Hanya pikiran spontan... hanya belajar...
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Janda Sarfat dan Elia


1Raj 17:1-24


"Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 


Tuhan menyuruh Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat. Janda ini pun tidak tau bahwa ia diberi tugas oleh Tuhan untuk memberi makan Elia.

Kata Elia:

 "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." 

 "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 

Selasa, 31 Juli 2012

Beralih Fokus

Maka wanita itu meninggalkan tempayannya di situ lalu lari ke kota dan berkata kepada orang-orang di sana,   "Mari lihat orang yang memberitahukan kepada saya segala sesuatu yang pernah saya lakukan. Mungkinkah Ia itu Raja Penyelamat?"  Maka orang-orang itu pun meninggalkan kota lalu pergi kepada Yesus. 
Yoh 4:28-30

Perempuan ini datang ke tempat itu untuk mengambil air. Kemungkinan ia datang dari tempat yang jauh, mungkin dari kota. Ia ada di situ sekitar jam 12 siang. Jika tempatnya dekat, ia takkan berada di situ jam 12 siang, karena sudah pasti terik matahari membuat orang berpikir lebih baik mengambil air lebih pagi lagi. Tetapi ia di situ sekitar jam 12 siang sedang menimba dan di situ ia bertemu dengan Yesus. 

Perempuan ini bukanlah perempuan baik pada umumnya, karena Yesus membuka rahasianya akan 5 suami yang sebenarnya bukan suaminya. Walaupun demikian ia tau akan hal-hal yang agamawi, ia tau tentang nabi yang akan datang. Mungkin ia tadinya adalah seorang yang setia beribadah menurut agamanya dan terpaksa terseret masalah asusila karena desakan ekonomi. 

Kamis, 28 Juni 2012

Sejak Kapan Orang Kristen "Dilarang Nonton Bioskop!"

Ada beberapa gereja yang melarang anggota gerejanya terutama anak mudanya untuk pergi nonton di bioskop. Bagi mereka, bioskop adalah tempat yang kurang pantas bagi pengikut Yesus. Mungkin seperti tempat yang berbau 'maksiat'. Ya... mungkin ada beberapa cowok-cowok yang mengambil kesempatan untuk mulai 'menjamah' dan berbuat kurang sopan di tempat yang gelap dan tidak diketahui orang lain. Tetapi pemikiran ini sebaiknya jangan dipupuk. Lebih baik memberikan nasehat kepada para anak muda baik cowok maupun cewek untuk mempertebal iman mereka kepada Tuhan. Semakin dikultuskan semakin perbuatan yang kurang sopan itu semakin menjadi. Pencegahan adalah lebih baik daripada mengatakan hal yang belum tentu benar adanya.

Sejarah membuktikan bahwa pernah ada peraturan "dilarang nonton teater". Walaupun secara zaman sekarang teater dan bioskop berbeda namun masih di dalam satu kategori yang sama. Schnabel dalam bukunya "Paulus Sang Misionaris" yang diterbitkan oleh Penerbit ANDI, 2010: 260, mengatakan bahwa

Senin, 11 Juni 2012

Suara Hati

Suatu hari, ketika saya hanya di rumah saja dan mengerjakan pekjerjaan saya dari rumah. Sebangun tidur, saat-saat begini -- hanya mengerjakan pekerjaan dari rumah, saya biasanya langsung membuka laptop dan mulai belajar, kemudian berpikir dan mengetik. Jadi, karena sudah fokus kepada pekerjaan, biasanya saya menunda mandi hingga minimal satu pekerjaan selesai.

Tiba-tiba ada perasaan yang tidak biasa. akhh.. ga taulah apa ini terbersit dalam pikiran atau perasaan -- tapi suara itu jelas "pergilah mandi karena sebentar lagi air akan mati". Well... aku pikir ini hanya hati nurani yang tidak dapat dipercaya. Aku memang ingin mengikuti kata hati nurani itu, tapi kakiku tertahan di bawah meja dan masih asyik untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang kukerjakan. Tetapi suara itu tetap 'mengganggu' sampai akhirnya kutinggalkan pekerjaanku yang tanggung itu dan segera ke kamar mandi dan mandi. Dan.. aku mandi sampai titik air penghabisan. Artinya... setelah aku mandi, air benar-benar mati. x_x.

Rabu, 26 Oktober 2011

Apakah Anda yang Dicari?

"the true worshipers will worship the Father in spirit and truth, for they are the kind of worshipers the Father seeks"
Saya mengingat ketika pertama kali mendengar Yoh 4:23 dibacakan. Pada suatu pertemuan banner dancer. Ketika itu ada satu team pelatih banner datang ke kota kami. Mereka melatih tamborin dan banner. Kami hanyalah utusan dari gereja untuk ikut dilatih. Teman-temanku memilih untuk latihan tamborin, sedangkan aku.... aku berpikir, kenapa tidak mencoba untuk belajar hal yang baru, tari banner. Hmm... ternyata tidak mudah latihan dengan bendera berukuran 50x50 cm, di bagian pegangannya ada kayu pahatan berbentuk bola, sehingga mudah bagi pemainnya untuk memutar banner. Beberapa kali tiang bendera aluminium yang berukuran 60 cm itu mengenai tulang kering kaki. Kadang juga mengenai kepala. Tapi cukup asyik dengan pengalaman yang baru.

Sebelum berlatih, kami belajar dasar-dasar tarian dari Alkitab. Dan sebagai ayat penutup yang masih kuingat sampai sekarang adalah Yoh 4:23, tentang menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran. Pengertian inilah yang kudapat: Tuhan adalah roh, kita harus menyembah-Nya dalam roh, dan berarti kita juga harus berbahasa roh dalam menyembah-Nya. Dan apa itu 'kebenaran'? Tuhan Yesus adalah kebenaran, oleh sebab itu kita harus menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Bertahun-tahun lamanya pengertian ini kuanut. Memang tidak salah. Tapi kurang mengenai sasaran. Belum lama ini, saya membaca lagi perikop ini lagi. Wew.. saya mendapat pengertian yang baru.Dan lebih wow lagi betapa kagetnya saya ketika mendengar pengertian yang sama di beberapa pertemuan ibadah yang membahas ayat ini. Ini seperti konfirmasi bagi saya. Praise Jesus!

Well.... saya berusaha membahasnya....
Bukan suatu hal yang baru bagi Orang Yahudi untuk menyembah Tuhan dalam roh. Dari kecil mereka sudah diajarkan hal yang demikian. Tuhan adalah roh, barang siapa menyembah Dia haruslah dalam roh. Tetapi ada hal yang harus berjalan beriringan dengan itu, yaitu harus menyembah Tuhan dalam kebenaran. Apa maksudnya? Tuhan adalah kebenaran. Maka kita yang menyembah Dia, harus menyelaraskan hidup kita dengan sifat kebenaran-Nya itu. Ini bukan hal mudah. Menyelaraskan diri dengan sifat Tuhan. Kita seperti wakil Tuhan di bumi. Ketika orang-orang melihat kita, mereka dapat melihat sifat Tuhan dalam diri kita.

Bahkan seringkali kita menemui orang (dan bahkan menemukan kitalah orangnya), yang di gereja terlihat sangat kudus, suci tanpa cacat cela, namun perbuatannya sehari-hari tidak selaras dengan sifat "suci" yang terlihat di gereja. Semakin kita mengenal orang lebih dekat, kita semakin dapat mencium baunya.

Kembali ke.. Penyembah
Ada 3 jenis Penyembah:
1. Penyembah dalam roh dan kebenaran
2. Penyembah yang ikut-ikutan
3. Penonton

Mungkin kita sudah sering mendengarnya, dan informasi ini seperti sudah basi. Ijinkan saya memaparkannya, mungkin sekadar mengembalikan memori pembaca.

Banyak orang yang menyembah Tuhan hanya karena ikut-ikutan. Mungkin karena orang tuanya kristen, atau mungkin karena ga enak diajak pacar ke gereja. Setidaknya jenis ini masih ambil bagian, walau hanay ikut-ikutan.. Ada juga jenis penyembah penonton. Dirinya tidak fokus ke Tuhan, tetapi hanya untuk melihat-lihat, tidak ikut ambil bagian.

Hanya jenis Penyembah dalam roh dan kebenaran yang Tuhan cari. Apakah itu Anda? Jenis penyembah ini menyembah Tuhan bukan hanya di gereja. Tetapi dalam seluruh segi dalam hidupnya, ia selalu menyembah Tuhan. Perkataannya selaran dengan perbuatannya. Seluruh perbuatannya juga selaras dengan sifat benar Tuhan. Kebenaran tetap dijaga dalam hidupnya. Apakah Anda yang Tuhan cari?

Sabtu, 15 Oktober 2011

Hanya Bercerita

Hai semua... Rasanya sudah lama tidak menulis di sini. Belakangan ini banyak membaca saja dan sedikit utk explore. Banyak penulis2 yg sangat berbakat dan menuliskan pemikirannya dengan sangat brilliant. Honestly... Rasanya saat membaca tulisan mereka... Ingin pensiun dini dan belajar saja dari mereka. But.. Aniway I must explore my potential and show God's glory through me.

Dua minggu ini saya belajar tentang beberapa hal, seperti:
- pengampunan, kenapa harus 7x70?
- honor bring influence to people
- apa maksud 'pasangan seimbang'?
Well.. Saya hanya berusaha membagikan apa yg saya renungkan dua minggu ini, semoga dapat menjadi berkat.

Soal pengampunan...
Pengampunan yg saya tau adalah sebuah proses pembebasan orang lain dan diri sendiri. Orang yg tdk mengampuni seperti membiarkan kakinya sebelah tertahan oleh borgol yg membelenggu, artinya ia tidak dapat maju karena kakinya sebelah tertahan. Hal lain tentang pengampunan adalah... Pengampunan butuh sebuah proses. Bak mengupas bawang. Jika mengupas kulit bawang, maka bagian dalam lainnya akan menjadi kulit yg akan dikupas lagi nantinya. Hal lainnya lagi soal pengampunan... Mengampuni itu bukan melupakan. Semakin kita melupakan orang yg menyakiti kita, semakin kita dibawa kepada bayang2 orang itu. Sepertinya lebih tepat mengampuni itu menerima. So... Ketika kita menerima orang yg menyakiti kita, jika ia berbuat kesalahan yg sama lagi, maka kita lebih mudah utk memakluminya, karena kita sdh menerima dia apa adanya dia.

Ada hal menarik yg saya pelajari dua minggu ini soal pengampunan. (I don't no why I must learned it again... Naga-naganya spt akan belajar secara nyata nehh... Hahaa.. Ouw God, please gimme strength). Saya bertanya-tanya, mengapa harus mengampuni 7x atau 7x7 atau 7x70. Bagaimana jika sudah ke-8, atau ke-15 ataupun ke-491. Apakah setelah standar itu kita dapat dgn sebebas-bebasnya menghukum org yg bersalah pada kita? Minggu lalu, seorg teman men-share arti alegoris dari perikop ini. Angka 7 adalah lambang dari sempurna. So... Ketika kita mengampuni, kita harus mengampuni sampai kita sempurna dan orang yang kita ampuni itu sempurna.

Kemudian saya terbawa dlm alam pikiran bahwa tujuan seorang kristen. Tujuan kekristenan bukan lah sekadar memperoleh keselamatan. Jika tujuannya hanya utk memperoleh keselamatan maka sekalipun org pantekosta akan setuju dengan paham predestinasi, "sekali selamat tetap selamat", hidup selamaatt. Banyak orang kristen berkata "akhh.. yg penting sudah selamat". Come on... Tujuan kekristenan adalah mencapai kedewasaan. Jika kita telusuri "Hendaklah kamu sempurna seperti Bapamu sempurna", kata sempurna itu adalah dewasa. Mengapa harus dewasa? Karena perkawinan Anak Domba Allah dengan gereja, gereja haruslah dewasa. Syarat sebuah pernikahan yg pertama adalah kedua calon mempelai haruslah dewasa.

Kembali ke pengampunan...
So, kenapa kita harus saling mengampuni, supaya kita masing-masing dewasa dan orang yg kita ampuni itu dapat dewasa. Well... Kita tau skrg, orang yg tidak mau mengampuni akan mempengaruhi sesekelilingnya menjadi kerdil, begitu juga dengan dirinya sendiri. Seperti membawa truk sampah dan menyebarkan bau tak sedap. Bagaimana mungkin hidup seperti itu dapat menjadi terang?

Pengertian ini membawa saya menjadi mengerti mengapa Tuhan Yesus memberi contoh cara mengampuni. Bukan hanya supaya selamat di akhirat nanti, tetapi kita juga dapat selamat di dunia. Hidup kita menjadi bebas utk bekerja, melangkah ke next level dalam sesi hidup kita.

Pengertian ini juga membawa saya kepada pengertian topik "honor bring influence to people" dan "pasangan seimbang". Kedua topik ini sebenarnya sama2 membutuhkan 'kasih'.

Ketika saya merenungkan kenapa topik "pasangan seimbang" hanya utk cara memilih pacar/ pasangan hidup. Bertitik tolak dari kenapa pasangan hidup kita harus pasangan yang seimbang. Paulus dengan tegas menegur jemaat Korintus yg pada zaman itu kebudayaan mereka dipengaruhi juga dengan kebudayaan kaum penjajah. Misalnya saja wanita2 kaya bebas berbicara 'melangkahi kaum pria' (tentu saja karena kekayaan mereka). Atau mereka bebas berbusana yg tidak sepatutnya. (Lihat pada keterangan budaya) Akibatnya org2 percaya juga ikut2an gaya hidupnya mereka. Makanya Paulus menegur jemaat ini dengan tegas agar tidak berkawin campur dengan org yg 'merusak budaya baik' itu.


###
*keterangan budaya* -kutipan-

Baik di kalangan orang Yunani, Romawi, dan di kalangan orang Yahudi (bahkan merupakan hukum yang tegas di kalangan ini), menurut tradisi tidak ada wanita yang boleh terlihat berjalan di luar tanpa kerudung atau tutup kepala. Dahulu dan sekarang, ini adalah tradisi umum di dunia timur, dan tak seorangpun kecuali pelacur, pergi ke luar rumah tanpa kerudung. Jika seorang wanita tampil di depan umum tanpa kerudung, berarti ia menghina kepalanya – yaitu suaminya. Jika seorang wanita tertangkap sebagai pelacur, rambutnya harus diperlihatkan sebagai hukuman atas persundalannya. Jika ia tertangkap lagi dalam perzinahan, ia dapat dihukum dengan dicukur rambutnya di depan umum. Bagi seorang wanita normal untuk tampil di depan umum tanpa tutup kepala, efeknya sama saja, karena hanya pelacur yang muncul di depan umum dengan kepala yang tidak ditutupi. Muncul di depan umum tanpa tutup kepala menunjukkan ketidakhormatan terhadap pria, suaminya, ayahnya, dan pada jenis kelamin pria pada umumnya. Tutup kepala merupakan lambang kerendahhatian wanita di hadapan pria (Kejadian 24:65), dan kesucian hubungan suami-istri (Kejadian 20:16). Membiarkan kepala terbuka menandakan mundur dari kekuasaan suaminya, dan dengan demikian seorang istri yang dicurigai akan dibuka tutup kepalanya oleh imam (Bilangan 5:18). Rambut panjang adalah, menurut tradisi pada masa itu dan hampir di semua negara, tanda kewanitaan dan dipakai sebagai tanda kecantikan wanita. Memotongnya dalam hal ini berarti menampilkan diri seperti jenis kelamin yang lain, dan berarti mengesampingkan tanda pengenal kewanitaan.

Beberapa penafsir menafsirkan bahwa kelihatannya dari pernyataan Paulus ini, para wanita itu menanggalkan kerudung mereka, dan membiarkan rambut mereka acak-acakan ketika mereka berpura-pura berada di bawah pengaruh urapan ilahi. Inilah yang terjadi dengan imam-imam wanita penyembah berhala dan mungkin wanita-wanita Kristen itu meniru mereka. Penafsir-penafsir lain menafsirkan ''kepalanya'' sebagai pria; ini merupakan lambang saja dan bukan kepala yang sesungguhnya. Tetapi tidak ada alasan untuk menafsirkannya demikian. Justru wajar bila ditafsirkan secara harafiah pada seluruh bagian ini. Paulus sedang membahas kebiasaan budaya di sini. Dan sebenarnya ia menyatakannya dengan jelas dalam bab 4 ayat 16.

### 

Marilah kita melihat lebih dalam lagi tentang "pasangan seimbang" ini. Salah satu alasannya adalah ketika seseorang bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhannya, maka rohnya dihidupkan, sehingga ia sekarang terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Rohnya terhubung dengan Roh Tuhan. Berbeda dengan orang yg blm menerima Tuhan, rohnya mati sehingga dirinya hanya terdiri dari tubuh dan jiwa saja. Trus? Tentu saja jika seseorang yg terdiri dari tubuh, jiwa dan roh dipersatukan dengan orang yg terdiri dari tubuh dan jiwa saja, pastinya pasangan tersebut adalah pasangan yg tidak seimbang. Bagaimana jika hubungan tersebut sempat terjadi? Memang pada awalnya hubungan tersebut terlihat biasa-biasa saja dan enjoy2 saja. Tetapi pada satu titik dan selanjutnya mereka akan kesulitan dalam hal kesepakatan mengambil keputusan. Apalagi segala sesuatu tentang Tuhan. 

Ada alasan lainnya mengapa harus "pasangan seimbang". Hidup manusia selalu haus akan kasih sayang. Seringkali kita menuntut seorang kristen yg terlihat rohani utk terus-menerus mengasihi orang lain, selalu tersenyum, dan all is well. Kita lupa memperlakukannya sebagai manusia biasa. Aniway... Sekalipun seorang kristen yg sudah pernah belajar alkitab jam-jam-an, ataupun bahasa rohnya keren banget, dalam pelayanannya selalu terjadi mujizat.... Jangan lupa tetap memperlakukannya sebagai manusia. Manusia selalu butuh kasih, diperhatikan, diterima. Walaupun kita sdh menerima kasih Tuhan Yesus, dalam kebaktian selalu penuh Roh Kudus, tetapi tetap saja kita selalu butuh kasih... Seakan-akan kasih yg kita berikan ke orang2 lain membuat kasih kita drain out dan buat kita exhausted alias kecapean. Sekalipun kita dapat 'memulihkan' kasih itu dalam praise n worship to God, tetep aja kita butuh perhatian sesama manusia. Itulah sebabnya Rm 12:10, Paulus menasehati kita utk berlomba-lomba dalam menghormati org lain dan memberi kasih. Seringkali kita berada di antara orang2 yg tong kasihnya kosong. Nah... Bukan hanya dalam ajang mencari pacar saja kita butuh nasehat "hendaklah kamu adalah pasangan seimbang", tetapi perlu kita pertimbangkan juga dalam hubungan berbisnis, melayani, dan hubungan kemanusiaan lainnya. Bukan berarti kita hengkang dari dunia ini, karena sulit sekali mencari partner bisnis, teman yg seimbang. Tetapi FT ini mengingatkan kita bahwa jika kita berhubungan dengan pasangan yg tdk seimbang maka hati2 kamu akan kecapean. Oleh sebab itu perlu melatih hati kita, melapangkan hati untuk kemungkinan yang sebenarnya tidak kita inginkan, supaya kita tidak cepat down tetapi tetap bertahan. Bagaimana caranya? Dengan membiasakan diri kita bersekutu dalam komunitas teman-teman seiman kita. Dan juga tetep mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam persekutuan dalam Tuhan, kita akan memperoleh kekuatan baru. Dengan kekuatan yang baru kita dapat mengasihi orang-orang yang berhubungan dengan kita.

Bukan berarti dalam persekutuan teman-teman seiman kita tidak akan terjadi perselisihan dan membuat kita capek. Biasanya semakin kita rasa dekat suatu hubungan itu, semakin mungkin untuk terjadi gesekan, perselisihan. Tidak banyak orang yang dapat bertahan ketika terjadi gesekan atau perselisihan itu. Baik perselisihan dalam keluarga, teman seiman, ataupun dengan dunia ini. Tetapi semakin kita berjaga-jaga, semakin kita dapat mengatasi masalah perselisihan yang terjadi. Hati kita dapat cepat sadar dan kembali pulih.

Satu topic lagii… “honor bring influence to people”. Ketika kita mengasihi orang lain, mungkin kita tak sadar telah memberikan rasa hormat kita juga kepada orang yang kita kasihi, tetapi kita dapat melihat dampaknya adalah kita telah berhasil memberikan pengaruh kepada orang lain. Ketika kasih seseorang penuh, maka ia mampu mengasihi orang lain lagi. Orang yang tidak pernah merasa dihormati, sulit baginya untuk menghormati. Untuk menjadi terhormat, kita perlu menghormati orang lain. Alkitab menganjurkan kita untuk saling mendahului memberi hormat.

Amsal 17:6 “Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka”. Bagaimana anak-anak mendapat kehormatan, karena prestasi orang tua, terlebih lagi orang tua memberi contoh (menghormati) anak-anak mereka juga. Misalnya saja menepati janji, mendengarkan pendapat anak laki-laki (walaupun mereka masih kecil), membukakan pintu untuk anak perempuan (walaupun mereka masih kecil), memberikan nilai kepada anak-anak laki-laki dan perempuan, supaya mereka mereka tidak menyia-nyiakan hidup mereka, dan menyadari betapa mahalnya hidup mereka. Ketika anak-anak sudah besar orang tua dapat berbangga karena anak-anak mereka menjadi orang-orang yang terhormat.

Hormat : menjadi berbobot. Dalam Mark 16:1-6, jemaat yang besar itu kehilangan kesempatan besar hanya karena gagal menempatkan Yesus sesuai dengan bobot/ nilai-Nya. Seringkali orang-orang yang dapat menolong kita itu tidak jauh dari kita, tapi kita gagal karena tidak menempatkannya sesuai dengan nilainya.

Dalam Luk 19 Yesus memberikan hormat/ memperlakukan Zakheus sesuai dengan bobotnya, akibatnya Zakheus bertobat. Zakheus seorang terhormat namun untuk meliaht Yesus, dia memilih tempat yang kurang terhormat (panjat pohon).

Well.. ini saja yang mau saya ceritakan… semoga menjadi inspirasi dan berkat.

Jumat, 02 September 2011

Sempurna adalah Tujuan

Topik ini adalah topik favorit yang mendapat perhatian lebih banyak dua tahun terakhir bagi penulis. Tadi pagi penulis menonton salah satu acara favorit di channel favoritnya. Suatu tayangan tentang realiti hidup. Tentang seorang kaya, seorang jutawan, yang ingin membantu orang lain dengan uangnya. Sebelum ia membagikan uangnya ia harus benar-benar memastikan bahwa orang yang akan diberinya uang itu harus benar-benar layak menerima bantuan itu. Oleh sebab itu, jutawan itu harus menyamar menjadi orang biasa, berbaur dalam kehidupan orang yang akan dibantunya itu dan mencari tau akan kebutuhan orang-orang yang akan dibantunya itu. Tidak semua orang dapat menerima bantuan finansial dengan gampangnya, banyak orang dapat dengan mudah tersinggung hanya karena ada orang yang mau memberikan uang untuk membantunya. Oleh sebab itu seorang pemberi bantuan haruslah berhati-hati jangan sampai menyinggung perasaan orang yang akan dibantunya itu. Well... jadi teringat perkataan "kadang lebih enak ketika memberi daripada ketika menerima". Hehe... perkataan itu penulis ucapkan karena seseorang menolak untuk ditraktir :D Ketika penulis renungkan "terlebih berkat memberi daripada menerima" atau dengan perkataan lain "lebih berbahagia memberi daripada menerima", yaa... ini sebenarnya statement umum.... tidak mudah sebenarnya memberi kepada orang lain, karena tidak semua orang mau diberi juga. So... pastinya seseorang yang dapat memberi akan mendapat berkat sukacita dalam hatinya, terlebih lagi 'hukum tabur tuai' yang pasti berlaku dalam kehidupan.

Sabtu, 23 Juli 2011

Benarkah Dia Tak Pernah Tinggalkan? 2

Sebelumnya saya pernah menulis artikel Benarkah Dia Tak Pernah Tinggalkan. Intinya bahwa pada zaman Taurat, Tuhan pernah meninggalkan umat kesayangan-Nya itu. Tentu saja, karena Ia tidak dapat bercampur dengan dosa. Bahkan kitab pemazmur juga sudah menubuatkan bahwa Ia, Bapa, akan meninggalkan Anak-Nya yang tergantung di kayu salib, hanya karena dosa yang sedang Ia tanggung. Itulah pengorbanan Yesus, Sang Juruselamat.  Hanya untuk membenarkan manusia yang berbuat dosa, Ia rela terpisah dari Bapa, ditinggalkan oleh Bapa.

Salah satu kebtuhan dasar manusia adalah ACCEPTENCE, atau penerimaan. Jadi ketika manusia itu tidak diterima ataupun ditinggalkan, tentulah seperti langit runtuh menimpanya. Seperti suami istri yang ditinggalkan pasangannya (salah satunya pergi selamanya), menurut survey orang yang ditinggalkan pasangannya akan kehilangan 99% semangatnya.  Yesus dan Bapa adalah satu. Tidak mudah bagi Yesus ketika Bapa memalingkan wajah-Nya, hal itu adalah penderitaan.

Selasa, 12 Juli 2011

Kalau Bukan Kawan, ya Lawan

Kemaren saya membaca suatu pertanyaan "mengapa kita harus mengasihi musuh?". Ya.. respon pertamaku adalah "ya karena memang harus lah demikian". Tapi lama-kelamaan pertanyaan ini bak mendominasi hariku, maka kurenungkanlah pertanyaan ini.

Sering kita berkata "agar kita dapat mengasihi diri sendiri, orang lain, apalagi musuh... haruslah lebih dahulu kita mengasihi Tuhan". Benarkah?? Mengasihi adalah keputusan. Orang yang kita kasihi belum tentu mempunyai respon yang sama dengan kita yang mengasihinya. Jadi, mengasihi pertama kali haruslah berasal dari diri sendiri. Kasih yang Tuhan berikan itu adalah anugerah. Anugerah adalah hadiah. Sama seperti ketika kita memberi kasih kepada orang lain, berarti kita memberikan hadiah kepada orang itu. Kita tidak dapat berharap agar orang lain memberikan hadiah kepada kita terus menerus. Jika kita tau mengasihi itu baik, baiklah kita mengasihi. Jadi mengasihi adalah keputuan dari diri kita. Tuhan tidak pernah mengontrol kita supaya kita dapat mengasihi orang lain, tetapi Tuhan membuka pikiran kita, memulihkan 'saluran kasih' kita sehingga kita dapat mengambil keputusan untuk mengasihi.

Senin, 09 Mei 2011

What Are You Doing Here?

"What are you doing here, Elijah?" 1 Raj 19:9

Pertanyaan ini diajukan kepada Elia. Tuhan menanyakan suatu pertanyaan pertanggung jawaban Elia terhadap tugas-tugasnya. Seringkali kita menemukan Tuhan bertanya kepada orang-orang-Nya. Itulah salah satu bukti bahwa Allah turut bekerja dalam sgala perkara. Ia memberikan tugas, namun saat tugas itu tak berjalan seperti seharusnya Ia bertanya. Pertanyaan yang diajukan adalah suatu pertanyaan pertanggung jawaban, pertanyaan yang membuat penjawabnya mengoreksi diri, melihat apa yang telah dilakukannya, baik atau buruk.

Seperti halnya pertanyaan Tuhan yang diajukan kepada Adam ketika baru saja dirinya jatuh dalam dosa, "Di manakah engkau?" (Kej 3:9). Atau pertanyaan kepada Kain, ketika Kain baru saja membunuh Habel, adiknya, "Di mana Habel, adikmu itu?" (Kej 4:9). Dan juga Ayub, yang diberikan begitu banyak pertanyaan, "Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku" (Ayub 38:3).

Sabtu, 07 Mei 2011

Permulaan Pengetahuan

Untuk memperoleh ilmu sejati, pertama-tama orang harus mempunyai rasa hormat dan takut kepada TUHAN. Orang bodoh tidak menghargai hikmat dan tidak mau diajar. 

Benar lah perkataan ini, bahwa awal untuk memperoleh pengetahuan adalah rasa hormat dan takut akan Tuhan. Beberapa hari ini topik diskusi dengan teman-teman adalah tentang 'dewasa'. Bagaimana menjadi kristen yang dewasa. Awalnya hanya candaan biasa, tetapi tak dapat menghidar dari pikiran-pikiran yang merindukan perubahan-perubahan yang lebih baik. Berawal dari bahasan tentang 'manusia tidak ada yang sempurna'. Hanya saja saya agak keras kepala mengatakan bahwa manusia harus bisa sempurna. Betul belum sempurna. Tetapi aku lebih suka bersikap seperti Paulus daripada yang lain. Aku lebih suka bersikap seperti Elia daripada Musa. Tetapi sama sekali tak mengurangi kepercayaanku akan totalitas alkitab.

Rabu, 20 April 2011

Mengucap Syukur part 2

Bagian pertama, Mari kita melihat siapa saja yang mengucap syukur (berdasarkan terjemahan ITB), pada Kitab Injil. Ditemukan ada 11 ayat yang mengacu kepada ‘mengucap syukur’, 8 ayat Yesus yang mengucapkan, 2 ayat lagi orang lain. Tetapi hanya mengacu ke 3 kata saja:
· Yesus (eucharistéō ) – Mat 15:36; Mat 26:27; Mark 8:6; Mark 14:23; Luk 22:17; Luk 22:19; Yoh 6:11; Yoh 11:41
· Nabi Hana - anak Fenuel (anthomologéomai) – Luk 2:38
· Orang Farisi (eucharistéō) – Luk 18:11
· Orang Samaria (eucharistéō ) – Luk 17:16

Mengucap Syukur

Hampir setiap hari kita mendengar perkataan ini. Sungguh baik mengucap syukur kepada Tuhan. 1Tes 5:18 berkata "mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu".

Hampir setiap hari saya dikirimi kata-kata ajakan untuk mengucap syukur. That's good. Dari guratan tulisan mereka terlihat betapa Tuhan sedang memberkatimereka dengan sangat luar biasa. Ada beberapa yang sedang memberi semangat kepada diri mereka sendiri untuk tetep bersyukur dalam kesesakan mereka. Kemelut dalam pekerjaan, konflik dengan orang lain. Tetapi ada satu hal yang saya tidak bisa setuju dengan mereka, yaitu alasan   atau motivasi yang membuat bersyukur.

Jumat, 15 April 2011

Now is Accepted Time

Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 2 Kor 6:2
  
                “Accepted” diterjemahkan “perkenanan” dalam alkitab bahasa Indonesia. “Accepted” yang berarti juga diterima. Salah satu kebutuhan emosional manusia adalah ‘diterima’. Manusia yang ‘diterima’ akan lebih produtif, atau dengan kata lain menjadi lebih bersemangat belajar, suka bekerja keras. Dan hasilnya pasti hal-hal yang baik pula.

Jumat, 01 April 2011

Doa adalah Komunikasi Dua Arah

Doa adalah....??? Terserah mau mendefenisikan apa tentang doa. Defenisi kita adalah berdasarkan pengalaman kita ataupun yang kita cita-citakan. Tetapi umumnya kita mendefenisikan doa sebagai mengucapkan permintaan-permintaan kita. Atau doa adalah mendesak Tuhan untuk melakukan apa yang kita inginkan. Doa adalah nafas hidup. Kalau tidak meminta pada Tuhan rasanya hari kurang klop.

Menurut saya, doa adalah sarana membangun hubungan, sehingga doa itu butuh komunikasi dua arah. Idealnya dalam berdoa, salah satu pihak bicara, yang lain mendengar dan sebaliknya. Kisah romantisme yang paling hebat dalam sejarah terletak pada seni mendengar. Tidak banyak orang suka mendengar. Sekalipun seseorang itu pendiam, belum tentu ia suka mendengar. Salah satu adegan dalam film "Drumline" mengatakan, "Jika kamu ingin menjadi pemimpin, kamu harus belajar dipimpin terlebih dahulu". Jika diterjemahkan dalam konteks ini "jika kamu mau didengar, belajarlah mendengar orang lain".

Di dalam bahasa Inggris, ada dua kata yang diterjemahkan menjadi 'mendengar':
- hear --> hanya mendengar saja
- listen --> mendengar dengan penuh perhatian, menyimak.

Doa menjadi romantis ketika salah satu pihak bersedia untuk mendengar. Bukankah Tuhan selalu setia mendengar kita? Marilah kita melihat doa yang romantis ini:

Kamis, 31 Maret 2011

Bagaimana Seharusnya Saya Berdoa?

Saya sering merasa kagum mendengar keindahan doa orang. Saya berpikir dalam hati "How can I do that?". Sepertinya doa itu susah sekali. Doanya belok kiri, belok kanan, agak memutar baru ke sasaran. Saya memikir sangat keras bagaimana saya bisa membuat kata-kata yang sebegitu indahnya. "Apa harus dirancang dulu ya??", itulah yang saya pikirkan. Tetapi pikiran saya itu tidak menghalangi saya untuk tetap berdoa.

Ketika kita datang kepada Tuhan, kita dapat menjadi diri kita apa adanya. Apalagi kita datang kepada Sang Imanuel. Dimana saja kita dapat berdoa. Tidak perlu lagi pendeta atau imam sebagai perantara. Sebelum kita berdoa pun, Dia sudah tau apa yang akan kita minta. Jadi kita tidak perlu menyetel keindahan doa itu. Tetapi memang ada orang-orang yang dapat berpuisi dalam doanya. Begitulah ia diciptakan Tuhan. Saya diciptakan dengan sangat berbeda pula.

Aku Tak Pandai Berdoa

Kepada Yth,
Tuhan Yesus Yang Maha Kuasa
di
Surga

Dear God,
Terimakasih buat hari ini. Terimakasih karena Engkau baik bagiku.
Tuhan ampuni aku karena kesalahan dan dosaku. Layakkan aku Tuhan.
Tuhan, aku datang kepadaMu karena Engkau tidak pernah gagal. Engkau Allah Yang Kuat dan Perkasa. Aku senang karena Engkau tak pernah menolak aku. Engkau tetap Allah El-Shadday bagiku. Hmm... aku ga punya permohonan sekarang, hmm.... aku lupa, hanya mau bilang You are The Almighty God, never failed and always woww for me.

Amin

Minggu, 20 Februari 2011

You Are So Special

Aku beritahu bagaimana perasaanku! Aku merasa seperti orang tua yang menemukan bayi perempuan tergeletak nyaris mati di selokan. Aku membawa anak itu pulang dan menjadikan dia anakku. Aku membersihkan dia pendidikannya, memberi dia makan. Aku memanjakan dia, memberinya pakaian dan perhiasan. Kemudian suatu hari ia melarikan diri. Aku mendengar tentang kehidupan maksiat yang dijalaninya. Ia menjadi pecandu obat entah dimana, badannya penuh tato, dengan anting-anting di segala tempat. Kalau namaku kebetulan terdengar, ia menyumpahi aku. Aku merasa seperti ia menusukkan pisau di perutku.

Aku beritahu bagaimana perasaanku! Aku merasa seperti pria yang jatuh cinta dengan wanita paling cantik dan sensitif di dunia. Aku menemukan dia kurus, tidak terawat, teraniaya. Dan aku membawanya pulang untuk menyembuhkannya dan membuat kecantikannya bersinar. Ia menjadi biji mataku, dan aku menghujaninya dengan hadiah dan cinta. Aku berikan semua itu, dan ia malah meninggalkan aku. Ia mengejar-ngejar sahabat-sahabatku, musuh-musuhku -- siapa saja. Ia berdiri di pinggir jalan dan membayar orang berhubungan seks dengannya; tidak seperti pelacur biasanya, ia bahkan tidak meminta uang untuk pelayanannya! Aku merasa dikhianati, ditinggalkan, didepak.

(dikutip dari "The Bible Jesus Read", Phip Yancey, 2001, Hal 182)

Kitab para nabi di Perjanjian Lama sering menggambarkan Tuhan dengan sengaja menyerah pada kekuatan cinta yang liar dan tidak tertahankan. Kitab para nabi sering mengungkapkan kepribadian Tuhan yang paling kuat di dalam Alkitab. Seringkali nabi-nabi itu harus melakonkan apa yang harus mereka tulis menjadi pesan yang sebenarnya dari yang Tuhan berikan untuk umat-Nya. Tujuan utamanya adalah hanya untuk memberitahukan kepada umat Tuhan bahwa Tuhan itu tidak pernah menyerah terhadap umat-Nya. Berulangkali Ia berfirman melalui nabi-nabi-Nya supaya perhatian umat Tuhan itu tergugah dan mengarahkan fokus mereka hanya kepada Tuhan.

Sering Tuhan menyatakan kesalahan umat-Nya dan kemudian menghukum umat-Nya hanya untuk memberitahukan bahwa mereka telah bersalah, dan mereka harus segera bertobat. "Dari semua bangsa di dunia, kamulah satu-satunya bangsa yang Kukenal dan Kuperhatikan. Itulah sebabnya dosamu besar, dan Aku pasti menghukum kamu." Amos 3:2. Walaupun Ia menghukum, tetapi tidak dibiarkan-Nya sendiri umat-Nya itu. Dia tetap menunggu siapa saja yang mau berbalik kepada-Nya. Hati-Nya tetap berbelas kasihan sehingga mengampuni dan memulihkan kembali umat-Nya itu.

Tuhan berbicara dengan penuh ketegasan terhadap orang yang mencoba mengganggu umat-Nya itu “Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel,” Yoel 3:2. Tetapi kepada umat-Nya, Tuhan berbicara penuh dengan kelembutan, "Engkau berharga di mata-Ku, Aku menghargai dan mengasihi engkau; maka Kuberikan manusia sebagai gantimu, bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu." Yes 43:4.

Kita sangat berharga di mata Tuhan, kita ini spesial. Walaupun kita pernah berpikir, bahwa seberapa berharganya kita di dalam planet bumi yang hanya setitik saja di antara berjuta planet dalam galaksi Bima sakti? Bayangkan lah Tuhan bak mabok cinta, sampai rela mengorbankan Yesus untuk menjemput kita yang sangat spesial ini. Sambil menunggu waktunya tiba, kita diberikan kemakmuran. TUHAN berkata, "Pada waktu itu Yerusalem dan Yehuda akan Kupulihkan kemakmurannya" Yoel 3:1. dan seringkali Tuhan menyemangati kita dan mengatakan bahwa kita adalah "Hai pahlawan gagah perkasa!!". "baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" Yoel 3:10 atau dalam terj IBIS 'Aku dapat berjuang seperti tentara!'. Sungguh luar biasa Tuhan kita itu.

Segala perumpamaan sampai contoh hidup Tuhan berikan supaya umat Tuhan itu boleh mengerti betapa cinta-Nya Tuhan kepada umat-Nya, karena begitu berharga dan spesialnya umat-Nya itu. Tuhan memanggil Hosea untuk menggambarkan emosi cinta-Nya itu kepada umat-Nya. Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi seorang wanita tuna susila bernama Gomer (yg zaman ini digambarkan sebagai bintang porno terkenal), dan ia melahirkan 3 orang anak. Kemudian ia meninggalkan Hosea untuk pria lain. Tetapi Tuhan memberi perintah lagi kepada Hosea, "Cintailah ia seperti Tuhan mengasihi bangsa Israel, meskipun mereka beralih pada ilah-ilah lain". Hos 3:1.

My friends, Tuhan mengingatkan kita lagi "You are so special, I'm with you". Tuhan sangat memperhatikan kita. Tuhan sangat memperhatikan setiap pekerjaan yang kita lakukan. Walau kadang kita merasa letih, bosan dan merasa tidak ada yag membela kita, tetapi Tuhan berkata "I'm with you". Bukankah kita perlu penyemangat? Tuhan berkata Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" Yoel 3:10 . Ketika kita sadar bahwa kita adalah spesial, dan Tuhan rela menyuport kita, bukankah itu kekuatan yang luar biasa untuk kita dapat melangkah? Saat ini Tuhan berkata kepadamu "Hey pahlawan... Aku besertamu, Aku mendukungmu!!". Mari kita bekerja dengan bebas, mari kita mengerjakan talenta-talenta kita dengan bebas, mari melayani Tuhan dengan bebas, dengan sukacita surga dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Penyertaan Tuhan itu akan membuat kita berhasil (Kej 39:2).



*) Nantikan bentuk renungannya hanya di RH GLOW Maret 2011, hanya di TB Rohani, di kota Medan.

Selasa, 15 Februari 2011

Remember a Reason




"yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami"
2Kor 8:19

Bacaan: 2Kor 8:1-24

Setiap dari kita ingin sekali berbuat sesuatu untuk Tuhan. Oleh sebab itu kita mulai menyentuh pelayanan-pelayanan. Di awal kita mengenal Tuhan, rasanya apapun yang kita lakukan, kita dapat lakukan dengan sukacita. Namun sering seiring dengan waktu akan terbukti mana yang hanya emosi sesaat dan mana yang cinta sejati kepada Tuhan.

Kamis, 10 Februari 2011

Watch Your Step!

"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!", Yak 4:7

Surat ini ditulis oleh Yakobus di awal kekristenan. Yakobus adalah saudara dari Yesus, yang menjadi percaya ketika melihat Yesus telah bangkit (1Kor 15:7) dan akhirnya menjadi pemimpin jemaat di Yerusalem (Kis 12:17; 15:13; 21:18). Surat Yakobus berisi tentang petunjuk praktis mengenai kehidupan kristiani. Yakobus menganggap penting perbuatan yang menyertai pernyataan iman itu. Perilaku seseorang dapat dilihat apakah benar seseorang itu mempunyai iman yang sungguh. Iman yang murni dalam Kristus selalu meluap dan dapat tampak dalam seluruh kehidupan. Yakobus mengingatkan kita tentang perlunya ukuran-ukuran dan nilai-nilai kristiani yang murni dalam segala segi kehidupan. Betapa mudahnya kita melepaskan hal-hal yang menjadi pegangan kita. Betapa mudahnya dunia di sekitar kita meremas-remas kita menjadi bentuk yang dikehendakinya, untuk meyakinkan kita bahwa tidak ada yang mutlak, tidak ada hitam atau putih, melainkan hanya abu-abu. Orang kristen mula-mula membutuhkan Surat Yakobus ini - demikian pula kita sekarang.
dikutip dari "The Lion Handbook to the Bible", 1973.
-000-