Hanya pikiran spontan... hanya belajar...

Selasa, 25 Januari 2011

Garam dan Terang Dunia

Topik ini sangat ramai dibicarakan, apalagi di kalangan anak muda. Beberapa kali saya menuliskan topik ini, tetapi saat ini saya ingin menceritakan sedikit sisi lain dari garam dan terang. Saya sangat berharap tulisan ini dapat menjadi berkat bagi pembaca.

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagu Glen Fredly yg dinyanyikan seorang teman di hari Minggu kemaren, “Jadilah terang jangan di tempat yang terang, jadilah terang di tempat yang gelap... Jadilah garam jangan di tengah lautan...”. Saya suka lagu ini, baik dari sisi musikalitas, easy listening, dan isinya. Mendengar lagu ini saya mereview kembali apa yang pernah saya tulis, terutama tentang “world”. Let’s we do this.. I realy want to present the make sense thing, so we can understand our function. Check this!

-000-

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Mat 5:13

Fungsi garam adalah memurnikan, membersihkan, memelihara dari kerusakan (mengawetkan). Secara metaforis juga garam melambangkan kebijaksaan dan kehati-hatian. Jika kita adalah garam, esensi yang paling penting adalah di ‘rasa asin’ nya. Kalau sudah tidak asin berarti bukan garam lagi. “Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain." Mark 9:50. “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kol 4:6. “untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu”. 1Pet 1:4.

Mari kita melihat sisi lain dari garam. Poinnya adalah dimana kita seharusnya menjadi garam? Dimana kita harus menjadi terang? supaya kita berfungsi untuk kemuliaan Tuhan

“Kamu adalah garam dunia”. Kata “dunia” di sini sangat berbeda dengan kata “dunia” pada “Kamu adalah terang dunia”. Kata “dunia” pada garam dunia lebih spesifik dari kata “dunia” pada terang dunia. Seolah-olah orang kristen harus dapat menjadi multifungsi di dunia yang berbeda. Kata “dunia” pada garam dunia adalah menunjukkan suatu region tertentu, kiasan untuk penduduk suatu negara, dan menunjukkan suatu komuniatas tertentu.

Bicara soal menjadi garam dunia, berarti adanya proses penggaraman dalam suatu komunitas, proses memurnikan, membersihkan dan mengawetkan. Berarti untuk menjadi garam dunia, kita harus tertanam dalam suatu komunitas. Di dalam komunitaslah kita dapat saling memberi pengaruh, mencurahkan segala talenta kita, belajar memecahkan konflik, belajar dipimpin dan memimpin, belajar berdoa, mempraktekkan iman dan karunia rohani, belajar untuk listening bukan sekedar hearing.

Praktek penggaraman ini baik diterapkan dalam komunitas yang kecil, sebut saja komsel dibandingkan gereja yang jumlahnya terlalu besar. Komunitas ini seperti garam yang diambil dari lautan luas dan yang akhirnya dapat tiba di rumah kita masing-masing untuk memberi rasa enak pada makan kita. Di dalam gereja, terlalu sulit bagi kita untuk menceritakan kelebihan dan kekurangan kita, kadang kita agak minder untuk menyatakan saya dapat melakukan ini dan itu, dan merasa talenta kita terlalu kecil. Tetapi ketika kita berada dalam komsel, kita menjadi sangat berfungsi. Apa yang kita anggap biasa untuk kita lakukan, ternyata ada yang mengatakan “wow.. itu luar biasa”, dan dapat membangkitkan semangat kita untuk melakukan hal yang terbaik. Ketika kita lemah dan bertanya-tanya, ternyata ada orang yang dapat share pengalamanhidupnya dan hal itu menjadi jawaban kita. Itulah pentingnya berkomunitas. Orang-orang dalam komsel dapat sadar akan ke’asinan’nya dan berbagi kepada anggota komsel itu.

#menjadi garam dunia adalah urusan mengimprove inner beauty kita#

Mari kita melihat proses terbetuknya garam atau yang sebih sering disebut penggaraman. Dalam ilmu kimia, garam dapat terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Reaksinya adalah:

Asam + Basa menghasilakn Garam + Air

Misalnya: Asam Klorida + Natrium Hidroksida menghasilkan Garam + Air

Asam bersifat mengkikis, sedangkan Basa yang berdiri sendiri bersifat racun, tetapi jika keduanya bereaksi akan menghasilkan garam dan air. Di dalam komunitas ada tipe orang ‘pengikis’, orang yang tau Firman, dapat menasehati orang, menyatakan kesalahan, tetapi ada pula orang bertipe ‘racun’, yaitu orang yang menganggap dirinya sampah masyarakat, tida berguna namun datang kepada suatu komunitas supaya dapat berubah. Atau orang-orang yang berpikiran negatif dan melemahkan. Namun ketika mereka ini tertanam dalam komunitas mereka akan menghasilkan garam dan air, sifat racun itu dapat menjadi residu yang akan dibuang nantinya.

Betapa pentingnya hidup dalam komunitas. Sehingga dapat dibayangkan seorang ‘pengikis’ yang tidak tertanam dalam suatu komunitas, dapat menjadi penasehat yang hanya me’ngikis’ saja, tanpa ada yang mengkoreksi dirinya, dan bahayanya tidak sadar telah menyesatkan orang lain. Seorang yang bersifat ‘basa’ hanya meracuni hidup orang lain terlebih meracuni diri sendiri. Sedangkan jika ia bersedia dipimpin dalam suatu komunitas, sifat racun itu akan menjadi residu yang akan dibuang nantinya. Ketika kita tertanam dalam komunitas, ada orang yang menasehati kita, kita juga dapat menjadi pelengkap bagi orang lain dan saling melengkapi orang-orang dalam komunitas.

Proses penggaraman itu juga menghasilkan air. Dalam komunitas sering terjadi gesekan untuk menghasilkan pemurnian. Ketika terjadi pemurnian ada ‘unsur-unsur’ yang terlepas dari reaksi akan menjadi residu, zat sisa. Mereka itu adalah ‘Yudas’. “Apakah pelajaran penting mengenai Yudas? Tentu saja pengkhianatan! Yudas rela menjual Yesus demi kepentingan pribadinya yg terselubung. Org spt itu tdk akan menuai hidup. My friends, berhati-hatilah thdp 'Yudas' dlm keluarga, organisasi, pelayanan atau pekerjaan. Jgn pernah mempercayai org yg kesetiaan-nya bisa dibeli oleh uang atau kepentingan. Jgn juga kaget kalau org terdekatmu mengkhianatimu. Berjaga-jagalah!” (thanks to om Sonny to sent me this message).

Menjadi garam dunia, berarti membangun diri kita sendiri, proses untuk menjadi dewasa rohani, membangun hubungan kita dengan Tuhan, merangkai gambar diri kita sesuai dengan gambar Kristus. Adalah keputusan kita untuk mau tertanam dalam komunitas dan saling menggarami, memberi pengaruh, saling membangun. Kita tidak dapat single fighter untuk menjadi garam dunia. Tuhan Yesus membentuk suatu komunitas kecil (12 murid) dan menggarami mereka, supaya mereka nantinya dapat menggarami orang lain. Di situ murid-murid belajar untuk dipimpin supaya nantinya mereka dapat memimpin, walaupun demikian ada seorang murid yang terlepas dari komunitas, dan menjadi residu, terbuang. Makanya penting untuk saling terikat dalam suatu komunitas, tunduk pada otoritas dan mau dipimpin. Untuk menjadi garam dunia, kita harus melekat kepada Kristus, tidak seperti Yudas yang melepaskan diri dan menjadi penghianat.

“Kamu adalah terang Dunia”, Kata “dunia” di sini berarti kosmos, yaitu dunia alam semesta, juga diartikan sebagai perhiasan atau ornamen, arti lain menyebutkan makna etis. Jika kita terang dunia, maka seharusnya kita adalah perhiasan atau ornamen yang menjadikan dunia ini lebih indah, kita juga seharusnya dapat menjadi standar etis bagi dunia. Berarti kita harus show off our inner beauty. Karakter kita, kekudusan, hidup kita sangat matter di mata dunia. Terang itu tidak mungkin tersembunyi, ia harus terlihat. Sifat dasar cahaya adalah memantul ke semua arah, memasuki celah.

Tujuan menjadi terang adalah “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”. Ini agak berbeda dengan “menjadi garam”, yang tidak mengatakan 'supaya orang lain dapat melihat perbuatan' penggaraman tersebut. Ada yang harus ditonjolkan di sini, tidak disembunyikan. Orang lain harus dapat melihat ‘perbuatan kita yang baik’. Kata ‘baik’ di sini adalah ‘kalos’, yaitu excellence, kualitas dan karakter yang baik, berbudi luhur, dibicarakan, orang yang dalam tugasnya dapat direferensikan: gembala yang baik (Yoh 10:11), diaken yang baik (1Tim 4:6), prajurit yang baik (2Tim 2:3), pengurus/ pengelola yang baik (1Pet 4:10).

#Rasanya tidak mungkin untuk menjadi terang sebelum mengalami menjadi garam#

Seorang dapat berbuat ‘kalos’ melalui iman dalam Tuhan Yesus Kristus, seperti yang dianugerahkan kepadanya (2Pet 1:4). Oleh karena itu perbuatan manusia dapat dibagi menjadi dua kategori, dead work yang dilakukan sebelum keselamatan (Ibr 9:14), dan good work, yaitu perbuatan baik yang termotivasi akan kasih karunia Allah setelah keselamatannya. Dalam melakukan perbuatan baik, Kristus harus yang utama dalam hati kita. Tuhan Yesus mengajarkan praktek berbuat baik, tetapi hanya kepada murid-muridNya dan orang-orang yang akan percaya (Luk 6:27). Masalahnya kita tidak tau siapa calon-calon orang yang akan percaya ini, itu adalah kasih karunia Tuhan. Adalah baik jika kita dapat menampilkan karakter Kristus kepada semua orang. Adalah baik jika kita mempunyai integritas dalam hidup kita. Karena “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar” (Amsal 22:1).

#menjadi terang berarti menjadi saksi#

Jadi kita sebagai orang kirsten, harus memberikan fungsi kita baik bagi orang teman-teman seiman dan kepada orang yang belum mengenal Tuhan, supaya Tuhan Yesus dipermuliakan perbuatan atau pekerjaan yang kita lakukan. Marilah kita membangun iman kita, saling memberi pengaruh baik bagi komunitas kita dan dapat memancarkan terang Kristus bagi dunia (kosmos).

Sabtu, 22 Januari 2011

Start With Love


Hi GLOWers,
This is message from your writer.

Renungan Harian GLOW mempersembahkan RH dalam bentuk pdf, khusus untuk bulan Febuari 2011. Please feel free to download it, it's not crime, I allow you to download, print, and share to other, but please do not sell it. thank you :)

If you don't mind, I will guide you how to print it, so you can read everyday :)
1. download it --> RH GLOW Feb 2011
2. open the file. kemudian ctrl+p
3. muncul pop up spt gambar di bawah
4. Sesuaikan Printer Name dengan printer Anda.
5. Page Scalling dipilih "Booklet Printing", sediakan jumlah kertas seperti yang tertera pada textbox
6. Kemudian klik "Properties" di sebelah atas kanan
7. Pada tab "Quick Setup", pilih ukuran kertas A4. Jika printer tidak berwarna, disarankan untuk memilih "GrayScale" pada Additional Feature.
8. Pada tab "Main", Pilih "Preview before printing"
9. Maka terlihat tampilan yang akan di print.
10. Print dan ikuti petunjuk untuk membalik kertas.
Selamat Mencoba

Jika ingin memberi feed back silahkan kirim ke dailyglow@gmail.com
kami menerima saran, nasehat, koreksi, sumbangan baik berupa ide, doa dan dana, yang membuat RH ini lebih baik lagi.

FYI: GLOW akan menyelenggarakan acara RISE UP YOUNG GENERATION II, pada bulan Mei 2011. Info lengkap di RH GLOW bulan Maret dan April 2011. Support doa sangat diperlukan demi keberhasilan acara dan visi GLOW, seperti thema dapat tercapai untuk kota Medan.

Thema Bulan Maret: about Faith. Nantikan RH GLOW bulan Maret 2011 di kota Medan :)
RH GLOW melayani pengiriman ke kota lain dengan harga Rp 6000/ bh + ongkos kirim.
Minimal pemesanan 20 ex.

Thanks for your kindness visit this blog. May God bless you abundantly.
dailyGLOW! Give more impact to young generation. | www.mydailyglow.blogspot.com

R'Tom

Jumat, 21 Januari 2011

Prayers


Download as PDF

sumber: http://www.sanctusreal.com/

Identity, Please..!!

artikel ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya “Bayar Harga” yang dapat dilihat pada http://motivationarea.blogspot.com/2011/01/bayar-harga.html
anyway.. ga terlalu nyambung :D but better read "Bayar Harga" then this. have fun.

-000-


”kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Im 19:18; 19:34; Mat 19:19; 22:39; Mar 12;31; Luk 10:27; Rm 13:9; Gal 5:14; Ef 5:33; Yak 2:8

Sebagai orang kristen, kita sudah sering mendengar tentang kasih. Sayangnya semua hal yang kita dengar tentang kasih adalah selalu mengarah ke orang lain. Selalu mendahulukan orang lain daripada diri kita sendiri. Apakah karena kita hidup di kultur Indonesia, yang sejak kecil diajarkan pelajaran pendidikan moral. Di sekolah, pasti pertama kali yang diajarkan adalah bagaimana dapat bertoleransi kepada orang lain. Bagaimana kita hanya bersopan santun kepada orang lain dan agaknya menyingkirkan kepentingan kita sendiri, sehingga tidak ada waktu untuk diri kita. Bahasanya “mengutamakan orang lain di atas kepentingan kita sendiri”. Wow... ini benar.


Jika kita berani mengkritisi hidup kita berdasarkan FT, maka kita harus berani berkata bahwa diri kita ini juga perlu dikasihi. Kata “seperti” di sini berarti ada kondisi sebelum kita mengasihi orang lain, kita wajib mengasihi diri sendiri. Ada patern atau contoh. Mengasihi diri sendiri adalah patern dalam mengasihi orang lain. Di sini bukan bicara soal ‘pity’ atau mengasihani diri sendiri, atau dengan bahasa lain disebut ‘sayang diri’, “ah.. saya beginilah, tidak ada yang perduli... tapi puji Tuhan, Tuhan tidak memandang rupa, tidak pilih kasih, Dia mengasihi semua orang, Amin?”. Ya ... amin lah. Tuhan memang benar mengasihi semua orang, baik yang pity, rendah hati, sombong, di kota, di desa, anywhere and whoever. Seolah-olah bahasa ini sangat rendah hati, sayang sekali ini rendah diri. Jika memang Tuhan mengasihi tanpa memandang rupa, apa tidak lebih baik jika kita improve diri, dibandingkan dengan ‘begini-begini saja’? Sayang sekali tidak semua umat Tuhan dapat mengasihi diri sendiri.


Orang yang belum mengasihi diri sendiri, tidak dapat mengasihi orang lain

Sebelum kita mengasihi orang lain, kita harus mengasihi diri kita sendiri. Sebelum kita mengasihi diri kita, kita harus mengenal diri kita yang kita kasihi ini. Kita harus tau siapa kita, identitas kita. Sering kali kita mendengar kata ‘mengenal identitas’ hanya untuk kaum abg (anak baru gede) alias remaja, usia 12 sd 21 tahun saja. Tetapi perlu kita sadari setiap kali kita merasa putus asa (dalam waktu lama), kita kehilangan identitas kita, hanya karena kita tidak mengenal diri kita lagi. Kita yang sudah ditebus dengan darah Kristus, kita yang dipandang begitu berharga di mata-Nya.


Ada acara TV swasta yang bertajuk “Extreme Dream”, tentang tantangan fisik, mental dan emosi untuk menyusuri hutan lebat di tempat tertentu bagian bumi. Peserta tidak dibatasi umur. Dan hampir semua pesertanya adalah orang-orang yang ingin membangkitkan semangatnya lagi, memperbaharui jati dirinya, memvalidasi ulang hidupnya, mengembalikan harga dirinya, Semua peserta melakukan tantangan ini demi dirinya sendiri. Ada yang sudah 2 tahun divonis kanker. Ada yang ingin mengalahkan ketakutannya, dsb.


Artikel ini akan membahas 2 tokoh alkitab yang harus mempertanggung jawabkan identitas dirinya sendiri. Setiap orang diberi identitas tertentu oleh Tuhan. Itulah yang menjadi ciri khas dia untuk menjalani hidup dan terlebih lagi untuk melayani Tuhan. Dan identitas ini harus dipertanggung jawabkan untuk meyakinkan dirinya bahwa ia mampu mengerjakan tugas yang akan diberikan padanya, baik di dalam pelayanan, pekerjaan, bisnis atau apapun.


Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Kej 3:9

Apakah Tuhan tidak tau dimana Adam berada ketika Ia menanyakan “Dimanakah engkau?”, bukankah Tuhan Maha Tahu? Adakah Tuhan kurang pengetahuan tentang keberadaan kita?
Tuhan tidak sedang bertanya tentang lokasi geografis dimana Adam berada. Ini juga bukanlah pertanyaan retoris yang tidak membutuhkan jawaban. Pada kenyataannya pertanyaan ini membutuhkan jawaban dari orang yang diberi pertanyaan. Pertanyaan ini diajukan kepada Adam, setelah Adam jatuh ke dalam dosa. Tuhan sedang bertanya “apakah kau puas dengan apa yang kau lakukan? Bagaimana perasaanmu setelah engkau memakan buah yang tidak seharusnya engkau makan?”. Tuhan sedang memastikan keberadaan Adam, pertanggung jawaban terhadap identitas pribadinya, apakah Adam masih bisa melanjutkan hidup, setelah ia melakukan apa yang tidak seharusnya ia lakukan. Tuhan ingin Adam merestart identitasnya lagi. Tuhan ingin memvalidasi ulang hidup Adam. Walaupun Adam telah jatuh, Tuhan lah yang pertama berinisiatif untuk menemukan kembali, sehingga ada darah yang harus tertumpah, demi Adam, untuk membuat pakaian bagi Adam dan Hawa. Darah tertumpah, tanah pun terkutuk. Bukan Adam dan Hawa yang kena kutuk, tetapi tanah. Bukankah Tuhan begitu mengasihi manusia, Amin?


Seringkali kita juga merasa jetleg sehingga kita tidak mampu menjawab pertanyaan krusial yang seharusnya kita tau pasti tentang hidup kita, siapa kita, apa yang kita lakukan, apakah kita berada pada saat dan tempat yang tepat. Apakah seharusnya saya di sini, atau bagaimana jika saya berada di sana. Kita kehilangan identitas diri. Kita terhilang sejenak. Dan kondisi ini bisa lebih parah jika kita tidak berbuat apa-apa untuk mengatasinya. Adakah Tuhan sedang bertanya padamu, “Where are you?”. Apakah engkau sedang melakukan pekerjaan yang seharusnya? Bagaimana perasaanmu ketika melakukannya?


Seungguhnya Tuhan baik, Ia mendidik kita, mengajar kita bagaimana seharusnya kita berpikir. Pikiran kita akan menentukan langkah yang seharusnya kita ambil. Nasehat Firman Tuhan bagi kita agar kita melakukan hal-hal yang baik dan mulia. Pikiran kita menentukan bagaimana kita menjalani kehidupan. Pendeskripsian tentang diri kita membuat kita semakin mengenal diri kita. Gambar diri dan harga diri adalah hal yang pertama Tuhan berikan kepada kita.


Pengidentifikasian diri dapat dilakukan dengan merefleksikan gambar diri kita kepada gambar diri Tuhan

Yoh 1:1 berkata “pada mulanya adalah Firman..” atau Kej 1:1 “Pada mulanya Allah...”. Yohanes langsung mengidentifikasi bahwa Firman itu adalah Allah sendiri. Jika pada mulanya adalah Allah sendiri, maka Allah lah yang mengetahui validasi awal hidup kita itu. Dialah yang mengetahui seluruh hidup kita. Jika kita diciptakan sesuai dengan gambaran Allah maka pengidentifikasian itu harus menjadi gambar Allah itu. Celakanya banyak orang yang mau menjadi Allah, bukan menjadi gambar Allah.


Dr. J. Verkuyl (Verkuyl, “Etika Kristen”, hal 77), berkata “Ketika manusia hanya mau menjadi gambar Allah saja dan tidak mau menjadi sama seperti Allah, maka terdapatlah di antara Tuhan dan manusia suatu persekutuan yang tidak terganggu, yakni perjanjian yang erat, suatu hubungan kasih, berkasih-kasihan.”


Ketika kita berpisah dengan Tuhan, maka kita berpisah dengan gambardan harga diri kita sendiri, akibatnya kita mencari-cari gambar diri kita. Oleh sebab itu siapa yang ada dalam Kristusadalah ciptaan baru. Identitas inilah yang harus kita pertahankan dan kita dapat berkata dengan yakin.


Untuk apakah Pengidentifikasian Diri itu?

Sebelum kita bertemu dengan orang lain, kita harus tau bagaimana kita akan mengenalkan diri kita kepada orang lain. Bagaimana kita dapat mengenalkan diri jika kita tidak mengenal diri sendiri? Diri kita harus bebas untuk menyatakan siapa diri kita. Kita harus tau atribut kita dan fungsi kita.


Hanya orang bebas yang mampu mengidentifikasikan diri

Tuhan Yesus sebelum melayani, sebelum bertemu dengan calon murid-murid-Nya, sebelum melakukan misi Bapa-nya, Tuhan Yesus diuji identitas diri-Nya. Bujukan iblis dimulai dengan pernyataan yang benar, “... Engkau Anak Allah”. Tetapi iblis juga mencoba merancukan pertanyaannya menjadi “jika Engkau Anak Allah...”. Untuk menjawab pertanyaan ini, agaknya mempertaruhkan harga diri si penjawab. Untuk pertanyaan ini butuh sikap tegas dan pengetahuan yang benar tentang diri sendiri. Tuhan Yesus sangat tahu siapa diri-Nya, apa tugas-Nya atau misi-Nya di bumi, bagaimana kekuatan-Nya, siapa yang mengutus-Nya, dimana posisi-Nya, gambar dan harga diri-Nya. Dengan identitas-Nya Yesus mengusir iblis, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!". Dan kemudian malaikat-malaikat datang melayani Dia.


Malaikat-malaikat tidak segera datang ketika Yesus dicobai, karena Yesus tidak memanggil mereka. Yesus tahu posisi-Nya di bumi adalah sebagai anak manusia. Dan malaikat-malaikat meghormati batas-batas kekuasaan. (Tentang para malaikat dapat dilihat artikel di blog www.motivationarea.blogspot.com , “Tentang Malaikat” di Menu “activity”). Yesus juga mengambil sikap independent, bukan berarti dia tidak mau menghormati Bapa-Nya, tetapi megajarkan suatu sikap dewasa yang bertanggung jawab terhadap identitas pribadi-Nya.


Bagaimana kita dapat Mengasihi Diri Sendiri

Setelah kita mampu mengidentifikasikan diri kita, maka kita mampu juga untuk mengasihi diri kita sendiri. Dalam mengasihi diri sendiri, bukan berarti kita bersikap egois dan tidak perduli orang lain, tetapi menyediakan waktu untuk diri sendiri. Kita mengasihi diri kita yang terlalu berharga, karena Tuhan sendiri memberi nilai yang tinggi kepada kita. Seharusnya kita mampu berkata dengan tegas tentang siapakah diri kita dengan segala kekuatan yang Tuhan titipkan kepada kita. Bukan berarti mengumbar kesombongan. Dalam mengidentifikasikan diri tetap diperlukan sikap rendah hati takut akan Tuhan.


Sebagai orang yang independent kita dapat menyatakan menyatakan identitas kita dan mempertanggungjawabkannya, kita tau apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan kita, sehingga kita bisa improve kelebihan kita dan tidak fokus pada kelemahan kita. Mengasihi diri, tentunya kita tidak memasukkan kepada diri kita hal yang merusak diri kita, seperti percabulan (1Kor 6:15-18), kekejaman (Amsal 11:17), kuatir (Luk 10:38) dan cinta uang (1Tim 6:9) . Tentunya kita dapat sadar menjaga kesehatan kita, mengarahkan masa depan kita untuk menjadikan diri kita terbaik bagi kita sendiri. Jika kita sudah tau apa yang terbaik bagi diri kita, maka kita dapat melakukan hal yang baik kepada orang lain, partner kita, teman kerja, rekan bisnis kita, teman pelayanan kita.


Jika kita sadar akan identitas kita, bahwa kita adalah gambar Allah, kita dapat menguatkan diri kita kembali kembali kepada-Nya. Ada saat-saat sulit di dalam hidup kita yang membuat kita menjadi lemah, cepat datang kepada-Nya, Ia akan memperbaiki kerusakan-kerusakan kita. Bukankah segala ketidaktahuan kita dapat menjadi alasan kita sering-sering untuk datang kepada-Nya? Datang lah pada-Nya, sebelum engkau menanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit dalam hidupmu, Ia sudah menunggu dengan segenggam jawaban. Bahkan sebelum kita sadar bahwa kita jatuh, Ia sudah mencari kita, “Where are you?”


Dear Friends, Tuhan sedang mencari kita. Setiap kali kita lupa kalau kita sedang berjalan bersama-Nya, Ia berusaha mencari perhatian kita. Berikanlah respon kepada-Nya, Ia sedang mengalihkan perhatianmu kepada-Nya. Tuhan tidak mau kita berlama-lama hilang identitas. Tuhan mengasihi kita. (segera hubungi kantor polisi terdekat... lohh... itu klo ktp :D )


Carilah Tuhan sebelum kita dicari-cari oleh-Nya, karena kita tidak tahu kapan lagi ada kesempatan kedua bagi kita.

Kamis, 20 Januari 2011

Tentang Malaikat

Topik ini bukanlah topik yang gw sukai, hanya utk belajar doang. Berbicara soal malaikat dan kelakuannya pasti lebih banyak berbicara tentang iblis. Karna iblis adalah sebagian dari malaikat yang jatuh. Lebih sering bersentuhan dengan kehidupan bumi. Sedangkan malaikat baik yang bersentuhan dengan bumi diperkirakan hanya penghulu malaikat dan malaikat penjaga doang. Penghulu malaikat sendiri hanya Mikhael. Jika ga keberatan menerima kitab apokrifa, Kitab Henokh, penghulu malaikat itu bisa Mikhael dan Gabriel. Well, gw ga terlalu tertarik soal2 iblis. gw demen tuh denger cerita tentang mahasiswa yg waktu ujian diberi soal sebutkan pekerjaan Tuhan dan sebutkan pekerjaan iblis. Mahasiswa ini hanya sibuk menjawab tentang pekerjaan Tuhan. Ketika waktunya habis ia hanya menulis "tidak ada waktu untuk iblis".
Tunduklah kepada Allah, resist thd iblis, maka ia akan lari (Yak 4:7).

-----------------------------00000000----------------------------------------------

AJARAN TENTANG MALAIKAT
diringkas dari tulisannya Henry C Thiessen

Para malaikat adalah hamba-hamba yang menjalankan pemeliharaan ciptaan Allah. Ajaran tentang malaikat sudah mulai diabaikan dewasa ini. Hal ini dikarenakan pemujaan kaum Gnostk terhadap malaikat (Kol 2:18), adanya spekulasi konyol dari kaum Skolistik abad pertengahan, dan kepercayaan berlebihan teradap ilmu sihir, pemujaan terhadap iblis dan setan. Sekalipun demikian terdapat banyak alasan untuk percaya akan adanya malaikat.
1. Adanya serta pelayanan malaikat diajarkan secara cukup jelas dalam alkitab.
2. Bukti orang yang dirsuki dan ditindas setan serta adanya pemunyaan setan menunjukkan keberadaan malaikat
3. Meningkatnya gerakan spiritualisme menandakan keperluan untuk memahami ajaran ini. Seperti nekromansi atau mengadakan hubungan dengan arwah orang mati (Ul 18:10-12; Yes 8:19-20) dan kegiatan ini semakin meningkat di akhir zaman (1Tim 4:1)
4. Karya iblis serta roh-roh jahat dalam mencegah berkembangnya kasih karunia dalam hati kita serta pekerjaan Allah di dunia harus dipahami sehingga kita bisa mengetahui apa yang dapat diharapkan dikemudian hari dalam perang melawan iblis ini serta yakin bahwa iblis ini akan dikalahkan (Kej 3:15; Rm 16:20; Wahyu 12;7-9; 20:1-10).

I. ASAL MULA MALAIKAT
Alkitab beranggapan bahwa malaikat itu benar-benar ada. Namun pada saat penciptaannya tidak disebutkan dengan jelas di lakitab. Sagatlah mungkin malaikat diciptakan sebelum langit dan bumi diciptakan (Kej 1:1).Menurut Ayub 38:4-7 “semua anak-anak Allah bersorak-sorai” ketika Allah meletkakan dasar-dasar bumi. Yang jelas saat kej 3:1 malaikat sudah ada, yaitu ketika iblis menampakkan diri. Sekalipun Alkitab tidak memberi tahu jumlah pasti, kita diberi tahu bahwa jumlah mereka banyak sekali (Daniel 7:10; Mat 26:53; Ibr 12:22; Why 5:11).

II. SIFAT MALAIKAT
Malaikat bukan Manusia yang dimuliakan. Manusia dan malaikat dibedakan. Manusia suatu saat akan menjadi seperti malaikat. Beribu malaikat dibedakan dari roh-roh orang-orang benar yang menjadi sempurna (Ibr 12:22-23). Dalam PL (Septuaginta), manusia diciptakan lebih rendah dari malaikat, namun akan menjadi lebih tinggi dari malaikat (Mzm 8:6 bd Ibr 2:7). Orang percaya suaut saat akan menghakimi orang percaya (1Kor 6:3).
Malaikat Tidak Berbadan. Malaikat disebut “angin” atau “roh” (Ibr 1:7 bd Mzm 104:4). Ibr 1:14 (IBIS) “Kalau begitu, malaikat-malaikat itu apa sebenarnya? Mereka adalah roh-roh yang melayani Allah”. Ef 6:12 “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”. Malaikat sudah sering menampakkan diri dengan memakai tubuh (Kej 18, 19; Luk 1:26; Yoh 20:12; Ibr 13:2), namun bukan berarti mereka mempunyai tubuh jasmaniah sebagai bagian yang perlu dari kehidupan mereka.
Malaikat merupakan suatu kelompok, bukan suatu bangsa. Dalam alkitab mereka disebut bala tentara tetapi bukan bangsa (Mzm 148:2). Mereka tidak menikah ataupun dinikahkan, juga tidak pernah mati (Luk 20:34-36). Dalam PL mereka disebut “anak-anak Allah” (Ayub 1:6; 2:1; 38:7 bd Kej 6:2,4), tidak ada “anak-anak malaikat”. Walaupun kata “malaikat” adalah maskulin bukan berarti mereka berkelamin laki-laki. Karena malaikat bukanlah kelompok, maka dosa mereka bersifat pribadi. Mungkin karena inilah Allah tidak menyediakan keselamatan untuk para malaikat yang telah jatuh. “Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.” (Ibr 2:16).
Pengetahuan malaikat lebih tinggi dari manusia, bukan berarti mereka maha tahu. Kebijaksanaan seorang malaikat dianggap sebagai kebijaksanaan tertinggi (2Sam 14:20), tetapi tentang “hari dan saat” tetap saja tidak tahu (Mat 24:36). Paulus menyebut malaikat sebagai saksi (1Tim 5:21), malaikat yang telah jatuh juga memiliki kebijaksanaan melebihi kebijaksanaan biasanya (Luk 4:34). Para malaikat ingin meneliti dan mengetahui keajaiban-keajaiban karya penyelamatan (1Pet 1:11-12).
Malaikat Lebih kuat dari manusia, walaupun mereka tidak mahakuasa. Malaikat dikatakan lebih perkasa dan berkuasa daripada manusia (2Pet 2:11 bd dengan “pahlawan-pahlawan perkasa” Mzm 103:20)> Paulus menyebutkan mereka “malaikat-malaikat-Nya yang perkasa” (2Tes 1:7, BIS). Kekuatan malaikat terbatas (Why 12:7; Dan 10:13). Baik Mikhael, penghulu malaikat (Yudas 9), maupun iblis (Ayub 1:12; 2;6) memiliki kekuatan yang terbatas.
Malaikat lebih luhur daripada manusia, walaupun tidak mahahadir. Malaikat tidak dapat hadir di dua tempatsekaligus. Mereka itu mengembara (Ayub 1:7; Zak 1:11; 1Pet 5:8), berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain (Dan 9:21-23). Bahkan dalam gagasan terbang tersirat bahwa para malaikat adalah “roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” (Ibr 1:14). Malaikat-malaikat yang telah jatuh merupakan hamba iblis (2 Kor 11:15).

III. KEJATUHAN MALAIKAT
Masalah asal mula kejahatan harus dipertimbangkan sekarang ini, karena kejahatan pertama terjadi di sorga dan bukan di bumi. Hadirnya kejahatan di dunia ini merupakan salah satu masalah yang paling memusingkan filsafat dan teologi. Ada cukup alasan untuk percaya bahwa malaikat itu diciptakan dalam keadaan sempurna. Kej 1:31 “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik”. Pastilah kalimat ini mencakup kesempurnaan para malaikat dalam keudusan ketika mula-mula diciptakan. Iblis juga sempurna ketika mula-mula diciptakan, Yeh 28:15, BIS “Kelakuanmu sempurna sejak engkau diciptakan sampai engkau mulai berbuat jahat”. Beberapa ayat menunjukkan bahwa ada malaikat jahat (Mzm 78:49; Mat 25:41; Why 9:11; 12:7-9). Ini terjadi karena malaikat-malaikat ini berbuat dosa dengan cara meninggalkan batas-batas kekuasaan dan tempat kediaman mereka. (2Pet 2:4; Yud 6).Yes 14:12-15 juga menunjukkan ada malaikat yang jatuh. Tidak dapat disangkal lagi bahwa memang ada malaikat-malaikat yang telah jatuh.
Tentang saat kejatuhan malaikat, alkitab tidak mengatakannya, tetapi yang jelas kejatuhan malaikat-malaikat terjadi sebelum kejatuhan manusia, karena iblis memasuki Taman Eden menggoda Hawa untuk berbuat dosa (Kej 3:1-5). Namun kita tidak tahu seberapa lama malaikat-malaikat sudah jatuh sebelum peristiwa Taman Eden. Kej 1:2 menggambarkan akibat bencana besar biasanya menetapkan terjadinya kejatuhan malaikat-malaikat itu sebelum Kej 1:1 atau antara ayat 1 dengan ayat 2. Bagaimana pun juga terjadi sebelum Kej 3:1.
Ada beberapa pendapat yang mengusulkan penyebab kejatuhan malaikat-malaikat ini:
• Beberapa kalangan tertentu mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada itu berasal dari Allah; dengan demikian maka Allah juga yang mengadakan dosa.
• Pihak lain mengatakan bahwa kejahatan disebabkan oleh sifat dunia ini. Segala yang diciptakan oleh Allah itu baik dan menolak anggapan bahwa alam ini sifatnya jahat (1Tim 4:4).
• Ada pula yang mengatakan bahwa kejahatan itu disebabkan karena watak makhluk yang diciptakan. Tetapi alkitab menyatakan bahwa alam semesta ini beserta semua makhluk diciptakan dalam keadaan sempurna.
• Para teolog Latin menyebutan posse peccare et posse nonpeccare, yaitu kemampuan untuk berbuat dosa dan tidak berbuat dosa. Makhuk ciptaan itu memiliki kehendak otonom yaitu memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakan sendiri. Dengan ini kita dapat menyimpulkan bahwa kejatuhan malaikat dikarenakan oleh mereka sendiri dengan sengaja telah menentukan untuk memberontak kepada Allah.
Alasan khusus penyebab pemberontakan, tampaknya alkitab memberikan beberapa jawaban:
• Kemakmuran dan keelokan, seperti Raja Tirus (Yeh 28:11-19 bd 1Tim 3:6).
• Ambisi yang berlebihan serta keinginan untuk melampaui Allah, seperti Raja Babilon (Yes 14:13-14).
Tak disangsikan lagi kejatuhan iblis juga merupakan penyebab kejatuhan malaikat-malaikat jahat lainnya. Naga itu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dengan ekornya (Why 12:4). Mungkin saja inilah petunjuk bahwa sepertiga dari malaikat-malaikat mengikut iblis.
Akibat kejatuhan para malaikat:
• Semua malaikat yang jatuh itu kehilangan kekudusan mula-mula mereka dan sifat serta perilaku mereka menjadi rusak. (Mat 10:1; Ef 6:11-12; Why 12:9).
• Beberapa di antara mereka dilemparkan ke neraka (Tartarus) dan masih ada di sana dirantai hingga hari penghakiman (2Pet 2:4; Yud 6)
• Beberapa di antara mereka dibiarkan bebas dan secara langsung ikut serta melawan pekerjaan para malaikat yang baik (Dan 10:12-13, 20-21; Yud 9; Why 12:7-9).
• Mungkin juga kejatuhan itu memberi dampak pada penciptaan mula-mula. Tanah terkutuk karena dosa Adam (Kej 3:17-19) dan seluruh ciptaan mengerang karena kejatuhan (Rom 8:19-22). Ada yang mengatakan dosa malaikat-malaikat itu telah menyebabkan kehancuran ciptaan yang mula-mula dalam Kej 1:2.
• Pada suatu hari kelak semua malaikat yang jatuh akan dicampakkan ke bumi (Why 12:8-9) dan setelah dihakimi (1Kor 6:3), mereka akan dicampakkan ke dalam lauatan api (Mat 25:41; 2Pet 2:4; Yud 6). Iblis akan dilemparkan ke dalam jurang maut selama seribu tahun sebelum ia dicampakkan ke dalam lautan api (Why 20:1-3, 10).

IV. PENGGOLONGAN MALAIKAT
a. Malaikat yang Baik
i. Para malaikat
Kata malaikat, baik dalam bahasa Ibrani maupun dalam bahasa Yunani, berarti utusan. Murid-murid Yohanes Pembabtis disebut aggeloi atau utusan (Luk 7:24). Hanya konteksnya yang menjelaskan apakah kata malaikat itu menunjuk kepada utusan yang menjelaskan apakah kata malaikat itu menunjukkan kepada utusan malaikat atau utusan manusia biasa. Jumlah malaikat itu berjuta-juta (Dan 7:10 bd Wyh 5:11), Beribu-ribu (Mzm 68:18), dua belas pasukan malaikat (Mat 26:53), beribu-ribu (Ibr 12:22). Malaikat-malaikat ini mungkin muncul sendirian (kis 5:19), berpasangan (Kis 1:10); berkelompok (Luk 2:13).
ii. Kerub/ Kerubim
Kerub artinya “menutup” atau “menjaga”. Disebut dalam 2Raj 19:15; Yeh 10:1-22; 28:14-16. Ada kerub yang menjaga pintu masuk ke taman Eden (Kej 3:24). Dua kerub diukur di atas tutup Tabut Perjanjian yang ditempatkan di dalam kemah sembahyang dan bait suci (Kel 25:19; 1Raj 6:23-28), pada tirai tabernakel (Kej 26:1,31), pada gerbang bait Allah (1Raj 6:32, 35). Kita menyimpulkan bahwa tugas utama kerub adalah mengawal tahta Allah. Iblis sebelum jatuh mungkin juga termasuk golongan kerub (Yeh 28: 14-16).
iii. Serafim
Tugas serafim berbeda dengan kerub, karena dikatakan Allah duduk di atas para kerub (1Sam 4:4; Mzm 80:2; 99:1), tetapi para serafim berdiri di sebelah atas-Nya (Yes 6:2). Para serafim memimpin penghuni surga dalam pemujaan kepada Allah yang Mahakuasa dan menyucikan hamba-hambaAllah sehingga pemujaan dan pelayanan mereka berkenan kepada-Nya. Maksudnya, tugas para serafim di bidang pemujaan dan kekudusan dan bukan di bidang penghakiman dan kekuasaan. Dengan kerendahan hati yang mendalam dan penghormatan yang sungguh-sungguh para serafim melakukan pelayanan mereka. Sebaliknya para kerub adalah pengawal tahta Allah serta duta-duta luar biasa Allah. Jadi kerub dan serafim berbeda kedudukan dan pelayanannya.
iv. Makhluk-makhluk hidup
Ada beberapa sarjana yang mengatakan bahwa makhluk-makhluk hidup dalam Why 4:6-9 adalah serafim, ada pula yang mengatakan bahwa mereka itu adalah kerub. Lebih baik untuk mengatakan kalau makhluk-makhluk hidup itu bukan kerub ataupun serafim. Makhluk-makhluk itu memuja Allah dan mengatur penghakiman Allah (Why 6:1-3; 15:7) dan menyaksikan penyembahan seratus empat puluh empat ribu orang dalam Why 14:3. Makhluk-makhluk ini aktif di sekitar tahta Allah sebagaimana serafim dan kerub.
v. Penghulu malaikat
Istilah “penghulu malaikat” muncul haya dua kali dalam alkitab (1 Tes 4:16; Yud 9), namun ada beberapa rujukan lainnya kepada Mikael, yang merupakan satu-satunya penghulu malaikat. Mikael mempunyai malaikat-malaikatnya sendiri (Why 12:7) dan bahwa ia adalah pemimpin terkemuka bangsa Israel (Dan 10:13, 21; 12:1). Kitab Apokrifa Henokh 20:1-7 menyebutkan ada enam malaikat berkedudukan tinggi: Uriel, Rafael, Raguel, Mikhael, Zariel dan Gabriel. Bacaan lain menyebutkan Remiel. Tobit 12:15 “Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan tuhan yang mulia”. Walaupun kitab Apokrifa tetapi menunjukkan apa yang dipercayai para leluhur. Jika demikian, Gabriel termasuk salah satu dari penghulu malaikat kedua (Dan 8:16; 9:21; Luk 1:19, 26).
Para penghulu malaikat mempunyai tanggung jawab khusus menjaga dan menjadikan Israel makmur (Dan 10:13, 21; 12:1), memberitakan kelahiran Sang Juruselamat (Luk 1:26-38), mengalahkan iblis dan pasukan malaikatnya dalam usaha membunuh perempuan itu dan Anak laki-lakinya (Why 12:3-12), serta mengumumkan kedatagan Kristus untuk menjemput umat-Nya (1Tes 4:16-18).
vi. Penjaga
Para penjaga ini nampaknya adalah malaikat-malaikat yang diutus Allah untuk mengamati. Dalam Dan 4:13 tercatat adanya seorang penjaga yang kudus. Atau ayat 17 “para penjaga”. Apakah mereka ini termauk malaikat khusus tidak diketahui.
vii. Anak-anak Allah
Istilah “anak-anak Allah” dipakai dalam Ayub 1:6; 2:1 dan 38:7 untuk menunjukkan malaikat-malaikat termasuk iblis. Mereka ini disebut anak-anak Allah karena mereka diciptakan Allah. Sesungguhnya istilah “allah” (elohim) dipakai untuk malaikat (Mzm 8:6 bd Ibr 2:7). Beberapa kalangan menagatakan bahwa “anak-anak Allah” dalam Kej 6:2 adalah malaikat-malaikat yang jatuh dan kawin dengan wanita. Akan tetapi bisa saja anak-anak Allah tersebut menunjuk kepada keturunan Set yang saleh.
Istilah “malaikat Tuhan” sering kali tampak di Perjanjian Lama, tetapi jelas bahwa istilah ini tidak mengacu kepada malaikat yang biasa, tetapi kepada Kristus yang belum menjelma (tidak akan dibahas sekarang).

b. Malaikat yang Jahat
i. Malaikat-malaikat yang di penjara
Malaikat-malaikat ini disebutkan secara khusus dalam 2Pet 2:4; Yud 6.Rupanya semua setuju bahwa Petrus dan Yudas sedang memikirkan malaikat-malaikat yang sama. Petrus hanya mengatakan bahwa mereka berbuat dosa sehingga Allah melemparkan mereka ke Tartarus (neraka). Yudas mengatakan bahwa dosa mereka karena tidak mematuhi batas-batas kekuasaan mereka serta meninggalkan tepat tinggal mereka yang sebenarnya. Ada yang mengkaitkan dengan Ul 32:8, seolah-olah Allah membagi keuasaan malaikat berdasarkan bilangan anak-anak Israel, berarrti golongan ini mengartikannya bahwa malaikat yang jatuh ini karena tidak setia kepada tugas mereka. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa mereka meninggalkan tempat mereka di sorga dan turun ke bumi. Beberapa ahli menganjurkan bahwa dosa yang isebut di Kej 6:2 adalah persetubuhan yang dilakukan oleh malaikat-malaikat dengan wanita-wanita. Sebagai hukumannya, Allah mencampakkan mereka ke Tartarus, yaitu neraka (disebut satu kali dalam PL, 2Pet 2:4, dan 3 kali disebut di septuaginta). Dalam karya sastra Homer, Tartarus merupakan tempat yang suram di bawah Hades. Bila orang-orang fasik turun ke Hades, maka tidaklah mustahil untuk membayangkan bahwa Tartarus adalah tempat pembuangan malaikat yang berdosa itu terletak di bawah. Sebagai hukuman malaikat-malaikat ini dikurung dalam gua-gua yang gelap dan dibelenggu dengan rantai-rantai yang kekal, disimpan di situ sampai hari penghakiman.
ii. Malaikat-malaikat jahat yang bebas
Mereka ini sering disebutkan dengan kaitannyadengan iblis, pemimpin mereka itu (Mat 25:41; Why 12:7-9). Dalam Ef 6:12 dan kol 2:15 mereka ini disebut pemerintah, penguasa, kekuasaan dan kerajaan. Pekerjaan utama mereka adalah mendukung iblis dalam peperangannya melawan malaikat-malaikat yang baik dan umat Allah dengan segenap rencana mereka.
iii. Setan-setan
Sering di sebut dalam kitab Injil. Mereka ini makhluk halus (Mat 8:16), anak buah iblis (Luk 11:15-19), penyebab kebisuan (Mat 9:32-33), kebutaan (Mat 12:22), lukadan cedera (Mark 9:18), cacat dan penyakit jasmani lainnya (Luk 13:11-17), mereka merusak ajaran yang benar (1Tim 4:1-3), kebijaksanaan ilahi (Yak 3:15), serta persekutuan kristen (1Kor 10:20-21). Mereka ini termasuk malaikat jahat yang masih bebas. Mereka harus tunduk kepada Allah (Mat 8:29).
iv. Iblis
Makhluk yang melebihi manusia biasa ini dengan jelas disebut dalam Perjanjian Lama, tetapi hanya dalam Kej 3:1-15; 1Taw 21:1; Ayub 1:6-12; 2:1-7; Zak 3:1-2 Boleh jadi iblis juga disebut dalam kaitan dengan kambing jantan penghapus dosa yang terdapat dalam Imamat 16:8, yaitu salah satu dari dua ekor kambing jantang penghapus dosa pada hari Raya Pendamaian. Dalam Perjanjian Baru, iblis disebut (Mat 4:1-11; Luk 10:18-19; Yoh 13:2, 27; 1Pet 5:8-9; Why 12; 20:1-3, 7-10).
Di alkitab, makhluk ini disebut:
• Iblis (satan), artinya musuh
• Iblis (devil), artinya pemfitnah, pendakwah
• Naga, dianggap lambang iblis, menunjukkan kegiatan iblis dalam samudera dunia.
• Ular, berarti licik
• Beelzebub atau Beelzebul, dalam bahasa Siria “penguasa kotoran hewan” , ada yang mengusulkan artinya “penguasa rumah”
• Belial atau Beliar (2Kor 6:15 bd 2Sam 23:6), artinya ketidak layakan, “anak-anak Belial” berarti “orang-orang yang tidak layak”.
• Lusifer, artinya bintang pagi, sebuah nama untuk Planet Venus, arti harfiahnya pembawa terang. Iblis dilihat sebagai malaikat terang (2Kor 11:14).
• Si jahat, menunjukkan watak pekerjaan iblis yang culas, kejam, lalim, melakukan kejahatan setiap kali ada kesempatan.
• Si pencoba/ penggoda, berniat menggoda manusia untuk berbuat dosa.
• Ilah zaman, berarti iblis mensponsori usaha keagamaan duniawi, menyokong bidat yang membuat gereja menderita sepanjang zaman.
• Penguasa kerajaan angkasa, meunjuk kepada pengaruhnya atas pemerintah-pemerintah dalam dunia ini.

Doraemon - Ending

I love this comics until now. Katanya sihhh sedih bangets... (dari website tetangga)..
Buat para penggemar Doraemon.






want to see more..?download it! just for read :) have fun.

For Children: Toto Chan -Gadis Cilik di Balik jendela

tidak dianjurkan untuk memperbanyak, just read. download

Ibu Guru menganggap Totto chan nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto chan dikeluarkan dari sekolah.

Mama pun mendaftarkan Totto chan ke Tomoe Gakuen. Totto chan girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta yng dijadikan kelas. Ia bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalanan. Mengasyikkan sekali kan? Di Tomoe Gakuen, para murid juga boleh mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang mendahulukan menggambar, ada yang ingin belajar bahasa dulu, pokoknya sesuka mereka.

Operation Getafix: The Book of the Film (Asterix Comic)

Mengenang masa kecil, baca komik mulu... hehe..download
Operation Getafix: The Book of the Film (Asterix Comic)
By Rene Goscinny, Albert Uderzo
* Publisher: Hodder Children's Books
* Number Of Pages: 47
* Publication Date: 1997-10

How To Draw Comic Book

I love To draw, event not too really expert. When I was looking for the topic, I found this at other website. I tag here just for learn.

This book suit for kids 9 years old or under. 19.26MB. download.

Tokoh: Alan Greenspan

tidak disarankan untuk memperbanyak dan menjual. just read.

Alan Greenspan: Sosok di Balik Gejolak Ekonomi Dunia
by: Bob Woodward
2008
download

Sosok di Balik Gejolak Ekonomi Dunia Alan Greenspan kali pertama ditunjuk sebagai Ketua Dewan Gubernur Bank Sentral AS, atau Federal Reserve (The Fed) pada pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Berkat kepiawaian dan keakuratannya dalam membuat kebijakan moneter, Greenspan mempertahankan jabatan ketua Bank Sentral AS hingga empat kali periode, tanpa terpengaruh presiden AS yang terus berganti. Catatan prestasi Greenspan yang menonjol antara lain keberhasilannya menangani krisis pasar saham Black Monday, meledaknya bisnis internet dot.com, gelembung pasar saham bulan Maret 2000, dan resesi akhir tahun 2000, tahun 2002, dan peristiwa-peristiwa pasar terkini. Analisis yang tajam dan akurat dalam kebijakan moneter, membuat setiap langkahnya diperhitungkan dan ditunggu-tunggu semua pihak. Hingga ada joke di kalangan pasar dunia, suara batuk Greenspan saja bisa memengaruhi gejolak ekonomi dunia. Sejak Greenspan menjabat ketua Bank Sentral AS, setiap pengumumannya selalu diliput media cetak dan elektronik. Bahkan stasiun televisi menyiarkan langsung detik-detik pengumuman kebijakannya—persis seperti peluncuran pesawat antariksa, di layar televisi terlihat hitungan mundur jam, detik demi detik, hingga tiba saatnya pengumumannya. Buku ini mengupas tuntas liku-liku dan sepak terjang Alan Greenspan menjadi ketua Bank Sentral AS. Bagaimana konflik dan intrik pembuatan keputusan Bank Sentral AS? Bagaimana pemikiran Greenspan? Syahdan, sebagai bangsa yang bijak, seharusnya para ekonom Indonesia bisa belajar banyak dari sosok Alan Greenspan dalam mengeluarkan kita dari krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. ***

"Jika Anda ingin tahu siapa salah seorang yang membuat ekonomi dunia berguncang, baca buku ini." —The New York Times

"Greenspan bak maestro di sebuah pertunjukan orkestra…piawai dan tepat." —The Washington Post

Books about: Leadership And Mentoring

Beberapa buku tentang kepemimpinan dan Mentoring:

The 17 Indisputable Laws of Team Work Work Book
by: John C Maxwell
download it!

The 17 Indisputable Laws of Teamwork has quickly become one of John Maxwell's bestselling books on leadership. Now, in this companion workbook, Dr. Maxwell provides a tool every person can use to adapt the 17 Laws to leadership at home, work, and church.


The Naked Mentor: One Man's Journey... One Man's Journal
By Donald M. Carmont
Download

Crowns mentors with the honour they deeply deserve. -Dennis O'Neill Marked by humanity, insight, transparency, and appealing frankness. -Dr. Thomas Fudge Interesting easy read and compelling guide to a meaningful life. -Kenneth Hooper Not only for "professional mentors" but everyone involved with people. -Wayne Shaw Challenges you to remove "facades" and engage in self-examination. -Brian Usher Compelling, articulate, and insightful. I couldn't put it down. -Keith Parks Demonstrates that few mistakes are final; the difference is how we react. -Ed Wickens Candidly confronts the raw reality of failures and successes. -John Kennington Engaging, heartbreaking, genuinely uplifting book, full of hard-won insight. -Dr. Kenneth Jacobsen Challenges us to assess life as mentoring moments providing avenues to growth. -Dr. Shayne Tracy Compels us to share his life experiences and to use those lessons to grow as mentors. -Mark MacLeod. Dr. Donald Carmont brings to his mentoring and leadership consulting practice an expertise in people skills gained from more than thirty years of leadership, teaching, training, writing and speaking to hundreds of thousands of people in nearly thirty countries. More than 10,000 organizations have had employees in attendance at seminars that Don has conducted in conferences, classrooms, and on-site for organizations throughout North America, the UK and Asia. Previous to establishing his training practice, Don was a church leader, pastoring churches from Atlantic to Pacific, conducting radio and television broadcasts, and travelling the world as a conference speaker.


78 Important Questions Every Leader Should Ask and Answer
By Chris Clarke-Epstein
download

Great leaders have many talents, but one critical skill -- often unrecognized -- is the ability to ask and answer questions. This unique book offers 78 questions that leaders at all levels need to ask and answer both inside and outside the organization.

Leaders who master this question-response technique will gain much useful information about what is really going on in their businesses, as well as the admiration of employees, customers, and others with whom they interact.

The questions and answers cover a range of common and uncommon situations, including: the need to connect employees' efforts to company goals; layoffs, business downturns, and mergers; personal crises of employees; coaching and mentoring sessions; and customer retention. The book even includes advice on answering questions when the answer is "I don't know" or "I can't tell you." With worksheets in each chapter, it prepares leaders to ask important questions of:

* Customers ("Why do you do business with our competition?") * Employees ("What's a recent management decision you didn't understand?") * And even themselves ("What do I want to be remembered for?")


Trainers Tool Kit
By Cy Charney, Kathy Conway
download it


Comprehensive and user-friendly, The Trainer's Tool Kit has long been a valued guide for trainers and managers in need of a quick refresher. Completely updated with hundreds of ready-to-use techniques, The Trainer's Tool Kit provides valuable nuggets of here's-how-to-do-it information on training topics including:* the principles of learning * budgeting for training * when to use case studies * handling difficult learners * ice breakers * facilitation tips * flipchart do's and don'ts * learning contracts * overcoming resistance * rewards and recognitionIn addition to all the practical information included in the first edition, the book is now even easier to use. Updated material includes expanded coverage of retention programs such as mentoring and career and succession planning. Taking a fresh look at a broad range of ideas, The Trainer's Tool Kit shows how to achieve significant performance improvements through effective training in the current work environment.


The Great Ones: The Transformative Power of a Mentor
By Ridgely Goldsborough
download

A business fable on the power of mentors and essential keys to success in business, life, and relationships

When it comes to personal and professional success, few relationships prove more vital and powerful than that of mentor and student. Unfortunately, most of us seldom gain access to a thoughtful mentor who can help guide us to success in whatever we do. In the format of a business fable, The Great Ones reveals the importance of mentors and the pivotal difference a great mentor can have on one’s life.

This parable follows a wise old man as he shares his pearls of wisdom with a young boy about to go out into the world on his own. Through these poignant and sometimes painful lessons, the boy learns to navigate life’s minefields, develop sound judgment, apply the law of accumulation, cement the value of giving your all, assess risk and reward, and much more. In the end, he unlocks the treasures within that we all need to become a “Great One”.

• A business fable that teaches critical and needed skills for life-long success in business
• Reveals the ageless power of the mentor/student relationship
• Perfect for anyone seeking to succeed in their chosen field who can benefit from a personal mentor
• A classic guide for novice and veteran entrepreneurs looking to get to the next level

Life—and business—wrought with endless ups and downs, calls out for the wisdom of a dedicated mentor and friend to help you get through them successfully. The Great Ones acts as the perfect success guide for anyone on the path to business achievement.

Who Wrote the Bible? (2nd Edition)

Gw lagi nyari-nyari bahan, nyasar di sebuah website dimana gw bs download buku ini. Jika tertarik silahkan download, buku berbahasa Inggris. hanya 8,46MB saja.
download it!

by: Richard Elliott Friedman

"It is a strange fact that we have never known with certainty who produced the book that has played such a central role in our civilization," writes Friedman, a foremost Bible scholar. From this point he begins an investigation and analysis that reads as compellingly as a good detective story. Focusing on the central books of the Old Testament--Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, and Deuteronomy--he draws upon biblical and archaeological evidence to make a convincing argument for the identities of their authors. In the process he paints a vivid picture of the world of the Bible--its politics, history, and personalities. The result is a marvel of scholarship that sheds a new and enriching light on our understanding of the Bible as literature, history, and sacred text.

Angles & Demons - Malaikat & iblis

Sebenernya gw ga terlalu suka buku ini, tapi penasaran juga. Bagi yg masih penasaran dan blm baca.. silahkan download hanya untuk dibaca bukan dijual ya. Dapet dari website tetangga. Angels & Demons - Malaikat & Iblis, by Dan Brown. 2,8MB saja

Publisher : Serambi
ISBN : 9790241534
Publication Date : February 2005
Page : 692
Language : Bahasa Indonesia

Sinopsis
Robert Langdon, simbologis Harvard tersohor, tidak pernah menyangka kalau satu hari dalam hidupnya akan dipenuhi oleh terlalu banyak kejutan. Kalau hanya melihat ambigram yang bertuliskan nama kelompok persaudaraan Illuminati, mungkin itu bukan masalah besar. Tapi melihatnya tercap di dada lima lelaki yang terbunuh pada hari yang sama?

Jauh sebelum memecahkan Kode Da Vinci, Robert Langdon diminta oleh sebuah institusi penelitian di Swiss untuk menganalisis simbol penuh teka-teki yang tercap di dada seorang ahli fisika yang tewas terbunuh. Apa yang ditemukannya sungguh di luar dugaan: dendam mematikan terhadap Gereja Katolik dari sebuah persaudaraan kuno yang sudah berlangsung selama berabad-abad—Illuminati. Terdorong untuk menyelamatkan Vatikan dari bom waktu yang berdaya ledak besar, Langdon membantu pasukan penjaga paling setia di dunia bersama dengan seorang ilmuwan misterius nan cantik bernama Vittoria Vetra. Berdua, mereka memulai perburuan yang menyeramkan ke ruang-ruang bawah tanah yang terkunci rapat, kuburan-kuburan berbahaya, katedral-katedral yang lengang, dan tempat yang paling misterius di dunia ... markas Illuminati yang lama terlupakan.

Ditulis dengan gaya jenaka namun cerdas, Dan Brown membawa kita berpetualang di pusat kebudayaan tertua di Eropa, Roma. Pemahaman kita dibuat terkaget-kaget dengan penyingkapan berbagai rahasia di balik tempat-tempat bersejarah dan karya-karya seni terkenal yang terdapat di sana. Dengan plot cerita yang melingkar-lingkar dan alur yang cepat, Brown sekali lagi berhasil “menyiksa” kita dengan sebuah novel yang sulit dilepaskan begitu kita mulai membacanya!

Tesaurus Bahasa Indonesia

Dapet dari website tetangga. Tidak menganjurkan untuk membajak, hanya untuk bahan belajar saja, jangan dijual!
downlad

Kekayaan kosakata suatu bahasa dapat menjadi indikasi kemajuan peradaban bangsa pemilik bahasa itu karena kosakata merupakan sarana pengungkap ilmu dan teknologi serta seni. Sejalan dengan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu, perkembangan kosakata terus menunjukkan kemajuan. Kemajuan itu makin dipacu oleh perkembangan teknologi informasi yang mampu menerobos batas ruang dan waktu. Dalam perkembangan yang begitu cepat telah tersedia Kamus Bahasa Indonesia yang memuat kosakata bahasa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, kamus itu membantu pengguna bahasa dalam memahami
makna kata. Sebaliknya, pengguna bahasa telah memiliki konsep, tetapi dia tidak menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan konsep itu. Nah, di situlah diperlukan tesaurus. Kini Pusat Bahasa telah mengeluarkan tesaurus bahasa Indonesia yang disusun berdasarkan penelitian dalam berbagai ranah penggunaan bahasa Indonesia. Tesaurus ini menyediakan deret kata yang memiliki makna yang sama atau mendekati kesamaan.

Kumpulan Kisah Inspiratif - Kick Andy

I got this book from other website. I hope you like it, readers.
just 2, 67 MB. Download it, read, and please don't sell it, just for you.

Kick Andy (Bahasa Indonesia)
by Gantyo Koespradono

Publisher: Bentang
Number of Pages: 248
ISBN: 9791227179
Publication Date: 2008
Language: Bahasa Indonesia

Sinopsis
Kick Andy segera merebut hati penonton televisi karena program ini mengangkat berbagai kisah hidup manusia yang kadang sulit dipercaya benar-benar terjadi di sekitar kita. Berbeda dengan program-program televisi lain, yang lebih mengedepankan akal, Kick Andy mengajak kita menonton dengan hati.

Buku ini memuat kumpulan kisah yang ditayangkan di Kick Andy, yang mampu membuat kita termotivasi, terinspirasi, dan mensyukuri hidup yang sudah diberikan Tuhan. Kisah-kisah itu juga membuat kita mampu bangkit dari rasa putus asa dan menatap hidup dengan optimis.

All Things in the Bible - Encyclopedia of The Biblical World - vol ii

Ngumpulin bahan aja, kali-kali gw butuh ntar-ntar.

All Things in the Bible - Encyclopedia of The Biblical World - vol ii

The Bible is the central text of Western civilization, and an understanding of it is vital to the study of world history and culture. In addition, more and more high school students and undergraduates are studying the Bible as literature. Monumental in scope and written especially for high school students and general readers, this encyclopedia surveys the material culture, customs, and beliefs of the biblical world through more than 200 alphabetically arranged entries on the tools, animals, foods, habits, laws, professions, and peoples of the Bible. Included are such entries as:
Afterlife Agriculture Angels Chariots Dogs Embalming Houses Locusts Moloch Proverbs Sacrifice Vineyards War Witchcraft And many more. Each entry provides definitions; scriptural references; etymological, historical, and archaeological information; and, when possible, a discussion of the relevance of the topic to modern readers. The encyclopedia covers the peoples who were a part of biblical life: the Essenes and Pharisees, the scribes and priests, the neighbors and enemies, and the great powers that enslaved them. In addition, it explains many of the major events in Israel's history, the accepted concept of cosmology and weather, and the common understanding of many details from the Creation to Armageddon. Features and Benefits: Includes more than 200 alphabetically arranged entries. Provides numerous illustrations. Entries cite works for further reading. Offers a selected, general bibliography. Contains a variety of finding aids, including lists of entries, cross-references, and a detailed index. Illuminates daily life in biblical times. Supports the literature curriculum by helping students understand the central text of the Western tradition. Supports the history curriculum by using the bible to explore the customs and cultures of the biblical world. Fosters an appreciation for the Judeo-Christian heritage. Assists general readers in learning about the foundations of Judaism, Christianity, and Western civilization.

Additional Resources of Angles

I don't too realy like learn about angles, but if you attracted by the topic about angles, lucifer, this is some e-book in english

Exile of Lucifer (Chronicles of the Host, Book 1) <-- download, in english Lucifer, the Anointed Cherub, whose ministry in heaven is devoted to the worship of the Most High God, has become pessimistic about his prospects in heaven. Ambition inflamed, he looks to the soon-to-be-created Earth as a place where he can see his destiny realized. With a willing crew of equally ambitious angels, Lucifer creates a fifth-column of malcontents under the very throne of God. Hot on their heels, however, is a group of loyalists, led by Michael and Gabriel, who are suspicious of Lucifer's true motives. In detective style fashion they slowly start to unmask the true nature of Lucifer's sordid plot. Chronicles of the Host is a fantastic novel of the beginning of all things. Follow Lucifer's deceptive plans to rule over Earth and his inevitable fall from grace. Lucifer, Kerub Diurapi, yang pelayanan di surga dikhususkan untuk menyembah Allah Yang Maha Tinggi, telah menjadi pesimis tentang prospek di surga. Ambisi meradang, ia melihat ke bumi segera-to-be-dibuat sebagai tempat di mana ia dapat melihat takdirnya menyadari. Dengan kru bersedia malaikat sama-sama ambisius, Lucifer membuat kolom-kelima dari malcontents bawah tahta Allah sendiri. Panas di tumit mereka, bagaimanapun, adalah kelompok loyalis, yang dipimpin oleh Michael dan Gabriel, yang curiga terhadap motif sejati Lucifer. Dalam fashion detektif gaya mereka perlahan-lahan mulai membuka kedok hakikat sebenarnya dari plot kotor Lucifer.

Chronicles of Host adalah sebuah novel fantastis dari awal dari segala sesuatu. Ikuti rencana menipu Lucifer untuk berkuasa atas Bumi dan jatuh tak terelakkan dari rahmat.



Unholy Empire (Chronicles of the Host, Book 2)
<-- download it! in english.

The prophetic clock is ticking. Lucifer and his army of 'imps' search frantically for the prophetic "Seed of the woman". The memory of God's promise that this seed would rise up and crush the serpent's head stirs them to shadowy demonic activity.

Unholy Empire chronicles the duel between God and the fallen angels as both focus their attention on the Seed. The devils watch for any and every sign of the Seed in an all out effort to stop, delay, compromise, or otherwise destroy this impending prophetic nightmare. If they fail they are all doomed.

The second book in the "Chronicles of the Host Series", Unholy Empire uncovers the major themes covering the Seed and the people of covenant as well as Lucifer's all-out war against them. It sheds new light on dramatic encounters between Cain and Abel, Moses and Pharaoh, David and Goliath, and others.

Pertanyaan tentang Malaikat

diterjemahkan dariAsk Minister

Pertanyaan: Setan mampu bolak-balik ke Surga untuk sementara setelah ia diusir dari surga. Apakah 1 / 3 malaikat yang memberontak juga memiliki kekuatan yang untuk sementara waktu atau di mana mereka terkunci ke dunia ini langsung seperti setan sekarang?

Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan Anda, saya ingin memulai dengan hasil jatuhnya Iblis dan orang-orang dengan dia. Ide 1 / 3 berasal dari Wahyu 0:04. Tampaknya ada lima hasil yang ditunjukkan oleh Kitab Suci seperti yang ditampilkan oleh Henry Thiessen dalam "Sistematik Teologi."

1. Mereka semua kehilangan kekudusan asli mereka dan menjadi korup di alam dan kelakuan (Matthew. 10:01, Efesus 6:11;. Wahyu 12:9).
2. Beberapa yang dilemparkan ke neraka (neraka) dan diadakan mereka dalam rantai sampai hari penghakiman (2 Petrus 2:4).
3. Beberapa dari mereka yang dibiarkan bebas dan terlibat dalam oposisi yang pasti untuk karya malaikat yang baik (Wahyu 12:7-9, Daniel 10:12, 13, 20, 21; Yudas 9).
4. Mungkin ada efek pada penciptaan asli (Kejadian 1:1,2)


Mereka akan, dalam satu hari masa depan, akan dilemparkan ke bumi (Wahyu 12:8,9) dan, mengikuti penilaian mereka (1 Korintus 6:3), ke dalam lautan api (Matius 25:41; 2 Petrus 2:4; Yudas 6).


Saya percaya bagian pertama dari pertanyaan Anda adalah mengacu pada kitab Ayub bab satu dan dua. Ingat, Ayub mungkin adalah buku pertama dari Alkitab untuk menulis. Kita menemukan Iblis mampu mendekati Allah dengan tuduhan tentang Ayub. Dalam Wahyu, buku terakhir (Bab 12), kita melihat peran Iblis masih terus berlangsung. Karena kita berada di tengah-tengah rangkaian ini, tampaknya mungkin bahwa Setan memang memiliki beberapa akses ke surga. Alkitab juga menunjukkan malaikat baik dan malaikat jahat dalam konflik. Ini mungkin juga, setidaknya sebagian, yang terjadi di surga.


Untuk menjawab pertanyaan Anda secara khusus, Alkitab menunjukkan sebagian dari 1 / 3 malaikat yang jatuh memiliki setidaknya akses terbatas ke surga dengan tujuan mengganggu hubungan Allah dengan makhluk-Nya ditebus. Disarankan terus mendapatkan buku teologi (seperti yang disebutkan) dan mencari bagian di angelologi.

Rabu, 19 Januari 2011

Asal...

Asal...

When I was take a bath, I think about why people who has receive life from God, they cannot reach bless that God has prepared?? Kenapa banyak orang yang ngakunya percaya Tuhan Yesus dan mereka dipenuhi Roh Kudus, tetapi hidupnya biasa-biasa saja. Seharus the dinamyte inside explode. Orang yang mengaku beriman kepada Kristus harusnya menjadi orang yang luar biasa, hidupnya berubah, ekonominya berubah, terlebih lagi pikirannya berubah.

Saya percaya bahwa iman harus menyentuh nalar seseorang. If you’re not believe, well... it’s not my problem that’s yours. Iman dihasilkan ketika kita mendengar dan mendengar Firman Kristus. Mendengar yang dimaksud adalah mendengar yang mendapatkan pengetahuan dan menghasilkan pengertian. Ketika seseorang mendapat pengertian, nalarnya berkata untuk melakuknnya, itulah tindakan iman. Iman bukanlah iman sampai ia dilakukan.

So... berdasarkan pengertian saya ini, ga salah dunks klo saya berpikir bahwa orang yang menerima Yesus, berarti menerima hidup (zoe). “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup (zoe), dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. Zoe artinya hidup kekal setelah kematian, living soul, hidup di bumi yang penuh arti, hidup yang penuh berkat, hidup yang memberi keharuman kepada orang lain.

Dan tidak sedikit orang yang telah menerima “hidup” itu tetapi tidak mengalami kehidupan yang benar-benar hidup. Hidup tanpa semangat, seperti hidup yang sudah mati. Hidup tanpa tujuan, berarti tidak menghidupi hidupnya sendiri, tak dapat menghargai hidupnya yang sekarang sudah hidup.

Seolah saya terlalu pede bertanya kepada Tuhan, “what’s wrong?”. And suddenly, it’s like something blows in my mind “karena tertutup oleh sesuatu atau.. terhalangi oleh orang lain... diambil oleh si jahat”. Ketika tujuan kita dihalangi oleh ‘sesuatu’, mungkin hanya terlihat ujung puncaknya saja, tetapi kita sudah kehilangan semangat untuk meraihnya, dan mengatakan “ah... sudah pergi harapanku”. Dengan sadar passion kita dihalangi oleh orang lain, dan kita seakan tidak dapat bergerak lagi. Dan dalam kekalutan hidup kita, kita lupa berjaga-jaga dan berkat itu pun diambil oleh si jahat. How terrible life??

Saya teringat kepada perempuan yang telah pendarahan selama dua belas tahun. Telah menghabiskan hartanya untuk berobat tetapi tidaklah sembuh. Ntah karena Yesus sudah sangat terkenal dengan segala aksi penyembuhan mujizat yang dilakukanNya, dan perempuan ini medengar dan percaya kepada Yesus dan timbul imannya. Atau karena perempuan ini diinjili secara khusus atau ia sudah mempunyai kebiasaan dari masa mudanya untuk mengenal kitab suci, alkitab berkata “asal kujamah saja ujung jubahNya, aku akan sembuh”. Inilah iman, punya tujuan dan usaha untuk mendapatkannya.

Apakah saat perempuan ini ingin bertemu Yesus, murid-murid bersikap ramah padanya? Apakah rombongan yang berdesakan menyediakan jalan dan mempersilahkan dia untuk bertemu Yesus? Pandangannya saja tidaklah lagi jelas kepada Yesus, tetapi telinganya masih bisa mendengar Yesus, indera hidungnya memastikan bahwa Yesus ada di sana. Dan hatinya percaya. Tujuannya memang dikaburkan oleh situasi namun Firman Tuhan yang ada di hatinya sedang bergelora. “asal kujamah..”

Asal hanya ‘ujung’ dari tujuan itu masih terlihat, jangan berhenti. Asal hanya ‘suara’ tujuan masih terdengar sayup-sayup, jangan berhenti. Asal hanya ‘bau’ kemenangan itu masih ada, jangan berhenti. Asal hanya dapat merasakan ‘rasa’nya hari ini, jangan berhenti. Asal hanya Firman Tuhan di hati kita saja yang masih berkobar, jangan pernah berhenti. Step on... Step on.. keep going. Rise Up Young Generation!!

Mungkin saat kita datang ke gereja, pengerja tidak ramah kepada kita, pelayan Tuhan tidak menoleh atau menyalam tangan kita, mungkin greater dan usher tidak menanyakan kabar kita, padahal kondisi kita sangat butuh sentuhan kasih. Mungkin kita merasa yang paling terpuruk, merasa di lubang yang paling sempit. Seperti tidak ada lagi pengharapan. Heyy.... ‘Hidup’ yang pernah kita terima dari Tuhan tidak akan pernah di ambilNya kembali, jangan pernah serahkan itu kepada si jahat. Tetap pelihara Firman Tuhan di hati, jangan biarkan padam. Asal Firman Tuhan itu masih ada, jangan pernah berhenti.

“So submit to God. But resist the devil and he will flee from you”. Tunduklah kepada Allah, tetapi bertahan terhadap iblis dan ia pun akan lari dari padamu. Jangan membuang waktu untuk iblis. Sibukkan diri untuk taat kepada Tuhan. In faith we can say with Jesus I can do.








*) Dear Reader thanks to visit my blog. I don’t want to judge you, actually I am encouraging myself and say some Word into my spirit. Thanks to Dian, you sent me that I need, “Allah menyelamatkan seseorang, memenuhinya dengan Roh Kudus, dan kemudian berkata ‘kini kerjakan keselamatan itu dlm hidupmu dan setialah kepadaKu walaupun segala sesuatu di sekitarmu menyebabkan engkau menjadi tidak setia’”. And thanks to Ps Sonny for sent me Message Today: “My friends, buluh yang terkulai takkan dibiarkanNya. Sumbu yang mengecil tidak dipadamkanNya. Itulah hebatnya Tuhan kalau tetap berharap padaNya. Apapun situasi anda, sesulit apapun hidupmu dan seberat apapun pergumulanmu, anda dapat melewatinya. Kembalilah kepadaNya sebab anda tidak sendiri. With Jesus, I can do! Amin”. Thanks to other friends that I coudn’t say name by name. You all dare used by God, just for me. It’s very matter for me. Honestly thak you.

Senin, 17 Januari 2011

Bayar Harga

Di kalangan kaum rohaniawan, sudah dapat menebak isi sebuah artikel tentang “bayar harga”. Dalam benak pembaca pasti memikirkan tentang Yesus yang membayar lunas dosa kita. That’s right, benar sekali, tidak perlu dibantah ataupun penyelidikan jelimet yang sudah tau ujungnya. Di kalangan kaum usahawan dan profesional juga sudah menebak, “no pain no gain”. Di kalangan anak muda yang hobi dengan kisah percintaan, romansa di bangku sekolah, kaum puitisme menggambarkan sebuah cinta dengan “cinta selalu butuh pengorbanan”. That’s good for all.

Kali ini penulis lagi kapok dengan bahasa yang terlalu jelimet. Penulis hanya ingin mengambil poin yang sederhana. “Kenapa harus bayar harga?”. Secara sederhana kita menemuinya di warteg depan kampus. Anak-anak gaul nan mentereng sebuah university bergenggsi tidak segan-segan masuk ke sebuah warteg di depan kampus dan makan di situ. Setelah makan, mereka harus membayar harga berdasarkan apa yang mereka makan. Tentu saja harganya tak semahal ketika mereka makan di food court kampus ataupun di mall sebelah kampus.

-000-

Kalau seorang dari kalian mau membangun sebuah menara, tentu ia akan duduk menghitung dahulu biayanya supaya ia tahu apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan menara itu atau tidak. (Luk 14:28, terj IBIS)

Seorang teman yang idealis berkata kepada seorang teman lain yang akan memutuskan hubungan dengan pacarnya, “bro, untuk dapat yang terbaik harus bayar harga”. Pernyataan ini tidak salah, tetapi pengidentifikasiannya yang bisa saja keliru. Adakah kita mengidentifikasikan apa yang harus kita bayar, mengapa harus dibayar, selayak apakah yang akan kita bayar sehingga harus kita bayar dengan harga yang tinggi?

Sebelum kita membuat suatu keputusan, ada baiknya kita membandingkan value dari setiap keputusan itu. Sering kita berdoa dan tiba-tiba seperti tersedia jawaban doa yang banyak sehingga kita harus memilih. Terlepas dari ada oknum lain (yang bukan Tuhan) yang menyamarkan jawaban aslinya. Terlepas juga dari apakah harus pakai iman ataupun tidak. Intinya kita harus memilih dan memutuskan sesuatu. Di dalam memilih dua atau tiga hal yang harus kita jalani ini, kita harus membuat nilai ‘layak’nya masing-masing. Seperti acara True Beauty yang ditayangkan di salah satu saluran tv kabel, para juri harus menentukan kriteria pemenang berdasarkan nilai-nilai kelayakan yang telah mereka tentukan. Tanpa diketahui peserta, para juri memberikan nilai tertinggi pada inner beauty, dan untuk performa diberikan nilai yang lebih rendah. Jika masih ada imbangan, maka diambil kriteria lain yang harus dinilai. Misalnya bagaimana nilai dari kepeduliannya? Bagaimana kejujurannya?


“Jangan pernah mau membayar harga atas apa yang tidak layak untuk dibayar”.

Jika seorang ingin membangun menara, harus ada catatan anggarannya, waktu pelaksanaan dan selesainya, dan siapa orang-orang incharge dalam mengerjakannya. Catatan anggaran biaya adalah untuk membeli peralatan, perlengkapan yang dibutuhkan, dan upah pekerja dalam mengerjakannya sehingga dapat selesai tepat waktu. Jika tidak dianggarkan dan segera dibeli, bisa saja terjadi resesi ekonomi, dan harga menjadi naik, sehingga tidak sanggup untuk melanjutkan pembangunan. Penundaan suatu pekerjaan juga berarti biaya. Salah perhitungan juga akan menimbulkan biaya baru. Oleh sebab itu perlu suatu perencanaan tertulis yang matang dan jelas.

Seorang raja yang akan berperang juga perlu pertimbangan untuk mengirim berapa banyak pasukan yang harus dikirim untuk mencapai kemenangan. Seorang ibu yang akan berbelanja akan lebih hemat jika menuliskan lebih dahulu daftar belanja yang akan dibelanjakan.

Alkitab menuliskan jika ingin membangun menara, duduk dahulu untuk membuat anggaran biayanya. Dalam hidup kita sehari-hari, ada banyak hal yang harus kita pertimbangkan sebelum kita kerjakan. Jika sudah tau ‘harganya terlalu besar’ untuk menikah dengan orang di luar Kristus, kenapa harus dimulai? Leave her/ him! Harganya bisa kehilangan Kristus. Jika sudah tau si dia sudah milik orang lain, kenapa rela keluar masuk 40 toko hanya untuk membeli sebuah sapu tangannya. Jika sudah tau anak yang tidak dididik akan mendukakan ibunya, mengapa tidak segera mendidik anak itu sejak dini?

Pada kenyataannya umumnya, kaum yang memuliakan logika lebih suka diperbudak perasaan daripada menuruti konsep logika itu sendiri. Logikanya ketika seseorang menyetir mobil, ada yang menyalibnya, tidak perlu sampai bertengkar, tetapi kebanyakan kaum pria memilih untuk membentak bahkan adu fisik. Tak sadar ia harus membayar harga kekesalan itu dengan jiwanya. Padahal logikanya mengampuni saja sudah cukup, perkara selesai.

Seringkali kita membayar harga yang seharusnya tidak harus kita bayar. Sering karena kebodohan-kebodohan yang sepele saja. Seorang anak yang terlambat datang ke sekolah harus membayarnya dengan menerima hukuman, jika ia tidak terlambat, ia tidak harus menerima hukuman. Seorang yang meletakkan barang-barang dengan sembarangan akan membayar waktu untuk mencari barang-barang tersebut. Seorang yang tidak membuat perencanaan akan membayar lebih banyak dari yang seharusnya.

Bergaul dengan orang yang salah juga dapat membawa seseorang harus membayar harganya. Seseorang menasehatkan “Hati-hatilah bergaul dengan orang yang berorientasi masa lalu dan kelemahan atau kekurangan orang lain, sebab rohmu akan terkotori oleh sikap mereka yang sering mendakwa seperti iblis dan menghakimi serta menganggap diri lebih baik....”. Seringkali tenaga kita terkuras karena seorang teman kerja yang negatif dalam perkataannya. Jangankan untuk bergaul, bersentuhan sebentar saja akan membuat hari kita sedemikian buruk. Tetapi alangkah repotnya jika orang seperti ini adalah bagian dari keluarga kita atau orang yang paling dekat dengan kita, atau pasangan hidup kita. Maka kita harus bersiap-siap untuk membayarnya dengan seluruh hidup kita.


Ada pepatah yang mengatakan “pernikahan akan membawa kita lebih dekat dengan surga atau dengan neraka”

So, seharusnya kita membayar apa yang ‘kita makan’ saja. Kita tidak harus membayar hal-hal yang tidak kita layak untuk kita bayar. Sebelum kita memutuskan sesuatu pertimbangkanlah nilainya apakah sesuai dengan yang harus kita bayarkan. Jangan sampai kita membayar kelebihan biaya yang seharusnya tidak ada.

Dan sekarang, dapatkah kita bayangkan seberapa worthed kah kita untuk digantikan dengan Anak Tunggal Bapa, Yesus Kristus? Kenapa Bapa rela mengorbankan Yesus hanya untuk mendapatkan kita? Kita, orang percaya, Israel kesayangan-Nya, His special possession. Tidakkah kita dapat berpikir bahwa kita sangat berharga bagi-Nya? BagiNya kita sangat worth untuk didapatkan kembali, sekalipun dengan mengorbankan Anak-Nya yang dikasihi-Nya, Yesus Kristus, untuk kita. Maukah kita menghargai pengorbanan Anak-Nya, hanya untuk mempertemukan kita kembali dengan Bapa?

Tuhan Yesus telah memberikan kita anugerah terbesar kepada kita, yaitu hidup. Hidup yang kekal di surga dan hidup yang penuh berkat di bumi. Hidup kita bukan hanya soal selamat atau tidak selamat, dosa atau tidak dosa, tetapi Tuhan mengajar kita untuk menjadi orang yang yang bijak. Marilah kita hidup di dalam anugerah-Nya. Apapun yang dilakukan orang terhadap kita, tidak mengubah anugerah Tuhan kepada kita. Hanya saja orang yang berkata negatif dan orang yang berorientasi masa lampau dapat mengubah persepsi kita, cara pandang kita terhadap nilai anugerah itu sehingga dapat membuat kita menjauh dari anugerah Tuhan itu. Masa depan ada di tangan Tuhan, bukan di tangan orang-orang yang selalu mengingatkan masa lampau (quot). Janganlah sampai kita membayar harga terhadap waktu-waktu yang hilang, yang seharusnya kita nikmati dalam hidup penuh berkat.

Sabtu, 15 Januari 2011

Was Inspired by the topic

Depend on my involvement in one topic discussion...
I think this topic was inspired me to learn it more. the topic is about leadership.
began from we talked about organization, what it is and bla..bla..bla... In the end of the topic we talked (I think...) about leadership. I like this topic very much.

About leadership, I don't no much. But I write some that I know. I think in 2010 I had learn bout leading self and leading down. Yes, off course not only write that topic but it happen in my real life. I'm a doer, right :D

In that discussion, one of us mention one name writer of christian leadership. So I search who is Ps Frank Damazio? hmm.... I got some of his writings, not far from leadership. I got this The Set Man Model. I like it.

Ohh.. no, I just remember tommorow is sunday.

Jumat, 14 Januari 2011

Pemimpin dan Etika Kristen

Mnrt Dr.J.Verkuyl, 1956, ("Etika Kristen", terj. Sugiarto, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2007, Jilid 1, cetakan ke-21), hal 17: "Etika itu termasuk dogmatika".

Berarti etika kristen masing-masing dogma berbeda, yang artinya juga etika kristen tiap organisasi gereja itu berbeda. Dan jika lebih dikhususkan lagi, etika tiap gereja walaupun dari organisasi yg sama, tetap berbeda. Di sini juga menunjukkan ada ruang gerak bagi para pemimpin gereja lokal untuk menentukan 'nasib' anggotanya. Tanggung jawab tidak diserahkan total kepada pemimpin organisasi gereja, tetapi masing2 pemimpin gereja lokal mempunyai tanggung jawab thd anggota jemaatnya. Pemimpin gereja lokal juga dapat menentukan peraturan-peraturan lokal menjadi etika kristen lokal sebagai pertanggungjawaban pribadinya kepada Tuhan.

Berarti juga anggota jemaat berlindung di bawah payung otoritas penggembalaan. Pemimpin bertanggung jawab atas nyawa anggotanya. (Ibr 13:17).

Domba biasanya mengikuti suara gembalanya, krn hanya suara gembalanya yg dikenalnya. (Yoh 10:26-27). Domba akan tersesat ketika tidak mendengar suara gembalanya. (Atau mgkn gembalanya sedang tdk bersuara ataupun mengayunkan tongkat dan gadanya).

Mnrt John C Maxwell, Maret 2008 ("ETIKA yg perlu diketahui setiap Pemimpin", Libri, Jakarta), hal 5: "Banyak Orang percaya bahwa merangkul etika akan membatasi berbagai pilihan dan kesempatan..". Demikian juga para pemimpin dibatasi oleh sistem dogma yg digemakannya.

Etika kristen sendiri dibentuk para pemimpin gereja dalam suatu organisasi, untuk mengatur (memanajemenkan) urusan perilaku antar anggota, termasuk prilaku para pemimpin. Etika kristen adalah salah satu tools untuk membantu para pemimpin dalam proses kepemimpinannya.

Etika kristen diambil dari alkitab. Namun etika kristen tidak dapat disejajarkan dengan alkitab. Etika kristen itu berdasarkan ayat-ayat alkitab yg ditafsirkan oleh bapa gereja menjadi pedoman untuk menjalankan hidup. Seringkali orang menyebutnya dengan "alkitabiah".

JC Maxwell juga menuliskan (ibid, hal 12) bahwa Etika + kompetensi = faktor kemenangan. Bermain di batas2 Etika tdk akan bertahan utk jangka panjang. Orang yg bersikap etis lah yg akan semakin gemilang. Jalan hidup orang benar akan semakin terang (Amsal 4:18)

Pemimpin sendiri mempunyai dua fungsi utama managing dan leading. Tugas managing diserahkan kepada etika kristen. Artinya pemimpin sendiri bersedia diatur oleh aturan yg telah disetujui atau dibuatnya sendiri. Pemimpin membagi area kerja dan melatih pemimpin2 baru utk membantunya. Tugas leading langsung dipegang oleh pemimpin. Tugas leading adalah berkompetensi. Kompetensi sendiri berkaitan dengan strategi-strategi. Jika para pemimpin mampu berkompetensi di payung etis, maka faktor keberhasilan akan dikalikan kepada kasih karunia Tuhan yg dianugerahkan kepadanya. Tanpa perilaku etis (pembentukan karakter), karunia saja tidak akan mempertahankannya di puncak sukses. Karunia Tuhan memang membuat seseorang melambung tinggi, namun perilaku etisnya yg dilihat orang, yg membuat dia bertahan di puncak sukses, bahkan lebih tinggi lagi.

Maxwell sendiri tidak memisahkan bagian-bagian etis itu (ibid, hal xi): "Jika ingin menjadi etis, Anda harus hidup dengan satu etika untuk setiap aspek kehidupan Anda".

Jadi etika kristen itu akan menjadi pagar bagi prinsip-prinsip kehidupan kita. Jika etika kristen termasuk dogmatika, maka dogma yg kita percayai itu atau yg kita anut itu akan menjadi pagar dalam kita melakukan segala sesuatu, dalam kita memutuskan segala sesuatu.

Jika kita melihat fungsi kita sebagai orang kristen adalah sebagai garam dan terang dunia, maka etika kristen adalah fungsi sebagai garam dunia. Kata "dunia" di sini menunjukkan suatu region, bagian kecil dari keseluruhan, berarti komunitas tertentu saja. Artinya etika kristen adalah aturan untuk ke dalam saja, bukan untuk orang di luar 'komunitas'. Hanya menjadi hakim utk 'komunitas' saja, bkn org yg di luar 'komunitas'. Berarti di sini pemimpin membangun komunitasnya sendiri, memanajemenkannya agar setiap anggota dapat berfungsi dengan baik. Setiap orang seharusnya dapat membuktikan 'rasa'nya, atau 'keasinannya'.

Berbeda dengan fungsi "terang dunia". Kata "dunia" di sini adalah kosmos, yg mencakup banyak region dan bagian2 lain lagi. Di sini tidak berlaku sebagai aturan tetapi show off. Kompetensi yg mengandung penguraian strategi menjadi tindakan nyata supaya dilihat orang. "Supaya orang lain melihat perbuatanmu yg baik (kalos=excellence) dan memuliakan Bapamu yg di sorga". Fungsi leading di sini, pemimpin mengarahkan anggotanya untuk berbuat yang terbaik.

Di zaman demokrasi ini, para anggota berhak menuntut kinerja pemimpinnya. Itulah sebabnya penting bagi pemimpin untuk menjadi "surat Kristus" yg dpt dibaca oleh semua orang (2Kor 3:2-3). Atas asumsi terhadap kesalahan pemimpin, anggota menjadi auditor yg siap menyeret para pemimpin ke pengadilan. Dalam koridor etis tindakan mereka masih dapat dimaklumi, namun jika melebih dari pagar etis, anggota telah menjadi pemberontak yg siap menyingkirkan pemimpin bahkan menggantikannya.

Ada baiknya dalam managing para pemimpin mempunyai data tertulis. Jangan takut membuat perencanaan. Daud dalam membantu mendirikan bait Allah telah menuliskan rencananya dan menyerahkan rencana yg dipikirkannya itu kpd Salomo anaknya untuk mendirikan bait Allah itu (1Taw 28:11-12). Perencanaan yg telah dibuat Daud berdasarkan petunjuk tentang segala pelaksanaan. (1Taw 28:19). Di sini kita dpt melihat bahwa Tuhan memberitahukan bagaimana pelaksanaannya kepada Daud, dan Daud menuliskannya dalam bentuk perencanaan detail. Sebelum Daud meninggal, ia telah membuat sangat banyak persediaan utk Salomo membangun Bait Tuhan (1Taw 22:5).

Ada bagian Tuhan, dan ada bagian pertanggung jawaban Daud. Daud telah melakukan pertanggungjawaban atas apa yg diilhamkan kepadanya. Sama seperti Paulus yg Tuhan pakai berdasarkan berdasarkan hikmatnya. Karya tulisnya masih digemakan dan masih diselidiki oleh theolog kristen maupun non kristen.
2Pet 3:15 Paulus telah menulis berdasarkan hikmat yg dikaruniakan kepadanya.

Tuntutan kepada para pemimpin adalah berdasarkan apa yg ada di tangannya, berdasarkan apa yg Tuhan taruhkan kepadanya, berdasarkan talenta yg Tuhan titipkan utk dikembangkan.

Tipe kepemimpinan tidaklah selalu sama. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yg mampu mengeksplor kekuatan para anggotanya. Kekuatan itulah yg akan menjadi kekhasan suatu komunitas. Pemimpinlah yg seharusnya "membaringkan anggotanya ke rumput hijau", bukan sebaliknya. Kebanyakan pemimpin masa lalu memimpin dengan otoriter. Pemimpin hanya mampu menggerakkan generasinya untuk membaringkannya ke egonya yg hijau. Akibatnya komunitas hanya 'terlihat' berhasil namun pada hakekatnya memunculkan pemberontak-pemberontak yg menghancurkan komunitasnya. Pemberontak di sini tidak selalu bernada negatif, namun mereka adalah orang yg gerah melihat pemimpin yg tidak etis.

Pemimpin yg tidak etis membuat anggota menjadi tidak berfungsi dan fungsi sebagai garam dan terang tak digemakan lagi. Seharusnya anggota tidak dapat menggunakan etika kristen untuk menghakimi pemimpinnya. Pemimpin di atas pemimpin tersebut dan etika kristen lah yg dapat menghakimi pemimpin itu.

Tuhan telah memberikan otoritas kepada pemimpin dan pemimpin harus bertanggung jawab thd nyawa anggotanya. Oleh sebab itu, apapun tipe pemimpin kita marilah kita patuh kepada mereka, karena kita berada di bawah payung otoritas mereka.

Kita adalah calon pemimpin. Jika kita sudah berhasil digembalakan/ dipimpin maka kita juga layak untuk menjadi pemimpin. Persiapkanlah dirimu menjadi pemimpin, jika sudah waktunya nanti, kita sudah benar-benar siap untuk menjadi kepala dan bukan ekor.

Rabu, 12 Januari 2011

Hear God's voice

I just wondering why people hope hear God voice only when they pray?? If they believe God is Immanuel, it's mean God can and want speak to us whenever everytime He wants or everytime we come to Him and ask something.

I just wondering why people loves something look supranatural and not normal? I think God want to walk normally with us, no barrier no worries and as friend. He is so good.

If you think you only can receive His voice when you pray, I think you do not know about God, about He sent Immanuel to us. I think you never talking to Him freely and normally as Father.

"Why is my language not clear to you? Because you are unable to hear what I say". (John 8:43, NIV).

Rabu, 05 Januari 2011

Di Atas Gunung Tuhan, akan disediakan

Memasuki tahun 2011 ini, semua orang sudah bersiap-siap mewujudkan resolusi yang sudah dibuatnya. Mimpi, harapan dan angan dituliskan di akhir tahun 2010 dan mengumpulkan semangat tuk berkomitmen dalam mewujudkannya, berstrategi dalam mencapainya. That’s sounds good. Seperti status John C Maxwell di salah satu jejaring sosial “A dream is just a dream. A goal is a dream with a plan and a deadline. -Harvey Mackay”.

Namun, sudahkah kita membawa mimpi, harapan dan angan kita itu kepada Tuhan? Bagaimana jika Tuhan memintanya kembali? Bukankah Tuhan yang telah memberikan semuanya itu kepada kita?


-000-

"Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." Kej 22:14

Kej 22:1-14 menceritakan tentang Abraham mempersembahkan Ishak, anaknya yang dikasihinya. Kisah ini menunjukkan betapa iman Abraham yang teruji. Jika kita berani berpikir, bagaimana mungkin Abraham dapat menahan rasa miris selama 3 hari berjalan bersama dengan anaknya yang dikasihinya dan merupakan perjalanan terakhir bagi mereka juga. Bahkan Abraham juga tidak berpikir untuk menanyakan keinginan terakhir Ishak, karena bagi Abraham bahwa Allah sanggup membangkitkan orang sudah mati (Ibr 11:19).

Abraham melakukan ketaatannya kepada Tuhan. Begitu Tuhan berfirman, keesokan harinya Abraham langsung berangkat dari Bersyeba-Filistin ke Yerusalem-Gunung Moria (tempat dimana Salomo akan membangun bait Allah), selama 3 hari atau 50 mil atau 80 km. Bukan hanya Abraham yang melakukan ketaatannya, tetapi Ishak terhadap Abraham juga.

Di sini tidak dituliskan petunjuk umur Ishak, namun ada petunjuk lain, yaitu sebutan anak dipakai kata na’ar, yang berarti young man/ pemuda, seorang yang cukup tua untuk melayani dalam pertempuran atau sebagai kekuatan pribadi. Ada ahli yang memperkirakan umur Ishak saat itu antara 16 sd 25 tahun, ada yang memperkirakan usia Ishak 15 sd 36 tahun. Mari kita lihat, ketika Ishak lahir, Abraham berumur 100 tahun, Sara berumur 91 tahun, Ismail sedikitnya berusia 16 tahun. Menurut tradisi anak yang disapih berumur 2-5 tahun tergantung daerah. Sebelumnya di Kej 17:25 ketika Ismael dan Abraham disunat Ismael berumur 13 tahun, Abraham berumur 99 tahun. Pada usia 16 tahun pun Ismael masih dapat diletakkan di bahu ibunya (Kej 21:14). Berbeda dengan Ishak yang sudah dapat memikul kayu di atas bahunya, dan berkomunikasi secara dewasa kepada Abraham, yang menyatakan Ishak sudah cukup dewasa, mungkin di usia penghujung remajanya. Setelah cerita pengorbanan Ishak, alkitab mencatat perihal tentang kematian ibunya, Sara, pada usia 127 tahun, yang menunjukkan usia Ishak 36 tahun. So... bisa saja diperkirakan usia Ishak pada saat itu antara 20 sd 36 tahun.


Kenapa Ishak taat? Bukankah sudah seharusnya ia taat kepada Abraham sebagai orang tuanya?

Mari kita memperhatikan Ef 6:1 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.” Ini adalah perintah untuk anak-anak. Anak-anak (belum dewasa) lah yang wajib taat. Tetapi Ef 6:2 “Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting”. Ini adalah perintah untuk semua orang, bukan hanya anak (belum dewasa). Seorang anak (yang mana di dalam hukum pemerintahan Indonesia usia seorang anak dari 0-20 tahun) haruslah taat kepada orang tua, tetapi seorang yang dewasa tidak harus taat tetapi wajib hormat kepada orang tua.

Peraturan-peraturan ini sangat berguna untuk seorang anak (sudah berusia dewasa) yang akan membentuk keluarga sendiri, dimana seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya untuk bersatu degan istrinya (Kej 2:24). Jadi seorang anak (dewasa, apalagi yang sudah menikah) tidaklah lagi harus taat kepada ayah dan ibunya, tetapi mereka haruslah tetap menghormati ayah dan ibunya itu. Keputusan keluarga baru ini bukan lagi di tangan ayah dan ibunya, namun mereka berdua harus mengambil keputusan sendiri. Keputusan orang tua harus tetap dihormati namun tidak harus ditaati.

Berdasarkan umur, Ishak bukan lah usia anak lagi. Adalah keputusan pribadinya untuk taat atau tidak. Demikian juga Yesus, yang mendedikasikan diriNya taat sampai mati dikayu salib tanpa berargumen kepada Bapa. Itulah taat. Ishak menggambarkan tentang Yesus, yang memikul kayu penderitaannya sendiri dan membawanya ke atas bukit kesengsaraannya. Ef 5:1 juga menganjurkan supaya kita taat kepada Tuhan seperti anak-anak.


‘Api dan Pisau’

Kej 22:6, Abraham memikulkan kayu untuk korban bakaran itu ke bahu Ishak, sementara Abraham mebawa api dan pisau di tangannya. Seringkali Allah memberikan api dan pisau ditangan kita, untuk menguji kita. Ada yang harus ‘dibakar’ dan ‘dipotong’ untuk membuktikan kemurnian kita. Ada pembuktian pemegangan sebuah janji antara kita degan Allah.

Allah sangat konsen terhadap janji-janjiNya. Janji itu bersifat dua arah. Ada reward atau punishment terhadap sebuah janji. Ada sangsi jika janji itu tidak ditepati dari kedua belah pihak. (Yer 34:19), ada berkat besar dari penepatan sebuah janji. Janji (covenant), beriyth yang berarti pemotongan daging dalam bagian-bagian. Ada pengorbanan dalam sebuah perjanjian. Allah sudah menepati janjiNya dengan mengorbankan Yesus bagi kita. Apakah yang harus ‘dibakar’ dan ‘dipotong’ dalam hidup kita?


Apakah yang menjadi harapan dan cita-citamu?

Ishak adalah harapan bagi Abraham, karena Ishak adalah janji Tuhan untuk Abraham. Ishak adalah anak yang sangat ditunggunya sejak Allah berjanji umur Abraham 75 tahun, dan janji itu mulai digenapi pada umurnya 100 tahun. Ishak lahir pada masa tua Abraham. Tidak mudah bagi Abraham untuk mengorbankan Ishak, anak yang dikasihinya itu. Dan saat itu bisa saja Ishak menolak, bisa saja Ishak menduga-duga dan kabur. Ishak bertanya “dimanakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

Terkadang harapan, angan, cita-cita kita itu sangat kita kasihi sampai di ambang batas toleransi sehingga mengkaburkan kasih kita kepada Tuhan dengan kasih terhadap harapan kita (janji Tuhan) itu. Tuhan mau batasan yang jelas antara mengasihi Tuhan dengan mengasihi janji Tuhan itu. Bahkan beberapa orang lebih memuja janji Tuhan, berkat-berkat daripada Tuhan itu sendiri. Banyak orang yang mencari Tuhan hanya untuk memperoleh berkatNya, janjiNya, bahkan hanya keselamatan dariNya saja, namun kurang konsen untuk mencari Tuhan itu sendiri. Orang Farisi melakukan ibadah hanya untuk memperoleh keselamatan, bahkan tidak mau percaya kepada Yesus, Sang Penyelamat itu sendiri.

Dalam suatu proses pembuktian, Tuhan memisahkan kita sesaat dari ‘janjiNya’ baik yang telah kita terima ataupun yang akan kita terima itu, hanya untuk membuat kita fokus, menjadikan Tuhan yang terutama. Siapakah yang menjadi yang terutama (proton = prioritas waktu, tempat dan suasana adalah yang pertama) dalam hidup kita? Beranikah kita menyerahkan kembali ‘janji Tuhan’ itu, harapan-harapan dan cita-cita kita itu?

Ketika kita fokus kepada Tuhan, kita dapat naik ke gunung Tuhan, mendirikan mezbah, menyusun kayu dan meletakkan harapan kita di atas kayu api (Kej 22:9). Marilah kita meletakkan harapan di atas mezbah Tuhan sebelum semuanya itu dilaksanakan. Saat Abraham fokus kepada Tuhan dan berketetapan hati, ia dapat berkata “Tuhan menyediakan”, oleh sebab itulah Abraham disebut sahabat Allah. Marilah kita naik ke gunung Tuhan, marilah kita terlebih fokus kepada Tuhan sebab “Di atas gunung Tuhan, akan disediakan”.

Rabu, 22 Desember 2010

Makanan dan Pakaian

Keluarga petani harus bekerja untuk hidup. Orang laki2 bekerja di ladang atau di tempat pembuatan kerajinan tangan yang ada di desa itu. Orang perempuan dan anak-anak mengurus rumah-mereka mengambil air dari sumur desa dengan ember kulit kambing, pada pagi hari sebelum udara menjadi terlalu panas. Kemudian gandum serta biji-bijian disortir untukmenyingkirkan "rumput liar" yang beracun. Sebaian dari biji-bijian itu "dipanggang" di atas lempengan logam panas untuk dijadikan semacam berondong, sedangkan sebagian besar di giling dengan gilingan tangan, lalu dijadikan kue pipih yang kemudia dipanggang dalam tungku/ pembakaran. Bahan bakarnya rumput. Rotinya diberi pengembang dengan diberi "ragi", yaitu sedikit adonan dari sehari sebelumnya yang dibiarkan khamir.

Pakaian disesuaikan dengan iklim. Orang-orang menggunakan jubah panjang yang longgar melambai-lambai agar terasa sejuk. Tetapi bahan dan tekstur tenunannya ditentukan oleh kekayaan pemakainya. Petani mengenakan cawat dan/ atau tunik (baju panjang), dan jubah. Tunik kaum pria berwarna putih, panjangnya sebatas lutut. Bila ia bekerja atau berlari, tuniknya digulung atau diselipkan di balik ikat pinggangnya. Perbuatan ini disebut "mengikat pinggang", maksudnya untuk bersiap-siap. Tunik kaum wanita sama seperti tunik kaum pria, hanya mungkin lebih rumit dan berwarna-warni. Bila kedua lengan baju yang lebar itu diikat di kepala dan tuniknya digulung lewat leher, sehingga lenganya bebas, maka ia sudah siap untuk bekerja.

Pakaian luar, atau jubah adalah pakaian panjang dari wol dengan motif garis-garis warna coklat tua dan coklat muda berseling-seling. Pada bahunya ada celah untuk lengan. Karena sebagian besar alat tenun orang Yahudi hanya 3 kaki/ 90 cm lebarnya, maka dua helai kain dijahit menjadi satu pad salah satu sisinya untuk mendapat panjang pakaian yang diinginkan. Jubah Tuhan Yesus yang tidak berjahit merupakan perkecualian.

Orang-orang kaya dapat membeli kain berwarna cerah, dan mengenakan jaket pendek/ rompi di luar tuniknya. Seringkali pakaian menunjukkan profesi seseorang - misalnya pakaian khusus para imam, atau jubah para rabi yang pinggirannya berjumbai biru. Alas kaki orang miskin terbuat dari kulit sapi, diikatkan ke mata kaki dengan seutas tali kulit, yang dilewatkan antara ibu jari kaki dan jari kedua. Tetapi kawannya yang lebih kaya mungkin mengenakan sendal kulit. Karena kepala perlu dilindungi oleh sengat terik matahari, maka mereka memakai sorban, atau secarik kain bujur sangkar yang ditaruh di kepala dan diikat seutas tali seputar dahi. Bagi rakyat biasa tidak ada pakaian tidur karena itu suatu kemewahan. Kalau akan tidur ia hanya melonggarkan ikat pinggangnya, lalu menyelimuti diri dengan jubahnya.

dikutip dari terjemahan "The Lion Handbook to the Bible", thm 1973, Oxford England