Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Kamis, 21 November 2013

Efesus 1:1-2 "Salam"

Untuk membahas kedua ayat pembuka ini, mari kita melihat dalam 3 versi, masing-masing dari versi Literal, Persamaan Dinamis, dan Bebas. Untuk terjemahan Literal saya memilih KJV, untuk terjemahan Persamaan Dinamis -- atau dengan kata lain, terjemahan dengan persamaan makna -- saya memakai ITB (walaupun sebenarnya ITB masih berada di tengah2 antara Literal dan Persamaan Dinamis), kemudian supaya lebih lengkap saya gunakan NIV, IBIS dan TSI. Untuk terjemahan Bebas saya gunakan The Message.

Terjemahan Literal
KJV
1 Paul, an apostle of Jesus Christ by the will of God, to the saints which are at Ephesus, and to the faithful in Christ Jesus: 2 Grace be to you, and peace, from God our Father, and from the Lord Jesus Christ.

Transisi anatara Terjemahan Literal dan Persamaan Dinamis
ITB
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. 2  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Terjemahan Literal dan Persamaan Dinamis
NIV
1 Paul, an apostle of Christ Jesus by the will of God, To the saints in Ephesus, the faithful in Christ Jesus: 2 Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ.

TSI
1Kepada yang kekasih saudara-saudari saya seiman [jemaat Efesus]— yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya: Salam dari Paulus, rasul Kristus Yesus, yang menjadi rasul karena kehendak Allah. 2Doa saya, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita.

IBIS
1  Umat Allah di Efesus, yang setia kepada Kristus Yesus! 2  Saya, Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepada kalian. 

Terjemahan Bebas
The Message
1-2 I, Paul, am under God’s plan as an apostle, a special agent of Christ Jesus, writing to you faithful believers in Ephesus. I greet you with the grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ.
Mari kita membahasnya... Pada ayat 1 dan 2 ini, masing-masing terjemahan agak bervariasi untuk memulai pembukaannya. Misalnya saja KJV, ITB, NIV dan The Message memulainya dengan "Paulus sebagai Rasul". Tetapi IBIS dan TSI memulainya dengan identitas penerima surat, Efesus.

"Paul, an apostle of Jesus Christ by the will of God" KJV (Literal)
"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah" ITB (transisi Literal ke Persaman Dinamis)
"Paul, an apostle of Christ Jesus by the will of God" NIV (Persamaan Dinamis)
"Paul, am under God’s plan as an apostle, a special agent of Christ Jesus" The Message (Bebas)

Keempat terjemahan di atas, walaupun berasal dari 4 kelompok penterjemahan yang berbeda, namun menyoroti hal yang sama, yaitu Paulus, seorang rasul yang tidak memilih pekerjaannya sendiri, atau tidak mengangkat diri sendiri sebagai rasul tetapi ia menjadi rasul karena kehendak Allah. Bukan berarti juga terjemahan IBIS dan TSI tidak menyoroti tentang Paulus ini, tetapi karena secara urutan, Paulus bukanlah yang menjadi yang pertama. Bahkan terjemahan IBIS menempatkannya pada ayat kedua.

Paulus, dulunya bernama Saulus atau Saul. Seperti yang kita tahu, Saul adalah raja pertama Israel. Berasal dari suku Benyamin. Tentara Benyamin terkenal sebagai prajurit yang tegas, lantang, gagah berani, temperamental dan tangguh. Saulus dilahirkan di Tarsus sebagai seorang warga negara Romawi yang bebas, ia dididik dalam budaya Helenistik dan memiliki pelatihan Farisi oleh Gamaliel sendiri. Sementara, Paulus itu artinya kecil. Seperti sejak ia bertemu dengan terang Kristus, hidupnya berubah secara ekstrim. 

Paulus dengan pelatihan Farisi, pastinya membuatnya sangat pintar, berlogika tinggi. Tugasnya untuk menangkap dan membinasakan orang Kristen pada saat itu, memberitahukan kita bahwa ia juga seorang yang tangguh secara fisik. Tetapi justru setelah ia bertemu dengan Kristus, segala yang ia banggakan itu dianggap sampah saja. Kemampuannya beretorika juga tidaklah dibanggakannya lagi (1 Kor 2:4-5 "Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan..."). Kristus sajalah yang dibanggakannya sekarang.
Saya disunat ketika berumur delapan hari. Saya lahir sebagai seorang Israel, dari suku bangsa Benyamin; saya orang Ibrani asli. Dalam hal ketaatan pada hukum-hukum agama Yahudi, saya adalah anggota golongan Farisi. Saya malah begitu bersemangat sehingga saya menganiaya jemaat. Kalau dinilai dari segi hukum agama Yahudi, saya seorang baik yang tidak bercela. Tetapi karena Kristus, maka semuanya yang dahulu saya anggap sebagai sesuatu yang menguntungkan, sekarang menjadi sesuatu yang merugikan. Bukan saja hal-hal tersebut; tetapi malah segala sesuatu saya anggap sebagai hal-hal yang hanya merugikan saja. Yang saya miliki sekarang ini adalah lebih berharga: yaitu mengenal Kristus Yesus, Tuhanku. Karena Kristus, maka saya sudah melepaskan segala-galanya. Saya anggap semuanya itu sebagai sampah saja, supaya saya bisa mendapat Kristus, dan betul-betul bersatu dengan Dia. Hubungan yang baik dengan Allah tidak lagi saya usahakan sendiri dengan jalan taat kepada hukum agama. Sekarang saya mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, karena saya percaya kepada Kristus. Jadi, hubungan yang baik itu datang dari Allah, dan berdasarkan percaya kepada Yesus Kristus. (Fil 3:5-9 IBIS).
Ini ayat yang luar biasa.Saulus setelah diconvert menjadi Paulus, sepertinya ia baru saja memasuki suatu ruangan yang mengubahkan segala hidupnya. Semuanya berubah. Ia menemukan suatu harta karun yang sangat berharga, sehingga tidak segan-segan menjual semua miliknya untuk mendapatkan Kristus, harta karun yang sangat berharga, yang sebenarnya yang ia cari-cari ketika menjalankan ibadahnya. Seperti di otak Paulus dipasang satu komponen elektronika yang bernama konverter. Komponen konverter itu bertugas untuk mengubahkan 0 menjadi 1 atau 1 menjadi 0. Terang yang begitu menyilaukan dan suara yang begitu memekakkan itu meng-convert. seluruh hidupnya. Ia rela menjadi kecil supaya Kristus menjadi besar. Jika kita hidup di zamannya Paulus, pastilah kita mengatakan ia gila, karena melepaskan segala kepopuleran. Semua yang diinginkan orang pada zaman itu ada di Saulus. Bayangkan bagaimana kecewanya para fans Saulus ketika ia menjadi Paulus. Jagoan retorika pada zaman itu pastilah sangat populer, bukan hanya di kalangan Yahudi namun di kalangan Yunani, ilmunya itu sangat wow. Tapi Paulus melepaskan semua itu hanya karena Kristus. Hanya Kristus yang paling berharga baginya. Paulus rela menjadi kecil, rela menjadi hina, dijadikan tontonan, disorakin dunia, hanya karena Kristus.

Karena menurut pendapat saya, kami rasul-rasul, sudah dijadikan oleh Allah sebagai tontonan di depan manusia dan para malaikat. Kami seperti orang-orang hina yang dijatuhi hukuman mati di depan umum dan disorak-soraki oleh dunia (1 Kor 4:9 IBIS).

Paulus menjadi rasul hanya karena kehendak Allah saja. Dia adalah rasul keduabelas, bukan karena membuang undi – seperti Matias yang tidak tercatat lagi namanya setelah Kis 1:23-26. Paulus juga bukan karena diutus oleh gereja, tetapi karena kehendak Allah (Kis 9:15), bagian dari Rencana besar Allah yang sudah ada sebelum dasar dunia dijadikan. Terjemahan The Message mengatakan bahwa Paulus adalah special agent of  Christ Jesus. Paulus tidak memilih pekerjaannya sendiri untuk mendirikan Gereja! Surat ini akan membawa kita berhadapan dengan kedaulatan Allah dan misteri kehendak-Nya (6X di Efesus).

Kehendak Allah dinyatakan melalui rencana-Nya. Rencana Allah lah yang membuat langit dan bumi ini ada. Sejak dahulu kala, bapa-bapa Israel, dan nabi-nabi-Nya bekerja sama untuk melakukan rencana Allah itu. Walaupun sebenarnya mereka tidak mengerti secara utuh apa yan mereka beritakan, namun mereka hanya percaya kepada apa yang Tuhan suruh untuk mereka katakan. Tema besar EFESUS adalah Rencana Allah (God's Purpose). Secara garis besar, Efesus dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Efesus 1-3: bicara tentang doktrin dasar "Siapa kita di dalam Kristus"
2. Efesus 4-6: bicara tentang tanggung jawab kita dalam meresponi panggilan kita di dalam Kristus, bagaimana menjalankan peran kita "di dalam Kristus"
Jadi, dalam membahas surat Efesus ini kita perlu menghubungkannya dengan God's purpose, agar kita mempunyai gambaran besar, agar kita dapat mengerti.

Ada hal yang menarik lagi yang dapat kita gali dari 2 ayat ini, mari kita perhatikan sebutan untuk Yesus
KJV --  Jesus Christ
ITB -- Kristus Yesus
NIV -- Chirst Jesus
IBIS -- Kristus Yesus
TSI -- Kristus Yesus
The Message -- Christ Jesus

Pada umumnya menggunakan "Kristus" dulu baru "Yesus", "Kristus Yesus". Kata "Kristus" artinya adalah Mesias. Mesias adalah suatu jabatan, "Yesus" adalah nama. Jadi penggunaan "Kristus Yesus" menjadi lebih tepat. Seperti halnya menyebutkan "Jendral Sudirman" -- Jabatan dulu disebut baru namanya. Atau seperti Rabi Daniel, atau Presiden Obama. Sekali lagi, Kristus adalah jabatan, Yesus adalah nama. Berati penyebutan "Krsitus Yesus" di sini adalah memanggil atau menyebut dengan penuh hormat.


KJV “… to the saints which are at Ephesus, and to the faithful in Christ Jesus”
ITB “… kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus”
NIV “To the saints in Ephesus,[a] the faithful[b] in Christ Jesus” 
TSI “Kepada yang kekasih saudara-saudari saya seiman [jemaat Efesus]— yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya” 
IBISUmat Allah di Efesus, yang setia kepada Kristus Yesus…” 
The Message “… writing to you faithful believers in Ephesus”

Surat Efesus ini ditujukan kepada orang kudus di Efesus. Beberapa sebutan untuk orang kudus membuat kita dapat mengerti siapa orang kudus yang dimaksud itu, seperti berikut: The saint…. Orang-orang kudus …. The saints … yang kekasih saudara-saudari seiman – yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya … umat Allah … Faithful believers. Jadi berdasarkan hipotesa awal kita dapat mengatakan the saints itu adalah umat Allah, faithful believers (orang-orang percaya yang setia), orang kudus, saudara-saudari seiman yang kekasih, yaitu kalian yang percaya kepda Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya.

Orang kudus adalah bukan orang yang tidak berdosa, bukan gereja yang membuat mereka menjadi orang-orang kudus tetapi Allah yang membuat mereka menjadi kudus. Secara sederhana orang kudus adalah “dipisahkan”, yang berarti orang berdosa yang diselamatkan. Orang kudus itu disebut orang Kristen, artinya pengikit Kristus. Kristen juga disebut murid (Kis 9:1, 10, 19, 25, 26, 36, 38) dan juga disebut juga sebagai orang-orang “pengikut Jalan Tuhan” (Kis 9:2).


at Ephesus… di Efesus… in Ephesus… [jemaat Efesus]… di Efesus… in Ephesus
Surat kepada Jemaat di Efesus adalah surat edaran untuk gereja-gereja pada hari itu. Dia tidak menulis di sini untuk Gereja lokal seperti untuk gereja pada umumnya, yaitu tubuh, orang percaya yang tidak kelihatan. Dalam beberapa salinan kuno dalam bahasa Yunani -- Kodeks Sinaiticus dan Kodeks Vaticanus (naskah paling awal yang diakui berisikan teks Perjanjian Baru) -- tidak terdapat kedua kata ini [en Epheso]. Ada yang mengatakan, Paulus tidak menulis untuk gereja lokal saja seperti untuk gereja pada umumnya, tetapi tubuh, yaitu orang percaya yang tidak kelihatan. Surat ini adalah ensiklik (surat edaran) - meliputi semua gereja dan ditulis setelah Kolose dan dikirim oleh Tikhikus ( Kol 4:15). Efesus adalah penerima pertama dari surat dan kemudian di edarkan ke gereja-gereja lainnya. Efesus itu bak gereja pusat yang kompleks. Secara geografis Efesus sebagai pintu gerbang penerima surat Paulus, kemudian disebarkan ke gereja-gereja lain seperti 7 gereja yang ada Wahyu dan juga gereja beberapa gereja yang dibangun Paulus: Troas , Assos , Adramyttium (Kis 27:2), Miletus , Trogyllium (Kis 20:15), Hierapolis , dan Kolose.

Grace and Peace
KJV "Grace be to you, and peace, from God our Father, and from the Lord Jesus Chris"t.

ITB "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu".


NIV "Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ".


TSI "Doa saya, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita".


IBIS "Saya, Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepada kalian". 


The Message "I greet you with the grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ".

Efesus 1:2 ini adalah salam Paulus yang paling khas, yaitu “grace and peace”. Jika kira search di searach engine aplikasi alkitab apapun, kita akan menemukan grace and peace pada semua surat Paulus, mulai dari Roma sampai Filemon. Salam ini sangat unik, jika kita ulik grace dalam bahasa Yunani (charis) artinya halo, dan peace dalam bahasa Ibrani (shalom) artinya halo. Jadi kedua kata ini adalah salam ketika bertemu. Jadi paling tidak salam ini diberikan kepada orang Yunani dan Ibrani sekaligus. Walaupun Paulus diutus untuk orang bukan Yahudi (Ibrani) tetapi di antara orang-orang Yunani itu ada juga orang Ibrani yang berbahasa Yunani, sehingga mereka dapat mengerti salam Paulus ini.


“Grace and Peace” adalah suatu kondisi ideal yang seharusnya, seperti kata-kata positif yang diberikan Paulus sebagai salam. Grace juga berarti cheer up, bergembira. Peace juga berarti harmoni. Jadi ini adalah kondisi yang didambakan semua orang, kondisi ideal. Bayangkan, Paulus ketika menulis beberapa surat-suratnya dalam keadaan di penjara, dalam kondisi yang tidak enak tetapi ia menyampaikan salam yang mengharapkan orang yang menerima salam mendapatkan kondisi ideal. Jadi sesuatu ideal itu bukan karena pengalaman yang sedang kita alami, baik kondisi ga enak, ataupun kondisi yang enak. Kita perlu mengatakannya dan melakukannya. Walaupun perkataan salam itu sangat simple, tetapi sesuatu yang simple itu sangat berarti, applicable. Ada pepatah yang mengatakan less is more.


Dalam terjemahan TSI, langsung memberikan makna untuk grace and peace, Paulus member salam tetapi sebenarnya salamnya itu berupa doa, ia mengharapkan Kristus Yesus akan selalu baik hati dan menjaga supaya kita hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita. Dengan membaca terjemahan ini kita menjadi mengerti kondisi ideal yang sebenarnya yang Tuhan kehendaki. Bukan hanya kita yang menerima surat yang mendapatkan kondisi ideal ini, tetapi sebenarnya Paulus mengajarkan kepada semua penerima suratnya agar dapat melakukan hal yang sama yang ia telah lakukan. Paulus sedang membangun suatu culture baru agar di bumi ini tercipta grace and peace. Paulus sebenarnya sedang membangun brand image, dalam kondisi apapun kita harus dapat menyampaikan atau memberikan grace and peace kepada semua orang. Dan sebelum memberikan atau menyampaikan grace and peace ini tentunya kita harus merasakannya terlebih dahulu. Brand image yang dibangun itu harus meliputi seluruh hidup kita. Misalnya, kondisi ideal yang kita inginkan adalah “kota yang bersih”, berarti image bersih itu harus ditularkan kepada semua orang di sekitar kita. Dalam membangun image ini perlu integritas untuk melakukannya, baik ada orang yang melihat atau tidak melihat tetap dilakukan, baik oleh kita sendiri atau orang yang telah kita tularkan.


Dalam terjemahan The Message, grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ. Jadi grace and peace itu, kebaikan hati Allah dan perasaan tenang itu dicurahkan oleh Allah sendiri. Kata peace dalam bahasa Yunani eirene, berarti health, welfare, prosperity, every kind of good, "the way of peace" means the way of happiness. Peace juga berarti memberikan pelukan yang menenangkan. Ketika kita dibenarkan melalui iman dalam Kristus kita mendapatkan peace juga. “Therefore, since we have been justified through faith, we have peace with God through our Lord Jesus Chris” (Rom 5:1 NIV).


Peace juga berarti semua persoalan bisa cepet beres. Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan." (Kel 18:23 IBIS).


Dalam Kel 14:14 adalah ayat favorit orang Kristen, “Tuhan berperang untuk kita dan kita diam saja”. Mari kita lihat versi lain



The LORD will fight for you; you need only to be still. NIV
GOD will fight the battle for you. And you? You keep your mouths shut! The Message
The Lord himself will fight for you. Just stay calm. NLT
The Lord will fight for you, and you shall hold your peace and remain at rest. Amplified Bible

Banyak sekali orang yang mengartikannya bahwa kita hanya duduk-duduk saja, tidak melakukan apa-apa tiba-tiba berkat datang. Bukan seperti itu. Jika kita melihat di sini isunya adalah hati kita harus dalam keadaan damai dalam melakukan segala pekerjaan kita, jangan grusa-grusu, ngomong sana-sini, sangkin stressnya jadi gossip sana-sini. Sebenarnya yang kita perlu adalah be still, keep your mouths shut, stay calm, your peace and remain at rest. Tuhan pasti tolong kita, akan menepuk pundak kita, memeluk kita supaya kita tetap dapat mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan kita dengan sebaik mungkin. Dalam keadaan hati damai, persoalan apapun sebenarnya kita mampu menyelesaikannya. Masalah yang besar hanya perlu di break down, kemudian diidentifikasi, kemudian diselesaikan satu-satu.





Senin, 18 November 2013

Efesus - Pendahuluan

Senang sekali rasanya bisa menulis lagi di blog. Problem with internet connection akhirnya bisa teratasi. Thanks to hambanya JG (saya blum ijin utk memakai namanya so utk mengingatnya saya menuliskan inisial saja) yg taat mendengar apa yg Tuhan sampaikan sehingga kami bisa terhubung ke salah satu internet provider. Maklum lah klo di apartemen mau masang internet aja banyak cengkunek ini itu. Thanks God, akhirnya bisa nge-blog lagi.

Aniway... banyak yang terjadi beberapa bulan ini, pasang surut, banyakan surut juga.. haha... tapi Tuhan tetep in control. Apalagi sekarang lagi belajar tentang EFESUS. Rasanya semua huruf-huruf itu menjadi hidup dan memaksa tulang-tulang dan ragaku bangkit untuk melakukan apa yang tertulis di kitab suci. Rasanya seperti peperangan yang hebat, namun tak terlihat. Satu kalimat yang menjadi puncher saat siaran kemaren -- sebenarnya bukan mutlak dari pikiran gw, tentu saj dari salah satu kotbah minggu, "apa saja yang tidak dirawat dengan baik cenderung menurun, rusak dan bisa hilang". Begitu juga dengan kasih, atau apapun. Ok.. apapun yang ada di benak pembaca saat membaca pendahuluan ini, hmm... semua orang bisa saja mengalaminya. Cukup curhatnya... mari kita mulai membahas hal penting.

Beberapa bulan lalu, ntah gimana cara Tuhan bekerja, kami mendapat tawaran untuk siaran di salah satu radio swasta di negeri ini. Kami tersentak dan tentu saja berusaha untuk tetep cool, seperti halnya orang profesional yang sudah biasa, tetapi sebenarnya "ohh..noo...bagaimana ini...", keringat di punggung lumayan deras, tapi untung saja tidak ada keringat yang mengalir di pipi, haha. Dan ntah gimana juga kami setujuin saja, walaupun hehe... Kami hanya percaya Tuhan pasti tolong dah. Mulai hari itu juga, ketika pulang ke rumah dan membaca kitab Efesus, sehari minimal sekali deh, dalam beberapa terjemahaan yang bisa dimengerti. Pada saat itu juga sedang kampanye baca alkitab di gereja, so... ga kebetulan, baca alkitab jadi semakin ekstrim, lebih gila dari yg biasa. Dan pada saat itu juga ada pembica tamu dari New York yg membahas sebagian kecil dari kitab Wahyu, so... seperti memancing untuk ingin tau apa yang terjadi di kitab Wahyu. So... pikiran gw terpancing untuk membaca kitab Wahyu, sekali baca. Hanya baca loohh, bukan study. Jadi keesokan harinya saya mulai baca Wahyu dan Efesus, dan kegilaan pun berlanjut mengalir gitu aja, selama dua minggu Perjanjian Baru selesai, di akhiri dengan membaca Matius.  Ga berurutan seperti urutan PB pada umumnya, tetapi pikiran ini jadi mengerti beberapa hal yg belum dimengerti sebelumnya. Hmm... rencananya, sebelum tahun ini berakhir, ingin mencobanya lagi.

Kali ini curhat bener-bener ditutup.
---------------------------------------------------------------------

Apa yang akan saya tulis di sini, memang belum komplit dan dalam, tetapi hanya gambaran besar dan hanya beberapa hal yang ingin dibahas. Jika Anda ingin mendengar siaran radio yg membahas hal ini, Anda dapat go to http://soundcloud.com/ijoet/efesus-1v1-23. thanks ya..

Efesus artinya "yang didambakan", umumnya kota ini berbakti kepada Artemis, kita bisa melihatnya kekacauan yang dibuat oleh Dimetrius (Kis 19), tentu saja di situ ada Kuil Artemis ("Diana"). Efesus merupakan koloni dari Athena. Efesus mempunyai pelabuhan besar yang bersaing dengan pelabuhan Miletus dan terletak pada jalan masuk menuju Asia Kecil. Efsus juga mempunyai pelabuhan besar dengan 50.000 tempat duduk. Pitagoras berasal dari Efsus. Pelukis-pelukis ternama seperti Parhasius, Apelles juga berasal dari Efesus. Efesus juga mempunyai sekolah-sekolah seperti Parmenides, Zeno dan Democritus. Efesus adalah kota yang mudah untuk dicapai di Asia, melalui darat dan laut (ini juga yang mendukung pelayanan Paulus ke Efesus). Kota Efesus berdiri pada lereng di bawah dua bukit (Prion dan Koresus), dengan pemandangan yang sangat indah. Efesus merupakan salah satu dari "surat-surat  penjara" artinya ditulis Paulus ketika ia berada di penjara.Efesus ditulis sekitar tahun 62-63 Masehi. (banyak perdebatan tentang hal ini, tapi saya tidak mau berdebat soal ini). Ini adalah sekilas pendahuluan dari EFESUS.

Apa yang ada di pikiran kita ketika membaca pendahuluan EFESUS ini? Mari kita menguraikannya sedikit demi sedikit:

  1. Pada umumnya orang-orang di Efesus adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi
  2. Walaupun Paulus menulis untuk orang-orang kristen di Efesus, namun mereka baru saja bertobat dari penyembahan berhala
  3. Sebagian dari mata pencaharian mereka adalah untuk kuil Artemis, seperti halnya Dimetrius (Kis 19). Jadi ketika mereka memutuskan untuk bertobat, kemungkinan besar masalah yang mereka hadapi adalah kehilangan mata pencaharian.
  4. Mereka adalah orang-orang pintar, berlogika tinggi, berpendidikan tinggi, bergengsi tinggi
  5. Efesus adalah kota yang mudah dijangkau, berarti kota Efesus seperti pintu gerbang untuk masuk ke Asia. So... klo Paulus kirim surat ke Efesus, kemungkinan surat itu akan dikirimkan ke gereja yang lain, seperti Kolose, Asoso, Tarsus, dll. Jadi Efesus itu seperti gereja pusat.
  6. Efesus mempunyai pelabuhan besar, berarti sebagian besar dari mereka adalah kaum pedagang
  7. Efesus mempunyai sekolah-sekolah, bahkan Pitagoras berasal dari kota ini. Banyak filsuf yang dihasilkan dari kota ini. Apalagi karena mereka merupakan koloni dari Athena.
  8.  Efesus mempunyai teater yang besar, berarti mereka sering mempertontonkan "gulat berdarah", sampai mati.
Mari kita melihat beberapa ayat rujukan yang dapat menjadi bahan pembanding dalam Alkitab kita.
1Kor 4:9 ITB "Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia"
1Co 4:9 NIV "For it seems to me that God has put us apostles on display at the end of the procession, like men condemned to die in the arena. We have been made a spectacle to the whole universe, to angels as well as to men".
Perhatikan kata-kata yang bercetak tebal, "on display", "dijatuhi hukuman mati"  = "men condemned to die in the arena", "tontonan" = "spectacle". Bukankah ini sesuai dengan poin ke-8 di atas? Paulus membuat titik perbandingan antara orang yang sudah dijatuhi hukuman mati, bergulat di arena yang ditonton oleh 50 ribu orang, uupss... bukan hanya itu tapi juga malaikat ikut menonton para rasul yang sedang bergulat melawan "binatang buas" di Efesus (1Kor 15:32).

1Kor 9:24-25 ITB "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. "
Pertanyaan ini adalah retoris. Semua orang Efesus ataupun Korintus mengerti dan tau akan hal pertandingan yang memperebutkan mahkota yang terbuat dari daun-daunan saja, hanya sebagai perlambang kemenangan saja. Mereka memperebutkannya bukan hanya untuk kehormatan tetapi untuk nyawa mereka, so... semua yang ikut dalam pertandingan harus sedemikian rupa berusaha agar memperoleh kemenangan.

1KORINTUS ini ditulis ketika Paulus berada di EFESUS. Ini menarik sekali. Ketika Paulus berada di ROMA, ia menulis untuk jemaat EFESUS. Ketika Paulus berada di KORINTUS, ia menulis untuk jemaat di ROMA, sebagai persiapan perjumpaan mereka. Jadi, untuk dapat mengerti salah satu dari ketiga surat ini, ada baiknya kita menyediakan waktu untuk membaca ketiganya, agar kita mengerti bagaimana kondisi Paulus ketika ia menuliskan surat-surat ini.

1KORINTUS --> ROMA --> EFESUS

Paulus tiba di Roma dari Miletus kira-kira musim semi tahun 61 M, ia menghabiskan 2 tahun di "tahanan rumah", ia dirantai oleh prajurit kekaisaran Roma. Dapatkah kita membayangkan Paulus dirantai oleh orang-orang yang sudah diselamatkan? (Filp 4:21, 22). Kemungkinan mereka mendengar Injil dari Paulus sendiri tetapi justru mereka juga yang merantai Paulus.

Filp 4:21-22 ITB "Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang kudus dalam Kristus Yesus.... Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar. "
Well... kita tidak mengaharapkan kebaikan orang lain, hanya karena kita pernah menolong orang itu. Saya juga bingung mengapa justru orang yang kita tolong berbalik dan menjadi "musuh". Beberapa waktu lalu, saya mendoakan beberapa orang, berdoa secara khusus, bukan hanya berdoa, tetapi berdoa dan berpuasa, berdoa yang terjadwal untuk beberapa orang, tapi justru mereka berbalik dan menusuk. Rasanya sakit dan kecewa (tentu saja saya kecewa.. saya masih manusia), tetapi dari hal-hal tersebut toh saya mendapat pelajaran berharga. Selama God in control, pasti semuanya masih bisa teratasi. Kadang-kadang membuat kita terseok-seok, tapi jika kita percaya kepada Tuhan "keep in believing", semuanya pasti bisa teratasi. Ada Amin?? Ada. Trimakasih.

Ternyata, Maria Ibu Yesus juga tinggal di Efesus setelah Yesus naik ke sorga. Yohanes juga sempat tinggal bersama Maria. Mungkin Yohanes menangkap perkataan Yesus ketika disalib sebagai mandat untuk menjaga Ibu Maria "Ibu inilah anakmu, inilah ibumu".
Yoh 19:27 ITB "Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya".
 Efesus adalah tempat tinggal Yohanes, kemungkinan ia menulis Injil Yohanes di Efesus, dan Yohanes mati dan dikubur di Efesus. Yohanes menulis 2Yohanes, ada yang mengatakan surat ini untuk Ibunya Yesus -- Maria. Kalau begitu, kemungkinan surat ini ditulis ketika Yohanes berada di Patmos (Dalam hal ini saya hanya menduga. Karena, jika Yohanes tinggal di Efesus, dan Maria tinggal di Efesus, tidak mungkin Yohanes menulis surat. Tempat Yohanes pernah tinggal lama yang tercatat adalah Patmos. Aniway.. saya masih mencari tau dimana Yohanes menulis surat nya yang kedua). Sedangkan Injil Yohanes ditulis setelah Yohanes mendapat pewahyuan di Patmos, sehingga Yohanes menuliskan tentang peristiwa2 tambahan seperti "Pernikahan di Kana", yang tidak ditulis oleh penulis Injil lain.

Demikianlah Pendahuluan Surat Efesus ini. Ini memang belum lengkap, saya masih mempelajarinya untuk lebih dalam lagi.

Minggu, 13 Oktober 2013

link tentang garam

http://motivationarea.blogspot.com/2011/01/garam-dan-terang-dunia.html
http://www.motivationarea.blogspot.com/2012/12/garam-dunia-vs-jangan-jadi-garam.html
http://www.motivationarea.blogspot.com/2012/11/kehilangan-rasa-diinjak-injak.html
http://www.motivationarea.blogspot.com/2011/06/zat-sisa.html

Minggu, 15 September 2013

Tujuan Hidup

Belakangan ini saya disibukkan untuk membaca beberapa buku dan beberapa kitab dalam Alkitab secara sekaligus dan juga berencana untuk menulis buku, sehingga harus mengumpulkan beberapa bahan. Awalnya sih saya membantu untuk mengecek sebuah buku yang akan diterbitkan segera, namun hanya karena buku tersebut disetting dengan sebuah software yang sudah jadul, alias sudah tidak ada lagi dipasaran, akhirnya tidak jadi dilanjutkan. Say sudah menawarkan untuk mengetik ulang, tapi karena yang nulis buku adalah bule, so... banyak sekali aturan-aturan yang menghalangi untuk membuat buku itu diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Kemudian, untuk menjaga mood, maka saya merencakan untuk menulis buku. Namun, di tengah-tengah menulis buku saya harus pulang kampung dan ketika kembali saya sudah punya tujuan baru, yaitu akan mengajar salah satu kitab di Alkitab, maka saya mempelajari kitab tersebut baik-baik punya. Dan oleh karena itulah maka saya tidak mengupdate blog ini.

Beberapa hari ini saya memikirkan tentang "mengapa ada orang yang mau bunuh diri?". Tidak kebetulan juga saya mendegnar dari teman, bahwa seorang murid sekolah internasional di ibukota beberapa kali ingin bunuh diri. Kurang apa dia? Bisa sekolah di sekolah internasional saja sudah menyatakan status sosialnya. Tapi yang pasti dia kurang waras.

Apa yang saya pikirkan ini ternyata dideskripsikan dengan baik oleh seorang pembawa acara salah satu acara tv swasta, kurang lebihnya dia berkata begini, "orang yang berkata bahwa tugasnya sudah selesai maka tidak lama dia pasti akan mati, tapi seseorang walaupun sudah tua, tapi jika masih punya tujuan hidup maka ia masih akan hidup". Semangat hidup itu adalah ternyata dilahirkan oleh tujuan hidup. Jika kita punya tujuan hidup maka kita akan bekerja sesuai dengan tujuan hidup kita itu.

Tujuan hidup itu dihasilkan oleh apa? atau bagaimana caranya mendapatkan tujuan hidup?

Selasa, 02 Juli 2013

Kuasa dan Kuasa

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (Mat 4:8-9)

Saya sangat terganggu dengan ayat ini. Dan saya mencoba untuk mencari apakah ada kesalahan terjemahan atau adakah ayat-ayat lain yang dapat menjelaskan ayat ini. Tanpa melihat bahasa asli atau terjemahan lain pun, kita dapat mengerti ayat ini aneh, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.". Dapatkah pembaca menangkap apa yang saya maksud dengan aneh di sini?

Pertanyaan saya adalah mengapa "semua itu" iblis tawarkan kepada Yesus? Bukan kah Yesus memiliki Anak Allah yang memiliki segala sesuatu? Kenapa di sini iblis menawarkan sesuatu yang ia punya yang mana Yesus tidak punya? Tidakkah pembaca mempunyai pertanyaan yang sama dengan saya, atau hanya saya saja yang frustasi belajar sekian lama, menyimpan dalam hati, mengeluarkannya lagi, mencari sana-sini, mencocokkan sana sini apakah match dengan ini atau match dengan itu?

Mungkin ada 2-3 tahun saya mencari jawaban atas pertanyaan ini, hmmm.... jawabannya tidak lari kemana-mana, dari dulu ada di situ, namun baru-baru ini saja saya menyadarinya. Dan sekarang ini saya akan membuka rahasianya. Are you ready?

Sebelum menjelaskan tentang pertanyaan "mengapa iblis mempunyai sesuatu yang Yesus tidak punya, sehingga ia menawarkan barter antara 'semua itu' vs ‘menyembah dia’", saya akan menjelaskan beberapa latar belakang pendukung sehingga pertanyaan ini lebih mudah dimengerti untuk dijawab.

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga (power - dunamis) dan kuasa (authority - exousia) kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. (Luk 9:1)

Apa yang ingin saya tekankan di sini adalah ada perbedaan antara power – dunamis dengan authority – exousia, yang mana dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan kata “kuasa”. Saya pernah ‘kurang kerjaan’ sehingga mengumpulkan kata-kata “kuasa” dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dapat di lihat pada
http://motivationarea.blogspot.com/2012/01/kata-kuasa-dalam-perjanjian-lama.html. dan http://motivationarea.blogspot.com/2012/01/kuasa.html
Tentu saja saya search dalam bahasa Indonesia “kuasa”. Paling tidak ada 4 kata Yunani yang menjelaskan tentang “kuasa”, tetapi yang paling familiar dan paling banyak terdapat dapat dalam 2 kata, yaitu: “dunamis” dan “exousia”. Secara singkat arti kata “dunamis” adalah tenaga dalam, sedangkan “exousia” adalah otoritas, batas-batas kekuasaan. Paling mudah untuk kita mengerti tentang “exousia” ini jika kita melihat 2 Kor 10:13.
So dengan demikian kita dapat mengerti Luk 9:1, bahwa Yesus tidak hanya mengutus murid-murid dengan kuasa yang dari dalam (tenaga dalam) tetapi juga dengan surat perintah batas otorisasi, sampai batas mana saja hal yang mereka boleh lakukan. Otoritas juga kadang bicara soal batas-batas daerah kekuasaan.

Senin, 24 Juni 2013

Dimanakah Yesus Ketika Berusia 13 sd 30 Tahun?

Tulisan ini tidak cukup ilmiah, namun jika Anda mau dapat menjadikannya sebagai bahan pertimbangan. Sebenarnya artikel ini ditulis karena seorang teman yang bertanya. Ia sudah pernah bertanya pada waktu percakapan tidak resmi, “dimanakah Yesus ketika berusia 13 sd 30 tahun?”, ya.. saya pikir hanya sekadar mencairkan suasana atau ya pertanyaan iseng saja. Tetapi ketika kami berkunjung ke rumahnya, ia bertanya lagi pertanyaannya yang sama. So… I think ga mungkin dijawab dengan jawaban bakusedu (baca: bercanda). Sebenarnya ketika kami berkunjung ke rumahnya, saya langsung menjawab pertanyaannya itu, tetapi tampaknya dia tidak puas. I’m sorry my friend, I’m still in progress, gw ga pinter-pinter amat, juga ga bego-bego amat. Haha… (Kalau bilangin diri sendiri bego, berarti menghina ciptaan Tuhan lohh.. hati-hati!).  

Beberapa hari ini saya sering ditemani oleh buku-buku dan speech audio, karya Philip J King, David Pawson, Bill Johnson, James Goll, John (Injil Yohanes), dan kitab-kitab lain di Alkitab. Pastinya dalam penulisan ini saya terpengaruh dengan apa yang saya baca dan dengar. Tentu saja ketika membaca dan mendengar karya-karya mereka masih terngiang-ngiang pertanyaan teman tadi, mana tau menemukan jawaban tak terduga sebelumnya. Hmm.. tentu saja saya mendapatkan beberapa jawaban. But… bukan mereka yang menyatakan demikian,  ini hanyalah perspektif saya saja. Semoga, teman-teman pembaca yang sudah merelakan waktu membaca blog ini, cukup puas dengan jawaban saya.

Rabu, 05 Juni 2013

Apakah Tuhan Mencobai?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Dan setiap orang yang menanyakan setengahnya mengharapkan jawaban “ya”, hanya karena kondisi, pengalaman-pengalaman yang telah terjadi pada dirinya. Dan sisanya sebenarnya tidak berani menjawab, dan tetap menyimpan pertanyaan “kalau gitu apa yang sedang terjadi pada diri saya?”. Dan orang Kristen pun tidak tau apa jawabannya.

Tahun ini adalah tahun breakthrough bagi keluarga kecil kami. Ya… saya berani berkata bahwa ini breakthrough walaupun sebenarnya yang kami alami adalah kondisi-kondisi sulit, yang sebenarnya tidak mampu kami selesaikan. Ya.. kami sebenarnya butuh mujizat, karena usaha yang kami lakukan tidak berhasil. Tetapi kami berusaha untuk hidup normal saja (tetap berdoa tentunya), seperti tidak terjadi apa-apa, sok cool aja. Tetap melakukan aktifitas seperti biasa, tiba-tiba mujizat ini dan itu terjadi. Sering sekali mujizat itu terjadi dengan tidak terduga, kadang ia datang sama seperti kondisi buruk yang tiba-tiba menyerang. Puji Tuhan, semuanya itu dapat teratasi dan tidak seburuk yang dibayangkan.

Breakthrough, mujizat, damai sejahtera datang bukan pada saat kondisi kita sedang baik-baik saja, justru ketika kita sedang tidak baik sama sekali, saat kita butuh pertolongan dari tempat tinggi. Seolah pertolongan itu datang dari dimensi lain yang tidak dipengaruhi oleh waktu kita (chronos). Ya tentu saja karena pertolongan itu datang dari Tuhan yang tidak tinggal di dalam chronos, Ia tinggal dalam kairos. Oleh sebab itu banyak orang yang suka menunggu waktu Tuhan (kairos). Well, sebenarnya saya tidak terlalu setuju dengan menunggu waktunya Tuhan, karena mereka yang mengagungkan waktu Tuhan sering mengukur waktu Tuhan itu dengan random. Sama sekali tidak. Justru Tuhan lah yang menunggu waktunya kita (chronos), atau dengan kata lain Tuhan menunggu kematangan kita untuk memberikan kairos-Nya, yaitu kairos Tuhan masuk ke dalam chronos manusia. Jika kita menganggap kronos Tuhan itu sebagai suatu yang random, maka memang benarlah kita juga setuju bahwa Tuhan mencobai manusia. Sorry saya tidak setuju itu. Well… para pembaca silahlah untuk memikirkannya sebelum setuju atau tidak setuju dengan saya.

Minggu, 02 Juni 2013

Berjaga dan Berdoa

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah." Mark 14:38
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Mat 26:41

Minggu ini bukanlah minggu yang mudah untuk dilalui, rasanya seperti melalui bara api dengan kaki telanjang. Sebenarnya sudah bermula dari sabtu 18 Mei lalu. Kadang hanya bisa terdiam dan berusaha menerima keadaan saja.

Bulan Mei adalah bulan yang paling kutunggu kehadirannya untuk setiap tahun. Pada awal Mei, seperti biasanya setiap tahun, aku merayakan ultahku. Ya.. memang agak berlebihan, karena kami biasa merayakannya selama sebulan penuh. Budaya yang tidak biasa ini sudah dimulai dari kecil. Biasanya aku sering menyanyikan “lagu-lagu permintaan”, ini dan itu. Nenek selalu mengabulkan apa saja yang diinginkan, terutama soal makanan. Semua masakan kesukaan disediakan setiap hari, selama bulan Mei. Tetapi tahun ini, ultahku tidak dirayakan sama sekali. Hanya sms dari Bokap yang masuk, untuk mengucapkan selamat. Hah… terpaksa kuumumkan sendiri ultahku ke teman-teman di satu group bbm, agar aku bisa sekadar berbagi kesenangan. Tidak ada hadiah. Sebenarnya aku ga terlalu menggubris siapapun yang perlu mengingatku ataupun tidak mengingatku. Tetapi rasanya kali ini terlalu melankolis, dan ingin mengeksperesikan kesenangan saja.

Sabtu, 18 Mei 2013

Cerita Sedih

cerita pribadi

Sebenarnya hari ini adalah hari yang kutunggu. Bokap datang membawa salak, pesanan si jabang bayi. Apapun yang bokap minta juga gw sudah sediakan. So... pastinya aku sudah membayangkan hal-hal indah ketika bertemu dengannya. Cerita ini cerita itu... sedikit menyanyikan lagu permintaan.. haha... He still my father forever, and father is mean source, right? So... mengumandangkan "lagu-lagu favorite", ups... dengan bujukan-bujukan... Hah.. jika belum deng juga, maksudnya aye lagi membujuk bokap untuk mewujudkan keinginanku. Well... bukan uang, tetapi I need his help.

Tapi sayangnya... baru saja bertemu, kami mengalami sedikit masalah dengan parkiran... kemudian akhirnya bokap harus segera menghadiri meeting, yang mana inti dari kedatangannya. Dan akhirnya aku harus menunggunya. Sampai tertidur... bangun lagi... nonton.. belum juga kelar. Akhirnya... jam 6 baru beliau datang, dan kami pun mengobrol.

 Begitu masuk kamar, beliau membawa berita duka yang disampaikan dengan biasa saja... so, aku juga menanggapinya dengan biasa "hah..!". Padahal kaget banget, shock dan tidak sanggup berkata-kata. Pengennya diam saja, tetapi kondisinya adalah aku datang bertemu untuk ngobrol. So.... kesedihan apapun disimpan dulu. Rasanya tidak rela menghancurkan momen indah, walaupun terserang berita duka.

Berita dukanya adalah my old maid, ya... dia sudah kami anggap nenek sendiri, she is pass away. Rasanya seperti disamber geledek di tengah lapangan. Nenek ini lah yang merawat kami kakak beradek dari bayi hingga dewasa. Nenek sangat loyal, dia bekerja sudah hampir 50 tahun. Kami tidak pernah tau berapa umurnya, jika dikira-kira mungkin umurnya 70an. 

Tahun lalu adalah terakhir kali bertemu dengannya, dan hati ini berkata mungkinkah tahun depan dapat bertemu lagi? Dalam rasa gundah itu, paling ga dua minggu sekali aku menelponnya. Ya... dua minggu lalu terakhir aku ngobrol via telpon. Suaranya masih segar dan sehat. Aku pikir aman. Tetapi.... ternyata... ya perkiraanku tahun lalu benar. Dan aku sangat bersedih karenanya. Apalagi karena dalam 3 hari ini aku berusaha menelponnya tetapi tidak ada yang angkat telpon. Tapi seandainya pun ada yang angkat telpon, ternyata ia sudah tidak dapat berbicara, karena kira-kira seminggu atau dua minggu lalu ia jatuh di kamar mandi.

April lalu rasanya ingin pulang, kangen keluarga dan juga kangen masakannya. Tapi diundur hingga Agustus. Alasannya si jabang bayi belum cukup kuat untuk naik pesawat. 

Aku tidak tau harus berkata apa. Aku benci menyesal. Karena itu aku tidak menyesal. Semasa hidupnya aku sudah berusaha lakukan yang terbaik untuknya. Setiap kali pulang, kusempatkan untuk membeli oleh-oleh, ataupun setiap kali ada yang bisa dititipin. Sekarang ia tidak ada lagi..... hikss..

Semasa kecil, nenek yang menjaga, merawat kami. Memasak, mencuci baju, setrika, mendongeng, tak lupa juga omelan-omelannya. Sedari kecil, kami selalu menganggapnya nenek sendiri. Sehingga kami tidak boleh memarahinnya, tidak boleh meneriakin, tidak boleh berkata kasar, harus dengerin apa katanya dan harus sopan. 

Hal yang paling diingat dari semasa kecil... setiap lebaran ia pulang kampung, dan ia selalu menyelipkan beberapa puluh ribu di kantong kami untuk jajan. Padahal gajinya tidak besar. Ia mengambil gajinya pertahun. Ia benar-benar perhatian. 

Well... dari dirinya aku belajar mandiri, tidak pelit dan tidak sombong. Ya.. dari kecil itu yang selalu didengar dari omelannya. Selamat jalan nenek.. we love you always. Hikss....

Rabu, 10 April 2013

Sesama Manusia

"Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN". Imamat 19:18

Ayat ini sangat mengagetkan saya. Betapa tidak, hanya karena sepenggal kata "sebangsamu", bisa membuat kita terlihat kristen atau hanya pengikut kristen. Dan kata ini benar-benar aneh, ya... mungkin hanya menurut saya. Ketika saya membaca ayat ini (bukan untuk yang pertama kali), namun mataku hanya tertuju pada "sebangsamu". So... berarti kita mengasihi hanya untuk teman-teman sebangsa kita saja kah? Benarkah ayat ini benar-benar tertulis dalam kitab Taurat?

Beberapa waktu aku hanya bisa diam dan merenungkan ayat ini. Bukan saja karena makna sebenarnya dari ayat ini tetapi juga seperti senggolan keras di masa pergumulan yang kami hadapi beberapa waktu ini. Pikiran ini sudah nyeracau kemana-mana, dan tak sanggup unutk melawan, hanya bisa diam. Dan terbukalah pengertian-pengertian yang tidak pernah aku sadari sebelumnya. Amazing!

Kata "sebangsa" di sini menunjukkan satu bangsa, yaitu Israel pada masa itu,.Tetapi seiring berjalannya waktu, "sebangsa" bisa saja merujuk ke "bangsa yang lebih spesifik". Seperti halnya Israel pada zamannya Rehobeam pernah terpecah menjadi Israel, yang dipimpin oleh Yerobeam, sang pemberontak, dan Yehuda yang dipimpin oleh Rehobeam. Yehuda hanya terdiri dari suku Yehuda dan suku Benyamin, sedangkan yang dimaksud Israel di sini adalah 10 suku sisanya. Kemudian Raja Omri, Raja Israel membeli suatu gunung yang kemudian ia namakan Samaria, sesuai dengan nama penjualnya, Semer (1 Raj 16:24). Kemudian dalam tahun kesembilan zaman Hosea, raja Asyur merebut Samaria (sepuluh suku) dan membawa mereka ke pembuangan (2 Raj 17:6). Dalam masa pembuangan mereka kawin campur dengan bangasa Asyur. Bukan hanya itu tetapi mereka menyembah berhala juga. (Itulah sebabnya orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria, karena mereka dari benih yang tidak kudus. Orang Samaria, bagi orang Yahudi adalah orang yang benar-benar najis).

Kata "sebangsa" itu semakin ke sini semakin meluas hingga kepada pengertian "sesuku".  Dapatkah kita bayangkan jika kita hanya mengasihi orang-orang sesuku saja? Tentu tidak mengherankan jika praktik nepotisme sangat didukung. Tidak mengherankan, ketika aku berjalan-jalan melewati daerah yang kering di negeri ini tetapi pembangunannya sangat maju, dipelosok pun rumah gedong, jalan aspal. Ketika kumelintasi daerah hijau, mempunyai penghasilan alam yang melimpah ruah tetapi pembangunannya terkebelakang, jalan berlobang, tidak ada rumah gedong di pelosok, apalagi jalan aspal. Sangat ironis.

Kata "sebangsa" itu pun merasuk kemana-mana, rasanya tidak menjadi tuan di negeri sendiri. Dan sayangnya, gereja juga menjadi sasaran empuk nepotisme. Kata "sebangsa" ini sering didengungkan walau tak langsung. Perbedaan warna kulit, dialek, logat. Bagi yang tidak "sebangsa" sebaiknya disingkirkan dengan dalil attitude kurang lah, tidak pas lah, apalah.. apalah... Ya tergantung siapa yang di atas. Padahal Tuhan menciptakan keunikan agar sesama manusia dapat bekerjasama.

Apakah ini artinya "sebangsa"?

Dalam Lukas 10:25-37, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Aneh banget kenapa seorang ahli Taurat bertanya bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Bukankah tujuan hidup mereka hanya untuk hari kebangkitan, yaitu untuk memperoleh hidup yang kekal? Kemudian Yesus menjawab dia dengan tepat, "apa yang tertulis dalam kitab Taurat". Jawaban Yesus tidak seperti kita pada umumnya jika ditanya pertanyaan yang sama. Yesus hanya mengingatkan kembali pengertiannya tentang hidup yang kekal. Yesus tidak narsis dan berkata "Akulah jalannya".

Dan orang itu menjawab di ayat 25 "Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.". Ayat ini juga dicatat oleh Matius 22:37-39; Markus 12:29-30, yang sepertinya sealur. Seharusnya Lukas mencatatnya di Lukas 20, tetapi Lukas menyusunnya dalam Lukas 10:25 tepat di dalam kisah "Orang Samaria yang baik hati".

Pertanyaan ahli Taurat berikutnya membuat cerita ini menjadi klimaks  di ayat 29 "Dan siapakah sesamaku manusia?". Awalnya aku pikir ini pertanyaan bodoh. Tetapi...mari kita lihat. Orang Yahudi suka bersoal-jawab di pasar, di tempat-tempat pertemuan mereka lainnya. Untuk 'mencari pengikut' mereka harus menaklukkan. Caranya adalah mereka akan menyuruh murid mereka ke guru 'yang akan ditaklukkan'. Jika orang yang mendapat pertanyaan tidak dapat menjawab, maka orang itu sudah ditaklukkan dan orang yang ditaklukkan harus melakukan semua prinsip-prinsip yang menaklukkan. Itulah sebabnya banyak dari kaum-kaum Yahudia yang berlomba untuk memberi pertanyaan kepada Yesus. Mereka ingin membuat Yesus tampak bodoh, sehingga mau menjadi pengikut prinsip mereka. Hingga ahli Taurat ini melontarkan pertanyaan yang sepertinya tidak penting ini.

Atas pertanyaan ahli Taurat ini, Yesus mengkisahkan seorang Yeriko yang baru turun dari Yerusalem, which is dari Bait Suci. Seperti halnya kita sekarang, baru pulang gereja. Kemudian ia dirampok habis-habisan, dan dipukul. Kurang lebih kondisinya tidak dapat berjalan, lebam sana sini, sehingga benar-benar membutuhkan pertolongan. Tidak lama imam yang baru berkotbah lewat, orang Lewi yan baru saja melayani dia di gereja lewat juga, tetapi mereka hanya lewat tanpa menolong. Kemudian orang Samaria, which is yang sebenarnya musuh, najis, justru orang Samaria itu yang menolong orang yang baru pulang gereja itu. Orang Samaria itu membalut lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan anggur dan minyak. (anggur, minyak dan gandum adalah 3 hal penting yang sering disebut-sebut dalam kitab nabi-nabi kecil). Bukan hanya itu, orang Samaria itu juga menitipkan orang ini ke penginapan agar dirawat.

Yesus bertanya kepada ahli Taurat itu, "siapa sesama manusia dari orang yang kerampokan itu?". Pastilah jawabnya orang Samaria yang baik hati itu. So... dari sini kita dapat melihat bahwa siapakah sesama manusia itu, apakah orang yang "sebangsa" dengan kita? Ternyata Imamat 19:18 itu dialamatkan kepada orang Israel agar tidak bergaul dengan para penyembah berhala, sehingga dapat membela teman-teman sebangsanya.

Di zaman sekarang, siapakah sesama manusia itu?


Selasa, 12 Maret 2013

Perspektif Hidup: Meminta dan Perubahan Pikiran

cerita pribadi...

Ntah judul itu pas atau ga ya. Tulisan ini hanyalah beberapa perspektif tentang how life works. Kata gampangnya... mau cerita-cerita aje. Memang zaman ini semakin banyak orang-orang yang suka curhat di social media. Sepertinya tidak ada lagi orang yang mau bertatap muka untuk diajak bicara. Manusia semakin suka bicara melalui perantara. Kadang-kadang waktu kita butuh bicara dengan seorang teman baik kita, ehh.. yang jawab sekertarisnya. Dan anehnya sekertaris si "A" dengan sekertaris si "B" dst, sama. Mereka mempunyai sekertaris yang sama, yang bernama Veronika. Ada juga pasangan yang berpacaran yang lebih nyambung bicara melalui jaringan provider daripada berhadapan muka. Tapi percayalah dear readers, tulisan ini bukan curhat. Tulisan ini bertujuan menjadi batu peringatan, versi mudahnya: supaya gw ga lupa.


Aku berpikir keras mencari tau mengapa Tuhan begitu memperhatikanku, dan aku hanya menemukan jawaban bahwa "naturnya Tuhan adalah baik, tidak ada kandungan kejahatan sedikitpun di dalam-Nya". Jawaban ini sama sekali tidak memuaskan karena tidak spesifik. Semakin aku mencari, semakin aku menemukan jawaban "kasih karunia". Berarti bukan karena apa yang aku lakukan tetapi karena Dia yang mau memberikan apapun yang aku mau.



Jumat, 15 Februari 2013

About Dream About Life

cerita pribadi aja

Kami punya cerita yang wow beberapa hari ini. Dan yang pasti juga pasti ada juga ttg dream. Ya.. mimpi ketika tidur malam, bukan mimpi yang berarti harapan hati. keinginan hati. Walaupun pagi ini kami mendengar 2 berita yang buruk, tetapi sukacita yang besar itu dapat mengcover 2 berita yang tidak menyenangkan itu.

Sebelumnya... saya akan menceritakan ttg jawaban my last dream yg sdh saya tulis di blog sebelumnya. Saya tidak bisa menceritakannya detail karena ya menyangkut privasi bbrp org. Mungkin jika orang yang bersangkutan membaca ini akan segara mengetahui apa yang saya maksud.

Tadi malam dalam suatu meeting congregation, I relized something about my dream. God show me something that relate to my dream. Terutama ketika mendengar ayat ini dibacakan "Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian," Amsal 4:1. Walaupun sebelum this meeting saya sdh tau sdkt maksd mimpi itu, namun ketika mendengar ayat ini semakin jelas apa maksudnya.

Minggu, 03 Februari 2013

Mimpi, Apakah Berarti Petunjuk?

(hanya cerita pribadi yang ga terlalu penting)

Sabtu menjelang pagi 020213, aku ga terlalu tau jam berapa, yang jelas kami pulang nyape rumah sudah jam 12an malam, aku bermimpi lagi. Hati senang bukan karena dapat kulkas, tapi karena memutuskan untuk tetap bersukacita sepanjang hari itu. Banyak sekali peristiwa di hari jumat yang menjengkelkan. Mulai dari murid-murid yang datang terlambat, dan murid yang janji datang tetapi tidak datang. aku paling tidak suka orang yang suka berbohong dan orang yang tidak tepat waktu. Tepat waktu dan tepat janji dapat dilatih mulai dari anak-anak.


Seperti muridku V, laki-laki kelas 3 SD, ia tau bangaimana harus menepati janji. Dan M, anak laki-laki Sanguin kelas 6 SD yang baik hati, ia bisa tidak berbohong. Kenyataannya kita semua seharusnya bisa belajar menghargai waktu dan untuk menjaga hati kita. Baiknya kita tidak merusak hati kita dengan kata kotor, janji palsu, hal-hal lainnya. Aniway... sukacita adalah keputusan kita bukan situasi kita.

Cerita Tentang One of My Student

Suatu hari one of my student tell her secret. Just a little secret she said. Dia menceritakan kalau susternya, her nanny, punya pacar 3 orang, di tiga tempat yang berbeda. Gadis cantik ini menceritakan dengan tepat dimana saja 3 pria itu tinggal. Dan mengagetkan saya, ia sangat bangga menceritakannya. Dan dalam kebanggaan itu seperti ada sense bahwa ia ingin seperti her nanny when she grow up later. Aneh.

Tentu saja aku harus memutar otak untuk menjawabnya. Aku tidak tau bagaimana tepatnya untuk menghandle anak, tetapi aku berusaha menasehatinya.
Aku katakan kepadanya, "Menurut kamu, apakah kamu senang kalau kamu punya papa baru, atau mama baru di rumah?"
Dia menggeleng, "it's bad".
Dan aku menjawabnya "off course, when family have a new mom or new dad, kids must be broken. Pacaran tujuannya untuk menikah. Kalau mama punya 3 papa, gimana jadinya? Kalau nanti dia punya anak, apa anaknya ga sakit hati? it's bad, right? So... you can tell to your nanny, ga baik punya pacar banyak".

Rabu, 30 Januari 2013

Orang Tua dan Anak

Kemarin aku belajar banyak tentang parenting. Bukan mendengar seminar tetapi melalui pengalaman, ngobrol dan mengolahnya dalam pikiran. Topik parenting ini masih asing bagiku karena kami belum punya anak. Tetapi sejak SMU aku suka mengajar, dan kebanyakan objeknya adalah anak-anak, jadi pengalaman untuk mengajar anak-anak sudah ada walau tidak banyak. Aku hanya suka mengajar. Dengan mengajar anak-anak tidak berarti aku suka anak-anak. Sebenarnya aku lebih suka ngajar orang dewasa, hanya saja aku suka tantangan untuk mengajar anak-anak. Rasanya sulit untuk menghandle mereka. Mereka membuat keributan, pemberontakan dan hanya sedikit dari mereka yang cooperative.

Aku sering mendengarkan curhatannya mereka. Mereka adalah anak SD kelas 2-6. Topik utamanya adalah bahwa mereka STRESS. Sekolah bukan tempat menyenangkan bagi mereka. Setiap hari mereka kekurangan jatah untuk bermain. Setiap hari hanya dijajali dengan pelajaran-pelajaran sekolah. Pulang sekolah rata-rata jam 1.30 pm, tetapi langsung ada remedial sampai jam 3 pm. Setelah itu mereka diwajibkan untuk ikut les bimbel/ math sampai 4.30 pm, setelah itu harus ikut les mandarin atau robotic or what else. Aktivitas itu berlangsung dari senin sd jumat. Ada juga anak yang hari sabtunya masih les cooking, music, dll. Itulah sebabnya mereka jadi kurang konsen di kelas dan cenderung untuk berlari-lari di kelas, memberontak dan membuat keributan.

Jumat, 25 Januari 2013

Tuhan Menjawab Doa

Masih segar di ingatanku perkataan ini "Orang kristen itu sudah sepantasnya diberkati". I like it. Karena kasih karunia Tuhan melalui Tuhan Yesus Kristus, kita bisa meminta apa saja. Bukan hanya apa yang kita butuhkan tetapi apa saja. Tentu saja termasuk keinginan-keinginan kita.

Jumat lalu my Dad was coming to town. Biasanya aku sangat excited mendengar berita kedatangannya. Tetapi Rabu lalu, tidak begitunya, karena cuaca buruk dan ditambah dengan banjir juga. Biasanya beliau cepet bete jika terjebak macet. Dan I just affraid He cannot enjoy his coming to this city. Apalagi hari Kamis lalu, dari pagi (bahkan dari Rabu) sudah hujan besar. Hujan berhenti, hujan berhenti. Di tv juga sudah diberitakan sana-sini sudah banjir. Rasanya Jakarta sudah dikepung banjir. Aku membujuk my Dad untuk tidak usah datang. Tetapi di sisi lain aku juga merasa bagaimana jika beliau jadi berpikir klo aku tidak menginginkan kedatangannya. So... aku putuskan untuk tidak memaksa. Let's God will be done. Upss... aku lebih suka mengatakan Let's God's favor be done.

Senin, 21 Januari 2013

Sabar

Malam terasa begitu panjang, ketika mendengar teriakan anak-anak, merasakan penderitaan mereka korban banjir. Di posko peduli banjir ini, sudah pukul 2.50 WIB, para voluntir sudah kelelahan, sementara para pengungsi masih belum bisa tidur. Ya.. Pantas saja, karena mereka memikirkan bagaimana nasib rumah mereka yang mereka tinggalkan sekarang. Seorang bapak akhirnya terlelap juga di sebelah anaknya yang sedari tadi rewel, tidak betah. Sementara seorang bocah lain nangis berteriak, ntah karena sakit atau apa.
Aku hanya memperhatikan prilaku orang2 sekelilingku, sejauh mata memandang. Ruangan ini begitu besar untuk menampung 200 orang, seorang bocah saja menangis, menggaung kemana-mana. Tiba-tiba terdengar lagi deru hujan deras. Biasanya hujan terdengar syahdu di tengah malam, tapi kali ini ia datang seperti monster yang mengerikan. Beberapa orang terlihat terbangun dan mengeluh "ah.. Hujan lagi".
Di tengah kegundahan orang-orang, dan tentu saja karena aku blum bisa memejamkan mata, seperti biasa... Aku mencari sesuat untuk diutak-atik. Biasanya sih klo ga main game ya baca 'mysword'. Sayangnya provider lagi ngambek online, akibatnya aku ga bisa main game online.

Kesibukan lain masih bs dicoba... Yukk maree baca alkitab saja. Klo kata orang baca alkitab bikin tidur makin pulas, klo gw justru bikin mata makin melek. Ntah kenapa mata ini nyangkut ini ayat ini...
"sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar" (2 Timotius 2:24).
Kata "sabar" di sini memakai kata Yunani "anexikakos", artinya "sabar", atau "bearing evil calmly", atau "forbearing". Thayer mendefenisikannya sebagai "patient of ills and wrongs, forebearing" = "sabar terhadap sesuatu yang buruk atau salah, menahan diri".

Posko Peduli Banjir PLUIT 2013

Banjir yg menimpa Jakarta sungguh melumpuhkan kehidupan beberapa daerah. Contohnya saja Pluit, banyak rumah penduduk yang terendam sampai ke atap. Apa daya, banjir kali ini tidak pandang bulu, perumahan mewah pun habis dilahapnya. Masih teringat jelas ketika hari Rabu sore, murid-murid les dijemput sebelum waktunya. Hujan yang deras itu seakan menghabiskan stok. Akh.. Seperti sale awal tahun saja. Para orangtua kuatir, anak-anak mereka harus segera pulang sebelum akses yg menuju rumah mereka terendam banjir.

Hari Kamis pun masih melanjutkan "sale" hujan besar-besaran. Di rumahku sudah terdengar deru hujan mulai dari pukul 1 pagi Kamis dini hari. Suara geledek pun tak mau kalah, menggelegar sampai rumah pun bergetar.

Kamis pagi kami keluar rumah dengan mengendarai motor, dengan perlengkapan jas hujan lengkap. Payung juga tidak lupa dibawa. Rumah kami tidak banjir, tetapi akses menuju rumah banjir hampir 1 meter. Naik motor adalah solusi untuk mengurangi resiko, daripada naik mobil tidak bisa pulang. Aktivitas harian harus tetap berjalan walau hujan.

Senin, 14 Januari 2013

Mimpi dan Masa Depan part 2

cerita pribadi..

Minggu lalu, sepertinya mimpi tentang pergi ke LN itu datang lagi. Ga terlalu ingat mimpinya sih karena waktu bangun, langsung tidur lagi. Mimpi itu klo ga diingat lagi dalam 8 menit waktu kita bangun, akan hilang.   Hal yang aku ingat dari mimpi itu adalah gw megang 3 mata uang asing. Ga terlalu banyak sih. Aku menggendong tas ransel. Bokap gw ngasih 2 jenis mata uang asing, ga tau mata uang apa itu. Ga liat, langsung masukin tas. Aku hanya liat di tas ada berserakan uang dolar, ga liat juga dolar mana..haha. Dan aku bilang, "aku udah ada uang", dengan gaya songong nolak getoh. Ya.. gw ga mudah untuk terima duit gitu aja. Sampe kebawa ke mimpi. Tapi aku terima juga, untuk menghargai si pemberi, ya bokap gw. Dan mimpi singkat itu berakhir.

Gw sih ga terlalu mau inget2 lagi, tapi klo sudah seminggu bisa diinget lagi, artinya itu penting, dan perlu untuk ditandai. Seperti cerita batu peringatan. Makanya ini gw tulis. Pembaca silahkan menilai sendiri. Tujuan saya hanya ingin berbagi, dan sekiranya ada yang mau menegur gw, memberi penilaian, silahkan email ke jut_ibanez@yahoo.com.

Tahun ini gw akan lebih banyak cerita tentang pengalaman pribadi, silahkan cari di label "activity". Tahun-tahun lalu aku ga terlalu suka cerita tentang pribadi gw. Artinya untuk menuliskan cerita pribadi ini perlu effort dan pertimbangan bagi gw.  Gw sering bingung klo dapet mimpi kayak gini, mungkin ada temen2 lain juga yang bingung kayak gw. Mungkin cerita-cerita singkat ini bisa membantu temen2 :). Dan harapan gw, kita bisa semakin mengenal Tuhan lagi, mengenal suaraNya, membedakan pertimbangan hati kita atau suara Tuhan. Yuk kita sama-sama belajar mengenal Tuhan.

Iman dan Pengharapan (cerita pribadi)

cerita pribadi ajah...

Hari minggu, 1 minggu lalu kami ke gereja dan mendengar kotbah. Pesan kotbah yang dibawa pulang adalah tentang iman dan pengharapan. Ya memang judulnya bukan tentang iman dan pengharapan, tetapi ada bagian kotbah yang menjelaskan tentang iman dan pengharapan. Sayang sekali catatan kotbah belum sempat di-save, bb sudah mati. Seperti biasa mencatat kotbah paling praktis adalah di bb. Klo nulis di buku biasanya ga tau akan berakhir dimana tuh buku. Well... memang lebih portable nulis soft, tapi ya resikonya bisa hilang sebelum disave. Bayangkan saja tulisan-tulisanku yang ditulis secara soft aja bisa ga terkumpul, apalagi nulis di atas kertas. Blog ada beberapa, file-file juga ntah ada di kompi mana aja. hihi.. jadi curhat.

Senang rasanya jika mendengar kotbah yang pernah aku pelajari sebelumnya. Jadi kan bisa cek ricek apa yang aku pelajari bener atau ga. Dan hal paling penting adalah bisa belajar lagi, membuat lebih tajam lagi dan pastinya dapat insight baru lagi. Pokoknya.. apapun yang kita pelajari dari FT harus dapat dipraktekkan. Ini dia ceritanya....

Senin, 31 Desember 2012

Mimpi dan Masa Depan

hanya cerita pribadi...

Ntah masih malam atau sudah pagi, mimpi itu aneh sekali.... Tapi tidurku sangat nyenyak sampai sulit membedakan apa sudah pagi atau masih malam. Liburan ini sangat nikmat rasanya. Sebagai keluarga kecil yang baru, kami tidak begitu disibukkan dengan aktivitas Natal pada umumnya. Ya... Natal seperti tidak lewat di depan rumah, tetapi aku pribadi merasakan natal yang begitu nyata. Berbagi kado ke anak-anak, sangat menyenangkan rasanya.

Di awal Desember 2012 ini, aku begitu sibuk mencari kado ke sana ke sini. Hmm... tapi aku hanya bisa membayangkan kado buat anak laki-laki, sulit bagiku untuk mencari kado untuk anak perempuan. Mencari kado untuk anak laki-laki rasanya lebih mudah. Haha... mungkin ini kebiasaan karena tahun-tahun sebelumnya aku terbiasa mencari kado untuk kedua sepupuku yang masih kecil. Tapi sekarang mereka sudah besar, sudah tidak menerima kado robot, mobilan ataupun sejenisnya. Walau demikian, aku senang mendapat objek pengganti mereka. Aku dan murid-muridku. Rasa senang sekali mencari kado untuk anak-anak kecil itu. Seperti kata pepatah...
“The best way to cheer yourself up is to cheer somebody else up.” - Mark Twain
I just feel happy, fun when I can share something to others, especially kids. Hmm... aku merasa bahagia ketika melihat mereka senang. Just it.

Kamis, 13 Desember 2012

GARAM DUNIA vs JANGAN JADI GARAM


ditulis 19 Mei 2012

Pernyataan yang sangat membingungkan. Tuhan Yesus mengharapkan murid-murid dapat menjadi garam dunia, tetapi sangat ironi dengan kisah yang terjadi di Perjanjian Lama, cerita istri Lot yang menjadi tiang garam. So… kita berada di tengah-tengah kebingungan, mana yang harus diikuti. Akh… mungkin saya saja yang bingung. Saya menjadi bertanya-tanya apakah Yesus tidak tau kisah tentang istri Lot? Upss… apakah pikiranku ini durhaka, bukankah Dia Tuhan yang tau semuanya? Sebelum Abraham ada Ia sudah ada. Sebentar.. jika dilihat dari sisi manusiawinya Yesus (karena Yesus adalah sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah), Ia juga mengikuti pelajaran-pelajaran wajib orang Yahudi, pastinya Ia melewati masa-masa Ia harus mengikuti rabi-rabi Yahudi, menghafal Torah, Kitab Para Nabi dan Khetuvim.
Rasanya menarik juga untuk mempelajari tentang garam. Sebelumnya saya pernah menulis tentang “garam dunia dan terang dunia” (dapat dicari di http://motivationarea.blogspot.com/2011/01/garam-dan-terang-dunia.html), tetapi kali ini saya mendapatkan sisi yang berbeda, ada hal yang menarik di sini. Mari kita perhatikan:

Jumat, 02 November 2012

Kehilangan Rasa.. Diinjak-injak

"Kamu adalah garam dunia" Mat 5:13

Setelah mengatakan ini, Yesus melanjutkan dengan "Kamu adalah terang dunia". Apakah ini redundansi? Atau merupakah penegasan? Pada umumnya ketika mendengar kotbah ini sepertinya sama saja, intinya kita harus menjadi influencer. Ada baiknya kita melihat tempatnya.
Seperti yg sudah pernah dibicarakan, kata 'dunia' pada 'garam dunia' di sini berbeda dengan kata 'dunia' pada 'terang dunia'. Kata 'dunia' pada 'garam dunia' (ge), yg berarti dunia dimana kita berpijak, misalnya lingkungan kerja/ sekolah kita, rumah tangga/ keluarga ataupun dimana saja kita beraktifitas sehari-hari. Berbeda dengan kata 'dunia' pada 'terang dunia' (kosmos), yang berarti dunia universe/ alam semesta, atau tatanan/ sistem dunia ini.

Pada artikel ini hanya akan dibicarakan tentang 'garam dunia'. Inti perbedaan yang jelas nyata antara garam dunia dan terang dunia adalah garam itu dirasakan sedangkan terang itu harus dapat dilihat dari jauh. Terang yang terlalu dekat juga tidak dapat dilihat, paling tidak harus ada jarak pandang tertentu untuk dapat melihat terang. Penggaraman itu selalu menghasilkan garam, air dan residu. Garam itu bersifat korosif dan purity/ memurnikan sehingga akan memisahkan garam/ persenyawaan dari kotoran residu.

Jumat, 26 Oktober 2012

Apakah Tuhan Pernah Iseng?

Judul ini berawal dari pertanyaan seorang teman dalam komsel. Pertanyaan-pertanyaannya membuat kami memikirkan alkitab, mengingat-ingat ayat-ayat. Pertanyaannya begini...

"Apakah Tuhan iseng telah menempatkan iblis dan pohon pengetahuan di dalam taman untuk menguji manusia? Apakah Tuhan tidak tau manusia bakal jatuh dalam dosa. Mengapa pohon itu harus ada di tengah taman, jika tidak ada pohon kan tidak ada dosa?"

Ntah bagaimana harus menjawab ini. Ide pertama yg muncul adalah karena free will yg Tuhan berikan. Jika saya punya anak, saya akan lebih senang jika anak saya mengatakan "I love you" tanpa harus dipaksakan. Kehendak bebas diberikan Tuhan untuk benar-benar mengetahui orang yang mengasihiNya.
Masih banyak ide-ide terlontar untuk memecahkan bersama pertanyaan ini. Rasanya senang dapat berdiskusi bersama. Padahal di awal kami berniat untuk membicarakan hal yang ringan saja. Apakah ini akan menjadi merupakan bahasan serius yang paling ringan? Ga taulah...

Senin, 13 Agustus 2012

Janda Sarfat dan Elia


1Raj 17:1-24


"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 


Tuhan menyuruh Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat. Janda ini pun tidak tau bahwa ia diberi tugas oleh Tuhan untuk memberi makan Elia.

Kata Elia:

 "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." 

 "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 

Selasa, 31 Juli 2012

Beralih Fokus

Maka wanita itu meninggalkan tempayannya di situ lalu lari ke kota dan berkata kepada orang-orang di sana,   "Mari lihat orang yang memberitahukan kepada saya segala sesuatu yang pernah saya lakukan. Mungkinkah Ia itu Raja Penyelamat?"  Maka orang-orang itu pun meninggalkan kota lalu pergi kepada Yesus. 
Yoh 4:28-30

Perempuan ini datang ke tempat itu untuk mengambil air. Kemungkinan ia datang dari tempat yang jauh, mungkin dari kota. Ia ada di situ sekitar jam 12 siang. Jika tempatnya dekat, ia takkan berada di situ jam 12 siang, karena sudah pasti terik matahari membuat orang berpikir lebih baik mengambil air lebih pagi lagi. Tetapi ia di situ sekitar jam 12 siang sedang menimba dan di situ ia bertemu dengan Yesus. 

Perempuan ini bukanlah perempuan baik pada umumnya, karena Yesus membuka rahasianya akan 5 suami yang sebenarnya bukan suaminya. Walaupun demikian ia tau akan hal-hal yang agamawi, ia tau tentang nabi yang akan datang. Mungkin ia tadinya adalah seorang yang setia beribadah menurut agamanya dan terpaksa terseret masalah asusila karena desakan ekonomi. 

Kamis, 28 Juni 2012

Sejak Kapan Orang Kristen "Dilarang Nonton Bioskop!"

Ada beberapa gereja yang melarang anggota gerejanya terutama anak mudanya untuk pergi nonton di bioskop. Bagi mereka, bioskop adalah tempat yang kurang pantas bagi pengikut Yesus. Mungkin seperti tempat yang berbau 'maksiat'. Ya... mungkin ada beberapa cowok-cowok yang mengambil kesempatan untuk mulai 'menjamah' dan berbuat kurang sopan di tempat yang gelap dan tidak diketahui orang lain. Tetapi pemikiran ini sebaiknya jangan dipupuk. Lebih baik memberikan nasehat kepada para anak muda baik cowok maupun cewek untuk mempertebal iman mereka kepada Tuhan. Semakin dikultuskan semakin perbuatan yang kurang sopan itu semakin menjadi. Pencegahan adalah lebih baik daripada mengatakan hal yang belum tentu benar adanya.

Sejarah membuktikan bahwa pernah ada peraturan "dilarang nonton teater". Walaupun secara zaman sekarang teater dan bioskop berbeda namun masih di dalam satu kategori yang sama. Schnabel dalam bukunya "Paulus Sang Misionaris" yang diterbitkan oleh Penerbit ANDI, 2010: 260, mengatakan bahwa

Rabu, 27 Juni 2012

Memberitakan Injil

* Tulisan ini hanya membahas tentang istilah Injil saja.Tulisan ini juga merupakan kutipan dari beberapa penulis seperti Schnabel, Horsley, Dickson, dll.

Kata bahasa Inggris untuk gospel (Injil) berasal dari godspel, yang berarti "kabar baik", diterjemahkan dari frase Latin bona adnuntiatiatio atau bonus nuntius. Kata Yunani yang digunakan dalam Perjanjian Baru adalah euangelion, yang merupakan kata sifat yang digunakan sebagai substantif, yang diturunkan dari euangelos, artinya 'utusan', dalam bahasa Yunani Kuno 'yang diutus'. Kata ini digunakan untuk seorang utusan dari medan perang ke kota asalnya yang membawa kabar kemenangan (G.Friedrich, TDNT, 2:710). Kata euangelion digunakan 56 kali oleh Paulus, yang berarti "kabar" atau "berita" (yang baisa baik). Kata kerja euangelizomai sering kali muncul dalam surat-surat yang menjelaskan komunikasi yang mendatangkan sukacita: orang yang menerima kabar baik tentang kelahiran seorang anak atau hari pernikahan yang mendekat, tetapi juga kabar menyedihkan tentang kematian seseorang.


Senin, 11 Juni 2012

Suara Hati

Suatu hari, ketika saya hanya di rumah saja dan mengerjakan pekjerjaan saya dari rumah. Sebangun tidur, saat-saat begini -- hanya mengerjakan pekerjaan dari rumah, saya biasanya langsung membuka laptop dan mulai belajar, kemudian berpikir dan mengetik. Jadi, karena sudah fokus kepada pekerjaan, biasanya saya menunda mandi hingga minimal satu pekerjaan selesai.

Tiba-tiba ada perasaan yang tidak biasa. akhh.. ga taulah apa ini terbersit dalam pikiran atau perasaan -- tapi suara itu jelas "pergilah mandi karena sebentar lagi air akan mati". Well... aku pikir ini hanya hati nurani yang tidak dapat dipercaya. Aku memang ingin mengikuti kata hati nurani itu, tapi kakiku tertahan di bawah meja dan masih asyik untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang kukerjakan. Tetapi suara itu tetap 'mengganggu' sampai akhirnya kutinggalkan pekerjaanku yang tanggung itu dan segera ke kamar mandi dan mandi. Dan.. aku mandi sampai titik air penghabisan. Artinya... setelah aku mandi, air benar-benar mati. x_x.

Kamis, 24 Mei 2012

Room for You


"In my Father's house are many mansions: if it were not so, I would have told you. I go to prepare a place for you". Jn 14:2


Jesus told it before He depart for heaven. So happy to hear someone has prepared a room for us. But in fact, we more often got cantrary to that condition. Even the closest represent "no room for you", so what should we do?

"because there was no room for them in the inn" Luk 2:7

Rabu, 02 Mei 2012

Yesus sebagai Mesias


1.      . Pendahuluan

Mesias, “khristos”, atau Kristus artinya “Yang Diurapi”.

“Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."  Yoh 1:41

Mesias adalah gelar tertinggi dari tokoh penting yang dinantikan oleh bangsa Yahudi. Luk 3:15 mengatakan orang-orang yang menantikan Mesias itu bertanya-tanya apakah Yohanes Pembaptis itu adalah Mesias?

Gereja Kristen mula-mula melekatkan gelar ini kepada Yesus, sehingga orang-orang percaya pada waktu itu disebut orang Kristen, karena mereka adalah pengikut Kristus. Orang Yahudi keberatan untuk menyebutkan orang-orang percaya sebagai pengikut Mesias, karena orang-orang Yahudi menganggap bahwa orang-orang lain (jemaat Kristen pada waktu itu) tidak mempunyai hak untuk melekatkan gelar Mesias kepada Yesus. Orang Yahudi tidak menerima kalau Yesus disebut Mesias, sehingga sebutan Mesias untuk Yesus itu mereka anggap sebagai ejekan, begitu juga dengan sebutan ‘orang Kristen’ atau ‘pengikut Kristus’.

Kepercayaan Musa


  
Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Yoh 5:46

Pertanyaannya adalah apa yang dipercayai Musa? Siapakah TUHAN menurut Musa?

Kita dapat melihat Siapakah TUHAN menurut Musa, yaitu ketika TUHAN memperkenalkan Diri-Nya kepada Musa.

Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Kel 3:6

Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"  Kel 3:13

Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." Kel 3:14

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Kel 2:15

Di bawah Pohon Ara: percaya kepada Yesus Sang Mesias


 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya (pisteueis)? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari  pada itu." Yoh 1:50

Injil Yohanes ini ditulis oleh Yohanes anak Zebedeus dan Salome, saudara dari Yakobus. Injil Yohanes mencatat bagian-bagian lain yang tidak tercatat dalam kitab-kitab injil sinoptik lainnya. Hal yang perlu kita ketahui dari inti Injil ini adalah injil Yohanes memperlihatkan, membuat orang percaya dan menyakinkan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, yang merupakan satu-satunya jalan menuju kepada keselamatan.  Inti dari itu semua, kita mencuplik bagian kata kerjanya saja, yaitu “percaya” (piseuo = aku percaya). Di dalam Injil Yohanes terdapat 90 kali kata “percaya”. Dan sama sekali tidak mencantumkan bentuk kata bendanya. Iman adalah bentuk kata bendanya. Dalam bahasa Yunani, kata kerja dasar tidak dapat berdiri sendiri, harus disertai dengan subjeknya. Dari sini saja kita sudah dapat insight bahwa iman (pisteuis)/ kepercayaan tidak ada artinya jika tidak dikerjakan/ diaktifkan. Artinya harus ada subjek yang mengerjakan “percaya” sehingga  kata itu bisa membentuk pisteuo (aku percaya), pisteuomen (kami percaya), pisteueis (kamu percaya), dsb.

Kamis, 12 April 2012

Day 40

Selama 40 hari sesudah  kebangkitan-Nya Yesus menampakkan diri kepada lebih dari 500 orang, kemudian naik ke sorga sambil memerintahkan mereka untuk menunggu Rog Kudus dicurahkan. Petrus dengan cepat  mengajak membuang undi untuk memilih murid pengganti.

Bacaan hari ini adalah Mark 16:15-; Yoh 21; Mat 28:16-20; Luk 24:50-53.

-000- 

15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Mark 16:15-20; 

Rabu, 11 April 2012

Day 39

5 April 33 M: Pada saat matahari terbit, wanita-wanita menemukan bahwa kubur telah kosong. Malaikat-malaikat memberitakan bahwa Yesus telah bangkit. Ia menampakkan diri kepada wanita-wanita, dan beberapa kali kepada murid-murid-Nya yang bersembunyi karena merasa takut pada penguasa.

Terjemahan harfiah dari Mat 28:1 adalah "After the sabbaths, at the drawing on toward one of the sabbaths" - Greek Nestle Translation. "Sesudah sabat, menjelang sabat yang lain". Bentuk jamak yang kedua untuk sabat adalah kebiasaan berbicara yang sering digunakan, tetapi bentuk jamak yang pertama memang menyatakan bahwa ada lebih dari satu sabat. Faktanya, memang ada tiga sabat yang terjadi bersamaan pada tahun itu, yaitu Perayaan Roti Tak Beragi pada hari Jumat, sabat mingguan yang jatuh pada hari sabtu, dan perayaan Buah Sulung pada hari Minggu (Im 23:10-14) sewaktu hasil panen pertama dilambai-lambaikan di depan Bait Suci untuk mengucap syukur atas panen. Yesus adalah buah sulung dari kebangkitan kita yang telah dijanjikan (1Kor 15:20, 23). Orang Yahudi salah menempatkan perayaan Buah Sulung pada tanggal 16 Nisan. 

Bacaan hari ini adalah Mat 28:1-15; Yoh 20; Mark 16:1-14; Luk 24:1-49.

-000- 

Day 38

Pada siang hari, Yesus disalib. terjadi kegelapan sampai jam 3 sore (Amos 8:9-10). Kemudian Ia mati (*1). Anak domba disembelih pada waktu senja Kel 12:6). Malam itu telah memasuki tanggal 15 Nisan. Tubuh Yesus dimakamkan. (*2). Tulang-tulang Domba Paskah tidak boleh dipatahkan (Kel 12:46; Bil 9:12). Mzm 34:20 terpenuhi dengan diabaikannya ketentuan untuk mematahkan tulang kaki.

(*1) Yesus Anak Domba Allah, disalibkan pada tanggal 14 Nisan sebagaimana domba harus disembelih dalam Kel 12:6. Pada saat penyaliban (Mark 15:25), pagi hari jam 9 ketika Ia disalibkan, kelihatannya bertentangan dengan Injil-Injil yang lain. Yoh 19:14-16 mengatakan "kira-kira jam dua belas (siang)". Mat 27:45 mengatakan bahwa setelah berbicara tentang Yesus yang ada di atas salib: Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Luk 23:44 juga sangat mirip. Markus kemungkinan tidak memberikan perhitungan waktu berdasarkan hari melainkan memmaparkan periode waktu mulai dari sidah oleh Gubernur sampai Yesus diserahkan untuk disalib. Pemaparan Markus tentang waktu kegelapan sama dengan yagn lain-lainnya.

Senin, 09 April 2012

Day 37

Kamis pagi, merupakan hari persiapan Paskah (Yoh 19:14), Yesus disidang di hadapan Pilatus, kemudian dihadapan Herodes, dan kemudian kembali ke Pilatus. Kerumunan orang banyak yang dihasut oleh Imam Besar menuntut kematian Yesus. Yesus disesah kemudian dijatuhi hukuman salib.

Bacaan hari ini adalah Luk 23:1-32; Mark 15:1-23; Mat 27:1-34; Yoh 18:28-40; Yoh 19:1-17.

-000-


1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. 2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja." 3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." 4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini." 5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."
6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. 7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

Kamis, 05 April 2012

Day 36


Bacaan hari ini Luk 22:39-71; Yoh 18:1-27.

 -000-

39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. 40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." 41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: 42 Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. 43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Rabu, 04 April 2012

Day 35

Yesus bergumul di Getsemani, ditangkap oleh pasukan pengawal Bait Allah dengan beberapa prajurit Romawi dan dibawa ke hadapan Imam Besar semalam-malaman dengan berbagai kebingungan. Saat itu tanggal 14 Nisan. Petrus menyangkal Yesus. Yesus mengakui bahwa Dialah Kristus. Ia diperlakukan dengan kejam.

Bacaan hari ini adalah Mark 14:26-72; Mat 26:30-75; Luk 22:39-71; Yoh 18:1-27.

-000-


26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. 28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea." 29 Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak." 30 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." 31 Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua yang lainpun berkata demikian juga.

Selasa, 03 April 2012

Day 34


Yesus mengajar tentang berada ‘di dalam Aku’, tentang Roh Kudus tentang damai yang Ia berikan, tentang menghasilkan buah, tentang kebencian dunia terhadap diri- Nya, dan tentang kedatangan-Nya kembali. Di Getsemani , Yesus berdoa secara mendalam tentang masa depan.
Bacaan hari ini adalah Yoh 14; Yoh 15; Yoh 16; Yoh 17.

-000-

1 Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." 5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" 6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.