*) zeeddd....zedd... alert... Hanya untuk DEWASA
Senangnya dapat bertemu dengan teman-teman SMU. Ini adalah ngumpul-ngumpul pertama setelah diriku menikah. Hah... pastinya pertanyaan pertama mereka adalah "gimana rasanya menikah??", tanpa pikir panjang jawabanku "asyik :)". Ga nyangka aja ternyata persepsi pikiranku dengan mereka sedikit berbeda. Berpikir sejenak... seolah ku bisa membaca pikiran mereka dari mata mereka yang berbinar, dan senyuman mereka yang lebar. Hahaa... Aku pikir mereka menanyakan gimana kabarku, TERNYATA.... apa yang mereka pikirkan berbeda... Duehh... teman-teman maafkan diriku yang agak lupa tentang pertanyaan orang yang belum menikah kepada yang sudah menikah...LOL! As you know lahh pembaca! qiqqiqiiqi.
Seperti kata Kak Aida (salah satu pembina di Barito), perkataannya dulu yang kuingat "orang yang belum menikah pasti penasaran sesuatu di balik 'tembok' pernikahan". And no wonder, rasa penasarannya adalah tentang sex. Kata si Erix "Sex itu kan bagian cerita kehidupan yaa...." maka panjanglah ia bercerita. Haha... dalam hatiku, "mereka yang belum pernah, bercerita selayaknya sudah paling ahli"....hehe... just kidding you. Mereka menguliahi aku. Tapi seru juga mendengar harapan dan cerita-cerita mereka yang penuh dengan ketegasan tanpa rasa kuatir. Seolah mereka telah pernah ada di 'balik tembok'... hehe.
*break...* gempaaaa.... 6,7 scr. Lokasi: 2.81 LU - 97.85 BT, pusat gempa: 59 km TimurLaut SINGKILBARU-NAD , 75 km Tenggara KUTACANE-NAD , 78 km BaratDaya KABANJAHE-SUMUT , 89 km Tenggara TAPAKTUAN-NAD , 1411 km BaratLaut JAKARTA-INDONESIA. Baju digantungan aja bergoyang kencangnyooo...
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journey. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 September 2011
Jumat, 02 September 2011
Liburan Lebaran 2011
Senangnya bisa pulang ke kampung halaman... bertemu papi, mami, adek-adekku, tetangga-tetanggaku, om dan tanteku, saudara-saudara, teman-teman sekalian. Senang sekali dapat bersenang-senang di kota ini. Walaupun kadang aku merasa bahwa kota ini agak menyebalkan bagiku, baik soal service yang kadang buat gregetan dan tentang 'sok kuasa' beberapa orang, yaahh... aku tetap merasa betah untuk tinggal di kota ini. Rasanya waktu sepuluh hari itu kurang. Sayang sekali suami tercinta tidak ikut serta :'(
Mendapatkan tiket untuk dapat mengunjungi kota Medan saja, rasanya hati ini penuh dengan kegembiraan. Mendapatkan kode book-nya saja sudah bisa merasakan apa yang akan dimakan, apa yang akan dikerjakan, akan berkunjung kemana, mau bertemu siapa saja, mendapatkan apa, segala sesuatu kesenangan sudah dapat terbayangkan. Sumringah....
Mendapatkan tiket untuk dapat mengunjungi kota Medan saja, rasanya hati ini penuh dengan kegembiraan. Mendapatkan kode book-nya saja sudah bisa merasakan apa yang akan dimakan, apa yang akan dikerjakan, akan berkunjung kemana, mau bertemu siapa saja, mendapatkan apa, segala sesuatu kesenangan sudah dapat terbayangkan. Sumringah....
Rabu, 10 Agustus 2011
My Journey
Kangen rasanya sudah lama tidak bisa nge-blog. Sebenernya banyak yang mau ditulis tapi berhubung karena kompi terserang virus terpaksa deh harus diopname dulu sampe sembuh. *Tulisan-tulisan itu tetap jadi draft sampe ter-terminate*. Dalam kondisi setengah sehat kompi harus di bawa pulang karena dokter kompi nya harus bertugas ke Kalimantan. Ok d.. Thanks God, kompi sdh bisa dipake. Ya gpp lah suaranya belum keluar. Artinya latian fingering harus berhenti dulu sampe driver sound nya ditemukan.
Aniway.... seneng banget bisa melewati berbagai 'petualangan hidup' dalam 4 minggu ini. Dari mulai bisa nonton konser rock di Ancol, Java Rockin' Land, bisa badminton rutin bareng temen2 2nd home, bisa nemeni temen sehidup semati gw, bisa membaca beberapa buku, bisa membuat beberapa perencanaan alias mengelola mimpi. halahh... :D hehe :D. Seneng deh bisa jadi diri sendiri. Hati ini rasanya penuh dan kegembiraan yang membludak. Upss... bukan berarti tidak ada masalah, tetep aja dalam kondisi gembira juga terserang masuk angin. Hal pentingnya adalah kita dapat mengelola hati dengan baik. Selalu ada pilihan apakah kita harus bersukacita atau kehilangan sukacita.
Aniway.... seneng banget bisa melewati berbagai 'petualangan hidup' dalam 4 minggu ini. Dari mulai bisa nonton konser rock di Ancol, Java Rockin' Land, bisa badminton rutin bareng temen2 2nd home, bisa nemeni temen sehidup semati gw, bisa membaca beberapa buku, bisa membuat beberapa perencanaan alias mengelola mimpi. halahh... :D hehe :D. Seneng deh bisa jadi diri sendiri. Hati ini rasanya penuh dan kegembiraan yang membludak. Upss... bukan berarti tidak ada masalah, tetep aja dalam kondisi gembira juga terserang masuk angin. Hal pentingnya adalah kita dapat mengelola hati dengan baik. Selalu ada pilihan apakah kita harus bersukacita atau kehilangan sukacita.
Senin, 11 Juli 2011
Bukan Bulan Madu
Pernikahan kami yang masih berumur 2 minggu ini, rasanya hari-hari manis dan indah. Teman-teman ntah nanya beneran ntah latah atau hanya ingin tegur sapa doang.
"Ciieee... bulan madu dong".
"hmm... bulan madunya ditunda dulu".
Beberapa harini, tepatnya 8-10 juli 2011, kami berdua ke Juana - Pati, ke kampung halamannya Peters untuk merayakan ucapan syukur atas acara pernikahan kami yang diselenggarakan di Medan, 24 Juni 2011. Perjalanan dadakan membuat kami nyaris tidak dapat tiket berangkat maupun pulang. Tiket pesawat, hampir semua jasa perusahaan penerbangan yang sudah menjual tiketnya sold out. Jasa kereta api juga sudah diborong oleh customer dan calo. Jasa bus juga sudah hampir penuh. Session menjelang anak masuk sekolah membuat kami kesulitan mendapatkan tumpangan untuk pulang ke kampung halaman Peters. Puji Tuhan, akhirnya kami dapat juga tiket bus executive. Ya lumayan lah daripada harus bayar tiket pesawat Rp 900.000. Perjalanan di tempuh selama 12 jam. Selama di jalan, ga bisa tidur. Mata ga mau terpejam. Mata ingin berekspedisi tapi sayangnya sudah malam, tidak ada pemandangan yang dapat dinikmati, hanya hitam nan gelap.
"Ciieee... bulan madu dong".
"hmm... bulan madunya ditunda dulu".
Beberapa harini, tepatnya 8-10 juli 2011, kami berdua ke Juana - Pati, ke kampung halamannya Peters untuk merayakan ucapan syukur atas acara pernikahan kami yang diselenggarakan di Medan, 24 Juni 2011. Perjalanan dadakan membuat kami nyaris tidak dapat tiket berangkat maupun pulang. Tiket pesawat, hampir semua jasa perusahaan penerbangan yang sudah menjual tiketnya sold out. Jasa kereta api juga sudah diborong oleh customer dan calo. Jasa bus juga sudah hampir penuh. Session menjelang anak masuk sekolah membuat kami kesulitan mendapatkan tumpangan untuk pulang ke kampung halaman Peters. Puji Tuhan, akhirnya kami dapat juga tiket bus executive. Ya lumayan lah daripada harus bayar tiket pesawat Rp 900.000. Perjalanan di tempuh selama 12 jam. Selama di jalan, ga bisa tidur. Mata ga mau terpejam. Mata ingin berekspedisi tapi sayangnya sudah malam, tidak ada pemandangan yang dapat dinikmati, hanya hitam nan gelap.
Jumat, 01 Juli 2011
Our Wedding
Jumat 24 Juni 2011 adalah hari yang tak terlupakan bagi kami. Momen yang sangat spesial ketika kami melangkah untuk dipersatukan dalam rumah tangga yang baru. Ini adalah zona baru yang asing bagi kami. Kami akan melangkah bersama Tuhan.
Jumat, 15 April 2011
Kunjungan ke Somba Opu
Beberapa hari berkunjung ke Makassar, sempat juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah. Sungguh dapat mengagumi alam Indonesia yang kaya akan budaya. Cerita-cerita unuik yang disampaikan oleh pemandu wisata, seakan membangkitkan jiwa nasionalisme. Cerita yang diselingi dengan canda tawa itu kadang justru menghilangkan pesan pentingnya. Selain bahasanya yang masih asing di telinga, nama-nama yang disebutkan juga panjang dan sulit dilafal ulang. Sang pemandu wisata dengan sabar menyebutkan tahun-tahun, nama-nama dan alur cerita sejarah yang didengar spintas lalu saja oleh peserta tour. Karena penasaran akan kebenaran cerita sang pemandu wisata, penulis mengutip beberapa catatan.
Belajar 'kepemimpinan' dari pedagang pisang epe
Hidup itu indah, Nikmatilah!! Life is good, Enjoy it!!
Seminggu lalu, saya mendapat kesempatan untuk menikmati kunjungan ke pantai Losari Makassar. Sungguh indah pemandangan pantai. Tampak perahu-perahu sewa yang kecil. Dapat membawa kurang lebih 16 orang penumpang dengan tarif Rp 5000 per orang atau Rp 100.000 per perahu, borongan. Dengan perahu kecil itu, penumpang dapat dibawa keliling pantai mengunjungi beberapa pulau-pulau yang tak jauh dari bibir pantai.
Kami menginap di hotel yang tak jauh dari pantai. jendela kamar juga dapat mengarah langsung ke pantai. Rasanya sangat dekat sekali dengan pantai. Dari lantai 5, terlihat pulau-pulau yang terasa dekat sekali. Setiap pagi pemandangan indah dapat dinikmati. Ah... sangkin menikmati pemandangan, kami lupa berfoto-foto, "ahh..besok aja", ehh akhirnya sama sekali tak jadi berfoto
Seminggu lalu, saya mendapat kesempatan untuk menikmati kunjungan ke pantai Losari Makassar. Sungguh indah pemandangan pantai. Tampak perahu-perahu sewa yang kecil. Dapat membawa kurang lebih 16 orang penumpang dengan tarif Rp 5000 per orang atau Rp 100.000 per perahu, borongan. Dengan perahu kecil itu, penumpang dapat dibawa keliling pantai mengunjungi beberapa pulau-pulau yang tak jauh dari bibir pantai.
Kami menginap di hotel yang tak jauh dari pantai. jendela kamar juga dapat mengarah langsung ke pantai. Rasanya sangat dekat sekali dengan pantai. Dari lantai 5, terlihat pulau-pulau yang terasa dekat sekali. Setiap pagi pemandangan indah dapat dinikmati. Ah... sangkin menikmati pemandangan, kami lupa berfoto-foto, "ahh..besok aja", ehh akhirnya sama sekali tak jadi berfoto
-000-
Sabtu, 03 Juli 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

