Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Sabtu, 18 Februari 2012

Hamba

Kemaren, 17 Feb 2012  kami menghadiri konser Israel Houghton and New Breed. Selain telinga, hati dan emosi dimanja oleh alunan musik yang bagus, tentu saja kehadiran Tuhan dalam pujian dan penyembahan. Tak seperti kebaktian biasa, dimana orang-orang seperti punya lem kualitas tinggi di kursinya ataupun kakinya diikat dengan rantai besi nan berat. Para hadirin bersukacita, dapat bebas memuji Tuhan dengan berjingkrak, melompat dan berteriak. Baru terasa ketika konser telah usai dan kami harus melalui 9 lantai dengan pakai tangga.

Ada satu momen yang masih terasa... ketika kami menaikan pujian "Jesus the Center". Sangat merasakan hadirat Tuhan yang penuh memenuhi ruangan. Ada satu pikiran yang muncul.... "hamba". Ya... aku hanyalah hamba. Upss... Dia mengingatkanku, kalau aku bukan hanya hamba... tetapi aku telah mendapat tempat menjadi teman-Nya. Dan aku bersyukur.


Di dalam Perjanjian Lama, kata "hamba" sepertinya sangat populer. Ada beberapa kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi "hamba" dalam bahasa Indonesia. Dari antara kata-kata Ibrani itu, kata yang paling banyak disebut adalah "ebed". Perbudakan zaman dahulu dengan zaman sekarang tidaklah dapat disamakaan. Beberapa ciri "hamba" menurut alkitab Perjanjian Lama adalah:
- Perbudakan itu tidak selamanya. Ada periode waktu perbudakan selama 6 tahun (Kel 21:2).
- Budak mempunyai perlindungan di bawah hukum (Kel 21:20)
- Adalah mungkin bagi budak untuk mencapai posisi menjadi penguasa dan mempunyai kehormatan (Kej 24:2; Kej 41:12).
- Pada dasarnya orang yang ada di bawah raja disebut hamba (Kej 21:25), seperti: pegawainya (1Sam 19:1), pejabat (2Raj 22:12), duta besar, pengikut raja.
- Kata ini juga dipakai ketika seseorang dengan rendah hati berbicara kepada orang yang tingkatan/ pangkatnya sama atau yang lebih unggul dari dirinya.
- Istilah ini juga dipakai untuk orang yang menyembah Tuhan (Neh 1:10)
- Istilah ini juga dipakai untuk orang yang melayani Tuhan (Yes 49:5-6)
- Dan kata "hamba" ini juga adalah referensi yang paling menonjol yang merujuk kepada Mesias dalam Perjanjian Lama (Yes 42:1; 43:10; 49:3; 49:5-7; 52:13; 53:11).

Jika kita melihat penjelasan di atas, kita akan mendapati bahwa pekerjaan seorang hamba adalah melayani tuannya, menyembah tuannya. Hamba di bawah kekuasaan tuannya. Hukum yang ditetapkan tuannya akan berlaku bagi dirinya. Dalam masa 6 tahun ia menjadi hamba, ia harus menjalankan tugasnya. Hamba terikat oleh hukum, tugas-tugas, perintah dari tuannya. Hamba selalu menantikan hari pembebasan. ketika tahun ke-7, ia mendapatkan kembali haknya dan mendapatkan kebebasan.

Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita sudah berpindah di bawah hukum Kristus. Kristuslah yang menjadi tuan dan kita adalah hamba-Nya. Namun Yesus menjadikan kita teman-Nya, saudara-Nya, ibu-Nya. Hanya untuk orang-orang yang mau melakukan Firman-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar