Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Jumat, 15 Februari 2013

About Dream About Life

cerita pribadi aja

Kami punya cerita yang wow beberapa hari ini. Dan yang pasti juga pasti ada juga ttg dream. Ya.. mimpi ketika tidur malam, bukan mimpi yang berarti harapan hati. keinginan hati. Walaupun pagi ini kami mendengar 2 berita yang buruk, tetapi sukacita yang besar itu dapat mengcover 2 berita yang tidak menyenangkan itu.

Sebelumnya... saya akan menceritakan ttg jawaban my last dream yg sdh saya tulis di blog sebelumnya. Saya tidak bisa menceritakannya detail karena ya menyangkut privasi bbrp org. Mungkin jika orang yang bersangkutan membaca ini akan segara mengetahui apa yang saya maksud.

Tadi malam dalam suatu meeting congregation, I relized something about my dream. God show me something that relate to my dream. Terutama ketika mendengar ayat ini dibacakan "Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian," Amsal 4:1. Walaupun sebelum this meeting saya sdh tau sdkt maksd mimpi itu, namun ketika mendengar ayat ini semakin jelas apa maksudnya.


Tulisan ini tidak bermaksud untuk membanggakan diri dengan hal rohani yang ku dapat. Tulisan ini ditujukan kepada orang muda yang confused tentang mimpi dan visi. Saya juga masih belajar dan meminta masukan dari beberapa orang tentang hal ini. Karena hari-hari terakhir ini Roh Tuhan akan dicurahkan kepada banyak orang like a big sale never before, who's one wanna join? Tuhan berbicara melalui mimpi dan visi akan menjadi hal yang biasa. Dan jika hal itu terjadi, pastinya banyak kebingungan. Semoga apa yang kutulis di sini semoga dapat membantu mengurangi kebingungan itu. Tidak semuanya dapat saya tuliskan terus terang karena menyangkut nama beberapa orang.

Dua hari yang lalu aku bermimpi lagi tentang puzzle-puzzle yang di susun rapi. Puzzle-puzzle itu bertuliskan dan bergambarkan hal-hal yang indah saja. Tidak ada yang buruk. Isinya hanyalah GREAT, AWESOME, GOOD, BIG, LARGE, WONDERFUL, MAGNIFICENT, GORGEOUS, etc. Untuk hal ini saya hanya bisa berkata bahwa Tuhan hanya merancangkan hal-hal baik untuk kita, Ia tidak merancangkan pencobaan, Tuhan ingin kita dapat menjadi atau mencapai apa yang Ia telah rencanakan itu.

And you know what? Paginya jam 10 pagi, Couple called us to met. They gave us that something we ask from God. He said, "this is from God". Ini cerita wow nya..  Tuhan menjawab doa kami. Tetapi there is something problem with me, with my ego. Saya sebenarnya sulit untuk menerima pemberian orang. Dari dulu sudah terpatri di pikiranku bahwa "lebih baik memberi daripada menerima". Sebenarnya aku terlalu gengsi untuk menerima pemberian. Aku sombong ya. But God do not look our sins. Tuhan ajar aku untuk mengerti ini, "memberi itu lebih baik, tetapi bukan berarti menerima itu buruk". Ketika saya merasa bersalah karena saya blg "Tuhan mengapa orang lain jadi repot karena keinginan saya". Tetapi Tuhan memberi pengertian bahwa mereka yang memberi itu perlu suatu proses supaya mereka diberkati juga, berkat itu mengalir sehingga mereka dapat diberi lebih banyak lagi. Respon saya (ntah ini respon baik atau ga) adalah mendesak Tuhan (seperti anak2 yang minta ice cream ke papanya) supaya segera menggantikan berkat yang telah diberikan kepada kami. We bless them and ask God to bless them abundant more than they sow.

Dari peristiwa ini Tuhan juga mengajarkan kerendahan hati. Tentang kerendahan hati juga bukan hanya dari peristiwa ini tetapi ada peristiwa pararel lainnya. Wow... what a life?

Peristiwa-persitiwa ini juga menyadarkan saya bahwa Tuhan sedang "mencolek" sehingga perhatian saya beralih kepada-Nya. Mulai dari mimpi, kesadaran atas kesalahan-kesalahan saya, berkat-berkat yang sudah terjadi, sukacita, kesedihan, keresahan, semua ini membuat saya sadar akan Tuhan sedang ingin mengalihkan perhatian kita kepadaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar