Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Minggu, 03 Februari 2013

Mimpi, Apakah Berarti Petunjuk?

(hanya cerita pribadi yang ga terlalu penting)

Sabtu menjelang pagi 020213, aku ga terlalu tau jam berapa, yang jelas kami pulang nyape rumah sudah jam 12an malam, aku bermimpi lagi. Hati senang bukan karena dapat kulkas, tapi karena memutuskan untuk tetap bersukacita sepanjang hari itu. Banyak sekali peristiwa di hari jumat yang menjengkelkan. Mulai dari murid-murid yang datang terlambat, dan murid yang janji datang tetapi tidak datang. aku paling tidak suka orang yang suka berbohong dan orang yang tidak tepat waktu. Tepat waktu dan tepat janji dapat dilatih mulai dari anak-anak.


Seperti muridku V, laki-laki kelas 3 SD, ia tau bangaimana harus menepati janji. Dan M, anak laki-laki Sanguin kelas 6 SD yang baik hati, ia bisa tidak berbohong. Kenyataannya kita semua seharusnya bisa belajar menghargai waktu dan untuk menjaga hati kita. Baiknya kita tidak merusak hati kita dengan kata kotor, janji palsu, hal-hal lainnya. Aniway... sukacita adalah keputusan kita bukan situasi kita.



Okey... mimpi ini ntah karena aku teralu lelah atau mimpi "berisi" or I call it petunjuk. I saw SP leading kumpulan orang (hanya sendirian memimpin), hmm.. kenapa hanya 180an orang ya...? Seperti seorang panglima perang memberi petunjuk bagaimana seharusnya berperang. But... latihan ini berbentuk game yang menyenangkan. Sayangnya aku ga bisa nangkap sama sekali apa yang ia katakan, aku lupa x_x. Aku adalah salah satu diantara sekumpulan orang itu. Aku membawa alkitabku, dan terjatuh di genangan air jernih dan ketika diangkat terbuka Amsal 3, 4, 5. I'm not sure it is important but I just write let me remember this. Mungkin suatu hari aku akan mengerti ini semua. Seperti yang pernah kutulis, ga semua mimpi punya arti, ga semua mimpi yang punya arti dapat dimengerti dengan cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar