Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Sabtu, 05 Maret 2011

Biru Blue Tekhelet: Tzitzit

Aktivitas di kala NyepiDay adalah menatap layar laptop, browsing ga jelas, hmmm... chatting juga, sampai akhirnya dapet sesuatu yg menarik hati, "blue is blue". Ok duueehhh gw ceritain, but cmiiw yaa... just learning this topic and againnn... I am amaze.

Bil 15:38
"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan."
Daber el-Benei Yisrael veamarta alehem veasu lahem Tzitzit al-kanfei vigdeihem ledortam venatnu al-Tzitzit hakanaf petil tekhelet


Tzitzit


-000-

Kitab Bilangan menggambarkan tuntutan Allah akan iman dari umat-Nya, balasan dan hukuman-Nya atas pemberontakan, dan bagaimana maksud-Nya yang berkelanjutan itu akhirnya diwujudkan. Kitab Bilangan adalah "Kitab Disiplin Ilahi" yg menunjukkan bahwa Allah memang mendisiplinkan dan menghukum umat-Nya sendiri ketika mereka terus mengeluh dan tidak percaya (Bil 13:1 -- 14:45). Kitab bilangan adalah kitab iman. Tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Israel tidak beriman, memberontak dan tidak berterimakasih atas mujizat-mujizat dan pemeliharaan Allah. Kitab Bilangan yang berbahasa Ibrani dikenal dengan nama "Di Padang Gurun". (copied from http://sabdaweb.sabda.org/study/)
-000-


Kata Tzitzit sendiri secara harfiah berarti "kepang, anyaman". Dengan demikian desain Tzitzit harus seperti yang dari jalinan / mengepang rambut yang desain sama dengan link di rantai. Mengenakan tzitzit adalah perintah Alkitabiah, dalam Bilangan 15:38 dan juga dalam Ulangan 22:12, "Anda harus membuat diri benang memutar, pada empat sudut pakaian Anda dengan yang Anda menutup sendiri." Menurut Taurat, tujuan mengenakan tzitzit adalah untuk mengingatkan orang-orang Yahudi dari kewajiban agama mereka. Selain itu, ia berfungsi sebagai pengingat keluar dari Mesir (Bilangan 15:40).

Rumbai-rumbai (tzitzit) pada setiap sudut terbuat dari empat helai, yang ketika benang dan lilitan menggantung tampaknya delapan (dikenal sebagai shemoneh kaful)


Cara untuk mengikat jumbai


Bahasa Inggris Alkitab Terjemahan biasanya menerjemahkan kata Ibrani tekhelet, yaitu warna "biru". Tetapi lama kelamaan perintah ini tidak lah dilakukan sepenuhnya karena ada tzitzit yang hanya berwarna putih tanpa ada benang berwarna biru-nya. Alasan untuk meninggalkan perintah untuk menempatkan benang berwarna biru pada Tzitzit adalah bahwa pewarna yang diperlukan untuk biru telah hilang.

Dr Koren, menemukan bahwa pewarna yang digunakan dalam sampel Masada, sepotong benang bordir kebiruan-ungu, berasal dari keturunan dari siput Murex trunculus akrab bagi Israel modern. warna seperti pada tekstil jarang ditemukan karena mereka biasanya dipakai secara eksklusif oleh royalti atau bangsawan. (Warna "biru" dianggap yang paling penting dari tiga warna ritual dikutip dalam Alkitab. Dua lainnya argaman, berwarna ungu kemerahan, dan shani, yang dikenal sebagai merah). Beberapa saat setelah orang-orang Yahudi diasingkan dari Israel pada tahun 70 M, pengetahuan tentang bagaimana untuk menghasilkan pewarna tekhelet hilang. Pewarna ini juga mahal untuk membuatnya dibutuhkan ratusan siput yang digunakan untuk membuat bahkan batch kecil, dan beberapa di zaman kuno menyatakan itu senilai 20 kali berat emas.

"Blue" mungkin terjemahan bahasa Inggris yang paling sederhana dari istilah tekhelet, tetapi seperti yang sering terjadi dalam menterjemahkan bahasa Ibrani, sesuatu nuansa yang hilang. "Tekhelet adalah warna langit," kata Dr Koren di laboratoriumnya. "Ini bukan warna langit seperti yang kita tahu itu. Itu warna langit di tengah malam, ketika kita sendirian di malam hari, kita dapat menjangkau Allah, dan itulah yang tekhelet yang mengingatkan kepada Allah.

Benang berwarna biru yang ikut terjalin dalam kepangan tzitzit, melambangkan kehadiran Allah dalam kehidupan yang mentaati perintah Allah. Perintah ini sepertinya sepele dan terkesan sangat religius yang statis, tetapi Tuhan benar-benar serius dengan Bangsa Israel. Perintah yang dibuat bukanlah untuk menyusahkan hidup Israel itu sendiri tetapi justru untuk memudahkan Israel untuk mendapatkan perhatian dari Allah. Kitab Bilangan adalah kitab iman, dimana Tuhan mengajarkan iman kepada bangsa Israel. Artinya Tuhan mengajarkan kebergantungan Israel kepada Tuhan sendiri melalui mentaati perintah-Nya itu. Walaupun Bangsa Israel memberontak terhadap Tuhan, sepertinya Tuhan masih saja memberi peluang 'reward' bagi siapa yang mentaati Dia. Natur Allah adalah diberikan penghormatan. Ketika kita dapat menghormati Allah, seperti kita menekan tombol yang benar untuk membuat Allah mengarahkan mata-Nya kepada kita dan memberikan apa saja yang kita minta.

-000-

Secara kronologis, Bilangan merupakan sambungan sejarah yang dicatat di kitab Keluaran. Setelah tinggal di Gunung Sinai selama sekitar satu tahun -- ketika itu Allah menetapkan perjanjian dengan Israel, memberikan hukum Taurat dan pola Kemah Suci kepada Musa, serta memberikan pengarahan mengenai isi kitab Imamat -- bangsa Israel bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka sebagai keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub. Akan tetapi, sejenak sebelum meninggalkan Gunung Sinai, Allah menyuruh Musa membuat sensus menghitung semua laki-laki Israel yang sanggup berperang (Bil 1:2-3). Sembilan belas hari kemudian bangsa itu berangkat mengadakan perjalanan singkat ke Kadesy (Bil 10:11). Bilangan mencatat pemberontakan serius Israel di Kadesy dan hukumannya di padang gurun selama 39 tahun, sehingga Allah membawa suatu angkatan orang Israel yang baru ke dataran Moab, yang terletak di seberang Sungai Yordan dari Yeriko dan tanah perjanjian.
(copied from http://sabdaweb.sabda.org/study/)
-000-


Tuhan ingin kita aman di bawah perlindungan hukum-hukum-Nya itu. Penyebab manusia jatuh dalam dosa adalah keinginan manusia untuk keluar dari perlindungan hukum Allah itu, manusia merasa tidak 'aman' berada di bawah hukum Allah dan mencari perlindungan yang baru, yang dia pikir dapat membuat 'aman' hatinya. Manusia memilih hukum lain yang bukan hukum Allah untuk 'merasa aman' di situ. Jika sudah keluar dari hukum Allah, maka manusia tak perlu taat kepada hukum Allah itu tetapi hukum lain yang baru dianutnya itu. Ini membuat Allah marah terhadap manusia, oleh sebab itu manusia dikatakan telah memberontak terhadap Allah. Dosa ini seperti dosa perselingkuhan, umat-Nya telah berselingkuh dan meninggalkan Dia. Tak sadar manusia telah tergadai dan menjadi budak pada majikan barunya yang mempunyai hukum lain itu. Oleh sebab itu Allah mengirimkan Anak-Nya sendiri untuk menebus, mengambil kembali umat-Nya yang telah tergadai itu. Tebusannya tidak tanggung-tanggung, darah Anak-Nya sendiri. Allah harus relakan Anak-Nya disembelih demi untuk mendapatkan kembali umat-Nya itu.

Tzitzit atau fringes/ tassel = pinggiran/ rumbai, dapat juga kita lihat di Perjanjian baru dalam Luk 8:44, disebut kraspedou = the fringe of a garment = pinggiran/rumbai baju
Mari kita bandingkan:
Luk 8:44 --> he slipped in from behind and touched the edge of Jesus' robe (kraspedou). At that very moment her hemorrhaging stopped. (The Message)
Bil 15:38 --> "Speak to the People of Israel. Tell them that from now on they are to make tassels (tzitzit) on the corners of their garments and to mark each corner tassel with a blue thread. (The Message)

Perempuan pendarahan yang menyentuh jumbai/ rumbai/ ujung jubah Yesus lalu menjadi sembuh


Ketika perempuan yang pendarahan itu menyentuh ujung jumbai (tzitzit/ kraspedou) jubah Yesus, seketika itu juga ia menjadi sembuh, dan Yesus merasakan seperti ada kuasa yang keluar dari diri-Nya, "Siapa yang menjamah Aku..... Ada seorang yang menjamah Aku, sebab aku merasa ada kuasa yang keluar dari diri-Ku". Ketika kita berani datang kepada Allah dan menyentuh-Nya dengan hormat (dengan iman), maka perhatian-Nya akan tertuju kepada kita. Apa yang kita minta segera mengalir untuk kita. Asalkan kita mau tunduk dan bernaung dalam hukum-Nya, maka berkat itu akan tercurah. Perintah-Nya itu bukanlah untuk menyulitkan kita tetapi justru memudahkan kita mendapatkan apa yang kita minta. Yesus berkata "mintalah maka kamu akan diberi", sederhana dan tidak terdengar religius. Sebenarnya murid2 meminta hal yang religius, berpola, dan sistematik "ajarkan kami berdoa seperti Yohanes mengajarkan murid-muridnya". Yesus tidak menolak untuk menjawab permintaan mereka, Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami, yang sampai saat ini masih diliturgikan di beberapa gereja, that's good, karena ini adalah ajaran Yesus sendiri. Namun kia dapat melihat di Luk 11, bahwa Yesus mengajarkan hal lain yang lebih simpel dan ga religius sama sekali, dan memberikan penekanan khusus, sampai memberikan ilustrasi supaya murid-murid mengerti, "mintalah maka akan diberi".

Beriman kepada Tuhan Yesus Kristus berarti, bersandar pada-Nya, bersedia hidup di bawah Firman yang Dia ucapkan. Jubah yang berbeda, yang ber-'tzitzit' itu membuat orang yang memakainya menjadi berbeda. Orang yang taat akan Firman terkadang (tapi ga selalu lohh) akan terlihat lebih aneh, nyentrik, berbeda, "gw beda", namun esensinya adalah ketaatan kita akan hal-hal yang terlihat sepele menentukan hal-hal besar yang akan diberikan-Nya sebagai tanggung jawab. Kekristenan akan menjadi lebih masuk akal ketika kita mau taat terhadap hal kecil (tidak menunggu hal besar dulu -- menghadapi hal yg terlihat mustahil baru kelimpungan cari Tuhan, makanya terlihat jadi lebih aneh dan freaky). Jika kita sudah terbiasa mentaati perintah Tuhan yang terlihat sepele/ kecil/ sederhana banget (melalui hati nurani -- oleh Roh Kudus), maka kita tidak perlu mengeluarkan usaha yang terlalu besar untuk menghadapi perkara yang terlihat lebih besar. Otot dan insting dan intuisi kita pastinya sudah lebih terlatih.

Ketaatan adalah kunci iman

Minggu, 20 Februari 2011

You Are So Special

Aku beritahu bagaimana perasaanku! Aku merasa seperti orang tua yang menemukan bayi perempuan tergeletak nyaris mati di selokan. Aku membawa anak itu pulang dan menjadikan dia anakku. Aku membersihkan dia pendidikannya, memberi dia makan. Aku memanjakan dia, memberinya pakaian dan perhiasan. Kemudian suatu hari ia melarikan diri. Aku mendengar tentang kehidupan maksiat yang dijalaninya. Ia menjadi pecandu obat entah dimana, badannya penuh tato, dengan anting-anting di segala tempat. Kalau namaku kebetulan terdengar, ia menyumpahi aku. Aku merasa seperti ia menusukkan pisau di perutku.

Aku beritahu bagaimana perasaanku! Aku merasa seperti pria yang jatuh cinta dengan wanita paling cantik dan sensitif di dunia. Aku menemukan dia kurus, tidak terawat, teraniaya. Dan aku membawanya pulang untuk menyembuhkannya dan membuat kecantikannya bersinar. Ia menjadi biji mataku, dan aku menghujaninya dengan hadiah dan cinta. Aku berikan semua itu, dan ia malah meninggalkan aku. Ia mengejar-ngejar sahabat-sahabatku, musuh-musuhku -- siapa saja. Ia berdiri di pinggir jalan dan membayar orang berhubungan seks dengannya; tidak seperti pelacur biasanya, ia bahkan tidak meminta uang untuk pelayanannya! Aku merasa dikhianati, ditinggalkan, didepak.

(dikutip dari "The Bible Jesus Read", Phip Yancey, 2001, Hal 182)

Kitab para nabi di Perjanjian Lama sering menggambarkan Tuhan dengan sengaja menyerah pada kekuatan cinta yang liar dan tidak tertahankan. Kitab para nabi sering mengungkapkan kepribadian Tuhan yang paling kuat di dalam Alkitab. Seringkali nabi-nabi itu harus melakonkan apa yang harus mereka tulis menjadi pesan yang sebenarnya dari yang Tuhan berikan untuk umat-Nya. Tujuan utamanya adalah hanya untuk memberitahukan kepada umat Tuhan bahwa Tuhan itu tidak pernah menyerah terhadap umat-Nya. Berulangkali Ia berfirman melalui nabi-nabi-Nya supaya perhatian umat Tuhan itu tergugah dan mengarahkan fokus mereka hanya kepada Tuhan.

Sering Tuhan menyatakan kesalahan umat-Nya dan kemudian menghukum umat-Nya hanya untuk memberitahukan bahwa mereka telah bersalah, dan mereka harus segera bertobat. "Dari semua bangsa di dunia, kamulah satu-satunya bangsa yang Kukenal dan Kuperhatikan. Itulah sebabnya dosamu besar, dan Aku pasti menghukum kamu." Amos 3:2. Walaupun Ia menghukum, tetapi tidak dibiarkan-Nya sendiri umat-Nya itu. Dia tetap menunggu siapa saja yang mau berbalik kepada-Nya. Hati-Nya tetap berbelas kasihan sehingga mengampuni dan memulihkan kembali umat-Nya itu.

Tuhan berbicara dengan penuh ketegasan terhadap orang yang mencoba mengganggu umat-Nya itu “Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel,” Yoel 3:2. Tetapi kepada umat-Nya, Tuhan berbicara penuh dengan kelembutan, "Engkau berharga di mata-Ku, Aku menghargai dan mengasihi engkau; maka Kuberikan manusia sebagai gantimu, bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu." Yes 43:4.

Kita sangat berharga di mata Tuhan, kita ini spesial. Walaupun kita pernah berpikir, bahwa seberapa berharganya kita di dalam planet bumi yang hanya setitik saja di antara berjuta planet dalam galaksi Bima sakti? Bayangkan lah Tuhan bak mabok cinta, sampai rela mengorbankan Yesus untuk menjemput kita yang sangat spesial ini. Sambil menunggu waktunya tiba, kita diberikan kemakmuran. TUHAN berkata, "Pada waktu itu Yerusalem dan Yehuda akan Kupulihkan kemakmurannya" Yoel 3:1. dan seringkali Tuhan menyemangati kita dan mengatakan bahwa kita adalah "Hai pahlawan gagah perkasa!!". "baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" Yoel 3:10 atau dalam terj IBIS 'Aku dapat berjuang seperti tentara!'. Sungguh luar biasa Tuhan kita itu.

Segala perumpamaan sampai contoh hidup Tuhan berikan supaya umat Tuhan itu boleh mengerti betapa cinta-Nya Tuhan kepada umat-Nya, karena begitu berharga dan spesialnya umat-Nya itu. Tuhan memanggil Hosea untuk menggambarkan emosi cinta-Nya itu kepada umat-Nya. Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi seorang wanita tuna susila bernama Gomer (yg zaman ini digambarkan sebagai bintang porno terkenal), dan ia melahirkan 3 orang anak. Kemudian ia meninggalkan Hosea untuk pria lain. Tetapi Tuhan memberi perintah lagi kepada Hosea, "Cintailah ia seperti Tuhan mengasihi bangsa Israel, meskipun mereka beralih pada ilah-ilah lain". Hos 3:1.

My friends, Tuhan mengingatkan kita lagi "You are so special, I'm with you". Tuhan sangat memperhatikan kita. Tuhan sangat memperhatikan setiap pekerjaan yang kita lakukan. Walau kadang kita merasa letih, bosan dan merasa tidak ada yag membela kita, tetapi Tuhan berkata "I'm with you". Bukankah kita perlu penyemangat? Tuhan berkata Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" Yoel 3:10 . Ketika kita sadar bahwa kita adalah spesial, dan Tuhan rela menyuport kita, bukankah itu kekuatan yang luar biasa untuk kita dapat melangkah? Saat ini Tuhan berkata kepadamu "Hey pahlawan... Aku besertamu, Aku mendukungmu!!". Mari kita bekerja dengan bebas, mari kita mengerjakan talenta-talenta kita dengan bebas, mari melayani Tuhan dengan bebas, dengan sukacita surga dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Penyertaan Tuhan itu akan membuat kita berhasil (Kej 39:2).



*) Nantikan bentuk renungannya hanya di RH GLOW Maret 2011, hanya di TB Rohani, di kota Medan.

Jumat, 18 Februari 2011

Think Out of The Box

"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil", Luk 1:37

Hari senin, tgl 14feb lalu gw ikut pelatihan how to speak bout Jesus. Bukan menjadikan orang menjadi kristen tetapi mengenalkan Yesus pada orang lain, terlebih khusus kepada orang yang ngaku kristen tapi ga tau siapa Yesus. Kurang lebihnya begitu deh. Karena pelatihannya sampai selasa sore, pelatihan pun diselingi dengan games. Peserta dibagi ke beberapa kelompok dan tiap klpk dapat melakukan simulasi sekaligus tiap kelompok harus menyiapan game sendiri.

Dari sekian banyak materi yang disajikan, yang paling nempel di kepalaku adalah games-nya. Bagaimana tidak, klo tiba-tiba ditodong untuk menyajikan games, hmm... seperti menghidupkan kembali syaraf-syaraf yang telah lama ga bekerja. Waktu 7 menit yang diberikan rasanya cukup membuat kreatifitas bangkit dari kubur, setelah berabad-abad.. hehe. Sebenernya ga kreatif juga sih... hanya menarik memori lama keluar. Sebelumnya kami pernah bermain games ini bersama temen2 sampe jam 3 pagi. Hehe... I never forgot this guys.

Waktu yang sangat singkat itu digunakan untuk memikirkan games dan menyajikan presentasi materi. Well... tentu saja dirikyu memilih untuk menyajikan game daripada materi. Biarlah itu menjadi urusan anggota lain di kelompokku, urusan yang dah biasa ceramah sajalah. Gw ga teralalu jago ngomong di depan umum. Hmm... nyajikan game juga ngomong di depan umum sih... mmm... berarti ini lebih menantang. hehe. Gw sebenernya mau aja buatin konsep, tapi dalam waktu yg sesingkat itu, biarlah masing-masing berimprovisasi saja lah.

Setelah acara ini berakhir, gw melemparkan game ini juga ke beberapa group bbm, dan sayang sekali, sedikit yang bs menjawabnya. Padahal mengaku berjiwa muda. hehehee. Mungkin karena zaman sekarang orang-orang lebih cepet dewasa yak??!? Hehe...*peace* :p

Game ini menantang kita untuk berpikir di luar kebiasaan kita, bahasa kerennya "think out of the box". Sebenarnya bukan game yang sulit loh... makanya bingung juga napa ga banyak yang bisa jawab yak :P *peace*

Gini loh game-nya...
Bumi ini bulat, lingkaran juga bulat, ban mobil juga bulat, matahari bulat, bulan juga koq. 6+8 = ??


Bayangkanlah pertanyaan semudah itu, hanya sedikit yang dapat menjawab. ckckck *gelengkepala*. Yaudah deh... clue-nya dikasih. Demi teman-temanku... ku berbaik hati lohhh :P padahal waktu pelatihan kemaren, gw ga kasih jawabannya lohhh... biarin aja mikir sendiri. hehe.

Clue nya gini,
0 + 2 = 1.
4 + 5 = 0.
10 + 1 = 1
6 + 10 = 1
Nah... gimana dah dapet bloommm??

Belum dapet jugaa?? Udah deh... gw yg nyerahhhh.... x_x :'(
Jawabannya... liat aja tuh yang bentuknya bulat ada berapa bulatan. Nahhh... dah bisa dunks ngejawab tebakannya.

Bumi ini bulat, lingkaran juga bulat, ban mobil juga bulat, matahari bulat, bulan juga koq. 6+8 = ??


Tebakan yang lain lagi yang mirip dengan itu
Perhatiinn...perhatiiinnn.. Kuda makan rumput, ikan mas koki kan pelet, kucing makan tikus, bola selalu bulat, eh.. 2012 jadi kiamat ga?


ga bisa jawab? ok de sekali lagi..
Perhatiin yaa... Bumi ini bulat, lingkaran juga bulat, daun pintu itu petak, lapangan bola juga petak. Obama presiden Amerika ga?


ok d sekali lagiii..
Perhatiinnn... perhatiinn... Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, tiap hari manusia butuh air, matahari itu panas. Besok ada ujian ga?


Hayoo yg ngaku masih muda... yuk kreatifff. :D :p
------------------------------------------------------------------------------------
*sebelumnya maaf ya teman-teman, ini hanya permainan, tetapi sedikit berhubungan aja dengan apa yg mau gw ungkapin. (ciaalahh..)

Dari sejak Selasa kemaren, gw mikirin ini... Kita tuh suka banget mikir yang rumit-rumit. Padahal jawaban-jawaban ada di sekitar kita. Berasa kurang keren gitu klo jawaban kita beda dari yang lain atau kita merasa ga rohani klo jawaban kita tuh ga da ayatnya. Apa karena dari kecil kita tuh dah terbiasa dengan patern-patern yang biasa yang ga boleh diubah. Hidup kita dikekang dengan segala macam peraturan. Dengan ga sadar lingkungan kita membentuk kita jauh dari kreatif. Nih contoh lagi di ujiannya anak SD aja ada pertanyaan konyol ga jelas.

Petani ... di sawah.
a. main bola b. main catur c. menanam padi d. membaca buku.
Nah loo... pasti anak2 dipaksa menjawab yang c. padahal semua jawaban benar. Emangnya kenapa klo petani membaca buku di sawah, atau petani main bola di sawah. Klo jawaban yang disajikan seperti plihan di atas, sepertinya soalnya yang salah :P

Well... saya ga lagi menyinggung siapa-siapa. Kadang-kadang saya juga berpikir sangat sempit. So apa yang saya bicarakan ini kebanyakan tentang diriku, klo ada yang merasa tersinggung, hmm.. berarti kita temenan.. hehe. krn gw juga pernah tersinggung x_x

-----00000------


Kita tau bahwa "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil". Gw suka banget ayat ini. Dan ada lagunya tuh yang dinyanyiin oleh Sari Simorangkir, Bagi Tuhan tak ada yang mustahil. (Jangan dibajak ya... :D dapatkan di toko musik rohani kesayangan anda). Sayangnya kita lebih berfokus pada kata 'mustahil' itu saja. Seolah-olah dalam hidup kita terlalu banyak perkara mustahil bagi kita, dan kita menyerah saja lah biar Allah saja yang kerjakan.

Ada hal yang lupa kita kerjakan, bahwa ada 'hal-hal yang mungkin' atau yang dapat kita kerjakan dengan segenap hati kita. (Karena Tuhan telah memberikan 'kekuatan' dan talenta dalam setiap kita). Tapi kita menganggap semuanya mustahil biar urusan Allah saja semuanya. Dan kita pun kehilangan momen untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dapat kita lakukan. Lakukan lah apa yang dapat kita lakukan, step by step. Pekerjaan yang kita anggap sulit itu, kita pecahkan, kita rinci dan jangan kerjakan sendirian, berpartnerlah dengan teman lainnya. Dan tentu saja jangan lupa berdoa.

Di salah satu sesi workshop, ada yang bilang begini "Doa adalah kerjasama kita dengan Tuhan". I like it. Artinya saat kita berdoa, Tuhan akan campur tangan, bukan berarti kita diam saja. Berserah itu adalah langkah iman. yang disebut dengan iman adalah proses dari awal kita yakin sampai terlaksananya apa yang kita minta itu. Beriman bukan berarti kita tak melakukan apa-apa. Justru sebaliknya saat kita melangkah itulah yang disebut iman. (Lah.. jadi ngomongin ttg iman.. shhoowwwyy).

Oks dehh... teman-teman, yuk kita Think out of the box, membuat kita lebih kreatif. Tuhan pencipta langit dan bumi, yang disebut Elohim, adalah Allah yang kreatif, Dia menciptakan dari yang ga da menjadi ada, creatio ex nihilo. Jika kita kreatif membuat membuat kita lebih mirip dengan-Nya :P (Jika kita cermati jawaban-jawaban Yesus ke orang Farisi, sering Yesus mengungkapkan pikiran-Nya yang di luar kebiasaan orang Farisi).
Btw... jawaban tuk tebakan yang kedua adalah tergantung clue nya, klo ada kata 'yaa' berarti itu lah jawabannya, klo ga da berarti jawabannya 'tidak'. simple toh.
*peace*

Kamis, 17 Februari 2011

Hanya merenungkan... "Tuhan beserta kita"

Beberapa hari ini aku merenungkan ini... sorry ceritanya pada ga nyambung.

Sebenarnya kaget juga tentang apa yang kudapatkan dan yang akan kuceritakan ini. Maklumlahh saya masih tergolong baru di area ini. I think I'm not good enough, so I must learn much.

Pikiranku memulainya dari sebuah judul di bulan cinta ini, yaitu RELATIONSHIP. Hmm... bulan Feruari bukan saja ngomongin cinta melulu antar romeo dan juliet. Bermula dari CINTA, banyak topik yang bisa dijangkau. Salah satunya dalah relationship atau hubungan. Maklumlah penulis harus memikirkan sesuatu yang lagi in di waktu yang tepat.

Mikirin soal hubungan, setiap kali berpikir tentang cinta antar anak manusia, koq jadi terefleksi ke hubungan manusia dengan Tuhan ya. Sambil menikmati alunan musik di radio, jari-jarikupun aktif melihat status fesbuk di genggamanku. Hmm... statusnya pada rohani boo, banyak ayat-ayatnye. Beberapa ayat gw baca, tapi hanya bisa meyakini, said "amen", ga membantu sama sekali untuk menambah RH yg sdh deadline. Ada yang menulis "bersama Yesus asyiknya", ada juga yang berfoto dengan orang terkenal dengan bangganya. Ada yang seolah bercerita tentang seminar yang dia ikuti. Wow... thanks buat teknologi yang sangat membantu untuk mengenal orang dari aktifitasnya.

Well gw teringat akan "Tuhan beserta kita", arti dari Imanuel. arti 'beserta' itu salah satunya digambarkan seperti Yesus di tepi danau. Artinya 'beserta' itu kebersamaan, fellowship, belum tentu ada komunikasi. Dan ngeklik sesuatu di pikiranku, kebersamaan itu belum tentu ada touchingnya. Seringkali kita dalam suatu kebersamaan tetapi tanpa saling mengenal, tegur sapa. Katakanlah kita suatu pesta pernikahan yang besar, kita hanya mencapai tujuan kita memberi ucapan selamat dan kemudian segera pulang. Adakah kita mengenal semuanya, atau tegur sapa semuanya, padahal kita dalam suatu kebersamaan. Hmm... contoh lain dalam sebuah keluarga, apakah kita saling komunikasi yang dalam atau sekedar hahahihi saja, tanpa kenal orang serumah dan tau apa yang dialaminya hari itu. Apakah oragtua hanya bertanya "gimana sekolahmu, sudah buat pr?", dan jawaban singkat "sudah". Okeeeyy baiklah, apakah itu komunikasi?

Yesus beserta setiap orang percaya. Apa yang kita lakukan terhadap-Nya, say hi, "selamat pagi Yesus, selamat siang, selamat malam" and thenn byee. Kita sering terjebak dalam suasana kebersamaan tanpa saling mengenal, tanpa saling memberi kasih. Mengenal Tuhan, lebih dari sekedar say hi doang. Perlu komunikasi intens, perlu menyediakan waktu khusus. Hubungan kita yg buruk dengan antar manusia di bumi sering kita bawa-bawa waktu kita menghampiri Dia. Kita pikir cukup hanya kebersamaan bersama Dia di gereja, dengan segala keramaian hahahihi. Semua itu baik. Saya tidak mengatakan keramaian memuji Tuhan itu buruk, tetapi masih dalam batas kebersamaan. Ga jauh beda dengan kita pergi bersama keluarga ke timezone bermain-main bersama dan membicarakan game apa yang sedang kita mainkan, bukan membicarakan tentang pribadi kita masing-masing. Waktu habis terbuang tapi tujuan utama ga kesampean. Padahal ide dasar komunikasi adalah menggali tentang orang yang sedang kita ajak berkomunikasi.

Kegagalan komunikasi banyak kali disebabkan oleh takut, sehingga ga nyaman tuk diomongin. Ga jarang seorang anak yang mengaku bahwa tadi ia berantem di sekolahan, atau dapat nilai merah, orang tua langsung marah tanpa tau sebabnya kenapa. Padahal intinya bukan di soal berantem, atau nilai merah, tetapi di pribadi anak itu. Ada apa dengan dia. Apakah ketika kita datang ke Tuhan dengan kegagalan kita "Tuhan gw gagal lagi, Tuhan gw dosa lagi", apakah ada turun api dari langit membakar kita? Atau tiba-tiba kepala kita terpenggal. Bukankah Tuhan sangat senang melihat kita datang kepada-Nya.

Seringkali kita berhasil berkomunikasi dengan Tuhan justru pada saat kita gagal, kayaknya butuh banget sama Tuhan. Syukurlah Tuhan ga dengan sengaja membuat kita gagal supaya sering-sering datang kepada-Nya.

Temans, kita patut berbangga karena Tuhan beserta dengan kita. Kita bisa berbangga berfoto dengan orang terkenal, tetapi apakah dia mau berbagi kehidupannya, nolongin saat susah? Tuhan mau tuh. Ia rela jalan bersama kita setiap hari, dan menantikan tatapan mata kita mengarah kepada-Nya dan mencurahkan isi hati kita. Bukan hanya itu, Ia juga ingin berbagi sesuatu dengan kita. Temukan rahasia-rahasia-Nya itu. Hmm... klo Tuhan curhat itu gimana ya? hehe... ge-er mode on.

*)thanks to Gary Chapman dah nulis tentang "The Five Love Languages of Teenagers". Gw jadi ngeh saat baca bab 'Waktu Berkualitas'.

Selasa, 15 Februari 2011

Remember a Reason




"yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami"
2Kor 8:19

Bacaan: 2Kor 8:1-24

Setiap dari kita ingin sekali berbuat sesuatu untuk Tuhan. Oleh sebab itu kita mulai menyentuh pelayanan-pelayanan. Di awal kita mengenal Tuhan, rasanya apapun yang kita lakukan, kita dapat lakukan dengan sukacita. Namun sering seiring dengan waktu akan terbukti mana yang hanya emosi sesaat dan mana yang cinta sejati kepada Tuhan.

Senin, 14 Februari 2011

Sorry I'm still in progress


Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.


Dalam hidup kita, kita selalu dituntut untuk mencapai suatu kesempurnaan. Tetapi sering kali kita menyatakan diri bahwa kita bukan orang sempurna, sayangnya kita cenderung menuntut kesempurnaan orang lain. Saat kita menuntut orang lain, masuk ke area privasi orang lain, mengganggu masalah orang lain, di situlah persoalan mulai timbul. Kita mendengar Firman Tuhan, tetapi kita tidak mau menerima Firman itu untuk kita sendiri melainkan untuk menghakimi orang lain, "ah.. ini buat dia nih cocoknya", dan kita merasa benar sendiri. Paling tidak enaknya jika kita diperlakukan demikian dengan orang lain. Tuntutan untuk kesempurnaan ini tentu saja membuat orang merasa tidak nyaman. Ada yang menghasilkan hal positif dan tidak sedikit juga yang justru menghancurkan suatu hubungan.

Kamis, 10 Februari 2011

Watch Your Step!

"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!", Yak 4:7

Surat ini ditulis oleh Yakobus di awal kekristenan. Yakobus adalah saudara dari Yesus, yang menjadi percaya ketika melihat Yesus telah bangkit (1Kor 15:7) dan akhirnya menjadi pemimpin jemaat di Yerusalem (Kis 12:17; 15:13; 21:18). Surat Yakobus berisi tentang petunjuk praktis mengenai kehidupan kristiani. Yakobus menganggap penting perbuatan yang menyertai pernyataan iman itu. Perilaku seseorang dapat dilihat apakah benar seseorang itu mempunyai iman yang sungguh. Iman yang murni dalam Kristus selalu meluap dan dapat tampak dalam seluruh kehidupan. Yakobus mengingatkan kita tentang perlunya ukuran-ukuran dan nilai-nilai kristiani yang murni dalam segala segi kehidupan. Betapa mudahnya kita melepaskan hal-hal yang menjadi pegangan kita. Betapa mudahnya dunia di sekitar kita meremas-remas kita menjadi bentuk yang dikehendakinya, untuk meyakinkan kita bahwa tidak ada yang mutlak, tidak ada hitam atau putih, melainkan hanya abu-abu. Orang kristen mula-mula membutuhkan Surat Yakobus ini - demikian pula kita sekarang.
dikutip dari "The Lion Handbook to the Bible", 1973.
-000-

Minggu, 06 Februari 2011

CINTA

Rasanya gw ga pantes nulis tentang CINTA, kayak bukan gw bangets. Bicara soal CINTA ga jauh beda dengan cerita dengan latar belakang drama. Bagi gw drama itu cerita pendek yang diperpanjang. Klo bisa yang mudah kenapa sih harus dipersulit. Anyway... setiap orang butuh CINTA, including me. Gw tulis supaya gw ga lupa. Tulisan ini inspired by orang-orang di sekeliling gw sejak 1 feb 11, dan gw ingin berkontribusi di bulan Febuari ini. Thanks buat pengajar, fasilitator, buku, tulisan, qout yg membuat gw pengen belajar tentang CINTA. I dedicated this to every single one who needs LOVE.

-000-


Bicara soal CINTA tergantung kepada siapa kita bicara. Kepada anak-anak, CINTA yang dimaksud adalah cinta orang tua kepada mereka (anak-anak). Kepada usia remaja, CINTA yang dimaksud adalah cinta orang tua kepada mereka (remaja) dan CINTA dalam hal berpacaran, atau dikenal dengan cinta monyet. Kepada orang dewasa, CINTA yang dimaksud adalah dalam hal berpacaran dan menuju pernikahan. Kebanyakan kita akan berbicara cinta kepada pasangan lawan jenis. Pada umumnya cinta itu direfleksikan dari cinta kepada Tuhan. Pembagian CINTA yang kita kenal adalah Phileo, Eros, Storge, Agapao. Namun artikel ini membahas hal-hal yang praktikal saja, tidak membahas defenisi yang rumit. Mari bicara yang ringan saja :)

Menurut 1 Kor 13:4-6, Kasih itu:
1. Sabar
2. Murah hati
3. Tidak cemburu
4. Tidak memegahkan diri dan tidak sombong
5. tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri
6. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
7. tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran
8. menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.


Rabu, 02 Februari 2011

Soulful relationship by Rev. Ronald McFadden

*)I got this article from Ps Jose, then I found in one of the blog, copied and share for you

If you're not married yet, share this with a friend. If you are married,
share it with your spouse or other married couples and reflect on it.
An African proverb states, "Before you get married, keep both eyes open,
and after you marry, close one eye."
Before you get involved and make a commitment to someone, don't let lust,
desperation, immaturity, ignorance, pressure from others or a low
self-esteem, make you blind to warning signs. Keep your eyes open, and don't
fool yourself that you can change someone or that what you see as faults
aren't really important.

Senin, 31 Januari 2011

Kita di Mata Tuhan

"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." 1 Pet 3:12

Siapa yang tak senang mendengar ayat ini, dan belum selesaipun ayat ini dibacakan, teriakan "Amin" sudah melimpah ruah. Apalagi si pendengar adalah "korban", maka rasanya ayat ini sangat meresap, menenangkan jiwa, mengajak adrenalin tuk menghasilkan kegembiraan. Dalam penderitaan yang kita alami, reaksi kita kebanyakan berharap supaya orang yang melakukan kejahatan kepada kita segera dihukum Tuhan, sebab memang banyak sekali yang dapat mendukung kita supaya Tuhan mau melakukan pembalasan. Kita anak Tuhan, Tuhan berperang ganti kita, Jika Allah di pihak kita siapakah lawan kita, dan ayat-ayat lain.

-000-

Ketika kita menjadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saat itu kita menjadi orang benar. Artinya kesalahan kita dihapuskan, kita dibenarkan oleh Kristus, kita dijadikan orang benar. Jika kita orang benar, maka apa yang dikatakan Petrus, berlaku untuk kita, "mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar" dan "telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong". Bukan berarti orang benar ini sendiri tidak mengalami kemalangan. Maz 34:20 mengatakan bahwa "kemalangan orang benar itu banyak". Mungkin kemalangan untuk mempertahankan kebenaran dari pada nama baik, mungkin kemalangan untuk menjaga lidah dan tetap takut akan Tuhan, atau kemalangan ketersiksaan jiwa akibat ketidakadilan dimana ia tinggal.

Sementara di sisi lain, kepada orang jahat "wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat". Kepada orang jahat, Tuhan memberi penghukuman (punishment). Artinya, baik kepada orang benar atau orang jahat, tak luput dari pemandangan Allah. Tuhan tetap melihat apa yang dilakukan setiap orang, hanya saja 'perhatian-Nya' hanya tertuju kepada orang benar saja. Anyway, we know now, 'mata Tuhan' yang melambangkan perlindungan (protection) hanya untuk orang benar, yaitu orang yang dibenarkan itu. Idiom dari kata 'wajah' berarti melambangkan suasana hati atau perilaku pemiliknya. Jika dikatakan 'wajah Tuhan menentang' berarti Tuhan sedang memperlihatkan isi hati-Nya yang tidak menyukai orang jahat. Tentu saja Tuhan lebih memilih menghabiskan waktu-Nya untuk memperhatikan orang benar dibanding harus melihat kelakuan orang jahat yang sudah pasti memedihkan hati-Nya. Seolah-olah Tuhan menginvestasikan waktu-Nya yang sangat berharga itu lebih banyak kepada orang benar, dan menaruh kepercayaan atau tanggung jawab kepada orang benar untuk selalu melakukan hal-hal benar yang menyenangkan hati-Nya. Perhatian-Nya tak lepas dan selalu tertuju kepada orang benar, mungin Dia memperhatikan sambil tersenyum dan berkata "kamu sangat berharga bagi-Ku".


Minggu, 30 Januari 2011

Kunjungan GLOW and YELLOW ke Panti Asuhan Clarista Medan

Kelelahanku serasa lenyap seketika, ketika ku melihat senyum antusias dari mereka. Mereka sangat menantikan kami. Sepertinya sedari tadi mereka sudah mandi bersih, dan membersihkan ruangan. Mereka terlihat menantikan kedatangan kami di depan rumah, sudah mandi, berbaju rapi dan harum tubuh anak-anak yang terawat.

Tidak seperti anak-anak pada umumnya yang bau keringat dan bau sengatan terik matahari, mengingat karena mereka tinggal di panti asuhan, berjumlah 23 orang anak, dengan 4 orang pengasuh. Salut Pak Pendeta Ginting dan Ibu yang mengurus mereka dengan kasih dan ketelatenan. Tak pernah kukunjungi panti asuhan serapi dan sebersih ini. Bahkan ku tak ragu untuk langsung makan tanpa sendok dan cuci tangan. Ya mungkn kami saling segan, karena kami yang membawa nasi bungkus tanpa sendok.

Lihat lah wajah mereka yang memasang aksi, bak artis sehari. Hmm... sepertinya lain kali klo kami dapat singgah lagi, mungkin kami harus membawa perlengkapan fotografi untuk mengembangkan bakat artis mereka. haha...


####


Tadi pagi kami, babe, nyak, dan adek gw, kami bertolak dari Berastagi, menuju Medan jam 6 pagi, karena kami mengejar jam ibadah jam 10 pagi. Dulu, seingatku perjalanan tempuh Medan-Berastagi hanya sekitar 1,5 jam saja. Tetapi sekarang, jalan rusak, waktu kami berangkat saja makan waktu 2,5 jam, padahal kami berangkat sudah jam 8 malam, artinya bukan pada saat jam sibuk. Puji Tuhan, jam 8 pagi kami sudah tiba di rumah.

Dua hari kami di Berastagi, untuk menemani bokap meeting dan sekalian lah kami juga berlibur gratis. Sementara bokap meeting, kami pun memanjangkan kaki ke funland, tempat hiburan keluarga sejenis dengan dufan. Sangkin asyiknya menghabiskan waktu bermain, tak terasa kami sudah mendaki cukup tinggi, dan akibatnya badanku rasanya remuk, kaki pegal-pegal, pinggang rasa mau copot, punggung serasa dipukuli orang sekampung. Bersama dengan nyokap, adek gw, dan seorang istri teman bokap dan temannya. Jadi kami berlima. Judulnya sihh... kami mau menemani Oche, adekku berusia 6 tahun, tapi ternyata kami juga dapat ikut bermain. So fun. Selesai jam 6. Malamnya kami harus ikut dinner dan serangkaian acaranya. Kecintaan pada tempat tidur pun menggebu-gebu, tak sabar untuk melampiaskan hasrat untuk meluruskan tubuh yang sudah pegal-pegal ini. Sayangnya... trap in meeting... harus mengikuti serangkaian acara, games lah, dance lah, doorprise lah .. apalah... yang penting hati senang.

Setibanya di kamar hotel, hasrat itu telah pergi, sementara pegal-pegal ini makin menjadi. Ga tau mau diapain tubuh ini supaya segera bisa terlelap. Beruntung adekku yang segera tertidur begitu bertemu tempat tidur. Kucoba untuk membaca, tak konsen, kucoba tuk cek facebook via blackberry, browsing artikel, membaca cerita yang kusuka sampe cerita yang kuanggap agak lebay juga kubaca. Kantuk tak kunjung menghampiri, sementara tubuh ini serasa makin remuk. Sudah sekian kali kulihat jam, sampai akhirnya kulihat jam sudah jam 4.48... wew... hrs segera mandi dan bersiap. Artinya aku ga tidur malam. Mantap, jam 9 harus pergi ke gereja. Untung sekali ku tak ketiduran waktu kotbah.. hehe... ternyata kasiat kopi itu bekerja, demi kebaikanku. haha.. Sampai sekarangpun belum tertidur. (21.29 wib).

Pulang gereja jam 1.30, makan siang, dan setelahnya kucoba tuk tidur. Mgkn hanya tertidur 30 menit, sampai akhirnya jam 15.30 kami harus berangkat ke Panti Asuhan Clarista.

####


Anak-anak Yellow (Yess Fellowship) sudah berkumpul di base camp, tak semua kukenali nama mereka. Yellow adalah pelayanan yang dikelola oleh Hendra, salah satu writer dari GLOW. Yellow terbentuk karena persekutuan di sekolah-sekolah menengah atas Medan. Banyak dari antara mereka sudah kuliah tapi masih bergabung dengan Yellow. Puji Tuhan. Dari situ kami berangkat ke Panti Asuhan Clarista bersama-sama.

Panti Asuhan Clarista dikelola oleh Pak Hermon Ginting, S.Th. Profil mereka ini dapat dilihat di FB Panti Asuhan Clarista. Terdiri dari 23 orang anak yang sebagian besar masih SD, dan 4 orang staff.

Gembala GPdI Kemenangan sekaligus Kepala Panti, Pak Hermon Ginting, S.Th.


Acara dimulai dengan doa, bernyanyi, games, dan Firman Tuhan. Setelah mendengar Firman, kami mengkonseling pribadi tiap-tiap anak, judulnya 'ngobrol-ngobrol'. Wew... ini sesi yang sangat bagus. Sesi ini memberikan pelajaran yang bagus buat saya pribadi. Gw sebenernya ga ahli dalam hal konseling. Beberapa kali terlibat di pelayanan konseling ga sengaja, gw selalu bingung ketika mereka mulai menangis dan mulai mengeluarkan bahasa yang tidak jelas. Klo hanya via telpon, gw lebih beruntung rasanya, tetapi klo sudah tatap muka "ancurmina...", rasanya tiba-tiba ada 'tabir' yang terkoyak di sebelah kiri dan kanan, sehingga di dalam dunia hanya tinggal kami berdua (tentunya yg sejenis lah). Abis kamus d.

Saat itu, gw bertanggung jawab atas seorang anak laki-laki, umur 12 tahun, kelas 6 SD. Anak ini terlihat pendiam, dan tidak banyak teman. Beemm.. gw ajak ngobrol aja. Namanya Mika, mengingatkan ku pada si ndut Mika, adek sepupu gw yg berumur 8 tahun. Jadi kuajak aja dia ngobrol selayaknya ngobrol dengan Mika adek gw itu. Gw tanya sekolahnya, aktivitasnya, ortunya masih ada ga, dan hobi, pelajaran kesukaan. Ternyata dia korban broken home, ayah pergi ntah kemana, ibu nikah lagi. Sampai gw tanya "siapa musuh kamu di sini..". Tadinya dia ga mau bilang, berusaha mengelak. Tapi akhirnya akak ini menyebut satu nama, ternyata mereka sebaya. Kutanyakan sebab permusuhannya, kupikir karena ada dendam dengan ortu. Tapi ini anak sayang ortu dan berniat mencari ortunya kelak ketika dewasa.

"Kenapa koq musuhan?"
"Dia ngejek aku kak"
"Mengnya dia bilang apa?"
"Dia bilang aku maling"
"Trus??"
"Aku pukul dia"
"Lah... koq kamu pukul? emangnya kamu maling?"
Dia terdiam lama...
"Gimana perasaan kamu setelah kamu pukul?"
Dia diam lagi..
"Kamu rasa lega... kamu rasa senang atau gimana?"
"Lega kak"
"Klo kamu pukul berarti kamu ngaku kamu maling dong?"
Diam sejenakk.. dan ngaku..
"iya kak, aku pernah ngambil barangnya, tapi kan udah minta maaf dan udah balikin barangnya"
"Sekarang kamu masih mau ngambil barangnya?"
"nggak kak"
"kamu dah pernah bilang ke dia, klo kamu ga kan ambil barangnya lagi?"
tertunduk.. terdiam...
"nanti kamu datengin dia minta maaf dan bilang klo kamu ga kan ambil barangnya lagi... okey.. bisa?"
terdiam... berkeras
"kamu bukan maling, kamu anak baik"
"tapi kak.. dia bilang aku maling teruss"
"jangan dengar tuduhan mereka... nyatanya kan kamu bukan maling"
terdiamm
"Laki-laki itu kuat bukan karena dia jago berantam, bukan karena jago memukul, laki-laki itu kuat ketika dia diejek dia tahan, ketika dihina orang dia ga bales. Kmau itu laki-laki... kamu itu kuat. klo kamu pukul orang waktu mereka ngejek kamu, berarti kamu ga kuat. Kamu laki-laki, kamu kuat. Kamu laki-laki kamu bertanggung jawab. klo bertanggng jawab berarti kamu mau mengerjakan tugas, mau belajar. Kamu laki-laki kamu ga pukul teman. teman itu harus dilindngi, sesama teman ga boleh saling pukul".
terdiam dan berkaca-kaca.....
"coba kamu bilang... aku laki-laki, aku kuat. aku laki-laki, aku bertanggung jawab. aku laki-laki, aku ga pukul teman".
(bahasa ku terlihat ketus, tetapi gw sambil senyum koq... :P )

Dia pun mengucapkannya 3 kali, terlihat ketegaran di wajahnya, dan mulai berkaca-kaca. Dia juga mengucapkan klo dia anak ganteng yang baik hati, dan pintar. Diakhiri dengan berdoa. Gw suruh juga dia yang berdoa, krn doanya adalah pengakuan dan keinginannya yang mendalam. wow...doanya bagus banget, dan penuh semangat. Dan kudoakan juga dia seperti yang dia mau. Wew... doanya lebih bagus dari doa gw, haha... ga salah toh gw suruh dia deluan berdoa.

Setelah berdoa, terlihat suatu kelepasan dan kelegaan di wajahnya. Diapun tersenyum. senyumnya sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Aku yakin Roh Kudus jamah dia dan melepaskannya. Btw, gw juga ga tau koq gw bisa. Aku percaya Roh Kudus yang menuntunku. Dan rasanya senang sekali melihat anak ini dapat merangkul orang yang disebutnya musuh itu.

Mika berbaju orange, bersama temannya yang tadinya dianggapnya musuh


Apa penyebab kemarahannya hanyalah karena tong kasih nya tidak penuh sehingga mudah sekali tersambar emosi sesaat. Sebenernya kita dapat maklum, tetapi jika persoalan kecil ini tidak terselesaikan, maka dewasanya juga akan semakin parah.

Kunjungan ini bagiku sangat luar biasa. Menurut mereka, ini bukan sekedar kunjungan tetapi sangat berbekas bagi mereka. Anak GLOW dan Yellow rata-rata masih kuliah, tetapi bisa menyisihkan uangnya untuk berbagi kasih. Bukan sekedar pemberian, tetapi sentuhan yang membuat anak-anak merasa gembira. Kami dapat bermain bersama, berfoto bersama, seolah-olah kami teman lama. tak terasa waktu bergulir cepat, rasanya sulit berpisah dan meninggalkan mereka. wajah-wajah imut, ceria, melupakan kesedihan mereka. Kami juga sangat senang mengunjungi panti yang ramah, bersih dan bersahabat ini. salah satu dari GLOW berniat tuk kembali lagi untuk membuatkan mereka perpustakaan kecil. Wow...

Suasana Games

Suasana Games



dari kiri ke kanan: Sudirman Gea (staf panti), Hermon Ginting,S.Th (kepala panti), Epan, Hendra, Hana, R'tom

Jumat, 28 Januari 2011

Jangan Campuri...

*) Artikel ini ditulis influenced by Ian Vail, and off cource first by God. He works with Wycliffe Bible Translators, and always update his facebook and twitter with biblegemz. present to you...

..seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa: suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat, yang tidak diolah dengan perkakas besi apapun. Di atasnyalah mereka mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan korban keselamatan. Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel. (Yos 8:31-32)

Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya." Yos 4:7


Di dalam hidup kita sering kita meminta sesuatu tanda dari Tuhan, tepatnya kita meminta Tuhan berfirman secara khusus kepada kita, dan dalam angan kita berkata "Tuhan aku ingin mendengar suaraMu, berfirmanlahh...lahh...lah..lahh...lahhhh ". Terlepas ntah berapa lama kita meminta dan bagaimana caranya, hanya atas kasih karunia Tuhan, doa kita dijawab-Nya. Tetapi seringkali Tuhan menjawab tidak pada poin yang kita minta, Dia memberikan sebagian kecil dari yang kita pikirkan. Tentu saja pikiran kita tidak sebanding dengan pikiran Tuhan. Oleh sebab itu kita sering menganggap Tuhan tidak menjawab kita. Seolah kita tidak menghargai sebagian kecil yang telah Tuhan beri kepada kita.

Nasehat Habakuk 2:2, tuliskanlah apa yang pernah Tuhan lakukan bagi kita dalam hidup kita sebagai batu peringatan. Jangan pernah lupakan apa yang pernah Tuhan kerjakan bagi kita. Dengan menuliskan apa yang Tuhan kerjakan untuk kita, akan membantu kita melihat pola-pola yang Tuhan kerjakan bagi kita, kita dapat lebih mengenal Tuhan dan cara kerjanya Tuhan. Pola-pola yang dimaksud bukan berarti Tuhan itu bekerja dengan statis, membiarkan sistem berjalan begitu saja tanpa campur tangan-Nya. Walaupun sering Tuhan tolong kita dan Tuhan mengenalkan diri-Nya melalui pola-pola atau kebiasaan-Nya, tetapi banyak kali kita masih gagal.

Tulisan-tulisan terhadap kebaikan Tuhan itu membantu kita juga untuk menguatkan iman percaya kita ketika kita menjadi lemah, dan kita juga dapat menceritakan kepada generasi selanjutnya dan kepada orang-orang lain yang dapat membacanya, "batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan".

"suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat"
. Ketika Tuhan berfirman kepada Yosua, Tuhan menyuruhnya untuk membuat suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat. Tuhan ingin melakukan sesuatu terhadap Firman yang telah Dia berikan kepada kita. Kita cenderung untuk tidak sabar ingin langsung bertindak, tanpa mempersilahkan Tuhan lebih dulu melakukan sesuatu. Dan teryata kita telah mencampuri. Ketika Tuhan ingin melakukan sesuatu tetapi kita ingin menambahkan sesuatu, Tuhan katakan "tunggu saja, Aku yang lakukan". Jika Tuhan sudah katakan bahwa Dia mau melakukannya, jangan lakukan apa-apa, karena kalau kita lakukan sesuatu maka kita menghilangkan jejak bahwa Tuhan lah yang mengerjakannya.

Ketika kita menantikan Tuhan melakukan sesuatu, kita kadang tidak sabar dan ingin segera menyelesaikannya, kita ingin mendesign mezbah sendiri. Padahal Tuhan sudah bilang "jangan pahat, jangan oleh dengan perkakas besi apapun... jangan design sendiri... biar Aku yang mendesign". Waktu-waktu menunggu ini dibutuhkan ketaatan, dan untuk taat dibutuhkan iman. Kadang kala dalam waktu-waktu seperti ini Tuhan memang sengaja memberi waktu kepada kita, melihat apakah kita mau campur tangan. Bukankah ini adalah proses "komunikasi"? membiarkan partner bicara kita menyampaikan sesuatu, sebelum kita menanggapinya. Bukan kah tuhan baik, Ia memberikan "tempat" bagi kita untuk berpikir, menentukan pilihan. Keinginan-Nya adalah kita taat, begitulah seharusnya manusia kepada Tuhan. Namun Ia tidak memaksa, unsur "kehendak" yang Dia berikan dalam gambar diri-Nya kepada kita, dibiarkan-Nya berfungsi.

Saya jadi teringat akan satu hal tentang ketaatan. Pertanyaan nya adalah "bagaimana mungkin hukuman yang begituberat dijatuhkan atas ketidaktaatan kepada perintah yang begitu sepele?". Perintah itu menunjukkan hak Allah sebagai penguasa tertinggi. Allah telah menjelaskan bahwa ketidaktaatan merupakan soal hidup dan mati. Manusia harus memilih antara hidup dan mati, atau antara Allah dan dirinya. Ketika manusia memilih untuk taat berarti ia mau terlepas dari otoritas Allah, melepaskan hukum Allah dan memakai hukum yang lain, yang membujuknya, yaitu si ular. Manusia merasa lebih aman untuk memakai hukum iblis dan meninggalkan otoritas hukum Allah. Oleh sebab itu Tuhan marah, dan menganggap manusia telah memberontak.

Ketidaktaatan adalah tentang ketidak nyamanan kita terhadap si pemberi hukum itu. Artinya juga kita sudah tidak nyaman lagi bersama Tuhan, dan 'berpayung' dibawah hukum lain yang bukan Tuhan. Dari situ saja kita dapat melihat bahwa manusia itu meninggalkan Tuhan. Jadi dosa pertama manusia itu akarnya bukanlah tidak taat tapi meninggalkan rasa aman bersama Tuhan, yang membuat Tuhan marah.

Seringkali kita membangun mezbah dengan design kita sendiri, sehingga tidak terlihat 'sidik jari' Tuhan yang telah mengerjakannya. Akibatnya kita tidak mempunyai kesaksian apapun.

Friends, jangan campuri yang tidak seharusnya. Lakukan bagian kita, tetapi tetap aware terhadap apa yang selanjutnya yang Tuhan suruhkan untuk kita lakukan. Hal ini memang tidak mudah, butuh waktu untuk mengenal Tuhan dan kebiasaan-kebiasaanNya yang tidak biasa itu. Mulai dari sekarang. Mulai dari membaca Firman-Nya, merenungkan dan melakukan seperti yang di'firmankan-Nya' kepada kita. Jika kita ingin mengetahui kehendak Tuhan, kita harus hidup dalam Firman-Nya.

Kamis, 27 Januari 2011

Nitip catatan doang...

*) ini bukan artikel, hanya catatan doang...

Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman (Gal 3:24).

penuntun:
schoolmaster (kjv), paidagogos (greek):
- (Kent, The Freedom of God's Sons, hal 105): bukanlah seorang guru, tetapi seorang budak yang ditugaskan untuk mengawasi anak-anak tuannya dari usaia 7 - 18 tahun. Paidagogos itu harus mendidik anak tuannya dalam kelakuan baik, mengantarnya ke sekolah setiap hari, menjaga agar ia berpakaian pantas, dan mengatur hampir segala sesuatu yang berkaitan dengan anak tersebut.

- (wordstudy esword): paidagōgós; gen. paidagōgoú, masc. noun from país (G3816), a child, and agōgós (n.f.), a leader, which is from ágō (G71), to lead. An instructor or teacher of children, a schoolmaster, a pedagogue (1Co_4:15; Gal_3:24-25). Originally referred to the slave who conducted the boys from home to the school. Then it became a teacher or an educator. The ancient Greeks regarded a philosopher as a teacher, but not necessarily as paidagōgós.

Rabu, 26 Januari 2011

Tuliskanlah..

*) this article just content my journey, my last sunday.

--------------------------------000-------------------------------------------------

Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Hab 2:2

ayat ini lah yang buat gw nulis artikel2 dan terlebih lagi khusus yg di bawah ini. my fav verse

Hari Minggu kemaren, kupikir aku ke Jakarta hanya untuk menyelesaikan satu hal persoalan. This is I meant I must pay the cost. It should be done a year ago, but now I must pay much than before. That's ok. Pay now or... nunggak. hehe...
Oh noo.... ini bukan artinya gw ngutang credit card atau yang sejeninya sampai nunggak. Ini soal, ada hal yang seharusnya kami selesaikan tahun lalu, tetapi... ya gitu dehh... partner gw santaaaaiiiii.. "oo.. nanti kan bisaa". OMG! ok d lupakan, life still move.

Dan setelah selesai aku pikir ya sudah bisa meet my boyfriend, my little beloved sister, and that's it. besoknya pulang. hmm... itu mah maunya gw doang.

I came to a service, ya seperti biasa gw bawa bible gw and catatan. klo ga bawa catatan ya harus sediakan memori pikiran yang lebih dan setidaknya poinnya dicatat di bb. anyway.... too much thing I got in that service.. wow.. really services.

A grandfa teaching about "Write down this message!". Gw seraya diingetin tentang betapa pentingnya menuliskan sesuatu yang membuat kita "klik", merasa "wow.." dan mengingat tentang Tuhan. Tulisan kita dapat menjadi 'batu penjuru' atau milestone bagi siapa aja yang melintasinya. Bayangkan saja jika pada saat zaman Paulus dan Timotius hanya skype atau telponan, maka gw ga pernah tau klo kita harus berdoa untuk pemerintah. well... jika Paulus hidup dizaman kita sekarang, maka beliau akan menjadi blogger favorite gw. hehe :P

I just share how to write, by me.. it's not valid, and maybe you'll say "you wrong..it should be like this...", okey never mind.

I got this from Pascal. Ada beberapa cara yang dilakukan orang supaya merasa lebih dekat dengan Tuhan. Kita tetap percaya bahwa Tuhan bagi kita adalah Immanuel, tetapi celakanya kita ga merasa begitu, sehingga Tuhan jalan sendiri, kita berjauhan dengan Tuhan, kita juga jalan sendiri. Tuhan bersedih karena melihat kita ga care dgn apa yang Dia mau katakan. it's childish, right? God is so good, but we cannot relize it, how terrible, right?

Please... ini terlepas dari agamawi atau apapun itu sebutanya...
1. Ada orang yang merasa sangat dekat dengan Tuhan kalau dia berdoa dan puasa. Maka apapun yang dikatakannya, dishare, dikotbahkan mungkin, dituliskan semuanya tentang "berdoalah lebih banyak lagi..lagi dan lagi".
2. Ada orang yang merasa sangat dekat dengan Tuhan kalau dia membaca alkitab, share about what they read. baik melalui tulisan ataupun in their peaching.
3. Ada orang yang merasa dekat dengan Tuhan ketika ia menyanyi, memuji dan menyembah Tuhan, praise n worship. Ntah berapa jam sehari. don't no lah. orang jenis ini akan merasa sangat kering jika tidak ada waktu untuk menyembah Tuhan.
4. Ada orang yang merasa dekat dengan Tuhan jika ia melayani (=melayani meja). Orang jenis ini seperti mempunyai tenaga yang lebih. Anehnya.. orang jenis ini (menurut gw) ga terlalu peduli soal apakah kita harus berdoa atau membaca alkitab.
5. Ada orang yang merasa dekat dengan Tuhan jika ia dapat bersaksi, mendengar kesaksian.

Well, you can know what type I'm. based on that, I want share something..
When we read our bible, the first thing that make us "wow..", I think, God is talking something, just catch it and write it! Ketika kita denger kotbah, kita membaca sama-sama ayatnya, tetapi kadang-kadang seperti ada yang 'melompat' dari kalimat-kalimat itu, just for ourself. Dan gw pikir itulah salah satu bentuk 'suara Tuhan' yang spesifik bagi pribadi yang membaca. Bertahun-tahun orang bertanya "how to hear God's voice?" hmmm... I tell you, this is one of God's voice. Please underline the spesific word that you got, keep it in heart, and don't forget to write it. Ga semua yang dikotbahkan itu harus kita tulis semua, karena itu utk globaly church. Tapi jika kita ga bs nangkep apapun dari situ, atau merasa koq biasa aja ga da yg ngeklik, I think you should write whole of the preach. review again.

Mungkin ada orang-orang yang langsung mendengar Tuhan secara audible, silahkan mencatatnya. Nasehat dari seorang HT, "tulis jurnal pribadi".
Ga semua dari kita suka bersaksi (secara ngomong langsung). Klo gw disuruh bersaksi di depan umum, hmm... usaha gw lebih besar dari mereka yang sering ngomong. gw harus menenagkan aliran darah dan degub jantung yg terasa lebih cepat, dan lutut yg shaking ga jelas, dan menguasai diri sebelum gw lupa harus bicara apa..hehe... Gw pendiem, right :P. well.. masing-masing kita mempunyai panggilan pribadi, kita ga bs judge orang berdasarkan type kita. Later, I'll write about "Life is about calling".

God can talking to us everywhere, whenever, ga terbatas oleh waktu, tempat dan suasana.God is so good. Banyak orang tidak setuju dengan statement ini, karena bagi mereka Tuhan akan berbicara saat mereka berdoa, ya silahkan.

Apapun yang kita dapat dari Tuhan, menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita, sebisanya... tuliskanlah! catatlah! Blog sangat membantu kita menulis, membuat milestone yang dapat dibaca. Dan saat kita lemah, kita dapat melihat kembali bahwa di waktu lalu Tuhan sudah melakukan perkara besar buat kita, dan sekarang juga Dia tetap mau melakukannya untuk kita. Bukan hanya untuk kita, tetapi bagi orang lain yang singgah dan mmbacanya.

Ada satu hal lagi yang menjadi pelajaran penting bagi gw, jika kita ga mau menuliskannya atau share ke org lain, maka orang lain akan melakukannya. Gw jadi inget pembicaraan dengan seorang teman via fb. Dia bertanya, "apakah Tuhan tetap melakukan rencanaNya walaupun org yg seharusnya melakukan 'rencana-Nya' itu menjadi tidak setia?". Menurut gw, "God still moving, though you not faithful". Tuhan memang mau berbaik hati menunggu kita pada saat kita ga setia, tetapi bukan berarti rencanaNya tidak berjalan. So... jangan sampe deh.. apa yang seharusnya menjadi bagian kita, dialihkan ke orang lain. Selain membuat kita dapat membayar lebih mahal lagi hasil perbuatan kita, kita kehilangan momment, dan berkat itu pun bisa tertunda atau tidak sama sekali kita peroleh.

I thank to God, thank too IV that make me remember again about writings. that's cool :D Selagi gw bs menuliskannya, sebaik atau sekualitas gmnpun, harus dituliskan, sebagai milestone bagi gw... hope for other too. God is good. there for.. Life is good too. :)

Pfiuuhh.. rasanya ga tidur 2 hari, sudah terbayar, when I'm done write this.

Selasa, 25 Januari 2011

Garam dan Terang Dunia

Topik ini sangat ramai dibicarakan, apalagi di kalangan anak muda. Beberapa kali saya menuliskan topik ini, tetapi saat ini saya ingin menceritakan sedikit sisi lain dari garam dan terang. Saya sangat berharap tulisan ini dapat menjadi berkat bagi pembaca.

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagu Glen Fredly yg dinyanyikan seorang teman di hari Minggu kemaren, “Jadilah terang jangan di tempat yang terang, jadilah terang di tempat yang gelap... Jadilah garam jangan di tengah lautan...”. Saya suka lagu ini, baik dari sisi musikalitas, easy listening, dan isinya. Mendengar lagu ini saya mereview kembali apa yang pernah saya tulis, terutama tentang “world”. Let’s we do this.. I realy want to present the make sense thing, so we can understand our function. Check this!

-000-

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Mat 5:13

Fungsi garam adalah memurnikan, membersihkan, memelihara dari kerusakan (mengawetkan). Secara metaforis juga garam melambangkan kebijaksaan dan kehati-hatian. Jika kita adalah garam, esensi yang paling penting adalah di ‘rasa asin’ nya. Kalau sudah tidak asin berarti bukan garam lagi. “Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain." Mark 9:50. “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kol 4:6. “untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu”. 1Pet 1:4.

Mari kita melihat sisi lain dari garam. Poinnya adalah dimana kita seharusnya menjadi garam? Dimana kita harus menjadi terang? supaya kita berfungsi untuk kemuliaan Tuhan

“Kamu adalah garam dunia”. Kata “dunia” di sini sangat berbeda dengan kata “dunia” pada “Kamu adalah terang dunia”. Kata “dunia” pada garam dunia lebih spesifik dari kata “dunia” pada terang dunia. Seolah-olah orang kristen harus dapat menjadi multifungsi di dunia yang berbeda. Kata “dunia” pada garam dunia adalah menunjukkan suatu region tertentu, kiasan untuk penduduk suatu negara, dan menunjukkan suatu komuniatas tertentu.

Bicara soal menjadi garam dunia, berarti adanya proses penggaraman dalam suatu komunitas, proses memurnikan, membersihkan dan mengawetkan. Berarti untuk menjadi garam dunia, kita harus tertanam dalam suatu komunitas. Di dalam komunitaslah kita dapat saling memberi pengaruh, mencurahkan segala talenta kita, belajar memecahkan konflik, belajar dipimpin dan memimpin, belajar berdoa, mempraktekkan iman dan karunia rohani, belajar untuk listening bukan sekedar hearing.

Praktek penggaraman ini baik diterapkan dalam komunitas yang kecil, sebut saja komsel dibandingkan gereja yang jumlahnya terlalu besar. Komunitas ini seperti garam yang diambil dari lautan luas dan yang akhirnya dapat tiba di rumah kita masing-masing untuk memberi rasa enak pada makan kita. Di dalam gereja, terlalu sulit bagi kita untuk menceritakan kelebihan dan kekurangan kita, kadang kita agak minder untuk menyatakan saya dapat melakukan ini dan itu, dan merasa talenta kita terlalu kecil. Tetapi ketika kita berada dalam komsel, kita menjadi sangat berfungsi. Apa yang kita anggap biasa untuk kita lakukan, ternyata ada yang mengatakan “wow.. itu luar biasa”, dan dapat membangkitkan semangat kita untuk melakukan hal yang terbaik. Ketika kita lemah dan bertanya-tanya, ternyata ada orang yang dapat share pengalamanhidupnya dan hal itu menjadi jawaban kita. Itulah pentingnya berkomunitas. Orang-orang dalam komsel dapat sadar akan ke’asinan’nya dan berbagi kepada anggota komsel itu.

#menjadi garam dunia adalah urusan mengimprove inner beauty kita#

Mari kita melihat proses terbetuknya garam atau yang sebih sering disebut penggaraman. Dalam ilmu kimia, garam dapat terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Reaksinya adalah:

Asam + Basa menghasilakn Garam + Air

Misalnya: Asam Klorida + Natrium Hidroksida menghasilkan Garam + Air

Asam bersifat mengkikis, sedangkan Basa yang berdiri sendiri bersifat racun, tetapi jika keduanya bereaksi akan menghasilkan garam dan air. Di dalam komunitas ada tipe orang ‘pengikis’, orang yang tau Firman, dapat menasehati orang, menyatakan kesalahan, tetapi ada pula orang bertipe ‘racun’, yaitu orang yang menganggap dirinya sampah masyarakat, tida berguna namun datang kepada suatu komunitas supaya dapat berubah. Atau orang-orang yang berpikiran negatif dan melemahkan. Namun ketika mereka ini tertanam dalam komunitas mereka akan menghasilkan garam dan air, sifat racun itu dapat menjadi residu yang akan dibuang nantinya.

Betapa pentingnya hidup dalam komunitas. Sehingga dapat dibayangkan seorang ‘pengikis’ yang tidak tertanam dalam suatu komunitas, dapat menjadi penasehat yang hanya me’ngikis’ saja, tanpa ada yang mengkoreksi dirinya, dan bahayanya tidak sadar telah menyesatkan orang lain. Seorang yang bersifat ‘basa’ hanya meracuni hidup orang lain terlebih meracuni diri sendiri. Sedangkan jika ia bersedia dipimpin dalam suatu komunitas, sifat racun itu akan menjadi residu yang akan dibuang nantinya. Ketika kita tertanam dalam komunitas, ada orang yang menasehati kita, kita juga dapat menjadi pelengkap bagi orang lain dan saling melengkapi orang-orang dalam komunitas.

Proses penggaraman itu juga menghasilkan air. Dalam komunitas sering terjadi gesekan untuk menghasilkan pemurnian. Ketika terjadi pemurnian ada ‘unsur-unsur’ yang terlepas dari reaksi akan menjadi residu, zat sisa. Mereka itu adalah ‘Yudas’. “Apakah pelajaran penting mengenai Yudas? Tentu saja pengkhianatan! Yudas rela menjual Yesus demi kepentingan pribadinya yg terselubung. Org spt itu tdk akan menuai hidup. My friends, berhati-hatilah thdp 'Yudas' dlm keluarga, organisasi, pelayanan atau pekerjaan. Jgn pernah mempercayai org yg kesetiaan-nya bisa dibeli oleh uang atau kepentingan. Jgn juga kaget kalau org terdekatmu mengkhianatimu. Berjaga-jagalah!” (thanks to om Sonny to sent me this message).

Menjadi garam dunia, berarti membangun diri kita sendiri, proses untuk menjadi dewasa rohani, membangun hubungan kita dengan Tuhan, merangkai gambar diri kita sesuai dengan gambar Kristus. Adalah keputusan kita untuk mau tertanam dalam komunitas dan saling menggarami, memberi pengaruh, saling membangun. Kita tidak dapat single fighter untuk menjadi garam dunia. Tuhan Yesus membentuk suatu komunitas kecil (12 murid) dan menggarami mereka, supaya mereka nantinya dapat menggarami orang lain. Di situ murid-murid belajar untuk dipimpin supaya nantinya mereka dapat memimpin, walaupun demikian ada seorang murid yang terlepas dari komunitas, dan menjadi residu, terbuang. Makanya penting untuk saling terikat dalam suatu komunitas, tunduk pada otoritas dan mau dipimpin. Untuk menjadi garam dunia, kita harus melekat kepada Kristus, tidak seperti Yudas yang melepaskan diri dan menjadi penghianat.

“Kamu adalah terang Dunia”, Kata “dunia” di sini berarti kosmos, yaitu dunia alam semesta, juga diartikan sebagai perhiasan atau ornamen, arti lain menyebutkan makna etis. Jika kita terang dunia, maka seharusnya kita adalah perhiasan atau ornamen yang menjadikan dunia ini lebih indah, kita juga seharusnya dapat menjadi standar etis bagi dunia. Berarti kita harus show off our inner beauty. Karakter kita, kekudusan, hidup kita sangat matter di mata dunia. Terang itu tidak mungkin tersembunyi, ia harus terlihat. Sifat dasar cahaya adalah memantul ke semua arah, memasuki celah.

Tujuan menjadi terang adalah “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”. Ini agak berbeda dengan “menjadi garam”, yang tidak mengatakan 'supaya orang lain dapat melihat perbuatan' penggaraman tersebut. Ada yang harus ditonjolkan di sini, tidak disembunyikan. Orang lain harus dapat melihat ‘perbuatan kita yang baik’. Kata ‘baik’ di sini adalah ‘kalos’, yaitu excellence, kualitas dan karakter yang baik, berbudi luhur, dibicarakan, orang yang dalam tugasnya dapat direferensikan: gembala yang baik (Yoh 10:11), diaken yang baik (1Tim 4:6), prajurit yang baik (2Tim 2:3), pengurus/ pengelola yang baik (1Pet 4:10).

#Rasanya tidak mungkin untuk menjadi terang sebelum mengalami menjadi garam#

Seorang dapat berbuat ‘kalos’ melalui iman dalam Tuhan Yesus Kristus, seperti yang dianugerahkan kepadanya (2Pet 1:4). Oleh karena itu perbuatan manusia dapat dibagi menjadi dua kategori, dead work yang dilakukan sebelum keselamatan (Ibr 9:14), dan good work, yaitu perbuatan baik yang termotivasi akan kasih karunia Allah setelah keselamatannya. Dalam melakukan perbuatan baik, Kristus harus yang utama dalam hati kita. Tuhan Yesus mengajarkan praktek berbuat baik, tetapi hanya kepada murid-muridNya dan orang-orang yang akan percaya (Luk 6:27). Masalahnya kita tidak tau siapa calon-calon orang yang akan percaya ini, itu adalah kasih karunia Tuhan. Adalah baik jika kita dapat menampilkan karakter Kristus kepada semua orang. Adalah baik jika kita mempunyai integritas dalam hidup kita. Karena “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar” (Amsal 22:1).

#menjadi terang berarti menjadi saksi#

Jadi kita sebagai orang kirsten, harus memberikan fungsi kita baik bagi orang teman-teman seiman dan kepada orang yang belum mengenal Tuhan, supaya Tuhan Yesus dipermuliakan perbuatan atau pekerjaan yang kita lakukan. Marilah kita membangun iman kita, saling memberi pengaruh baik bagi komunitas kita dan dapat memancarkan terang Kristus bagi dunia (kosmos).

Sabtu, 22 Januari 2011

Start With Love


Hi GLOWers,
This is message from your writer.

Renungan Harian GLOW mempersembahkan RH dalam bentuk pdf, khusus untuk bulan Febuari 2011. Please feel free to download it, it's not crime, I allow you to download, print, and share to other, but please do not sell it. thank you :)

If you don't mind, I will guide you how to print it, so you can read everyday :)
1. download it --> RH GLOW Feb 2011
2. open the file. kemudian ctrl+p
3. muncul pop up spt gambar di bawah
4. Sesuaikan Printer Name dengan printer Anda.
5. Page Scalling dipilih "Booklet Printing", sediakan jumlah kertas seperti yang tertera pada textbox
6. Kemudian klik "Properties" di sebelah atas kanan
7. Pada tab "Quick Setup", pilih ukuran kertas A4. Jika printer tidak berwarna, disarankan untuk memilih "GrayScale" pada Additional Feature.
8. Pada tab "Main", Pilih "Preview before printing"
9. Maka terlihat tampilan yang akan di print.
10. Print dan ikuti petunjuk untuk membalik kertas.
Selamat Mencoba

Jika ingin memberi feed back silahkan kirim ke dailyglow@gmail.com
kami menerima saran, nasehat, koreksi, sumbangan baik berupa ide, doa dan dana, yang membuat RH ini lebih baik lagi.

FYI: GLOW akan menyelenggarakan acara RISE UP YOUNG GENERATION II, pada bulan Mei 2011. Info lengkap di RH GLOW bulan Maret dan April 2011. Support doa sangat diperlukan demi keberhasilan acara dan visi GLOW, seperti thema dapat tercapai untuk kota Medan.

Thema Bulan Maret: about Faith. Nantikan RH GLOW bulan Maret 2011 di kota Medan :)
RH GLOW melayani pengiriman ke kota lain dengan harga Rp 6000/ bh + ongkos kirim.
Minimal pemesanan 20 ex.

Thanks for your kindness visit this blog. May God bless you abundantly.
dailyGLOW! Give more impact to young generation. | www.mydailyglow.blogspot.com

R'Tom

Jumat, 21 Januari 2011

Prayers


Download as PDF

sumber: http://www.sanctusreal.com/

Identity, Please..!!

artikel ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya “Bayar Harga” yang dapat dilihat pada http://motivationarea.blogspot.com/2011/01/bayar-harga.html
anyway.. ga terlalu nyambung :D but better read "Bayar Harga" then this. have fun.

-000-


”kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Im 19:18; 19:34; Mat 19:19; 22:39; Mar 12;31; Luk 10:27; Rm 13:9; Gal 5:14; Ef 5:33; Yak 2:8

Sebagai orang kristen, kita sudah sering mendengar tentang kasih. Sayangnya semua hal yang kita dengar tentang kasih adalah selalu mengarah ke orang lain. Selalu mendahulukan orang lain daripada diri kita sendiri. Apakah karena kita hidup di kultur Indonesia, yang sejak kecil diajarkan pelajaran pendidikan moral. Di sekolah, pasti pertama kali yang diajarkan adalah bagaimana dapat bertoleransi kepada orang lain. Bagaimana kita hanya bersopan santun kepada orang lain dan agaknya menyingkirkan kepentingan kita sendiri, sehingga tidak ada waktu untuk diri kita. Bahasanya “mengutamakan orang lain di atas kepentingan kita sendiri”. Wow... ini benar.


Jika kita berani mengkritisi hidup kita berdasarkan FT, maka kita harus berani berkata bahwa diri kita ini juga perlu dikasihi. Kata “seperti” di sini berarti ada kondisi sebelum kita mengasihi orang lain, kita wajib mengasihi diri sendiri. Ada patern atau contoh. Mengasihi diri sendiri adalah patern dalam mengasihi orang lain. Di sini bukan bicara soal ‘pity’ atau mengasihani diri sendiri, atau dengan bahasa lain disebut ‘sayang diri’, “ah.. saya beginilah, tidak ada yang perduli... tapi puji Tuhan, Tuhan tidak memandang rupa, tidak pilih kasih, Dia mengasihi semua orang, Amin?”. Ya ... amin lah. Tuhan memang benar mengasihi semua orang, baik yang pity, rendah hati, sombong, di kota, di desa, anywhere and whoever. Seolah-olah bahasa ini sangat rendah hati, sayang sekali ini rendah diri. Jika memang Tuhan mengasihi tanpa memandang rupa, apa tidak lebih baik jika kita improve diri, dibandingkan dengan ‘begini-begini saja’? Sayang sekali tidak semua umat Tuhan dapat mengasihi diri sendiri.


Orang yang belum mengasihi diri sendiri, tidak dapat mengasihi orang lain

Sebelum kita mengasihi orang lain, kita harus mengasihi diri kita sendiri. Sebelum kita mengasihi diri kita, kita harus mengenal diri kita yang kita kasihi ini. Kita harus tau siapa kita, identitas kita. Sering kali kita mendengar kata ‘mengenal identitas’ hanya untuk kaum abg (anak baru gede) alias remaja, usia 12 sd 21 tahun saja. Tetapi perlu kita sadari setiap kali kita merasa putus asa (dalam waktu lama), kita kehilangan identitas kita, hanya karena kita tidak mengenal diri kita lagi. Kita yang sudah ditebus dengan darah Kristus, kita yang dipandang begitu berharga di mata-Nya.


Ada acara TV swasta yang bertajuk “Extreme Dream”, tentang tantangan fisik, mental dan emosi untuk menyusuri hutan lebat di tempat tertentu bagian bumi. Peserta tidak dibatasi umur. Dan hampir semua pesertanya adalah orang-orang yang ingin membangkitkan semangatnya lagi, memperbaharui jati dirinya, memvalidasi ulang hidupnya, mengembalikan harga dirinya, Semua peserta melakukan tantangan ini demi dirinya sendiri. Ada yang sudah 2 tahun divonis kanker. Ada yang ingin mengalahkan ketakutannya, dsb.


Artikel ini akan membahas 2 tokoh alkitab yang harus mempertanggung jawabkan identitas dirinya sendiri. Setiap orang diberi identitas tertentu oleh Tuhan. Itulah yang menjadi ciri khas dia untuk menjalani hidup dan terlebih lagi untuk melayani Tuhan. Dan identitas ini harus dipertanggung jawabkan untuk meyakinkan dirinya bahwa ia mampu mengerjakan tugas yang akan diberikan padanya, baik di dalam pelayanan, pekerjaan, bisnis atau apapun.


Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Kej 3:9

Apakah Tuhan tidak tau dimana Adam berada ketika Ia menanyakan “Dimanakah engkau?”, bukankah Tuhan Maha Tahu? Adakah Tuhan kurang pengetahuan tentang keberadaan kita?
Tuhan tidak sedang bertanya tentang lokasi geografis dimana Adam berada. Ini juga bukanlah pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban. Pada kenyataannya pertanyaan ini membutuhkan jawaban dari orang yang diberi pertanyaan. Pertanyaan ini diajukan kepada Adam, setelah Adam jatuh ke dalam dosa. Tuhan sedang bertanya “apakah kau puas dengan apa yang kau lakukan? Bagaimana perasaanmu setelah engkau memakan buah yang tidak seharusnya engkau makan?”. Tuhan sedang memastikan keberadaan Adam, pertanggung jawaban terhadap identitas pribadinya, apakah Adam masih bisa melanjutkan hidup, setelah ia melakukan apa yang tidak seharusnya ia lakukan. Tuhan ingin Adam merestart identitasnya lagi. Tuhan ingin memvalidasi ulang hidup Adam. Walaupun Adam telah jatuh, Tuhan lah yang pertama berinisiatif untuk menemukan kembali, sehingga ada darah yang harus tertumpah, demi Adam, untuk membuat pakaian bagi Adam dan Hawa. Darah tertumpah, tanah pun terkutuk. Bukan Adam dan Hawa yang kena kutuk, tetapi tanah. Bukankah Tuhan begitu mengasihi manusia, Amin?


Seringkali kita juga merasa jetleg sehingga kita tidak mampu menjawab pertanyaan krusial yang seharusnya kita tau pasti tentang hidup kita, siapa kita, apa yang kita lakukan, apakah kita berada pada saat dan tempat yang tepat. Apakah seharusnya saya di sini, atau bagaimana jika saya berada di sana. Kita kehilangan identitas diri. Kita terhilang sejenak. Dan kondisi ini bisa lebih parah jika kita tidak berbuat apa-apa untuk mengatasinya. Adakah Tuhan sedang bertanya padamu, “Where are you?”. Apakah engkau sedang melakukan pekerjaan yang seharusnya? Bagaimana perasaanmu ketika melakukannya?


Seungguhnya Tuhan baik, Ia mendidik kita, mengajar kita bagaimana seharusnya kita berpikir. Pikiran kita akan menentukan langkah yang seharusnya kita ambil. Nasehat Firman Tuhan bagi kita agar kita melakukan hal-hal yang baik dan mulia. Pikiran kita menentukan bagaimana kita menjalani kehidupan. Pendeskripsian tentang diri kita membuat kita semakin mengenal diri kita. Gambar diri dan harga diri adalah hal yang pertama Tuhan berikan kepada kita.


Pengidentifikasian diri dapat dilakukan dengan merefleksikan gambar diri kita kepada gambar diri Tuhan

Yoh 1:1 berkata “pada mulanya adalah Firman..” atau Kej 1:1 “Pada mulanya Allah...”. Yohanes langsung mengidentifikasi bahwa Firman itu adalah Allah sendiri. Jika pada mulanya adalah Allah sendiri, maka Allah lah yang mengetahui validasi awal hidup kita itu. Dialah yang mengetahui seluruh hidup kita. Jika kita diciptakan sesuai dengan gambaran Allah maka pengidentifikasian itu harus menjadi gambar Allah itu. Celakanya banyak orang yang mau menjadi Allah, bukan menjadi gambar Allah.


Dr. J. Verkuyl (Verkuyl, “Etika Kristen”, hal 77), berkata “Ketika manusia hanya mau menjadi gambar Allah saja dan tidak mau menjadi sama seperti Allah, maka terdapatlah di antara Tuhan dan manusia suatu persekutuan yang tidak terganggu, yakni perjanjian yang erat, suatu hubungan kasih, berkasih-kasihan.”


Ketika kita berpisah dengan Tuhan, maka kita berpisah dengan gambardan harga diri kita sendiri, akibatnya kita mencari-cari gambar diri kita. Oleh sebab itu siapa yang ada dalam Kristusadalah ciptaan baru. Identitas inilah yang harus kita pertahankan dan kita dapat berkata dengan yakin.


Untuk apakah Pengidentifikasian Diri itu?

Sebelum kita bertemu dengan orang lain, kita harus tau bagaimana kita akan mengenalkan diri kita kepada orang lain. Bagaimana kita dapat mengenalkan diri jika kita tidak mengenal diri sendiri? Diri kita harus bebas untuk menyatakan siapa diri kita. Kita harus tau atribut kita dan fungsi kita.


Hanya orang bebas yang mampu mengidentifikasikan diri

Tuhan Yesus sebelum melayani, sebelum bertemu dengan calon murid-murid-Nya, sebelum melakukan misi Bapa-nya, Tuhan Yesus diuji identitas diri-Nya. Bujukan iblis dimulai dengan pernyataan yang benar, “... Engkau Anak Allah”. Tetapi iblis juga mencoba merancukan pertanyaannya menjadi “jika Engkau Anak Allah...”. Untuk menjawab pertanyaan ini, agaknya mempertaruhkan harga diri si penjawab. Untuk pertanyaan ini butuh sikap tegas dan pengetahuan yang benar tentang diri sendiri. Tuhan Yesus sangat tahu siapa diri-Nya, apa tugas-Nya atau misi-Nya di bumi, bagaimana kekuatan-Nya, siapa yang mengutus-Nya, dimana posisi-Nya, gambar dan harga diri-Nya. Dengan identitas-Nya Yesus mengusir iblis, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!". Dan kemudian malaikat-malaikat datang melayani Dia.


Malaikat-malaikat tidak segera datang ketika Yesus dicobai, karena Yesus tidak memanggil mereka. Yesus tahu posisi-Nya di bumi adalah sebagai anak manusia. Dan malaikat-malaikat meghormati batas-batas kekuasaan. (Tentang para malaikat dapat dilihat artikel di blog www.motivationarea.blogspot.com , “Tentang Malaikat” di Menu “activity”). Yesus juga mengambil sikap independent, bukan berarti dia tidak mau menghormati Bapa-Nya, tetapi megajarkan suatu sikap dewasa yang bertanggung jawab terhadap identitas pribadi-Nya.


Bagaimana kita dapat Mengasihi Diri Sendiri

Setelah kita mampu mengidentifikasikan diri kita, maka kita mampu juga untuk mengasihi diri kita sendiri. Dalam mengasihi diri sendiri, bukan berarti kita bersikap egois dan tidak perduli orang lain, tetapi menyediakan waktu untuk diri sendiri. Kita mengasihi diri kita yang terlalu berharga, karena Tuhan sendiri memberi nilai yang tinggi kepada kita. Seharusnya kita mampu berkata dengan tegas tentang siapakah diri kita dengan segala kekuatan yang Tuhan titipkan kepada kita. Bukan berarti mengumbar kesombongan. Dalam mengidentifikasikan diri tetap diperlukan sikap rendah hati takut akan Tuhan.


Sebagai orang yang independent kita dapat menyatakan menyatakan identitas kita dan mempertanggungjawabkannya, kita tau apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan kita, sehingga kita bisa improve kelebihan kita dan tidak fokus pada kelemahan kita. Mengasihi diri, tentunya kita tidak memasukkan kepada diri kita hal yang merusak diri kita, seperti percabulan (1Kor 6:15-18), kekejaman (Amsal 11:17), kuatir (Luk 10:38) dan cinta uang (1Tim 6:9) . Tentunya kita dapat sadar menjaga kesehatan kita, mengarahkan masa depan kita untuk menjadikan diri kita terbaik bagi kita sendiri. Jika kita sudah tau apa yang terbaik bagi diri kita, maka kita dapat melakukan hal yang baik kepada orang lain, partner kita, teman kerja, rekan bisnis kita, teman pelayanan kita.


Jika kita sadar akan identitas kita, bahwa kita adalah gambar Allah, kita dapat menguatkan diri kita kembali kembali kepada-Nya. Ada saat-saat sulit di dalam hidup kita yang membuat kita menjadi lemah, cepat datang kepada-Nya, Ia akan memperbaiki kerusakan-kerusakan kita. Bukankah segala ketidaktahuan kita dapat menjadi alasan kita sering-sering untuk datang kepada-Nya? Datang lah pada-Nya, sebelum engkau menanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit dalam hidupmu, Ia sudah menunggu dengan segenggam jawaban. Bahkan sebelum kita sadar bahwa kita jatuh, Ia sudah mencari kita, “Where are you?”


Dear Friends, Tuhan sedang mencari kita. Setiap kali kita lupa kalau kita sedang berjalan bersama-Nya, Ia berusaha mencari perhatian kita. Berikanlah respon kepada-Nya, Ia sedang mengalihkan perhatianmu kepada-Nya. Tuhan tidak mau kita berlama-lama hilang identitas. Tuhan mengasihi kita. (segera hubungi kantor polisi terdekat... lohh... itu klo ktp :D )


Carilah Tuhan sebelum kita dicari-cari oleh-Nya, karena kita tidak tahu kapan lagi ada kesempatan kedua bagi kita.

Kamis, 20 Januari 2011

Tentang Malaikat

Topik ini bukanlah topik yang gw sukai, hanya utk belajar doang. Berbicara soal malaikat dan kelakuannya pasti lebih banyak berbicara tentang iblis. Karna iblis adalah sebagian dari malaikat yang jatuh. Lebih sering bersentuhan dengan kehidupan bumi. Sedangkan malaikat baik yang bersentuhan dengan bumi diperkirakan hanya penghulu malaikat dan malaikat penjaga doang. Penghulu malaikat sendiri hanya Mikhael. Jika ga keberatan menerima kitab apokrifa, Kitab Henokh, penghulu malaikat itu bisa Mikhael dan Gabriel. Well, gw ga terlalu tertarik soal2 iblis. gw demen tuh denger cerita tentang mahasiswa yg waktu ujian diberi soal sebutkan pekerjaan Tuhan dan sebutkan pekerjaan iblis. Mahasiswa ini hanya sibuk menjawab tentang pekerjaan Tuhan. Ketika waktunya habis ia hanya menulis "tidak ada waktu untuk iblis".
Tunduklah kepada Allah, resist thd iblis, maka ia akan lari (Yak 4:7).

-----------------------------00000000----------------------------------------------

AJARAN TENTANG MALAIKAT
diringkas dari tulisannya Henry C Thiessen

Para malaikat adalah hamba-hamba yang menjalankan pemeliharaan ciptaan Allah. Ajaran tentang malaikat sudah mulai diabaikan dewasa ini. Hal ini dikarenakan pemujaan kaum Gnostk terhadap malaikat (Kol 2:18), adanya spekulasi konyol dari kaum Skolistik abad pertengahan, dan kepercayaan berlebihan teradap ilmu sihir, pemujaan terhadap iblis dan setan. Sekalipun demikian terdapat banyak alasan untuk percaya akan adanya malaikat.
1. Adanya serta pelayanan malaikat diajarkan secara cukup jelas dalam alkitab.
2. Bukti orang yang dirsuki dan ditindas setan serta adanya pemunyaan setan menunjukkan keberadaan malaikat
3. Meningkatnya gerakan spiritualisme menandakan keperluan untuk memahami ajaran ini. Seperti nekromansi atau mengadakan hubungan dengan arwah orang mati (Ul 18:10-12; Yes 8:19-20) dan kegiatan ini semakin meningkat di akhir zaman (1Tim 4:1)
4. Karya iblis serta roh-roh jahat dalam mencegah berkembangnya kasih karunia dalam hati kita serta pekerjaan Allah di dunia harus dipahami sehingga kita bisa mengetahui apa yang dapat diharapkan dikemudian hari dalam perang melawan iblis ini serta yakin bahwa iblis ini akan dikalahkan (Kej 3:15; Rm 16:20; Wahyu 12;7-9; 20:1-10).

I. ASAL MULA MALAIKAT
Alkitab beranggapan bahwa malaikat itu benar-benar ada. Namun pada saat penciptaannya tidak disebutkan dengan jelas di lakitab. Sagatlah mungkin malaikat diciptakan sebelum langit dan bumi diciptakan (Kej 1:1).Menurut Ayub 38:4-7 “semua anak-anak Allah bersorak-sorai” ketika Allah meletkakan dasar-dasar bumi. Yang jelas saat kej 3:1 malaikat sudah ada, yaitu ketika iblis menampakkan diri. Sekalipun Alkitab tidak memberi tahu jumlah pasti, kita diberi tahu bahwa jumlah mereka banyak sekali (Daniel 7:10; Mat 26:53; Ibr 12:22; Why 5:11).

II. SIFAT MALAIKAT
Malaikat bukan Manusia yang dimuliakan. Manusia dan malaikat dibedakan. Manusia suatu saat akan menjadi seperti malaikat. Beribu malaikat dibedakan dari roh-roh orang-orang benar yang menjadi sempurna (Ibr 12:22-23). Dalam PL (Septuaginta), manusia diciptakan lebih rendah dari malaikat, namun akan menjadi lebih tinggi dari malaikat (Mzm 8:6 bd Ibr 2:7). Orang percaya suaut saat akan menghakimi orang percaya (1Kor 6:3).
Malaikat Tidak Berbadan. Malaikat disebut “angin” atau “roh” (Ibr 1:7 bd Mzm 104:4). Ibr 1:14 (IBIS) “Kalau begitu, malaikat-malaikat itu apa sebenarnya? Mereka adalah roh-roh yang melayani Allah”. Ef 6:12 “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”. Malaikat sudah sering menampakkan diri dengan memakai tubuh (Kej 18, 19; Luk 1:26; Yoh 20:12; Ibr 13:2), namun bukan berarti mereka mempunyai tubuh jasmaniah sebagai bagian yang perlu dari kehidupan mereka.
Malaikat merupakan suatu kelompok, bukan suatu bangsa. Dalam alkitab mereka disebut bala tentara tetapi bukan bangsa (Mzm 148:2). Mereka tidak menikah ataupun dinikahkan, juga tidak pernah mati (Luk 20:34-36). Dalam PL mereka disebut “anak-anak Allah” (Ayub 1:6; 2:1; 38:7 bd Kej 6:2,4), tidak ada “anak-anak malaikat”. Walaupun kata “malaikat” adalah maskulin bukan berarti mereka berkelamin laki-laki. Karena malaikat bukanlah kelompok, maka dosa mereka bersifat pribadi. Mungkin karena inilah Allah tidak menyediakan keselamatan untuk para malaikat yang telah jatuh. “Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.” (Ibr 2:16).
Pengetahuan malaikat lebih tinggi dari manusia, bukan berarti mereka maha tahu. Kebijaksanaan seorang malaikat dianggap sebagai kebijaksanaan tertinggi (2Sam 14:20), tetapi tentang “hari dan saat” tetap saja tidak tahu (Mat 24:36). Paulus menyebut malaikat sebagai saksi (1Tim 5:21), malaikat yang telah jatuh juga memiliki kebijaksanaan melebihi kebijaksanaan biasanya (Luk 4:34). Para malaikat ingin meneliti dan mengetahui keajaiban-keajaiban karya penyelamatan (1Pet 1:11-12).
Malaikat Lebih kuat dari manusia, walaupun mereka tidak mahakuasa. Malaikat dikatakan lebih perkasa dan berkuasa daripada manusia (2Pet 2:11 bd dengan “pahlawan-pahlawan perkasa” Mzm 103:20)> Paulus menyebutkan mereka “malaikat-malaikat-Nya yang perkasa” (2Tes 1:7, BIS). Kekuatan malaikat terbatas (Why 12:7; Dan 10:13). Baik Mikhael, penghulu malaikat (Yudas 9), maupun iblis (Ayub 1:12; 2;6) memiliki kekuatan yang terbatas.
Malaikat lebih luhur daripada manusia, walaupun tidak mahahadir. Malaikat tidak dapat hadir di dua tempatsekaligus. Mereka itu mengembara (Ayub 1:7; Zak 1:11; 1Pet 5:8), berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain (Dan 9:21-23). Bahkan dalam gagasan terbang tersirat bahwa para malaikat adalah “roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” (Ibr 1:14). Malaikat-malaikat yang telah jatuh merupakan hamba iblis (2 Kor 11:15).

III. KEJATUHAN MALAIKAT
Masalah asal mula kejahatan harus dipertimbangkan sekarang ini, karena kejahatan pertama terjadi di sorga dan bukan di bumi. Hadirnya kejahatan di dunia ini merupakan salah satu masalah yang paling memusingkan filsafat dan teologi. Ada cukup alasan untuk percaya bahwa malaikat itu diciptakan dalam keadaan sempurna. Kej 1:31 “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik”. Pastilah kalimat ini mencakup kesempurnaan para malaikat dalam keudusan ketika mula-mula diciptakan. Iblis juga sempurna ketika mula-mula diciptakan, Yeh 28:15, BIS “Kelakuanmu sempurna sejak engkau diciptakan sampai engkau mulai berbuat jahat”. Beberapa ayat menunjukkan bahwa ada malaikat jahat (Mzm 78:49; Mat 25:41; Why 9:11; 12:7-9). Ini terjadi karena malaikat-malaikat ini berbuat dosa dengan cara meninggalkan batas-batas kekuasaan dan tempat kediaman mereka. (2Pet 2:4; Yud 6).Yes 14:12-15 juga menunjukkan ada malaikat yang jatuh. Tidak dapat disangkal lagi bahwa memang ada malaikat-malaikat yang telah jatuh.
Tentang saat kejatuhan malaikat, alkitab tidak mengatakannya, tetapi yang jelas kejatuhan malaikat-malaikat terjadi sebelum kejatuhan manusia, karena iblis memasuki Taman Eden menggoda Hawa untuk berbuat dosa (Kej 3:1-5). Namun kita tidak tahu seberapa lama malaikat-malaikat sudah jatuh sebelum peristiwa Taman Eden. Kej 1:2 menggambarkan akibat bencana besar biasanya menetapkan terjadinya kejatuhan malaikat-malaikat itu sebelum Kej 1:1 atau antara ayat 1 dengan ayat 2. Bagaimana pun juga terjadi sebelum Kej 3:1.
Ada beberapa pendapat yang mengusulkan penyebab kejatuhan malaikat-malaikat ini:
• Beberapa kalangan tertentu mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada itu berasal dari Allah; dengan demikian maka Allah juga yang mengadakan dosa.
• Pihak lain mengatakan bahwa kejahatan disebabkan oleh sifat dunia ini. Segala yang diciptakan oleh Allah itu baik dan menolak anggapan bahwa alam ini sifatnya jahat (1Tim 4:4).
• Ada pula yang mengatakan bahwa kejahatan itu disebabkan karena watak makhluk yang diciptakan. Tetapi alkitab menyatakan bahwa alam semesta ini beserta semua makhluk diciptakan dalam keadaan sempurna.
• Para teolog Latin menyebutan posse peccare et posse nonpeccare, yaitu kemampuan untuk berbuat dosa dan tidak berbuat dosa. Makhuk ciptaan itu memiliki kehendak otonom yaitu memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakan sendiri. Dengan ini kita dapat menyimpulkan bahwa kejatuhan malaikat dikarenakan oleh mereka sendiri dengan sengaja telah menentukan untuk memberontak kepada Allah.
Alasan khusus penyebab pemberontakan, tampaknya alkitab memberikan beberapa jawaban:
• Kemakmuran dan keelokan, seperti Raja Tirus (Yeh 28:11-19 bd 1Tim 3:6).
• Ambisi yang berlebihan serta keinginan untuk melampaui Allah, seperti Raja Babilon (Yes 14:13-14).
Tak disangsikan lagi kejatuhan iblis juga merupakan penyebab kejatuhan malaikat-malaikat jahat lainnya. Naga itu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dengan ekornya (Why 12:4). Mungkin saja inilah petunjuk bahwa sepertiga dari malaikat-malaikat mengikut iblis.
Akibat kejatuhan para malaikat:
• Semua malaikat yang jatuh itu kehilangan kekudusan mula-mula mereka dan sifat serta perilaku mereka menjadi rusak. (Mat 10:1; Ef 6:11-12; Why 12:9).
• Beberapa di antara mereka dilemparkan ke neraka (Tartarus) dan masih ada di sana dirantai hingga hari penghakiman (2Pet 2:4; Yud 6)
• Beberapa di antara mereka dibiarkan bebas dan secara langsung ikut serta melawan pekerjaan para malaikat yang baik (Dan 10:12-13, 20-21; Yud 9; Why 12:7-9).
• Mungkin juga kejatuhan itu memberi dampak pada penciptaan mula-mula. Tanah terkutuk karena dosa Adam (Kej 3:17-19) dan seluruh ciptaan mengerang karena kejatuhan (Rom 8:19-22). Ada yang mengatakan dosa malaikat-malaikat itu telah menyebabkan kehancuran ciptaan yang mula-mula dalam Kej 1:2.
• Pada suatu hari kelak semua malaikat yang jatuh akan dicampakkan ke bumi (Why 12:8-9) dan setelah dihakimi (1Kor 6:3), mereka akan dicampakkan ke dalam lauatan api (Mat 25:41; 2Pet 2:4; Yud 6). Iblis akan dilemparkan ke dalam jurang maut selama seribu tahun sebelum ia dicampakkan ke dalam lautan api (Why 20:1-3, 10).

IV. PENGGOLONGAN MALAIKAT
a. Malaikat yang Baik
i. Para malaikat
Kata malaikat, baik dalam bahasa Ibrani maupun dalam bahasa Yunani, berarti utusan. Murid-murid Yohanes Pembabtis disebut aggeloi atau utusan (Luk 7:24). Hanya konteksnya yang menjelaskan apakah kata malaikat itu menunjuk kepada utusan yang menjelaskan apakah kata malaikat itu menunjukkan kepada utusan malaikat atau utusan manusia biasa. Jumlah malaikat itu berjuta-juta (Dan 7:10 bd Wyh 5:11), Beribu-ribu (Mzm 68:18), dua belas pasukan malaikat (Mat 26:53), beribu-ribu (Ibr 12:22). Malaikat-malaikat ini mungkin muncul sendirian (kis 5:19), berpasangan (Kis 1:10); berkelompok (Luk 2:13).
ii. Kerub/ Kerubim
Kerub artinya “menutup” atau “menjaga”. Disebut dalam 2Raj 19:15; Yeh 10:1-22; 28:14-16. Ada kerub yang menjaga pintu masuk ke taman Eden (Kej 3:24). Dua kerub diukur di atas tutup Tabut Perjanjian yang ditempatkan di dalam kemah sembahyang dan bait suci (Kel 25:19; 1Raj 6:23-28), pada tirai tabernakel (Kej 26:1,31), pada gerbang bait Allah (1Raj 6:32, 35). Kita menyimpulkan bahwa tugas utama kerub adalah mengawal tahta Allah. Iblis sebelum jatuh mungkin juga termasuk golongan kerub (Yeh 28: 14-16).
iii. Serafim
Tugas serafim berbeda dengan kerub, karena dikatakan Allah duduk di atas para kerub (1Sam 4:4; Mzm 80:2; 99:1), tetapi para serafim berdiri di sebelah atas-Nya (Yes 6:2). Para serafim memimpin penghuni surga dalam pemujaan kepada Allah yang Mahakuasa dan menyucikan hamba-hambaAllah sehingga pemujaan dan pelayanan mereka berkenan kepada-Nya. Maksudnya, tugas para serafim di bidang pemujaan dan kekudusan dan bukan di bidang penghakiman dan kekuasaan. Dengan kerendahan hati yang mendalam dan penghormatan yang sungguh-sungguh para serafim melakukan pelayanan mereka. Sebaliknya para kerub adalah pengawal tahta Allah serta duta-duta luar biasa Allah. Jadi kerub dan serafim berbeda kedudukan dan pelayanannya.
iv. Makhluk-makhluk hidup
Ada beberapa sarjana yang mengatakan bahwa makhluk-makhluk hidup dalam Why 4:6-9 adalah serafim, ada pula yang mengatakan bahwa mereka itu adalah kerub. Lebih baik untuk mengatakan kalau makhluk-makhluk hidup itu bukan kerub ataupun serafim. Makhluk-makhluk itu memuja Allah dan mengatur penghakiman Allah (Why 6:1-3; 15:7) dan menyaksikan penyembahan seratus empat puluh empat ribu orang dalam Why 14:3. Makhluk-makhluk ini aktif di sekitar tahta Allah sebagaimana serafim dan kerub.
v. Penghulu malaikat
Istilah “penghulu malaikat” muncul haya dua kali dalam alkitab (1 Tes 4:16; Yud 9), namun ada beberapa rujukan lainnya kepada Mikael, yang merupakan satu-satunya penghulu malaikat. Mikael mempunyai malaikat-malaikatnya sendiri (Why 12:7) dan bahwa ia adalah pemimpin terkemuka bangsa Israel (Dan 10:13, 21; 12:1). Kitab Apokrifa Henokh 20:1-7 menyebutkan ada enam malaikat berkedudukan tinggi: Uriel, Rafael, Raguel, Mikhael, Zariel dan Gabriel. Bacaan lain menyebutkan Remiel. Tobit 12:15 “Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan tuhan yang mulia”. Walaupun kitab Apokrifa tetapi menunjukkan apa yang dipercayai para leluhur. Jika demikian, Gabriel termasuk salah satu dari penghulu malaikat kedua (Dan 8:16; 9:21; Luk 1:19, 26).
Para penghulu malaikat mempunyai tanggung jawab khusus menjaga dan menjadikan Israel makmur (Dan 10:13, 21; 12:1), memberitakan kelahiran Sang Juruselamat (Luk 1:26-38), mengalahkan iblis dan pasukan malaikatnya dalam usaha membunuh perempuan itu dan Anak laki-lakinya (Why 12:3-12), serta mengumumkan kedatagan Kristus untuk menjemput umat-Nya (1Tes 4:16-18).
vi. Penjaga
Para penjaga ini nampaknya adalah malaikat-malaikat yang diutus Allah untuk mengamati. Dalam Dan 4:13 tercatat adanya seorang penjaga yang kudus. Atau ayat 17 “para penjaga”. Apakah mereka ini termauk malaikat khusus tidak diketahui.
vii. Anak-anak Allah
Istilah “anak-anak Allah” dipakai dalam Ayub 1:6; 2:1 dan 38:7 untuk menunjukkan malaikat-malaikat termasuk iblis. Mereka ini disebut anak-anak Allah karena mereka diciptakan Allah. Sesungguhnya istilah “allah” (elohim) dipakai untuk malaikat (Mzm 8:6 bd Ibr 2:7). Beberapa kalangan menagatakan bahwa “anak-anak Allah” dalam Kej 6:2 adalah malaikat-malaikat yang jatuh dan kawin dengan wanita. Akan tetapi bisa saja anak-anak Allah tersebut menunjuk kepada keturunan Set yang saleh.
Istilah “malaikat Tuhan” sering kali tampak di Perjanjian Lama, tetapi jelas bahwa istilah ini tidak mengacu kepada malaikat yang biasa, tetapi kepada Kristus yang belum menjelma (tidak akan dibahas sekarang).

b. Malaikat yang Jahat
i. Malaikat-malaikat yang di penjara
Malaikat-malaikat ini disebutkan secara khusus dalam 2Pet 2:4; Yud 6.Rupanya semua setuju bahwa Petrus dan Yudas sedang memikirkan malaikat-malaikat yang sama. Petrus hanya mengatakan bahwa mereka berbuat dosa sehingga Allah melemparkan mereka ke Tartarus (neraka). Yudas mengatakan bahwa dosa mereka karena tidak mematuhi batas-batas kekuasaan mereka serta meninggalkan tepat tinggal mereka yang sebenarnya. Ada yang mengkaitkan dengan Ul 32:8, seolah-olah Allah membagi keuasaan malaikat berdasarkan bilangan anak-anak Israel, berarrti golongan ini mengartikannya bahwa malaikat yang jatuh ini karena tidak setia kepada tugas mereka. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa mereka meninggalkan tempat mereka di sorga dan turun ke bumi. Beberapa ahli menganjurkan bahwa dosa yang isebut di Kej 6:2 adalah persetubuhan yang dilakukan oleh malaikat-malaikat dengan wanita-wanita. Sebagai hukumannya, Allah mencampakkan mereka ke Tartarus, yaitu neraka (disebut satu kali dalam PL, 2Pet 2:4, dan 3 kali disebut di septuaginta). Dalam karya sastra Homer, Tartarus merupakan tempat yang suram di bawah Hades. Bila orang-orang fasik turun ke Hades, maka tidaklah mustahil untuk membayangkan bahwa Tartarus adalah tempat pembuangan malaikat yang berdosa itu terletak di bawah. Sebagai hukuman malaikat-malaikat ini dikurung dalam gua-gua yang gelap dan dibelenggu dengan rantai-rantai yang kekal, disimpan di situ sampai hari penghakiman.
ii. Malaikat-malaikat jahat yang bebas
Mereka ini sering disebutkan dengan kaitannyadengan iblis, pemimpin mereka itu (Mat 25:41; Why 12:7-9). Dalam Ef 6:12 dan kol 2:15 mereka ini disebut pemerintah, penguasa, kekuasaan dan kerajaan. Pekerjaan utama mereka adalah mendukung iblis dalam peperangannya melawan malaikat-malaikat yang baik dan umat Allah dengan segenap rencana mereka.
iii. Setan-setan
Sering di sebut dalam kitab Injil. Mereka ini makhluk halus (Mat 8:16), anak buah iblis (Luk 11:15-19), penyebab kebisuan (Mat 9:32-33), kebutaan (Mat 12:22), lukadan cedera (Mark 9:18), cacat dan penyakit jasmani lainnya (Luk 13:11-17), mereka merusak ajaran yang benar (1Tim 4:1-3), kebijaksanaan ilahi (Yak 3:15), serta persekutuan kristen (1Kor 10:20-21). Mereka ini termasuk malaikat jahat yang masih bebas. Mereka harus tunduk kepada Allah (Mat 8:29).
iv. Iblis
Makhluk yang melebihi manusia biasa ini dengan jelas disebut dalam Perjanjian Lama, tetapi hanya dalam Kej 3:1-15; 1Taw 21:1; Ayub 1:6-12; 2:1-7; Zak 3:1-2 Boleh jadi iblis juga disebut dalam kaitan dengan kambing jantan penghapus dosa yang terdapat dalam Imamat 16:8, yaitu salah satu dari dua ekor kambing jantang penghapus dosa pada hari Raya Pendamaian. Dalam Perjanjian Baru, iblis disebut (Mat 4:1-11; Luk 10:18-19; Yoh 13:2, 27; 1Pet 5:8-9; Why 12; 20:1-3, 7-10).
Di alkitab, makhluk ini disebut:
• Iblis (satan), artinya musuh
• Iblis (devil), artinya pemfitnah, pendakwah
• Naga, dianggap lambang iblis, menunjukkan kegiatan iblis dalam samudera dunia.
• Ular, berarti licik
• Beelzebub atau Beelzebul, dalam bahasa Siria “penguasa kotoran hewan” , ada yang mengusulkan artinya “penguasa rumah”
• Belial atau Beliar (2Kor 6:15 bd 2Sam 23:6), artinya ketidak layakan, “anak-anak Belial” berarti “orang-orang yang tidak layak”.
• Lusifer, artinya bintang pagi, sebuah nama untuk Planet Venus, arti harfiahnya pembawa terang. Iblis dilihat sebagai malaikat terang (2Kor 11:14).
• Si jahat, menunjukkan watak pekerjaan iblis yang culas, kejam, lalim, melakukan kejahatan setiap kali ada kesempatan.
• Si pencoba/ penggoda, berniat menggoda manusia untuk berbuat dosa.
• Ilah zaman, berarti iblis mensponsori usaha keagamaan duniawi, menyokong bidat yang membuat gereja menderita sepanjang zaman.
• Penguasa kerajaan angkasa, meunjuk kepada pengaruhnya atas pemerintah-pemerintah dalam dunia ini.