Hanya pikiran spontan... hanya belajar...
Tampilkan postingan dengan label Study Alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Study Alkitab. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Berbuah

Dalam Alkitab Perjanjian Baru kita mengenal beberapa prinsip berbuah, seperti:
  1. Benih yang ditanam di tanah subur (Mat 13)
  2. Pohon Ara (Mat 21; Luk 13)
  3. Pokok Anggur (Yoh 15)
  4. Injil (Kol 1:16)
  5. Pohon Kehidupan (Wahyu 22)
Dari antara kelima hal yang berbuah di atas, yang paling nyata dan dapat diselidiki adalah Pohon Ara dan Pokok Anggur. Jadi prinsip berbuah dapat kita pelajari dari kedua pohon ini. Memang kita kreatif banget, karena kedua pohon ini tidak terlalu populer di negeri kita, kita menggantinya dengan pohon jambu atau pohon mangga, atau pohon beringin yang mirip dengan pohon ara. Mari kita pelajari tentang pohon ara, pohon beringin dan pokok anggur.

Karena saya bukan ahli biologi, maka saya mengutip beberapa artikel dari beberapa sumber untuk dipergunakan sebagai data di artikel ini. adapun sumber yang saya gunakan adalah
merdeka.com
alkitab.sabda.org
id.wikipedia.org

Pohon ara
Tin atau Ara (Ficus Carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama "Tin" diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara" (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; "pohon ara umum"), sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus. Pohon ara (Ficus) kebanyakan hijau sepanjang tahun dan dapat tumbuh di berbagai daerah ekologi, sebagian merupakan spesies deciduous yang tumbuh di daerah di luar wilayah tropis dan di dataran tinggi. (sumber id.wikipedia.org)

Ada beberapa kontroversi tentang buah ara ini, karena buah ara dikenal sebagai buah yang tidak dapat dimakan. Tetapi jika kita melihat konteks di kitab Injil ketika Yesus mencari buah ara, pastilah ini buah ara yang bisa dimakan. Di Arab, buah ara ini dikenal sebagai buah Tin. Dan beberapa orang mengklaim bahwa buah Tin yang dapat dimakan bukan buah ara. Tetapi jika kita mengecek bahasa Ibrani dari ara ini adalah "Tenah", populer disebut dengan "Ten" atau "Tin". Selanjutnya yang kita bicarakan di sini adalah buah ara yang dapat dimakan.


(buah ara/ buah tin -- sumber merdeka.com) 

(pohon ara di australia sumber: wikipedia.org)


-000-

Keterangan tentang Pohon ara dari Alkitab (dikutip dari http://alkitab.sabda.org/)

  1. 1. Menghasilkan buah yang manis dan baik.
  2. Hak 9:11
  3. 2. Tidak terdapat di padang gurun.
  4. Bil 20:5
  5. 3. Terdapat banyak di:
    1. 3.1 Mesir.
    2. Mazm 105:33
    3. 3.2 Kanaan.
    4. Bil 13:23; Ul 8:8
  6. 4. Kadang-kadang tumbuh di hutan.
  7. Am 7:14
  8. 5. Kadang-kadang ditanam di kebun anggur.
  9. Luk 13:6
  10. 6. Diperbanyak oleh orang Yahudi.
  11. Am 4:9
  12. 7. Perlu dicangkul di sekelilingnya.
  13. Luk 13:8
  14. 8. - mulai berbuah setelah musim dingin.
  15. Kid 2:11,13
  16. 9. Ranting-rantingnya bertunas, sebagai tanda bahwa musim panas
  17. sudah hampir.
    Mat 24:32
  18. 10. Boleh berharap akan mendapat buah - apabila berdaun banyak.
  19. Mr 11:13
  20. 11. Buah - :
    1. 11.1 Dapat dimakan langsung dari pohonnya.
    2. Mat 21:18,19
    3. 11.2 Dikumpulkan dan disimpan dalam keranjang-keranjang.
    4. Yer 24:1
    5. 11.3 Dikeringkan dan dibuat kue.
    6. 1Sam 30:12
    7. 11.4 Yang pertama kali masak yang paling dihargai.
    8. Yer 24:2; Hos 9:10
    9. 11.5 Dipakai untuk menyembuhkan Hizkia secara ajaib.
    10. 2Raj 20:7; Yes 38:21
    11. 11.6 Dijual di pasar-pasar.
    12. Neh 13:15
    13. 11.7 Dikirim sebagai hadiah.
    14. 1Sam 25:18; 1Taw 12:40
  21. 12. Suatu jenis - mengeluarkan buah yang busuk dan tidak dapat dimakan.
  22. Yer 29:17
  23. 13. Daun - dipakai oleh Adam sebagai penutup.
  24. Kej 3:7
  25. 14. Memberi naungan yang teduh.
  26. Yoh 1:48,50
  27. 15. Sering tidak berbuah.
  28. Luk 13:7
  29. 16. Kalau tidak menghasilkan buah, suatu malapetaka yang besar.
  30. Hab 3:17
  31. 17. Orang Yahudi dihukum dengan cara:
    1. 17.1 - dibinasakan oleh Allah.
    2. Hos 2:11
    3. 17.2 Tidak mendapatkan buah - .
    4. Yer 8:13; Hag 2:20
    5. 17.3 Musuh-musuh makan buah - .
    6. Yer 5:17
    7. 17.4 Dikelupas kulitnya dan dimakan oleh belalang.
    8. Yoel 1:4,7,12; Am 4:9
  32. 18. Melukiskan:
    1. 18.1 (Tidak berbuah) orang yang hanya mengaku beragama
    2. tetapi tidak percaya sungguh-sungguh. Mat 21:19; Luk 13:6,7
    3. 18.2 (Duduk di bawah pohon - masing-masing) ketenteraman
    4. dan kesejahteraan. 1Raj 4:25; Mi 4:4
  33. 19. Buah - melukiskan:
    1. 19.1 Perbuatan baik.
    2. Mat 7:16
    3. 19.2 (Yang baik) orang-orang kudus.
    4. Yer 24:2,3
    5. 19.3 (Yang tidak baik) orang fasik.
    6. Yer 24:2,3-8
    7. 19.4 (Yang pertama kali masak) para bapa jemaat Yahudi.
    8. Hos 9:10
    9. 19.5 (Sebelum waktunya sudah gugur) orang fasik yang sudah
    10. waktunya dihukum. Yes 34:4; Nah 3:12; Wahy 6:13

  34. -000-

  35. Pohon ara mempunyai genus dari Ficus. Jadi seringkali ketika bicara soal Ficus, bicara juga soal pohon ara (Ficus carica) ataupun pohon beringin (Ficus benjamina) dan juga sejumlah spesies Ficus. Tetapi species dari Ficus yang mempunyai buah dan buahnya bisa dimakan adalah pohon ara.


Pohon Beringin  (Ficus Benjamina)
Seringkali ketika membahas tentang pohon ara, pikiran kita langsung mengarah ke Pohon Beringin, karena pohon ara tidaklah populer di Indonesia. Pohon Beringin sangatlah populer di Indonesia.

Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.
Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae) sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi. Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda. (sumber: id.wikipedia.org).
Pohon beringin senidiri sebenerarnya mempunyai buah, namun bukan buahnya yang banyak dimanfaatkan. Daunnya yang banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Akarnya dimanfaatkan untuk mencegah erosi, dlsb.

                                        
                                                           (sumber: ud.wikipedia.org)

Fakta lain dari beringin, saya kutip dari http://sulur.wordpress.com/. Tapi kemungkinan penulisnya sedang membicarakan beringin secara umum, which is Ficus, dan lebih mengarah ke pohon ara.
Beringin (Ficus spp) adalah pohon yang memiliki nilai khusus bagi orang Timur, dikenal sebagai pohon kehidupan, simbol kekuasaan yang melindungi. Arsitektur pohon beringin yang besar, rimbun dan melebar, merupakan tempat yang nyaman untuk berlindung dan sekaligus lahan mencari makan bagi berbagai jenis burung dan mamalia. Tuhan menciptakan beringin sebagai lumbung makanan bagi berbagai jenis burung pemakan buah di hutan alam. Beringin merupakan sedikit dari pohon hutan yang mampu memproduksi buah dalam jumlah besar (hingga jutaan), masak dalam waktu yang cepat dan biasanya terjadi secara serempak. Saat musim buah tiba, suasana pagi hari di seputar pohon beringin begitu riuh-rendah oleh suara burung, layaknya sebuah pasar, ramai oleh lalu lintas burung yang hilir-mudik mengambil buah. Uniknya, produksi buah beringin tidak mengikuti aturan musim, beringin terus berbuah, ketika pohon-pohon lain berhenti berbuah. Karena itu, buah beringin berperan sebagai ’jaring pengaman sosial’ bagi burung pemakan buah. Bukan hanya jumlahnya yang melimpah, kandungan gisinyapun tinggi. Buah beringin kaya akan gula, juga kalsium yang sangat dibutuhkan burung untuk pembentukan tulang dan cangkang telur. Buah beringin disukai burung karena mudah dicerna. Burung menggantungkan sekitar 70 – 85 % jenis pakannya dari beringin. Kelimpahan (jumlah) pohon beringin di dalam suatu blok ekosistem hutan tropika, karena itu, menentukan kelimpahan jenis burung pemakan buah di wilayah blok tersebut. Sedikitnya ada empat puluh jenis pohon beringin di hutan-hutan alam Sulawesi. Keragaman jenis beringin di suatu hutan, berbanding lurus dengan keragaman jenis lebah penyerbuknya (wasps). Uniknya, setiap jenis lebah penyerbuk, hanya mampu membantu proses penyerbukan beringin jenis tertentu saja. Sehingga apabila suatu jenis lebah punah, akan diikuti oleh kepunahan suatu jenis beringin pula. Hal ini menunjukkan betapa tingginya keterkaitan dan ketergantungan antara tumbuhan dan satwa. Implikasinya, konservasi keragaman hayati di hutan tropika harus dilakukan berdasarkan pendekatan ekosistem. Sebuah hutan yang satwanya habis oleh kegiatan perburuan, secara perlahan akan diikuti oleh kehancuran hutannya, karena kelangkaan agen penyerbuk maupun penyebar biji. Demikian pula sebuah hutan yang telah gundul, akan diikuti oleh kelangkaan satwanya, karena lenyapnya tempat berteduh (shelter) dan lumbung makanan. Konservasi jenis, seperti konservasi anoa, tarsius, kuskus, rangkong, barung rangkong, kupu-kupu, kayu kuku dan sebagainya, karena itu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan dengan mempertahankan keutuhan ekosistem hutan secara menyeluruh! ***

 Kembali ke beringin. Dari pertumbuhannya dikenal dua jenis beringin. Beringin yang langsung tumbuh dari biji yang bersemai langsung di tanah dan besar sebagai pohon yang mandiri. Kedua adalah beringin pencekik (strangling fig) yang mengawali hidup sebagai parasit (hidup menumpang dari) pohon lain, kemudian setelah besar mematikan pohon inangnya dengan cara mencekik. Kehidupan beringin pencekik ini berawal dari biji yang dibawa oleh monyet atau burung, biji tersebut kemudian terjatuh dan menyangkut di tajuk sebuah pohon. Setelah bersemai, kemudian menjadi parasit yang menempel di cabang pohon. Sebagai parasit, awalnya beringin kecil ini, memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dari mengisap zat hara dari pohon inangnya. Setelah akarnya tertancap kuat pada inangnya, beringin secara perlahan mulai membangun kekuatan, akar-akar sulurnya tumbuh kebawah dengan merambat dan membelit pohon inangnya, untuk mendapatkan asupan makanan secara langsung dari tanah hutan. Seiring dengan perjalanan waktu, ukuran akar beringinpun semakin besar dan daya cekiknya juga semakin kuat. Kematian pohon inang biasanya disebabkan oleh, (1) belitan akar-akar beringin; (2) terampasnya aliran sumber makanan oleh akar-akar beringin; (3) ternaunginya tajuk pohon inang oleh kerimbunan tajuk beringin.

Pokok Anggur
Pohon/pokok anggur seringkali disebutkan bersamaan dengan pohon ara. Ternyata kita dapat menemukan bahwa pokok ara ada di ladang anggur pada Luk 13:6 "Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya".

Anggur,  tidak selalu dibicarakan secara denotasi, tetapi kadang juga dipakai sebagai gambaran kata. Yesus berkata dalam Yoh 15 "Akulah pokok Anggur yang benar...". Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Tuhan Yesus, pernahkah kita membayangkan tentang pokok anggur? 

sumber: :http://dunia-buah-buahan.blogspot.com

Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Pohon anggur adalah tanaman yang Tumbuh rendah dan menjalar. Pohonnya tidak terlihat terlalu kokoh, tetapi ia mampu menahan buah-buah anggur yang berat. Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan. Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral).

Dari data-data di atas mari kita menganalisa tentang berbuah. Konsep berbuah yang di Alkitab yang palig mungkin adalah prinsip berbuah "Pohon Ara" dan "Pohon Anggur". Jika ditinjau dari segi quantitas berbuah, maka kita bisa belajar dari pohon ara yang selalu berbuah tidak memandang musim. Tetapi secara kualitas, atau bagaimana cara menghasilkan buah, kita dapat belajar dari pohon/ pokok anggur. Daripada kita salah paham, mari kita baca Yohanes 15:1-11 (ITB).

1 Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." 9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Jika kita memperhatikan pohon anggur yang mana cabangnya lembut. Jika bagian cabangnya tidak mempunyai buah, maka cabang tersebut mengering. Bagian cabang yang mengering tersebut perlu dibersihkan agar tumbuh lagi cabang baru yang bisa menghasilkan buah. Prinsip pohon yang merambat ini hampir sama seperti pohon timun yang merambat. Bedanya, timun tidak tumbuh pada zaman Yesus dulu. Tanaman yang paling populer, pada zaman itu adalah anggur. Jadi perumpamaan yang dipakai adalah pokok anggur. Dan kesamaan ini hanya untuk prinsip menjalar dan pembersihan cabang-cabangnya.

Jadi sudah bisa kita bayangkan, tentang prinsip berbuah ini. Dari pohon ara kita dapat belajar bahwa kita diharapkan unuk selalu berbuah. Dan kita sekarang dapat mengerti mengapa Tuhan Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah, yaitu karena ia tidak menemui destinynya, ia tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Seharusnya seperti namanya "ara" ia harus berbuah terus tanpa mengenal musim, tetapi ia tidak berbuah. Dari pokok anggur kita dapat belajar bahwa kita hanyalah cabang, dan Yesus adalah pokok anggur itu, Bapa pengusahanya. Ketika cabang itu tidak berbuah, berarti cabang itu tidak mengalirkan nutrisi, akibatnya layu, kering dan mati. Memang penting bagi kita untuk terhubung dengan Tuhan Yesus, namun ketika hidup kita tidak memberikan nilai (buah) kepada lingkungan sekitar kita, berarti kita tidak mengalirkan nutrisi dari Kristus itu kepada lingkungan sekitar kita. Akibat dari orang yang tidak mengalirkan nutrisi atau tidak memberi dampak tersebut adalah menjadi layu, kering dan mati. Jika cabang yang mati itu tidak segera disingkirkan maka akan mengganggu pertumbuhan cabang lain yang seharusnya bisa menghasilkan buah.

Apakah prinsip ini dapat masuka akal bagi Saudara? Mari kita tetap berbuah, memberikan dampak bagi lingkungan sekitar kita.

Jumat, 21 Februari 2014

Come and See

Dalam beberapa hari ini, karena lagi dalam memfasilitasi kelas belajar Alkitab dan ada di dalam group Yohanes, saya memikirkan tiga kata ini "come and see". Beberapa kali memfasilitasi group Yohanes rasanya dapat ilmu baru terus, selalu dapat yang baru. Dan betapa senangnya ketika mendapat pop up tiga kata ini. Okey, I know ga yang terlalu fenomenal, tapi kita perlu belajar yang detail setelah dapat rangka besarnya. Mari kita melihat detail apa yang kita dapet dari tiga kata penting ini.

Ini dari terjemahan AMP, ngutipin kata "come and see" dari seluruh alkitab yang dikanonkan.
Joh 1:39  He said to them, Come and see. So they went and saw where He was staying, and they remained with Him that day. It was then about the tenth hour (about four o'clock in the afternoon).
Joh 1:46  Nathanael answered him, [Nazareth!] Can anything good come out of Nazareth? Philip replied, Come and see!
Joh 11:34  And He said, Where have you laid him? They said to Him, Lord, come and see.
Php_1:27  Only be sure as citizens so to conduct yourselves [that] your manner of life [will be] worthy of the good news (the Gospel) of Christ, so that whether I [do] come and see you or am absent, I may hear this of you: that you are standing firm in united spirit and purpose, striving side by side and contending with a single mind for the faith of the glad tidings (the Gospel).
Psa_66:5  Come and see the works of God; see how [to save His people He smites their foes; He is] terrible in His doings toward the children of men.
Isa_66:18  For I know their works and their thoughts. And the time is coming when I will gather all nations and tongues, and they will come and see My glory. 
Saya lebih memfokuskan pembahasan ini dalam kitab Yohanes, sedangkan ayat yang lain hanya pendukungnya saja.

Yoh 1:39 ada di dalam cerita Yohanes dan Andreas, kedua murid Yohanes Pembaptis yang disuruh gurunya untuk mengikuti "Anak Domba Allah". Kata "come and see" ini berawal dari keputusan kedua murid Yohanes Pembaptis yang mengikuti kata-kata gurunya. Tetapi bagaimana mungkin mereka bisa mengikuti kata-kata gurunya? Power apa yang mendorongnya? apakah karena mereka taat dengan perkataan guru (the power of "follow me")? atau keingintahuan mereka terhadap pribadi "Anak Domba Allah"?

Cerita sebelum Yohanes Pembaptis menunjuk "Lihat Anak Domba Allah", beberapa imam dan orang-orang Lewi datang kepada Yohanes Pembaptis untuk menanyakan tentang Mesias. (Golongan imam saat itu adalah orang Saduki, dan orang Lewi adalah golongan imam pada zaman PL. Sepertinya beberapa orang Lewi itu adalah dari golongan Farisi, pada zaman itu. Orang Saduki hanya percaya kitab Taurat Musa saja. Expektasi mereka terhadap Mesias adalah Mesias sebagai imam besar. Perhatikan jawaban Yohanes di sini, "aku adalah orang yang berseru-seru... seperti yang dikatakan nama Yesaya". Hanya orang Farisi yang mengerti ini, sementara orang Saduki hanya punya 5 kitab Musa). Pikiran kedua orang murid ini adalah Mesias.

Kemudian latar belakang Yoh 1:46 (di ITB nya ayat 47), Setelah Andreas bertemu "diterima" oleh Yesus di rumah-Nya, kemudian Andreas menceritakan tentang Mesias kepada Simon, saudaranya. Kemudian dari Nazaret, Yesus ke Gallilea (ntah sebelah mananya Galilea, kemungkinan ibukotanya, karena Nazaret juga ada di Galilea) untuk mencari Filipus. Filipus hanya menerima pesan "Ikutlah Aku". Tidak diceritakan bagaimana mungkin Yesus bisa mencari Filipus, apakah karena Andreas yang sekampung dengan Filipus menceritakan tentang Filipus kepada Yesus. Tetapi sudah pasti ada the power of "follow me" yang mendorong Filipus mengikuti Yesus. Setelah Filipus percaya atau yakin dengan Yesus, kemudian ia berkata kepada Natanael "come and see". Kemudian Yesus mendatangi sendiri Natanael agar Natanael bertemu Yesus sendiri. Sama seperti Simon yang mengenal Yesus melalui Andreas, kemudian Yesus menemui Simon secara langsung dan mengubah nama Simon menjadi Kefas. Simon artinya alang-alang (tidak punya pendirian), kemudian diubah menjadi petros (= kefas dalam bahasa Ibrani) yang berarti batu kecil (bukan 'petra' yang punya arti batu besar), batu itu kokoh sehingga bisa dikatakan artinya berpendirian).

Ketika Yesus bertemu dengan Natanael, ia sedang berada di bawah pohon ara. Biasanya orang Yahudi berdoa di bawah pohon ara. Mereka biasanya berdoa tentang kedatangan Mesias. Makanya waktu Yesus bilang ke Natanael "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara", perkataan inilah yang membuat Natanael percaya seketika sehingga ia dapat berkata, "Rabi, Engkau anak Allah, engkau Raja orang Israel". karena bagi Natanael, kedatangan Yesus di sini adalah jawaban doanya di bawah pohon ara. Bayangkan sebelum Yesus bertemu secara fisik dengan Natanael, Yesus sudah bertemu dengan Natanael didalam doa. (Nama Natanael tidak ada dalam deretan 12 murid, ya... memang dengan Natanael memang tidak ada, bagaimana jika ia pakai nama Bartolomeus? Natanael dan Bartolomeus adalah orang yang sama).

Ada lagi tuh hal menarik, Yesus menyebut Natanael adalah orang Israel sejati yang tidak mungkin menipu. Dan di akhir Yohanes 1, Yesus mengatakan bahwa "kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia". Sementara kita tau bahwa yang pernah liat malaikat naik turun itu adalah Yakub. yakub artinya penipu. jadi seolah Yesus bilang Yakub si penipu itu aja bisa lihat malaikat naik turun, apalagi kamu Israel sejati. Selain itu nama Natanael sebagai Bartolomeus pun hanya ada di daftar murid Yesus.

Sebelum artikel ini ntah kemana-mana, mari kita kembali.... [ke jalan yang benar]

Dari 2 ayat yang kita bahas dari Injil Yohanes, kita bisa melihat ketika Yesus mengatakan "come and see", berarti juga Yesus membuka diri mengijinkan lawan bicaranya itu untuk masuk ke dalam kehidupannya. dapat kita buktikan juga pada Yoh 11:34 Marta mengijinkan Yesus agar Yesus masuk dalam permasalahannya. Kata "come and see" ini seperti membuka pintu kehidupannya dan mengijinkan orang lain untuk menikmatinya. Jika Yesus yang mengatakan "come and see" berarti Yesus sedang mengatakan "mari masuk, yuuukkk ke rumahku, semua yang kamu butuhkan ada di sini", sehingga keluar dari rumahnya rasa sukacita, kayak baru keluar dari istana raja, yang diijinkan untuk makan apa aja, menikmati semua fasilitas yang ada di situ, dan mengajak orang lain untuk merasakannya juga "come and see".

Tetapi ada yang aneh di sini... dari antara yang langsung ditemui Yesus langsung, hanya  2 orang yang jadi inner cirle murid Yesus: Simon Petrus, dan Yohanes. Kemana Filipus?? Kemana Natanael (Bartolomeus)?? Kemana Andreas?? [untuk hal ini ane ga tau jawabannye gan... ane masih belajar].

Btw, ketika alkitab mengatakan "murid-murid Yesus", kita harus dapat memetakannya:
1. ada 3 orang inner circle: Simon Petrus, Yohanes, Yakobus
3. ada 9 orang (12 orang - 3 orang) dari 12 murid
3. ada 70 murid (Luk 10:1)
4. murid-murid yang datang dan pergi, bisa 5000 orang, bisa lebih, kayak orang Farisi, Saduki, dll. Intinya orang-orang lain (termasuk kita sekarang) di luar dari 70 orang itu.

Artikel ini sepertinya panjang (supaya keren doang... hahaha)... sebenarnya pesan singkat dari artikel ini adalah Yesus sedang mengundang kita untuk datang dan melihat sendiri kemuliaan-Nya, tanpa perantaraan orang lain. Ia ingin memperkenalkan pribadi-Nya sendiri. Walaupun awalnya kita mengenal Yesus dari orang lain, tetapi Ia sendiri membuka diri agar kita dapat mengenal-Nya secara pribadi. Ia sedang membuka diri "come and see". Ia ingin agar kita merasakan kehadiran-Nya dimanapun kita berada. Merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita, kita tau dengan istilah IMMANUEL, tetapi kita harus tau konsep Immanuel di Yes 6-9, Immanuel bukan hanya berarti kita senang karena Yesus ada dan kita dapat melakukan apa saja, tetapi karena ada Yesus beserta kita maka kita harus hidup sesuai kehendak-Nya, jangan hidup seenaknya, kita harus jaga integritas sebagai anggota kerajaan Allah. Kita harus jaga integritas sebagai anak Raja. Ga mudah, tetapi karena ada Roh Kudus, menjadikan hal itu menjadi mungkin.

Hal lainnya dari pesan di atas adalah ini seperti prinsip penyerahan tongkat estafet kepada next generation. Mari kita melihat bagaimana pola Yesus ketika memanggil beberapa murid di Yohanes 1 ini.

Yesus -- Yohanes
Yesus -- Andreas -- Simon Petrus
Yesus -- Simon Petrus
Yesus -- Filipus -- Natanael
Yesus -- Natanael

Pertama Yohanes menganjurkan kedua muridnya, Yohanes dan Andreas, untuk mengikut Yesus, "Lihatlah Anak Domba Allah". Mereka mengikuti Yesus dengan bertanya-tanya dalam hati. Kemudian Yesus mengundang Yohanes dan Andreas ke rumah-Nya, dan Ia mengatakan "come and see". Kemudian ketika Andreas pulang ke rumahnya, ia buru-buru mencari Simon dan menceritakan "kami sudah bertemu Mesias". Di antara percaya ga percaya, Simon dibawa kepada Yesus. Yesus mengubah namanya yang "alang-alang" menjadi batu kecil (petros = stone). Besoknya Yesus mencari Filipus dan mengatakan "ikutlah Aku!". Filipus bertemu dengan Natanael kemudian ia berkata "come and see" Tidak lama Yesus langsung menyatakan diri-Nya kepada Natanael. Dari kelima murid ini, 2 menjadi murid yang paling dekat dengan Yesus, 3 lainnya tergolong sebagai 12 murid saja.

Apa yang menarik? Andreas dan Filipus cepat untuk percaya, dan segera "memuridkan" orang lain. mereka sudah masuk dan merasakan hadirat dari Mesias, kemudian baru menceritakan kepada orang lain. Apa yang mereka terima, mereka bagikan juga kepada orang lain. Yohanes dan Simon Petrus mungkin membutuhkan waktu untuk dapat percaya. [Mungkin itu yang menjadi sebab mereka dibawa lebih dekat (menjadi 3 murid terdekat), supaya kepercayaan mereka tentang ke-Mesias-an Yesus menjadi kokoh. (akhh.. ini hanya hipotesis, ane blm bisa buktiin)]

Dalam Yoh 6 juga, kita bisa melihat Yesus ingin mengetahui seberapa percaya Filipus terhadap Yesus. Tetapi justru Andreas yang mengambil tindakan, walaupun sebenarnya kepercayaannya juga masih belum kokoh, "di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak itu?". 

Tuhan Yesus ingin agar setiap orang yang sudah percaya kepada-Nya tetap percaya.

Hubungannya dengan "prinsip tongkat estafet" adalah kita bisa mengajarkan kepada orang lain tentang apa yang kita percaya hanya jika kita benar-benar  mengalami, telah merasakan bertemu dengan Dia secara pribadi dan melihat betapa Dia luar biasa yang tidak dapat  diungkapkan kata-kata. Pelajaran penting lainnya, "dapatkan sebanyak mungkin pelajaran berharga dari guru-guru kita, leaders kita, dari orang-orang yg kita hormati, kemudian lakukan nasehat-nasehat yang mereka berikan, kemudian bagikan kepada orang lain".

Mungkin kita bukan bagian "3 murid yang paling dekat" kepada pemimpin-pemimpin kita, guru-guru kita, mentor kita. Mungkin kita hanya bagian dari yang 5000 orang. Jika kita mempunyai hati dan mengasihi Tuhan maka pastilah kita rela belajar baik-baik dari mentor, pemimpin, guru kita, kemudian melakukan nasehat-nasehat merekas, kemudian membagikan kepada 5000 berikutnya.

Luar biasa bukan? :)

Senin, 25 November 2013

Kuciptakan... Kubentuk... Kujadikan

Apakah pembaca merasakan sepertinya waktu begitu cepat bergulir. Ini saja dalam menulis artikel ini, tiba-tiba sudah 2.30 pm, padahal ide ini rasanya baru saja muncul, saat nge-gym jam 10 tadi. Oh..no... artinya artikel ini akan dibuat sedemikian singkat saja.

Apa kabar semua? Kemaren kami baru saja siaran radio pertemuan yang ke-4, dengan topik "Grace meets Faith". Kalau saja pendengarnya masih belasan tahun, pastinya gw dah melantur membuat drama kisah cinta antara Grace dan Faith. Dalam siaran ini harus lebih fokus dan mengontrol diri, ga pake idealisme, tapi berdasarkan pesan sponsor saja. haha. Di blog inilah saya dapat mengumbar idealisme.. upss... walaupun demikian harus kontrol diri juga. Btw, kemaren itu adalah sesi yang agak berat. Bukan secara materi tetapi dalam hal lainnya. Dalam perjalanan ke tempat siaran, kami mengalami little accident, but thanks God, semuanya dapat teratasi dengan baik. Dan mulai dari sabtu malam kami tidak dapat tidur sampae jam 2 pagi, akibatnya tidak dapat ke gereja pagi, dan harus gereja siang. Macetnya ampun. Dan dalam perjalanan ada teman yang butuh pertolongan, kami memilih untuk menolong, karena menurut kami, tidak akan tenang duduk di gereja jika ada teman yang butuh pertolongan namun tidak dapat ditolong. Lenkaplah...

Tujuan dari siaran sesi ke-4 ini adalah supaya ada yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Bukan menerima kristen sebagai agama, itu hal yang berbeda. Secara singkatnya keselamatan adalah pertemuan antara faith and grace. Pembaca dapat melihatnya nanti di sesi Efesus 2:1-10. Sampai artikel ini ditulis, sesi yang bagian itu belum dituliskan.Saat mempersiapkan materi Efesus 2:1-10 itu saya mendapatkan gambaran (dari seorang penulis yang ahli) bahwa Efesus 2:1-3 itu pararel dengan Kejadian 1:2a, yaitu keadaan yang kacau balau (cheos), saya tidak terlalu ngehh.. dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa aja. Namun saat siaran baru nyadar akan banyak hal yang bisa digali dari situ. This is amaze me. Benar-benar seperti dapet harta karun. haha... Itulah tujuan artikel yang ini ditulis.

Mari kita mulai... Kata "menciptakan' yang paling kita ingat pastinya Kej 1:1.


Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kej 1:1-2 ITB)

In the beginning God created the heavens and the earth. Now the earth was formless and empty, darkness was over the surface of the deep, and the Spirit of God was hovering over the waters. (Gen 1:1-2 NIV)

In the beginning God created the heaven and the earth. And the earth was without form, and void; and darkness was upon the face of the deep. And the Spirit of God moved upon the face of the waters. (Gen 1:1-2 KJV)
Dalam bahasa Inggris disebut "created", kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, menjadikan, membuat, mewujudkan. Kata Ibrani yang digunakan dalam Kej 1:1 untuk "created" adalah "bara". Menurut WordStudy dari e-sword, kata "bara" ini hanya digunakan oleh Tuhan saat menciptakan langit dan bumi dan isinya, manusia. Hanya Tuhan lah yang menjadi subject dalam menggunakan kata "bara" ini. Menurut kamus BDB (Brown-Driver-Briggs), kata "bara" ini adalah "to create, shape, form" (to shape, fashion, create (always with God as subject) of heaven and earth, of individual man, of new conditions and circumstances, of new conditions and circumstances). Menurut BDB, selain Tuhan sebagai subject yang memakai kata ini, "bara" juga bisa dipakai oleh Tuhan atau manusia untuk to be created of heaven and earth, of birth, of something new, of miracles.

Secara singkat, defenisi dari BDB ini membawa kita ke Yesaya 43:7, yang memuat ketiga kata "to create, shape, form"



semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!" (Yes 43:7 ITB)

everyone who is called by my name, whom I created for my glory, whom I formed and made." (Isa 43:7 NIV)

Even every one that is called by my name: for I have created (H1254 bara) him for my glory,I have formed (H3335 yatsar) him; yea, I have made (H6213 asah) him. (Isa 43:7 KJV)
 




ok dehh.. artikel ini harus pending, tanpa tau apa isinya... maaf.. nanti di sambung.

















Minggu, 15 September 2013

Tujuan Hidup

Belakangan ini saya disibukkan untuk membaca beberapa buku dan beberapa kitab dalam Alkitab secara sekaligus dan juga berencana untuk menulis buku, sehingga harus mengumpulkan beberapa bahan. Awalnya sih saya membantu untuk mengecek sebuah buku yang akan diterbitkan segera, namun hanya karena buku tersebut disetting dengan sebuah software yang sudah jadul, alias sudah tidak ada lagi dipasaran, akhirnya tidak jadi dilanjutkan. Say sudah menawarkan untuk mengetik ulang, tapi karena yang nulis buku adalah bule, so... banyak sekali aturan-aturan yang menghalangi untuk membuat buku itu diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Kemudian, untuk menjaga mood, maka saya merencakan untuk menulis buku. Namun, di tengah-tengah menulis buku saya harus pulang kampung dan ketika kembali saya sudah punya tujuan baru, yaitu akan mengajar salah satu kitab di Alkitab, maka saya mempelajari kitab tersebut baik-baik punya. Dan oleh karena itulah maka saya tidak mengupdate blog ini.

Beberapa hari ini saya memikirkan tentang "mengapa ada orang yang mau bunuh diri?". Tidak kebetulan juga saya mendegnar dari teman, bahwa seorang murid sekolah internasional di ibukota beberapa kali ingin bunuh diri. Kurang apa dia? Bisa sekolah di sekolah internasional saja sudah menyatakan status sosialnya. Tapi yang pasti dia kurang waras.

Apa yang saya pikirkan ini ternyata dideskripsikan dengan baik oleh seorang pembawa acara salah satu acara tv swasta, kurang lebihnya dia berkata begini, "orang yang berkata bahwa tugasnya sudah selesai maka tidak lama dia pasti akan mati, tapi seseorang walaupun sudah tua, tapi jika masih punya tujuan hidup maka ia masih akan hidup". Semangat hidup itu adalah ternyata dilahirkan oleh tujuan hidup. Jika kita punya tujuan hidup maka kita akan bekerja sesuai dengan tujuan hidup kita itu.

Tujuan hidup itu dihasilkan oleh apa? atau bagaimana caranya mendapatkan tujuan hidup?

Selasa, 02 Juli 2013

Kuasa dan Kuasa

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Mat 4:8-9)

Saya sangat terganggu dengan ayat ini. Dan saya mencoba untuk mencari apakah ada kesalahan terjemahan atau adakah ayat-ayat lain yang dapat menjelaskan ayat ini. Tanpa melihat bahasa asli atau terjemahan lain pun, kita dapat mengerti ayat ini aneh, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.". Dapatkah pembaca menangkap apa yang saya maksud dengan aneh di sini?

Pertanyaan saya adalah mengapa "semua itu" iblis tawarkan kepada Yesus? Bukan kah Yesus memiliki Anak Allah yang memiliki segala sesuatu? Kenapa di sini iblis menawarkan sesuatu yang ia punya yang mana Yesus tidak punya? Tidakkah pembaca mempunyai pertanyaan yang sama dengan saya, atau hanya saya saja yang frustasi belajar sekian lama, menyimpan dalam hati, mengeluarkannya lagi, mencari sana-sini, mencocokkan sana sini apakah match dengan ini atau match dengan itu?

Mungkin ada 2-3 tahun saya mencari jawaban atas pertanyaan ini, hmmm.... jawabannya tidak lari kemana-mana, dari dulu ada di situ, namun baru-baru ini saja saya menyadarinya. Dan sekarang ini saya akan membuka rahasianya. Are you ready?

Sebelum menjelaskan tentang pertanyaan "mengapa iblis mempunyai sesuatu yang Yesus tidak punya, sehingga ia menawarkan barter antara 'semua itu' vs ‘menyembah dia’", saya akan menjelaskan beberapa latar belakang pendukung sehingga pertanyaan ini lebih mudah dimengerti untuk dijawab.

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga (power - dunamis) dan kuasa (authority - exousia) kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. (Luk 9:1)

Apa yang ingin saya tekankan di sini adalah ada perbedaan antara power – dunamis dengan authority – exousia, yang mana dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan kata “kuasa”. Saya pernah ‘kurang kerjaan’ sehingga mengumpulkan kata-kata “kuasa” dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dapat di lihat pada
http://motivationarea.blogspot.com/2012/01/kata-kuasa-dalam-perjanjian-lama.html. dan http://motivationarea.blogspot.com/2012/01/kuasa.html
Tentu saja saya search dalam bahasa Indonesia “kuasa”. Paling tidak ada 4 kata Yunani yang menjelaskan tentang “kuasa”, tetapi yang paling familiar dan paling banyak terdapat dapat dalam 2 kata, yaitu: “dunamis” dan “exousia”. Secara singkat arti kata “dunamis” adalah tenaga dalam, sedangkan “exousia” adalah otoritas, batas-batas kekuasaan. Paling mudah untuk kita mengerti tentang “exousia” ini jika kita melihat 2 Kor 10:13.
So dengan demikian kita dapat mengerti Luk 9:1, bahwa Yesus tidak hanya mengutus murid-murid dengan kuasa yang dari dalam (tenaga dalam) tetapi juga dengan surat perintah batas otorisasi, sampai batas mana saja hal yang mereka boleh lakukan. Otoritas juga kadang bicara soal batas-batas daerah kekuasaan.

Rabu, 02 Mei 2012

Yesus sebagai Mesias


1.      . Pendahuluan

Mesias, “khristos”, atau Kristus artinya “Yang Diurapi”.

“Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."  Yoh 1:41

Mesias adalah gelar tertinggi dari tokoh penting yang dinantikan oleh bangsa Yahudi. Luk 3:15 mengatakan orang-orang yang menantikan Mesias itu bertanya-tanya apakah Yohanes Pembaptis itu adalah Mesias?

Gereja Kristen mula-mula melekatkan gelar ini kepada Yesus, sehingga orang-orang percaya pada waktu itu disebut orang Kristen, karena mereka adalah pengikut Kristus. Orang Yahudi keberatan untuk menyebutkan orang-orang percaya sebagai pengikut Mesias, karena orang-orang Yahudi menganggap bahwa orang-orang lain (jemaat Kristen pada waktu itu) tidak mempunyai hak untuk melekatkan gelar Mesias kepada Yesus. Orang Yahudi tidak menerima kalau Yesus disebut Mesias, sehingga sebutan Mesias untuk Yesus itu mereka anggap sebagai ejekan, begitu juga dengan sebutan ‘orang Kristen’ atau ‘pengikut Kristus’.

Kepercayaan Musa


  
Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Yoh 5:46

Pertanyaannya adalah apa yang dipercayai Musa? Siapakah TUHAN menurut Musa?

Kita dapat melihat Siapakah TUHAN menurut Musa, yaitu ketika TUHAN memperkenalkan Diri-Nya kepada Musa.

Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Kel 3:6

Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"  Kel 3:13

Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." Kel 3:14

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Kel 2:15

Di bawah Pohon Ara: percaya kepada Yesus Sang Mesias


 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya (pisteueis)? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari  pada itu." Yoh 1:50

Injil Yohanes ini ditulis oleh Yohanes anak Zebedeus dan Salome, saudara dari Yakobus. Injil Yohanes mencatat bagian-bagian lain yang tidak tercatat dalam kitab-kitab injil sinoptik lainnya. Hal yang perlu kita ketahui dari inti Injil ini adalah injil Yohanes memperlihatkan, membuat orang percaya dan menyakinkan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, yang merupakan satu-satunya jalan menuju kepada keselamatan.  Inti dari itu semua, kita mencuplik bagian kata kerjanya saja, yaitu “percaya” (piseuo = aku percaya). Di dalam Injil Yohanes terdapat 90 kali kata “percaya”. Dan sama sekali tidak mencantumkan bentuk kata bendanya. Iman adalah bentuk kata bendanya. Dalam bahasa Yunani, kata kerja dasar tidak dapat berdiri sendiri, harus disertai dengan subjeknya. Dari sini saja kita sudah dapat insight bahwa iman (pisteuis)/ kepercayaan tidak ada artinya jika tidak dikerjakan/ diaktifkan. Artinya harus ada subjek yang mengerjakan “percaya” sehingga  kata itu bisa membentuk pisteuo (aku percaya), pisteuomen (kami percaya), pisteueis (kamu percaya), dsb.

Minggu, 25 September 2011

Buah Roh


*) Tulisan ini ditulis tgl 28 Agt 2011, ketika sedang mendengarkan kotbah di sebuah gereja di Medan. Ntah kenapa dalam sebulan sebelumnya kepikiran terus tentang hal ini. Dan waktu mendengar kotbah, hanya mendengar sepintas tentang buah Roh, rasanya tak sabar untuk segera dituliskan. Namun sampai saat ini pun saya masih mempelajari topik ini. Jika ada pembaca yang ingin mengoreksi, silahkan memberi komentar. Terima kasih.

-000-

Dalam Gal 5:22 buah roh ada 9 tetapi dalam bahasa Yunaninya ditulis dalam bentuk tunggal "buah roh", bukan "buah2 roh". Jadi bisa dikatakan satu buah dengan 9 cita rasa. 

Jika dibandingkan Gal 5:22-23 -> buah roh yg dimulai dengan 'kasih' dengan 1Kor 13:4 -> yg membahas defenisi tentang kasih. Kedua surat ini dituliskan oleh Paulus. Apakah Paulus tidak konsisten dengan mengatakan bahwa 'kasih, kesabaran, kemurahan' adalah buah roh dan di suratnya yg lain menyatakan bahwa kesabaran dan kemurahan adalah defenisi dari kasih. Artinya di surat Galatia membuat kesabaran dan kemurahan setara dengan kasih namun di suratnya kpd Korintus membuat kemurahan dan kesabaran turnan dari kasih. 

Tetapi jika kita perhatikan perikop 1Kor 13 secara keseluruhan dan membandingkan dengan Gal 5:22-23, maka seolah kita menemukan bahwa buah roh yg bersifat tunggal itu adalah kasih. Di dalam kasih kita dapat menemukan 8 cita rasa lain yg tercatat dlm Gal 5:22-23. Dan dalam 1Kor 13:8 "kasih tidak berkesudahan" dan di ayat selanjutnya menjelaskan bahwa nubuat dan bahasa roh yg kita dpt di bumi itu tidak sempurna, hanya kasih yg tidak berkesudahan dan seolah menyatakan bahwa kasih itu adalah sempurna. Kasih itu harus lah sempurna (suatu hari nanti). Dengan demikian jika kita tetap melekat kepada Tuhan, kita tetap belajar ttg kasih dengan 8 citarasa lainnya, dan sepanjang kita dapat belajar (sepanjang umur hidup kita) kita harus tetap belajar ttg kasih. 

Buah tidak tumbuh dalam sehari. Buah dimulai dari benih. Benih itu harus pecah dulu, barulah bertumbuh menjadi pohon. Jika nutrisinya cukup maka akan menghasilkan buah. Buah yg masih muda pun masih masam, tetapi jika buah sudah matang buah itu akan terasa manis. 

Jika kita melakukan kasih, kita juga sekaligus belajar 8 citarasa lainnya. Jika kasih yg kita lakukan belum matang, jangan menyerah. Jangan karena kegagalan yang satu itu, kita melupakan usaha kita utk menumbuhkan buah itu. 

Kasih adalah esensi orang kristen hidup di bumi. Kasih adalah simbol orang kristen yg ingin dikecap oleh makhluk bumi lainnya. Baik org yg blm kenal Tuhan ataupun org kristen lain. Mereka menuntut buah roh "kasih" itu dalam diri kita. Mari kita menumbuhkan kasih dengan citarasa yg sensasional itu. Hidup tanpa citarasa kesabaran tdk akan menghilangkan keselamatan kita serta merta, tetapi alangkah bahagianya kita jika kita dapat menjaga kesabaran kita. Karena dengan menampilkan citarasa itu kita dapat mejadi terang. Dan menampilkan terang berarti memberi kesempatan injil diberitakan kepada orang lain.

Minggu, 17 Juli 2011

Benarkah Dia Tak Pernah Tinggalkan?

"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ibr 13:5

Jumat lalu kami berlatih lagu "Everywhere That I Go" by Israel Houghton. Lagu ini jika diresapi dan diperhatikan kata-katanya, deuhh... lagu yang sangat romantis. Pelatih kami bilang, "Kemana elu, Gw ada". Itu bahasa 'manusia'nya. Saat berlatih aku mengingat ayat-ayat alkitab yang merujuk ke lagu ini. Dan mulai menorehkan pertanyaan di pikiran ini "siapakah 'engkau' yang dimaksud di sini? Apakah 'engkau' di sini termasuk juga saya?  'engkau' ini tunggal atau jamak?". Pertanyaan itu pun mulai berlanjut kurang sopan "Benarkah Dia Tak Pernah Tinggalkan?"

Aku baru menikah. Umur pernikahan kami baru 3 mingguan. Rasanya ga rela untuk berpisah walau sebentar. Uppss... walaupun hanya dia meninggalkan percakapan kami untuk mengecheck twitternya. Apalagi jika dia harus pergi beberapa waktu lamanya, kadang harus lembur di kerjaannya sehingga pulang larut malam, bahkan pagi. Dan jam 9 pagi harus berangkat lagi untuk bekerja. Sangat tidak enak rasanya ditinggalkan.

Dulu, ketika ku masih kecil, aku juga sering ditinggal oleh orang tua untuk bekerja di luar kota. Pernah kuingat  suatu malam kubermimpi dan berteriak keras menyebut papi, dan beberapa kali aku sampai sakit demam karena ditinggal ortu untuk bekerja di luar kota. Walaupun kami sering berselisih pendapat, namun sesekali ku sampai bermimpi jika sesuatu akan terjadi padanya ataupun pada waktu sakitnya.