Hanya pikiran spontan... hanya belajar...
Tampilkan postingan dengan label Activity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Activity. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juni 2014

Apakah ini Pesan Tuhan?

Pagi ini saya terbangun dengan "membawa" ayat Alkitab menempel di kepala saya. walaupun masih mengantuk, buru-buru saya lihat ke hp saya, karena di situ ada Alkitab elektroniknya, dan melihat apa bunyinya.

Awalnya saya pikir, "akh paling juga ayat supaya saya pribadi tidak kuatir", karena saya memang mengenal perikop itu, tidak asing bagi saya. (ayat 5 nya sangat populer) Tapi setelah saya baca, sepertinya ini bukan hanya buat saya saja. Sejujurnya, saya belum tau apa maksudnya. Tuhan ga pake prolog ataupun penjelasan. Dan saya juga ga tau apakah ini benar pesan Tuhan atau sekadar lewat dari alam bawah sadar saya.

Saya ga mau melemparkan ayat ini ke fb, atau twitter ataupun instagram ataupun path, karena sekarang ini banyak sekali black campaign yang menjelekkan kubu lawan. Ya... maklum lah sudah dekat pemilu capres dan cawapres.

Saya tidak tau politik dan tidak berniat terjun ke politik ataupun ikut2 campur mengompori orang2 untuk memilih apa yang jadi pilihan saya nantinya. Saya melihat akhir2 ini orang kristen pake-pake ayat untuk kemenangan partai yang dia dukung. Apalagi klo sampai dia menjelekkan kubu lawannya, sungguh disayangkan, seharusnya itu tidak menjadi sikap kristen sesungguhnya.

Ini ayat yan saya dapatkan Maz 37:14. saya tidak akan menambahi apa-apa. Saya juga tidak biasa dengan random verse, tetapi apapun yang saya dapat dari mimpi ataupun "sepertinya ini suara Tuhan" tetap saya perhatikan, pelajari dan jaga baik. Mari kita lihat juga ayat sebelum dan sesudahnya.


Psa 37:12  Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya terhadap dia; 
Psa 37:13  Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat. 
Psa 37:14  Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur; 
Psa 37:15  tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan.

Well... saya tidak bermaksud untuk menghubung-hubungkan dengan situasi sekarang ini, tetapi FT selalu baik bagi kita.Tetapi "kuatir" adalah kondisi umum bangsa kita waktu-waktu ini. Percaya kepada Tuhan yang selalu memberikan kita perlindungan. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga lidah kita, prilaku kita, status sosial media kita, agar kita berkenan kepada Tuhan sehingga Tuhan selalu menolong kita. Ga perlu menjelekkan orang lain agar kita menang, hanya jaga perilaku kita jujur di hadapan Tuhan.

Senin, 05 Mei 2014

Pertolongan Tuhan Sungguh Nyata

* Ini hanyalah cerita hidup gw. Semoga memberkati pembaca.

Beberapa hari ini, dan juga jika mau lihat jauh ke belakang, Tuhan sangat menolong kami berdua dalam rumah tangga kami. Hal ini memang sudah berjalan 6 bulanan namun betapa bodohnya kami, karena kami baru bisa menyadari hal ini beberapa hari ini. Cerita ini akan saya mulai dengan kejadian yang terjadi dalam sepuluh hari.

Sebagai latar belakang cerita ini, kami di-hire oleh salah satu lembaga kristen untuk membantu mempromote salah satu terjemahan baru Alkitab dalam bahasa Indonesia. So... caranya adalah dengan siaran di radio. Kami menjalaninya atas dasar kami mengasihi Tuhan dan ingin turut dalam pekerjaan Tuhan. Secara finance sebenarnya tidaklah besar, dan kami tidak fokus kepada duit. Kami memang butuh uang tetapi uang bukanlah satu-satunya yang dapat memuaskan jiwa.

Hari sabtu yang lalu, di salah satu gedung bilangan jalan besar jakarta diadakan seminar. Seorang pembicara yang luar biasa datang, dan kami tidak mau ketinggalan untuk mengikuti seminar tersebut. Saya sebagai manusia yang kurang gape berbahasa inggris masih tertolong oleh penterjemah yang membantu menterjemahan sehingga saya bisa mengerti apa isinya. Tetapi pada hari seninnya, ga da penterjemah. Itu adalah momen yang paling nyiksa dalam hidup gw. Gw tuh sudah lama ga dengerin orang bule membawakan kuliah so... sangat sulit bagi saya untuk menangkap kata demi katanya. Teman-teman lain yang jago berbahasa Inggris aje pada ga ngerti apa isi seminarnya, apalagi gw yg ga terlalu mengerti bahasa Inggris. Well memang saya merekam tetapi belum sempat mendengarkannya lagi. Ada beberapa hal yang dapat saya tangkap dan ternyata hal itu menjadi perdebatan di antara beberapa teman. Inti yang mau saya ceritakan sebenarnya bukan isi seminarnya, ya walaupun nanti di akhir tulisan ini saya berharap dapat menuliskannya.

Hari sabtu itu, rasanya gw sedih karena melihat hp kesayangan gw pecah. Dan gw ga tau pecahnya kpan. Karena ga pernah jatuh dalam waktu dekat sebelumnya. jadi aneh aja koq bisa tiba2 pecah. Apakah ada iblis yang memecahkannya, no... bukan itu maksud saya. Secara gw memang mau mengganti hp ini, karena sudah penuh secara memori internal. Software Alkitab aja ga bs ditambah lagi. Tapi sayang aja. Secara ekonomis belum layak diganti. Karena dah niat ganti makanya budget juga sudah tersedia. Namun belakangan ini, dua bulan terakhir ini, kami harus lebih banyak mengunjungi rumah sakit, dan dua minggu sekali harus ke lab. Biayanya begitu menguras dompet dan kesabaran. haha. Jutjut pasti ada seminggu. Sementara saat ini... ya begitulah. Akhh... kami hanya berusaha untuk tidak memikirkannya. Okey... so saya berpikir untuk mengalokasikan budget beli hp baru untuk biaya RS. Namun secara hati nurani, sepertinya ga bisa, karena saya seperti sudah berkomitmen bahwa uang yang ini harus dilokasikan untuk beli hp. Tapi untuk beli hp baru dalam kondisi gini juga ga layak. Akh sudahlah... hp hanya pecah layarnya maih bisa digunakan, hanya saja gambarnya tidak begitu jelas. haha.

Hari minggunya, keesokan harinya... sepulang gereja, kami mencari makan siang di luar kompleks gereja. Kami mencari bakmi di daerah cikini, karena perubahan-perubahan di tubuh ini minta makan bakmi sehari sekali... haha. So... sepulang dari makan bakmi, eh... kami diserempet oleh bus pariwisata yang membawa mahasiswa. Dan si penyerempet dan kepala rombongan mahasiswa itu justru menyalahkan kami. Rasanya pengen marah dan melanjutkan pada jalur hukum. Namun saya berpikir, si sopir aja ga tau klo dia salah, dan serombongan masiswa yang ga memakai logikanya juga menyalahkan kami. so... ngapain harus bertegang leher dengan orang bodoh, nanti tambah bodoh. So kami released aja mereka, dan kami harus menanggung kerusakan mobil kami. Which is pintu mobil di sebelah kanan tidak dapat dibuka. If you there dan pake logika, tidak mungkin kami yang salah, karena kami jalan di jalur kami. Tetapi klo orang2 yang hanya mikirin diri sendiri pastilah nyalahin kami. Beberapa orang teman yang tau cerita ini ikut merasa panas pengen nonjok. Ya... secara manusia juga kami pengen nonjok. sempat dalam pikiran gw, klo aja ini adalah daerah dimana saya dibesarkan, pastilah si sopir dan ketua rombongan mahasiswa itu tidak tidur di rumah malam itu. Tapi saya berusaha meredam emosi saya dan menenangkan my spouse. Intinya gini, ini hanyalah kejadian yang "noel sedikit", ga da artinya jika dibandingkan dengan apa yang akan kami sampaikan pada siaran minggu malam. Waduh.. ini seperti pesan paskah ya, "pederitaan yang kamu alami ga sebanding dengan kemuliaan yang akan datang". Sungguh menyakitkan... hikss. Rasa panas dan kesal itu hilang di bawa tidur siang waktu kami kembali ke rumah. So... klo dipikir-pikir lagi, gimana jadinya klo saat itu maksa diri bahwa kami yang benar, dan mereka yang salah, trus pukul-pukulan, telepon temen untuk bantuin, deuuhh... pastinya sampe hari ini rasa kesal itu masih ada. Kebenaran itu walaupun tak terlihat bukan berarti ga ada. Yesus aja ga mempertahankan kebenaran, sampe Dia mati karena dianggap salah. Emas walaupun ga kelihatan, ga berubah jadi batu. Kebenaran akan tetap benar, dan kebenaran tidak butuh pembelaan. apakah kami berasal dari dunia ini sehingga kamu minta pembelaan dari dunia ini?

*jiahhh... gw seperti orang berhikmat ya... hahha. Gitu deh klo kita kena masalah. Klo ga nambah bijak ya nambah bego. Tinggal pilih aja teman.

Hari seninnya... kami ikut seminar. Dan gw merasa jadi bego banget. "Ya Tuhan kiranya minta perpanjangan waktu supaya gw bisa belajar bahasa inggris lagi". Tuhan mengirim beberapa ekspat ke komsel kami, dan sudah setahun lebih, gw baru bisa dengerin mereka aja belum bisa nyela pembicaraan mereka. Hikss... sedih banget. Apa gw harus tinggal di LN ya setahun gtu. Sedih banget.. hiiikkss.

Hari selasa... gw memutuskan untuk  melirik isi rekening gw, ternyata isinya... masih cukup untuk berpartisipasi dalam persembahan khusus yang diadakan gereja. Okelah saya langsung transfer sebelum waktunya selesai. Ya... tertinggal sedikit saja untuk beli pulsa. Memang kami tidak bisa beri banyak, sperti teman-teman yang lain. Tapi kami punya iman bahwa Tuhan bakal terus memelihara hidup kami. Memang ada beberapa orang yang bilang ke kami "kalau kalian butuh apa-apa bilang aja ke saya", justru orang-orang seperti itu akan kami hindari. Biasanya itu ga betul. Nah... setelah kami menunaikan persembahan khusus kami di siang hari, tentu saja saya berdoa dulu, ehh... ga nyangka ada orang yang mau membayarkan biaya mobil kami. Puji Tuhan. Sampe sekarang mobil belum dibawa ke bengkel karena masih dibutuhkan. klo ke bengkel harus nginep paling ga seminggu.

Hidup berjalan seperti biasa.... tetep ke lab, ke RS, seek doctors. Hari minggu... kami pergi siaran lagi. Dan sepulang dari siaran, ban mobil dikempesin orang. Padahal di gedung itu ada satpam 2 orang. Ckckk. Kami harus melalui tol, jadi kebiasaan mengecek ban mobil sebelum berangkat itu sangat membantu. sehingga kami langsung ke pom bensin yang ada tambah anginnya.

Well... walaupun kita berbuat baik, tetap aja kita disalahkan, atau ada hal yang bisa membuat kita celaka. So kita harus berhati-hati. Memang benar kebenaran akan menang, tapi ga sekarang. nanti.

Tuhan menolong kami dengan dasyat. Thanks God. Makasih juga buat orang-orang yang berkomitmen mendoakan kami

Jumat, 25 April 2014

Lagi Pengen Nulis Aja

Beberapa hari ini sebenarnya pengen sekali bisa membaca buku atau research tentang sesuatu, namun apa daya tubuh ga sanggup. Sesi hidup kali ini bener-bener jadi orang pemalas sejagat raya. Ga bisa berbuat banyak hal, kebanyakan bed rest. Akibatnya diriku hanya mampu menjadi pengamat kehidupan saja. 

Sepotongan lagu Mandarin mengatakan "hidup ini adalah sekolah tanpa dinding". Ya... jika kita mau lebih memperhatikan detail kehidupan maka kita akan menjadi bijak. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa seorang pembicara hebat bisa terlihat sangat hebat ketika ia meluangkan waktu untuk duduk dan berpikir, sehingga ia menciptakan kata-kata yang indah. Coba perhatikan saja, kadang kala saat seorang pembicara atau motivator atau preacher berbicara kadang kala mereka hanya memberitahukan kita informasi yang umum, yang sudah pernah kita tau. Namun ia terlihat hebat dan wow ketika ia menyampaikan pesannya. Dan kita akan mendapatkan informasi yang baru dari indormasi yang umum yang ia sampaikan kalau kita mau memperhatikan dengan jeli dan detail, pasti kita akan mendapat sesuatu yang baru. Katakanlah sebuah kotbah "5 roti 2 ikan", hal itu bukan hal baru, sudah kita dengar ratusan kali. Tetapi ntah kenapa ketika saya mau belajar, duduk diam dan tidak membiarkan pikiran ini berkomentar, saya mendapatkan jauh lebih banyak dari apa yang sudah pernah saya tau. Misalnya kita bisa belajar bagaimana cara menyampaikannya supaya keren, oh no.... bukan sekadar keren tetapi supaya nyampe ke tujuan. Kita bisa aja ngoceh tentang "5 roti 2 ikan" namun jemaat pulang dengan kosong, ga bawa apa-apa. See... Kadang kala juga melalui pembicara/ pengkotbah itu Tuhan membuka wawasan kita lebih besar lagi, sehingga ada memori-memori pikiran yang muncul yang tentu saja berhubungan dengan kotbah tersebut. Begitulah orang Yahudi belajar. Intinya perhatikanlah orang yang berbicara.

Saya kadang suka kesal kepada orang yang nanya ga serius. Mengapa membuang waktu untuk bertanya, jika tidak mau mendengarkan jawabannya? Hal ini seringkali terjadi di komsel. Saat komsel kita kedatangan teman baru, agar kita terlihat orang yang care, peduli,  ramah, maka kita pun mulai bertanya tentang kehidupan teman baru tersebut. Tanpa sadar, kita ga peduli dengan jawabannya, hanya mengangguk-angguk saja. Hal ini juga bukan untuk orang baru di komsel aja, tapi ketika seseorang bertanya kepada orang yang ga terlalu ia suka, dalam hati sebenarnya ia bilang "errgg.. kenapa dia datang". Come on, klo ga mau denger jawaban seseorang mendingan jangan bertanya. Orang pendiam itu bukan berarti dia merasa kesepian klo ga ditanyain, tetapi dia juga ingin privasi untuk diam aja, karena ia tidak terlalu nyaman berbicara. 

Mari kita renungkan ini, kita ingin sekali menjadi garam dan terang dunia, namun kita ga mampu untuk menjadi jawaban kepada orang-orang yang datang kepada kita. aneh kan. Batalkan saja niatmu.

Seorang yang mau jadi garam dunia, sadar ga sadar harus menjadi leader bagi orang lain. Gampangnya gini... Misalnya aja, Saudara mempunyai seorang karyawan yang ketahuan mencuri. Jika Saudara adalah leader, bukan hanya bos, pastinya saudara tidak memecatnya, tetapi menasehatinya sehingga ia tidak mencuri lagi. Ia tidak hanya tidak mencuri tetapi ia mampu menasehati temannya yang lain agar tidak mencuri. Saat karyawan tersebut bisa menasehati temennya itu, ia sedang menjalankan fungsinya sebagai garam, tetapi di saat yang bersamaan, Saudara sedang menjalankan fungsi sebagai terang. Bayangkan jika karyawan tersebut Saudara pecat begitu aja, maka dosanya tetap dan ia tidak berubah, dan Saudara tidak menjadi pengaruh apapun untuk orang lain. Okelah ini contoh bagi orang yang punya karyawan. Contoh lain. Dari kisah nyata. Saya mengenal seseorang, ia mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat, passion dan tujuan hidup yang jelas. Ya tentu saja setiap orang kristen ingin menjadi garam dan terang dunia. Katakan saja nama teman saya ini adalah Mas Ari. Mas Ari sedang masuk ke ruang tunggu keberangkatan pesawat. Ia melihat seorang bapak yang merokok di tempat umum. Ia menegur bapak ini "Pak, tidak baik Bapak merokok di sini, lihat di sebelah Bapak ada bayi, ada orang tua yang turut menghirup asap rokok Bapak. Di sebelah sana ada ruang khusus merokok. Terima kasih Pak". Nah... saat Mas Ari menegur orang yang merokok, ia menjalankan fungsinya sebagai garam dunia. Saat orang itu mau mendengar perkataan Mas Ari dan menegur temannya yang lain yang merokok dalam ruangan itu, atau orang lain yang melihat perbuatan Mas Ari itu mematikan rokoknya, maka perokok pertama sedang menjalankan fungsi sebagai garam, dan Mas Ari sudah menjadi terang dunia. 

Sebenarnya dalam kehidupan kita bisa menjadi lebih bijak ketika kita bisa menjadi jawaban atas orang lain. Respon kita terhadap sekeliling kita bisa membuat tujuan kita tercapai. Mungkin kita ga bisa menjadi spiderman yang menolong kota, tetapi kita bisa menjadi diri kita sendiri dan mulai memperhatikan detail-detail kehidupan. Jawab pertanyaan dengan jawaban yang tepat bukan dengan emosi dan mengambil keuntungan. Seperti halnya beberapa waktu ini kita dikejutkan dengan berita dari sekolah internasional. Coba pikirkan dengan jeli apa masalah yang sebenarnya di sini? Menurut pendapat saya, masalah sebenarnya adalah outsourcing. Kalau saja pihak sekolah tidak mengambil tenaga outsource, tetapi melatih karyawannya sedemikian menurut visi misinya, maka kemungkinan peristiwa ini terjadi akan menurun. Kemungkinan bisa terjadi masalah ini tanpa outsource juga ada, tetapi pastinya perbandingan lebih kecil dibandingkan dengan outsource tersebut. Kita malas untuk melatih orang lain sehingga percaya aja sama pihak ketiga. Sekarang ini hal yang disoroti adalah hal ijin, dlsb hanya karena sekolah internasional. Saya tidak bermaksud untuk membela sekolah internasional. Saya seorang guru, saya pernah mengajar anak-anak internasional, memang secara inteligen mereka pintar, bahasa Inggrisnya juga cas cis cus... mantap deh, tetapi secara moral, sopan santun beegghh... kacau balau. Bahkan mereka dengan santai untuk mengejek Indonesia, sama sekali tidak mempunyai nasionalisme. Jika kita hidup di Indonesia, masih makan dari Indonesia, mengapa harus mengejek Indonesia. Ini sama seperti pasukan doa para (katanya) hamba Tuhan, abis doa puasa, sambil makan buka puasa, mereka merendahkan Indonesia, sementara ketika mereka di dalam ruang doa nangis kenceng untuk keselamatan Indonesia. Hah...  tinggalkan saja niatmu!!

Contoh lain lagi perusahaan yang malas melatih karyawan bau kencur, sehingga harus hire karyawan yang sudah jadi dengan gaji rendah, atau hire dari perusahaan head hunter. Kita harus sadar bahwa kita punya visi sendiri, dan orang lain yang ada bersama kita tidak akan tau visi kita jika tidak ditraining. Masalah-masalah seperti ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal, tetapi ada yang peduli ada yang tidak. Saya kagum sama perusahaan-perusahaan yang mau menerima karyawan yang baru sama sekali, masih "bau kencur", "masih hijau", dan mereka melatih sedemikian sehingga orang tersebut dapat memenuhi tujuan perusahaan. Indonesia bisa berubah jika banyak dari pemimpin-pemimpin yang mau melatih juniornya.

Belakangan ini saya tidak banyak study bible, hanya membacanya saja.. Tetapi saya mengingat beberapa prinsip-prinsip FT dan membandingkannya dengan budaya. upss... maksudnya saya menemukan keganjilan dengan budaya dan melihat kepada FT. Seperti begini, saya dapat broadcast nasihat untuk suami istri dan keluarga. Kebetulan banget belum lama kami membahas tentang keluarga di radio. Bagian akhir broadcastnya kira-kira begini, "para istri/ suami... ingatlah bahwa rejeki suami/ istrimu adalah rejeki mertuamu", dimana cerita pendahulannya seorang ibu yang menghitung berapa biaya ASI yang sudah ia keluarkan, biaya susu, dlsb. Ini budaya umum yang terjadi di bangsa kita. Tetapi mari kita berefleksi sama FT apakah hal itu yang dikatakan oleh FT? Di bagian awal Alkitab, which is di kitab Kejadian 2:24 mengatakan bahwa "seorang laki-laki akan meninggalkan bapak ibunya dan bersatu dengan istrinya menjadi satu daging". Pengertian FT menjadi kabur karena kebanyakan orang lebih peduli kepada budaya daripada FT. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak bisa berbagi rejeki dengan orang tua. Bahkan Yesus sendiri menyindir orang Farisi, bahwa sorang Farisi lebih peduli membayar perpuluhan selasih daripada mengurus orang tuanya. Dan ayat inipun dianggap bahwa di zaman Perjanjian Baru tidak perlu membayar persepuluhan. Bukan itu maksudnya. Bukan juga berarti kita tidak bisa mengurus orang tua. Tetapi ketika kita dipersimpangan jalan, kita harus memilih siapa yang kita dahulukan istri/ suami atau orangtua/ mertua? Jelas berdasarkan Kej 2:24 ini, kita harus mendahulukan pasangan istri/ suami. Tetapi kita juga bisa mengurus ortu kita berdasarkan kesepakatan antara suami dan istri. Hati-hati dengan budaya. Budaya Indonesia baik, tetapi kita harus mengutamakan FT daripada budaya, right? Dan sebenarnya kita harus tau budaya tersebut datang darimana. Kita harus bijak berjalan di dunia ini.

Well... rasanya saya puas sudah bisa mengetikkan semua ini. hehehe.

Jumat, 11 April 2014

Hidup Gw

Senang bisa menulis lagi... Setelah sekian lama "mabok". I'm back! Sejak awal Maret banyak banget yang mengejutkan gw, apalagi pas masuk bulan April. Pas banget deh sama tema Paskah, "penderitaan". Bedanya sama gw, klo Paskah, kita dah tau awal cerita sampai akhirnya. Ya... tentang pengorbanan Yesus di kayu salib demi ngajak kita-kita yang percaya untuk nantinya ada bareng-bareng di sorga. Klo gw, krn suatu alasan, gw harus periksa darah, hal yang paling ga gw suka dan harus menerima kenyataan klo gw kelebihan hb. Emang sih, gw ga merasa hal ganjil apapun, hidup berjalan seperti biasanya, tapi... menurut dokter, hal itu bisa parah, karena bisa mengakibatkan  struk ataupun jantung koroner. Dokter bertanya "pasti kamu sering pusing", gw jawab "ngga", trus dokter blg "ooo... mungkin karena kamu sudah terbiasa", gw "ooo".  Dan tentu saja untuk jangka pendek ini, bisa mengakibatkan gw bisa kehilangan.... But I trust in Christ.

Aniway, jelas keadaan gw beda banget sama Paskah. Gw harus siaga iman, karena belum tau endingnya gmn. Gw ga blh kuatir, dan emang kenyataannya gw ga kuatir. Gw belajar dari anak-anak penderita hemofili, yang hidupnya sangat rentan, fragile baget deh, kapan aja mereka bisa kena resiko. Setiap kali mereka kejedot, jatuh ataupun kesenggol apapun mereka bisa yang langsung pendarahan. Setiap minggu mereka harus transfusi darah untuk menyambung hidup. But mereka survive, ga ngeluh.

Ketika harus berefleksi kepada Firman Tuhan, bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami tidak berbanding dengan kemuliaan yang akan kita terima. Tapi penderitaan-penderitaan yang dimaksud kan penderitaan karena Kristus yang ada di dalam kita, sehingga kita ditolak. Penderitaan yang dimaksud bukan penderitaan karena kesalahan yang kita buat. Kadang2 kita menjadi bau wangi untuk orang yang mau menerima kita ketika kita menceritakan tentang Kristus, atau kita bisa menjadi bau kematian bagi orang yang menolak kita.

Penderitaan gw juga bukan karena kesalahan gw sih... gw jaga kesehatan gw sedemikian, makan ga sembarangan, olah raga setiap hari, puasa paling ga sebulan sekali, bisa lebih #songong.

Yaampun beberapa hari ini panasnya minta ampun yaahhh.. pake AC juga ga berasa, apalagi yang hidup di jalanan yak. Udah akh curhatnya.

 I just want to say... God is good. Semua warning yang kita terima itu, in the end of the day pastilah untuk kebaikan kita. Namun kita harus bisa mengerti warning tersebut. Jika kita tidak mengenal si peberi warning, warningnya pun kita ga bisa kenali. Misalnya aja kita baca tweet dari BMG, akan terjadi tsunami, maka kita aware. Tapi klo kita baca tweet dari temen kita yang suka tipu2, ngejokes, bercanda, maka kita ga akan semudah itu percaya. So... kenalilah si peberi warning, maka kita akan mengerti isi warningnya.

Jumat, 04 April 2014

Memperhatikan Kehidupan


*artikel ini hanya kisah hidup gw beberapa hari ini (1703 - 2303)

Ga ada yang menarik sebenarnya kisah hidup gw beberapa hari ini, selain Tuhan memang tetap beserta dengan gw dan jagain hidup gw. Sudah sejak hari senin lalu gw sakit, tapi selasa malam gw mulai total ga bisa jalan. Masalahnya sepele sih... asam urat turunan itu kumat, semenatar gw ga boleh makan obat karena alasan yang lainnya. Gw dah setahun ini menjaga pola makan, menghindari makanan yang ga seharusnya gw makan. Sejak November 2012 gw ketahuan ada asam urat. Sebelumnya juga sudah ada tapi ga tau. Gw mulai memperhatikan "khoser", walaupun ga secara total. I meant, gw masih makan makhluk haram itu tapi sangat memperhatikan berapa banyak dan harus diseimbangkan dengan apa, dan gw juga rajin berolah raga degnan rutin. Setahun ini gw jaga makan, jaga badan, dengan alasan yg agak muluk "jaga kesehatan demi kemuliaan Tuhan". Klo temen bule gw bilang "for the Kingdom".

Intinya dalam seminggu ini, gw hanya bisa tiduran (krn duduk juga bikin kaki gw aduhai sakit nian), minum air putih minimal 3 liter sehari, nonton tv. Rada agak tersiksa, karena membaca buku juga ga bisa konsen. Okey... hidup gw seminggu ini ditemani oleh sosial media, tv, youtube, cemilan, air putih. Ga buka alkitab, ga ke gereja, ga kemana-mana. Gw memang bukan people oriented, tapi gw tersiksa kalau ga ketemu orang. Gw lebih suka dalam keramaian daripada harus ngendon sendiri di rumah... terus-terusan. Gw coba untuk berdamai dengan ego gw, karena sesi kayak gini bakal panjang. Gw coba berteman dengan orang-orang di sosial media. Gw gangguin status fb temen yang gw kenal deket ataupun yang hanya sekadar bereteman di fb. Haha. Akibatnya gw memperhatikan beberapa hal dari sikap orang, respon orang terhadap sesuatu ataupun mencoba merenungkan diri gw, keadaan gw, dan juga keadaan dunia. mantap ga sih... gw dah kayak politikus yang lagi nyaleg.

Gw punya banyak komentar tentang banyak hal dari kehidupan sekitar gw, termasuk di sosial media. Gw tiba-tiba punya ide ngawur waktu liat video "Brave Miss World".Gw sangat kagum dengan Miss world dari Israel yang berani mengakui "noda" yang pernah dialaminya. Bahkan pengakuannya itu membawa perubahan kepada banyak wanita lain yang mempunyai pengalaman yang serupa. Ide gw dari hasil perenungan ini, gw berpikir tentang caleg ataupun capres yang lagi kampanye, mereka melakukan "segala hal" agar mereka bisa diterima di masyarakat. Gw hanya mikir, bagaimana ia dapat menjanjikan dan menyelesaikan "segala hal" dalam kurun waktu 5 tahun. Ga mungkin lah. Gimana klo ambil 1-2 segmen aja. Seperti halnya miss world dari Israel ini, mengusung 1 tema, "pemerkosaan". Ceritanya kan dua minggu sebelum ia terpilih jadi miss world, ia mengalami pemerkosaan. Biasanya perempuan yang mengalami hal itu akan sangat minder. Dari tema besar tentang "wanita", ia hanya mengusung 1 tema saja. Dan apa yang ia suarakan berhasil mengubahkan banyak hidup perempuan yang pernah diperkosa untuk bangkit. Begitu juga dengan caleg, capres dalam parpol masing-masing yang sedang berkampanye, mendingan memberikan 1-2 visi yang jelas agar kita-kita nih bisa mantau. Klo mereka berjanji 1-2 hal aja, tapi kenyataannya dapat memberikan 10 hal, rakyat akan lebih senang, daripada janji 10, satupun janji tak terpenuhi. Tapi ini hanya opini gw.

Baru beberapa menit yang lalu saya juga berkomentar di atas status fb seorang teman, yang sebenarnya gw ga kenal, hanya berteman di fb.. haha. Dia bercerita panjang lebar tentang keresahannya terhadap gereja, kesatuan gereja, dll. Ya walaupun tidak seluruhnya saya setuju namun saya mendukungnya. Gw ga mau berkomentar banyak apalagi mematahkan semangatnya. Gw juga belajar menulis dulu dari keresehan gw terhadap gereja, prakteknya dan hal-hal lain yang rasanya ga sesuai. Gw mendukungnya hanya karena gw suka  caranya menyampaikan opininnya. Dalam beropini kita ga harus benar tetapi kita harus menyampaikan pikiran kita sejujurnya. Tentunya kita harus banyak belajar supaya opini kita ga cupu atau gampang dihajar orang lain.

sbnarnya msh byk yg mau gw ceritai, tapi apa daya... ga sanggup

Rabu, 19 Maret 2014

Mengasihi dan Tujuan

Mungkin ini bukan artikel yang fenomenal bagus, tapi gw berusaha untuk membuat tulisan ini seperti tulisan yang fenomenal. haha. *ngarep*. Ngga sih... ini hanya pemikiran gw selama beberapa hari terakhir ini. Gw hanya merenungkan suatu pemikiran yang agak "mengganggu". Dan karena pemikiran ini bertahan lebih dari dua minggu, dia layak untuk dituliskan. Mana tau ini beneran fenomenal. Kalau pembaca tidak setuju dengan saya, ya ga masalah, saya juga masih berhipotesa dan mencocokkannya dengan beberapa hal. Ingat apa yang pernah saya tuliskan tahun lalu, mengapa para pembicara internasional bisa terlihat sangat keren dengan pemikiran-pemikirannya? ya karena mereka punya waktu untuk duduk dan memikirkannya, berhipotesa, menguji hipotesanya, dan pada akhirnya mengambil kesimpulan. Walaupun sudah mengambil kesimpulan mereka tetap terbuka terhadap hipotesa itu.

Ini yang gw pikirkan, yaitu hubungan antara Cinta dan Tujuan. menurut gw, cinta tidak dapat dijadikan tujuan ataupun alasan untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini gw mau membandingkan dua hal:
1. Hubungan Tuhan dengan manusia.
2. Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan

Agak sulit untuk menjelaskan pemikiran ini karena gw belum jadi pembicara internasional. haha.

Pertama kali gw menyadari hal ini waktu gw memfasilatasi suatu kelas belajar alkitab. Gw memang bukan bagian grup Roma, tetapi gw hanya membantu mengarahkan group ini. Ketika membantu mereka, gw hanya cerita latar belakang dari awal penciptaan, sebenarnya gw pelajari ini ketika belajar Surat Efesus.
Dengan menciptakan polemik dalam group ini, Gw hanya bertanya, "napa sih Yesus mau turun ke dunia ini?".
Kemudian mereka menjawab "karena Yesus mengasihi dunia", "untuk menyelamatkan manusia dari dosa"
Gw jawab, "dunia identik dengan sesuatu yang jahat, berosa. Inget ga waktu Yesus disalib, bapa memalingkan muka sehingga Yesus berteriak "Bapa kenapa Engkau meninggalkan Aku?", dan juga Yesus bilang dalam kitab Yohanes, kalau Yesus tidak berdoa untuk dunia. Kata dunia di sini adalah 'kosmos' yang identik dengan dunia yang jahat".
Gara-gara gw memakai kata 'kosmos' membandingkannya dengan 'ge' secara luas tempat, gw pernah direject paling ga oleh 2 penterjemah alkitab... haha. Tapi itupun mereka tidak menolak secara total, karena biasanya kata 'kosmos' digunakan untuk menyatakan hal yang jahat, bukan dinyatakan secara luasnya tempat. Tapi menurut gw, pengetahuan itu berlapis dan terus berkembang, so... gw rasa gw bs bertanggung jawab atas pendapat gw itu.

Okey, mari kita melanjutkan cerita memfasilitasi group Roma di kelas belajar alkitab. Gw menceritakan latar belakang penciptaan dunia. Ini yang gw ceritakan:

Pertama: Hubungan Tuhan dengan manusia.
Kenapa Yesus turun ke dunia? apakah karena mengasihi dunia? Apakah Yesus mau turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa? Emangnya rencana penyelamatan itu adalah plan B-nya Tuhan? Kira-kira... apakah Lucifer tau rencana penciptaan dunia ketika ia masih di sorga? Mereka menjawab "tau". 
Ketika dunia diciptakan, jauh sebelum penciptaan, Allah Tri Tunggal sudah merencanakan penciptaan ini sebelum Ia menjadikan apapun. Yesus adalah Anak Tunggal-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Yesus ingin mempunyai banyak saudara. Allah Tri Tunggal pun menciptakan manusia. Ketika rencana itu dibicarakan, Lucifer pun mendengar rencana ini dan ingin menjadi pusat perhatian. Lucifer pun diusir dari sorga karena ia menjadi sombong. Ketika ia diusir dari sorga, maka ia pun mengacau proses penciptaan bumi (Kej 1:1). Sebelum hal itu terjadi pun, Allah Tri Tunggal sudah mengetahui hal ini, dan sudah menyiapkan Yesus sebagai korban tebusan untuk merebut manusia yang mau menginginkan Yesus, yang mau bersatu dengan Yesus. Karena Bapa sudah melihat gelagat Lucifer yang akan memberontak dan sudah menyiapkan apa yang harus dilakukan kalau Lucifer mengacau rencana Tuhan itu. Jadi tujuan utama Allah Tri Tunggal bukan lah untuk menebus manusia dari dosa. Kerena pada mulanya Allah Tri Tunggal merencanakan untuk menciptakan manusia yang amat sangat baik, sempurna adanya. So.. dosa tidak pernah direncanakan sejak awalnya. Tetapi sejak awal sudah direncanakan bagaimana menebus manusia yang jatuh dalam dosa.
Yesus ingin punya banyak saudara. Walaupun kenyataannya manusia itu fragile dan jatuh dalam dosa, Yesus rela untuk mengorbankan segalanya untuk memperoleh kembali manusia, agar Ia dapat berkumpul bersama banyak sodara di sorga. Dan Yesus rela berbagi warisanNya dengan manusia yang mau percaya kepadaNya dan mau bersatu dengan Dia. Dan Ia juga akan menjadi yang sulung diantara banyak saudara.
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Roma 8:17 (ITB)
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Roma 8:29 (ITB)
Surat Yohanes mencatat bahwa Allah itu kasih.So... Ia bukan saja mengasihi tetapi sebagai subjek, Ia adalah Pengasih. Jadi Ia dapat dikatakan Pengasih yang mengasihi. Ia ingin membagikan kasih-Nya kepada siapapun yang menginginkannya.

Mari kita telaah cerita di atas. Kita dapat menemukan bahwa alasan atau tujuan Yesus menyelamatkan manusia bukan hanya karena Dia adalah kasih sehingga Ia ingin membagikan kasih-Nya tetapi Ia didorong oleh tujuan utamanya adalah karena Ia ingin mengumpulkan banyak saudara untuk berkumpul dengan Dia di sorga. Sehingga walaupun manusia itu jatuh dalam dosa, Yesus rela untuk berkorban untuk menyelamatkan manusia itu. Syaratnya hanyalah mau percaya kepada Yesus.

Kedua: Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan
Jika kita mempelajari hubungan laki-laki dan perempuan dalam pernikahan, kitab Efesus menggambarkannya seperti hubungan Kristus dengan jemaat. Ada banyak hal yang dapat dipelajari di sini.Termasuk bagaimana Krisus meminang gereja, mengangkat cawan dengan darah-Nya sendiri (biasanya anggur), memandikan gereja, kemudian menyediakan tempat untuk gereja agar ketika Kristus datang kembali, Ia dapat menjemput sang mempelai wanita, gereja, untuk bersama-sama dengan Dia di sorga.Tetapi fokus yang mau saya angkat di sini adalah "Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan". Walaupun laki-laki itu disebutkan bahwa ia harus seperti Kristus, namun ia bukan Kristus, artinya ia bukan kasih. Laki-laki hanya bisa mencontoh Kristus untuk melakukan kasih, namun laki-laki bukan kasih itu sendiri. 
Jadi kita melihat di sini bahwa kasih adalah tools untuk melakukan tujuan. Kasih bukan tujuannya. Di dalam berumah tangga, tujuan pengantin untuk bersatu bukan untuk mengasihi. Tujuan utama laki-laki dan perempuan dipersatukan dalam rumah tangga adalah sebagai gambaran Kristus dan jemaat, umat Tuhan dapat melihat Kristus di dalam rumah tangga.
Jika tujuan berumah tangga adalah mengasihi atau memperoleh kasih, maka akan sangat mudah rumah tangga itu pecah, bercerai. Mari kita perhatikan alasan orang bercerai, artis ataupun orang biasa, baik di media televisi atau media lainnya, alasannya adalah "sudah tidak cinta ngapain dilanjutkan". Kalau kita dapat menyadari hal ini, kita ini walaupun kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, namun sekali lagi, kita bukan kasih, kapan saja persediaan kasih kita bisa habis. Kita sangat bergantung kepada sumber kasih, yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri, dan sekarang diwakilkan oleh Roh Kudus di bumi. Ketika kita terpisah dari sumber kasih itu maka persediaan kasih itu akan cenderung menurun dan habis. Apa yang dapat kita sombongkan dari tubuh fana ini. Kenyataannya kita tidak dapat terpisah dari Tuhan Yesus Kristus itu. Penterjemah TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia) dangat tepat menggunakan kata "bersatu dengan Kristus", ketika kita percaya kepada Kristus. Tentu saja proses "percaya" itu bersifat keep in goingkeep in believing. Ketika seseorang berhenti percaya maka Efesus 5: 32 mengatakan Roh Kudus akan berduka.
Jadi dari kedua contoh di atas kita dapat melihat bahwa "mengasihi" itu bukan "tujuan". "Mengasihi" itu adalah tools untuk mencapai tujuan. Seringkali kita senang dan bangga ketika kita baru akan menggapai toolsnya. Bahkan belum mencapai tujuan sama sekali. 

*artikel ini masih diuji. Saya merenungkan hal ini ketika membaca kitab Efesus, Yohanes dan Roma. I know who I am, jadi jika Saudara pembaca tidak setuju, saya tidak keberatan, jika Saudara ingin mengembangkannya juga silahkan. I don't mind. Artikel ini juga seharusnya sudah diluncurkan 2 hari lalu, but... saya mengalami sakit kaki yang membuat saya ga bisa jalan, sangat mengganggu, dan tidak boleh minum obat. Saya sangat berusaha untuk bisa duduk untuk menuliskan ini, semoga artikel ini tidak sia-sia ya. hehe.



Senin, 17 Maret 2014

Trip To Jogja

* Tulisan ini hanya berisi cerita hidup gw beberapa hari ini

Akhirnya Alkitab TSI PB lauching juga di Jogja. Kami diundang untuk turut menghadiri acara ini, padahal hanya untuk bicara selama 7 menit saja. Tetapi inti dari kehadiran kami adalah turut mendukung TSI dan turut mensupport Bapak penggagas terciptanya TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia). Dalam beberapa bulan ini, kami siaran di 100.6 Heartline FM (semoga kontrak semakin diperpanjang lagi) untuk memperkenalkan terjemahan TSI kepada masyarakat kristen. Kerinduan kami adalah agar orang kristen yang berbahasa Indonesia, yang ga terlalu paham bahasa Inggris, mempunyai terjemahan pembanding untuk memperkaya pengertiannya akan Alkitab. TSI adalah alkitab terjemahan dinamis yang berdasarkan makna. Jika dibandingkan dengan Terjemahan Baru, yaitu Alkitab yang kita pakai biasanya, TSI lebih ke arah terjemahan bebas tetapi tetap mempertahankan makna, sedangkan TB, merupakan terjemahan dinamis juga tetapi lebih ke arah harfiah. So... dengan melihat posisinya dalam aturan penterjemahan, bahasa yang digunakan TSI lebih kekinian daripada TB. Kehadiran TSI tidaklah menggantikan TB. TSI diharapkan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat karena bahasanya yang ringan dan mudah dicerna.

Di Jogja kami bertemu dengan teman-teman baru, mereka mendukung TSI juga. Mereka berasal dari PBT (Pioneer Bible Translator) Texas Amerika. Banyak hal unik yang bisa kami pelajari dari mereka. Kami juga dapat bertemu dengan seorang Jim Yost, dan beliau banyak berceria tentang pelayanan beliau.Memang tidak semua prinsip-prinsip yang dipaparkan oleh beliau dapat kami terima, tetapi ada banyak hal-hal menarik yang dapat dipelajari. Salah satu yang saya suka dari perkataan beliau "Jangan ajarkan jemaat tentang kebenaran, tetapi ajarkanlah mereka bagaimana cara mencari kebenaran". Prinsip ini mirip dengan prinsip "menggali harta karun" yang kami siarkan di radio.

Ketika berangkat ke Jogja, kami menggunakan jasa penerbangan yang cukup terkenal.... dengan delay. Saya suka untuk mencari pesawat yang paling pagi dengan alasan tidak mungkin mereka delay. Tetapi hari itu kami mengmbil jadwal yang 7.35, penerbangan kedua. Kami mengalami delay. Lumayan lama dan bosan menunggu sampai jam 10 baru berangkat. Untuk berangkat jam 7.35, kami sudah bangun jam 3 pagi, mandi, persiapan. Berhubung karena tol masih macet jam 5-6 pagi, kami naik taxi yang jam 4.30. Bisa bayangkan dong, tidur malam jam 12, karena masih ada kelas, dan harus bangun jam 3 pagi, lumayan terhuyung-huyung, ehh... sampe di sana didelay 2,5 jam. Sudah didelay, ehh... hanya dikasih kompensasi roti yang sudah keras dan tak termakan. Hati ini lumayan terusik dan kesal, tetapi berusaha untuk cool.

Tetapi ada suara di hati, "pasti ini untuk kebaikan". Ya sudah akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengeluh dan menikmati saja apa yang terjadi. kemudian saya mulai mengingat, apa ada berhubungan dengan doa gw ya. Ohya... sebelum berangkat saya berdoa agar Tuhan lindungi selamat sampai tujuan, pesawat ga goyang-goyang, maksudnya ga ada badai, ataupun turbulence. Well... rupany pesawat yang akan kami tumpangi lagi rusak secara teknis, so kami harus menunggu pesawat yang sudah berangkat ke Jogja tadi pagi untuk kembali ke Jakarta. Akibatnya kami dipindahkan ke pesawat yang lebih besar, dan perjalanan menyenangkan. Praise God. Ternyata doa yang sederhana ini didengarkan Tuhan. Namun ketika Tuhan menjawab doa kita, ya kita harus bersabar.

Begitu juga ketika Jogja-Jkt, mungkin karena gw terlalu recok minta doa yang serupa, akibatnya harus delay 1 jam juga, karena alasan cuaca. Hmmm... Tuhan perhatiin kita ya. So sebelum mengeluh coba ingat-ingat akan doa kita ataupun perkataan kita.

Saya teringat waktu gw berdoa pagi seminggu yang lalu...saya berdoa untuk banyak hal, tetapi tiba-tiba terinterupsi ketika mendoakan seseorang. Seseorang ini akan pergi untuk menjemput kekasih hatinya di negeri nan jauh, ga tau dimana. Orang-orang sekelilingnya pasti sangat kehilangan dia, mengingat prestasinya, dan apa yang dia buat sangatlah berarti. Saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa mendapatkan hal ini. Sejauh yang saya mengerti, kadang-kadang Tuhan hanya ingin memberitahu saja, tanpa kita harus berbuat apa-apa. Aniway, saya hanyalah manusia yang kurang rohani, mungkin saya bisa salah.

Saya bukan ahlinya untuk "doa", namun sudah selayaknya kita orang-orang yang percaya harus berdoa. Cara kita berkomunikasi dengan Tuhan pastilah tidaksama satu dengan yang lainnya. Tetapi Tuhan dapat mengerti kita sedemikian sehingga kita juga seharusnya dapat memahami bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Tapi seringkali kita gagal untuk memahami kehendak Tuhan. Ayo coba lagi, jangan menyerah.

Jika kita perhatikan betul-betul pola-pola doa kita, kita seringkali berdoa hanya untuk melegakan hati kita untuk mengambil keputusan. Jadi doa itu tidak bisa menjadi solusi hidup kita. Kenapa? karena jika kita menganggap doa adalah solusi hidup kita maka kita kebanyakan memaksakan kehendak kita, dan tidak mau untuk dewasa. Padahal kan kita sering mendengungkan untuk mengikuti kehendak Tuhan. Mari kita bangun konsep yang jelas, agar hidup kita ga oleng, ga mudah tertipu.

Saya sering bilang ke teman-teman bahwa "Tuhan ga punya fesbuk". Bukan berarti saya tidak percaya dengan kemahakuasaan Tuhan yang mengerti dan maha hadir. Tetapi mari kita perhatikan Firman Tuhan yang berkata kalau kamu berdoa masuk kamar dan kunci pintu, berbicaralah kepada BapaMu di tempat tersembunyi. Di bagian lain dari alkitab juga menjelaskan bahwa seorang Yahudi yang berdoa keras-keras di pinggir jalan supaya semua orang mendengar doanya dan mengetahui betapa religiusnya dia. Bukankah dengan menuliskan doamu di FB tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh orang Yahudi ini? Apakah dengan menuliskan doamu di FB membuat banyak orang diselamatkan? Well... saya tidak mengerti apa yang dilakukan orang kristen zaman ini. Tapi sudahlah mungkin saya tidak mengerti, tapi Tuhan mengerti. haha.

Ngomong-ngomong soal doa, walaupun saya mengatakan bahwa kebanyakan orang berdoa hanya untuk mengesahkan apa yang akan dilakukannya, namun ketika kita berdoa berarti kita datang ke hadirat Tuhan. Coba aja kita bayangkan, jika Tuhan ingin berkomunikasi atau ingin memberikan berkat atau ingin menceritakan rahasia-Nya kepada manusia, siapa yang mau dicari-Nya? apakah manusia yang sering datang ke hadirat-Nya atau Tuhan akan memilih secara random siapa yang akan diberkati-Nya. Pernyataan ini bukan juga berarti "banyak berdoa, banyak berkat".

Saudara.... kita harus mengerti kehendakTuhan. Bukan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Sulit memang untuk dapat mengerti pribadi yang bukan diri kita. Jika kita ingin menjadi partner Tuhan, seseorang yang bisa dititipin rahasia-Nya, atau diberitahukan hal-hal rohani, paling ga... kita harus dewasa secara rohani. Orang dewasa dapat mengerti pribadi lain yang bukan dirinya sendiri. Jangan tanya Tuhan "kenapa aku ga bisa denger suara Tuhan" jika masih merengek memaksakan kehendak kita ke Tuhan. Dalam hal ini saya juga ga berkata bahwa kita tidak dapat meminta keinginan-keinginan kita, tetapi kita harus mengerti pribadi Tuhan itu sendiri, kemauanNya apa, bagaimana pola Tuhan bekerja.

Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah dewasa rohani. Saya tidak banyak mengerti tentang berdoa, tapi saya hanya melakukannya saja. Saya sangat terkesan dengan doa seorang hamba Tuhan yang mendoakan kami "Tuhan mengurapi kalian.... dengan urapan ini kalian akan naik terus dan tidak turun, kalian akan menjadi pemenang". Tidak ingat perkataannya semua, tapi beliau juga mendoakan janin dalam kandungan, dari dalam rahim sudah mengenal Tuhan, bayi ini akan lahir sehat sempurna, pintar. Awesome. Ada bagian doa yang saya tidak pernah pikir sebelumnya.

Well... saya tidak merencanakan untuk nulis tentang doa. Sebenarnya saya hanya mau cerita-cerita saja.

Doa menjadi begitu penting, bukan hanya karena kita menyampaikan daftar keinginan kita tetapi dengan berdoa kita terkoneksi dengan Tuhan. Dengan kita terhubung dengan Tuhan, maka segala yang kita inginkan dan butuhkan tersinkron dengan sendirinya, asalkan daftar keinginan itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan.


Jumat, 07 Maret 2014

Cerita Kehidupan

*artikel ini hanya berisi cerita kehidupan beberapa hari ini.

Ntah mau mulai dari mana, tetapi cerita kehidupanku dalam minggu-minggu ini terasa sangat seru. Ada yang sangat menggembirakan, ada yang sangat sedih, ada yang perlu iman besar, ada juga nasehat dari teman. Beberapa hari ini kami menjadi sangat dibutuhkan hanya karena "cerita". Walaupun demikian, kami hanya menjalani hidup kami sebagaimana adanya. Menjadi seorang pelayan Kristus yang berusaha lebih baik hari demi hari. Ada yang berterima kasih dengan tulus, ada juga yang yahh... begitulah. Kami hanyalah orang biasa, yang punya rasa, dan juga harus menjaga rasa itu agar tidak menyakitkan orang lain.

Kami mendadak bingung ketika salah seorang komsel menelpon dan memberikan kabar yang tidak baik. Kami berusaha mensupport dia, syukurlah seluruh anggota komsel juga punya hati yang sama untuk teman yang sedang kemalangan ini. Jangankan dia yang sedang dalam masalah yang sebenarnya, kami yang mensupport juga merasakan ketar-ketir. Kami tidak sempat menceritakan kepada banyak orang, hanya urusan dalam negeri saja lah. Tapi Tuhan itu baik, menunjukkan arahan, memberikan kedamaian kepada kami sehingga kami mampu bertindak.Ia memberikan arahan seperti tiang api pada waktu malam dan tiang awan pada waktu siang, sehingga kami bisa bertindak. Kami pun tidak menyadari apa yang kami lakukan itu sebenarnya luar biasa. Kami hanya melakukan support kepada teman, anggota "keluarga kedua" kami. Kami tidak menyadari impact nya akan sangat besar.

Hal lainnya lagi, sudah sebulan ini kami menjalankan kelas study bible, dan kami juga terperangah akan hasil, feedback dari para peserta. Kami merasakan senang, bangga dan sukacita, ketika melihat banyak orang yang mau membaca alkitab mereka lagi. bukan sekadar membaca tetapi study, artinya mereka membacamya berulang kali sampai mereka bisa memahami isinya. Bukankah itu luar biasa? Kalau bukan karena Tuhan, bagaimana itu bisa terjadi?

Kemarin kami mengunjungi seorang teman, which is anggota komsel juga. Dan ia sangat terbuka untuk bercerita banyak hal. Kami hanya menjadi pendengar yang baik dan belajar banyak darinya. Ada perkataan yang sangat mengena sekali, dia bilang "klo kamu pengen mimpimu jadi kenyataan, kamu hanya butuh 3 orang untuk mencapai hal itu". Intinya ia sedang bicara soal networking, environment yang membuat hidup kita move from the level to next level. Ya tentu saja gw langsung memikirkan seseorang yang ingin saya ajak berdiskusi. haha...

Hmm... itu hanya sedikit cerita seru di minggu-minggu ini.


Sabtu, 01 Maret 2014

Apa yang Mau Kita Ajarkan?

I know seharusnya kami ada di gereja tadi. But I'm so sorry klo kami memilih ada di tempat lain. Memang "lebih baik satu hari di pelataran Tuhan dari pada di tempat lain", namun sehubuah "hubungan" juga harus dimaintaince. Selama beberapa minggu ini, dari senin sampe minggu lagi ngurusin urusan gereja terus. Hari ini mau menikmati karya dari sesama manusia, ngurusin urusan duniawi dulu. We're go to watching movie. Setelah sekian lama ga ngebioskop berdua. Biasanya nonton juga sih... either klo ga nonton tv acara musik atau nonton youtube liatin bule kotbah, kali-kali aje gw langsung gape bahasa inggrisnye... hehe.

Terakhir nonton bioskop tuh Desember, nonton The Hobbit2. Itupun barengan temen-temen. Idiihh.. kayak pacaran anak SMA jaman dulu ye... mesti dikawal ma temen-temen... Jangankan liburan ke LN, nonton bioskop aja ga sempet cuy. Ngarep bisa liburan ke LN. Boleh dong.. haha.

Kami nonton "NON STOP". Gw ga jago mereview film, tetapi gw mau ceritain pelajaran berharga apa yang gw dapetin waktu nonton film. Gw sebenernya ga niat untuk belajar apapun waktu mau nonton, tapi atas jasa neuron-neuron yang mau membangun jembatan di pikiran gw, makanya gw berhasil mempelajari sesuatu. Film ini bercerita tentang seorang air marshall (Bill Mark) yang dijebak dalam pembajakan sebuah pesawat. Daripada bertanya-tanya, lihat aja review filmnya klik di sini.

Apa yang gw pelajari di sini? Gini, kami lagi mengharapkan, berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus agar kami dikaruniakan anak dalam keluarga. Setiap kali ada anak-anak di dalam hati seperti ada pertanyaan sanggup ga kami membesarkan anak, gimana cara kami membesarkan anak kelak, gimana cara mendidik anak. Pertanyaan ini sering muncul apalagi ketika melihat anak yang seperti tidak dididik oleh ortunya. Tapi kami juga tidak bisa menghakimi karena belum pernah mendidik anak sendiri. Mendidik anak sendiri sama anak orang pastilah berbeda. Ketika menonton film tersebut, langsung ku berpikir tentang satu hal penting. Seperti hal nya Bill yang dijebak, disalahkan, dijelekkan oleh orang yang dendam, demikian juga siapapun bisa diperlakukan hal yang sama. Bagaimana kita dapat mengatasi hal ini jika terjadi pada diri kita? Bagaimana rasanya jika seseorang yang kita anggap bisa menolong kita justru membuat kita punya lebih banyak masalah. Bagaimana rasanya ketika kita harus tetap menghormati orang yang menjelekkan kita, menjatuhkan harga diri kita, menipu kita. Dapatkah kita menjaga keoriginalan kita sebagai anak kerajaan? Apa yang mau kita ajarkan kepada anak-anak kita, apakah kita melarang mereka bergaul di luar rumah, karena di dunia luar itu jahat?

Dunia kita sekarang sudah corrupt, rusak. Gw juga diingetin sama lirik dari reff lagu "infected" by 12 Stones:
I Feel Weak
I Feel Numb
Had Enough
Of This Poison We've Injected
Living In This World Infected
Out, Let Me Out
Tell Me How
We All Got So Disconnected
Sick Of Living In This World Infected
Bumi kita sudah terinfeksi dengan dosa. Seorang anak yang lahir di dunia ini langsung terinfeksi virus dosa turunan. So.. artinya manusia siapa saja yang hidup di bumi ini sudah terinfeksi dengan dosa. Kita memang tidak bisa menghindari dari tipuan seorang teman, ciuman seorang sahabat, mungkin kita hanya bisa meminimalisir saja. Kita tidak bisa mengurung diri di rumah agar hal-hal tersebut tidak terjadi pada diri kita, namun kita harus tau bagaimana cara meresponi dengan tetap menjaga integritas kita sebagai anak-anak kerajaan Sorga.

Tidakkah kita menyadari semakin hari semakin banyak kata "jangan" di negeri ini? Larangan memang baik buat kita, tetapi jika larangan tersebut justru mematikan fungsi kita, jati diri kita, larangan tersebut tidaklah baik. Gw memperhatikan beberapa tidnakan ortu yang mendidik anak. Misalnya... ada ortu yang senang ketika anaknya bisa menari di bawah hujan, tetapi ada ortu yang melarang anaknya untuk kena hujan sedikit pun. Keduanya baik, keduanya juga membuat anak belajar. tetapi kita harus melihat alasan ortu memberi larangan tersebut. Ada ortu yang ingin anaknya senang, dan dapat belajar resiko. Sepanjang ortu dapat mengontrol resiko tersebut, ortu mengijinkan anak melakukan hal-hal yang terlihat ekstrim sekalipun. Artinya di sinni, ortu tidak lepas tangan. Tetapi ada ortu  yang ga mau repot dengan resiko, seolah melindungi anak tetapi seringkali anak jadi tidak belajar untuk mengendalikan resiko.

Well... sebenarnya gw ga lagi ngomongin tentang parenting tetapi gw mau share tentang how to handle the risk. Kita kan dah tau klo kita tinggal di dunia yang "rusak", so kita harus bersiap tentang resiko apapun yang akan terjadi, misalnya ditipu orang, dijelekkan orang, dihina orang. jika hal-hal itu terjadi kita ga perlu teriak-teriak ke Tuhan dan bertanya "mengapa Tuhan?". Kita memang harus meminimalisasikan kebodohan, tetapi sepintar-pintarnya tupai melompat pasti jatuh juga kan. Dengan kita belajar mengendalikan resiko, kita juga bisa mengajarkan kepada generasi berikutnya bagaimana kita harus bijak hidup di dalam dunia yang jahat ini. Sekalipun orang-orang yang kita hormati justru mereka yang menjatuhkan kita, kita bisa stay cool, be humble dan tetap menjaga integritas sebagai anak-anak Allah. Emas, jatuh di selokan paling bau pun tetap kualitasnya emas.

Itu aja deh.



Sabtu, 22 Februari 2014

Gerah

Belakangan ini gw gerah dengan org yg sok rohani. Maaf kan saya temans, saya jg mgkn dianggap sok rohani, tetapi please... Tolong yuk kita berlogika. Berhenti membohongi kristen baru bertobat. Jangan berikan mereka harapan palsu. Kenapa hrs mengatakan hal yg spertinya hebat tetapi sebenarnya membuat org kecewa. Ada pula yg suka memamerkan doanya d sosial media. Sangkin kesalnya saya sering nyeletuk kasih komentar "Tuhan ga punya fb, kenapa berdoa di sini?". Ada juga orang yg mengajarkan kristen baru dengan segala kelihaian pengetahuan kitab wahyu, akhir zaman sehingga membuat kristen baru menjadi takut.

Helooo... Bukankah para pengikut Kristus itu harus digembalakan, diajar tahap demi tahap agar mereka mengerti akan Tuhan dan dekat dengan Tuhan. Kitab Wahyu, Daniel, Yehezkiel memang sulit. Klo gitu cari yg paling mudah. Kejadian, Keluaran, Injil, yg bentuknya cerita.

Saya tdk anti dengan org berdoa, saya tdk anti dengan nubuatan, penglihatan, saya tdk anti dengan kotbah pengajaran, saya suka semua itu san saya melakukannya. Saya berdoa sekian waktu. Saya suka kotbah pengajaran yg keras. Tapi jemaat muda perlu makanan yg bisa dicerna dengan pencernaan mereka yg "muda".

Saya hanya ingin petobat2 baru, atau kristen muda belajar tahap demi tahap. Tdk perlu ditakut-takuti. Tuntun mereka kepada kesadaran untuk mengenal Kristus lebih dalam.

Maafkan saya jika harus berkata "doa tidak mengubah segala hal", karena memang kita tdk bisa memaksakan kehendak kita kpd Tuhan. Dia Tuhan, kita manusia yg diangkat jadi anak. Kristus, Anak-Nya sendiri rela berbagi warisan dengan kita. Apakah kamu merasa lebih berhak daripada Anak-Nya sendiri? Doa membuat hati tenang, sehingga kita bisa bertindak melakukan hal yg mustahil. Jika kamu mengatakan "doa dapat mengubahkan segala hal", ketika doamu tdk sesuai dengan kenyataan, sdh pasti kamu akan merengek dan bertanya "mengapa Tuhan?". Kenapa mau tinggal jadi anak kecil?? Dewasalah!!
Jadi kristen yg realistis, nginjek bumi, kasih pengaruh baik kpd lingkungan.
Saya jg merasa aneh denger kotbah ttg waktuNya Tuhan. Maafkan saya Pak Pendeta, ga bermaksud utk menghakimi tapi please... Liat konteks di Pengkotbah 3 itu, apakah lagi biacara ttg waktu Tuhan?? Memang saya mengerti tujuan kotbahnya memaksudkan intervensi Tuhan dalam kehidupan, tetapi kenapa harus kutip Pengkotbah 3:11?? Oh.. Noo..

Saya ga bs membayangkan generasi 5-10 tahun mendatang... Masih ada yg mau baca alkitab?? Atau lebih seneng didongengin dari depan mimbar??
Ini masih 2 hal. Actually masih byk hal2 aneh lainnya. Ayolahh kita baca alkitab kita. Jangan biarkan berdebu. Coba cek di gadget kita, kapan terakhir buka software alkitab.
Maafkan saya... Hanya hati ini tdk tahan... Hikss.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT





Sabtu, 08 Februari 2014

Be Angry! and..

I called it Arcturus. Gugusan-gugusan yang menertawakan dan menari di atas kesederhanaan. Mengapa mereka tidak bisa berhenti, mengapa. Wahai... tembok abu yang tinggi. Ya.. engkau memang akan semakin tinggi tetapi akan semakin sendiri. 

Lebih baik diam. Oh no... Aku ga bisa mengatakan apa-apa. *Belajar untuk mengendalikan diri*

Rasanya ga terima diperlakukan begini. Sakit hati, marah, tetapi... Ya kata "tetapi" itu dah pasti arti sebaliknya. Selalu ada kata "tetapi" dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Keadaan tidak selalu baik. Perasaan tidak selalu dimanja oleh situasi, tetapi keputusan yang didorong oleh kehendak harusnya melebihi perasaan. Jika perasaan yang mengatur hidup kita, maka tempatnya ada di bagian paling atas dari tubuh manusia. That's why otak ada di bagian paling atas, di situ juga tempat berlogika.
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Efesus 4:26 ITB)
BE ANGRY, AND yet DO NOT SIN ; do not let the sun go down on your anger, (Eph 4:26 NASB)
Minggu lalu di siaran Radio Heartline 100.6 FM, kami bicara soal "marah". Well, sebenarnya ga bermaksud untuk membahas itu lebih dalam, hanya untuk menyinggung sedikit saja, karena kan topik saat itu Efesus 4:16-32. Hmm... memang tidak seenak membicarakannya saat kita ada dalam situasi ini.

Mari kita bahas sedikit saja. Beberapa terjemahan yang harfiah seperti KJV, NASB, menuliskan "Marahlah... dan jangan berbuat dosa". Artinya kita memang boleh marah. Bukan sekadar boleh marah tetapi disuruh marah, saat memang harus marah. Kita tidak boleh menahan-nahan kemarahan sehingga menumpuknya menjadi kepahitan. Hanya dua pilihannya, pertama lepaskan pengampunan dan berdamai atau yang kedua sok cool, menahan amarah, tetapi juga menimbun kepahitan. Akibatnya kita akan membenci lebih dalam. Iblis senang dengan orang yang terperangkap dalam kemarahan.

Saya hanya menasehatkan teman-teman muda, "jangan pernah tidur dalam keadaan marah". Ada ayat yang mengatakan "Tuhan memberkati kita saat kita tidur", tetapi ada juga ayat yang mengatakan saat kita tidur, ada juga yang menaburkan benih yang jahat. Jadi saat seseorang tidur dalam kemarahan, benih jahat yang ditaburkan mendapat tanah yang subur. Bisa saja benih jahat ditaburkan saat tidur, tetapi kalau ia tidak bertemu dengan tanah yang subur, maka benih itu tidak akan bertumbuh.

Beberapa tahun lalu saya pernah berkomitmen untuk ga marah, hmm.. hanya berhasil selama 2 tahun saja, dan akhirnya pecah juga kemarahan itu.. haha. Mulai dari saat itulah saya belajar bahwa marah itu perlu juga ya.

Apa perlunya marah? Sebenarnya marah adalah luapan emosi akibat kekesalan, atau bisa juga untuk memperingati orang. Jika kita menyimpan amarah kita ketika seharusnya memang kita marah, akibatnya anggota tubuh Kristus lain menganggap kita baik-baik saja, padahal kita sedang marah dengan dia. Akibatnya ada "jembatan" yang terputus. pastinya ktia berusaha menjauhkan diri kepada orang yang mengesalkan kita itu. Akibat pastinya adalah tubuh Kristus tidak berfungsi dengan baik. It's bad friends. Padahal tujuan hidup kita kan untuk memenuhi rencana Tuhan. Rencana Tuhan itu pengen klo tubuh-Nya itu berfungsi dengan baik di bumi ini.

Marah di sini bukan berarti teriak-teriak ga karuan. Meluapkan emosi sejadi-jadinya. Ya ga gitu juga kalee. Saya pernah menulis ini di twitter saya... (saya ingat-ingat dulu yaa... so tua lei), "ketika kita marah, orang yang dimarahi itu harus tau tujuan kita marah. Jika mereka tidak mengerti, maka berhenti saja, karena ga guna". Jadi marah itu bukan hanya untuk meluapkan emosi yang terperangkap, tetapi juga menyampaikan maksud, agar apa yang kita kerjakan bisa berjalan seperti seharusnya.

Ya itu saja cerita singkat tentang siaran radio dengan topik "marah". Yups.. kurang heroik sehh. Dan terlihat kurang rohani ya. Koq ada sih orang yang nyuruh "marah". Ya.. silahkan lanjutkan ayatnya "..dan jangan berbuat dosa".

Kemaren, rasanya gw tuh esmosi begete deh. Gw rasanya dicurangi abis. Kesal, pengen meledak. Memang gw ga langsung menyampaikan rasa marah itu ke orang tersebut. Hampir juga terperangkap dalam emosi kemarahan itu. Gw hanya bisa bilang ke Tuhan, "Tuhan gw kesal... marah.. kenapa begini.. kenapa begitu..". You know... doa gw isinya marah2 aja. Tapi thanks God, Tuhan ga mengkotbahi gw dengan segala Firman-Nya yang sudah tertulis. Dia menerima semua keluhan-keluhanku aja. Pffiiuuhh... bersyukur banget punya Tuhan yang sabar banget dan penuh pengertian. Ada ruang kemarahan yang tersedia, tanpa harus dihakimi. Akhirnya gw diem sendiri. Dan mulai klak klik handphone gw yg lumayan smart. Liat-liat fb orang, dan berhenti pada satu status fb kira-kira isinya gini "masalah terbesar sebenarnya bukan masalah itu, tetapi bagaimana kita meresponinya". Ya... gw juga pernah nulis ttg hal itu, dan sekarang diingatkan lagi. Trus gw uraikan lagi masalah yang buat gw marah... deuhh... klo dipikir-pikir ga masalah-masalah banget sih. Tapi karena gw merasa orang ini menusuk gw lah, apalah.. merendahkan gw lahh... nah.. di situlah masalah itu jadi gede.

Kadang-kadang perlakuan jahat yang dilakukan orang yang dekat dengan kita membuat kita merasa lebih sakit daripada yang dilakukan orang yang jauh dengan kita. seperti yang dikatakan dalam Efesus 4:30 ITB "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan". Roh Kudus berduka karena yang mendukakanNya itu dekat denganNya.

So.. apa yang saya lakukan dengan kemarahan saya tadi? Saya melepaskan pengampunan saja. Saya memang ga mau sok rohani, tetapi ini yang saya lakukan, saya melepaskan pengampunan. Terlepas dari apapun yang orang lain lakukan terhadap saya. Saya terbebas. Respon "marah" itu tidak terperangkap dalam hati saya lagi. Tadinya memang saya mau marah ke orang tersebut langsung, karena secara.. gw yang bener. Gw punya bukti. Tetapi gw inget-inget nih... Yesus aja, Sang Benar, tidak mempertahankan kebenaran itu, toh Ia rela mati di kayu salib demi orang yang ga benar itu. Dan saya juga mengingat bahwa saya belum mampu mengontrol emosi saya, ya.. saya datang saja ke Tuhan dan mengungkapkan semuanya kekesalan saya. Dalam waktu yang sama juga saya minta Tuhan ajarkan saya bagaimana melepaskan kemarahan agar ga terjadi berantakan. Saya juga minta ke Tuhan agar memberikan saya jalan keluar.

Well... saya memang belum melakukannya dengan empurna, aniway.. I'm doing good, right? haha.

Malam ini, yang masih nyimpen kemarahan, jangan bobo dulu yaa... selesaikan dulu kemarahan itu. Jangan berikan lahan subur bagi benih yang jahat untuk tumbuh subur.

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." Kejadian 4:7 ITB.


 

Sabtu, 18 Januari 2014

Generasi Baru

*artikel ini hanya diary hari ini...

Mengisi malam minggu dengan mengetik sebuah artikel. Sebenarnya badan ini lelah, ngantuk, kepala pusing tapi rasanya kekuatan masih ada, mau dikemanakan adrenalin yg berlebih ini klo ga mengerjakan sesuatu yang disukai.

Hari ini sangat luar biasa. Rasanya puas bisa berbagi dengan anak-anak sekolah. Bangun kepagian, membangunkan alrm yang jam 4an itu. Kemudian cerita ini dimulai....

Kami memberikan training leadership di satu sekolah internasional, dan saya nyempil menggantikan beberapa teman yang ga bisa keluar rumah karena kebanjiran. Pengalaman yg luar biasa. Memang bagi sebagian orang bukan sesuatu yang luar biasa banget tetapi bagiku pengalaman ini luar biasa. Dengan latar belakangku yang pelit bicara di depan public, hari ini jadi pribadi yang berbeda dari biasanya.

Saya kebagian di "Post Pancasila". Bukan post yang membuat "wow", saat mendengarnya. Tugas anak-anak hanya menyusun kata-kata yang dipotong2 menjadi susunan butir-butir pancasila. Hmm... ga nyangka klo mereka bias menyelesaikannya hanya dalam waktu 2-3 menit saja. Kemudian kami berdiskusi tentang Pancasila. Jawaban dari anak-anak SMU yang ga pernah disangka-sangka. Sebelumnya kami mendengar bahwa biasanya anak-anak internasional mempunyai semangat nasionalisme yang payah banget. Tetapi di sini kami dapat menyaksikan mereka punya semangat nasionalisme yang lumayan okey. Dari mulut anak-anak muda ini (*perasaan dah tua), saya bias mendengar opini mereka tentang negeri ini. Karena waktu masih tersisa banyak, sementara permainan sebenarnya sudah berakhir, maka saya pun berimprovisasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan provokasi kepada mereka. Tujuan saya hanya mengajak mereka berpikir. Misalnya "apa yang ingin kamu sampaikan kepada Pak Jokowi klo kamu bertemu dengan beliau?". Jawaban-jawaban simple yang mereka lontarkan "Pak terima kasih", atau ada juga yang bilang "Pak tolong dong kemacetannya dikurangi". Kemudian saya tanya lagi "kamu punya ide apa untuk mengurangi kemacetan?". Ada jawaban yang sangat bagus "pengguna mobil dikurangi, harga mobil dimahalin, trus pada naik bus aja". Trus saya tanya kepada seluruh peserta yang ada di dalam grup (1 grup 10 orang), "emangnya kamu mau pergi ke sekolah naik bus?". Haha... 80% menjawab "mau". Wow.... luar biasa kan.

Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang provokatif untuk mengajak mereka berpikir, tentang banjir, korupsi, dunia, dll. Dari jawaban mereka membuat saya belajar dan berefleksi diri. Anak muda butuh teman untuk berpikir. Mereka sangat suka untuk diajak berpikir oleh orang dewasa. Mereka hanya butuh dianggap dewasa, mereka ingin didengerin aja.

Kamis lalu, ketika komsel, ada pertanyaan yang bagus dari seorang teman "siapa sih next generation itu?". Sebelum pertanyaan itu dilontarkan, kami sudah berdiskusi tentang apa yang kita lakukan sehari-hari yang berdampak bagi the next generation. Menurut saya next generation adalah generasi yang akan menggantikan posisi kita nantinya. Well mungkin saudara ga setuju dengan saya, it's ok.

Tiga hari lalu saya merayakan 11 tahun datangnya saya ke kota ini (haha.. ga penting ya). Pesen gembala saya sebelum pergi "tetap ke gereja ya". Tetapi sebelumnya beliau bilang, klo mau pergi harus siapin dulu orang pengganti kamu sebelum kamu pergi. Artinya saya harus nyiapin pengganti saya sebelum pergi. Well... saya termasuk orang yg ga berhasil mempersiapkan secara langsung pengganti saya. Paling ga saya berhasil mempromosikan beberapa orang untuk "naik"  supaya mereka bisa lebih gila lagi dalam berprestasi. Intinya saya berhasil mempromosikan mereka (di kota asal saya) agar saya juga bisa mengejar mimpi saya. So... paling ga di kota asal saya, saya telah melihat my next generation (in music, banner dance, dll), bahkan mereka bisa lebih baik dari saya, membuat saya bahagia. apakah dengan demikian saya mendapat penghargaan, I don't care.

Mari kita melihat dunia, sekeliling, semua sedang sibuk mempersiapkan generasi baru, tunas muda. Lihat saja di tv. Mari kita membantu generasi di atas kita agar hikmat mereka bisa tersalur (dan tetap hidup) di generasi berikutnya. Jangan pernah takut kehilagan ide, jangan pernah takut kehilangan power. Justru  ketika kita merasa kehilangan power, segera... sesegera mungkin membangun generasi yang melanjutkan power itu. Dengan membangun generasi baru, mereka akan menghormati kita, sehingga power itu tetap ada. Hal yang saya titipkan kepada teman-teman anak-anak SMU, saya katakan "kita orang muda harus mengembangkan kreatifitas kita".  Karena saya selalu belajar kreatifitas dari orang muda, dan belajar hikmat dari orang tua. Saya sering mengamati bagaimana kreatifnya anak2 belasantahun ini. Makanya saya sangat bersemangat ketika diajak untuk memfasilitasi anak SMU.

Saya adalah produk "generasi baru" dari generasi sebelum saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang ga menolak saya ketika saya datang ke beliau-beliau dan saya katakan saya mau belajar. Sampe sekarang pun ada generasi sebelum saya yang mau ditanya, mau mementori, dengan senang hati berbagi ilmu. Kamsia bapa-bapa katua. hehe.

Ok deh... saya hanya ingin bilang please... kiranya kita tidak menolak the next generation yang sksd (sok kenal sok dekat), yg ingin belajar dari kita. Kita harus mengingat tujuan besarnya... God's purpose. Semoga saya berkenan mengajak saudara-saudari untuk mempersiapkan generasi berikutnya... hanya dengan sekadar mendengar, berbagi, menyemangati, bercerita "uhuukk..uhukk... opa dulu.. berjuang.... tapi Tuhan tolong... uhukk..uhuukk". Hehe.

Rabu, 25 Desember 2013

Greatful for This Year

Tulisan kali ini hanyalah pengungkapan rasa syukur penulis akan apa yang telah terjadi sepanjang tahun 2013 ini. Ada tawa, ada tangis, ada kesal, ada senang, ada pahit, ada manis, ada kekurangan, ada kelimpahan dan berkat besar. Ada berantem hebat, ada kerukunan hebat juga, bahkan romantisme dalam rumah tangga. Ada hal-hal yang direncanakan terjadi, ada hal-hal yang ga direncanakan terjadi, ada hal-hal yang di luar dugaan terjadi. What a year! Tuhan begitu hebat melindungi dan menjaga kami, Ia melimpahkan segala sesuatu yang baik kepada kami. Secara.. Tuhan ga punya stok hal jahat apapun yang mau dikasih ke kita, Ia hanya punya stok segala sesuatu yang baik.

Gw kadang suka iri sama orang yang ga ngaku ga pernah kesal. Agak aneh bagiku, ntah karena ga ngaku atau memang pengendalian dirinya yang kuat. Okey.. mari ambil positifnya, pengendalian diri yang kuat. Sebelum berkomentar lebih banyak, mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang hal ini. Mari kita lihat bagian dari suratan Paulus yang disebut juga dengan queen of epistle, yaitu Efesus.
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. (Efesus 2:1-3 ITB)
Singkatnya ayat ini bicara soal kematian rohani karena mentaati penguasa kerajaan angkasa. Dalam bahasa Inggris disebut prince of the power of the air, which is iblis. Atau disebut juga dengan penguasa udara. Sehingga dapat masuk akal ketika terjemahan The Message mengatakan "kamu memenuhi paru-parumu dengan polusi ketidakpercayaan, dan menghembuskan udara ketidaktaatan". Kalau mau ga terpolusi dari udara yang dikuasai si iblis, ya check out. Dari awal kejatuhan iblis, ia sudah mengacau. Makanya dalam PB kata "dunia" - kosmos (bhs Yunani), selalu melambangkan sesuatu yang jahat.
It wasn’t so long ago that you were mired in that old stagnant life of sin. You let the world, which doesn’t know the first thing about living, tell you how to live. You filled your lungs with polluted unbelief, and then exhaled disobedience. We all did it, all of us doing what we felt like doing, when we felt like doing it, all of us in the same boat. (Eph 2:1-3 The Message).
Jika kita perhatikan lebih dalam lagi ada 2 hal yang bertentangan tetapi dalam dunia yang pararel, yaitu mati-hidup. ayat 1 dikatakan "kamu sudah mati...", tetapi ayat 2 disebut "kamu hidup di dalamnya", berarti jika digabungkan menjadi "kamu hidup di dalam kematian karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa". Pelanggaran itu berarti sudah tau salah tapi dilanggar. Dosa itu berarti melenceng dari hukum Allah. So... keadaan seperti ini pastinya sudah menjauh dari Tuhan, atau melenceng tetapi sudah pasti arahnya bukan ke Tuhan.

Kembali kepada "gw iri..". Saya terlihat kurang rohani karena mengakui hal ini. Ya.. saya mengakui hatiku cepat bereaksi terhadap keadaan sekitar, sehingga cepat kesal dan cepat reda pula jika ada penangkalnya. Gw perlu alasan yang jelas untuk meredakan rasa iri ataupun menenangkan sesuatu yang bergejolak di hati.  Intinya gw pengen lebih baik lagi. Gw ingin ga cepat kesal, gw ingin terlihat lebih perfect. Ya... dalam hidup ini gw dah banyak melakukan kesalahan ini itu, lupa ini, teledor di sana sini, agak semberono, agak nekad. Gw pernah merenungkan hal ini, duduk diam sendiri, dan menemukan beberapa indikasi mengapa "gw iri', sehingga terlihat tidak rohani. Pertama, gw membandingkan diri dengan orang yang lebih perfect, orang yang lebih haati-hati. Poin pertama adalah "membandingkan diri". Kedua, gw punya alasan untuk melakukan hal pertama, yaitu gw pengen perfect. Walaupun spouse gw blg dia benci hal-hal yang terlalu detail dari diri gw, terlalu ingin sempurna, tapi klo gw lihat diri gw, sebenarnya gw masih banyak kurang ini dan itu. Misalnya aja dalam menulis sebuah artikel. Ketika gw menulis, rasanya ingin menambahkan poinnya lebih banyak lagi, ingin mendetailkannya lagi, ya... gw memang lakukan itu. Seketika selesai menulis, rasanya perfect. Tapi besok hari ketika bangun pagi, langsung teringat... aduh.. seharusnya ada poin ini... seharusnya bagian itu ditambah itu. Begitu juga setiap habis siaran, rasanya ada aja yang kurang. Ketiga, gw pengen perect, karena gw terinspirasi dengan kotbah "sudah selesai", gw lupa siapa yang mengkotbahkan ini tapi pastinya di gereja tempat gw bergereja sekarang ini. Gw pengen ketika gw mati nanti, gw bener-bener sudah menyelesaikan tugas di bumi ini secara perfect. Alasan keempat adalah setiap anggota tubuh Kristus harusnya berfungsi, yaitu dapat mengerjakan bagiannya dengan tepat, untuk orang lain.Gw sangat suka dengan ayat ini
Dialah yang mengatur supaya semua anggota disusun dan disatukan dengan sempurna, supaya kita seperti tubuh yang bisa bergerak dan bertumbuh karena ada sendi-sendi dan anggota-anggota tubuh yang lain. Ketika tiap-tiap anggota berfungsi dengan teratur, kita seperti tubuh yang sehat, karena saling menguatkan dan saling mengasihi. (Efesus 4:16 TSI - copy from https://www.bible.com/bible/320/eph.4.tsi)
Dalam hal "detail", gw belum punya solusi. Menurut gw, itu adalah kekuatan gw, ya... kekuatan gw yang belum berfungsi dengan sempurna. Tetapi kekuatan gw itu agaknya mengganggu orang yang paling dekat dengan gw. So... gw harus mencari suatu cara agar gw tetap bisa mengembangkan kekuatan gw (yang gw pikir masih kurang baik), tanpa mengganggu ketenangan hidup orang yang paling dekat dengan gw.

Well... dengan membaca beberapa paragraf tentang gw yang suka dengan kesempurnaan, sepertinya tidak mudah untuk jadi my spouse ya. Haha... tapi sebenarnya gw blum sesempurna itu. Hanya saja, standar kami berbeda. Perbedaan itu kadang indah, kadang bencana.

Beberapa bulan ini, apalagi mulai september oktober, kami dalam pergumulan yang lumayan berat. Rasanya ingin meledak. Dan akhirnya memang meledak dalam pertengkaran. Tetapi syukur kepada Tuhan, semuanya masih di bawah kontrol Tuhan. Tuhan yang baik itu menyelamatkan hidup pribadi kami masing-masing dan pernikahan kami. Ketika kami bersama-sama belajar Firman Tuhan, kami berkomitmen sendiri-sendiri untuk mengikuti apapun yang Firman Tuhan katakan, akhirnya masing-masing dari kami berubah. Memang berat untuk membuang ego, pride dan standar pribadi sendiri, tapi saya pribadi mengingat tujuan gw hidup, sehingga gw mau berubah.

Ketika gw belajar kitab Efesus, gw sampai kepada satu kata yang mengingatkan prinsip hidup gw, yaitu "telestai" artinya "sudah selesai". Bagi gw, lebih penting tujuan daripada ego, pride, standar hidup. Gw juga mengingat pelajaran tentang tulang itu penting untuk rangka, tetapi tulang yang kuat itu harus dilindungi dengan kulit yang lebih lentur. Artinya kasih itu lebih penting dibandingkan dengan prinsip-prinsip.

Perjalanan hidup kami dimulai dari dua tahun yang lalu. Kami baru menikah 2,5 tahun, tetapi milestone yang paling jelas bagi kami berdua adalah dua tahun lalu. Sepertinya aku masih bisa mengenang kotbah natal dua tahun lalu. Rasanya mak jleb banget. Mulai dari saat itulah gw belajar untuk merendahkan hati. Ga selalu berhasil, tetapi beberapa keberhasilan terjadi secara significant, walaupun belum luar biasa banget. Misalnya... gw paling benci untuk mengakui kesalahan gw. Gw paling benci klo harus share tentang hidup gw, apalagi itu tentang kekurangan. Gw paling benci menerima, karena gw lebih suka memberi. Dari kecil, gw dah dikasih label sinterklas. Dan gw suka dengan label itu, gw ga terluka. Gw terluka saat gw ga bisa memberi, berbagi. Sampai gw menemukan diri gw sombong karena ga mau dibantu. Dan bertekad, what should I do untuk bertobat.

Mungkin ini aneh bagi sebagian orang, tetapi gw berjuang untuk mengalahkan ego gw, pride gw ketika Tuhan mengajarkan tentang menerima. Ada ayat yang mengatakan "lebih baik memberi daripada menerima". Bukan berarti menerima itu buruk, bukan?? Belajar untuk menerima, bukan hanya soal duit, tetapi juga gw juga belajar menerima diri sendiri, dan banyak hal lainnya yang gw ga bisa lukiskan di sini.Upss.. dengan belajar menerima, bukan berarti juga gw mengambil kesempatan dengan menceritakan kesusahan-kesusahan gw. Nggaaa!! Prinsip gw tetap sama "lebih baik memberi daripada menerima".

Gw ga pernah bisa lupa, saat kami kecelakaan... memang duit terbatas. Tiba-tiba seseorang membuka dompet dan memberikan sejumlah uang. Dalam hati memang bergejolak.. ga terima... ga terima.. Tetapi dengan menerima pemberian orang, berarti kita memberi kesempatan berkat Tuhan mengalir ke orang yang memberi itu. Saat menerima uang itu, gw berjanji untuk tidak menggunakan uang tersebut dengan sembarangan.

Tahun ini, Tuhan juga mengajarkan tentang melepaskan hak. Ketika kami harus melepaskan hak atas anak yang masih berusia 7w4d dalam kandungan. Tidak mudah rasanya, tetapi Tuhan juga mengingatkan melalui kotbah bahwa Tuhan tidak punya sesuatupun yang jahat untuk diberikan kepada kita. Dia hanya punya segala sesuatu yang baik.

Tuhan juga mengajarkan kami untuk bersabar, dan stay on the wall. Ga kebetulan juga kami mendengar kotbah itu dari seorang pendeta tamu. Saat kami difitnah, saat ada orang yang manburkan berita jahat tentang kami, tidak mudah untuk stay on the wall. Rasanya hati ini kesal, dan pengen bales, tetapi Roh Kudus selalu mengingatkan untuk tetap menjaga sikap.

Tahun ini pun Roh Kudus masih memberitahukan hal-hal yang tersembunyi bagi kami. Saat kami taat, ketika hal itu terjadi, rasanya sukacita, tetapi saat ga mau denger, ya akibatnya menyesal. Beberapa hari lalu, saat siaran di radio. Gw dah pengen pake kaos aja dan pake celana pendek, karena sepanjang hari sudah pelayanan di gereja dan saya pikir di radio ini tidak ada yang lihat. Tetapi hal sederhana, Roh Kudus ingatkan untuk memakai pakaian yang sopan dan rapi. Saya nurut ajah. Akhirnya ketaatan itu berbuah manis, ternyata pas di studio ada orang-orang yang akan siaran juga yang memakai baju rapi, dengan jas dan dasi. Untungnya mau nurut klo ga kan perkataan kami tidak didengar. haha. Dan saat siaran, ada suatu bagian yang pengen saya sampaikan, rasanya dah nyangkut nih di leher, tetapi tertahan. Sepertinya Roh Kudus membisikkan supaya saya mengendalikan diri, tenang dan mengurungkan niat saya untuk menyampaikan bagian itu. Akibatnya... saat kami selesai siaran, ada orang lain yang siaran, yang bertentangan dengan apa yang ingin saya sampaikan. Saya tidak mengatakan saya benar dan mereka salah, tetapi cara mentafsirkan ayat yang disampaikan beliau sepertinya tidak seharusnya begitu deh. Nah... klo saya mengikuti ego saya, maka saya akan terdengar menyalahkan mereka. Intinya saya tidak menginginkan perpecahan dalam tubuh Kristus. Seberapa benarpun (kita pikir) diri kita, tidak menjadi solusi bagi banyak orang, jika kita memaksakan kehendak kita. Yesus sendiri walaupun Dia adalah kebenaran itu, tetapi Ia tidak memaksakan kebenaran itu. Dia hanya menawarkannya. Perhatikan prinsip tulang dan kulit di atas.

Tahun ini, kami mendapatkan kesempatan untuk melayani di Palu. Rasanya senang sekali bisa melayani orang-orang yang lebih tua. Ya.. memang sudah seharusnya orang muda melayani orang yang lebih tua. Tapi dalam hal ini, kami boleh mengajar orang yang lebih tua, itu suatu previlege. Secara masih di Indo, orang yang belum putih rambutnya ga blh ngajar. haha.

Tahun ini juga gw dapet kesempatan untuk menyampaikan sharing secara oral which is 5 min preaching, dari tulisan gw yang udah ditulis sejak tahun 2008. Haha... ga pernah nyangka. Kirain gw hanya berfungsi seperti dr.Lukas saja. Haha.

Akhir tahun 2013 ini juga, seperti Tuhan bukakan keran-keran berkat. Paling ga 80% dari resolusi yang gw tulis awal tahun sudah tercapai. Termasuk melangsingkan tubuh. Haha. Gw nge-gym, renang dan mengurangi makan sejak bulan Juni awal. Lumayan lah bisa membangun habit baru. Gw juga berhasil membaca Alkitab PB dalam 2 minggu. Walaupun hal itu ga buat gw lebih holy, tetapi membuat gw lebih bertahan untuk membaca dan berpikir.

Tahun depan, gw pengen lebih baik lagi. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan Yesus yang begitu baik bagi kami dan orang-orang sekeliling kami.
Merry Christmas semuanya... God bless you.















Minggu, 15 September 2013

Tujuan Hidup

Belakangan ini saya disibukkan untuk membaca beberapa buku dan beberapa kitab dalam Alkitab secara sekaligus dan juga berencana untuk menulis buku, sehingga harus mengumpulkan beberapa bahan. Awalnya sih saya membantu untuk mengecek sebuah buku yang akan diterbitkan segera, namun hanya karena buku tersebut disetting dengan sebuah software yang sudah jadul, alias sudah tidak ada lagi dipasaran, akhirnya tidak jadi dilanjutkan. Say sudah menawarkan untuk mengetik ulang, tapi karena yang nulis buku adalah bule, so... banyak sekali aturan-aturan yang menghalangi untuk membuat buku itu diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Kemudian, untuk menjaga mood, maka saya merencakan untuk menulis buku. Namun, di tengah-tengah menulis buku saya harus pulang kampung dan ketika kembali saya sudah punya tujuan baru, yaitu akan mengajar salah satu kitab di Alkitab, maka saya mempelajari kitab tersebut baik-baik punya. Dan oleh karena itulah maka saya tidak mengupdate blog ini.

Beberapa hari ini saya memikirkan tentang "mengapa ada orang yang mau bunuh diri?". Tidak kebetulan juga saya mendegnar dari teman, bahwa seorang murid sekolah internasional di ibukota beberapa kali ingin bunuh diri. Kurang apa dia? Bisa sekolah di sekolah internasional saja sudah menyatakan status sosialnya. Tapi yang pasti dia kurang waras.

Apa yang saya pikirkan ini ternyata dideskripsikan dengan baik oleh seorang pembawa acara salah satu acara tv swasta, kurang lebihnya dia berkata begini, "orang yang berkata bahwa tugasnya sudah selesai maka tidak lama dia pasti akan mati, tapi seseorang walaupun sudah tua, tapi jika masih punya tujuan hidup maka ia masih akan hidup". Semangat hidup itu adalah ternyata dilahirkan oleh tujuan hidup. Jika kita punya tujuan hidup maka kita akan bekerja sesuai dengan tujuan hidup kita itu.

Tujuan hidup itu dihasilkan oleh apa? atau bagaimana caranya mendapatkan tujuan hidup?

Rabu, 05 Juni 2013

Apakah Tuhan Mencobai?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Dan setiap orang yang menanyakan setengahnya mengharapkan jawaban “ya”, hanya karena kondisi, pengalaman-pengalaman yang telah terjadi pada dirinya. Dan sisanya sebenarnya tidak berani menjawab, dan tetap menyimpan pertanyaan “kalau gitu apa yang sedang terjadi pada diri saya?”. Dan orang Kristen pun tidak tau apa jawabannya.

Tahun ini adalah tahun breakthrough bagi keluarga kecil kami. Ya… saya berani berkata bahwa ini breakthrough walaupun sebenarnya yang kami alami adalah kondisi-kondisi sulit, yang sebenarnya tidak mampu kami selesaikan. Ya.. kami sebenarnya butuh mujizat, karena usaha yang kami lakukan tidak berhasil. Tetapi kami berusaha untuk hidup normal saja (tetap berdoa tentunya), seperti tidak terjadi apa-apa, sok cool aja. Tetap melakukan aktifitas seperti biasa, tiba-tiba mujizat ini dan itu terjadi. Sering sekali mujizat itu terjadi dengan tidak terduga, kadang ia datang sama seperti kondisi buruk yang tiba-tiba menyerang. Puji Tuhan, semuanya itu dapat teratasi dan tidak seburuk yang dibayangkan.

Breakthrough, mujizat, damai sejahtera datang bukan pada saat kondisi kita sedang baik-baik saja, justru ketika kita sedang tidak baik sama sekali, saat kita butuh pertolongan dari tempat tinggi. Seolah pertolongan itu datang dari dimensi lain yang tidak dipengaruhi oleh waktu kita (chronos). Ya tentu saja karena pertolongan itu datang dari Tuhan yang tidak tinggal di dalam chronos, Ia tinggal dalam kairos. Oleh sebab itu banyak orang yang suka menunggu waktu Tuhan (kairos). Well, sebenarnya saya tidak terlalu setuju dengan menunggu waktunya Tuhan, karena mereka yang mengagungkan waktu Tuhan sering mengukur waktu Tuhan itu dengan random. Sama sekali tidak. Justru Tuhan lah yang menunggu waktunya kita (chronos), atau dengan kata lain Tuhan menunggu kematangan kita untuk memberikan kairos-Nya, yaitu kairos Tuhan masuk ke dalam chronos manusia. Jika kita menganggap kronos Tuhan itu sebagai suatu yang random, maka memang benarlah kita juga setuju bahwa Tuhan mencobai manusia. Sorry saya tidak setuju itu. Well… para pembaca silahlah untuk memikirkannya sebelum setuju atau tidak setuju dengan saya.

Minggu, 02 Juni 2013

Berjaga dan Berdoa

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah." Mark 14:38
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Mat 26:41

Minggu ini bukanlah minggu yang mudah untuk dilalui, rasanya seperti melalui bara api dengan kaki telanjang. Sebenarnya sudah bermula dari sabtu 18 Mei lalu. Kadang hanya bisa terdiam dan berusaha menerima keadaan saja.

Bulan Mei adalah bulan yang paling kutunggu kehadirannya untuk setiap tahun. Pada awal Mei, seperti biasanya setiap tahun, aku merayakan ultahku. Ya.. memang agak berlebihan, karena kami biasa merayakannya selama sebulan penuh. Budaya yang tidak biasa ini sudah dimulai dari kecil. Biasanya aku sering menyanyikan “lagu-lagu permintaan”, ini dan itu. Nenek selalu mengabulkan apa saja yang diinginkan, terutama soal makanan. Semua masakan kesukaan disediakan setiap hari, selama bulan Mei. Tetapi tahun ini, ultahku tidak dirayakan sama sekali. Hanya sms dari Bokap yang masuk, untuk mengucapkan selamat. Hah… terpaksa kuumumkan sendiri ultahku ke teman-teman di satu group bbm, agar aku bisa sekadar berbagi kesenangan. Tidak ada hadiah. Sebenarnya aku ga terlalu menggubris siapapun yang perlu mengingatku ataupun tidak mengingatku. Tetapi rasanya kali ini terlalu melankolis, dan ingin mengeksperesikan kesenangan saja.

Rabu, 10 April 2013

Sesama Manusia

"Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN". Imamat 19:18

Ayat ini sangat mengagetkan saya. Betapa tidak, hanya karena sepenggal kata "sebangsamu", bisa membuat kita terlihat kristen atau hanya pengikut kristen. Dan kata ini benar-benar aneh, ya... mungkin hanya menurut saya. Ketika saya membaca ayat ini (bukan untuk yang pertama kali), namun mataku hanya tertuju pada "sebangsamu". So... berarti kita mengasihi hanya untuk teman-teman sebangsa kita saja kah? Benarkah ayat ini benar-benar tertulis dalam kitab Taurat?

Beberapa waktu aku hanya bisa diam dan merenungkan ayat ini. Bukan saja karena makna sebenarnya dari ayat ini tetapi juga seperti senggolan keras di masa pergumulan yang kami hadapi beberapa waktu ini. Pikiran ini sudah nyeracau kemana-mana, dan tak sanggup unutk melawan, hanya bisa diam. Dan terbukalah pengertian-pengertian yang tidak pernah aku sadari sebelumnya. Amazing!

Kata "sebangsa" di sini menunjukkan satu bangsa, yaitu Israel pada masa itu,.Tetapi seiring berjalannya waktu, "sebangsa" bisa saja merujuk ke "bangsa yang lebih spesifik". Seperti halnya Israel pada zamannya Rehobeam pernah terpecah menjadi Israel, yang dipimpin oleh Yerobeam, sang pemberontak, dan Yehuda yang dipimpin oleh Rehobeam. Yehuda hanya terdiri dari suku Yehuda dan suku Benyamin, sedangkan yang dimaksud Israel di sini adalah 10 suku sisanya. Kemudian Raja Omri, Raja Israel membeli suatu gunung yang kemudian ia namakan Samaria, sesuai dengan nama penjualnya, Semer (1 Raj 16:24). Kemudian dalam tahun kesembilan zaman Hosea, raja Asyur merebut Samaria (sepuluh suku) dan membawa mereka ke pembuangan (2 Raj 17:6). Dalam masa pembuangan mereka kawin campur dengan bangasa Asyur. Bukan hanya itu tetapi mereka menyembah berhala juga. (Itulah sebabnya orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria, karena mereka dari benih yang tidak kudus. Orang Samaria, bagi orang Yahudi adalah orang yang benar-benar najis).

Kata "sebangsa" itu semakin ke sini semakin meluas hingga kepada pengertian "sesuku".  Dapatkah kita bayangkan jika kita hanya mengasihi orang-orang sesuku saja? Tentu tidak mengherankan jika praktik nepotisme sangat didukung. Tidak mengherankan, ketika aku berjalan-jalan melewati daerah yang kering di negeri ini tetapi pembangunannya sangat maju, dipelosok pun rumah gedong, jalan aspal. Ketika kumelintasi daerah hijau, mempunyai penghasilan alam yang melimpah ruah tetapi pembangunannya terkebelakang, jalan berlobang, tidak ada rumah gedong di pelosok, apalagi jalan aspal. Sangat ironis.

Kata "sebangsa" itu pun merasuk kemana-mana, rasanya tidak menjadi tuan di negeri sendiri. Dan sayangnya, gereja juga menjadi sasaran empuk nepotisme. Kata "sebangsa" ini sering didengungkan walau tak langsung. Perbedaan warna kulit, dialek, logat. Bagi yang tidak "sebangsa" sebaiknya disingkirkan dengan dalil attitude kurang lah, tidak pas lah, apalah.. apalah... Ya tergantung siapa yang di atas. Padahal Tuhan menciptakan keunikan agar sesama manusia dapat bekerjasama.

Apakah ini artinya "sebangsa"?

Dalam Lukas 10:25-37, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Aneh banget kenapa seorang ahli Taurat bertanya bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Bukankah tujuan hidup mereka hanya untuk hari kebangkitan, yaitu untuk memperoleh hidup yang kekal? Kemudian Yesus menjawab dia dengan tepat, "apa yang tertulis dalam kitab Taurat". Jawaban Yesus tidak seperti kita pada umumnya jika ditanya pertanyaan yang sama. Yesus hanya mengingatkan kembali pengertiannya tentang hidup yang kekal. Yesus tidak narsis dan berkata "Akulah jalannya".

Dan orang itu menjawab di ayat 25 "Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.". Ayat ini juga dicatat oleh Matius 22:37-39; Markus 12:29-30, yang sepertinya sealur. Seharusnya Lukas mencatatnya di Lukas 20, tetapi Lukas menyusunnya dalam Lukas 10:25 tepat di dalam kisah "Orang Samaria yang baik hati".

Pertanyaan ahli Taurat berikutnya membuat cerita ini menjadi klimaks  di ayat 29 "Dan siapakah sesamaku manusia?". Awalnya aku pikir ini pertanyaan bodoh. Tetapi...mari kita lihat. Orang Yahudi suka bersoal-jawab di pasar, di tempat-tempat pertemuan mereka lainnya. Untuk 'mencari pengikut' mereka harus menaklukkan. Caranya adalah mereka akan menyuruh murid mereka ke guru 'yang akan ditaklukkan'. Jika orang yang mendapat pertanyaan tidak dapat menjawab, maka orang itu sudah ditaklukkan dan orang yang ditaklukkan harus melakukan semua prinsip-prinsip yang menaklukkan. Itulah sebabnya banyak dari kaum-kaum Yahudia yang berlomba untuk memberi pertanyaan kepada Yesus. Mereka ingin membuat Yesus tampak bodoh, sehingga mau menjadi pengikut prinsip mereka. Hingga ahli Taurat ini melontarkan pertanyaan yang sepertinya tidak penting ini.

Atas pertanyaan ahli Taurat ini, Yesus mengkisahkan seorang Yeriko yang baru turun dari Yerusalem, which is dari Bait Suci. Seperti halnya kita sekarang, baru pulang gereja. Kemudian ia dirampok habis-habisan, dan dipukul. Kurang lebih kondisinya tidak dapat berjalan, lebam sana sini, sehingga benar-benar membutuhkan pertolongan. Tidak lama imam yang baru berkotbah lewat, orang Lewi yan baru saja melayani dia di gereja lewat juga, tetapi mereka hanya lewat tanpa menolong. Kemudian orang Samaria, which is yang sebenarnya musuh, najis, justru orang Samaria itu yang menolong orang yang baru pulang gereja itu. Orang Samaria itu membalut lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan anggur dan minyak. (anggur, minyak dan gandum adalah 3 hal penting yang sering disebut-sebut dalam kitab nabi-nabi kecil). Bukan hanya itu, orang Samaria itu juga menitipkan orang ini ke penginapan agar dirawat.

Yesus bertanya kepada ahli Taurat itu, "siapa sesama manusia dari orang yang kerampokan itu?". Pastilah jawabnya orang Samaria yang baik hati itu. So... dari sini kita dapat melihat bahwa siapakah sesama manusia itu, apakah orang yang "sebangsa" dengan kita? Ternyata Imamat 19:18 itu dialamatkan kepada orang Israel agar tidak bergaul dengan para penyembah berhala, sehingga dapat membela teman-teman sebangsanya.

Di zaman sekarang, siapakah sesama manusia itu?


Selasa, 12 Maret 2013

Perspektif Hidup: Meminta dan Perubahan Pikiran

cerita pribadi...

Ntah judul itu pas atau ga ya. Tulisan ini hanyalah beberapa perspektif tentang how life works. Kata gampangnya... mau cerita-cerita aje. Memang zaman ini semakin banyak orang-orang yang suka curhat di social media. Sepertinya tidak ada lagi orang yang mau bertatap muka untuk diajak bicara. Manusia semakin suka bicara melalui perantara. Kadang-kadang waktu kita butuh bicara dengan seorang teman baik kita, ehh.. yang jawab sekertarisnya. Dan anehnya sekertaris si "A" dengan sekertaris si "B" dst, sama. Mereka mempunyai sekertaris yang sama, yang bernama Veronika. Ada juga pasangan yang berpacaran yang lebih nyambung bicara melalui jaringan provider daripada berhadapan muka. Tapi percayalah dear readers, tulisan ini bukan curhat. Tulisan ini bertujuan menjadi batu peringatan, versi mudahnya: supaya gw ga lupa.


Aku berpikir keras mencari tau mengapa Tuhan begitu memperhatikanku, dan aku hanya menemukan jawaban bahwa "naturnya Tuhan adalah baik, tidak ada kandungan kejahatan sedikitpun di dalam-Nya". Jawaban ini sama sekali tidak memuaskan karena tidak spesifik. Semakin aku mencari, semakin aku menemukan jawaban "kasih karunia". Berarti bukan karena apa yang aku lakukan tetapi karena Dia yang mau memberikan apapun yang aku mau.



Jumat, 15 Februari 2013

About Dream About Life

cerita pribadi aja

Kami punya cerita yang wow beberapa hari ini. Dan yang pasti juga pasti ada juga ttg dream. Ya.. mimpi ketika tidur malam, bukan mimpi yang berarti harapan hati. keinginan hati. Walaupun pagi ini kami mendengar 2 berita yang buruk, tetapi sukacita yang besar itu dapat mengcover 2 berita yang tidak menyenangkan itu.

Sebelumnya... saya akan menceritakan ttg jawaban my last dream yg sdh saya tulis di blog sebelumnya. Saya tidak bisa menceritakannya detail karena ya menyangkut privasi bbrp org. Mungkin jika orang yang bersangkutan membaca ini akan segara mengetahui apa yang saya maksud.

Tadi malam dalam suatu meeting congregation, I relized something about my dream. God show me something that relate to my dream. Terutama ketika mendengar ayat ini dibacakan "Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian," Amsal 4:1. Walaupun sebelum this meeting saya sdh tau sdkt maksd mimpi itu, namun ketika mendengar ayat ini semakin jelas apa maksudnya.

Minggu, 03 Februari 2013

Mimpi, Apakah Berarti Petunjuk?

(hanya cerita pribadi yang ga terlalu penting)

Sabtu menjelang pagi 020213, aku ga terlalu tau jam berapa, yang jelas kami pulang nyape rumah sudah jam 12an malam, aku bermimpi lagi. Hati senang bukan karena dapat kulkas, tapi karena memutuskan untuk tetap bersukacita sepanjang hari itu. Banyak sekali peristiwa di hari jumat yang menjengkelkan. Mulai dari murid-murid yang datang terlambat, dan murid yang janji datang tetapi tidak datang. aku paling tidak suka orang yang suka berbohong dan orang yang tidak tepat waktu. Tepat waktu dan tepat janji dapat dilatih mulai dari anak-anak.


Seperti muridku V, laki-laki kelas 3 SD, ia tau bangaimana harus menepati janji. Dan M, anak laki-laki Sanguin kelas 6 SD yang baik hati, ia bisa tidak berbohong. Kenyataannya kita semua seharusnya bisa belajar menghargai waktu dan untuk menjaga hati kita. Baiknya kita tidak merusak hati kita dengan kata kotor, janji palsu, hal-hal lainnya. Aniway... sukacita adalah keputusan kita bukan situasi kita.