. Pulang sekolah rata-rata jam 1.30 pm, tetapi langsung ada remedial sampai jam 3 pm. Setelah itu mereka diwajibkan untuk ikut les bimbel/ math sampai 4.30 pm, setelah itu harus ikut les mandarin atau robotic or what else. Aktivitas itu berlangsung dari senin sd jumat. Ada juga anak yang hari sabtunya masih les cooking, music, dll. Itulah sebabnya mereka jadi kurang konsen di kelas dan cenderung untuk berlari-lari di kelas, memberontak dan membuat keributan.
Jumat, 25 Januari 2013
Tuhan Menjawab Doa
Masih segar di ingatanku perkataan ini "Orang kristen itu sudah sepantasnya diberkati". I like it. Karena kasih karunia Tuhan melalui Tuhan Yesus Kristus, kita bisa meminta apa saja. Bukan hanya apa yang kita butuhkan tetapi apa saja. Tentu saja termasuk keinginan-keinginan kita.
Jumat lalu my Dad was coming to town. Biasanya aku sangat excited mendengar berita kedatangannya. Tetapi Rabu lalu, tidak begitunya, karena cuaca buruk dan ditambah dengan banjir juga. Biasanya beliau cepet bete jika terjebak macet. Dan I just affraid He cannot enjoy his coming to this city. Apalagi hari Kamis lalu, dari pagi (bahkan dari Rabu) sudah hujan besar. Hujan berhenti, hujan berhenti. Di tv juga sudah diberitakan sana-sini sudah banjir. Rasanya Jakarta sudah dikepung banjir. Aku membujuk my Dad untuk tidak usah datang. Tetapi di sisi lain aku juga merasa bagaimana jika beliau jadi berpikir klo aku tidak menginginkan kedatangannya. So... aku putuskan untuk tidak memaksa. Let's God will be done. Upss... aku lebih suka mengatakan Let's God's favor be done.
Jumat lalu my Dad was coming to town. Biasanya aku sangat excited mendengar berita kedatangannya. Tetapi Rabu lalu, tidak begitunya, karena cuaca buruk dan ditambah dengan banjir juga. Biasanya beliau cepet bete jika terjebak macet. Dan I just affraid He cannot enjoy his coming to this city. Apalagi hari Kamis lalu, dari pagi (bahkan dari Rabu) sudah hujan besar. Hujan berhenti, hujan berhenti. Di tv juga sudah diberitakan sana-sini sudah banjir. Rasanya Jakarta sudah dikepung banjir. Aku membujuk my Dad untuk tidak usah datang. Tetapi di sisi lain aku juga merasa bagaimana jika beliau jadi berpikir klo aku tidak menginginkan kedatangannya. So... aku putuskan untuk tidak memaksa. Let's God will be done. Upss... aku lebih suka mengatakan Let's God's favor be done.
Senin, 21 Januari 2013
Sabar
Malam terasa begitu panjang, ketika mendengar teriakan anak-anak, merasakan penderitaan mereka korban banjir. Di posko peduli banjir ini, sudah pukul 2.50 WIB, para voluntir sudah kelelahan, sementara para pengungsi masih belum bisa tidur. Ya.. Pantas saja, karena mereka memikirkan bagaimana nasib rumah mereka yang mereka tinggalkan sekarang. Seorang bapak akhirnya terlelap juga di sebelah anaknya yang sedari tadi rewel, tidak betah. Sementara seorang bocah lain nangis berteriak, ntah karena sakit atau apa.
Aku hanya memperhatikan prilaku orang2 sekelilingku, sejauh mata memandang. Ruangan ini begitu besar untuk menampung 200 orang, seorang bocah saja menangis, menggaung kemana-mana. Tiba-tiba terdengar lagi deru hujan deras. Biasanya hujan terdengar syahdu di tengah malam, tapi kali ini ia datang seperti monster yang mengerikan. Beberapa orang terlihat terbangun dan mengeluh "ah.. Hujan lagi".
Di tengah kegundahan orang-orang, dan tentu saja karena aku blum bisa memejamkan mata, seperti biasa... Aku mencari sesuat untuk diutak-atik. Biasanya sih klo ga main game ya baca 'mysword'. Sayangnya provider lagi ngambek online, akibatnya aku ga bisa main game online.
Kesibukan lain masih bs dicoba... Yukk maree baca alkitab saja. Klo kata orang baca alkitab bikin tidur makin pulas, klo gw justru bikin mata makin melek. Ntah kenapa mata ini nyangkut ini ayat ini...
"sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar" (2 Timotius 2:24).
Kata "sabar" di sini memakai kata Yunani "anexikakos", artinya "sabar", atau "bearing evil calmly", atau "forbearing". Thayer mendefenisikannya sebagai "patient of ills and wrongs, forebearing" = "sabar terhadap sesuatu yang buruk atau salah, menahan diri".
Aku hanya memperhatikan prilaku orang2 sekelilingku, sejauh mata memandang. Ruangan ini begitu besar untuk menampung 200 orang, seorang bocah saja menangis, menggaung kemana-mana. Tiba-tiba terdengar lagi deru hujan deras. Biasanya hujan terdengar syahdu di tengah malam, tapi kali ini ia datang seperti monster yang mengerikan. Beberapa orang terlihat terbangun dan mengeluh "ah.. Hujan lagi".
Di tengah kegundahan orang-orang, dan tentu saja karena aku blum bisa memejamkan mata, seperti biasa... Aku mencari sesuat untuk diutak-atik. Biasanya sih klo ga main game ya baca 'mysword'. Sayangnya provider lagi ngambek online, akibatnya aku ga bisa main game online.
Kesibukan lain masih bs dicoba... Yukk maree baca alkitab saja. Klo kata orang baca alkitab bikin tidur makin pulas, klo gw justru bikin mata makin melek. Ntah kenapa mata ini nyangkut ini ayat ini...
"sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar" (2 Timotius 2:24).
Kata "sabar" di sini memakai kata Yunani "anexikakos", artinya "sabar", atau "bearing evil calmly", atau "forbearing". Thayer mendefenisikannya sebagai "patient of ills and wrongs, forebearing" = "sabar terhadap sesuatu yang buruk atau salah, menahan diri".
Posko Peduli Banjir PLUIT 2013
Banjir yg menimpa Jakarta sungguh melumpuhkan kehidupan beberapa daerah. Contohnya saja Pluit, banyak rumah penduduk yang terendam sampai ke atap. Apa daya, banjir kali ini tidak pandang bulu, perumahan mewah pun habis dilahapnya. Masih teringat jelas ketika hari Rabu sore, murid-murid les dijemput sebelum waktunya. Hujan yang deras itu seakan menghabiskan stok. Akh.. Seperti sale awal tahun saja. Para orangtua kuatir, anak-anak mereka harus segera pulang sebelum akses yg menuju rumah mereka terendam banjir.
Hari Kamis pun masih melanjutkan "sale" hujan besar-besaran. Di rumahku sudah terdengar deru hujan mulai dari pukul 1 pagi Kamis dini hari. Suara geledek pun tak mau kalah, menggelegar sampai rumah pun bergetar.
Kamis pagi kami keluar rumah dengan mengendarai motor, dengan perlengkapan jas hujan lengkap. Payung juga tidak lupa dibawa. Rumah kami tidak banjir, tetapi akses menuju rumah banjir hampir 1 meter. Naik motor adalah solusi untuk mengurangi resiko, daripada naik mobil tidak bisa pulang. Aktivitas harian harus tetap berjalan walau hujan.
Hari Kamis pun masih melanjutkan "sale" hujan besar-besaran. Di rumahku sudah terdengar deru hujan mulai dari pukul 1 pagi Kamis dini hari. Suara geledek pun tak mau kalah, menggelegar sampai rumah pun bergetar.
Kamis pagi kami keluar rumah dengan mengendarai motor, dengan perlengkapan jas hujan lengkap. Payung juga tidak lupa dibawa. Rumah kami tidak banjir, tetapi akses menuju rumah banjir hampir 1 meter. Naik motor adalah solusi untuk mengurangi resiko, daripada naik mobil tidak bisa pulang. Aktivitas harian harus tetap berjalan walau hujan.
Senin, 14 Januari 2013
Mimpi dan Masa Depan part 2
cerita pribadi..
Minggu lalu, sepertinya mimpi tentang pergi ke LN itu datang lagi. Ga terlalu ingat mimpinya sih karena waktu bangun, langsung tidur lagi. Mimpi itu klo ga diingat lagi dalam 8 menit waktu kita bangun, akan hilang. Hal yang aku ingat dari mimpi itu adalah gw megang 3 mata uang asing. Ga terlalu banyak sih. Aku menggendong tas ransel. Bokap gw ngasih 2 jenis mata uang asing, ga tau mata uang apa itu. Ga liat, langsung masukin tas. Aku hanya liat di tas ada berserakan uang dolar, ga liat juga dolar mana..haha. Dan aku bilang, "aku udah ada uang", dengan gaya songong nolak getoh. Ya.. gw ga mudah untuk terima duit gitu aja. Sampe kebawa ke mimpi. Tapi aku terima juga, untuk menghargai si pemberi, ya bokap gw. Dan mimpi singkat itu berakhir.
Gw sih ga terlalu mau inget2 lagi, tapi klo sudah seminggu bisa diinget lagi, artinya itu penting, dan perlu untuk ditandai. Seperti cerita batu peringatan. Makanya ini gw tulis. Pembaca silahkan menilai sendiri. Tujuan saya hanya ingin berbagi, dan sekiranya ada yang mau menegur gw, memberi penilaian, silahkan email ke jut_ibanez@yahoo.com.
Tahun ini gw akan lebih banyak cerita tentang pengalaman pribadi, silahkan cari di label "activity". Tahun-tahun lalu aku ga terlalu suka cerita tentang pribadi gw. Artinya untuk menuliskan cerita pribadi ini perlu effort dan pertimbangan bagi gw. Gw sering bingung klo dapet mimpi kayak gini, mungkin ada temen2 lain juga yang bingung kayak gw. Mungkin cerita-cerita singkat ini bisa membantu temen2 :). Dan harapan gw, kita bisa semakin mengenal Tuhan lagi, mengenal suaraNya, membedakan pertimbangan hati kita atau suara Tuhan. Yuk kita sama-sama belajar mengenal Tuhan.
Minggu lalu, sepertinya mimpi tentang pergi ke LN itu datang lagi. Ga terlalu ingat mimpinya sih karena waktu bangun, langsung tidur lagi. Mimpi itu klo ga diingat lagi dalam 8 menit waktu kita bangun, akan hilang. Hal yang aku ingat dari mimpi itu adalah gw megang 3 mata uang asing. Ga terlalu banyak sih. Aku menggendong tas ransel. Bokap gw ngasih 2 jenis mata uang asing, ga tau mata uang apa itu. Ga liat, langsung masukin tas. Aku hanya liat di tas ada berserakan uang dolar, ga liat juga dolar mana..haha. Dan aku bilang, "aku udah ada uang", dengan gaya songong nolak getoh. Ya.. gw ga mudah untuk terima duit gitu aja. Sampe kebawa ke mimpi. Tapi aku terima juga, untuk menghargai si pemberi, ya bokap gw. Dan mimpi singkat itu berakhir.
Gw sih ga terlalu mau inget2 lagi, tapi klo sudah seminggu bisa diinget lagi, artinya itu penting, dan perlu untuk ditandai. Seperti cerita batu peringatan. Makanya ini gw tulis. Pembaca silahkan menilai sendiri. Tujuan saya hanya ingin berbagi, dan sekiranya ada yang mau menegur gw, memberi penilaian, silahkan email ke jut_ibanez@yahoo.com.
Tahun ini gw akan lebih banyak cerita tentang pengalaman pribadi, silahkan cari di label "activity". Tahun-tahun lalu aku ga terlalu suka cerita tentang pribadi gw. Artinya untuk menuliskan cerita pribadi ini perlu effort dan pertimbangan bagi gw. Gw sering bingung klo dapet mimpi kayak gini, mungkin ada temen2 lain juga yang bingung kayak gw. Mungkin cerita-cerita singkat ini bisa membantu temen2 :). Dan harapan gw, kita bisa semakin mengenal Tuhan lagi, mengenal suaraNya, membedakan pertimbangan hati kita atau suara Tuhan. Yuk kita sama-sama belajar mengenal Tuhan.
Iman dan Pengharapan (cerita pribadi)
cerita pribadi ajah...
Hari minggu, 1 minggu lalu kami ke gereja dan mendengar kotbah. Pesan kotbah yang dibawa pulang adalah tentang iman dan pengharapan. Ya memang judulnya bukan tentang iman dan pengharapan, tetapi ada bagian kotbah yang menjelaskan tentang iman dan pengharapan. Sayang sekali catatan kotbah belum sempat di-save, bb sudah mati. Seperti biasa mencatat kotbah paling praktis adalah di bb. Klo nulis di buku biasanya ga tau akan berakhir dimana tuh buku. Well... memang lebih portable nulis soft, tapi ya resikonya bisa hilang sebelum disave. Bayangkan saja tulisan-tulisanku yang ditulis secara soft aja bisa ga terkumpul, apalagi nulis di atas kertas. Blog ada beberapa, file-file juga ntah ada di kompi mana aja. hihi.. jadi curhat.
Senang rasanya jika mendengar kotbah yang pernah aku pelajari sebelumnya. Jadi kan bisa cek ricek apa yang aku pelajari bener atau ga. Dan hal paling penting adalah bisa belajar lagi, membuat lebih tajam lagi dan pastinya dapat insight baru lagi. Pokoknya.. apapun yang kita pelajari dari FT harus dapat dipraktekkan. Ini dia ceritanya....
Hari minggu, 1 minggu lalu kami ke gereja dan mendengar kotbah. Pesan kotbah yang dibawa pulang adalah tentang iman dan pengharapan. Ya memang judulnya bukan tentang iman dan pengharapan, tetapi ada bagian kotbah yang menjelaskan tentang iman dan pengharapan. Sayang sekali catatan kotbah belum sempat di-save, bb sudah mati. Seperti biasa mencatat kotbah paling praktis adalah di bb. Klo nulis di buku biasanya ga tau akan berakhir dimana tuh buku. Well... memang lebih portable nulis soft, tapi ya resikonya bisa hilang sebelum disave. Bayangkan saja tulisan-tulisanku yang ditulis secara soft aja bisa ga terkumpul, apalagi nulis di atas kertas. Blog ada beberapa, file-file juga ntah ada di kompi mana aja. hihi.. jadi curhat.
Senang rasanya jika mendengar kotbah yang pernah aku pelajari sebelumnya. Jadi kan bisa cek ricek apa yang aku pelajari bener atau ga. Dan hal paling penting adalah bisa belajar lagi, membuat lebih tajam lagi dan pastinya dapat insight baru lagi. Pokoknya.. apapun yang kita pelajari dari FT harus dapat dipraktekkan. Ini dia ceritanya....
Senin, 31 Desember 2012
Mimpi dan Masa Depan
hanya cerita pribadi...
Ntah masih malam atau sudah pagi, mimpi itu aneh sekali.... Tapi tidurku sangat nyenyak sampai sulit membedakan apa sudah pagi atau masih malam. Liburan ini sangat nikmat rasanya. Sebagai keluarga kecil yang baru, kami tidak begitu disibukkan dengan aktivitas Natal pada umumnya. Ya... Natal seperti tidak lewat di depan rumah, tetapi aku pribadi merasakan natal yang begitu nyata. Berbagi kado ke anak-anak, sangat menyenangkan rasanya.
Di awal Desember 2012 ini, aku begitu sibuk mencari kado ke sana ke sini. Hmm... tapi aku hanya bisa membayangkan kado buat anak laki-laki, sulit bagiku untuk mencari kado untuk anak perempuan. Mencari kado untuk anak laki-laki rasanya lebih mudah. Haha... mungkin ini kebiasaan karena tahun-tahun sebelumnya aku terbiasa mencari kado untuk kedua sepupuku yang masih kecil. Tapi sekarang mereka sudah besar, sudah tidak menerima kado robot, mobilan ataupun sejenisnya. Walau demikian, aku senang mendapat objek pengganti mereka. Aku dan murid-muridku. Rasa senang sekali mencari kado untuk anak-anak kecil itu. Seperti kata pepatah...
Ntah masih malam atau sudah pagi, mimpi itu aneh sekali.... Tapi tidurku sangat nyenyak sampai sulit membedakan apa sudah pagi atau masih malam. Liburan ini sangat nikmat rasanya. Sebagai keluarga kecil yang baru, kami tidak begitu disibukkan dengan aktivitas Natal pada umumnya. Ya... Natal seperti tidak lewat di depan rumah, tetapi aku pribadi merasakan natal yang begitu nyata. Berbagi kado ke anak-anak, sangat menyenangkan rasanya.
Di awal Desember 2012 ini, aku begitu sibuk mencari kado ke sana ke sini. Hmm... tapi aku hanya bisa membayangkan kado buat anak laki-laki, sulit bagiku untuk mencari kado untuk anak perempuan. Mencari kado untuk anak laki-laki rasanya lebih mudah. Haha... mungkin ini kebiasaan karena tahun-tahun sebelumnya aku terbiasa mencari kado untuk kedua sepupuku yang masih kecil. Tapi sekarang mereka sudah besar, sudah tidak menerima kado robot, mobilan ataupun sejenisnya. Walau demikian, aku senang mendapat objek pengganti mereka. Aku dan murid-muridku. Rasa senang sekali mencari kado untuk anak-anak kecil itu. Seperti kata pepatah...
“The best way to cheer yourself up is to cheer somebody else up.” - Mark TwainI just feel happy, fun when I can share something to others, especially kids. Hmm... aku merasa bahagia ketika melihat mereka senang. Just it.
Kamis, 13 Desember 2012
GARAM DUNIA vs JANGAN JADI GARAM
ditulis 19 Mei 2012
Pernyataan yang sangat membingungkan. Tuhan Yesus mengharapkan murid-murid dapat menjadi garam dunia, tetapi sangat ironi dengan kisah yang terjadi di Perjanjian Lama, cerita istri Lot yang menjadi tiang garam. So… kita berada di tengah-tengah kebingungan, mana yang harus diikuti. Akh… mungkin saya saja yang bingung. Saya menjadi bertanya-tanya apakah Yesus tidak tau kisah tentang istri Lot? Upss… apakah pikiranku ini durhaka, bukankah Dia Tuhan yang tau semuanya? Sebelum Abraham ada Ia sudah ada. Sebentar.. jika dilihat dari sisi manusiawinya Yesus (karena Yesus adalah sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah), Ia juga mengikuti pelajaran-pelajaran wajib orang Yahudi, pastinya Ia melewati masa-masa Ia harus mengikuti rabi-rabi Yahudi, menghafal Torah, Kitab Para Nabi dan Khetuvim.
Rasanya menarik juga untuk mempelajari tentang garam. Sebelumnya saya pernah menulis tentang “garam dunia dan terang dunia” (dapat dicari di http://motivationarea.blogspot.com/2011/01/garam-dan-terang-dunia.html), tetapi kali ini saya mendapatkan sisi yang berbeda, ada hal yang menarik di sini. Mari kita perhatikan:
Jumat, 02 November 2012
Kehilangan Rasa.. Diinjak-injak
"Kamu adalah garam dunia" Mat 5:13
Setelah mengatakan ini, Yesus melanjutkan dengan "Kamu adalah terang dunia". Apakah ini redundansi? Atau merupakah penegasan? Pada umumnya ketika mendengar kotbah ini sepertinya sama saja, intinya kita harus menjadi influencer. Ada baiknya kita melihat tempatnya.
Seperti yg sudah pernah dibicarakan, kata 'dunia' pada 'garam dunia' di sini berbeda dengan kata 'dunia' pada 'terang dunia'. Kata 'dunia' pada 'garam dunia' (ge), yg berarti dunia dimana kita berpijak, misalnya lingkungan kerja/ sekolah kita, rumah tangga/ keluarga ataupun dimana saja kita beraktifitas sehari-hari. Berbeda dengan kata 'dunia' pada 'terang dunia' (kosmos), yang berarti dunia universe/ alam semesta, atau tatanan/ sistem dunia ini.
Pada artikel ini hanya akan dibicarakan tentang 'garam dunia'. Inti perbedaan yang jelas nyata antara garam dunia dan terang dunia adalah garam itu dirasakan sedangkan terang itu harus dapat dilihat dari jauh. Terang yang terlalu dekat juga tidak dapat dilihat, paling tidak harus ada jarak pandang tertentu untuk dapat melihat terang. Penggaraman itu selalu menghasilkan garam, air dan residu. Garam itu bersifat korosif dan purity/ memurnikan sehingga akan memisahkan garam/ persenyawaan dari kotoran residu.
Setelah mengatakan ini, Yesus melanjutkan dengan "Kamu adalah terang dunia". Apakah ini redundansi? Atau merupakah penegasan? Pada umumnya ketika mendengar kotbah ini sepertinya sama saja, intinya kita harus menjadi influencer. Ada baiknya kita melihat tempatnya.
Seperti yg sudah pernah dibicarakan, kata 'dunia' pada 'garam dunia' di sini berbeda dengan kata 'dunia' pada 'terang dunia'. Kata 'dunia' pada 'garam dunia' (ge), yg berarti dunia dimana kita berpijak, misalnya lingkungan kerja/ sekolah kita, rumah tangga/ keluarga ataupun dimana saja kita beraktifitas sehari-hari. Berbeda dengan kata 'dunia' pada 'terang dunia' (kosmos), yang berarti dunia universe/ alam semesta, atau tatanan/ sistem dunia ini.
Pada artikel ini hanya akan dibicarakan tentang 'garam dunia'. Inti perbedaan yang jelas nyata antara garam dunia dan terang dunia adalah garam itu dirasakan sedangkan terang itu harus dapat dilihat dari jauh. Terang yang terlalu dekat juga tidak dapat dilihat, paling tidak harus ada jarak pandang tertentu untuk dapat melihat terang. Penggaraman itu selalu menghasilkan garam, air dan residu. Garam itu bersifat korosif dan purity/ memurnikan sehingga akan memisahkan garam/ persenyawaan dari kotoran residu.
Jumat, 26 Oktober 2012
Apakah Tuhan Pernah Iseng?
Judul ini berawal dari pertanyaan seorang teman dalam komsel. Pertanyaan-pertanyaannya membuat kami memikirkan alkitab, mengingat-ingat ayat-ayat. Pertanyaannya begini...
"Apakah Tuhan iseng telah menempatkan iblis dan pohon pengetahuan di dalam taman untuk menguji manusia? Apakah Tuhan tidak tau manusia bakal jatuh dalam dosa. Mengapa pohon itu harus ada di tengah taman, jika tidak ada pohon kan tidak ada dosa?"
Ntah bagaimana harus menjawab ini. Ide pertama yg muncul adalah karena free will yg Tuhan berikan. Jika saya punya anak, saya akan lebih senang jika anak saya mengatakan "I love you" tanpa harus dipaksakan. Kehendak bebas diberikan Tuhan untuk benar-benar mengetahui orang yang mengasihiNya.
Masih banyak ide-ide terlontar untuk memecahkan bersama pertanyaan ini. Rasanya senang dapat berdiskusi bersama. Padahal di awal kami berniat untuk membicarakan hal yang ringan saja. Apakah ini akan menjadi merupakan bahasan serius yang paling ringan? Ga taulah...
"Apakah Tuhan iseng telah menempatkan iblis dan pohon pengetahuan di dalam taman untuk menguji manusia? Apakah Tuhan tidak tau manusia bakal jatuh dalam dosa. Mengapa pohon itu harus ada di tengah taman, jika tidak ada pohon kan tidak ada dosa?"
Ntah bagaimana harus menjawab ini. Ide pertama yg muncul adalah karena free will yg Tuhan berikan. Jika saya punya anak, saya akan lebih senang jika anak saya mengatakan "I love you" tanpa harus dipaksakan. Kehendak bebas diberikan Tuhan untuk benar-benar mengetahui orang yang mengasihiNya.
Masih banyak ide-ide terlontar untuk memecahkan bersama pertanyaan ini. Rasanya senang dapat berdiskusi bersama. Padahal di awal kami berniat untuk membicarakan hal yang ringan saja. Apakah ini akan menjadi merupakan bahasan serius yang paling ringan? Ga taulah...
Senin, 13 Agustus 2012
Janda Sarfat dan Elia
1Raj 17:1-24
"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
Tuhan menyuruh Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat. Janda ini pun tidak tau bahwa ia diberi tugas oleh Tuhan untuk memberi makan Elia.
Kata Elia:
"Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
"Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
Selasa, 31 Juli 2012
Beralih Fokus
Maka wanita itu meninggalkan tempayannya di situ lalu lari ke kota dan berkata kepada orang-orang di sana, "Mari lihat orang yang memberitahukan kepada saya segala sesuatu yang pernah saya lakukan. Mungkinkah Ia itu Raja Penyelamat?" Maka orang-orang itu pun meninggalkan kota lalu pergi kepada Yesus.
Yoh 4:28-30
Perempuan ini datang ke tempat itu untuk mengambil air. Kemungkinan ia datang dari tempat yang jauh, mungkin dari kota. Ia ada di situ sekitar jam 12 siang. Jika tempatnya dekat, ia takkan berada di situ jam 12 siang, karena sudah pasti terik matahari membuat orang berpikir lebih baik mengambil air lebih pagi lagi. Tetapi ia di situ sekitar jam 12 siang sedang menimba dan di situ ia bertemu dengan Yesus.
Perempuan ini bukanlah perempuan baik pada umumnya, karena Yesus membuka rahasianya akan 5 suami yang sebenarnya bukan suaminya. Walaupun demikian ia tau akan hal-hal yang agamawi, ia tau tentang nabi yang akan datang. Mungkin ia tadinya adalah seorang yang setia beribadah menurut agamanya dan terpaksa terseret masalah asusila karena desakan ekonomi.
Kamis, 28 Juni 2012
Sejak Kapan Orang Kristen "Dilarang Nonton Bioskop!"
Ada beberapa gereja yang melarang anggota gerejanya terutama anak mudanya untuk pergi nonton di bioskop. Bagi mereka, bioskop adalah tempat yang kurang pantas bagi pengikut Yesus. Mungkin seperti tempat yang berbau 'maksiat'. Ya... mungkin ada beberapa cowok-cowok yang mengambil kesempatan untuk mulai 'menjamah' dan berbuat kurang sopan di tempat yang gelap dan tidak diketahui orang lain. Tetapi pemikiran ini sebaiknya jangan dipupuk. Lebih baik memberikan nasehat kepada para anak muda baik cowok maupun cewek untuk mempertebal iman mereka kepada Tuhan. Semakin dikultuskan semakin perbuatan yang kurang sopan itu semakin menjadi. Pencegahan adalah lebih baik daripada mengatakan hal yang belum tentu benar adanya.
Sejarah membuktikan bahwa pernah ada peraturan "dilarang nonton teater". Walaupun secara zaman sekarang teater dan bioskop berbeda namun masih di dalam satu kategori yang sama. Schnabel dalam bukunya "Paulus Sang Misionaris" yang diterbitkan oleh Penerbit ANDI, 2010: 260, mengatakan bahwa
Sejarah membuktikan bahwa pernah ada peraturan "dilarang nonton teater". Walaupun secara zaman sekarang teater dan bioskop berbeda namun masih di dalam satu kategori yang sama. Schnabel dalam bukunya "Paulus Sang Misionaris" yang diterbitkan oleh Penerbit ANDI, 2010: 260, mengatakan bahwa
Rabu, 27 Juni 2012
Memberitakan Injil
* Tulisan ini hanya membahas tentang istilah Injil saja.Tulisan ini juga merupakan kutipan dari beberapa penulis seperti Schnabel, Horsley, Dickson, dll.
Kata bahasa Inggris untuk gospel (Injil) berasal dari godspel, yang berarti "kabar baik", diterjemahkan dari frase Latin bona adnuntiatiatio atau bonus nuntius. Kata Yunani yang digunakan dalam Perjanjian Baru adalah euangelion, yang merupakan kata sifat yang digunakan sebagai substantif, yang diturunkan dari euangelos, artinya 'utusan', dalam bahasa Yunani Kuno 'yang diutus'. Kata ini digunakan untuk seorang utusan dari medan perang ke kota asalnya yang membawa kabar kemenangan (G.Friedrich, TDNT, 2:710). Kata euangelion digunakan 56 kali oleh Paulus, yang berarti "kabar" atau "berita" (yang baisa baik). Kata kerja euangelizomai sering kali muncul dalam surat-surat yang menjelaskan komunikasi yang mendatangkan sukacita: orang yang menerima kabar baik tentang kelahiran seorang anak atau hari pernikahan yang mendekat, tetapi juga kabar menyedihkan tentang kematian seseorang.
Kata bahasa Inggris untuk gospel (Injil) berasal dari godspel, yang berarti "kabar baik", diterjemahkan dari frase Latin bona adnuntiatiatio atau bonus nuntius. Kata Yunani yang digunakan dalam Perjanjian Baru adalah euangelion, yang merupakan kata sifat yang digunakan sebagai substantif, yang diturunkan dari euangelos, artinya 'utusan', dalam bahasa Yunani Kuno 'yang diutus'. Kata ini digunakan untuk seorang utusan dari medan perang ke kota asalnya yang membawa kabar kemenangan (G.Friedrich, TDNT, 2:710). Kata euangelion digunakan 56 kali oleh Paulus, yang berarti "kabar" atau "berita" (yang baisa baik). Kata kerja euangelizomai sering kali muncul dalam surat-surat yang menjelaskan komunikasi yang mendatangkan sukacita: orang yang menerima kabar baik tentang kelahiran seorang anak atau hari pernikahan yang mendekat, tetapi juga kabar menyedihkan tentang kematian seseorang.
Senin, 11 Juni 2012
Suara Hati
Suatu hari, ketika saya hanya di rumah saja dan mengerjakan pekjerjaan saya dari rumah. Sebangun tidur, saat-saat begini -- hanya mengerjakan pekerjaan dari rumah, saya biasanya langsung membuka laptop dan mulai belajar, kemudian berpikir dan mengetik. Jadi, karena sudah fokus kepada pekerjaan, biasanya saya menunda mandi hingga minimal satu pekerjaan selesai.
Tiba-tiba ada perasaan yang tidak biasa. akhh.. ga taulah apa ini terbersit dalam pikiran atau perasaan -- tapi suara itu jelas "pergilah mandi karena sebentar lagi air akan mati". Well... aku pikir ini hanya hati nurani yang tidak dapat dipercaya. Aku memang ingin mengikuti kata hati nurani itu, tapi kakiku tertahan di bawah meja dan masih asyik untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang kukerjakan. Tetapi suara itu tetap 'mengganggu' sampai akhirnya kutinggalkan pekerjaanku yang tanggung itu dan segera ke kamar mandi dan mandi. Dan.. aku mandi sampai titik air penghabisan. Artinya... setelah aku mandi, air benar-benar mati. x_x.
Tiba-tiba ada perasaan yang tidak biasa. akhh.. ga taulah apa ini terbersit dalam pikiran atau perasaan -- tapi suara itu jelas "pergilah mandi karena sebentar lagi air akan mati". Well... aku pikir ini hanya hati nurani yang tidak dapat dipercaya. Aku memang ingin mengikuti kata hati nurani itu, tapi kakiku tertahan di bawah meja dan masih asyik untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang kukerjakan. Tetapi suara itu tetap 'mengganggu' sampai akhirnya kutinggalkan pekerjaanku yang tanggung itu dan segera ke kamar mandi dan mandi. Dan.. aku mandi sampai titik air penghabisan. Artinya... setelah aku mandi, air benar-benar mati. x_x.
Kamis, 24 Mei 2012
Room for You
"In my Father's house are many mansions: if it were not so, I would have told you. I go to prepare a place for you". Jn 14:2
Jesus told it before He depart for heaven. So happy to hear someone has prepared a room for us. But in fact, we more often got cantrary to that condition. Even the closest represent "no room for you", so what should we do?
"because there was no room for them in the inn" Luk 2:7
Rabu, 02 Mei 2012
Yesus sebagai Mesias
1.
. Pendahuluan
Mesias,
“khristos”, atau Kristus artinya “Yang Diurapi”.
“Andreas mula-mula bertemu
dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan
Mesias (artinya: Kristus)."
Yoh 1:41
Mesias
adalah gelar tertinggi dari tokoh penting yang dinantikan oleh bangsa Yahudi. Luk
3:15 mengatakan orang-orang yang menantikan Mesias itu bertanya-tanya apakah
Yohanes Pembaptis itu adalah Mesias?
Gereja
Kristen mula-mula melekatkan gelar ini kepada Yesus, sehingga orang-orang
percaya pada waktu itu disebut orang Kristen, karena mereka adalah pengikut
Kristus. Orang Yahudi keberatan untuk menyebutkan orang-orang percaya sebagai
pengikut Mesias, karena orang-orang Yahudi menganggap bahwa orang-orang lain
(jemaat Kristen pada waktu itu) tidak mempunyai hak untuk melekatkan gelar
Mesias kepada Yesus. Orang Yahudi tidak menerima kalau Yesus disebut Mesias,
sehingga sebutan Mesias untuk Yesus itu mereka anggap sebagai ejekan, begitu
juga dengan sebutan ‘orang Kristen’ atau ‘pengikut Kristus’.
Kepercayaan Musa
Sebab
jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab
ia telah menulis tentang Aku. Yoh 5:46
Pertanyaannya
adalah apa yang dipercayai Musa? Siapakah TUHAN menurut Musa?
Kita dapat
melihat Siapakah TUHAN menurut Musa, yaitu ketika TUHAN memperkenalkan Diri-Nya
kepada Musa.
Lagi
Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah
Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Kel 3:6
Lalu
Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel
dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu,
dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus
kujawab kepada mereka?" Kel 3:13
Firman
Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah
kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku
kepadamu." Kel 3:14
Selanjutnya
berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel:
TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah
mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah
sebutan-Ku turun-temurun. Kel 2:15
Di bawah Pohon Ara: percaya kepada Yesus Sang Mesias
Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku
melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya
(pisteueis)? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Yoh 1:50
Injil Yohanes ini ditulis oleh Yohanes anak Zebedeus dan
Salome, saudara dari Yakobus. Injil Yohanes mencatat bagian-bagian lain yang
tidak tercatat dalam kitab-kitab injil sinoptik lainnya. Hal yang perlu kita
ketahui dari inti Injil ini adalah injil Yohanes memperlihatkan, membuat orang
percaya dan menyakinkan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, yang merupakan
satu-satunya jalan menuju kepada keselamatan. Inti dari itu semua, kita mencuplik bagian
kata kerjanya saja, yaitu “percaya” (piseuo = aku percaya). Di dalam Injil
Yohanes terdapat 90 kali kata “percaya”. Dan sama sekali tidak mencantumkan
bentuk kata bendanya. Iman adalah bentuk kata bendanya. Dalam bahasa Yunani,
kata kerja dasar tidak dapat berdiri sendiri, harus disertai dengan subjeknya.
Dari sini saja kita sudah dapat insight bahwa iman (pisteuis)/ kepercayaan
tidak ada artinya jika tidak dikerjakan/ diaktifkan. Artinya harus ada subjek
yang mengerjakan “percaya” sehingga kata
itu bisa membentuk pisteuo (aku percaya), pisteuomen (kami percaya), pisteueis
(kamu percaya), dsb.
Kamis, 12 April 2012
Day 40
Selama 40 hari sesudah kebangkitan-Nya Yesus menampakkan diri kepada lebih dari 500 orang, kemudian naik ke sorga sambil memerintahkan mereka untuk menunggu Rog Kudus dicurahkan. Petrus dengan cepat mengajak membuang undi untuk memilih murid pengganti.
Bacaan hari ini adalah Mark 16:15-; Yoh 21; Mat 28:16-20; Luk 24:50-53.
-000-
15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
17 Tanda-tanda
ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir
setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang
baru bagi mereka,
18 mereka
akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak
akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang
sakit, dan orang itu akan sembuh."
19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
20 Merekapun
pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja
dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Mark 16:15-20;
Rabu, 11 April 2012
Day 39
5 April 33 M: Pada saat matahari terbit, wanita-wanita menemukan bahwa kubur telah kosong. Malaikat-malaikat memberitakan bahwa Yesus telah bangkit. Ia menampakkan diri kepada wanita-wanita, dan beberapa kali kepada murid-murid-Nya yang bersembunyi karena merasa takut pada penguasa.
Terjemahan harfiah dari Mat 28:1 adalah "After the sabbaths, at the drawing on toward one of the sabbaths" - Greek Nestle Translation. "Sesudah sabat, menjelang sabat yang lain". Bentuk jamak yang kedua untuk sabat adalah kebiasaan berbicara yang sering digunakan, tetapi bentuk jamak yang pertama memang menyatakan bahwa ada lebih dari satu sabat. Faktanya, memang ada tiga sabat yang terjadi bersamaan pada tahun itu, yaitu Perayaan Roti Tak Beragi pada hari Jumat, sabat mingguan yang jatuh pada hari sabtu, dan perayaan Buah Sulung pada hari Minggu (Im 23:10-14) sewaktu hasil panen pertama dilambai-lambaikan di depan Bait Suci untuk mengucap syukur atas panen. Yesus adalah buah sulung dari kebangkitan kita yang telah dijanjikan (1Kor 15:20, 23). Orang Yahudi salah menempatkan perayaan Buah Sulung pada tanggal 16 Nisan.
Bacaan hari ini adalah Mat 28:1-15; Yoh 20; Mark 16:1-14; Luk 24:1-49.
-000-
Day 38
Pada siang hari, Yesus disalib. terjadi kegelapan sampai jam 3 sore (Amos 8:9-10). Kemudian Ia mati (*1). Anak domba disembelih pada waktu senja Kel 12:6). Malam itu telah memasuki tanggal 15 Nisan. Tubuh Yesus dimakamkan. (*2). Tulang-tulang Domba Paskah tidak boleh dipatahkan (Kel 12:46; Bil 9:12). Mzm 34:20 terpenuhi dengan diabaikannya ketentuan untuk mematahkan tulang kaki.
(*1) Yesus Anak Domba Allah, disalibkan pada tanggal 14 Nisan sebagaimana domba harus disembelih dalam Kel 12:6. Pada saat penyaliban (Mark 15:25), pagi hari jam 9 ketika Ia disalibkan, kelihatannya bertentangan dengan Injil-Injil yang lain. Yoh 19:14-16 mengatakan "kira-kira jam dua belas (siang)". Mat 27:45 mengatakan bahwa setelah berbicara tentang Yesus yang ada di atas salib: Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Luk 23:44 juga sangat mirip. Markus kemungkinan tidak memberikan perhitungan waktu berdasarkan hari melainkan memmaparkan periode waktu mulai dari sidah oleh Gubernur sampai Yesus diserahkan untuk disalib. Pemaparan Markus tentang waktu kegelapan sama dengan yagn lain-lainnya.
(*1) Yesus Anak Domba Allah, disalibkan pada tanggal 14 Nisan sebagaimana domba harus disembelih dalam Kel 12:6. Pada saat penyaliban (Mark 15:25), pagi hari jam 9 ketika Ia disalibkan, kelihatannya bertentangan dengan Injil-Injil yang lain. Yoh 19:14-16 mengatakan "kira-kira jam dua belas (siang)". Mat 27:45 mengatakan bahwa setelah berbicara tentang Yesus yang ada di atas salib: Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Luk 23:44 juga sangat mirip. Markus kemungkinan tidak memberikan perhitungan waktu berdasarkan hari melainkan memmaparkan periode waktu mulai dari sidah oleh Gubernur sampai Yesus diserahkan untuk disalib. Pemaparan Markus tentang waktu kegelapan sama dengan yagn lain-lainnya.
Senin, 09 April 2012
Day 37
Kamis pagi, merupakan hari persiapan Paskah (Yoh 19:14), Yesus disidang di hadapan Pilatus, kemudian dihadapan Herodes, dan kemudian kembali ke Pilatus. Kerumunan orang banyak yang dihasut oleh Imam Besar menuntut kematian Yesus. Yesus disesah kemudian dijatuhi hukuman salib.
Bacaan hari ini adalah Luk 23:1-32; Mark 15:1-23; Mat 27:1-34; Yoh 18:28-40; Yoh 19:1-17.
-000-
1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
2 Di
situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami,
bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak
kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah
Kristus, yaitu Raja."
3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."
5 Tetapi
mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan
ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke
sini."
6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
7 Dan
ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim
Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
Kamis, 05 April 2012
Day 36
Bacaan hari ini Luk 22:39-71; Yoh
18:1-27.
-000-
39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia
menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. 40 Setelah tiba di tempat
itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam
pencobaan." 41 Kemudian
Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia
berlutut dan berdoa, kata-Nya: 42 Ya
Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah
kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. 43 Maka seorang malaikat
dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44 Ia sangat ketakutan dan
makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah
yang bertetesan ke tanah. 45 Lalu
Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati
mereka sedang tidur karena dukacita. 46 Kata-Nya
kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu
jangan jatuh ke dalam pencobaan."
Rabu, 04 April 2012
Day 35
Yesus bergumul di Getsemani, ditangkap oleh pasukan pengawal Bait Allah dengan beberapa prajurit Romawi dan dibawa ke hadapan Imam Besar semalam-malaman dengan berbagai kebingungan. Saat itu tanggal 14 Nisan. Petrus menyangkal Yesus. Yesus mengakui bahwa Dialah Kristus. Ia diperlakukan dengan kejam.
Bacaan hari ini adalah Mark 14:26-72; Mat 26:30-75; Luk 22:39-71; Yoh 18:1-27.
-000-
26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
27 Lalu
Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab
ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan
tercerai-berai.
28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
29 Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."
30 Lalu
kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari
ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah
menyangkal Aku tiga kali."
31 Tetapi
dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus
mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang
lainpun berkata demikian juga.
Selasa, 03 April 2012
Day 34
Yesus mengajar tentang berada ‘di
dalam Aku’, tentang Roh Kudus tentang damai yang Ia berikan, tentang
menghasilkan buah, tentang kebencian dunia terhadap diri- Nya, dan tentang
kedatangan-Nya kembali. Di Getsemani , Yesus berdoa secara mendalam tentang
masa depan.
Bacaan hari ini adalah Yoh 14;
Yoh 15; Yoh 16; Yoh 17.
-000-
1 Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah,
percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat
tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi
ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah
pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan
membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." 5 Kata
Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi
bagaimana kami tahu jalan ke situ?" 6 Kata Yesus kepadanya:
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang
kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Senin, 02 April 2012
Day 33
Rabu malam (awal tanggal 14 Nisan) mereka makan jamuan Paskah, satu
hari lebih cepat dari seharusnya (Yoh 13:1Ã
domba paskah belum disembelih ). Yohanes mengetahui bahwa Yudas akan
mengkhianati Yesus.
Bacaan kita hari ini adalah Mat
26:20-29; Yoh 13; Mark 14:17-25; Luk 22:14-38.
-000-
20 Setelah hari malam, Yesus
duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. 21 Dan ketika mereka sedang
makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara
kamu akan menyerahkan Aku." 22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka
seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" 23 Ia menjawab: "Dia yang
bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang
akan menyerahkan Aku. 24 Anak
Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan
tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih
baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." 25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan
aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah
mengatakannya."
26 Dan ketika mereka sedang makan,
Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya
kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."
27
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada
mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. 28 Sebab inilah darah-Ku, darah
perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. 29 Akan tetapi Aku berkata
kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini
sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu
dalam Kerajaan Bapa-Ku."
Mat 26:20-29;
1 Sementara itu sebelum hari
raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih
dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi
murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada
kesudahannya. 2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah
membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati
Dia. 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan
segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai
kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air
ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya
dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 6 Maka sampailah Ia kepada
Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh
kakiku?" 7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang
Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya
kelak." 8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak
akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau
Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." 9
Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja,
tetapi juga tangan dan kepalaku!"
10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah
mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia
sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11
Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata:
"Tidak semua kamu bersih."
12
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali
ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang
telah Kuperbuat kepadamu? 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu
itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14 Jadi jikalau Aku membasuh
kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh
kakimu; 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan
kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat
kepadamu. 16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang
hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada
dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka
berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. 18 Bukan tentang kamu semua
Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini:
Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 19
Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya
jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 20 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan
barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku." 21
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan
menyerahkan Aku." 22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang
lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. 23 Seorang di antara murid
Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah
kanan-Nya. 24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat
dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" 25
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya:
"Tuhan, siapakah itu?" 26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya
Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata
demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak
Simon Iskariot. 27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia
kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak
kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
28
Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu
mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. 29 Karena Yudas memegang kas
ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk
perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 30 Yudas menerima roti itu
lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. 31 Sesudah Yudas pergi,
berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah
dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia,
Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan
Dia dengan segera. 33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi
Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan
kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang,
demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. 34 Aku memberikan perintah
baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah
mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua
orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling
mengasihi." 36 Simon Petrus berkata kepada Yesus:
"Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku
pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan
mengikuti Aku." 37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa
aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku
bagi-Mu!" 38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan
bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah
menyangkal Aku tiga kali."
Yoh 13;
17 Setelah hari malam,
datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu. 18 Ketika
mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia
yang makan dengan Aku." 19 Maka
sedihlah hati mereka dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya: "Bukan
aku, ya Tuhan?" 20 Ia menjawab:
"Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang
mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku. 21 Anak
Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan
tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih
baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
22 Dan ketika Yesus dan
murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat,
memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata:
"Ambillah, inilah tubuh-Ku." 23 Sesudah
itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan
mereka semuanya minum dari cawan itu. 24 Dan
Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang
ditumpahkan bagi banyak orang. 25 Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur
sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah."
Mark
14:17-25;
14 Ketika tiba saatnya, Yesus
duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. 15 Kata-Nya
kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan
kamu, sebelum Aku menderita. 16 Sebab
Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh
kegenapannya dalam Kerajaan Allah." 17 Kemudian
Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini
dan bagikanlah di antara kamu. 18 Sebab
Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi
hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang." 19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur,
memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah
tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan
Aku." 20 Demikian juga dibuat-Nya
dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru
oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. 21 Tetapi,
lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini. 22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi
seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia
diserahkan!" 23 Lalu mulailah
mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.
24 Terjadilah juga
pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar
di antara mereka. 25 Yesus berkata
kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan
orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. 26 Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan
yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan
pemimpin sebagai pelayan. 27 Sebab
siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia
yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
28 Kamulah yang tetap tinggal
bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. 29 Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi
kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, 30 bahwa
kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan
duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
31 Simon, Simon, lihat, Iblis
telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32 tetapi
Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau
engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." 33 Jawab
Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan
Engkau!" 34 Tetapi Yesus berkata:
"Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum
engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."
35 Lalu Ia berkata kepada
mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal
dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?" 36 Jawab
mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi
sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya,
demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah
ia menjual jubahnya dan membeli pedang. 37 Sebab
Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia
akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis
tentang Aku sedang digenapi." 38 Kata
mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."
Luk 22:14-38
Day 32
Kebanyakan penyembah di Bait Suci
tidak mempercayai Yesus. Pada saat makan malam, seorang perempuan mgnurapi
kepala-Nya. Pada hari rabu, Yudas berkomplot dengan Sanhedrin. Murid-murid
membantu mempersiapkan jamuan Paskah.
Mark 14:12; Mat 26:17; Luk 22:8:
Hari pertama perayaan Roti Tidak Beragi yang resmi adalah pada hari ke-15 bulan
Nisan, yaitu bulan yang pertama (Kel 12:15-20). Pada hari ke-14 bulan Nisan
adalah hari persiapan, rumah harus disapu bersih untuk memastikan bahwa semua
serpihan roti tidak beragi sudah dibuang. Untuk menghindari tercecernya
remah-remah yang baru, orang Yahudi hanya akan makan roti yang tidak beragi
pada tanggal 14. Oleh karena itu, tanggal 14 Nisan adalah hari persiapan,
tetapi sepertinya seperti sudah memulai hari pertama perayaan roti tak beragi.
Pada sore hari 14 Nisan, kedua murid mempersiapkan jamuan Paskah, tetapi
ternyata mereka menemukan bahwa ruangan itu sudah lengkap dan tersedia (Mark
14:15); mereka hanya melakukan persiapan akhir saja. Kemungkinan jamuan itu
diadakan di Yerusalem, di rumah orang tua Yohanes Markus (yang kemungkinan
masih remaja, yang mungkin menutupi dirinya dengan kain, dan mengikuti Yesus
dan murid-murid-Nya pada malam hari).
Bacaan hari ini adalah Yoh 12:36b-; Mat 26:1-16; Luk 22:1-26; Mark
14:1-16; Mat 26:17-19; Luk 22:7-13.
Sabtu, 31 Maret 2012
Day 31
Orang- Orang Yunani mulai mencari Yesus tetapi Injil (universal) harus digenapi melalui kematian-Nya. Yesus memperingatkan murid-murid-Nya untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya kembali. Ia akan menghakimi bangsa-bangsa atas perlakuan mereka terhadap bangsa Yahudi.
Bacaan hari ini adalah Yoh 12:20-36a; Mark 13:28-37; Luk 21:29-38; Mat 24:32-; Mat 25.
-000-
20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
21 Orang-orang
itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu
berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."
22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.
23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
24 Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam
tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan
menghasilkan banyak buah.
25 Barangsiapa
mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa
tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup
yang kekal.
26 Barangsiapa
melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun
pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati
Bapa.
Jumat, 30 Maret 2012
Day 30
Masih hari Selasa, Yesus memuji janda miskin. Ia menubuatkan kehancuran total Bait Allah, dan berbicara tentang hari-hari terakhir.
Bacaan hari ini adalah Mark 12:41-44; Mark 13:1-27; Mat 24:1-31; Luk 21:1-28.
-000-
41 Pada
suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan
bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang
kaya memberi jumlah yang besar.
42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
43 Maka
dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada
semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
44 Sebab
mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari
kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Mark 12:41-44;
Kamis, 29 Maret 2012
Day 29
Yesus menjawab orang-orang Saduki tentang kebangkitan. Orang Farisi kemudian menguji Dia dengan sebuah pertanyaan. Ia menguji mereka tentang Kristus. Ia memperingatkan para penanya-Nya tentang roh mereka yang pendusta.
Mat 23:35: Mulai dari pembunuhan pertama (Habel dalam Kejadian) sampai pembunuhan terakhir, Zakaharia bin Yoyada dalam 2Taw 24:20-22 (Tawarikh adalah kitab terakhir dalam Alkitab Yahudi).
Bacaan hari ini adalah Luk 20:27-40; Mat 22:33-46; Mark 12:18-37; Luk 20:41-47; Mark 12:38-40; Mat 23.
-000-
27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
28 Guru,
Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai
saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak
meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan
membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
29 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
31 dan
oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara
itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
32 Akhirnya perempuan itupun mati.
33 Bagaimana
sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang
menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah
beristerikan dia."
34 Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
Rabu, 28 Maret 2012
Day 28
Hari Selasa: Pohin ara memberikan pelajaran tentang iman. Yesus mengajar lewat perumpamaan bahwa Israel akan ditolak untuk sementara waktu. Orang-orang Farisi menantang otoritas Yesus dan para mata-mata mencoba untuk memperdayai Dia.
Bacaan Hari ini adalah Mark 11:20-33; Mark 12:1-17; Mat 21:20-; Mat 22:1-22; Luk 14:16-24; Luk 20:1-26.
-000-
20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
21 Maka
teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada
Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."
22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!
23 Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini:
Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya,
tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal
itu akan terjadi baginya.
24 Karena
itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan,
percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan
kepadamu.
25 Dan
jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang
sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di
sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)
Selasa, 27 Maret 2012
Day 27
Saat terbenamnya matahari di hari Sabtu sampai terbenamnya matahari di hari Minggu adalah tanggal 10 Nisan, yaitu hari untuk memilih domba Paskah (Kel 12:3): Maria mengurapi kaki Yesus. Pada hari Minggu, 29 Maret 33 M(*), orang banyak menyambut Dia sebagai Raja. Pada hari Senin Yesus mengutuk pohon ara dan menyucikan Bait allah.
(*) 69 minggu yang disebutkan dalam Dan 9:25 = 69x7 masa nubuatan yang terdiri dari 360 hari = 173.880 hari sejak dikeluarkannya dektit Artahsasta pada 5 Maret 444 SM. Ini menubuatkan kedatangan Mesias pada 29 Maret 33M, dimana Mesias menunggang sesuatu masuk ke Yerusalem. Royal Observatory mengkonfirmasi bahwa tanggal 29 Maret 33M adalah hari Minggu. [Dekrit Artahsasta diberikan pada bulan Nisan pada tahun ke-20 pemerintahannya (Neh 2:1). Beberapa ahli menetapkan waktu itu sebagai tahun 445 SM yang berarti kedatangan Mesias pada tahun 32 M]. Ahli lain berkata, dengan mengacu pada beberapa peneliti para astronom, menyatakan bahwa hari Minggu jatuh pada tanggal 9 bulan Nisan, tetapi terdapat satu hari perbedaan di antara pendapat orang Saduki yang berkuasa pada waktu itu, degnan orang Farisi yang berkuasa kemudian ketika Injil-injil ditulis.
(Bagian (*) ini adalah note kutipan, sebelum Anda menerima pendapat ini perlu Anda study sendiri).
Bacaan hari ini adalah Yoh 11:55-57; Yoh 12:1-19; Mat 21:1-19; Mark 11:1-19; Luk 19:28-48.
-000-
Senin, 26 Maret 2012
Day 26
Yesus menuju Yerusalem, dan sekali lagi mengatakan tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Ia memberikan contoh-contoh tentang Kerajaan Sorga, menyelamatkan Zakheus, memberikan wawasan dan berbicara tentang upah yang sama walaupun pelayanan berbeda.
Bacaan hari ini adalah Mat 20:1-19; Mark 10:32-34; Luk 18:31-43; Mat 20:20-34; Mark 10:35-52; Luk 19:1-27.
-000-
1 Adapun
hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar
keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
6 Kira-kira
pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula,
lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini
sepanjang hari?
7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Minggu, 25 Maret 2012
Day 25
Awal 33M: Perjalanan Yesus yang terakhir di Samaria/ Galilea/ Perea untuk menyembuhkan, mengajar, berbicara dengan lebih banyak perumpamaan. Karena ditentang oleh orang-orang Farisi, Ia memperingatkan tentang hari penghakiman Allah yang akan datang.
Bacaan hari ini adalah Mat 19, Mark 10:1-31; Luk 17:11-37; Luk 18:1-30.
-000-
1 Setelah
Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea
dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.
2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana.
3 Maka
datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka
bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan
alasan apa saja?"
4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
5 Dan
firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan
bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Langganan:
Postingan (Atom)