Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Rabu, 02 Mei 2012

Di bawah Pohon Ara: percaya kepada Yesus Sang Mesias


 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya (pisteueis)? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari  pada itu." Yoh 1:50

Injil Yohanes ini ditulis oleh Yohanes anak Zebedeus dan Salome, saudara dari Yakobus. Injil Yohanes mencatat bagian-bagian lain yang tidak tercatat dalam kitab-kitab injil sinoptik lainnya. Hal yang perlu kita ketahui dari inti Injil ini adalah injil Yohanes memperlihatkan, membuat orang percaya dan menyakinkan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, yang merupakan satu-satunya jalan menuju kepada keselamatan.  Inti dari itu semua, kita mencuplik bagian kata kerjanya saja, yaitu “percaya” (piseuo = aku percaya). Di dalam Injil Yohanes terdapat 90 kali kata “percaya”. Dan sama sekali tidak mencantumkan bentuk kata bendanya. Iman adalah bentuk kata bendanya. Dalam bahasa Yunani, kata kerja dasar tidak dapat berdiri sendiri, harus disertai dengan subjeknya. Dari sini saja kita sudah dapat insight bahwa iman (pisteuis)/ kepercayaan tidak ada artinya jika tidak dikerjakan/ diaktifkan. Artinya harus ada subjek yang mengerjakan “percaya” sehingga  kata itu bisa membentuk pisteuo (aku percaya), pisteuomen (kami percaya), pisteueis (kamu percaya), dsb.


Injil ini dimulai dengan “Pada mulanya Allah..”, menyatakan bahwa Yesus itu sudah ada dari sejak semula sebelum semuanya ada, Ia selalu ada, eksis. Kematian dan kebangkitan Yesus menyediakan keselamatan atas hukuman kekal. Siapa yang menerima Yesus  yang telah membayar harga bagi dosa-dosanya dapat beroleh pengampunan dan dapat pergi ke sorga.

Pasal demi pasal yang dibaca dari injil ini terasa begitu crunchy dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Barulah kusadari itulah sebabnya mengapa ada orang yang study untuk pendahuluannya saja memakan waktu 2-3 tahun, dan setelah study selama 8 tahun Ia dengan semangat mengatakan “mash banyak lagi”. Wow….

Saat ini saya mengajak pembaca untuk memperhatikan bagian kecil dari bagian Injil Yohanes, Yoh 1:50. Jika disearch di kitab Injil Yohanes, alkitab terjemahan baru (ITB), maka ayat ini adalah ayat ke-3 yang mengandung kata “percaya”. Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya kita membaca Yohanes 1 secara keseluruhan, karena walaupun di alkitab kita dibagi atas 4 perikop, namun sebenarnya merupakan satu kesatuan.

Orang Yahudi sangat menantikan kedatangan Mesias. Ada banyak versi tentang Mesias yang beredar saat itu. Mesias artinya “yang diurapi”. Dalam kitab PL, ada banyak orang yang diurapi ini, seperti: nabi, raja, imam, bapa-bapa Israel. Dari sinilah konsep ini dimulai. Jadi Mesias adalah jabatan tertinggi, yang merupakan wakilnya Tuhan untuk misi penyelamatan umat Allah. Ada pemahaman Mesias sebagai raja (Meshiach ben David), ada pemahaman Mesias sebagai imam (Meshiach ben Aron), dan mungkin ada Mesias sebagai nabi.

Pada umumnya orang Yahudi menantikan seorang Mesias yang keturunan Daud, jadi Mesias sebagai raja. Konsep Mesias bagi mereka adalah a great political leader, a charismatic leader yang dapat memberikan inspirasi-inspirasi, a great military leader yang akan memenangkan peperangan bagi Israel, a great judge who makes righteous decision untuk Israel. Maklumlah mereka sangat menderita dalam penjajahan Romawi. Bukan hanya itu saja, tetapi mereka telah belajar dari para rabi bahwa nubuatan-nubuatan harus lah terjadi, ketika mereka di kelas beth Talmud. Bahkan di kelas beth sepher pun mereka sudah mulai mempelajarinya:
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Ul 18:15.

Dan juga nubuatan dari para nabi:
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita. Yer 23:5-6

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Yes 11:1-

Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita! Sebab beginilah firman TUHAN: Keturunan Daud tidak akan terputus duduk di atas takhta kerajaan kaum Israel! Yer 33:15-17

Pemahaman orang Yahudi terhadap Mesias hanyalah sebatas pandangan mata jasmaniah mereka saja. Mereka mengharapkan Mesias sebagai raja yang akan mendirikan kerajaannya di bumi dan menghalaukan semua musuh-musuh mereka dan memberikan keadilan bagi mereka, memberikan kebebasan dan ketentraman bagi mereka. Padahal kedatangan Yesus melebihi dari pengharapan mereka itu, hanya saja tidaklah kelihatan dengan mata jasmani. Pemahaman Yesus sebagai Mesias/ Kristus haruslah dipahami secara rohani. (Kristus adalah sebutan lain dari Mesias – Yoh 1:41).

-000-

Setiap anak-anak Yahudi sejak berusia 6 tahun diwajibkan untuk mengikuti pendidikan seorang Rabi, dimulai dari Beth Sepher (house of book). Jadi mereka diwajibkan untuk menghafalkan kitab Torah, sampai hafal betul di luar kepala. Sehingga ketika perayaan memasuki usia akil balig (menjadi seorang dewasa), Bar Mitzvah (usia 13 tahun untuk anak lelaki) atau Bat Mitzvah (usia 12 tahun untuk anak perempuan) mereka sudah dapat menghafalkan kitab Torah. Jika mereka sudah lulus pendidikan beth sepher, mereka bisa melanjutkan kepada Beth Talmud (house of interpretation), dimana mereka akan belajar untuk menafsirkan Torah, dan juga melanjutkan menghafalkan kita Nabi-nabi. Kemudian, jika tamat dari kelas ini, mereka dapat melanjutkan kepada kelas Beth Midrash (house of Allusion), dimana mereka diajarkan untuk mengenal perumpamaan, menggunakan petunjuk-petunjuk. Mereka harus menguasai kitab-kitab secara keseluruhan, mengerti hubunganya sesuai konteks. Ketika mereka belajar, mereka harus mengikuti kemanapun sang Rabi pergi. Yang menjadi masalahnya di sini adalah tidak semua orang yang mengikuti kelas-kelas ini dapat lulus, dan kalaupun lulus hanya sedikit saja yang mau melanjutkan ke tahap berikutnya. Kelas Beth Midrash hanya sedikit sekali. Orang—orang yang mampu menafsirkan sampai dalam dan detail adalah orang Yahudi Kabalistik, dan jumlahnya pun tidak banyak.

Sebagai catatan, rasul-rasul walaupun mereka berprofesi sebagai nelayan, mereka tidaklah benar-benar tidak bersekolah dan tidak berpendidikan. Minimal mereka mengecap pendidikan Beth Sepher, yang artinya mereka menghafalkan Torah (5 kitab Musa: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan), yang notabene orang Kristen zaman sekarang belum tentu ada yang menghafalkan satu bagian kitab pun. Tetapi tidak diketahui sampai sejauh mna mereka menghafalkannya, dan kemungkinan mereka tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu Beth Talmud.

Setelah pembuangan Babel, +/- 70AD, ada banyak text yang terhilang, dan juga mereka kesulitan untuk mengintepretasikan kitab-kitab dikarenakan mereka tidak bisa lagi menggunakan bahasa Ibrani. Untuk menghindari kesulitan-kesulitan itu makanya mereka harus menghafalkan kitab-kitab (TANAKH = Torah Nevi’im Khetuvim). Dan tradisi lisan tidaklah terlalu ditekankan, tetapi mereka dianjurkan untuk menuliskannya.

-000-

Mari kita melihat Yoh 1:50
Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya (pisteueis)? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari  pada itu.

Apakah pembaca sudah dapat melihat maksud dari ayat ini dari penjelasan sebelumnya di atas?

Hal yang membuat saya bertanya-tanya adalah Yoh 1:46-47:
Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Mari kita mulai dari objection atau penolakan Natanael terhadap Yesus, tetapi kemudian Yesus menyambut dia dengan jujur "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!". Tidakkah pembaca bertanya-tanya seperti saya? Apa maksudnya ini?

Kitab Injil Yohanes dapat menjawab penasaran saya:
Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."  Yoh 7:41-42.

Nazareth adalah sebuah kota yang terletak di tanah Galilea (Mark 1:9; Luk  1:26). Nazaret dikenal sebagai kota tempat imam-imam tinggal, namun kota tersebut dikenal sebagai kota yang dianggap hina. Yesus dibesarkan di Nazaret. Yesus harus tinggal di situ karena Ia harus menggenapi nubuatan para nabi, Mat 2:23 – “Ia akan disebut: Orang Nazaret”. Dalam bahasa Ibrani ‘netser’, "he shall be called a shoot". Adalah suatu sebutan penghinaan, ejekan dari Asyur untuk menyebutkan pohon-pohon cedar yang sudah tumbang (Yes 10:33-34). Demikian juga istilah ini  dipakai untuk menubuatkan kedatangan Mesias (Yes 11:1 - IBIS, “Keturunan Raja Daud seperti pohon yang sudah ditebang. Tetapi sebagaimana dari tunggul tumbuh tunas baru, demikian pula dari keturunan Daud akan muncul seorang raja). Lihat juga nubuatan kedatangan Mesias seperti tunas - Mzm 22:6,8; Mzm 69:11; Yes 53:2-3, Zak 3:8; 6:12.

Jika pohon-pohon cedar ditebang habis, agak berbeda dengan pohon beringin (oak tree), Yes 6:13 – IBIS, “Tetapi seperti pohon beringin bila ditebang masih ada tunggulnya, begitu juga masih akan ada sisa dari bangsa itu yang menjadi permulaan umat yang suci”.Jadi pohon beringin (oak tree) itu menggambarkan bahwa ada harapan bagi Israel melalui Mesias dari keturunan Raja Daud. Yesus sudah menggenapi nubuatan ini, Yesus adalah Sang Mesias. Kenyataan bahwa Ia dibesarkan di Nazaret adalah alasan yang cukup untuk orang-orang membuat Dia terhina.

Dalam nubuatan para nabi pun telah disebutkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal. Jadi seorang Israel seharusnya sudah tau bahwa tidak mungkin Mesias itu berasal dari Nazaret - Galilea. Mika 5:2  TUHAN berkata, "Hai Betlehem Efrata, engkau salah satu kota yang terkecil di Yehuda! Tetapi dari engkau akan Kubangkitkan seorang penguasa untuk Israel yang asal usulnya dari dahulu kala."

Kembali ke Natanael…
Yohanes Pembaptis mengatakan kepada kedua muridnya di Betania, yang salah satunya adalah Andreas “Lihatlah Anak Domba Allah”, kemudian Andreas mengikut Yesus. Andreas memberitahukan kepada Simon saudaranya tentang Mesias ini. “Kami telah menemukan Mesias” Yoh 1:41.

(Pengakuan ini berbeda dengan pengakuan yang dilakukan oleh Petrus, “Engkau adalah Kristus” (Mark 8:29); “Kristus dari Allah” (Luk 9:20); “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:16). Pengakuan Petrus adalah berasal dari Allah sendiri yang mengatakannya melalui mulut Petrus, sedangkan pengakuan Andreas adalah berdasarkan pengetahuan dan intepretasi dari Perjanjian Lama).

Kemudian Yesus berangkat ke Galilea dan bertemu dengan Filipus di Betsaida dan mengatakan “ikutlah Aku!”, Filipus pun mengikut Yesus. Filipus berasal dari kotanya Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, "Kami sudah menemukan orang yang disebut oleh Musa dalam Buku Hukum Allah, dan yang diwartakan oleh nabi-nabi. Dia itu Yesus dari Nazaret, anak Yusuf".  Tetapi Natanael menjawab, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" "Mari lihat sendiri," jawab Filipus. Yesus melihat Natanael datang, lalu berkata tentang dia, "Lihat, itu orang Israel sejati. Tak ada kepalsuan padanya." Yoh 1:45-47 –IBIS.

Mari kita perhatikan Tetapi Natanael menjawab, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" … Yesus melihat Natanael datang, lalu berkata tentang dia, "Lihat, itu orang Israel sejati. Tak ada kepalsuan padanya.". Yesus pastilah dapat mengetahui apa yang ada dalam hati Natanael, sekalipun dikatakan dari jauh. Bukankah Natanael telah menolak Yesus, dan setuju dengan kebiasaan saat itu bahwa tidak ada hal yang baik dari Nazaret. (Natanael tinggal di daerah Galilea juga, yang merupakan tetangga dari Nazaret, jadi tau betul akan kondisi Nazaret) Anehnya Yesus  tidak menyalahkan penolakan Natanael, justru Yesus memberikan penilaian yang benar tentang Natanael "Lihat, itu orang Israel sejati. Tak ada kepalsuan padanya."

Natanael diberikan sebutan “Israel sejati” oleh Yesus sendiri, karena Natanael mengerti akan kitab sucinya, bahwa Mesias harusnya berasal dari Betlehem, kota Daud. Ketika Natanael menyebutkan “mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret”, ia merujuk kepada nubuatan tentang Mesias, ‘netser’, sebagai tunas yang tumbuh setelah pohon beringin itu ditebang. Atau disebut “Sang Tunas” oleh Zakaria 3:8. Yesaya 11 mengatakan “seperti pohon yang sudah ditebang… dari tunggul tumbuh tunas baru”. Ini adalah istilah ejekan, yang menyatakan bahwa tunas yang tumbuh pada pohon yang sudah ditebang itu tidaklah bagus.

Kemudian Yoh 1:48  Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.". Ketika Yesus mengatakan ayat 48 ini, di ayat 49 Natanael langsung percaya kepada-Nya “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel”. Dengan kata lain Natanael mengakui Yesus sebagai Mesias, wakil Allah untuk menyelamatkan umat-Nya Israel.

di bawah pohon ara”. Mungkin Yesus sedang melihat Natanael sedang berdoa atau melakukan kewajiban doa orang Israel. Tetapi Zakaria 3:8-10 telah mencatat “Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas ….  Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara”. “di bawah pohon ara” maksudnya adalah kedamaian, ketentraman. Kristus datang bukan hanya mengangkut kesalahan, ketidak adilan tetapi membawa damai, kesenangan, bebas berkomunikasi akan segala sesuatu, sehingga orang Kristen akan menjadi pembawa damai, kesenangan itu pula. 1 Raj 4:25; Mika 4:4 mencatat bahwa itulah janji Tuhan.

Ketika Yesus mengatakan “… Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara”, Natanael sepertinya memahaminya sebagai nubuatan Zakaria 3:8-10, dan berarti juga seketika itu Yesus memberikan damai, ketentraman, kebebasan kepada Natanael sehingga ia dapat percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Ini adalah pengalaman Natanael dengan Tuhan. Ini adalah intepretasi yang tinggi dari seorang Israel seperti Natanael. Ia menunjukkan dirinya apa adanya, sehingga ia disebut “Israael sejati”.

Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya (pisteueis)? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari  pada itu." Yoh 1:50

Natanael menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias, karena seketika itu ia mendapat pengalaman surgawi, pengalaman di bawah pohon ara, yaitu mendapatkan kebebasan, kedamaian dan ketentraman. Arti kata percaya di sini adalah
·       -  membiarkan diri dipengaruhi dan diyakinkan
·       - secara sadar diyakinkan oleh janji Tuhan
·       - mendapatkan pengalaman surgawi ketika memberikan diri untuk yakin akan Firman Tuhan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar