Suatu hari, beberapa saat setelah siaran selesai mengudara, ada sms masuk yg mengatakan "thanks buat siarannya, gw jadi mau ke gereja lagi". Begitulah kira-kira isi smsnya. Kami jadi saling bertanya "emangnya kita blg apa ya?". Kami tidak tau apakah sms itu beneran atau fiktif,tapi apapun itu artinya ada respon yg mau sms. That's great.
Hari itu kami siaran tentang Efesus 4. Dan saya tutup dengan ayat favorit saya dalam versi TSI, Ef 4:16 "Dialah
yang mengatur supaya semua anggota disusun dan disatukan dengan
sempurna, supaya kita seperti tubuh yang bisa bergerak dan bertumbuh
karena ada sendi-sendi dan anggota-anggota tubuh yang lain. Ketika
tiap-tiap anggota berfungsi dengan teratur, kita seperti tubuh yang
sehat, karena saling menguatkan dan saling mengasihi".
Sayang sekali belum menjelaskan secara jelas, siaran sudah berakhir...
Efesus 4 adalah bagian dari pengaplikasian dari doktrin. Ef 1-3 adalah doktrin/ dasar, sementara Ef 4-6 adalah bagian dari pengaplikasian. Pada bagian Ef 2, dalam dua sesi kami membahas tentang kesatuan. Ada hal yang sangat mengantol di pikiran saya, dan membuat saya berpikir bahwa kesatuan itu tidak mudah. Kita berpikir kesatuan adalah ngumpun-ngumpul antar denominasi, atau paling ga satu youth dalam satu gereja bisa ngumpul bareng, ntah nonton bola bareng, ntah buat acara KKR, atau doa bareng. Saya agaknya kurang setuju dengan defenisi seperti itu. Sudah sejak lama. Namun karena sulit untuk menjelaskan alasannya, saya tidak bisa menerompetkan pendapat saya. Setelah baca EFESUS, banyak paradigma saya yang terbuka. Saya menemukan dasar-dasar untuk berpijak, menemukan alasan-alasan yang tepat. Tidak salah para sarjana teologi mengatakan bahwa Efesus adalah queen of epistle. Suratan ini tidak hanya menggambarkan kekinian, tetapi juga membeberkan tujuan penciptaan dunia, sehingga kita tidak mengatakan bahwa "Yesus lahir untuk mati bagi kita". Jika Anda setuju bahwa "Yesus lahir untuk mati bagi kita", itulah yang membuat Anda hidup sembarangan ketika Anda sudah yakin Anda diselamatkan. Sadarkah Anda bahwa orang yang buat rusuh di dunia justru orang Kristen yang mengatakan bahwa mereka anak Raja? Ya benar kita diadopsi menjadi anak Raja, dengan demikian kita seharusnya sadar tanggung jawab sebagai anak raja, bukan justru sebaliknya hidup asal-asalan.
Kesatuan yang dibahas di EFESUS adalah tentang satu tubuh, satu darah, satu bangunan, dan satu pengharapan. Pernahkah kita renungkan bagaimana orang di sebelah Anda menjadi orang yang sedarah, artinya menjadi saudara serumah. Bagaimana dengan rekan bisnis Anda yang menyebalkan itu menjadi teman satu rumah?? Saya sering mendengar seorang yang sangat cantik dipuji-puji orang. Hmm... pujian itu bagus. Saya hanya bergumam dalam hati bukan karna iri lohh "dia cantik kalau ga serumah dengan Anda, kalau dia serumah dengan Anda... silahkan nikmati lah". Kita memnag hanya tau tampilan orang dari luar. Ketika kita dekat dengan mereka kita mulai merasakan sifatnya, karakternya, kemarahannya, kekesalannya. Coba bayangkan bagaimana orang dengan temperamen tinggi dapat serumah, sedarah dengan Anda, mampukah Anda? Bukankah kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik, bukan karena kecantikan, kebodohan, kemalasan, ketidaktelitian, dll.
Bagaimana dengan menjadi satu bangunan? Dalam bangunan berarti masing-masing bagian haruslah berfungsi. Bagaimana jika semen kehilangan fungsinya sebagai perekat? Atau bagaimana semen dapat merekatkan tanpa air? Coba perhatikan saudara-saudara kita serumah, apakah mereka semua berfungsi? Mungkin Saudara yang ga berfungsi. Bagaimana jika adik/kakak/abang kita bermalas-malasan di atas sofa sambil nonton tv, sementara Anda berjuang mati-matian membersihkan ruang tamu, dapur, mencuci baju, mencuci mobil, setrika, dll. Kenyataan kecil yang kita hadapi dalam keluarga kita saja rasanya sudah membuat kita mau meledak. Bagaimana kita mampu meresponi keadaan ketika kita harus bekerja keras, sementara teman serumah Anda tidak melakukan apa-apa? Marilah kita sadari diri kita masing-masing agar kita berfungsi sesuai tujuan keluarga kita masing-masing.
Kenyataan yang paling nyata, manusia tidak suka melihat orang yang hanya bisa ngomong, tetapi ingin melihatnya untuk action juga. Ketika kita mendengar kotbah Pak Pendeta bahwa kita semua harus saling mengasihi, kita ingin melihat beliau memberi makan anak yatim atau membantu korban banjir atau paling ga kita melihatnya senyum kepada semua orang setiap saat. Namun, kita harus sadari bahwa ada beberapa orang yang sangat berusaha untuk tersenyum, ketika ia lelah, ia tidak tersenyum lagi.
Bagaimana seharusnya kita bersikap, ketika teman-teman, keluarga atau orang-orang di sekitar kita (ring 1) tidak berfungsi? Mari kita memulai dari diri kita untuk berfungsi untuk mengurangi kekesalan orang-orang dekat kita. Kadang-kadang memang kita harus bersabar terhadap orang dekat kita yang tidak berfungsi semestinya, beri kesempatan kepada mereka, tolong mereka membuat perubahan kecil, hargai perubahan itu. Tidak mudah memang, tetapi kita diselamatkan tidak sampai di situ aja, tetapi kita didesign untuk melakukan perbuatan baik. Look... ketika kita diselamatkan, seketika itu kita menjadi keluarga kerajaan sorga, kita boleh duduk disorga, namun untuk memperoleh warisan kerajaan sorga itu kita harus melakukan perbuatan baik yang telah Allah tetapkan bagi kita. Seorang anak dalam kerajaan mempunyai tanggung jawab menjadi duta bagi kerajaan tersebut. Secara sikap, karakter, performance, semuanya dilihat orang. Mereka tidak mampu melihat hati Saudara yang bersinar, mereka hanya mampu melihat perbuatan Saudara saja. Seseorang bisa keluar masuk hotel, tetapi untuk diwariskan hotel, mereka harus mengerjakan tanggung jawab mereka.
Memang sulit bagi kita untuk mengerti ini, karena zaman sekarang, seorang anak tidak melakukan pekerjaan bapaknya aja bisa mendapat warisan. Saya tidak habis pikir ketika mendengar jawaban seorang anak SMU yang ditanya "mau jadi apa nanti klo sekolah aja malas", dia menjawab "mau nerusin usaha papa". Bahkan apa yang dikerjakan bapaknya aja dia tidak tau. how come? Zaman sekarang itu sepertinya sudah umum jika kekayaan itu hancur ditangan cucu, atau bahkan anak.
Bersatu di sini adalah ketika masing-masing orang dapat berfungsi dengan baik, bukan seragam, tetapi justru dalam perbedaan tugas itu dapat mencapai tujuan. Mari kita membantu orang-orang didekat kita agar mereka mau berfungsi. Dan yang paling penting... mari kita masing-masing berfungsi!
Tampilkan postingan dengan label EFESUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EFESUS. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Januari 2014
Kamis, 21 November 2013
Efesus 1:1-2 "Salam"
Untuk membahas kedua ayat pembuka ini, mari kita melihat dalam 3 versi, masing-masing dari versi Literal, Persamaan Dinamis, dan Bebas. Untuk terjemahan Literal saya memilih KJV, untuk terjemahan Persamaan Dinamis -- atau dengan kata lain, terjemahan dengan persamaan makna -- saya memakai ITB (walaupun sebenarnya ITB masih berada di tengah2 antara Literal dan Persamaan Dinamis), kemudian supaya lebih lengkap saya gunakan NIV, IBIS dan TSI. Untuk terjemahan Bebas saya gunakan The Message.
Terjemahan Literal
KJV
1 Paul, an apostle of Jesus Christ by the will of God, to the saints which are at Ephesus, and to the faithful in Christ Jesus: 2 Grace be to you, and peace, from God our Father, and from the Lord Jesus Christ.
Transisi anatara Terjemahan Literal dan Persamaan Dinamis
ITB
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Terjemahan Literal dan Persamaan Dinamis
NIV
1 Paul, an apostle of Christ Jesus by the will of God, To the saints in Ephesus, the faithful in Christ Jesus: 2 Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ.
TSI
1Kepada yang kekasih saudara-saudari saya seiman [jemaat Efesus]— yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya: Salam dari Paulus, rasul Kristus Yesus, yang menjadi rasul karena kehendak Allah. 2Doa saya, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita.
IBIS
1 Umat Allah di Efesus, yang setia kepada Kristus Yesus! 2 Saya, Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepada kalian.
Terjemahan Bebas
The Message
1-2 I, Paul, am under God’s plan as an apostle, a special agent of Christ Jesus, writing to you faithful believers in Ephesus. I greet you with the grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ.
Mari kita membahasnya... Pada ayat 1 dan 2 ini, masing-masing terjemahan agak bervariasi untuk memulai pembukaannya. Misalnya saja KJV, ITB, NIV dan The Message memulainya dengan "Paulus sebagai Rasul". Tetapi IBIS dan TSI memulainya dengan identitas penerima surat, Efesus.
"Paul, an apostle of Jesus Christ by the will of God" KJV (Literal)
"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah" ITB (transisi Literal ke Persaman Dinamis)
"Paul, an apostle of Christ Jesus by the will of God" NIV (Persamaan Dinamis)
"Paul, am under God’s plan as an apostle, a special agent of Christ Jesus" The Message (Bebas)
Keempat terjemahan di atas, walaupun berasal dari 4 kelompok penterjemahan yang berbeda, namun menyoroti hal yang sama, yaitu Paulus, seorang rasul yang tidak memilih pekerjaannya sendiri, atau tidak mengangkat diri sendiri sebagai rasul tetapi ia menjadi rasul karena kehendak Allah. Bukan berarti juga terjemahan IBIS dan TSI tidak menyoroti tentang Paulus ini, tetapi karena secara urutan, Paulus bukanlah yang menjadi yang pertama. Bahkan terjemahan IBIS menempatkannya pada ayat kedua.
Paulus, dulunya bernama Saulus atau Saul. Seperti yang kita tahu, Saul adalah raja pertama Israel. Berasal dari suku Benyamin. Tentara Benyamin terkenal sebagai prajurit yang tegas, lantang, gagah berani, temperamental dan tangguh. Saulus dilahirkan di Tarsus sebagai seorang warga negara Romawi yang bebas, ia dididik dalam budaya Helenistik dan memiliki pelatihan Farisi oleh Gamaliel sendiri. Sementara, Paulus itu artinya kecil. Seperti sejak ia bertemu dengan terang Kristus, hidupnya berubah secara ekstrim.
Paulus dengan pelatihan Farisi, pastinya membuatnya sangat pintar, berlogika tinggi. Tugasnya untuk menangkap dan membinasakan orang Kristen pada saat itu, memberitahukan kita bahwa ia juga seorang yang tangguh secara fisik. Tetapi justru setelah ia bertemu dengan Kristus, segala yang ia banggakan itu dianggap sampah saja. Kemampuannya beretorika juga tidaklah dibanggakannya lagi (1 Kor 2:4-5 "Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan..."). Kristus sajalah yang dibanggakannya sekarang.
Saya disunat ketika berumur delapan hari. Saya lahir sebagai seorang Israel, dari suku bangsa Benyamin; saya orang Ibrani asli. Dalam hal ketaatan pada hukum-hukum agama Yahudi, saya adalah anggota golongan Farisi. Saya malah begitu bersemangat sehingga saya menganiaya jemaat. Kalau dinilai dari segi hukum agama Yahudi, saya seorang baik yang tidak bercela. Tetapi karena Kristus, maka semuanya yang dahulu saya anggap sebagai sesuatu yang menguntungkan, sekarang menjadi sesuatu yang merugikan. Bukan saja hal-hal tersebut; tetapi malah segala sesuatu saya anggap sebagai hal-hal yang hanya merugikan saja. Yang saya miliki sekarang ini adalah lebih berharga: yaitu mengenal Kristus Yesus, Tuhanku. Karena Kristus, maka saya sudah melepaskan segala-galanya. Saya anggap semuanya itu sebagai sampah saja, supaya saya bisa mendapat Kristus, dan betul-betul bersatu dengan Dia. Hubungan yang baik dengan Allah tidak lagi saya usahakan sendiri dengan jalan taat kepada hukum agama. Sekarang saya mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, karena saya percaya kepada Kristus. Jadi, hubungan yang baik itu datang dari Allah, dan berdasarkan percaya kepada Yesus Kristus. (Fil 3:5-9 IBIS).
Ini ayat yang luar biasa.Saulus setelah diconvert menjadi Paulus, sepertinya ia baru saja memasuki suatu ruangan yang mengubahkan segala hidupnya. Semuanya berubah. Ia menemukan suatu harta karun yang sangat berharga, sehingga tidak segan-segan menjual semua miliknya untuk mendapatkan Kristus, harta karun yang sangat berharga, yang sebenarnya yang ia cari-cari ketika menjalankan ibadahnya. Seperti di otak Paulus dipasang satu komponen elektronika yang bernama konverter. Komponen konverter itu bertugas untuk mengubahkan 0 menjadi 1 atau 1 menjadi 0. Terang yang begitu menyilaukan dan suara yang begitu memekakkan itu meng-convert. seluruh hidupnya. Ia rela menjadi kecil supaya Kristus menjadi besar. Jika kita hidup di zamannya Paulus, pastilah kita mengatakan ia gila, karena melepaskan segala kepopuleran. Semua yang diinginkan orang pada zaman itu ada di Saulus. Bayangkan bagaimana kecewanya para fans Saulus ketika ia menjadi Paulus. Jagoan retorika pada zaman itu pastilah sangat populer, bukan hanya di kalangan Yahudi namun di kalangan Yunani, ilmunya itu sangat wow. Tapi Paulus melepaskan semua itu hanya karena Kristus. Hanya Kristus yang paling berharga baginya. Paulus rela menjadi kecil, rela menjadi hina, dijadikan tontonan, disorakin dunia, hanya karena Kristus.
Karena menurut pendapat saya, kami rasul-rasul, sudah dijadikan oleh Allah sebagai tontonan di depan manusia dan para malaikat. Kami seperti orang-orang hina yang dijatuhi hukuman mati di depan umum dan disorak-soraki oleh dunia (1 Kor 4:9 IBIS).
Paulus menjadi rasul hanya karena kehendak Allah saja. Dia adalah rasul keduabelas, bukan karena membuang undi – seperti Matias yang tidak tercatat lagi namanya setelah Kis 1:23-26. Paulus juga bukan karena diutus oleh gereja, tetapi karena kehendak Allah (Kis 9:15), bagian dari Rencana besar Allah yang sudah ada sebelum dasar dunia dijadikan. Terjemahan The Message mengatakan bahwa Paulus adalah special agent of Christ Jesus. Paulus tidak memilih pekerjaannya sendiri untuk mendirikan Gereja! Surat ini akan membawa kita berhadapan dengan kedaulatan Allah dan misteri kehendak-Nya (6X di Efesus).
Kehendak Allah dinyatakan melalui rencana-Nya. Rencana Allah lah yang membuat langit dan bumi ini ada. Sejak dahulu kala, bapa-bapa Israel, dan nabi-nabi-Nya bekerja sama untuk melakukan rencana Allah itu. Walaupun sebenarnya mereka tidak mengerti secara utuh apa yan mereka beritakan, namun mereka hanya percaya kepada apa yang Tuhan suruh untuk mereka katakan. Tema besar EFESUS adalah Rencana Allah (God's Purpose). Secara garis besar, Efesus dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1. Efesus 1-3: bicara tentang doktrin dasar "Siapa kita di dalam Kristus"
2. Efesus 4-6: bicara tentang tanggung jawab kita dalam meresponi panggilan kita di dalam Kristus, bagaimana menjalankan peran kita "di dalam Kristus"
Jadi, dalam membahas surat Efesus ini kita perlu menghubungkannya dengan God's purpose, agar kita mempunyai gambaran besar, agar kita dapat mengerti.
Ada hal yang menarik lagi yang dapat kita gali dari 2 ayat ini, mari kita perhatikan sebutan untuk Yesus
KJV -- Jesus Christ
ITB -- Kristus Yesus
NIV -- Chirst Jesus
IBIS -- Kristus Yesus
TSI -- Kristus Yesus
The Message -- Christ Jesus
Pada umumnya menggunakan "Kristus" dulu baru "Yesus", "Kristus Yesus". Kata "Kristus" artinya adalah Mesias. Mesias adalah suatu jabatan, "Yesus" adalah nama. Jadi penggunaan "Kristus Yesus" menjadi lebih tepat. Seperti halnya menyebutkan "Jendral Sudirman" -- Jabatan dulu disebut baru namanya. Atau seperti Rabi Daniel, atau Presiden Obama. Sekali lagi, Kristus adalah jabatan, Yesus adalah nama. Berati penyebutan "Krsitus Yesus" di sini adalah memanggil atau menyebut dengan penuh hormat.
KJV “… to the saints which are at Ephesus, and to the faithful in Christ Jesus”
ITB “… kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus”
NIV “To the saints in Ephesus,[a] the faithful[b] in Christ Jesus”
TSI “Kepada yang kekasih saudara-saudari saya seiman [jemaat Efesus]— yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya”
IBIS “Umat Allah di Efesus, yang setia kepada Kristus Yesus…”
The Message “… writing to you faithful believers in Ephesus”
Surat Efesus ini ditujukan kepada orang kudus di Efesus. Beberapa sebutan untuk orang kudus membuat kita dapat mengerti siapa orang kudus yang dimaksud itu, seperti berikut: The saint…. Orang-orang kudus …. The saints … yang kekasih saudara-saudari seiman – yaitu kalian yang percaya kepada Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya … umat Allah … Faithful believers. Jadi berdasarkan hipotesa awal kita dapat mengatakan the saints itu adalah umat Allah, faithful believers (orang-orang percaya yang setia), orang kudus, saudara-saudari seiman yang kekasih, yaitu kalian yang percaya kepda Kristus Yesus dan yang disucikan-Nya.
Orang kudus adalah bukan orang yang tidak berdosa, bukan gereja yang membuat mereka menjadi orang-orang kudus tetapi Allah yang membuat mereka menjadi kudus. Secara sederhana orang kudus adalah “dipisahkan”, yang berarti orang berdosa yang diselamatkan. Orang kudus itu disebut orang Kristen, artinya pengikit Kristus. Kristen juga disebut murid (Kis 9:1, 10, 19, 25, 26, 36, 38) dan juga disebut juga sebagai orang-orang “pengikut Jalan Tuhan” (Kis 9:2).
at Ephesus… di Efesus… in Ephesus… [jemaat Efesus]… di Efesus… in Ephesus
Surat kepada Jemaat di Efesus adalah surat edaran untuk gereja-gereja pada hari itu. Dia tidak menulis di sini untuk Gereja lokal seperti untuk gereja pada umumnya, yaitu tubuh, orang percaya yang tidak kelihatan. Dalam beberapa salinan kuno dalam bahasa Yunani -- Kodeks Sinaiticus dan Kodeks Vaticanus (naskah paling awal yang diakui berisikan teks Perjanjian Baru) -- tidak terdapat kedua kata ini [en Epheso]. Ada yang mengatakan, Paulus tidak menulis untuk gereja lokal saja seperti untuk gereja pada umumnya, tetapi tubuh, yaitu orang percaya yang tidak kelihatan. Surat ini adalah ensiklik (surat edaran) - meliputi semua gereja dan ditulis setelah Kolose dan dikirim oleh Tikhikus ( Kol 4:15). Efesus adalah penerima pertama dari surat dan kemudian di edarkan ke gereja-gereja lainnya. Efesus itu bak gereja pusat yang kompleks. Secara geografis Efesus sebagai pintu gerbang penerima surat Paulus, kemudian disebarkan ke gereja-gereja lain seperti 7 gereja yang ada Wahyu dan juga gereja beberapa gereja yang dibangun Paulus: Troas , Assos , Adramyttium (Kis 27:2), Miletus , Trogyllium (Kis 20:15), Hierapolis , dan Kolose.
Grace and Peace
KJV "Grace be to you, and peace, from God our Father, and from the Lord Jesus Chris"t.
ITB "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu".
NIV "Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ".
TSI "Doa saya, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita".
IBIS "Saya, Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepada kalian".
The Message "I greet you with the grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ".
Efesus 1:2 ini adalah salam Paulus yang paling khas, yaitu “grace and peace”. Jika kira search di searach engine aplikasi alkitab apapun, kita akan menemukan grace and peace pada semua surat Paulus, mulai dari Roma sampai Filemon. Salam ini sangat unik, jika kita ulik grace dalam bahasa Yunani (charis) artinya halo, dan peace dalam bahasa Ibrani (shalom) artinya halo. Jadi kedua kata ini adalah salam ketika bertemu. Jadi paling tidak salam ini diberikan kepada orang Yunani dan Ibrani sekaligus. Walaupun Paulus diutus untuk orang bukan Yahudi (Ibrani) tetapi di antara orang-orang Yunani itu ada juga orang Ibrani yang berbahasa Yunani, sehingga mereka dapat mengerti salam Paulus ini.
“Grace and Peace” adalah suatu kondisi ideal yang seharusnya, seperti kata-kata positif yang diberikan Paulus sebagai salam. Grace juga berarti cheer up, bergembira. Peace juga berarti harmoni. Jadi ini adalah kondisi yang didambakan semua orang, kondisi ideal. Bayangkan, Paulus ketika menulis beberapa surat-suratnya dalam keadaan di penjara, dalam kondisi yang tidak enak tetapi ia menyampaikan salam yang mengharapkan orang yang menerima salam mendapatkan kondisi ideal. Jadi sesuatu ideal itu bukan karena pengalaman yang sedang kita alami, baik kondisi ga enak, ataupun kondisi yang enak. Kita perlu mengatakannya dan melakukannya. Walaupun perkataan salam itu sangat simple, tetapi sesuatu yang simple itu sangat berarti, applicable. Ada pepatah yang mengatakan less is more.
Dalam terjemahan TSI, langsung memberikan makna untuk grace and peace, Paulus member salam tetapi sebenarnya salamnya itu berupa doa, ia mengharapkan Kristus Yesus akan selalu baik hati dan menjaga supaya kita hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita. Dengan membaca terjemahan ini kita menjadi mengerti kondisi ideal yang sebenarnya yang Tuhan kehendaki. Bukan hanya kita yang menerima surat yang mendapatkan kondisi ideal ini, tetapi sebenarnya Paulus mengajarkan kepada semua penerima suratnya agar dapat melakukan hal yang sama yang ia telah lakukan. Paulus sedang membangun suatu culture baru agar di bumi ini tercipta grace and peace. Paulus sebenarnya sedang membangun brand image, dalam kondisi apapun kita harus dapat menyampaikan atau memberikan grace and peace kepada semua orang. Dan sebelum memberikan atau menyampaikan grace and peace ini tentunya kita harus merasakannya terlebih dahulu. Brand image yang dibangun itu harus meliputi seluruh hidup kita. Misalnya, kondisi ideal yang kita inginkan adalah “kota yang bersih”, berarti image bersih itu harus ditularkan kepada semua orang di sekitar kita. Dalam membangun image ini perlu integritas untuk melakukannya, baik ada orang yang melihat atau tidak melihat tetap dilakukan, baik oleh kita sendiri atau orang yang telah kita tularkan.
Dalam terjemahan The Message, grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ. Jadi grace and peace itu, kebaikan hati Allah dan perasaan tenang itu dicurahkan oleh Allah sendiri. Kata peace dalam bahasa Yunani eirene, berarti health, welfare, prosperity, every kind of good, "the way of peace" means the way of happiness. Peace juga berarti memberikan pelukan yang menenangkan. Ketika kita dibenarkan melalui iman dalam Kristus kita mendapatkan peace juga. “Therefore, since we have been justified through faith, we have peace with God through our Lord Jesus Chris” (Rom 5:1 NIV).
Peace juga berarti semua persoalan bisa cepet beres. Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan." (Kel 18:23 IBIS).
Dalam Kel 14:14 adalah ayat favorit orang Kristen, “Tuhan berperang untuk kita dan kita diam saja”. Mari kita lihat versi lain
Banyak sekali orang yang mengartikannya bahwa kita hanya duduk-duduk saja, tidak melakukan apa-apa tiba-tiba berkat datang. Bukan seperti itu. Jika kita melihat di sini isunya adalah hati kita harus dalam keadaan damai dalam melakukan segala pekerjaan kita, jangan grusa-grusu, ngomong sana-sini, sangkin stressnya jadi gossip sana-sini. Sebenarnya yang kita perlu adalah be still, keep your mouths shut, stay calm, your peace and remain at rest. Tuhan pasti tolong kita, akan menepuk pundak kita, memeluk kita supaya kita tetap dapat mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan kita dengan sebaik mungkin. Dalam keadaan hati damai, persoalan apapun sebenarnya kita mampu menyelesaikannya. Masalah yang besar hanya perlu di break down, kemudian diidentifikasi, kemudian diselesaikan satu-satu.
KJV "Grace be to you, and peace, from God our Father, and from the Lord Jesus Chris"t.
ITB "Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu".
NIV "Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus Christ".
TSI "Doa saya, Allah Bapa dan Tuhan kita Kristus Yesus akan selalu baik hati kepada kalian masing-masing dan menjagamu supaya kamu hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita".
IBIS "Saya, Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah, mengharap semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepada kalian".
The Message "I greet you with the grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ".
Efesus 1:2 ini adalah salam Paulus yang paling khas, yaitu “grace and peace”. Jika kira search di searach engine aplikasi alkitab apapun, kita akan menemukan grace and peace pada semua surat Paulus, mulai dari Roma sampai Filemon. Salam ini sangat unik, jika kita ulik grace dalam bahasa Yunani (charis) artinya halo, dan peace dalam bahasa Ibrani (shalom) artinya halo. Jadi kedua kata ini adalah salam ketika bertemu. Jadi paling tidak salam ini diberikan kepada orang Yunani dan Ibrani sekaligus. Walaupun Paulus diutus untuk orang bukan Yahudi (Ibrani) tetapi di antara orang-orang Yunani itu ada juga orang Ibrani yang berbahasa Yunani, sehingga mereka dapat mengerti salam Paulus ini.
“Grace and Peace” adalah suatu kondisi ideal yang seharusnya, seperti kata-kata positif yang diberikan Paulus sebagai salam. Grace juga berarti cheer up, bergembira. Peace juga berarti harmoni. Jadi ini adalah kondisi yang didambakan semua orang, kondisi ideal. Bayangkan, Paulus ketika menulis beberapa surat-suratnya dalam keadaan di penjara, dalam kondisi yang tidak enak tetapi ia menyampaikan salam yang mengharapkan orang yang menerima salam mendapatkan kondisi ideal. Jadi sesuatu ideal itu bukan karena pengalaman yang sedang kita alami, baik kondisi ga enak, ataupun kondisi yang enak. Kita perlu mengatakannya dan melakukannya. Walaupun perkataan salam itu sangat simple, tetapi sesuatu yang simple itu sangat berarti, applicable. Ada pepatah yang mengatakan less is more.
Dalam terjemahan TSI, langsung memberikan makna untuk grace and peace, Paulus member salam tetapi sebenarnya salamnya itu berupa doa, ia mengharapkan Kristus Yesus akan selalu baik hati dan menjaga supaya kita hidup dengan tenang dalam perlindungan Bapa dan Tuhan kita. Dengan membaca terjemahan ini kita menjadi mengerti kondisi ideal yang sebenarnya yang Tuhan kehendaki. Bukan hanya kita yang menerima surat yang mendapatkan kondisi ideal ini, tetapi sebenarnya Paulus mengajarkan kepada semua penerima suratnya agar dapat melakukan hal yang sama yang ia telah lakukan. Paulus sedang membangun suatu culture baru agar di bumi ini tercipta grace and peace. Paulus sebenarnya sedang membangun brand image, dalam kondisi apapun kita harus dapat menyampaikan atau memberikan grace and peace kepada semua orang. Dan sebelum memberikan atau menyampaikan grace and peace ini tentunya kita harus merasakannya terlebih dahulu. Brand image yang dibangun itu harus meliputi seluruh hidup kita. Misalnya, kondisi ideal yang kita inginkan adalah “kota yang bersih”, berarti image bersih itu harus ditularkan kepada semua orang di sekitar kita. Dalam membangun image ini perlu integritas untuk melakukannya, baik ada orang yang melihat atau tidak melihat tetap dilakukan, baik oleh kita sendiri atau orang yang telah kita tularkan.
Dalam terjemahan The Message, grace and peace poured into our lives by God our Father and our Master, Jesus Christ. Jadi grace and peace itu, kebaikan hati Allah dan perasaan tenang itu dicurahkan oleh Allah sendiri. Kata peace dalam bahasa Yunani eirene, berarti health, welfare, prosperity, every kind of good, "the way of peace" means the way of happiness. Peace juga berarti memberikan pelukan yang menenangkan. Ketika kita dibenarkan melalui iman dalam Kristus kita mendapatkan peace juga. “Therefore, since we have been justified through faith, we have peace with God through our Lord Jesus Chris” (Rom 5:1 NIV).
Peace juga berarti semua persoalan bisa cepet beres. Jika engkau berbuat begitu, dan hal itu diperintahkan Allah kepadamu, engkau akan mampu melakukan tugasmu, dan semua orang akan pulang dengan puas karena persoalan mereka cepat dibereskan." (Kel 18:23 IBIS).
Dalam Kel 14:14 adalah ayat favorit orang Kristen, “Tuhan berperang untuk kita dan kita diam saja”. Mari kita lihat versi lain
The LORD will fight for you; you need only to be still. NIV
GOD will fight the battle for you. And you? You keep your mouths shut! The Message
The Lord himself will fight for you. Just stay calm. NLT
The Lord will fight for you, and you shall hold your peace and remain at rest. Amplified Bible
Banyak sekali orang yang mengartikannya bahwa kita hanya duduk-duduk saja, tidak melakukan apa-apa tiba-tiba berkat datang. Bukan seperti itu. Jika kita melihat di sini isunya adalah hati kita harus dalam keadaan damai dalam melakukan segala pekerjaan kita, jangan grusa-grusu, ngomong sana-sini, sangkin stressnya jadi gossip sana-sini. Sebenarnya yang kita perlu adalah be still, keep your mouths shut, stay calm, your peace and remain at rest. Tuhan pasti tolong kita, akan menepuk pundak kita, memeluk kita supaya kita tetap dapat mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan kita dengan sebaik mungkin. Dalam keadaan hati damai, persoalan apapun sebenarnya kita mampu menyelesaikannya. Masalah yang besar hanya perlu di break down, kemudian diidentifikasi, kemudian diselesaikan satu-satu.
Senin, 18 November 2013
Efesus - Pendahuluan
Senang sekali rasanya bisa menulis lagi di blog. Problem with internet connection akhirnya bisa teratasi. Thanks to hambanya JG (saya blum ijin utk memakai namanya so utk mengingatnya saya menuliskan inisial saja) yg taat mendengar apa yg Tuhan sampaikan sehingga kami bisa terhubung ke salah satu internet provider. Maklum lah klo di apartemen mau masang internet aja banyak cengkunek ini itu. Thanks God, akhirnya bisa nge-blog lagi.
Aniway... banyak yang terjadi beberapa bulan ini, pasang surut, banyakan surut juga.. haha... tapi Tuhan tetep in control. Apalagi sekarang lagi belajar tentang EFESUS. Rasanya semua huruf-huruf itu menjadi hidup dan memaksa tulang-tulang dan ragaku bangkit untuk melakukan apa yang tertulis di kitab suci. Rasanya seperti peperangan yang hebat, namun tak terlihat. Satu kalimat yang menjadi puncher saat siaran kemaren -- sebenarnya bukan mutlak dari pikiran gw, tentu saj dari salah satu kotbah minggu, "apa saja yang tidak dirawat dengan baik cenderung menurun, rusak dan bisa hilang". Begitu juga dengan kasih, atau apapun. Ok.. apapun yang ada di benak pembaca saat membaca pendahuluan ini, hmm... semua orang bisa saja mengalaminya. Cukup curhatnya... mari kita mulai membahas hal penting.
Beberapa bulan lalu, ntah gimana cara Tuhan bekerja, kami mendapat tawaran untuk siaran di salah satu radio swasta di negeri ini. Kami tersentak dan tentu saja berusaha untuk tetep cool, seperti halnya orang profesional yang sudah biasa, tetapi sebenarnya "ohh..noo...bagaimana ini...", keringat di punggung lumayan deras, tapi untung saja tidak ada keringat yang mengalir di pipi, haha. Dan ntah gimana juga kami setujuin saja, walaupun hehe... Kami hanya percaya Tuhan pasti tolong dah. Mulai hari itu juga, ketika pulang ke rumah dan membaca kitab Efesus, sehari minimal sekali deh, dalam beberapa terjemahaan yang bisa dimengerti. Pada saat itu juga sedang kampanye baca alkitab di gereja, so... ga kebetulan, baca alkitab jadi semakin ekstrim, lebih gila dari yg biasa. Dan pada saat itu juga ada pembica tamu dari New York yg membahas sebagian kecil dari kitab Wahyu, so... seperti memancing untuk ingin tau apa yang terjadi di kitab Wahyu. So... pikiran gw terpancing untuk membaca kitab Wahyu, sekali baca. Hanya baca loohh, bukan study. Jadi keesokan harinya saya mulai baca Wahyu dan Efesus, dan kegilaan pun berlanjut mengalir gitu aja, selama dua minggu Perjanjian Baru selesai, di akhiri dengan membaca Matius. Ga berurutan seperti urutan PB pada umumnya, tetapi pikiran ini jadi mengerti beberapa hal yg belum dimengerti sebelumnya. Hmm... rencananya, sebelum tahun ini berakhir, ingin mencobanya lagi.
Kali ini curhat bener-bener ditutup.
Aniway... banyak yang terjadi beberapa bulan ini, pasang surut, banyakan surut juga.. haha... tapi Tuhan tetep in control. Apalagi sekarang lagi belajar tentang EFESUS. Rasanya semua huruf-huruf itu menjadi hidup dan memaksa tulang-tulang dan ragaku bangkit untuk melakukan apa yang tertulis di kitab suci. Rasanya seperti peperangan yang hebat, namun tak terlihat. Satu kalimat yang menjadi puncher saat siaran kemaren -- sebenarnya bukan mutlak dari pikiran gw, tentu saj dari salah satu kotbah minggu, "apa saja yang tidak dirawat dengan baik cenderung menurun, rusak dan bisa hilang". Begitu juga dengan kasih, atau apapun. Ok.. apapun yang ada di benak pembaca saat membaca pendahuluan ini, hmm... semua orang bisa saja mengalaminya. Cukup curhatnya... mari kita mulai membahas hal penting.
Beberapa bulan lalu, ntah gimana cara Tuhan bekerja, kami mendapat tawaran untuk siaran di salah satu radio swasta di negeri ini. Kami tersentak dan tentu saja berusaha untuk tetep cool, seperti halnya orang profesional yang sudah biasa, tetapi sebenarnya "ohh..noo...bagaimana ini...", keringat di punggung lumayan deras, tapi untung saja tidak ada keringat yang mengalir di pipi, haha. Dan ntah gimana juga kami setujuin saja, walaupun hehe... Kami hanya percaya Tuhan pasti tolong dah. Mulai hari itu juga, ketika pulang ke rumah dan membaca kitab Efesus, sehari minimal sekali deh, dalam beberapa terjemahaan yang bisa dimengerti. Pada saat itu juga sedang kampanye baca alkitab di gereja, so... ga kebetulan, baca alkitab jadi semakin ekstrim, lebih gila dari yg biasa. Dan pada saat itu juga ada pembica tamu dari New York yg membahas sebagian kecil dari kitab Wahyu, so... seperti memancing untuk ingin tau apa yang terjadi di kitab Wahyu. So... pikiran gw terpancing untuk membaca kitab Wahyu, sekali baca. Hanya baca loohh, bukan study. Jadi keesokan harinya saya mulai baca Wahyu dan Efesus, dan kegilaan pun berlanjut mengalir gitu aja, selama dua minggu Perjanjian Baru selesai, di akhiri dengan membaca Matius. Ga berurutan seperti urutan PB pada umumnya, tetapi pikiran ini jadi mengerti beberapa hal yg belum dimengerti sebelumnya. Hmm... rencananya, sebelum tahun ini berakhir, ingin mencobanya lagi.
Kali ini curhat bener-bener ditutup.
---------------------------------------------------------------------
Apa yang akan saya tulis di sini, memang belum komplit dan dalam, tetapi hanya gambaran besar dan hanya beberapa hal yang ingin dibahas. Jika Anda ingin mendengar siaran radio yg membahas hal ini, Anda dapat go to http://soundcloud.com/ijoet/efesus-1v1-23. thanks ya..
Efesus artinya "yang didambakan", umumnya kota ini berbakti kepada Artemis, kita bisa melihatnya kekacauan yang dibuat oleh Dimetrius (Kis 19), tentu saja di situ ada Kuil Artemis ("Diana"). Efesus merupakan koloni dari Athena. Efesus mempunyai pelabuhan besar yang bersaing dengan pelabuhan Miletus dan terletak pada jalan masuk menuju Asia Kecil. Efsus juga mempunyai pelabuhan besar dengan 50.000 tempat duduk. Pitagoras berasal dari Efsus. Pelukis-pelukis ternama seperti Parhasius, Apelles juga berasal dari Efesus. Efesus juga mempunyai sekolah-sekolah seperti Parmenides, Zeno dan Democritus. Efesus adalah kota yang mudah untuk dicapai di Asia, melalui darat dan laut (ini juga yang mendukung pelayanan Paulus ke Efesus). Kota Efesus berdiri pada lereng di bawah dua bukit (Prion dan Koresus), dengan pemandangan yang sangat indah. Efesus merupakan salah satu dari "surat-surat penjara" artinya ditulis Paulus ketika ia berada di penjara.Efesus ditulis sekitar tahun 62-63 Masehi. (banyak perdebatan tentang hal ini, tapi saya tidak mau berdebat soal ini). Ini adalah sekilas pendahuluan dari EFESUS.
Apa yang ada di pikiran kita ketika membaca pendahuluan EFESUS ini? Mari kita menguraikannya sedikit demi sedikit:
Apa yang ada di pikiran kita ketika membaca pendahuluan EFESUS ini? Mari kita menguraikannya sedikit demi sedikit:
- Pada umumnya orang-orang di Efesus adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi
- Walaupun Paulus menulis untuk orang-orang kristen di Efesus, namun mereka baru saja bertobat dari penyembahan berhala
- Sebagian dari mata pencaharian mereka adalah untuk kuil Artemis, seperti halnya Dimetrius (Kis 19). Jadi ketika mereka memutuskan untuk bertobat, kemungkinan besar masalah yang mereka hadapi adalah kehilangan mata pencaharian.
- Mereka adalah orang-orang pintar, berlogika tinggi, berpendidikan tinggi, bergengsi tinggi
- Efesus adalah kota yang mudah dijangkau, berarti kota Efesus seperti pintu gerbang untuk masuk ke Asia. So... klo Paulus kirim surat ke Efesus, kemungkinan surat itu akan dikirimkan ke gereja yang lain, seperti Kolose, Asoso, Tarsus, dll. Jadi Efesus itu seperti gereja pusat.
- Efesus mempunyai pelabuhan besar, berarti sebagian besar dari mereka adalah kaum pedagang
- Efesus mempunyai sekolah-sekolah, bahkan Pitagoras berasal dari kota ini. Banyak filsuf yang dihasilkan dari kota ini. Apalagi karena mereka merupakan koloni dari Athena.
- Efesus mempunyai teater yang besar, berarti mereka sering mempertontonkan "gulat berdarah", sampai mati.
1Kor 4:9 ITB "Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia"
1Co 4:9 NIV "For it seems to me that God has put us apostles on display at the end of the procession, like men condemned to die in the arena. We have been made a spectacle to the whole universe, to angels as well as to men".Perhatikan kata-kata yang bercetak tebal, "on display", "dijatuhi hukuman mati" = "men condemned to die in the arena", "tontonan" = "spectacle". Bukankah ini sesuai dengan poin ke-8 di atas? Paulus membuat titik perbandingan antara orang yang sudah dijatuhi hukuman mati, bergulat di arena yang ditonton oleh 50 ribu orang, uupss... bukan hanya itu tapi juga malaikat ikut menonton para rasul yang sedang bergulat melawan "binatang buas" di Efesus (1Kor 15:32).
1Kor 9:24-25 ITB "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. "
Pertanyaan ini adalah retoris. Semua orang Efesus ataupun Korintus mengerti dan tau akan hal pertandingan yang memperebutkan mahkota yang terbuat dari daun-daunan saja, hanya sebagai perlambang kemenangan saja. Mereka memperebutkannya bukan hanya untuk kehormatan tetapi untuk nyawa mereka, so... semua yang ikut dalam pertandingan harus sedemikian rupa berusaha agar memperoleh kemenangan.
1KORINTUS ini ditulis ketika Paulus berada di EFESUS. Ini menarik sekali. Ketika Paulus berada di ROMA, ia menulis untuk jemaat EFESUS. Ketika Paulus berada di KORINTUS, ia menulis untuk jemaat di ROMA, sebagai persiapan perjumpaan mereka. Jadi, untuk dapat mengerti salah satu dari ketiga surat ini, ada baiknya kita menyediakan waktu untuk membaca ketiganya, agar kita mengerti bagaimana kondisi Paulus ketika ia menuliskan surat-surat ini.
Paulus tiba di Roma dari Miletus kira-kira musim semi tahun 61 M, ia menghabiskan 2 tahun di "tahanan rumah", ia dirantai oleh prajurit kekaisaran Roma. Dapatkah kita membayangkan Paulus dirantai oleh orang-orang yang sudah diselamatkan? (Filp 4:21, 22). Kemungkinan mereka mendengar Injil dari Paulus sendiri tetapi justru mereka juga yang merantai Paulus.
1KORINTUS ini ditulis ketika Paulus berada di EFESUS. Ini menarik sekali. Ketika Paulus berada di ROMA, ia menulis untuk jemaat EFESUS. Ketika Paulus berada di KORINTUS, ia menulis untuk jemaat di ROMA, sebagai persiapan perjumpaan mereka. Jadi, untuk dapat mengerti salah satu dari ketiga surat ini, ada baiknya kita menyediakan waktu untuk membaca ketiganya, agar kita mengerti bagaimana kondisi Paulus ketika ia menuliskan surat-surat ini.
1KORINTUS --> ROMA --> EFESUS
Paulus tiba di Roma dari Miletus kira-kira musim semi tahun 61 M, ia menghabiskan 2 tahun di "tahanan rumah", ia dirantai oleh prajurit kekaisaran Roma. Dapatkah kita membayangkan Paulus dirantai oleh orang-orang yang sudah diselamatkan? (Filp 4:21, 22). Kemungkinan mereka mendengar Injil dari Paulus sendiri tetapi justru mereka juga yang merantai Paulus.
Filp 4:21-22 ITB "Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang kudus dalam Kristus Yesus.... Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar. "
Well... kita tidak mengaharapkan kebaikan orang lain, hanya karena kita pernah menolong orang itu. Saya juga bingung mengapa justru orang yang kita tolong berbalik dan menjadi "musuh". Beberapa waktu lalu, saya mendoakan beberapa orang, berdoa secara khusus, bukan hanya berdoa, tetapi berdoa dan berpuasa, berdoa yang terjadwal untuk beberapa orang, tapi justru mereka berbalik dan menusuk. Rasanya sakit dan kecewa (tentu saja saya kecewa.. saya masih manusia), tetapi dari hal-hal tersebut toh saya mendapat pelajaran berharga. Selama God in control, pasti semuanya masih bisa teratasi. Kadang-kadang membuat kita terseok-seok, tapi jika kita percaya kepada Tuhan "keep in believing", semuanya pasti bisa teratasi. Ada Amin?? Ada. Trimakasih.
Ternyata, Maria Ibu Yesus juga tinggal di Efesus setelah Yesus naik ke sorga. Yohanes juga sempat tinggal bersama Maria. Mungkin Yohanes menangkap perkataan Yesus ketika disalib sebagai mandat untuk menjaga Ibu Maria "Ibu inilah anakmu, inilah ibumu".
Demikianlah Pendahuluan Surat Efesus ini. Ini memang belum lengkap, saya masih mempelajarinya untuk lebih dalam lagi.
Ternyata, Maria Ibu Yesus juga tinggal di Efesus setelah Yesus naik ke sorga. Yohanes juga sempat tinggal bersama Maria. Mungkin Yohanes menangkap perkataan Yesus ketika disalib sebagai mandat untuk menjaga Ibu Maria "Ibu inilah anakmu, inilah ibumu".
Yoh 19:27 ITB "Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya".Efesus adalah tempat tinggal Yohanes, kemungkinan ia menulis Injil Yohanes di Efesus, dan Yohanes mati dan dikubur di Efesus. Yohanes menulis 2Yohanes, ada yang mengatakan surat ini untuk Ibunya Yesus -- Maria. Kalau begitu, kemungkinan surat ini ditulis ketika Yohanes berada di Patmos (Dalam hal ini saya hanya menduga. Karena, jika Yohanes tinggal di Efesus, dan Maria tinggal di Efesus, tidak mungkin Yohanes menulis surat. Tempat Yohanes pernah tinggal lama yang tercatat adalah Patmos. Aniway.. saya masih mencari tau dimana Yohanes menulis surat nya yang kedua). Sedangkan Injil Yohanes ditulis setelah Yohanes mendapat pewahyuan di Patmos, sehingga Yohanes menuliskan tentang peristiwa2 tambahan seperti "Pernikahan di Kana", yang tidak ditulis oleh penulis Injil lain.
Demikianlah Pendahuluan Surat Efesus ini. Ini memang belum lengkap, saya masih mempelajarinya untuk lebih dalam lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)