Selasa, 05 April 2011
Jurnal Rapat RiseUpYoungGeneration2Medan
Diintro oleh ketua yang menceritakan bagaimana Tuhan sudah menolong sampai acara ini dapat dimulai untuk dikerjakan. Dana yang harus disiapkan. Semuanya hanya karena Tuhan Yesus saja. Sponsor utamanya adalah Tuhan Yesus Kristus saja. Banyak orang berpikir bahwa kami dibackup oleh pengusaha hebat. Di sini kita ada karena kita mengasihi Tuhan Yesus. Kita mau menabur di tanah yang subur untuk kota kita ini. Jika ingin hasil yang baik, maka taburlah hal yang baik pula. Lakukan saja tugas kita dengan baik, tidak perlu dimarahi, tidak perlu menuntut orang. Klo tidak bisa datang rapat, ya ga perlu dimarahi ya. Kita melayani Tuhan dari kesadaran dan kemauan kita sendiri. Satu lagi, jangan biarkan ada orang yang sepele dengan kita hanya karena kita muda. Tunjukkan kualitas dirimu.
Jumat, 01 April 2011
Doa adalah Komunikasi Dua Arah
Menurut saya, doa adalah sarana membangun hubungan, sehingga doa itu butuh komunikasi dua arah. Idealnya dalam berdoa, salah satu pihak bicara, yang lain mendengar dan sebaliknya. Kisah romantisme yang paling hebat dalam sejarah terletak pada seni mendengar. Tidak banyak orang suka mendengar. Sekalipun seseorang itu pendiam, belum tentu ia suka mendengar. Salah satu adegan dalam film "Drumline" mengatakan, "Jika kamu ingin menjadi pemimpin, kamu harus belajar dipimpin terlebih dahulu". Jika diterjemahkan dalam konteks ini "jika kamu mau didengar, belajarlah mendengar orang lain".
Di dalam bahasa Inggris, ada dua kata yang diterjemahkan menjadi 'mendengar':
- hear --> hanya mendengar saja
- listen --> mendengar dengan penuh perhatian, menyimak.
Doa menjadi romantis ketika salah satu pihak bersedia untuk mendengar. Bukankah Tuhan selalu setia mendengar kita? Marilah kita melihat doa yang romantis ini:
Kamis, 31 Maret 2011
Bagaimana Seharusnya Saya Berdoa?
Ketika kita datang kepada Tuhan, kita dapat menjadi diri kita apa adanya. Apalagi kita datang kepada Sang Imanuel. Dimana saja kita dapat berdoa. Tidak perlu lagi pendeta atau imam sebagai perantara. Sebelum kita berdoa pun, Dia sudah tau apa yang akan kita minta. Jadi kita tidak perlu menyetel keindahan doa itu. Tetapi memang ada orang-orang yang dapat berpuisi dalam doanya. Begitulah ia diciptakan Tuhan. Saya diciptakan dengan sangat berbeda pula.
Aku Tak Pandai Berdoa
Tuhan Yesus Yang Maha Kuasa
di
Surga
Dear God,
Terimakasih buat hari ini. Terimakasih karena Engkau baik bagiku.
Tuhan ampuni aku karena kesalahan dan dosaku. Layakkan aku Tuhan.
Tuhan, aku datang kepadaMu karena Engkau tidak pernah gagal. Engkau Allah Yang Kuat dan Perkasa. Aku senang karena Engkau tak pernah menolak aku. Engkau tetap Allah El-Shadday bagiku. Hmm... aku ga punya permohonan sekarang, hmm.... aku lupa, hanya mau bilang You are The Almighty God, never failed and always woww for me.
Amin
Selasa, 29 Maret 2011
3 Keys to Help You Understand the Message of the Bible
Sometimes we're not interesting to read it, because we're not understand it. I want share you 3 Keys to Help You Understand the Message of the Bible:
Rabu, 23 Maret 2011
Cerita-cerita aja: Ikan yang ngajarin tentang "kebiasaan"
Suatu hari, gw ga bisa tidur, tentu saja karena stress. Stress kali ini agak berbeda. Lemmi tell you first... STRESS adalah respon berlebihan (tidak biasa) terhadap perubahan. Perubahan yang dimaksud biasanya berupa tekanan, makanya pemilihan katanya 'stress'= menekan/ tekanan. Stress gw kali itu adalah karena terlalu senang, bahagia sehingga pikiran ini tak mau berhenti bekerja. Pikiranku sudah kuajak bermain game plant vs zombie pun dia tetap bekerja tak mau berhenti. Seolah ga rela jantung adalah pemenangnya. (jantung tetap bekerja, sekalipun kita tidur selama kita hidup). *ngelantur*
Ok.. gw cerita yang lain, cerita berbobot. Beberapa harini gw terkesima dengan salah satu makhluk Tuhan yang diciptakan-Nya pada hari kelima, yaitu ikan Cichild, bermarga Cichildae. Ikan ini adalah salah satu jenis ikan dari 300 jenis lainnya yang menjadi penghuni Danau Galilea dan juga dari perairan Sungai Nil, Mesir. Ikan ini juga dinamakan ikan Santo Petrus.
Jumat, 11 Maret 2011
Cichilid -- Mouth Brooding Fish -- di Danau Galilea
Singkatnya gini... Kenapa bisa ada uang 4 dirham (setara dengan upah bekerja selama 4 hari, ini tax yang dikenakan untuk 2 orang) dalam perut ikan? Rupa-rupanya ikan Cichild ini sudah terbiasa 'mengantongi' telur2nya dalam mulutnya sampai jadi anak. Nah... setelah menetaspun mereka masih di simpan dalam mulut ibunya sampai mereka bisa survive sendiri. Jika dalam bahaya ibunya segera menangkap ikan2 yang sudah dilepas tadi masuk kembali ke mulut induknya itu.
Kebiasaan induk Cichild ini untuk menyimpan sesutau di mulutnya, membuat ia ketika anak2nya sudah tidak ada dalam mulutnya, ia menggali sesuatu di dasar danau dan menemukan apa saja untuk 'dikantongi' dalam mulutnya. Makanya ga heran kalau dalam mulutnya ada koin (4 dirham).
Ketika Yesus mengatakan ini " Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya" (Mat 17:27), Yesus seraya memanggil ikan Cichild yang 'mengantongi' koin 4 dirham untuk segera datang ke permukaan danau. Wow...
sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Cichlid
Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Perciformes
Suborder: Labroidei
Family: Cichlidae
Subfamilies
Astronotinae
Cichlasomatinae
Cichlinae
Etroplinae
Geophaginae
Heterochromidinae
Paratilapiinae
Pseudocrenilabrinae
Ptychochrominae
Retroculinae
Dan ternyata eh ternyata... Cichild ini di Indo dikenal dengan nama Ikan Nila atau dikenal juga dengan sebutan Tilapia. Di Indo sendiri, ikan nila masih dikenal baru. Mungkin diimport dari negara tetangga kita, ga harus dari Afrika.
Senin, 07 Maret 2011
Malam Biru (Kasihku), by Sandy Sandoro
Download mp3. Gw dpt mp3nya dari convert file youtube-nya di www.vidtomp3.com, becareful with the advertise yaaaa...
from http://chord.chordpoprock.net, Chord Gitar dan Lirik Lagu Sandy Sandoro Malam Biru (Kasihku) :
Intro : Am Dm 2x
Am Dm
Suatu malam yang biru tanpa dirimu
Am Dm
Berjuta juta Rindu ku padamu
Am Dm
Sendiri ku pun harus menikmati
D# Dm
Nyanyian sang rembulan
Am Dm
Engkau yang seharusnya disisiku
Am Dm
Engkau yang slalu ada dihayatku
Am Dm
Semoga kau mendengar lagu ini
D# Dm
Yang ku cipta untukmu
Chorus
G C
Oh kasihku
F C
Ini ini laguku
F Em
Hanya untuk dirimu
A F
Tanda cintaku
G
Padamu oh sayang
Am Dm Am Dm
Am Dm
Engkau yang seharusnya disisiku
Am Dm
Engkau yang slalu ada dihayatku
Am Dm
Semoga kau mendengar lagu ini
D# Dm
Yang ku cipta untukmu
Chorus
G C
Oh kasihku
F C
Ini ini laguku
F Em
Hanya untuk dirimu
A F
Tanda cintaku
G
Padamu oh
A# D# A# D# G# F G
Chorus
C
kasihku
F C
Ini ini laguku
F Em
Hanya untuk dirimu
A F
Tanda cintaku
G
Padamu oh
C
kasihku
F C
Ini ini laguku
F Em
Hanya untuk dirimu
A F
Tanda cintaku
G
Padamu oh
Outro : Am Dm 3x Am
Membanggakan Indonesia: Sidney Mohede
Selain menjadi Cover M.E.X Magazine, beliau juga menjadi Special Guest Singers 20 Maret at Brooklyn Tabernacle, Gereja berjemaat sepuluh ribu orang lebih yang digembalakan oleh Ps Jim Cymbala dan istrinya Carol Cymbala.
Dengan segala macam kegiatan yang super very padat (dapat dilihat di www.sidneymohede.com), salut deh Sidney Mohede dan team Louder Than Life bersedia menerima undangan Renungan Harian dailyGLOW dalam rangkaian acara Rise Up Young Generation II pada 20-21 Mei 2011 di Medan. Mohon doanya yaa...
M.E.X magazine interviewed Sidney Mohede, download the magazine --> http://ireadmex.com/downloads/M.E.X%20-%20Issue2%20(Download).pdf or download here :)
M.E.X magazine is the new Christian digital magazine from the U.K created by Adam and Matthew Brooks, founders of www.m-briomusic.com one of the fastest growing, most up to date Christian music website in the world. http://ireadmex.com
* (copied from http://www.brooklyntabernacle.org/eventDetail.aspx?id=103517)
Sidney Mohede is widely recognized as one of the most influential worship leaders and Christian songwriters in Indonesia today. His songs and powerful-yet-intimate worship leading have left an indelible mark as they helped to transform and propel the country's praise and worship music.
Sidney received Christ as a teenager in Los Angeles and had started leading worship for the youth group of a local church in southern California. In 1995, after a decade of living in the United States, he answered God's call to return to the city of his birth, Jakarta, where he found the true purpose of his musical gifts and talents. Eager to plant himself in a local Body of Christ, he joined a fledgling fellowship called Jakarta Praise Center Youth Ministry (JPCYM). Since his return to Indonesia, Sidney has recorded, produced or been involved in over 35 albums. Many are from his previous band Giving My Best (GMB) albums; while more than a dozen are albums done with the worship team True Worshipers. A prolific songwriter, he has also written/co-written more than 200 songs.
As of 2008, Sidney was signed as one of the songwriters under the umbrella of Insight Unlimited Publishing, and in 2011, Insight Unlimited Publishing has partnered with three most prominent music publishing companies in the world today: EMICMG Publishing (covering North America), Brettian Publishing (covering Africa), and KI Publishing (covering Australia, New Zealand and Europe). Although many of his songs have been familiar to most Indonesian churches for more than a decade, it's just recently that one of Sidney's song begins to be recognized internationally. Believers in South Korea, India, Australia, Netherlands, U.S.A., South Africa and other corners of the globe are lifting up their voices in worship with “Hosanna (Be Lifted High)”, an anthemic chorus that Sidney wrote in 2009 for True Worshippers' “God Is Our Victory” live worship album. His good friend Israel Houghton wrote a beautiful chorus to the song and also included it in his “Love God. Love People.” album, which recently won the 2011 Grammy Award for Best Pop/Contemporary Christian Album.
Throughout this journey, Sidney never saw or labeled himself as a Christian 'artist', but solely as a worship leader. For him it's never about establishing a 'career' or a name for himself, but about discovering his God-given talent and purpose and living them fully with passion. He is also very passionate about the local church, keeping himself plugged in JPCYM as that community grew and matured over the years and became Jakarta Praise Community Church or JPCC, now a thriving and vibrant church in the heart of Jakarta. As a matter of fact, the aforementioned worship team True Worshippers is wholly comprised of music ministers serving in JPCC, including Sidney himself as a worship leader and the team's Creative Director.
As a thanksgiving and celebration of God's grace and love throughout his 20-years of ministry in praise and worship, Sidney (backed with full support from his JPCC family) held his first solo concert called “Louder Than Life” in Jakarta on May 20, 2010. He took 22 of his 'best' songs and with the help of other skilled musicians, rearranged and presented them in new styles (including rock, rap, acoustic and orchestral). The 'live in concert' album was released later that year and to date it still remains a best-selling record.
Setting a new challenge for himself, in early 2011 Sidney has begun pre-production work on his next project titled “The Rescue”, which is slated to be an all-English/international recording scheduled for release in the later half of the year.
In addition to contributing in creative capacities, Sidney had also served as JPCC's Youth Pastor (2004-2010) and is now serving as the church's Network Pastor.
Sidney currently lives in Jakarta with his wife Etha and two children, Ethan and Chelsea.
Sabtu, 05 Maret 2011
Biru Blue Tekhelet: Tzitzit
Bil 15:38
"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan."
Daber el-Benei Yisrael veamarta alehem veasu lahem Tzitzit al-kanfei vigdeihem ledortam venatnu al-Tzitzit hakanaf petil tekhelet
Kitab Bilangan menggambarkan tuntutan Allah akan iman dari umat-Nya, balasan dan hukuman-Nya atas pemberontakan, dan bagaimana maksud-Nya yang berkelanjutan itu akhirnya diwujudkan. Kitab Bilangan adalah "Kitab Disiplin Ilahi" yg menunjukkan bahwa Allah memang mendisiplinkan dan menghukum umat-Nya sendiri ketika mereka terus mengeluh dan tidak percaya (Bil 13:1 -- 14:45). Kitab bilangan adalah kitab iman. Tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Israel tidak beriman, memberontak dan tidak berterimakasih atas mujizat-mujizat dan pemeliharaan Allah. Kitab Bilangan yang berbahasa Ibrani dikenal dengan nama "Di Padang Gurun". (copied from http://sabdaweb.sabda.org/study/)
Kata Tzitzit sendiri secara harfiah berarti "kepang, anyaman". Dengan demikian desain Tzitzit harus seperti yang dari jalinan / mengepang rambut yang desain sama dengan link di rantai. Mengenakan tzitzit adalah perintah Alkitabiah, dalam Bilangan 15:38 dan juga dalam Ulangan 22:12, "Anda harus membuat diri benang memutar, pada empat sudut pakaian Anda dengan yang Anda menutup sendiri." Menurut Taurat, tujuan mengenakan tzitzit adalah untuk mengingatkan orang-orang Yahudi dari kewajiban agama mereka. Selain itu, ia berfungsi sebagai pengingat keluar dari Mesir (Bilangan 15:40).
Bahasa Inggris Alkitab Terjemahan biasanya menerjemahkan kata Ibrani tekhelet, yaitu warna "biru". Tetapi lama kelamaan perintah ini tidak lah dilakukan sepenuhnya karena ada tzitzit yang hanya berwarna putih tanpa ada benang berwarna biru-nya. Alasan untuk meninggalkan perintah untuk menempatkan benang berwarna biru pada Tzitzit adalah bahwa pewarna yang diperlukan untuk biru telah hilang.
Dr Koren, menemukan bahwa pewarna yang digunakan dalam sampel Masada, sepotong benang bordir kebiruan-ungu, berasal dari keturunan dari siput Murex trunculus akrab bagi Israel modern. warna seperti pada tekstil jarang ditemukan karena mereka biasanya dipakai secara eksklusif oleh royalti atau bangsawan. (Warna "biru" dianggap yang paling penting dari tiga warna ritual dikutip dalam Alkitab. Dua lainnya argaman, berwarna ungu kemerahan, dan shani, yang dikenal sebagai merah). Beberapa saat setelah orang-orang Yahudi diasingkan dari Israel pada tahun 70 M, pengetahuan tentang bagaimana untuk menghasilkan pewarna tekhelet hilang. Pewarna ini juga mahal untuk membuatnya dibutuhkan ratusan siput yang digunakan untuk membuat bahkan batch kecil, dan beberapa di zaman kuno menyatakan itu senilai 20 kali berat emas.
"Blue" mungkin terjemahan bahasa Inggris yang paling sederhana dari istilah tekhelet, tetapi seperti yang sering terjadi dalam menterjemahkan bahasa Ibrani, sesuatu nuansa yang hilang. "Tekhelet adalah warna langit," kata Dr Koren di laboratoriumnya. "Ini bukan warna langit seperti yang kita tahu itu. Itu warna langit di tengah malam, ketika kita sendirian di malam hari, kita dapat menjangkau Allah, dan itulah yang tekhelet yang mengingatkan kepada Allah.
Benang berwarna biru yang ikut terjalin dalam kepangan tzitzit, melambangkan kehadiran Allah dalam kehidupan yang mentaati perintah Allah. Perintah ini sepertinya sepele dan terkesan sangat religius yang statis, tetapi Tuhan benar-benar serius dengan Bangsa Israel. Perintah yang dibuat bukanlah untuk menyusahkan hidup Israel itu sendiri tetapi justru untuk memudahkan Israel untuk mendapatkan perhatian dari Allah. Kitab Bilangan adalah kitab iman, dimana Tuhan mengajarkan iman kepada bangsa Israel. Artinya Tuhan mengajarkan kebergantungan Israel kepada Tuhan sendiri melalui mentaati perintah-Nya itu. Walaupun Bangsa Israel memberontak terhadap Tuhan, sepertinya Tuhan masih saja memberi peluang 'reward' bagi siapa yang mentaati Dia. Natur Allah adalah diberikan penghormatan. Ketika kita dapat menghormati Allah, seperti kita menekan tombol yang benar untuk membuat Allah mengarahkan mata-Nya kepada kita dan memberikan apa saja yang kita minta.
Secara kronologis, Bilangan merupakan sambungan sejarah yang dicatat di kitab Keluaran. Setelah tinggal di Gunung Sinai selama sekitar satu tahun -- ketika itu Allah menetapkan perjanjian dengan Israel, memberikan hukum Taurat dan pola Kemah Suci kepada Musa, serta memberikan pengarahan mengenai isi kitab Imamat -- bangsa Israel bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka sebagai keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub. Akan tetapi, sejenak sebelum meninggalkan Gunung Sinai, Allah menyuruh Musa membuat sensus menghitung semua laki-laki Israel yang sanggup berperang (Bil 1:2-3). Sembilan belas hari kemudian bangsa itu berangkat mengadakan perjalanan singkat ke Kadesy (Bil 10:11). Bilangan mencatat pemberontakan serius Israel di Kadesy dan hukumannya di padang gurun selama 39 tahun, sehingga Allah membawa suatu angkatan orang Israel yang baru ke dataran Moab, yang terletak di seberang Sungai Yordan dari Yeriko dan tanah perjanjian.
(copied from http://sabdaweb.sabda.org/study/)
Tuhan ingin kita aman di bawah perlindungan hukum-hukum-Nya itu. Penyebab manusia jatuh dalam dosa adalah keinginan manusia untuk keluar dari perlindungan hukum Allah itu, manusia merasa tidak 'aman' berada di bawah hukum Allah dan mencari perlindungan yang baru, yang dia pikir dapat membuat 'aman' hatinya. Manusia memilih hukum lain yang bukan hukum Allah untuk 'merasa aman' di situ. Jika sudah keluar dari hukum Allah, maka manusia tak perlu taat kepada hukum Allah itu tetapi hukum lain yang baru dianutnya itu. Ini membuat Allah marah terhadap manusia, oleh sebab itu manusia dikatakan telah memberontak terhadap Allah. Dosa ini seperti dosa perselingkuhan, umat-Nya telah berselingkuh dan meninggalkan Dia. Tak sadar manusia telah tergadai dan menjadi budak pada majikan barunya yang mempunyai hukum lain itu. Oleh sebab itu Allah mengirimkan Anak-Nya sendiri untuk menebus, mengambil kembali umat-Nya yang telah tergadai itu. Tebusannya tidak tanggung-tanggung, darah Anak-Nya sendiri. Allah harus relakan Anak-Nya disembelih demi untuk mendapatkan kembali umat-Nya itu.
Tzitzit atau fringes/ tassel = pinggiran/ rumbai, dapat juga kita lihat di Perjanjian baru dalam Luk 8:44, disebut kraspedou = the fringe of a garment = pinggiran/rumbai baju
Mari kita bandingkan:
Luk 8:44 --> he slipped in from behind and touched the edge of Jesus' robe (kraspedou). At that very moment her hemorrhaging stopped. (The Message)
Bil 15:38 --> "Speak to the People of Israel. Tell them that from now on they are to make tassels (tzitzit) on the corners of their garments and to mark each corner tassel with a blue thread. (The Message)
Ketika perempuan yang pendarahan itu menyentuh ujung jumbai (tzitzit/ kraspedou) jubah Yesus, seketika itu juga ia menjadi sembuh, dan Yesus merasakan seperti ada kuasa yang keluar dari diri-Nya, "Siapa yang menjamah Aku..... Ada seorang yang menjamah Aku, sebab aku merasa ada kuasa yang keluar dari diri-Ku". Ketika kita berani datang kepada Allah dan menyentuh-Nya dengan hormat (dengan iman), maka perhatian-Nya akan tertuju kepada kita. Apa yang kita minta segera mengalir untuk kita. Asalkan kita mau tunduk dan bernaung dalam hukum-Nya, maka berkat itu akan tercurah. Perintah-Nya itu bukanlah untuk menyulitkan kita tetapi justru memudahkan kita mendapatkan apa yang kita minta. Yesus berkata "mintalah maka kamu akan diberi", sederhana dan tidak terdengar religius. Sebenarnya murid2 meminta hal yang religius, berpola, dan sistematik "ajarkan kami berdoa seperti Yohanes mengajarkan murid-muridnya". Yesus tidak menolak untuk menjawab permintaan mereka, Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami, yang sampai saat ini masih diliturgikan di beberapa gereja, that's good, karena ini adalah ajaran Yesus sendiri. Namun kia dapat melihat di Luk 11, bahwa Yesus mengajarkan hal lain yang lebih simpel dan ga religius sama sekali, dan memberikan penekanan khusus, sampai memberikan ilustrasi supaya murid-murid mengerti, "mintalah maka akan diberi".
Beriman kepada Tuhan Yesus Kristus berarti, bersandar pada-Nya, bersedia hidup di bawah Firman yang Dia ucapkan. Jubah yang berbeda, yang ber-'tzitzit' itu membuat orang yang memakainya menjadi berbeda. Orang yang taat akan Firman terkadang (tapi ga selalu lohh) akan terlihat lebih aneh, nyentrik, berbeda, "gw beda", namun esensinya adalah ketaatan kita akan hal-hal yang terlihat sepele menentukan hal-hal besar yang akan diberikan-Nya sebagai tanggung jawab. Kekristenan akan menjadi lebih masuk akal ketika kita mau taat terhadap hal kecil (tidak menunggu hal besar dulu -- menghadapi hal yg terlihat mustahil baru kelimpungan cari Tuhan, makanya terlihat jadi lebih aneh dan freaky). Jika kita sudah terbiasa mentaati perintah Tuhan yang terlihat sepele/ kecil/ sederhana banget (melalui hati nurani -- oleh Roh Kudus), maka kita tidak perlu mengeluarkan usaha yang terlalu besar untuk menghadapi perkara yang terlihat lebih besar. Otot dan insting dan intuisi kita pastinya sudah lebih terlatih.
Ketaatan adalah kunci iman
Minggu, 20 Februari 2011
You Are So Special
(dikutip dari "The Bible Jesus Read", Phip Yancey, 2001, Hal 182)Aku beritahu bagaimana perasaanku! Aku merasa seperti orang tua yang menemukan bayi perempuan tergeletak nyaris mati di selokan. Aku membawa anak itu pulang dan menjadikan dia anakku. Aku membersihkan dia pendidikannya, memberi dia makan. Aku memanjakan dia, memberinya pakaian dan perhiasan. Kemudian suatu hari ia melarikan diri. Aku mendengar tentang kehidupan maksiat yang dijalaninya. Ia menjadi pecandu obat entah dimana, badannya penuh tato, dengan anting-anting di segala tempat. Kalau namaku kebetulan terdengar, ia menyumpahi aku. Aku merasa seperti ia menusukkan pisau di perutku.
Aku beritahu bagaimana perasaanku! Aku merasa seperti pria yang jatuh cinta dengan wanita paling cantik dan sensitif di dunia. Aku menemukan dia kurus, tidak terawat, teraniaya. Dan aku membawanya pulang untuk menyembuhkannya dan membuat kecantikannya bersinar. Ia menjadi biji mataku, dan aku menghujaninya dengan hadiah dan cinta. Aku berikan semua itu, dan ia malah meninggalkan aku. Ia mengejar-ngejar sahabat-sahabatku, musuh-musuhku -- siapa saja. Ia berdiri di pinggir jalan dan membayar orang berhubungan seks dengannya; tidak seperti pelacur biasanya, ia bahkan tidak meminta uang untuk pelayanannya! Aku merasa dikhianati, ditinggalkan, didepak.
Kitab para nabi di Perjanjian Lama sering menggambarkan Tuhan dengan sengaja menyerah pada kekuatan cinta yang liar dan tidak tertahankan. Kitab para nabi sering mengungkapkan kepribadian Tuhan yang paling kuat di dalam Alkitab. Seringkali nabi-nabi itu harus melakonkan apa yang harus mereka tulis menjadi pesan yang sebenarnya dari yang Tuhan berikan untuk umat-Nya. Tujuan utamanya adalah hanya untuk memberitahukan kepada umat Tuhan bahwa Tuhan itu tidak pernah menyerah terhadap umat-Nya. Berulangkali Ia berfirman melalui nabi-nabi-Nya supaya perhatian umat Tuhan itu tergugah dan mengarahkan fokus mereka hanya kepada Tuhan.
Sering Tuhan menyatakan kesalahan umat-Nya dan kemudian menghukum umat-Nya hanya untuk memberitahukan bahwa mereka telah bersalah, dan mereka harus segera bertobat. "Dari semua bangsa di dunia, kamulah satu-satunya bangsa yang Kukenal dan Kuperhatikan. Itulah sebabnya dosamu besar, dan Aku pasti menghukum kamu." Amos 3:2. Walaupun Ia menghukum, tetapi tidak dibiarkan-Nya sendiri umat-Nya itu. Dia tetap menunggu siapa saja yang mau berbalik kepada-Nya. Hati-Nya tetap berbelas kasihan sehingga mengampuni dan memulihkan kembali umat-Nya itu.
Tuhan berbicara dengan penuh ketegasan terhadap orang yang mencoba mengganggu umat-Nya itu “Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel,” Yoel 3:2. Tetapi kepada umat-Nya, Tuhan berbicara penuh dengan kelembutan, "Engkau berharga di mata-Ku, Aku menghargai dan mengasihi engkau; maka Kuberikan manusia sebagai gantimu, bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu." Yes 43:4.
Kita sangat berharga di mata Tuhan, kita ini spesial. Walaupun kita pernah berpikir, bahwa seberapa berharganya kita di dalam planet bumi yang hanya setitik saja di antara berjuta planet dalam galaksi Bima sakti? Bayangkan lah Tuhan bak mabok cinta, sampai rela mengorbankan Yesus untuk menjemput kita yang sangat spesial ini. Sambil menunggu waktunya tiba, kita diberikan kemakmuran. TUHAN berkata, "Pada waktu itu Yerusalem dan Yehuda akan Kupulihkan kemakmurannya" Yoel 3:1. dan seringkali Tuhan menyemangati kita dan mengatakan bahwa kita adalah "Hai pahlawan gagah perkasa!!". "baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" Yoel 3:10 atau dalam terj IBIS 'Aku dapat berjuang seperti tentara!'. Sungguh luar biasa Tuhan kita itu.
Segala perumpamaan sampai contoh hidup Tuhan berikan supaya umat Tuhan itu boleh mengerti betapa cinta-Nya Tuhan kepada umat-Nya, karena begitu berharga dan spesialnya umat-Nya itu. Tuhan memanggil Hosea untuk menggambarkan emosi cinta-Nya itu kepada umat-Nya. Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi seorang wanita tuna susila bernama Gomer (yg zaman ini digambarkan sebagai bintang
My friends, Tuhan mengingatkan kita lagi "You are so special, I'm with you". Tuhan sangat memperhatikan kita. Tuhan sangat memperhatikan setiap pekerjaan yang kita lakukan. Walau kadang kita merasa letih, bosan dan merasa tidak ada yag membela kita, tetapi Tuhan berkata "I'm with you". Bukankah kita perlu penyemangat? Tuhan berkata Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" Yoel 3:10 . Ketika kita sadar bahwa kita adalah spesial, dan Tuhan rela menyuport kita, bukankah itu kekuatan yang luar biasa untuk kita dapat melangkah? Saat ini Tuhan berkata kepadamu "Hey pahlawan... Aku besertamu, Aku mendukungmu!!". Mari kita bekerja dengan bebas, mari kita mengerjakan talenta-talenta kita dengan bebas, mari melayani Tuhan dengan bebas, dengan sukacita surga dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Penyertaan Tuhan itu akan membuat kita berhasil (Kej 39:2).
*) Nantikan bentuk renungannya hanya di RH GLOW Maret 2011, hanya di TB Rohani, di kota Medan.
Jumat, 18 Februari 2011
Think Out of The Box
Hari senin, tgl 14feb lalu gw ikut pelatihan how to speak bout Jesus. Bukan menjadikan orang menjadi kristen tetapi mengenalkan Yesus pada orang lain, terlebih khusus kepada orang yang ngaku kristen tapi ga tau siapa Yesus. Kurang lebihnya begitu deh. Karena pelatihannya sampai selasa sore, pelatihan pun diselingi dengan games. Peserta dibagi ke beberapa kelompok dan tiap klpk dapat melakukan simulasi sekaligus tiap kelompok harus menyiapan game sendiri.
Dari sekian banyak materi yang disajikan, yang paling nempel di kepalaku adalah games-nya. Bagaimana tidak, klo tiba-tiba ditodong untuk menyajikan games, hmm... seperti menghidupkan kembali syaraf-syaraf yang telah lama ga bekerja. Waktu 7 menit yang diberikan rasanya cukup membuat kreatifitas bangkit dari kubur, setelah berabad-abad.. hehe. Sebenernya ga kreatif juga sih... hanya menarik memori lama keluar. Sebelumnya kami pernah bermain games ini bersama temen2 sampe jam 3 pagi. Hehe... I never forgot this guys.
Waktu yang sangat singkat itu digunakan untuk memikirkan games dan menyajikan presentasi materi. Well... tentu saja dirikyu memilih untuk menyajikan game daripada materi. Biarlah itu menjadi urusan anggota lain di kelompokku, urusan yang dah biasa ceramah sajalah. Gw ga teralalu jago ngomong di depan umum. Hmm... nyajikan game juga ngomong di depan umum sih... mmm... berarti ini lebih menantang. hehe. Gw sebenernya mau aja buatin konsep, tapi dalam waktu yg sesingkat itu, biarlah masing-masing berimprovisasi saja lah.
Setelah acara ini berakhir, gw melemparkan game ini juga ke beberapa group bbm, dan sayang sekali, sedikit yang bs menjawabnya. Padahal mengaku berjiwa muda. hehehee. Mungkin karena zaman sekarang orang-orang lebih cepet dewasa yak??!? Hehe...*peace* :p
Game ini menantang kita untuk berpikir di luar kebiasaan kita, bahasa kerennya "think out of the box". Sebenarnya bukan game yang sulit loh... makanya bingung juga napa ga banyak yang bisa jawab yak :P *peace*
Gini loh game-nya...
Bumi ini bulat, lingkaran juga bulat, ban mobil juga bulat, matahari bulat, bulan juga koq. 6+8 = ??
Bayangkanlah pertanyaan semudah itu, hanya sedikit yang dapat menjawab. ckckck *gelengkepala*. Yaudah deh... clue-nya dikasih. Demi teman-temanku... ku berbaik hati lohhh :P padahal waktu pelatihan kemaren, gw ga kasih jawabannya lohhh... biarin aja mikir sendiri. hehe.
Clue nya gini,
0 + 2 = 1.
4 + 5 = 0.
10 + 1 = 1
6 + 10 = 1
Nah... gimana dah dapet bloommm??
Belum dapet jugaa?? Udah deh... gw yg nyerahhhh.... x_x :'(
Jawabannya... liat aja tuh yang bentuknya bulat ada berapa bulatan. Nahhh... dah bisa dunks ngejawab tebakannya.
Bumi ini bulat, lingkaran juga bulat, ban mobil juga bulat, matahari bulat, bulan juga koq. 6+8 = ??
Tebakan yang lain lagi yang mirip dengan itu
Perhatiinn...perhatiiinnn.. Kuda makan rumput, ikan mas koki kan pelet, kucing makan tikus, bola selalu bulat, eh.. 2012 jadi kiamat ga?
ga bisa jawab? ok de sekali lagi..
Perhatiin yaa... Bumi ini bulat, lingkaran juga bulat, daun pintu itu petak, lapangan bola juga petak. Obama presiden Amerika ga?
ok d sekali lagiii..
Perhatiinnn... perhatiinn... Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, tiap hari manusia butuh air, matahari itu panas. Besok ada ujian ga?
Hayoo yg ngaku masih muda... yuk kreatifff. :D :p
------------------------------------------------------------------------------------
*sebelumnya maaf ya teman-teman, ini hanya permainan, tetapi sedikit berhubungan aja dengan apa yg mau gw ungkapin. (ciaalahh..)
Dari sejak Selasa kemaren, gw mikirin ini... Kita tuh suka banget mikir yang rumit-rumit. Padahal jawaban-jawaban ada di sekitar kita. Berasa kurang keren gitu klo jawaban kita beda dari yang lain atau kita merasa ga rohani klo jawaban kita tuh ga da ayatnya. Apa karena dari kecil kita tuh dah terbiasa dengan patern-patern yang biasa yang ga boleh diubah. Hidup kita dikekang dengan segala macam peraturan. Dengan ga sadar lingkungan kita membentuk kita jauh dari kreatif. Nih contoh lagi di ujiannya anak SD aja ada pertanyaan konyol ga jelas.
Petani ... di sawah.
a. main bola b. main catur c. menanam padi d. membaca buku.
Nah loo... pasti anak2 dipaksa menjawab yang c. padahal semua jawaban benar. Emangnya kenapa klo petani membaca buku di sawah, atau petani main bola di sawah. Klo jawaban yang disajikan seperti plihan di atas, sepertinya soalnya yang salah :P
Well... saya ga lagi menyinggung siapa-siapa. Kadang-kadang saya juga berpikir sangat sempit. So apa yang saya bicarakan ini kebanyakan tentang diriku, klo ada yang merasa tersinggung, hmm.. berarti kita temenan.. hehe. krn gw juga pernah tersinggung x_x
Kita tau bahwa "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil". Gw suka banget ayat ini. Dan ada lagunya tuh yang dinyanyiin oleh Sari Simorangkir, Bagi Tuhan tak ada yang mustahil. (Jangan dibajak ya... :D dapatkan di toko musik rohani kesayangan anda). Sayangnya kita lebih berfokus pada kata 'mustahil' itu saja. Seolah-olah dalam hidup kita terlalu banyak perkara mustahil bagi kita, dan kita menyerah saja lah biar Allah saja yang kerjakan.
Ada hal yang lupa kita kerjakan, bahwa ada 'hal-hal yang mungkin' atau yang dapat kita kerjakan dengan segenap hati kita. (Karena Tuhan telah memberikan 'kekuatan' dan talenta dalam setiap kita). Tapi kita menganggap semuanya mustahil biar urusan Allah saja semuanya. Dan kita pun kehilangan momen untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dapat kita lakukan. Lakukan lah apa yang dapat kita lakukan, step by step. Pekerjaan yang kita anggap sulit itu, kita pecahkan, kita rinci dan jangan kerjakan sendirian, berpartnerlah dengan teman lainnya. Dan tentu saja jangan lupa berdoa.
Di salah satu sesi workshop, ada yang bilang begini "Doa adalah kerjasama kita dengan Tuhan". I like it. Artinya saat kita berdoa, Tuhan akan campur tangan, bukan berarti kita diam saja. Berserah itu adalah langkah iman. yang disebut dengan iman adalah proses dari awal kita yakin sampai terlaksananya apa yang kita minta itu. Beriman bukan berarti kita tak melakukan apa-apa. Justru sebaliknya saat kita melangkah itulah yang disebut iman. (Lah.. jadi ngomongin ttg iman.. shhoowwwyy).
Oks dehh... teman-teman, yuk kita Think out of the box, membuat kita lebih kreatif. Tuhan pencipta langit dan bumi, yang disebut Elohim, adalah Allah yang kreatif, Dia menciptakan dari yang ga da menjadi ada, creatio ex nihilo. Jika kita kreatif membuat membuat kita lebih mirip dengan-Nya :P (Jika kita cermati jawaban-jawaban Yesus ke orang Farisi, sering Yesus mengungkapkan pikiran-Nya yang di luar kebiasaan orang Farisi).
Btw... jawaban tuk tebakan yang kedua adalah tergantung clue nya, klo ada kata 'yaa' berarti itu lah jawabannya, klo ga da berarti jawabannya 'tidak'. simple toh.
*peace*
Kamis, 17 Februari 2011
Hanya merenungkan... "Tuhan beserta kita"
Sebenarnya kaget juga tentang apa yang kudapatkan dan yang akan kuceritakan ini. Maklumlahh saya masih tergolong baru di area ini. I think I'm not good enough, so I must learn much.
Pikiranku memulainya dari sebuah judul di bulan cinta ini, yaitu RELATIONSHIP. Hmm... bulan Feruari bukan saja ngomongin cinta melulu antar romeo dan juliet. Bermula dari CINTA, banyak topik yang bisa dijangkau. Salah satunya dalah relationship atau hubungan. Maklumlah penulis harus memikirkan sesuatu yang lagi in di waktu yang tepat.
Mikirin soal hubungan, setiap kali berpikir tentang cinta antar anak manusia, koq jadi terefleksi ke hubungan manusia dengan Tuhan ya. Sambil menikmati alunan musik di radio, jari-jarikupun aktif melihat status fesbuk di genggamanku. Hmm... statusnya pada rohani boo, banyak ayat-ayatnye. Beberapa ayat gw baca, tapi hanya bisa meyakini, said "amen", ga membantu sama sekali untuk menambah RH yg sdh deadline. Ada yang menulis "bersama Yesus asyiknya", ada juga yang berfoto dengan orang terkenal dengan bangganya. Ada yang seolah bercerita tentang seminar yang dia ikuti. Wow... thanks buat teknologi yang sangat membantu untuk mengenal orang dari aktifitasnya.
Well gw teringat akan "Tuhan beserta kita", arti dari Imanuel. arti 'beserta' itu salah satunya digambarkan seperti Yesus di tepi danau. Artinya 'beserta' itu kebersamaan, fellowship, belum tentu ada komunikasi. Dan ngeklik sesuatu di pikiranku, kebersamaan itu belum tentu ada touchingnya. Seringkali kita dalam suatu kebersamaan tetapi tanpa saling mengenal, tegur sapa. Katakanlah kita suatu pesta pernikahan yang besar, kita hanya mencapai tujuan kita memberi ucapan selamat dan kemudian segera pulang. Adakah kita mengenal semuanya, atau tegur sapa semuanya, padahal kita dalam suatu kebersamaan. Hmm... contoh lain dalam sebuah keluarga, apakah kita saling komunikasi yang dalam atau sekedar hahahihi saja, tanpa kenal orang serumah dan tau apa yang dialaminya hari itu. Apakah oragtua hanya bertanya "gimana sekolahmu, sudah buat pr?", dan jawaban singkat "sudah". Okeeeyy baiklah, apakah itu komunikasi?
Yesus beserta setiap orang percaya. Apa yang kita lakukan terhadap-Nya, say hi, "selamat pagi Yesus, selamat siang, selamat malam" and thenn byee. Kita sering terjebak dalam suasana kebersamaan tanpa saling mengenal, tanpa saling memberi kasih. Mengenal Tuhan, lebih dari sekedar say hi doang. Perlu komunikasi intens, perlu menyediakan waktu khusus. Hubungan kita yg buruk dengan antar manusia di bumi sering kita bawa-bawa waktu kita menghampiri Dia. Kita pikir cukup hanya kebersamaan bersama Dia di gereja, dengan segala keramaian hahahihi. Semua itu baik. Saya tidak mengatakan keramaian memuji Tuhan itu buruk, tetapi masih dalam batas kebersamaan. Ga jauh beda dengan kita pergi bersama keluarga ke timezone bermain-main bersama dan membicarakan game apa yang sedang kita mainkan, bukan membicarakan tentang pribadi kita masing-masing. Waktu habis terbuang tapi tujuan utama ga kesampean. Padahal ide dasar komunikasi adalah menggali tentang orang yang sedang kita ajak berkomunikasi.
Kegagalan komunikasi banyak kali disebabkan oleh takut, sehingga ga nyaman tuk diomongin. Ga jarang seorang anak yang mengaku bahwa tadi ia berantem di sekolahan, atau dapat nilai merah, orang tua langsung marah tanpa tau sebabnya kenapa. Padahal intinya bukan di soal berantem, atau nilai merah, tetapi di pribadi anak itu. Ada apa dengan dia. Apakah ketika kita datang ke Tuhan dengan kegagalan kita "Tuhan gw gagal lagi, Tuhan gw dosa lagi", apakah ada turun api dari langit membakar kita? Atau tiba-tiba kepala kita terpenggal. Bukankah Tuhan sangat senang melihat kita datang kepada-Nya.
Seringkali kita berhasil berkomunikasi dengan Tuhan justru pada saat kita gagal, kayaknya butuh banget sama Tuhan. Syukurlah Tuhan ga dengan sengaja membuat kita gagal supaya sering-sering datang kepada-Nya.
Temans, kita patut berbangga karena Tuhan beserta dengan kita. Kita bisa berbangga berfoto dengan orang terkenal, tetapi apakah dia mau berbagi kehidupannya, nolongin saat susah? Tuhan mau tuh. Ia rela jalan bersama kita setiap hari, dan menantikan tatapan mata kita mengarah kepada-Nya dan mencurahkan isi hati kita. Bukan hanya itu, Ia juga ingin berbagi sesuatu dengan kita. Temukan rahasia-rahasia-Nya itu. Hmm... klo Tuhan curhat itu gimana ya? hehe... ge-er mode on.
*)thanks to Gary Chapman dah nulis tentang "The Five Love Languages of Teenagers". Gw jadi ngeh saat baca bab 'Waktu Berkualitas'.
Selasa, 15 Februari 2011
Remember a Reason
Bacaan: 2Kor 8:1-24
Setiap dari kita ingin sekali berbuat sesuatu untuk Tuhan. Oleh sebab itu kita mulai menyentuh pelayanan-pelayanan. Di awal kita mengenal Tuhan, rasanya apapun yang kita lakukan, kita dapat lakukan dengan sukacita. Namun sering seiring dengan waktu akan terbukti mana yang hanya emosi sesaat dan mana yang cinta sejati kepada Tuhan.
Senin, 14 Februari 2011
Sorry I'm still in progress
Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.
Dalam hidup kita, kita selalu dituntut untuk mencapai suatu kesempurnaan. Tetapi sering kali kita menyatakan diri bahwa kita bukan orang sempurna, sayangnya kita cenderung menuntut kesempurnaan orang lain. Saat kita menuntut orang lain, masuk ke area privasi orang lain, mengganggu masalah orang lain, di situlah persoalan mulai timbul. Kita mendengar Firman Tuhan, tetapi kita tidak mau menerima Firman itu untuk kita sendiri melainkan untuk menghakimi orang lain, "ah.. ini buat dia nih cocoknya", dan kita merasa benar sendiri. Paling tidak enaknya jika kita diperlakukan demikian dengan orang lain. Tuntutan untuk kesempurnaan ini tentu saja membuat orang merasa tidak nyaman. Ada yang menghasilkan hal positif dan tidak sedikit juga yang justru menghancurkan suatu hubungan.
Kamis, 10 Februari 2011
Watch Your Step!
Surat ini ditulis oleh Yakobus di awal kekristenan. Yakobus adalah saudara dari Yesus, yang menjadi percaya ketika melihat Yesus telah bangkit (1Kor 15:7) dan akhirnya menjadi pemimpin jemaat di Yerusalem (Kis 12:17; 15:13; 21:18). Surat Yakobus berisi tentang petunjuk praktis mengenai kehidupan kristiani. Yakobus menganggap penting perbuatan yang menyertai pernyataan iman itu. Perilaku seseorang dapat dilihat apakah benar seseorang itu mempunyai iman yang sungguh. Iman yang murni dalam Kristus selalu meluap dan dapat tampak dalam seluruh kehidupan. Yakobus mengingatkan kita tentang perlunya ukuran-ukuran dan nilai-nilai kristiani yang murni dalam segala segi kehidupan. Betapa mudahnya kita melepaskan hal-hal yang menjadi pegangan kita. Betapa mudahnya dunia di sekitar kita meremas-remas kita menjadi bentuk yang dikehendakinya, untuk meyakinkan kita bahwa tidak ada yang mutlak, tidak ada hitam atau putih, melainkan hanya abu-abu. Orang kristen mula-mula membutuhkan Surat Yakobus ini - demikian pula kita sekarang.
dikutip dari "The Lion Handbook to the Bible", 1973.
Minggu, 06 Februari 2011
CINTA
Bicara soal CINTA tergantung kepada siapa kita bicara. Kepada anak-anak, CINTA yang dimaksud adalah cinta orang tua kepada mereka (anak-anak). Kepada usia remaja, CINTA yang dimaksud adalah cinta orang tua kepada mereka (remaja) dan CINTA dalam hal berpacaran, atau dikenal dengan cinta monyet. Kepada orang dewasa, CINTA yang dimaksud adalah dalam hal berpacaran dan menuju pernikahan. Kebanyakan kita akan berbicara cinta kepada pasangan lawan jenis. Pada umumnya cinta itu direfleksikan dari cinta kepada Tuhan. Pembagian CINTA yang kita kenal adalah Phileo, Eros, Storge, Agapao. Namun artikel ini membahas hal-hal yang praktikal saja, tidak membahas defenisi yang rumit. Mari bicara yang ringan saja :)
Menurut 1 Kor 13:4-6, Kasih itu:
1. Sabar
2. Murah hati
3. Tidak cemburu
4. Tidak memegahkan diri dan tidak sombong
5. tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri
6. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
7. tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran
8. menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Rabu, 02 Februari 2011
Soulful relationship by Rev. Ronald McFadden
If you're not married yet, share this with a friend. If you are married,
share it with your spouse or other married couples and reflect on it.
An African proverb states, "Before you get married, keep both eyes open,
and after you marry, close one eye."
Before you get involved and make a commitment to someone, don't let lust,
desperation, immaturity, ignorance, pressure from others or a low
self-esteem, make you blind to warning signs. Keep your eyes open, and don't
fool yourself that you can change someone or that what you see as faults
aren't really important.
Senin, 31 Januari 2011
Kita di Mata Tuhan
Siapa yang tak senang mendengar ayat ini, dan belum selesaipun ayat ini dibacakan, teriakan "Amin" sudah melimpah ruah. Apalagi si pendengar adalah "korban", maka rasanya ayat ini sangat meresap, menenangkan jiwa, mengajak adrenalin tuk menghasilkan kegembiraan. Dalam penderitaan yang kita alami, reaksi kita kebanyakan berharap supaya orang yang melakukan kejahatan kepada kita segera dihukum Tuhan, sebab memang banyak sekali yang dapat mendukung kita supaya Tuhan mau melakukan pembalasan. Kita anak Tuhan, Tuhan berperang ganti kita, Jika Allah di pihak kita siapakah lawan kita, dan ayat-ayat lain.
Ketika kita menjadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saat itu kita menjadi orang benar. Artinya kesalahan kita dihapuskan, kita dibenarkan oleh Kristus, kita dijadikan orang benar. Jika kita orang benar, maka apa yang dikatakan Petrus, berlaku untuk kita, "mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar" dan "telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong". Bukan berarti orang benar ini sendiri tidak mengalami kemalangan. Maz 34:20 mengatakan bahwa "kemalangan orang benar itu banyak". Mungkin kemalangan untuk mempertahankan kebenaran dari pada nama baik, mungkin kemalangan untuk menjaga lidah dan tetap takut akan Tuhan, atau kemalangan ketersiksaan jiwa akibat ketidakadilan dimana ia tinggal.
Sementara di sisi lain, kepada orang jahat "wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat". Kepada orang jahat, Tuhan memberi penghukuman (punishment). Artinya, baik kepada orang benar atau orang jahat, tak luput dari pemandangan Allah. Tuhan tetap melihat apa yang dilakukan setiap orang, hanya saja 'perhatian-Nya' hanya tertuju kepada orang benar saja. Anyway, we know now, 'mata Tuhan' yang melambangkan perlindungan (protection) hanya untuk orang benar, yaitu orang yang dibenarkan itu. Idiom dari kata 'wajah' berarti melambangkan suasana hati atau perilaku pemiliknya. Jika dikatakan 'wajah Tuhan menentang' berarti Tuhan sedang memperlihatkan isi hati-Nya yang tidak menyukai orang jahat. Tentu saja Tuhan lebih memilih menghabiskan waktu-Nya untuk memperhatikan orang benar dibanding harus melihat kelakuan orang jahat yang sudah pasti memedihkan hati-Nya. Seolah-olah Tuhan menginvestasikan waktu-Nya yang sangat berharga itu lebih banyak kepada orang benar, dan menaruh kepercayaan atau tanggung jawab kepada orang benar untuk selalu melakukan hal-hal benar yang menyenangkan hati-Nya. Perhatian-Nya tak lepas dan selalu tertuju kepada orang benar, mungin Dia memperhatikan sambil tersenyum dan berkata "kamu sangat berharga bagi-Ku".
Minggu, 30 Januari 2011
Kunjungan GLOW and YELLOW ke Panti Asuhan Clarista Medan
Tidak seperti anak-anak pada umumnya yang bau keringat dan bau sengatan terik matahari, mengingat karena mereka tinggal di panti asuhan, berjumlah 23 orang anak, dengan 4 orang pengasuh. Salut Pak Pendeta Ginting dan Ibu yang mengurus mereka dengan kasih dan ketelatenan. Tak pernah kukunjungi panti asuhan serapi dan sebersih ini. Bahkan ku tak ragu untuk langsung makan tanpa sendok dan cuci tangan. Ya mungkn kami saling segan, karena kami yang membawa nasi bungkus tanpa sendok.
Tadi pagi kami, babe, nyak, dan adek gw, kami bertolak dari Berastagi, menuju Medan jam 6 pagi, karena kami mengejar jam ibadah jam 10 pagi. Dulu, seingatku perjalanan tempuh Medan-Berastagi hanya sekitar 1,5 jam saja. Tetapi sekarang, jalan rusak, waktu kami berangkat saja makan waktu 2,5 jam, padahal kami berangkat sudah jam 8 malam, artinya bukan pada saat jam sibuk. Puji Tuhan, jam 8 pagi kami sudah tiba di rumah.
Dua hari kami di Berastagi, untuk menemani bokap meeting dan sekalian lah kami juga berlibur gratis. Sementara bokap meeting, kami pun memanjangkan kaki ke funland, tempat hiburan keluarga sejenis dengan dufan. Sangkin asyiknya menghabiskan waktu bermain, tak terasa kami sudah mendaki cukup tinggi, dan akibatnya badanku rasanya remuk, kaki pegal-pegal, pinggang rasa mau copot, punggung serasa dipukuli orang sekampung. Bersama dengan nyokap, adek gw, dan seorang istri teman bokap dan temannya. Jadi kami berlima. Judulnya sihh... kami mau menemani Oche, adekku berusia 6 tahun, tapi ternyata kami juga dapat ikut bermain. So fun. Selesai jam 6. Malamnya kami harus ikut dinner dan serangkaian acaranya. Kecintaan pada tempat tidur pun menggebu-gebu, tak sabar untuk melampiaskan hasrat untuk meluruskan tubuh yang sudah pegal-pegal ini. Sayangnya... trap in meeting... harus mengikuti serangkaian acara, games lah, dance lah, doorprise lah .. apalah... yang penting hati senang.
Setibanya di kamar hotel, hasrat itu telah pergi, sementara pegal-pegal ini makin menjadi. Ga tau mau diapain tubuh ini supaya segera bisa terlelap. Beruntung adekku yang segera tertidur begitu bertemu tempat tidur. Kucoba untuk membaca, tak konsen, kucoba tuk cek facebook via blackberry, browsing artikel, membaca cerita yang kusuka sampe cerita yang kuanggap agak lebay juga kubaca. Kantuk tak kunjung menghampiri, sementara tubuh ini serasa makin remuk. Sudah sekian kali kulihat jam, sampai akhirnya kulihat jam sudah jam 4.48... wew... hrs segera mandi dan bersiap. Artinya aku ga tidur malam. Mantap, jam 9 harus pergi ke gereja. Untung sekali ku tak ketiduran waktu kotbah.. hehe... ternyata kasiat kopi itu bekerja, demi kebaikanku. haha.. Sampai sekarangpun belum tertidur. (21.29 wib).
Pulang gereja jam 1.30, makan siang, dan setelahnya kucoba tuk tidur. Mgkn hanya tertidur 30 menit, sampai akhirnya jam 15.30 kami harus berangkat ke Panti Asuhan Clarista.
Anak-anak Yellow (Yess Fellowship) sudah berkumpul di base camp, tak semua kukenali nama mereka. Yellow adalah pelayanan yang dikelola oleh Hendra, salah satu writer dari GLOW. Yellow terbentuk karena persekutuan di sekolah-sekolah menengah atas Medan. Banyak dari antara mereka sudah kuliah tapi masih bergabung dengan Yellow. Puji Tuhan. Dari situ kami berangkat ke Panti Asuhan Clarista bersama-sama.
Panti Asuhan Clarista dikelola oleh Pak Hermon Ginting, S.Th. Profil mereka ini dapat dilihat di FB Panti Asuhan Clarista. Terdiri dari 23 orang anak yang sebagian besar masih SD, dan 4 orang staff.
Acara dimulai dengan doa, bernyanyi, games, dan Firman Tuhan. Setelah mendengar Firman, kami mengkonseling pribadi tiap-tiap anak, judulnya 'ngobrol-ngobrol'. Wew... ini sesi yang sangat bagus. Sesi ini memberikan pelajaran yang bagus buat saya pribadi. Gw sebenernya ga ahli dalam hal konseling. Beberapa kali terlibat di pelayanan konseling ga sengaja, gw selalu bingung ketika mereka mulai menangis dan mulai mengeluarkan bahasa yang tidak jelas. Klo hanya via telpon, gw lebih beruntung rasanya, tetapi klo sudah tatap muka "ancurmina...", rasanya tiba-tiba ada 'tabir' yang terkoyak di sebelah kiri dan kanan, sehingga di dalam dunia hanya tinggal kami berdua (tentunya yg sejenis lah). Abis kamus d.
Saat itu, gw bertanggung jawab atas seorang anak laki-laki, umur 12 tahun, kelas 6 SD. Anak ini terlihat pendiam, dan tidak banyak teman. Beemm.. gw ajak ngobrol aja. Namanya Mika, mengingatkan ku pada si ndut Mika, adek sepupu gw yg berumur 8 tahun. Jadi kuajak aja dia ngobrol selayaknya ngobrol dengan Mika adek gw itu. Gw tanya sekolahnya, aktivitasnya, ortunya masih ada ga, dan hobi, pelajaran kesukaan. Ternyata dia korban broken home, ayah pergi ntah kemana, ibu nikah lagi. Sampai gw tanya "siapa musuh kamu di sini..". Tadinya dia ga mau bilang, berusaha mengelak. Tapi akhirnya akak ini menyebut satu nama, ternyata mereka sebaya. Kutanyakan sebab permusuhannya, kupikir karena ada dendam dengan ortu. Tapi ini anak sayang ortu dan berniat mencari ortunya kelak ketika dewasa.
"Kenapa koq musuhan?"
"Dia ngejek aku kak"
"Mengnya dia bilang apa?"
"Dia bilang aku maling"
"Trus??"
"Aku pukul dia"
"Lah... koq kamu pukul? emangnya kamu maling?"
Dia terdiam lama...
"Gimana perasaan kamu setelah kamu pukul?"
Dia diam lagi..
"Kamu rasa lega... kamu rasa senang atau gimana?"
"Lega kak"
"Klo kamu pukul berarti kamu ngaku kamu maling dong?"
Diam sejenakk.. dan ngaku..
"iya kak, aku pernah ngambil barangnya, tapi kan udah minta maaf dan udah balikin barangnya"
"Sekarang kamu masih mau ngambil barangnya?"
"nggak kak"
"kamu dah pernah bilang ke dia, klo kamu ga kan ambil barangnya lagi?"
tertunduk.. terdiam...
"nanti kamu datengin dia minta maaf dan bilang klo kamu ga kan ambil barangnya lagi... okey.. bisa?"
terdiam... berkeras
"kamu bukan maling, kamu anak baik"
"tapi kak.. dia bilang aku maling teruss"
"jangan dengar tuduhan mereka... nyatanya kan kamu bukan maling"
terdiamm
"Laki-laki itu kuat bukan karena dia jago berantam, bukan karena jago memukul, laki-laki itu kuat ketika dia diejek dia tahan, ketika dihina orang dia ga bales. Kmau itu laki-laki... kamu itu kuat. klo kamu pukul orang waktu mereka ngejek kamu, berarti kamu ga kuat. Kamu laki-laki, kamu kuat. Kamu laki-laki kamu bertanggung jawab. klo bertanggng jawab berarti kamu mau mengerjakan tugas, mau belajar. Kamu laki-laki kamu ga pukul teman. teman itu harus dilindngi, sesama teman ga boleh saling pukul".
terdiam dan berkaca-kaca.....
"coba kamu bilang... aku laki-laki, aku kuat. aku laki-laki, aku bertanggung jawab. aku laki-laki, aku ga pukul teman".
(bahasa ku terlihat ketus, tetapi gw sambil senyum koq... :P )
Dia pun mengucapkannya 3 kali, terlihat ketegaran di wajahnya, dan mulai berkaca-kaca. Dia juga mengucapkan klo dia anak ganteng yang baik hati, dan pintar. Diakhiri dengan berdoa. Gw suruh juga dia yang berdoa, krn doanya adalah pengakuan dan keinginannya yang mendalam. wow...doanya bagus banget, dan penuh semangat. Dan kudoakan juga dia seperti yang dia mau. Wew... doanya lebih bagus dari doa gw, haha... ga salah toh gw suruh dia deluan berdoa.
Setelah berdoa, terlihat suatu kelepasan dan kelegaan di wajahnya. Diapun tersenyum. senyumnya sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Aku yakin Roh Kudus jamah dia dan melepaskannya. Btw, gw juga ga tau koq gw bisa. Aku percaya Roh Kudus yang menuntunku. Dan rasanya senang sekali melihat anak ini dapat merangkul orang yang disebutnya musuh itu.
Apa penyebab kemarahannya hanyalah karena tong kasih nya tidak penuh sehingga mudah sekali tersambar emosi sesaat. Sebenernya kita dapat maklum, tetapi jika persoalan kecil ini tidak terselesaikan, maka dewasanya juga akan semakin parah.
Kunjungan ini bagiku sangat luar biasa. Menurut mereka, ini bukan sekedar kunjungan tetapi sangat berbekas bagi mereka. Anak GLOW dan Yellow rata-rata masih kuliah, tetapi bisa menyisihkan uangnya untuk berbagi kasih. Bukan sekedar pemberian, tetapi sentuhan yang membuat anak-anak merasa gembira. Kami dapat bermain bersama, berfoto bersama, seolah-olah kami teman lama. tak terasa waktu bergulir cepat, rasanya sulit berpisah dan meninggalkan mereka. wajah-wajah imut, ceria, melupakan kesedihan mereka. Kami juga sangat senang mengunjungi panti yang ramah, bersih dan bersahabat ini. salah satu dari GLOW berniat tuk kembali lagi untuk membuatkan mereka perpustakaan kecil. Wow...
Jumat, 28 Januari 2011
Jangan Campuri...
..seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa: suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat, yang tidak diolah dengan perkakas besi apapun. Di atasnyalah mereka mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan korban keselamatan. Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel. (Yos 8:31-32)
Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya." Yos 4:7
Di dalam hidup kita sering kita meminta sesuatu tanda dari Tuhan, tepatnya kita meminta Tuhan berfirman secara khusus kepada kita, dan dalam angan kita berkata "Tuhan aku ingin mendengar suaraMu, berfirmanlahh...lahh...lah..lahh...lahhhh ". Terlepas ntah berapa lama kita meminta dan bagaimana caranya, hanya atas kasih karunia Tuhan, doa kita dijawab-Nya. Tetapi seringkali Tuhan menjawab tidak pada poin yang kita minta, Dia memberikan sebagian kecil dari yang kita pikirkan. Tentu saja pikiran kita tidak sebanding dengan pikiran Tuhan. Oleh sebab itu kita sering menganggap Tuhan tidak menjawab kita. Seolah kita tidak menghargai sebagian kecil yang telah Tuhan beri kepada kita.
Nasehat Habakuk 2:2, tuliskanlah apa yang pernah Tuhan lakukan bagi kita dalam hidup kita sebagai batu peringatan. Jangan pernah lupakan apa yang pernah Tuhan kerjakan bagi kita. Dengan menuliskan apa yang Tuhan kerjakan untuk kita, akan membantu kita melihat pola-pola yang Tuhan kerjakan bagi kita, kita dapat lebih mengenal Tuhan dan cara kerjanya Tuhan. Pola-pola yang dimaksud bukan berarti Tuhan itu bekerja dengan statis, membiarkan sistem berjalan begitu saja tanpa campur tangan-Nya. Walaupun sering Tuhan tolong kita dan Tuhan mengenalkan diri-Nya melalui pola-pola atau kebiasaan-Nya, tetapi banyak kali kita masih gagal.
Tulisan-tulisan terhadap kebaikan Tuhan itu membantu kita juga untuk menguatkan iman percaya kita ketika kita menjadi lemah, dan kita juga dapat menceritakan kepada generasi selanjutnya dan kepada orang-orang lain yang dapat membacanya, "batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan".
"suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat". Ketika Tuhan berfirman kepada Yosua, Tuhan menyuruhnya untuk membuat suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat. Tuhan ingin melakukan sesuatu terhadap Firman yang telah Dia berikan kepada kita. Kita cenderung untuk tidak sabar ingin langsung bertindak, tanpa mempersilahkan Tuhan lebih dulu melakukan sesuatu. Dan teryata kita telah mencampuri. Ketika Tuhan ingin melakukan sesuatu tetapi kita ingin menambahkan sesuatu, Tuhan katakan "tunggu saja, Aku yang lakukan". Jika Tuhan sudah katakan bahwa Dia mau melakukannya, jangan lakukan apa-apa, karena kalau kita lakukan sesuatu maka kita menghilangkan jejak bahwa Tuhan lah yang mengerjakannya.
Ketika kita menantikan Tuhan melakukan sesuatu, kita kadang tidak sabar dan ingin segera menyelesaikannya, kita ingin mendesign mezbah sendiri. Padahal Tuhan sudah bilang "jangan pahat, jangan oleh dengan perkakas besi apapun... jangan design sendiri... biar Aku yang mendesign". Waktu-waktu menunggu ini dibutuhkan ketaatan, dan untuk taat dibutuhkan iman. Kadang kala dalam waktu-waktu seperti ini Tuhan memang sengaja memberi waktu kepada kita, melihat apakah kita mau campur tangan. Bukankah ini adalah proses "komunikasi"? membiarkan partner bicara kita menyampaikan sesuatu, sebelum kita menanggapinya. Bukan kah tuhan baik, Ia memberikan "tempat" bagi kita untuk berpikir, menentukan pilihan. Keinginan-Nya adalah kita taat, begitulah seharusnya manusia kepada Tuhan. Namun Ia tidak memaksa, unsur "kehendak" yang Dia berikan dalam gambar diri-Nya kepada kita, dibiarkan-Nya berfungsi.
Saya jadi teringat akan satu hal tentang ketaatan. Pertanyaan nya adalah "bagaimana mungkin hukuman yang begituberat dijatuhkan atas ketidaktaatan kepada perintah yang begitu sepele?". Perintah itu menunjukkan hak Allah sebagai penguasa tertinggi. Allah telah menjelaskan bahwa ketidaktaatan merupakan soal hidup dan mati. Manusia harus memilih antara hidup dan mati, atau antara Allah dan dirinya. Ketika manusia memilih untuk taat berarti ia mau terlepas dari otoritas Allah, melepaskan hukum Allah dan memakai hukum yang lain, yang membujuknya, yaitu si ular. Manusia merasa lebih aman untuk memakai hukum iblis dan meninggalkan otoritas hukum Allah. Oleh sebab itu Tuhan marah, dan menganggap manusia telah memberontak.
Ketidaktaatan adalah tentang ketidak nyamanan kita terhadap si pemberi hukum itu. Artinya juga kita sudah tidak nyaman lagi bersama Tuhan, dan 'berpayung' dibawah hukum lain yang bukan Tuhan. Dari situ saja kita dapat melihat bahwa manusia itu meninggalkan Tuhan. Jadi dosa pertama manusia itu akarnya bukanlah tidak taat tapi meninggalkan rasa aman bersama Tuhan, yang membuat Tuhan marah.
Seringkali kita membangun mezbah dengan design kita sendiri, sehingga tidak terlihat 'sidik jari' Tuhan yang telah mengerjakannya. Akibatnya kita tidak mempunyai kesaksian apapun.
Friends, jangan campuri yang tidak seharusnya. Lakukan bagian kita, tetapi tetap aware terhadap apa yang selanjutnya yang Tuhan suruhkan untuk kita lakukan. Hal ini memang tidak mudah, butuh waktu untuk mengenal Tuhan dan kebiasaan-kebiasaanNya yang tidak biasa itu. Mulai dari sekarang. Mulai dari membaca Firman-Nya, merenungkan dan melakukan seperti yang di'firmankan-Nya' kepada kita. Jika kita ingin mengetahui kehendak Tuhan, kita harus hidup dalam Firman-Nya.
Kamis, 27 Januari 2011
Nitip catatan doang...
Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman (Gal 3:24).
penuntun:
schoolmaster (kjv), paidagogos (greek):
- (Kent, The Freedom of God's Sons, hal 105): bukanlah seorang guru, tetapi seorang budak yang ditugaskan untuk mengawasi anak-anak tuannya dari usaia 7 - 18 tahun. Paidagogos itu harus mendidik anak tuannya dalam kelakuan baik, mengantarnya ke sekolah setiap hari, menjaga agar ia berpakaian pantas, dan mengatur hampir segala sesuatu yang berkaitan dengan anak tersebut.
- (wordstudy esword): paidagōgós; gen. paidagōgoú, masc. noun from paÃs (G3816), a child, and agōgós (n.f.), a leader, which is from ágō (G71), to lead. An instructor or teacher of children, a schoolmaster, a pedagogue (1Co_4:15; Gal_3:24-25). Originally referred to the slave who conducted the boys from home to the school. Then it became a teacher or an educator. The ancient Greeks regarded a philosopher as a teacher, but not necessarily as paidagōgós.
Rabu, 26 Januari 2011
Tuliskanlah..
--------------------------------000-------------------------------------------------
Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Hab 2:2
Hari Minggu kemaren, kupikir aku ke Jakarta hanya untuk menyelesaikan satu hal persoalan. This is I meant I must pay the cost. It should be done a year ago, but now I must pay much than before. That's ok. Pay now or... nunggak. hehe...
Oh noo.... ini bukan artinya gw ngutang credit card atau yang sejeninya sampai nunggak. Ini soal, ada hal yang seharusnya kami selesaikan tahun lalu, tetapi... ya gitu dehh... partner gw santaaaaiiiii.. "oo.. nanti kan bisaa". OMG! ok d lupakan, life still move.
Dan setelah selesai aku pikir ya sudah bisa meet my boyfriend, my little beloved sister, and that's it. besoknya pulang. hmm... itu mah maunya gw doang.
I came to a service, ya seperti biasa gw bawa bible gw and catatan. klo ga bawa catatan ya harus sediakan memori pikiran yang lebih dan setidaknya poinnya dicatat di bb. anyway.... too much thing I got in that service.. wow.. really services.
A grandfa teaching about "Write down this message!". Gw seraya diingetin tentang betapa pentingnya menuliskan sesuatu yang membuat kita "klik", merasa "wow.." dan mengingat tentang Tuhan. Tulisan kita dapat menjadi 'batu penjuru' atau milestone bagi siapa aja yang melintasinya. Bayangkan saja jika pada saat zaman Paulus dan Timotius hanya skype atau telponan, maka gw ga pernah tau klo kita harus berdoa untuk pemerintah. well... jika Paulus hidup dizaman kita sekarang, maka beliau akan menjadi blogger favorite gw. hehe :P
I just share how to write, by me.. it's not valid, and maybe you'll say "you wrong..it should be like this...", okey never mind.
I got this from Pascal. Ada beberapa cara yang dilakukan orang supaya merasa lebih dekat dengan Tuhan. Kita tetap percaya bahwa Tuhan bagi kita adalah Immanuel, tetapi celakanya kita ga merasa begitu, sehingga Tuhan jalan sendiri, kita berjauhan dengan Tuhan, kita juga jalan sendiri. Tuhan bersedih karena melihat kita ga care dgn apa yang Dia mau katakan. it's childish, right? God is so good, but we cannot relize it, how terrible, right?
Please... ini terlepas dari agamawi atau apapun itu sebutanya...
1. Ada orang yang merasa sangat dekat dengan Tuhan kalau dia berdoa dan puasa. Maka apapun yang dikatakannya, dishare, dikotbahkan mungkin, dituliskan semuanya tentang "berdoalah lebih banyak lagi..lagi dan lagi".
2. Ada orang yang merasa sangat dekat dengan Tuhan kalau dia membaca alkitab, share about what they read. baik melalui tulisan ataupun in their peaching.
3. Ada orang yang merasa dekat dengan Tuhan ketika ia menyanyi, memuji dan menyembah Tuhan, praise n worship. Ntah berapa jam sehari. don't no lah. orang jenis ini akan merasa sangat kering jika tidak ada waktu untuk menyembah Tuhan.
4. Ada orang yang merasa dekat dengan Tuhan jika ia melayani (=melayani meja). Orang jenis ini seperti mempunyai tenaga yang lebih. Anehnya.. orang jenis ini (menurut gw) ga terlalu peduli soal apakah kita harus berdoa atau membaca alkitab.
5. Ada orang yang merasa dekat dengan Tuhan jika ia dapat bersaksi, mendengar kesaksian.
Well, you can know what type I'm. based on that, I want share something..
When we read our bible, the first thing that make us "wow..", I think, God is talking something, just catch it and write it! Ketika kita denger kotbah, kita membaca sama-sama ayatnya, tetapi kadang-kadang seperti ada yang 'melompat' dari kalimat-kalimat itu, just for ourself. Dan gw pikir itulah salah satu bentuk 'suara Tuhan' yang spesifik bagi pribadi yang membaca. Bertahun-tahun orang bertanya "how to hear God's voice?" hmmm... I tell you, this is one of God's voice. Please underline the spesific word that you got, keep it in heart, and don't forget to write it. Ga semua yang dikotbahkan itu harus kita tulis semua, karena itu utk globaly church. Tapi jika kita ga bs nangkep apapun dari situ, atau merasa koq biasa aja ga da yg ngeklik, I think you should write whole of the preach. review again.
Mungkin ada orang-orang yang langsung mendengar Tuhan secara audible, silahkan mencatatnya. Nasehat dari seorang HT, "tulis jurnal pribadi".
Ga semua dari kita suka bersaksi (secara ngomong langsung). Klo gw disuruh bersaksi di depan umum, hmm... usaha gw lebih besar dari mereka yang sering ngomong. gw harus menenagkan aliran darah dan degub jantung yg terasa lebih cepat, dan lutut yg shaking ga jelas, dan menguasai diri sebelum gw lupa harus bicara apa..hehe... Gw pendiem, right :P. well.. masing-masing kita mempunyai panggilan pribadi, kita ga bs judge orang berdasarkan type kita. Later, I'll write about "Life is about calling".
God can talking to us everywhere, whenever, ga terbatas oleh waktu, tempat dan suasana.God is so good. Banyak orang tidak setuju dengan statement ini, karena bagi mereka Tuhan akan berbicara saat mereka berdoa, ya silahkan.
Apapun yang kita dapat dari Tuhan, menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita, sebisanya... tuliskanlah! catatlah! Blog sangat membantu kita menulis, membuat milestone yang dapat dibaca. Dan saat kita lemah, kita dapat melihat kembali bahwa di waktu lalu Tuhan sudah melakukan perkara besar buat kita, dan sekarang juga Dia tetap mau melakukannya untuk kita. Bukan hanya untuk kita, tetapi bagi orang lain yang singgah dan mmbacanya.
Ada satu hal lagi yang menjadi pelajaran penting bagi gw, jika kita ga mau menuliskannya atau share ke org lain, maka orang lain akan melakukannya. Gw jadi inget pembicaraan dengan seorang teman via fb. Dia bertanya, "apakah Tuhan tetap melakukan rencanaNya walaupun org yg seharusnya melakukan 'rencana-Nya' itu menjadi tidak setia?". Menurut gw, "God still moving, though you not faithful". Tuhan memang mau berbaik hati menunggu kita pada saat kita ga setia, tetapi bukan berarti rencanaNya tidak berjalan. So... jangan sampe deh.. apa yang seharusnya menjadi bagian kita, dialihkan ke orang lain. Selain membuat kita dapat membayar lebih mahal lagi hasil perbuatan kita, kita kehilangan momment, dan berkat itu pun bisa tertunda atau tidak sama sekali kita peroleh.
I thank to God, thank too IV that make me remember again about writings. that's cool :D Selagi gw bs menuliskannya, sebaik atau sekualitas gmnpun, harus dituliskan, sebagai milestone bagi gw... hope for other too. God is good. there for.. Life is good too. :)
Pfiuuhh.. rasanya ga tidur 2 hari, sudah terbayar, when I'm done write this.
Selasa, 25 Januari 2011
Garam dan Terang Dunia
Topik ini sangat ramai dibicarakan, apalagi di kalangan anak muda. Beberapa kali saya menuliskan topik ini, tetapi saat ini saya ingin menceritakan sedikit sisi lain dari garam dan terang. Saya sangat berharap tulisan ini dapat menjadi berkat bagi pembaca.
Tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagu Glen Fredly yg dinyanyikan seorang teman di hari Minggu kemaren, “Jadilah terang jangan di tempat yang terang, jadilah terang di tempat yang gelap... Jadilah garam jangan di tengah lautan...”. Saya suka lagu ini, baik dari sisi musikalitas, easy listening, dan isinya. Mendengar lagu ini saya mereview kembali apa yang pernah saya tulis, terutama tentang “world”. Let’s we do this.. I realy want to present the make sense thing, so we can understand our function. Check this!
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Mat 5:13
Fungsi garam adalah memurnikan, membersihkan, memelihara dari kerusakan (mengawetkan). Secara metaforis juga garam melambangkan kebijaksaan dan kehati-hatian. Jika kita adalah garam, esensi yang paling penting adalah di ‘rasa asin’ nya. Kalau sudah tidak asin berarti bukan garam lagi. “Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain." Mark 9:50. “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kol 4:6. “untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu”. 1Pet 1:4.
Mari kita melihat sisi lain dari garam. Poinnya adalah dimana kita seharusnya menjadi garam? Dimana kita harus menjadi terang? supaya kita berfungsi untuk kemuliaan Tuhan
“Kamu adalah garam dunia”. Kata “dunia” di sini sangat berbeda dengan kata “dunia” pada “Kamu adalah terang dunia”. Kata “dunia” pada garam dunia lebih spesifik dari kata “dunia” pada terang dunia. Seolah-olah orang kristen harus dapat menjadi multifungsi di dunia yang berbeda. Kata “dunia” pada garam dunia adalah menunjukkan suatu region tertentu, kiasan untuk penduduk suatu negara, dan menunjukkan suatu komuniatas tertentu.
Bicara soal menjadi garam dunia, berarti adanya proses penggaraman dalam suatu komunitas, proses memurnikan, membersihkan dan mengawetkan. Berarti untuk menjadi garam dunia, kita harus tertanam dalam suatu komunitas. Di dalam komunitaslah kita dapat saling memberi pengaruh, mencurahkan segala talenta kita, belajar memecahkan konflik, belajar dipimpin dan memimpin, belajar berdoa, mempraktekkan iman dan karunia rohani, belajar untuk listening bukan sekedar hearing.
Praktek penggaraman ini baik diterapkan dalam komunitas yang kecil, sebut saja komsel dibandingkan gereja yang jumlahnya terlalu besar. Komunitas ini seperti garam yang diambil dari lautan luas dan yang akhirnya dapat tiba di rumah kita masing-masing untuk memberi rasa enak pada makan kita. Di dalam gereja, terlalu sulit bagi kita untuk menceritakan kelebihan dan kekurangan kita, kadang kita agak minder untuk menyatakan saya dapat melakukan ini dan itu, dan merasa talenta kita terlalu kecil. Tetapi ketika kita berada dalam komsel, kita menjadi sangat berfungsi. Apa yang kita anggap biasa untuk kita lakukan, ternyata ada yang mengatakan “wow.. itu luar biasa”, dan dapat membangkitkan semangat kita untuk melakukan hal yang terbaik. Ketika kita lemah dan bertanya-tanya, ternyata ada orang yang dapat share pengalamanhidupnya dan hal itu menjadi jawaban kita. Itulah pentingnya berkomunitas. Orang-orang dalam komsel dapat sadar akan ke’asinan’nya dan berbagi kepada anggota komsel itu.
Mari kita melihat proses terbetuknya garam atau yang sebih sering disebut penggaraman. Dalam ilmu kimia, garam dapat terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Reaksinya adalah:
Asam bersifat mengkikis, sedangkan Basa yang berdiri sendiri bersifat racun, tetapi jika keduanya bereaksi akan menghasilkan garam dan air. Di dalam komunitas ada tipe orang ‘pengikis’, orang yang tau Firman, dapat menasehati orang, menyatakan kesalahan, tetapi ada pula orang bertipe ‘racun’, yaitu orang yang menganggap dirinya sampah masyarakat, tida berguna namun datang kepada suatu komunitas supaya dapat berubah. Atau orang-orang yang berpikiran negatif dan melemahkan. Namun ketika mereka ini tertanam dalam komunitas mereka akan menghasilkan garam dan air, sifat racun itu dapat menjadi residu yang akan dibuang nantinya.
Betapa pentingnya hidup dalam komunitas. Sehingga dapat dibayangkan seorang ‘pengikis’ yang tidak tertanam dalam suatu komunitas, dapat menjadi penasehat yang hanya me’ngikis’ saja, tanpa ada yang mengkoreksi dirinya, dan bahayanya tidak sadar telah menyesatkan orang lain. Seorang yang bersifat ‘basa’ hanya meracuni hidup orang lain terlebih meracuni diri sendiri. Sedangkan jika ia bersedia dipimpin dalam suatu komunitas, sifat racun itu akan menjadi residu yang akan dibuang nantinya. Ketika kita tertanam dalam komunitas, ada orang yang menasehati kita, kita juga dapat menjadi pelengkap bagi orang lain dan saling melengkapi orang-orang dalam komunitas.
Proses penggaraman itu juga menghasilkan air. Dalam komunitas sering terjadi gesekan untuk menghasilkan pemurnian. Ketika terjadi pemurnian ada ‘unsur-unsur’ yang terlepas dari reaksi akan menjadi residu, zat sisa. Mereka itu adalah ‘Yudas’. “Apakah pelajaran penting mengenai Yudas? Tentu saja pengkhianatan! Yudas rela menjual Yesus demi kepentingan pribadinya yg terselubung. Org spt itu tdk akan menuai hidup. My friends, berhati-hatilah thdp 'Yudas' dlm keluarga, organisasi, pelayanan atau pekerjaan. Jgn pernah mempercayai org yg kesetiaan-nya bisa dibeli oleh uang atau kepentingan. Jgn juga kaget kalau org terdekatmu mengkhianatimu. Berjaga-jagalah!” (thanks to om Sonny to sent me this message).
Menjadi garam dunia, berarti membangun diri kita sendiri, proses untuk menjadi dewasa rohani, membangun hubungan kita dengan Tuhan, merangkai gambar diri kita sesuai dengan gambar Kristus. Adalah keputusan kita untuk mau tertanam dalam komunitas dan saling menggarami, memberi pengaruh, saling membangun. Kita tidak dapat single fighter untuk menjadi garam dunia. Tuhan Yesus membentuk suatu komunitas kecil (12 murid) dan menggarami mereka, supaya mereka nantinya dapat menggarami orang lain. Di situ murid-murid belajar untuk dipimpin supaya nantinya mereka dapat memimpin, walaupun demikian ada seorang murid yang terlepas dari komunitas, dan menjadi residu, terbuang. Makanya penting untuk saling terikat dalam suatu komunitas, tunduk pada otoritas dan mau dipimpin. Untuk menjadi garam dunia, kita harus melekat kepada Kristus, tidak seperti Yudas yang melepaskan diri dan menjadi penghianat.
“Kamu adalah terang Dunia”, Kata “dunia” di sini berarti kosmos, yaitu dunia alam semesta, juga diartikan sebagai perhiasan atau ornamen, arti lain menyebutkan makna etis. Jika kita terang dunia, maka seharusnya kita adalah perhiasan atau ornamen yang menjadikan dunia ini lebih indah, kita juga seharusnya dapat menjadi standar etis bagi dunia. Berarti kita harus show off our inner beauty. Karakter kita, kekudusan, hidup kita sangat matter di mata dunia. Terang itu tidak mungkin tersembunyi, ia harus terlihat. Sifat dasar cahaya adalah memantul ke semua arah, memasuki celah.
Tujuan menjadi terang adalah “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”. Ini agak berbeda dengan “menjadi garam”, yang tidak mengatakan 'supaya orang lain dapat melihat perbuatan' penggaraman tersebut. Ada yang harus ditonjolkan di sini, tidak disembunyikan. Orang lain harus dapat melihat ‘perbuatan kita yang baik’. Kata ‘baik’ di sini adalah ‘kalos’, yaitu excellence, kualitas dan karakter yang baik, berbudi luhur, dibicarakan, orang yang dalam tugasnya dapat direferensikan: gembala yang baik (Yoh 10:11), diaken yang baik (1Tim 4:6), prajurit yang baik (2Tim 2:3), pengurus/ pengelola yang baik (1Pet 4:10).
Seorang dapat berbuat ‘kalos’ melalui iman dalam Tuhan Yesus Kristus, seperti yang dianugerahkan kepadanya (2Pet 1:4). Oleh karena itu perbuatan manusia dapat dibagi menjadi dua kategori, dead work yang dilakukan sebelum keselamatan (Ibr 9:14), dan good work, yaitu perbuatan baik yang termotivasi akan kasih karunia Allah setelah keselamatannya. Dalam melakukan perbuatan baik, Kristus harus yang utama dalam hati kita. Tuhan Yesus mengajarkan praktek berbuat baik, tetapi hanya kepada murid-muridNya dan orang-orang yang akan percaya (Luk 6:27). Masalahnya kita tidak tau siapa calon-calon orang yang akan percaya ini, itu adalah kasih karunia Tuhan. Adalah baik jika kita dapat menampilkan karakter Kristus kepada semua orang. Adalah baik jika kita mempunyai integritas dalam hidup kita. Karena “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar” (Amsal 22:1).
Jadi kita sebagai orang kirsten, harus memberikan fungsi kita baik bagi orang teman-teman seiman dan kepada orang yang belum mengenal Tuhan, supaya Tuhan Yesus dipermuliakan perbuatan atau pekerjaan yang kita lakukan. Marilah kita membangun iman kita, saling memberi pengaruh baik bagi komunitas kita dan dapat memancarkan terang Kristus bagi dunia (kosmos).
Sabtu, 22 Januari 2011
Start With Love
Hi GLOWers,
This is message from your writer.
Renungan Harian GLOW mempersembahkan RH dalam bentuk pdf, khusus untuk bulan Febuari 2011. Please feel free to download it, it's not crime, I allow you to download, print, and share to other, but please do not sell it. thank you :)
If you don't mind, I will guide you how to print it, so you can read everyday :)
1. download it --> RH GLOW Feb 2011
2. open the file. kemudian ctrl+p
3. muncul pop up spt gambar di bawah
4. Sesuaikan Printer Name dengan printer Anda.
5. Page Scalling dipilih "Booklet Printing", sediakan jumlah kertas seperti yang tertera pada textbox
6. Kemudian klik "Properties" di sebelah atas kanan
7. Pada tab "Quick Setup", pilih ukuran kertas A4. Jika printer tidak berwarna, disarankan untuk memilih "GrayScale" pada Additional Feature.
8. Pada tab "Main", Pilih "Preview before printing"
9. Maka terlihat tampilan yang akan di print.
10. Print dan ikuti petunjuk untuk membalik kertas.
Selamat Mencoba
Jika ingin memberi feed back silahkan kirim ke dailyglow@gmail.com
kami menerima saran, nasehat, koreksi, sumbangan baik berupa ide, doa dan dana, yang membuat RH ini lebih baik lagi.
FYI: GLOW akan menyelenggarakan acara RISE UP YOUNG GENERATION II, pada bulan Mei 2011. Info lengkap di RH GLOW bulan Maret dan April 2011. Support doa sangat diperlukan demi keberhasilan acara dan visi GLOW, seperti thema dapat tercapai untuk kota Medan.
Thema Bulan Maret: about Faith. Nantikan RH GLOW bulan Maret 2011 di kota Medan :)
RH GLOW melayani pengiriman ke kota lain dengan harga Rp 6000/ bh + ongkos kirim.
Minimal pemesanan 20 ex.
Thanks for your kindness visit this blog. May God bless you abundantly.
dailyGLOW! Give more impact to young generation. | www.mydailyglow.blogspot.com
R'Tom










