Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Senin, 17 Maret 2014

Trip To Jogja

* Tulisan ini hanya berisi cerita hidup gw beberapa hari ini

Akhirnya Alkitab TSI PB lauching juga di Jogja. Kami diundang untuk turut menghadiri acara ini, padahal hanya untuk bicara selama 7 menit saja. Tetapi inti dari kehadiran kami adalah turut mendukung TSI dan turut mensupport Bapak penggagas terciptanya TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia). Dalam beberapa bulan ini, kami siaran di 100.6 Heartline FM (semoga kontrak semakin diperpanjang lagi) untuk memperkenalkan terjemahan TSI kepada masyarakat kristen. Kerinduan kami adalah agar orang kristen yang berbahasa Indonesia, yang ga terlalu paham bahasa Inggris, mempunyai terjemahan pembanding untuk memperkaya pengertiannya akan Alkitab. TSI adalah alkitab terjemahan dinamis yang berdasarkan makna. Jika dibandingkan dengan Terjemahan Baru, yaitu Alkitab yang kita pakai biasanya, TSI lebih ke arah terjemahan bebas tetapi tetap mempertahankan makna, sedangkan TB, merupakan terjemahan dinamis juga tetapi lebih ke arah harfiah. So... dengan melihat posisinya dalam aturan penterjemahan, bahasa yang digunakan TSI lebih kekinian daripada TB. Kehadiran TSI tidaklah menggantikan TB. TSI diharapkan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat karena bahasanya yang ringan dan mudah dicerna.

Di Jogja kami bertemu dengan teman-teman baru, mereka mendukung TSI juga. Mereka berasal dari PBT (Pioneer Bible Translator) Texas Amerika. Banyak hal unik yang bisa kami pelajari dari mereka. Kami juga dapat bertemu dengan seorang Jim Yost, dan beliau banyak berceria tentang pelayanan beliau.Memang tidak semua prinsip-prinsip yang dipaparkan oleh beliau dapat kami terima, tetapi ada banyak hal-hal menarik yang dapat dipelajari. Salah satu yang saya suka dari perkataan beliau "Jangan ajarkan jemaat tentang kebenaran, tetapi ajarkanlah mereka bagaimana cara mencari kebenaran". Prinsip ini mirip dengan prinsip "menggali harta karun" yang kami siarkan di radio.

Ketika berangkat ke Jogja, kami menggunakan jasa penerbangan yang cukup terkenal.... dengan delay. Saya suka untuk mencari pesawat yang paling pagi dengan alasan tidak mungkin mereka delay. Tetapi hari itu kami mengmbil jadwal yang 7.35, penerbangan kedua. Kami mengalami delay. Lumayan lama dan bosan menunggu sampai jam 10 baru berangkat. Untuk berangkat jam 7.35, kami sudah bangun jam 3 pagi, mandi, persiapan. Berhubung karena tol masih macet jam 5-6 pagi, kami naik taxi yang jam 4.30. Bisa bayangkan dong, tidur malam jam 12, karena masih ada kelas, dan harus bangun jam 3 pagi, lumayan terhuyung-huyung, ehh... sampe di sana didelay 2,5 jam. Sudah didelay, ehh... hanya dikasih kompensasi roti yang sudah keras dan tak termakan. Hati ini lumayan terusik dan kesal, tetapi berusaha untuk cool.

Tetapi ada suara di hati, "pasti ini untuk kebaikan". Ya sudah akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengeluh dan menikmati saja apa yang terjadi. kemudian saya mulai mengingat, apa ada berhubungan dengan doa gw ya. Ohya... sebelum berangkat saya berdoa agar Tuhan lindungi selamat sampai tujuan, pesawat ga goyang-goyang, maksudnya ga ada badai, ataupun turbulence. Well... rupany pesawat yang akan kami tumpangi lagi rusak secara teknis, so kami harus menunggu pesawat yang sudah berangkat ke Jogja tadi pagi untuk kembali ke Jakarta. Akibatnya kami dipindahkan ke pesawat yang lebih besar, dan perjalanan menyenangkan. Praise God. Ternyata doa yang sederhana ini didengarkan Tuhan. Namun ketika Tuhan menjawab doa kita, ya kita harus bersabar.

Begitu juga ketika Jogja-Jkt, mungkin karena gw terlalu recok minta doa yang serupa, akibatnya harus delay 1 jam juga, karena alasan cuaca. Hmmm... Tuhan perhatiin kita ya. So sebelum mengeluh coba ingat-ingat akan doa kita ataupun perkataan kita.

Saya teringat waktu gw berdoa pagi seminggu yang lalu...saya berdoa untuk banyak hal, tetapi tiba-tiba terinterupsi ketika mendoakan seseorang. Seseorang ini akan pergi untuk menjemput kekasih hatinya di negeri nan jauh, ga tau dimana. Orang-orang sekelilingnya pasti sangat kehilangan dia, mengingat prestasinya, dan apa yang dia buat sangatlah berarti. Saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa mendapatkan hal ini. Sejauh yang saya mengerti, kadang-kadang Tuhan hanya ingin memberitahu saja, tanpa kita harus berbuat apa-apa. Aniway, saya hanyalah manusia yang kurang rohani, mungkin saya bisa salah.

Saya bukan ahlinya untuk "doa", namun sudah selayaknya kita orang-orang yang percaya harus berdoa. Cara kita berkomunikasi dengan Tuhan pastilah tidaksama satu dengan yang lainnya. Tetapi Tuhan dapat mengerti kita sedemikian sehingga kita juga seharusnya dapat memahami bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Tapi seringkali kita gagal untuk memahami kehendak Tuhan. Ayo coba lagi, jangan menyerah.

Jika kita perhatikan betul-betul pola-pola doa kita, kita seringkali berdoa hanya untuk melegakan hati kita untuk mengambil keputusan. Jadi doa itu tidak bisa menjadi solusi hidup kita. Kenapa? karena jika kita menganggap doa adalah solusi hidup kita maka kita kebanyakan memaksakan kehendak kita, dan tidak mau untuk dewasa. Padahal kan kita sering mendengungkan untuk mengikuti kehendak Tuhan. Mari kita bangun konsep yang jelas, agar hidup kita ga oleng, ga mudah tertipu.

Saya sering bilang ke teman-teman bahwa "Tuhan ga punya fesbuk". Bukan berarti saya tidak percaya dengan kemahakuasaan Tuhan yang mengerti dan maha hadir. Tetapi mari kita perhatikan Firman Tuhan yang berkata kalau kamu berdoa masuk kamar dan kunci pintu, berbicaralah kepada BapaMu di tempat tersembunyi. Di bagian lain dari alkitab juga menjelaskan bahwa seorang Yahudi yang berdoa keras-keras di pinggir jalan supaya semua orang mendengar doanya dan mengetahui betapa religiusnya dia. Bukankah dengan menuliskan doamu di FB tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh orang Yahudi ini? Apakah dengan menuliskan doamu di FB membuat banyak orang diselamatkan? Well... saya tidak mengerti apa yang dilakukan orang kristen zaman ini. Tapi sudahlah mungkin saya tidak mengerti, tapi Tuhan mengerti. haha.

Ngomong-ngomong soal doa, walaupun saya mengatakan bahwa kebanyakan orang berdoa hanya untuk mengesahkan apa yang akan dilakukannya, namun ketika kita berdoa berarti kita datang ke hadirat Tuhan. Coba aja kita bayangkan, jika Tuhan ingin berkomunikasi atau ingin memberikan berkat atau ingin menceritakan rahasia-Nya kepada manusia, siapa yang mau dicari-Nya? apakah manusia yang sering datang ke hadirat-Nya atau Tuhan akan memilih secara random siapa yang akan diberkati-Nya. Pernyataan ini bukan juga berarti "banyak berdoa, banyak berkat".

Saudara.... kita harus mengerti kehendakTuhan. Bukan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Sulit memang untuk dapat mengerti pribadi yang bukan diri kita. Jika kita ingin menjadi partner Tuhan, seseorang yang bisa dititipin rahasia-Nya, atau diberitahukan hal-hal rohani, paling ga... kita harus dewasa secara rohani. Orang dewasa dapat mengerti pribadi lain yang bukan dirinya sendiri. Jangan tanya Tuhan "kenapa aku ga bisa denger suara Tuhan" jika masih merengek memaksakan kehendak kita ke Tuhan. Dalam hal ini saya juga ga berkata bahwa kita tidak dapat meminta keinginan-keinginan kita, tetapi kita harus mengerti pribadi Tuhan itu sendiri, kemauanNya apa, bagaimana pola Tuhan bekerja.

Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah dewasa rohani. Saya tidak banyak mengerti tentang berdoa, tapi saya hanya melakukannya saja. Saya sangat terkesan dengan doa seorang hamba Tuhan yang mendoakan kami "Tuhan mengurapi kalian.... dengan urapan ini kalian akan naik terus dan tidak turun, kalian akan menjadi pemenang". Tidak ingat perkataannya semua, tapi beliau juga mendoakan janin dalam kandungan, dari dalam rahim sudah mengenal Tuhan, bayi ini akan lahir sehat sempurna, pintar. Awesome. Ada bagian doa yang saya tidak pernah pikir sebelumnya.

Well... saya tidak merencanakan untuk nulis tentang doa. Sebenarnya saya hanya mau cerita-cerita saja.

Doa menjadi begitu penting, bukan hanya karena kita menyampaikan daftar keinginan kita tetapi dengan berdoa kita terkoneksi dengan Tuhan. Dengan kita terhubung dengan Tuhan, maka segala yang kita inginkan dan butuhkan tersinkron dengan sendirinya, asalkan daftar keinginan itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan.