* Ini hanyalah cerita hidup gw. Semoga memberkati pembaca.
Beberapa hari ini, dan juga jika mau lihat jauh ke belakang, Tuhan sangat menolong kami berdua dalam rumah tangga kami. Hal ini memang sudah berjalan 6 bulanan namun betapa bodohnya kami, karena kami baru bisa menyadari hal ini beberapa hari ini. Cerita ini akan saya mulai dengan kejadian yang terjadi dalam sepuluh hari.
Sebagai latar belakang cerita ini, kami di-hire oleh salah satu lembaga kristen untuk membantu mempromote salah satu terjemahan baru Alkitab dalam bahasa Indonesia. So... caranya adalah dengan siaran di radio. Kami menjalaninya atas dasar kami mengasihi Tuhan dan ingin turut dalam pekerjaan Tuhan. Secara finance sebenarnya tidaklah besar, dan kami tidak fokus kepada duit. Kami memang butuh uang tetapi uang bukanlah satu-satunya yang dapat memuaskan jiwa.
Hari sabtu yang lalu, di salah satu gedung bilangan jalan besar jakarta diadakan seminar. Seorang pembicara yang luar biasa datang, dan kami tidak mau ketinggalan untuk mengikuti seminar tersebut. Saya sebagai manusia yang kurang gape berbahasa inggris masih tertolong oleh penterjemah yang membantu menterjemahan sehingga saya bisa mengerti apa isinya. Tetapi pada hari seninnya, ga da penterjemah. Itu adalah momen yang paling nyiksa dalam hidup gw. Gw tuh sudah lama ga dengerin orang bule membawakan kuliah so... sangat sulit bagi saya untuk menangkap kata demi katanya. Teman-teman lain yang jago berbahasa Inggris aje pada ga ngerti apa isi seminarnya, apalagi gw yg ga terlalu mengerti bahasa Inggris. Well memang saya merekam tetapi belum sempat mendengarkannya lagi. Ada beberapa hal yang dapat saya tangkap dan ternyata hal itu menjadi perdebatan di antara beberapa teman. Inti yang mau saya ceritakan sebenarnya bukan isi seminarnya, ya walaupun nanti di akhir tulisan ini saya berharap dapat menuliskannya.
Hari sabtu itu, rasanya gw sedih karena melihat hp kesayangan gw pecah. Dan gw ga tau pecahnya kpan. Karena ga pernah jatuh dalam waktu dekat sebelumnya. jadi aneh aja koq bisa tiba2 pecah. Apakah ada iblis yang memecahkannya, no... bukan itu maksud saya. Secara gw memang mau mengganti hp ini, karena sudah penuh secara memori internal. Software Alkitab aja ga bs ditambah lagi. Tapi sayang aja. Secara ekonomis belum layak diganti. Karena dah niat ganti makanya budget juga sudah tersedia. Namun belakangan ini, dua bulan terakhir ini, kami harus lebih banyak mengunjungi rumah sakit, dan dua minggu sekali harus ke lab. Biayanya begitu menguras dompet dan kesabaran. haha. Jutjut pasti ada seminggu. Sementara saat ini... ya begitulah. Akhh... kami hanya berusaha untuk tidak memikirkannya. Okey... so saya berpikir untuk mengalokasikan budget beli hp baru untuk biaya RS. Namun secara hati nurani, sepertinya ga bisa, karena saya seperti sudah berkomitmen bahwa uang yang ini harus dilokasikan untuk beli hp. Tapi untuk beli hp baru dalam kondisi gini juga ga layak. Akh sudahlah... hp hanya pecah layarnya maih bisa digunakan, hanya saja gambarnya tidak begitu jelas. haha.
Hari minggunya, keesokan harinya... sepulang gereja, kami mencari makan siang di luar kompleks gereja. Kami mencari bakmi di daerah cikini, karena perubahan-perubahan di tubuh ini minta makan bakmi sehari sekali... haha. So... sepulang dari makan bakmi, eh... kami diserempet oleh bus pariwisata yang membawa mahasiswa. Dan si penyerempet dan kepala rombongan mahasiswa itu justru menyalahkan kami. Rasanya pengen marah dan melanjutkan pada jalur hukum. Namun saya berpikir, si sopir aja ga tau klo dia salah, dan serombongan masiswa yang ga memakai logikanya juga menyalahkan kami. so... ngapain harus bertegang leher dengan orang bodoh, nanti tambah bodoh. So kami released aja mereka, dan kami harus menanggung kerusakan mobil kami. Which is pintu mobil di sebelah kanan tidak dapat dibuka. If you there dan pake logika, tidak mungkin kami yang salah, karena kami jalan di jalur kami. Tetapi klo orang2 yang hanya mikirin diri sendiri pastilah nyalahin kami. Beberapa orang teman yang tau cerita ini ikut merasa panas pengen nonjok. Ya... secara manusia juga kami pengen nonjok. sempat dalam pikiran gw, klo aja ini adalah daerah dimana saya dibesarkan, pastilah si sopir dan ketua rombongan mahasiswa itu tidak tidur di rumah malam itu. Tapi saya berusaha meredam emosi saya dan menenangkan my spouse. Intinya gini, ini hanyalah kejadian yang "noel sedikit", ga da artinya jika dibandingkan dengan apa yang akan kami sampaikan pada siaran minggu malam. Waduh.. ini seperti pesan paskah ya, "pederitaan yang kamu alami ga sebanding dengan kemuliaan yang akan datang". Sungguh menyakitkan... hikss. Rasa panas dan kesal itu hilang di bawa tidur siang waktu kami kembali ke rumah. So... klo dipikir-pikir lagi, gimana jadinya klo saat itu maksa diri bahwa kami yang benar, dan mereka yang salah, trus pukul-pukulan, telepon temen untuk bantuin, deuuhh... pastinya sampe hari ini rasa kesal itu masih ada. Kebenaran itu walaupun tak terlihat bukan berarti ga ada. Yesus aja ga mempertahankan kebenaran, sampe Dia mati karena dianggap salah. Emas walaupun ga kelihatan, ga berubah jadi batu. Kebenaran akan tetap benar, dan kebenaran tidak butuh pembelaan. apakah kami berasal dari dunia ini sehingga kamu minta pembelaan dari dunia ini?
*jiahhh... gw seperti orang berhikmat ya... hahha. Gitu deh klo kita kena masalah. Klo ga nambah bijak ya nambah bego. Tinggal pilih aja teman.
Hari seninnya... kami ikut seminar. Dan gw merasa jadi bego banget. "Ya Tuhan kiranya minta perpanjangan waktu supaya gw bisa belajar bahasa inggris lagi". Tuhan mengirim beberapa ekspat ke komsel kami, dan sudah setahun lebih, gw baru bisa dengerin mereka aja belum bisa nyela pembicaraan mereka. Hikss... sedih banget. Apa gw harus tinggal di LN ya setahun gtu. Sedih banget.. hiiikkss.
Hari selasa... gw memutuskan untuk melirik isi rekening gw, ternyata isinya... masih cukup untuk berpartisipasi dalam persembahan khusus yang diadakan gereja. Okelah saya langsung transfer sebelum waktunya selesai. Ya... tertinggal sedikit saja untuk beli pulsa. Memang kami tidak bisa beri banyak, sperti teman-teman yang lain. Tapi kami punya iman bahwa Tuhan bakal terus memelihara hidup kami. Memang ada beberapa orang yang bilang ke kami "kalau kalian butuh apa-apa bilang aja ke saya", justru orang-orang seperti itu akan kami hindari. Biasanya itu ga betul. Nah... setelah kami menunaikan persembahan khusus kami di siang hari, tentu saja saya berdoa dulu, ehh... ga nyangka ada orang yang mau membayarkan biaya mobil kami. Puji Tuhan. Sampe sekarang mobil belum dibawa ke bengkel karena masih dibutuhkan. klo ke bengkel harus nginep paling ga seminggu.
Hidup berjalan seperti biasa.... tetep ke lab, ke RS, seek doctors. Hari minggu... kami pergi siaran lagi. Dan sepulang dari siaran, ban mobil dikempesin orang. Padahal di gedung itu ada satpam 2 orang. Ckckk. Kami harus melalui tol, jadi kebiasaan mengecek ban mobil sebelum berangkat itu sangat membantu. sehingga kami langsung ke pom bensin yang ada tambah anginnya.
Well... walaupun kita berbuat baik, tetap aja kita disalahkan, atau ada hal yang bisa membuat kita celaka. So kita harus berhati-hati. Memang benar kebenaran akan menang, tapi ga sekarang. nanti.
Tuhan menolong kami dengan dasyat. Thanks God. Makasih juga buat orang-orang yang berkomitmen mendoakan kami
Senin, 05 Mei 2014
Jumat, 25 April 2014
Lagi Pengen Nulis Aja
Beberapa hari ini sebenarnya pengen sekali bisa membaca buku atau research tentang sesuatu, namun apa daya tubuh ga sanggup. Sesi hidup kali ini bener-bener jadi orang pemalas sejagat raya. Ga bisa berbuat banyak hal, kebanyakan bed rest. Akibatnya diriku hanya mampu menjadi pengamat kehidupan saja.
Sepotongan lagu Mandarin mengatakan "hidup ini adalah sekolah tanpa dinding". Ya... jika kita mau lebih memperhatikan detail kehidupan maka kita akan menjadi bijak. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya bahwa seorang pembicara hebat bisa terlihat sangat hebat ketika ia meluangkan waktu untuk duduk dan berpikir, sehingga ia menciptakan kata-kata yang indah. Coba perhatikan saja, kadang kala saat seorang pembicara atau motivator atau preacher berbicara kadang kala mereka hanya memberitahukan kita informasi yang umum, yang sudah pernah kita tau. Namun ia terlihat hebat dan wow ketika ia menyampaikan pesannya. Dan kita akan mendapatkan informasi yang baru dari indormasi yang umum yang ia sampaikan kalau kita mau memperhatikan dengan jeli dan detail, pasti kita akan mendapat sesuatu yang baru. Katakanlah sebuah kotbah "5 roti 2 ikan", hal itu bukan hal baru, sudah kita dengar ratusan kali. Tetapi ntah kenapa ketika saya mau belajar, duduk diam dan tidak membiarkan pikiran ini berkomentar, saya mendapatkan jauh lebih banyak dari apa yang sudah pernah saya tau. Misalnya kita bisa belajar bagaimana cara menyampaikannya supaya keren, oh no.... bukan sekadar keren tetapi supaya nyampe ke tujuan. Kita bisa aja ngoceh tentang "5 roti 2 ikan" namun jemaat pulang dengan kosong, ga bawa apa-apa. See... Kadang kala juga melalui pembicara/ pengkotbah itu Tuhan membuka wawasan kita lebih besar lagi, sehingga ada memori-memori pikiran yang muncul yang tentu saja berhubungan dengan kotbah tersebut. Begitulah orang Yahudi belajar. Intinya perhatikanlah orang yang berbicara.
Saya kadang suka kesal kepada orang yang nanya ga serius. Mengapa membuang waktu untuk bertanya, jika tidak mau mendengarkan jawabannya? Hal ini seringkali terjadi di komsel. Saat komsel kita kedatangan teman baru, agar kita terlihat orang yang care, peduli, ramah, maka kita pun mulai bertanya tentang kehidupan teman baru tersebut. Tanpa sadar, kita ga peduli dengan jawabannya, hanya mengangguk-angguk saja. Hal ini juga bukan untuk orang baru di komsel aja, tapi ketika seseorang bertanya kepada orang yang ga terlalu ia suka, dalam hati sebenarnya ia bilang "errgg.. kenapa dia datang". Come on, klo ga mau denger jawaban seseorang mendingan jangan bertanya. Orang pendiam itu bukan berarti dia merasa kesepian klo ga ditanyain, tetapi dia juga ingin privasi untuk diam aja, karena ia tidak terlalu nyaman berbicara.
Mari kita renungkan ini, kita ingin sekali menjadi garam dan terang dunia, namun kita ga mampu untuk menjadi jawaban kepada orang-orang yang datang kepada kita. aneh kan. Batalkan saja niatmu.
Seorang yang mau jadi garam dunia, sadar ga sadar harus menjadi leader bagi orang lain. Gampangnya gini... Misalnya aja, Saudara mempunyai seorang karyawan yang ketahuan mencuri. Jika Saudara adalah leader, bukan hanya bos, pastinya saudara tidak memecatnya, tetapi menasehatinya sehingga ia tidak mencuri lagi. Ia tidak hanya tidak mencuri tetapi ia mampu menasehati temannya yang lain agar tidak mencuri. Saat karyawan tersebut bisa menasehati temennya itu, ia sedang menjalankan fungsinya sebagai garam, tetapi di saat yang bersamaan, Saudara sedang menjalankan fungsi sebagai terang. Bayangkan jika karyawan tersebut Saudara pecat begitu aja, maka dosanya tetap dan ia tidak berubah, dan Saudara tidak menjadi pengaruh apapun untuk orang lain. Okelah ini contoh bagi orang yang punya karyawan. Contoh lain. Dari kisah nyata. Saya mengenal seseorang, ia mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat, passion dan tujuan hidup yang jelas. Ya tentu saja setiap orang kristen ingin menjadi garam dan terang dunia. Katakan saja nama teman saya ini adalah Mas Ari. Mas Ari sedang masuk ke ruang tunggu keberangkatan pesawat. Ia melihat seorang bapak yang merokok di tempat umum. Ia menegur bapak ini "Pak, tidak baik Bapak merokok di sini, lihat di sebelah Bapak ada bayi, ada orang tua yang turut menghirup asap rokok Bapak. Di sebelah sana ada ruang khusus merokok. Terima kasih Pak". Nah... saat Mas Ari menegur orang yang merokok, ia menjalankan fungsinya sebagai garam dunia. Saat orang itu mau mendengar perkataan Mas Ari dan menegur temannya yang lain yang merokok dalam ruangan itu, atau orang lain yang melihat perbuatan Mas Ari itu mematikan rokoknya, maka perokok pertama sedang menjalankan fungsi sebagai garam, dan Mas Ari sudah menjadi terang dunia.
Sebenarnya dalam kehidupan kita bisa menjadi lebih bijak ketika kita bisa menjadi jawaban atas orang lain. Respon kita terhadap sekeliling kita bisa membuat tujuan kita tercapai. Mungkin kita ga bisa menjadi spiderman yang menolong kota, tetapi kita bisa menjadi diri kita sendiri dan mulai memperhatikan detail-detail kehidupan. Jawab pertanyaan dengan jawaban yang tepat bukan dengan emosi dan mengambil keuntungan. Seperti halnya beberapa waktu ini kita dikejutkan dengan berita dari sekolah internasional. Coba pikirkan dengan jeli apa masalah yang sebenarnya di sini? Menurut pendapat saya, masalah sebenarnya adalah outsourcing. Kalau saja pihak sekolah tidak mengambil tenaga outsource, tetapi melatih karyawannya sedemikian menurut visi misinya, maka kemungkinan peristiwa ini terjadi akan menurun. Kemungkinan bisa terjadi masalah ini tanpa outsource juga ada, tetapi pastinya perbandingan lebih kecil dibandingkan dengan outsource tersebut. Kita malas untuk melatih orang lain sehingga percaya aja sama pihak ketiga. Sekarang ini hal yang disoroti adalah hal ijin, dlsb hanya karena sekolah internasional. Saya tidak bermaksud untuk membela sekolah internasional. Saya seorang guru, saya pernah mengajar anak-anak internasional, memang secara inteligen mereka pintar, bahasa Inggrisnya juga cas cis cus... mantap deh, tetapi secara moral, sopan santun beegghh... kacau balau. Bahkan mereka dengan santai untuk mengejek Indonesia, sama sekali tidak mempunyai nasionalisme. Jika kita hidup di Indonesia, masih makan dari Indonesia, mengapa harus mengejek Indonesia. Ini sama seperti pasukan doa para (katanya) hamba Tuhan, abis doa puasa, sambil makan buka puasa, mereka merendahkan Indonesia, sementara ketika mereka di dalam ruang doa nangis kenceng untuk keselamatan Indonesia. Hah... tinggalkan saja niatmu!!
Contoh lain lagi perusahaan yang malas melatih karyawan bau kencur, sehingga harus hire karyawan yang sudah jadi dengan gaji rendah, atau hire dari perusahaan head hunter. Kita harus sadar bahwa kita punya visi sendiri, dan orang lain yang ada bersama kita tidak akan tau visi kita jika tidak ditraining. Masalah-masalah seperti ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal, tetapi ada yang peduli ada yang tidak. Saya kagum sama perusahaan-perusahaan yang mau menerima karyawan yang baru sama sekali, masih "bau kencur", "masih hijau", dan mereka melatih sedemikian sehingga orang tersebut dapat memenuhi tujuan perusahaan. Indonesia bisa berubah jika banyak dari pemimpin-pemimpin yang mau melatih juniornya.
Belakangan ini saya tidak banyak study bible, hanya membacanya saja.. Tetapi saya mengingat beberapa prinsip-prinsip FT dan membandingkannya dengan budaya. upss... maksudnya saya menemukan keganjilan dengan budaya dan melihat kepada FT. Seperti begini, saya dapat broadcast nasihat untuk suami istri dan keluarga. Kebetulan banget belum lama kami membahas tentang keluarga di radio. Bagian akhir broadcastnya kira-kira begini, "para istri/ suami... ingatlah bahwa rejeki suami/ istrimu adalah rejeki mertuamu", dimana cerita pendahulannya seorang ibu yang menghitung berapa biaya ASI yang sudah ia keluarkan, biaya susu, dlsb. Ini budaya umum yang terjadi di bangsa kita. Tetapi mari kita berefleksi sama FT apakah hal itu yang dikatakan oleh FT? Di bagian awal Alkitab, which is di kitab Kejadian 2:24 mengatakan bahwa "seorang laki-laki akan meninggalkan bapak ibunya dan bersatu dengan istrinya menjadi satu daging". Pengertian FT menjadi kabur karena kebanyakan orang lebih peduli kepada budaya daripada FT. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak bisa berbagi rejeki dengan orang tua. Bahkan Yesus sendiri menyindir orang Farisi, bahwa sorang Farisi lebih peduli membayar perpuluhan selasih daripada mengurus orang tuanya. Dan ayat inipun dianggap bahwa di zaman Perjanjian Baru tidak perlu membayar persepuluhan. Bukan itu maksudnya. Bukan juga berarti kita tidak bisa mengurus orang tua. Tetapi ketika kita dipersimpangan jalan, kita harus memilih siapa yang kita dahulukan istri/ suami atau orangtua/ mertua? Jelas berdasarkan Kej 2:24 ini, kita harus mendahulukan pasangan istri/ suami. Tetapi kita juga bisa mengurus ortu kita berdasarkan kesepakatan antara suami dan istri. Hati-hati dengan budaya. Budaya Indonesia baik, tetapi kita harus mengutamakan FT daripada budaya, right? Dan sebenarnya kita harus tau budaya tersebut datang darimana. Kita harus bijak berjalan di dunia ini.
Well... rasanya saya puas sudah bisa mengetikkan semua ini. hehehe.
Jumat, 11 April 2014
Hidup Gw
Senang bisa menulis lagi... Setelah sekian lama "mabok". I'm back! Sejak awal Maret banyak banget yang mengejutkan gw, apalagi pas masuk bulan April. Pas banget deh sama tema Paskah, "penderitaan". Bedanya sama gw, klo Paskah, kita dah tau awal cerita sampai akhirnya. Ya... tentang pengorbanan Yesus di kayu salib demi ngajak kita-kita yang percaya untuk nantinya ada bareng-bareng di sorga. Klo gw, krn suatu alasan, gw harus periksa darah, hal yang paling ga gw suka dan harus menerima kenyataan klo gw kelebihan hb. Emang sih, gw ga merasa hal ganjil apapun, hidup berjalan seperti biasanya, tapi... menurut dokter, hal itu bisa parah, karena bisa mengakibatkan struk ataupun jantung koroner. Dokter bertanya "pasti kamu sering pusing", gw jawab "ngga", trus dokter blg "ooo... mungkin karena kamu sudah terbiasa", gw "ooo". Dan tentu saja untuk jangka pendek ini, bisa mengakibatkan gw bisa kehilangan.... But I trust in Christ.
Aniway, jelas keadaan gw beda banget sama Paskah. Gw harus siaga iman, karena belum tau endingnya gmn. Gw ga blh kuatir, dan emang kenyataannya gw ga kuatir. Gw belajar dari anak-anak penderita hemofili, yang hidupnya sangat rentan, fragile baget deh, kapan aja mereka bisa kena resiko. Setiap kali mereka kejedot, jatuh ataupun kesenggol apapun mereka bisa yang langsung pendarahan. Setiap minggu mereka harus transfusi darah untuk menyambung hidup. But mereka survive, ga ngeluh.
Ketika harus berefleksi kepada Firman Tuhan, bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami tidak berbanding dengan kemuliaan yang akan kita terima. Tapi penderitaan-penderitaan yang dimaksud kan penderitaan karena Kristus yang ada di dalam kita, sehingga kita ditolak. Penderitaan yang dimaksud bukan penderitaan karena kesalahan yang kita buat. Kadang2 kita menjadi bau wangi untuk orang yang mau menerima kita ketika kita menceritakan tentang Kristus, atau kita bisa menjadi bau kematian bagi orang yang menolak kita.
Penderitaan gw juga bukan karena kesalahan gw sih... gw jaga kesehatan gw sedemikian, makan ga sembarangan, olah raga setiap hari, puasa paling ga sebulan sekali, bisa lebih #songong.
Yaampun beberapa hari ini panasnya minta ampun yaahhh.. pake AC juga ga berasa, apalagi yang hidup di jalanan yak. Udah akh curhatnya.
I just want to say... God is good. Semua warning yang kita terima itu, in the end of the day pastilah untuk kebaikan kita. Namun kita harus bisa mengerti warning tersebut. Jika kita tidak mengenal si peberi warning, warningnya pun kita ga bisa kenali. Misalnya aja kita baca tweet dari BMG, akan terjadi tsunami, maka kita aware. Tapi klo kita baca tweet dari temen kita yang suka tipu2, ngejokes, bercanda, maka kita ga akan semudah itu percaya. So... kenalilah si peberi warning, maka kita akan mengerti isi warningnya.
Aniway, jelas keadaan gw beda banget sama Paskah. Gw harus siaga iman, karena belum tau endingnya gmn. Gw ga blh kuatir, dan emang kenyataannya gw ga kuatir. Gw belajar dari anak-anak penderita hemofili, yang hidupnya sangat rentan, fragile baget deh, kapan aja mereka bisa kena resiko. Setiap kali mereka kejedot, jatuh ataupun kesenggol apapun mereka bisa yang langsung pendarahan. Setiap minggu mereka harus transfusi darah untuk menyambung hidup. But mereka survive, ga ngeluh.
Ketika harus berefleksi kepada Firman Tuhan, bahwa penderitaan-penderitaan yang kita alami tidak berbanding dengan kemuliaan yang akan kita terima. Tapi penderitaan-penderitaan yang dimaksud kan penderitaan karena Kristus yang ada di dalam kita, sehingga kita ditolak. Penderitaan yang dimaksud bukan penderitaan karena kesalahan yang kita buat. Kadang2 kita menjadi bau wangi untuk orang yang mau menerima kita ketika kita menceritakan tentang Kristus, atau kita bisa menjadi bau kematian bagi orang yang menolak kita.
Penderitaan gw juga bukan karena kesalahan gw sih... gw jaga kesehatan gw sedemikian, makan ga sembarangan, olah raga setiap hari, puasa paling ga sebulan sekali, bisa lebih #songong.
Yaampun beberapa hari ini panasnya minta ampun yaahhh.. pake AC juga ga berasa, apalagi yang hidup di jalanan yak. Udah akh curhatnya.
I just want to say... God is good. Semua warning yang kita terima itu, in the end of the day pastilah untuk kebaikan kita. Namun kita harus bisa mengerti warning tersebut. Jika kita tidak mengenal si peberi warning, warningnya pun kita ga bisa kenali. Misalnya aja kita baca tweet dari BMG, akan terjadi tsunami, maka kita aware. Tapi klo kita baca tweet dari temen kita yang suka tipu2, ngejokes, bercanda, maka kita ga akan semudah itu percaya. So... kenalilah si peberi warning, maka kita akan mengerti isi warningnya.
Jumat, 04 April 2014
Memperhatikan Kehidupan
*artikel ini hanya kisah hidup gw beberapa hari ini (1703 - 2303)
Ga ada yang menarik sebenarnya kisah hidup gw beberapa hari ini, selain Tuhan memang tetap beserta dengan gw dan jagain hidup gw. Sudah sejak hari senin lalu gw sakit, tapi selasa malam gw mulai total ga bisa jalan. Masalahnya sepele sih... asam urat turunan itu kumat, semenatar gw ga boleh makan obat karena alasan yang lainnya. Gw dah setahun ini menjaga pola makan, menghindari makanan yang ga seharusnya gw makan. Sejak November 2012 gw ketahuan ada asam urat. Sebelumnya juga sudah ada tapi ga tau. Gw mulai memperhatikan "khoser", walaupun ga secara total. I meant, gw masih makan makhluk haram itu tapi sangat memperhatikan berapa banyak dan harus diseimbangkan dengan apa, dan gw juga rajin berolah raga degnan rutin. Setahun ini gw jaga makan, jaga badan, dengan alasan yg agak muluk "jaga kesehatan demi kemuliaan Tuhan". Klo temen bule gw bilang "for the Kingdom".
Intinya dalam seminggu ini, gw hanya bisa tiduran (krn duduk juga bikin kaki gw aduhai sakit nian), minum air putih minimal 3 liter sehari, nonton tv. Rada agak tersiksa, karena membaca buku juga ga bisa konsen. Okey... hidup gw seminggu ini ditemani oleh sosial media, tv, youtube, cemilan, air putih. Ga buka alkitab, ga ke gereja, ga kemana-mana. Gw memang bukan people oriented, tapi gw tersiksa kalau ga ketemu orang. Gw lebih suka dalam keramaian daripada harus ngendon sendiri di rumah... terus-terusan. Gw coba untuk berdamai dengan ego gw, karena sesi kayak gini bakal panjang. Gw coba berteman dengan orang-orang di sosial media. Gw gangguin status fb temen yang gw kenal deket ataupun yang hanya sekadar bereteman di fb. Haha. Akibatnya gw memperhatikan beberapa hal dari sikap orang, respon orang terhadap sesuatu ataupun mencoba merenungkan diri gw, keadaan gw, dan juga keadaan dunia. mantap ga sih... gw dah kayak politikus yang lagi nyaleg.
Gw punya banyak komentar tentang banyak hal dari kehidupan sekitar gw, termasuk di sosial media. Gw tiba-tiba punya ide ngawur waktu liat video "Brave Miss World".Gw sangat kagum dengan Miss world dari Israel yang berani mengakui "noda" yang pernah dialaminya. Bahkan pengakuannya itu membawa perubahan kepada banyak wanita lain yang mempunyai pengalaman yang serupa. Ide gw dari hasil perenungan ini, gw berpikir tentang caleg ataupun capres yang lagi kampanye, mereka melakukan "segala hal" agar mereka bisa diterima di masyarakat. Gw hanya mikir, bagaimana ia dapat menjanjikan dan menyelesaikan "segala hal" dalam kurun waktu 5 tahun. Ga mungkin lah. Gimana klo ambil 1-2 segmen aja. Seperti halnya miss world dari Israel ini, mengusung 1 tema, "pemerkosaan". Ceritanya kan dua minggu sebelum ia terpilih jadi miss world, ia mengalami pemerkosaan. Biasanya perempuan yang mengalami hal itu akan sangat minder. Dari tema besar tentang "wanita", ia hanya mengusung 1 tema saja. Dan apa yang ia suarakan berhasil mengubahkan banyak hidup perempuan yang pernah diperkosa untuk bangkit. Begitu juga dengan caleg, capres dalam parpol masing-masing yang sedang berkampanye, mendingan memberikan 1-2 visi yang jelas agar kita-kita nih bisa mantau. Klo mereka berjanji 1-2 hal aja, tapi kenyataannya dapat memberikan 10 hal, rakyat akan lebih senang, daripada janji 10, satupun janji tak terpenuhi. Tapi ini hanya opini gw.
Baru beberapa menit yang lalu saya juga berkomentar di atas status fb seorang teman, yang sebenarnya gw ga kenal, hanya berteman di fb.. haha. Dia bercerita panjang lebar tentang keresahannya terhadap gereja, kesatuan gereja, dll. Ya walaupun tidak seluruhnya saya setuju namun saya mendukungnya. Gw ga mau berkomentar banyak apalagi mematahkan semangatnya. Gw juga belajar menulis dulu dari keresehan gw terhadap gereja, prakteknya dan hal-hal lain yang rasanya ga sesuai. Gw mendukungnya hanya karena gw suka caranya menyampaikan opininnya. Dalam beropini kita ga harus benar tetapi kita harus menyampaikan pikiran kita sejujurnya. Tentunya kita harus banyak belajar supaya opini kita ga cupu atau gampang dihajar orang lain.
sbnarnya msh byk yg mau gw ceritai, tapi apa daya... ga sanggup
Rabu, 19 Maret 2014
Mengasihi dan Tujuan
Mungkin ini bukan artikel yang fenomenal bagus, tapi gw berusaha untuk membuat tulisan ini seperti tulisan yang fenomenal. haha. *ngarep*. Ngga sih... ini hanya pemikiran gw selama beberapa hari terakhir ini. Gw hanya merenungkan suatu pemikiran yang agak "mengganggu". Dan karena pemikiran ini bertahan lebih dari dua minggu, dia layak untuk dituliskan. Mana tau ini beneran fenomenal. Kalau pembaca tidak setuju dengan saya, ya ga masalah, saya juga masih berhipotesa dan mencocokkannya dengan beberapa hal. Ingat apa yang pernah saya tuliskan tahun lalu, mengapa para pembicara internasional bisa terlihat sangat keren dengan pemikiran-pemikirannya? ya karena mereka punya waktu untuk duduk dan memikirkannya, berhipotesa, menguji hipotesanya, dan pada akhirnya mengambil kesimpulan. Walaupun sudah mengambil kesimpulan mereka tetap terbuka terhadap hipotesa itu.
Ini yang gw pikirkan, yaitu hubungan antara Cinta dan Tujuan. menurut gw, cinta tidak dapat dijadikan tujuan ataupun alasan untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini gw mau membandingkan dua hal:
1. Hubungan Tuhan dengan manusia.
Agak sulit untuk menjelaskan pemikiran ini karena gw belum jadi pembicara internasional. haha.
Pertama kali gw menyadari hal ini waktu gw memfasilatasi suatu kelas belajar alkitab. Gw memang bukan bagian grup Roma, tetapi gw hanya membantu mengarahkan group ini. Ketika membantu mereka, gw hanya cerita latar belakang dari awal penciptaan, sebenarnya gw pelajari ini ketika belajar Surat Efesus.
Okey, mari kita melanjutkan cerita memfasilitasi group Roma di kelas belajar alkitab. Gw menceritakan latar belakang penciptaan dunia. Ini yang gw ceritakan:
Pertama: Hubungan Tuhan dengan manusia.
Mari kita telaah cerita di atas. Kita dapat menemukan bahwa alasan atau tujuan Yesus menyelamatkan manusia bukan hanya karena Dia adalah kasih sehingga Ia ingin membagikan kasih-Nya tetapi Ia didorong oleh tujuan utamanya adalah karena Ia ingin mengumpulkan banyak saudara untuk berkumpul dengan Dia di sorga. Sehingga walaupun manusia itu jatuh dalam dosa, Yesus rela untuk berkorban untuk menyelamatkan manusia itu. Syaratnya hanyalah mau percaya kepada Yesus.
Kedua: Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan
Ini yang gw pikirkan, yaitu hubungan antara Cinta dan Tujuan. menurut gw, cinta tidak dapat dijadikan tujuan ataupun alasan untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini gw mau membandingkan dua hal:
1. Hubungan Tuhan dengan manusia.
2. Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan
Agak sulit untuk menjelaskan pemikiran ini karena gw belum jadi pembicara internasional. haha.
Pertama kali gw menyadari hal ini waktu gw memfasilatasi suatu kelas belajar alkitab. Gw memang bukan bagian grup Roma, tetapi gw hanya membantu mengarahkan group ini. Ketika membantu mereka, gw hanya cerita latar belakang dari awal penciptaan, sebenarnya gw pelajari ini ketika belajar Surat Efesus.
Dengan menciptakan polemik dalam group ini, Gw hanya bertanya, "napa sih Yesus mau turun ke dunia ini?".Gara-gara gw memakai kata 'kosmos' membandingkannya dengan 'ge' secara luas tempat, gw pernah direject paling ga oleh 2 penterjemah alkitab... haha. Tapi itupun mereka tidak menolak secara total, karena biasanya kata 'kosmos' digunakan untuk menyatakan hal yang jahat, bukan dinyatakan secara luasnya tempat. Tapi menurut gw, pengetahuan itu berlapis dan terus berkembang, so... gw rasa gw bs bertanggung jawab atas pendapat gw itu.
Kemudian mereka menjawab "karena Yesus mengasihi dunia", "untuk menyelamatkan manusia dari dosa"
Gw jawab, "dunia identik dengan sesuatu yang jahat, berosa. Inget ga waktu Yesus disalib, bapa memalingkan muka sehingga Yesus berteriak "Bapa kenapa Engkau meninggalkan Aku?", dan juga Yesus bilang dalam kitab Yohanes, kalau Yesus tidak berdoa untuk dunia. Kata dunia di sini adalah 'kosmos' yang identik dengan dunia yang jahat".
Okey, mari kita melanjutkan cerita memfasilitasi group Roma di kelas belajar alkitab. Gw menceritakan latar belakang penciptaan dunia. Ini yang gw ceritakan:
Pertama: Hubungan Tuhan dengan manusia.
Kenapa Yesus turun ke dunia? apakah karena mengasihi dunia? Apakah Yesus mau turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa? Emangnya rencana penyelamatan itu adalah plan B-nya Tuhan? Kira-kira... apakah Lucifer tau rencana penciptaan dunia ketika ia masih di sorga? Mereka menjawab "tau".
Ketika dunia diciptakan, jauh sebelum penciptaan, Allah Tri Tunggal sudah merencanakan penciptaan ini sebelum Ia menjadikan apapun. Yesus adalah Anak Tunggal-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Yesus ingin mempunyai banyak saudara. Allah Tri Tunggal pun menciptakan manusia. Ketika rencana itu dibicarakan, Lucifer pun mendengar rencana ini dan ingin menjadi pusat perhatian. Lucifer pun diusir dari sorga karena ia menjadi sombong. Ketika ia diusir dari sorga, maka ia pun mengacau proses penciptaan bumi (Kej 1:1). Sebelum hal itu terjadi pun, Allah Tri Tunggal sudah mengetahui hal ini, dan sudah menyiapkan Yesus sebagai korban tebusan untuk merebut manusia yang mau menginginkan Yesus, yang mau bersatu dengan Yesus. Karena Bapa sudah melihat gelagat Lucifer yang akan memberontak dan sudah menyiapkan apa yang harus dilakukan kalau Lucifer mengacau rencana Tuhan itu. Jadi tujuan utama Allah Tri Tunggal bukan lah untuk menebus manusia dari dosa. Kerena pada mulanya Allah Tri Tunggal merencanakan untuk menciptakan manusia yang amat sangat baik, sempurna adanya. So.. dosa tidak pernah direncanakan sejak awalnya. Tetapi sejak awal sudah direncanakan bagaimana menebus manusia yang jatuh dalam dosa.
Yesus ingin punya banyak saudara. Walaupun kenyataannya manusia itu fragile dan jatuh dalam dosa, Yesus rela untuk mengorbankan segalanya untuk memperoleh kembali manusia, agar Ia dapat berkumpul bersama banyak sodara di sorga. Dan Yesus rela berbagi warisanNya dengan manusia yang mau percaya kepadaNya dan mau bersatu dengan Dia. Dan Ia juga akan menjadi yang sulung diantara banyak saudara.
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Roma 8:17 (ITB)Surat Yohanes mencatat bahwa Allah itu kasih.So... Ia bukan saja mengasihi tetapi sebagai subjek, Ia adalah Pengasih. Jadi Ia dapat dikatakan Pengasih yang mengasihi. Ia ingin membagikan kasih-Nya kepada siapapun yang menginginkannya.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Roma 8:29 (ITB)
Mari kita telaah cerita di atas. Kita dapat menemukan bahwa alasan atau tujuan Yesus menyelamatkan manusia bukan hanya karena Dia adalah kasih sehingga Ia ingin membagikan kasih-Nya tetapi Ia didorong oleh tujuan utamanya adalah karena Ia ingin mengumpulkan banyak saudara untuk berkumpul dengan Dia di sorga. Sehingga walaupun manusia itu jatuh dalam dosa, Yesus rela untuk berkorban untuk menyelamatkan manusia itu. Syaratnya hanyalah mau percaya kepada Yesus.
Kedua: Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan
Jika kita mempelajari hubungan laki-laki dan perempuan dalam pernikahan, kitab Efesus menggambarkannya seperti hubungan Kristus dengan jemaat. Ada banyak hal yang dapat dipelajari di sini.Termasuk bagaimana Krisus meminang gereja, mengangkat cawan dengan darah-Nya sendiri (biasanya anggur), memandikan gereja, kemudian menyediakan tempat untuk gereja agar ketika Kristus datang kembali, Ia dapat menjemput sang mempelai wanita, gereja, untuk bersama-sama dengan Dia di sorga.Tetapi fokus yang mau saya angkat di sini adalah "Hubungan antara laki-laki dengan perempuan dalam pernikahan". Walaupun laki-laki itu disebutkan bahwa ia harus seperti Kristus, namun ia bukan Kristus, artinya ia bukan kasih. Laki-laki hanya bisa mencontoh Kristus untuk melakukan kasih, namun laki-laki bukan kasih itu sendiri.
Jadi kita melihat di sini bahwa kasih adalah tools untuk melakukan tujuan. Kasih bukan tujuannya. Di dalam berumah tangga, tujuan pengantin untuk bersatu bukan untuk mengasihi. Tujuan utama laki-laki dan perempuan dipersatukan dalam rumah tangga adalah sebagai gambaran Kristus dan jemaat, umat Tuhan dapat melihat Kristus di dalam rumah tangga.
Jika tujuan berumah tangga adalah mengasihi atau memperoleh kasih, maka akan sangat mudah rumah tangga itu pecah, bercerai. Mari kita perhatikan alasan orang bercerai, artis ataupun orang biasa, baik di media televisi atau media lainnya, alasannya adalah "sudah tidak cinta ngapain dilanjutkan". Kalau kita dapat menyadari hal ini, kita ini walaupun kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, namun sekali lagi, kita bukan kasih, kapan saja persediaan kasih kita bisa habis. Kita sangat bergantung kepada sumber kasih, yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri, dan sekarang diwakilkan oleh Roh Kudus di bumi. Ketika kita terpisah dari sumber kasih itu maka persediaan kasih itu akan cenderung menurun dan habis. Apa yang dapat kita sombongkan dari tubuh fana ini. Kenyataannya kita tidak dapat terpisah dari Tuhan Yesus Kristus itu. Penterjemah TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia) dangat tepat menggunakan kata "bersatu dengan Kristus", ketika kita percaya kepada Kristus. Tentu saja proses "percaya" itu bersifat keep in going, keep in believing. Ketika seseorang berhenti percaya maka Efesus 5: 32 mengatakan Roh Kudus akan berduka.
Jadi dari kedua contoh
di atas kita dapat melihat bahwa "mengasihi" itu bukan
"tujuan". "Mengasihi" itu adalah tools untuk mencapai
tujuan. Seringkali kita senang dan bangga ketika kita baru akan menggapai
toolsnya. Bahkan belum mencapai tujuan sama sekali.
*artikel ini masih
diuji. Saya merenungkan hal ini ketika membaca kitab Efesus, Yohanes dan Roma.
I know who I am, jadi jika Saudara pembaca tidak setuju, saya tidak keberatan,
jika Saudara ingin mengembangkannya juga silahkan. I don't mind. Artikel ini
juga seharusnya sudah diluncurkan 2 hari lalu, but... saya mengalami sakit kaki
yang membuat saya ga bisa jalan, sangat mengganggu, dan tidak boleh minum obat.
Saya sangat berusaha untuk bisa duduk untuk menuliskan ini, semoga artikel ini
tidak sia-sia ya. hehe.
Senin, 17 Maret 2014
Trip To Jogja
* Tulisan ini hanya berisi cerita hidup gw beberapa hari ini
Akhirnya Alkitab TSI PB lauching juga di Jogja. Kami diundang untuk turut menghadiri acara ini, padahal hanya untuk bicara selama 7 menit saja. Tetapi inti dari kehadiran kami adalah turut mendukung TSI dan turut mensupport Bapak penggagas terciptanya TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia). Dalam beberapa bulan ini, kami siaran di 100.6 Heartline FM (semoga kontrak semakin diperpanjang lagi) untuk memperkenalkan terjemahan TSI kepada masyarakat kristen. Kerinduan kami adalah agar orang kristen yang berbahasa Indonesia, yang ga terlalu paham bahasa Inggris, mempunyai terjemahan pembanding untuk memperkaya pengertiannya akan Alkitab. TSI adalah alkitab terjemahan dinamis yang berdasarkan makna. Jika dibandingkan dengan Terjemahan Baru, yaitu Alkitab yang kita pakai biasanya, TSI lebih ke arah terjemahan bebas tetapi tetap mempertahankan makna, sedangkan TB, merupakan terjemahan dinamis juga tetapi lebih ke arah harfiah. So... dengan melihat posisinya dalam aturan penterjemahan, bahasa yang digunakan TSI lebih kekinian daripada TB. Kehadiran TSI tidaklah menggantikan TB. TSI diharapkan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat karena bahasanya yang ringan dan mudah dicerna.
Di Jogja kami bertemu dengan teman-teman baru, mereka mendukung TSI juga. Mereka berasal dari PBT (Pioneer Bible Translator) Texas Amerika. Banyak hal unik yang bisa kami pelajari dari mereka. Kami juga dapat bertemu dengan seorang Jim Yost, dan beliau banyak berceria tentang pelayanan beliau.Memang tidak semua prinsip-prinsip yang dipaparkan oleh beliau dapat kami terima, tetapi ada banyak hal-hal menarik yang dapat dipelajari. Salah satu yang saya suka dari perkataan beliau "Jangan ajarkan jemaat tentang kebenaran, tetapi ajarkanlah mereka bagaimana cara mencari kebenaran". Prinsip ini mirip dengan prinsip "menggali harta karun" yang kami siarkan di radio.
Ketika berangkat ke Jogja, kami menggunakan jasa penerbangan yang cukup terkenal.... dengan delay. Saya suka untuk mencari pesawat yang paling pagi dengan alasan tidak mungkin mereka delay. Tetapi hari itu kami mengmbil jadwal yang 7.35, penerbangan kedua. Kami mengalami delay. Lumayan lama dan bosan menunggu sampai jam 10 baru berangkat. Untuk berangkat jam 7.35, kami sudah bangun jam 3 pagi, mandi, persiapan. Berhubung karena tol masih macet jam 5-6 pagi, kami naik taxi yang jam 4.30. Bisa bayangkan dong, tidur malam jam 12, karena masih ada kelas, dan harus bangun jam 3 pagi, lumayan terhuyung-huyung, ehh... sampe di sana didelay 2,5 jam. Sudah didelay, ehh... hanya dikasih kompensasi roti yang sudah keras dan tak termakan. Hati ini lumayan terusik dan kesal, tetapi berusaha untuk cool.
Tetapi ada suara di hati, "pasti ini untuk kebaikan". Ya sudah akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengeluh dan menikmati saja apa yang terjadi. kemudian saya mulai mengingat, apa ada berhubungan dengan doa gw ya. Ohya... sebelum berangkat saya berdoa agar Tuhan lindungi selamat sampai tujuan, pesawat ga goyang-goyang, maksudnya ga ada badai, ataupun turbulence. Well... rupany pesawat yang akan kami tumpangi lagi rusak secara teknis, so kami harus menunggu pesawat yang sudah berangkat ke Jogja tadi pagi untuk kembali ke Jakarta. Akibatnya kami dipindahkan ke pesawat yang lebih besar, dan perjalanan menyenangkan. Praise God. Ternyata doa yang sederhana ini didengarkan Tuhan. Namun ketika Tuhan menjawab doa kita, ya kita harus bersabar.
Begitu juga ketika Jogja-Jkt, mungkin karena gw terlalu recok minta doa yang serupa, akibatnya harus delay 1 jam juga, karena alasan cuaca. Hmmm... Tuhan perhatiin kita ya. So sebelum mengeluh coba ingat-ingat akan doa kita ataupun perkataan kita.
Saya teringat waktu gw berdoa pagi seminggu yang lalu...saya berdoa untuk banyak hal, tetapi tiba-tiba terinterupsi ketika mendoakan seseorang. Seseorang ini akan pergi untuk menjemput kekasih hatinya di negeri nan jauh, ga tau dimana. Orang-orang sekelilingnya pasti sangat kehilangan dia, mengingat prestasinya, dan apa yang dia buat sangatlah berarti. Saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa mendapatkan hal ini. Sejauh yang saya mengerti, kadang-kadang Tuhan hanya ingin memberitahu saja, tanpa kita harus berbuat apa-apa. Aniway, saya hanyalah manusia yang kurang rohani, mungkin saya bisa salah.
Saya bukan ahlinya untuk "doa", namun sudah selayaknya kita orang-orang yang percaya harus berdoa. Cara kita berkomunikasi dengan Tuhan pastilah tidaksama satu dengan yang lainnya. Tetapi Tuhan dapat mengerti kita sedemikian sehingga kita juga seharusnya dapat memahami bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Tapi seringkali kita gagal untuk memahami kehendak Tuhan. Ayo coba lagi, jangan menyerah.
Jika kita perhatikan betul-betul pola-pola doa kita, kita seringkali berdoa hanya untuk melegakan hati kita untuk mengambil keputusan. Jadi doa itu tidak bisa menjadi solusi hidup kita. Kenapa? karena jika kita menganggap doa adalah solusi hidup kita maka kita kebanyakan memaksakan kehendak kita, dan tidak mau untuk dewasa. Padahal kan kita sering mendengungkan untuk mengikuti kehendak Tuhan. Mari kita bangun konsep yang jelas, agar hidup kita ga oleng, ga mudah tertipu.
Saya sering bilang ke teman-teman bahwa "Tuhan ga punya fesbuk". Bukan berarti saya tidak percaya dengan kemahakuasaan Tuhan yang mengerti dan maha hadir. Tetapi mari kita perhatikan Firman Tuhan yang berkata kalau kamu berdoa masuk kamar dan kunci pintu, berbicaralah kepada BapaMu di tempat tersembunyi. Di bagian lain dari alkitab juga menjelaskan bahwa seorang Yahudi yang berdoa keras-keras di pinggir jalan supaya semua orang mendengar doanya dan mengetahui betapa religiusnya dia. Bukankah dengan menuliskan doamu di FB tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh orang Yahudi ini? Apakah dengan menuliskan doamu di FB membuat banyak orang diselamatkan? Well... saya tidak mengerti apa yang dilakukan orang kristen zaman ini. Tapi sudahlah mungkin saya tidak mengerti, tapi Tuhan mengerti. haha.
Ngomong-ngomong soal doa, walaupun saya mengatakan bahwa kebanyakan orang berdoa hanya untuk mengesahkan apa yang akan dilakukannya, namun ketika kita berdoa berarti kita datang ke hadirat Tuhan. Coba aja kita bayangkan, jika Tuhan ingin berkomunikasi atau ingin memberikan berkat atau ingin menceritakan rahasia-Nya kepada manusia, siapa yang mau dicari-Nya? apakah manusia yang sering datang ke hadirat-Nya atau Tuhan akan memilih secara random siapa yang akan diberkati-Nya. Pernyataan ini bukan juga berarti "banyak berdoa, banyak berkat".
Saudara.... kita harus mengerti kehendakTuhan. Bukan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Sulit memang untuk dapat mengerti pribadi yang bukan diri kita. Jika kita ingin menjadi partner Tuhan, seseorang yang bisa dititipin rahasia-Nya, atau diberitahukan hal-hal rohani, paling ga... kita harus dewasa secara rohani. Orang dewasa dapat mengerti pribadi lain yang bukan dirinya sendiri. Jangan tanya Tuhan "kenapa aku ga bisa denger suara Tuhan" jika masih merengek memaksakan kehendak kita ke Tuhan. Dalam hal ini saya juga ga berkata bahwa kita tidak dapat meminta keinginan-keinginan kita, tetapi kita harus mengerti pribadi Tuhan itu sendiri, kemauanNya apa, bagaimana pola Tuhan bekerja.
Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah dewasa rohani. Saya tidak banyak mengerti tentang berdoa, tapi saya hanya melakukannya saja. Saya sangat terkesan dengan doa seorang hamba Tuhan yang mendoakan kami "Tuhan mengurapi kalian.... dengan urapan ini kalian akan naik terus dan tidak turun, kalian akan menjadi pemenang". Tidak ingat perkataannya semua, tapi beliau juga mendoakan janin dalam kandungan, dari dalam rahim sudah mengenal Tuhan, bayi ini akan lahir sehat sempurna, pintar. Awesome. Ada bagian doa yang saya tidak pernah pikir sebelumnya.
Well... saya tidak merencanakan untuk nulis tentang doa. Sebenarnya saya hanya mau cerita-cerita saja.
Doa menjadi begitu penting, bukan hanya karena kita menyampaikan daftar keinginan kita tetapi dengan berdoa kita terkoneksi dengan Tuhan. Dengan kita terhubung dengan Tuhan, maka segala yang kita inginkan dan butuhkan tersinkron dengan sendirinya, asalkan daftar keinginan itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Akhirnya Alkitab TSI PB lauching juga di Jogja. Kami diundang untuk turut menghadiri acara ini, padahal hanya untuk bicara selama 7 menit saja. Tetapi inti dari kehadiran kami adalah turut mendukung TSI dan turut mensupport Bapak penggagas terciptanya TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia). Dalam beberapa bulan ini, kami siaran di 100.6 Heartline FM (semoga kontrak semakin diperpanjang lagi) untuk memperkenalkan terjemahan TSI kepada masyarakat kristen. Kerinduan kami adalah agar orang kristen yang berbahasa Indonesia, yang ga terlalu paham bahasa Inggris, mempunyai terjemahan pembanding untuk memperkaya pengertiannya akan Alkitab. TSI adalah alkitab terjemahan dinamis yang berdasarkan makna. Jika dibandingkan dengan Terjemahan Baru, yaitu Alkitab yang kita pakai biasanya, TSI lebih ke arah terjemahan bebas tetapi tetap mempertahankan makna, sedangkan TB, merupakan terjemahan dinamis juga tetapi lebih ke arah harfiah. So... dengan melihat posisinya dalam aturan penterjemahan, bahasa yang digunakan TSI lebih kekinian daripada TB. Kehadiran TSI tidaklah menggantikan TB. TSI diharapkan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat karena bahasanya yang ringan dan mudah dicerna.
Di Jogja kami bertemu dengan teman-teman baru, mereka mendukung TSI juga. Mereka berasal dari PBT (Pioneer Bible Translator) Texas Amerika. Banyak hal unik yang bisa kami pelajari dari mereka. Kami juga dapat bertemu dengan seorang Jim Yost, dan beliau banyak berceria tentang pelayanan beliau.Memang tidak semua prinsip-prinsip yang dipaparkan oleh beliau dapat kami terima, tetapi ada banyak hal-hal menarik yang dapat dipelajari. Salah satu yang saya suka dari perkataan beliau "Jangan ajarkan jemaat tentang kebenaran, tetapi ajarkanlah mereka bagaimana cara mencari kebenaran". Prinsip ini mirip dengan prinsip "menggali harta karun" yang kami siarkan di radio.
Ketika berangkat ke Jogja, kami menggunakan jasa penerbangan yang cukup terkenal.... dengan delay. Saya suka untuk mencari pesawat yang paling pagi dengan alasan tidak mungkin mereka delay. Tetapi hari itu kami mengmbil jadwal yang 7.35, penerbangan kedua. Kami mengalami delay. Lumayan lama dan bosan menunggu sampai jam 10 baru berangkat. Untuk berangkat jam 7.35, kami sudah bangun jam 3 pagi, mandi, persiapan. Berhubung karena tol masih macet jam 5-6 pagi, kami naik taxi yang jam 4.30. Bisa bayangkan dong, tidur malam jam 12, karena masih ada kelas, dan harus bangun jam 3 pagi, lumayan terhuyung-huyung, ehh... sampe di sana didelay 2,5 jam. Sudah didelay, ehh... hanya dikasih kompensasi roti yang sudah keras dan tak termakan. Hati ini lumayan terusik dan kesal, tetapi berusaha untuk cool.
Tetapi ada suara di hati, "pasti ini untuk kebaikan". Ya sudah akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengeluh dan menikmati saja apa yang terjadi. kemudian saya mulai mengingat, apa ada berhubungan dengan doa gw ya. Ohya... sebelum berangkat saya berdoa agar Tuhan lindungi selamat sampai tujuan, pesawat ga goyang-goyang, maksudnya ga ada badai, ataupun turbulence. Well... rupany pesawat yang akan kami tumpangi lagi rusak secara teknis, so kami harus menunggu pesawat yang sudah berangkat ke Jogja tadi pagi untuk kembali ke Jakarta. Akibatnya kami dipindahkan ke pesawat yang lebih besar, dan perjalanan menyenangkan. Praise God. Ternyata doa yang sederhana ini didengarkan Tuhan. Namun ketika Tuhan menjawab doa kita, ya kita harus bersabar.
Begitu juga ketika Jogja-Jkt, mungkin karena gw terlalu recok minta doa yang serupa, akibatnya harus delay 1 jam juga, karena alasan cuaca. Hmmm... Tuhan perhatiin kita ya. So sebelum mengeluh coba ingat-ingat akan doa kita ataupun perkataan kita.
Saya teringat waktu gw berdoa pagi seminggu yang lalu...saya berdoa untuk banyak hal, tetapi tiba-tiba terinterupsi ketika mendoakan seseorang. Seseorang ini akan pergi untuk menjemput kekasih hatinya di negeri nan jauh, ga tau dimana. Orang-orang sekelilingnya pasti sangat kehilangan dia, mengingat prestasinya, dan apa yang dia buat sangatlah berarti. Saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa mendapatkan hal ini. Sejauh yang saya mengerti, kadang-kadang Tuhan hanya ingin memberitahu saja, tanpa kita harus berbuat apa-apa. Aniway, saya hanyalah manusia yang kurang rohani, mungkin saya bisa salah.
Saya bukan ahlinya untuk "doa", namun sudah selayaknya kita orang-orang yang percaya harus berdoa. Cara kita berkomunikasi dengan Tuhan pastilah tidaksama satu dengan yang lainnya. Tetapi Tuhan dapat mengerti kita sedemikian sehingga kita juga seharusnya dapat memahami bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Tapi seringkali kita gagal untuk memahami kehendak Tuhan. Ayo coba lagi, jangan menyerah.
Jika kita perhatikan betul-betul pola-pola doa kita, kita seringkali berdoa hanya untuk melegakan hati kita untuk mengambil keputusan. Jadi doa itu tidak bisa menjadi solusi hidup kita. Kenapa? karena jika kita menganggap doa adalah solusi hidup kita maka kita kebanyakan memaksakan kehendak kita, dan tidak mau untuk dewasa. Padahal kan kita sering mendengungkan untuk mengikuti kehendak Tuhan. Mari kita bangun konsep yang jelas, agar hidup kita ga oleng, ga mudah tertipu.
Saya sering bilang ke teman-teman bahwa "Tuhan ga punya fesbuk". Bukan berarti saya tidak percaya dengan kemahakuasaan Tuhan yang mengerti dan maha hadir. Tetapi mari kita perhatikan Firman Tuhan yang berkata kalau kamu berdoa masuk kamar dan kunci pintu, berbicaralah kepada BapaMu di tempat tersembunyi. Di bagian lain dari alkitab juga menjelaskan bahwa seorang Yahudi yang berdoa keras-keras di pinggir jalan supaya semua orang mendengar doanya dan mengetahui betapa religiusnya dia. Bukankah dengan menuliskan doamu di FB tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh orang Yahudi ini? Apakah dengan menuliskan doamu di FB membuat banyak orang diselamatkan? Well... saya tidak mengerti apa yang dilakukan orang kristen zaman ini. Tapi sudahlah mungkin saya tidak mengerti, tapi Tuhan mengerti. haha.
Ngomong-ngomong soal doa, walaupun saya mengatakan bahwa kebanyakan orang berdoa hanya untuk mengesahkan apa yang akan dilakukannya, namun ketika kita berdoa berarti kita datang ke hadirat Tuhan. Coba aja kita bayangkan, jika Tuhan ingin berkomunikasi atau ingin memberikan berkat atau ingin menceritakan rahasia-Nya kepada manusia, siapa yang mau dicari-Nya? apakah manusia yang sering datang ke hadirat-Nya atau Tuhan akan memilih secara random siapa yang akan diberkati-Nya. Pernyataan ini bukan juga berarti "banyak berdoa, banyak berkat".
Saudara.... kita harus mengerti kehendakTuhan. Bukan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Sulit memang untuk dapat mengerti pribadi yang bukan diri kita. Jika kita ingin menjadi partner Tuhan, seseorang yang bisa dititipin rahasia-Nya, atau diberitahukan hal-hal rohani, paling ga... kita harus dewasa secara rohani. Orang dewasa dapat mengerti pribadi lain yang bukan dirinya sendiri. Jangan tanya Tuhan "kenapa aku ga bisa denger suara Tuhan" jika masih merengek memaksakan kehendak kita ke Tuhan. Dalam hal ini saya juga ga berkata bahwa kita tidak dapat meminta keinginan-keinginan kita, tetapi kita harus mengerti pribadi Tuhan itu sendiri, kemauanNya apa, bagaimana pola Tuhan bekerja.
Saya tidak mengatakan bahwa saya sudah dewasa rohani. Saya tidak banyak mengerti tentang berdoa, tapi saya hanya melakukannya saja. Saya sangat terkesan dengan doa seorang hamba Tuhan yang mendoakan kami "Tuhan mengurapi kalian.... dengan urapan ini kalian akan naik terus dan tidak turun, kalian akan menjadi pemenang". Tidak ingat perkataannya semua, tapi beliau juga mendoakan janin dalam kandungan, dari dalam rahim sudah mengenal Tuhan, bayi ini akan lahir sehat sempurna, pintar. Awesome. Ada bagian doa yang saya tidak pernah pikir sebelumnya.
Well... saya tidak merencanakan untuk nulis tentang doa. Sebenarnya saya hanya mau cerita-cerita saja.
Doa menjadi begitu penting, bukan hanya karena kita menyampaikan daftar keinginan kita tetapi dengan berdoa kita terkoneksi dengan Tuhan. Dengan kita terhubung dengan Tuhan, maka segala yang kita inginkan dan butuhkan tersinkron dengan sendirinya, asalkan daftar keinginan itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Jumat, 07 Maret 2014
Cerita Kehidupan
*artikel ini hanya berisi cerita kehidupan beberapa hari ini.
Ntah mau mulai dari mana, tetapi cerita kehidupanku dalam minggu-minggu ini terasa sangat seru. Ada yang sangat menggembirakan, ada yang sangat sedih, ada yang perlu iman besar, ada juga nasehat dari teman. Beberapa hari ini kami menjadi sangat dibutuhkan hanya karena "cerita". Walaupun demikian, kami hanya menjalani hidup kami sebagaimana adanya. Menjadi seorang pelayan Kristus yang berusaha lebih baik hari demi hari. Ada yang berterima kasih dengan tulus, ada juga yang yahh... begitulah. Kami hanyalah orang biasa, yang punya rasa, dan juga harus menjaga rasa itu agar tidak menyakitkan orang lain.
Kami mendadak bingung ketika salah seorang komsel menelpon dan memberikan kabar yang tidak baik. Kami berusaha mensupport dia, syukurlah seluruh anggota komsel juga punya hati yang sama untuk teman yang sedang kemalangan ini. Jangankan dia yang sedang dalam masalah yang sebenarnya, kami yang mensupport juga merasakan ketar-ketir. Kami tidak sempat menceritakan kepada banyak orang, hanya urusan dalam negeri saja lah. Tapi Tuhan itu baik, menunjukkan arahan, memberikan kedamaian kepada kami sehingga kami mampu bertindak.Ia memberikan arahan seperti tiang api pada waktu malam dan tiang awan pada waktu siang, sehingga kami bisa bertindak. Kami pun tidak menyadari apa yang kami lakukan itu sebenarnya luar biasa. Kami hanya melakukan support kepada teman, anggota "keluarga kedua" kami. Kami tidak menyadari impact nya akan sangat besar.
Hal lainnya lagi, sudah sebulan ini kami menjalankan kelas study bible, dan kami juga terperangah akan hasil, feedback dari para peserta. Kami merasakan senang, bangga dan sukacita, ketika melihat banyak orang yang mau membaca alkitab mereka lagi. bukan sekadar membaca tetapi study, artinya mereka membacamya berulang kali sampai mereka bisa memahami isinya. Bukankah itu luar biasa? Kalau bukan karena Tuhan, bagaimana itu bisa terjadi?
Kemarin kami mengunjungi seorang teman, which is anggota komsel juga. Dan ia sangat terbuka untuk bercerita banyak hal. Kami hanya menjadi pendengar yang baik dan belajar banyak darinya. Ada perkataan yang sangat mengena sekali, dia bilang "klo kamu pengen mimpimu jadi kenyataan, kamu hanya butuh 3 orang untuk mencapai hal itu". Intinya ia sedang bicara soal networking, environment yang membuat hidup kita move from the level to next level. Ya tentu saja gw langsung memikirkan seseorang yang ingin saya ajak berdiskusi. haha...
Hmm... itu hanya sedikit cerita seru di minggu-minggu ini.
Ntah mau mulai dari mana, tetapi cerita kehidupanku dalam minggu-minggu ini terasa sangat seru. Ada yang sangat menggembirakan, ada yang sangat sedih, ada yang perlu iman besar, ada juga nasehat dari teman. Beberapa hari ini kami menjadi sangat dibutuhkan hanya karena "cerita". Walaupun demikian, kami hanya menjalani hidup kami sebagaimana adanya. Menjadi seorang pelayan Kristus yang berusaha lebih baik hari demi hari. Ada yang berterima kasih dengan tulus, ada juga yang yahh... begitulah. Kami hanyalah orang biasa, yang punya rasa, dan juga harus menjaga rasa itu agar tidak menyakitkan orang lain.
Kami mendadak bingung ketika salah seorang komsel menelpon dan memberikan kabar yang tidak baik. Kami berusaha mensupport dia, syukurlah seluruh anggota komsel juga punya hati yang sama untuk teman yang sedang kemalangan ini. Jangankan dia yang sedang dalam masalah yang sebenarnya, kami yang mensupport juga merasakan ketar-ketir. Kami tidak sempat menceritakan kepada banyak orang, hanya urusan dalam negeri saja lah. Tapi Tuhan itu baik, menunjukkan arahan, memberikan kedamaian kepada kami sehingga kami mampu bertindak.Ia memberikan arahan seperti tiang api pada waktu malam dan tiang awan pada waktu siang, sehingga kami bisa bertindak. Kami pun tidak menyadari apa yang kami lakukan itu sebenarnya luar biasa. Kami hanya melakukan support kepada teman, anggota "keluarga kedua" kami. Kami tidak menyadari impact nya akan sangat besar.
Hal lainnya lagi, sudah sebulan ini kami menjalankan kelas study bible, dan kami juga terperangah akan hasil, feedback dari para peserta. Kami merasakan senang, bangga dan sukacita, ketika melihat banyak orang yang mau membaca alkitab mereka lagi. bukan sekadar membaca tetapi study, artinya mereka membacamya berulang kali sampai mereka bisa memahami isinya. Bukankah itu luar biasa? Kalau bukan karena Tuhan, bagaimana itu bisa terjadi?
Kemarin kami mengunjungi seorang teman, which is anggota komsel juga. Dan ia sangat terbuka untuk bercerita banyak hal. Kami hanya menjadi pendengar yang baik dan belajar banyak darinya. Ada perkataan yang sangat mengena sekali, dia bilang "klo kamu pengen mimpimu jadi kenyataan, kamu hanya butuh 3 orang untuk mencapai hal itu". Intinya ia sedang bicara soal networking, environment yang membuat hidup kita move from the level to next level. Ya tentu saja gw langsung memikirkan seseorang yang ingin saya ajak berdiskusi. haha...
Hmm... itu hanya sedikit cerita seru di minggu-minggu ini.
Sabtu, 01 Maret 2014
Apa yang Mau Kita Ajarkan?
I know seharusnya kami ada di gereja tadi. But I'm so sorry klo kami memilih ada di tempat lain. Memang "lebih baik satu hari di pelataran Tuhan dari pada di tempat lain", namun sehubuah "hubungan" juga harus dimaintaince. Selama beberapa minggu ini, dari senin sampe minggu lagi ngurusin urusan gereja terus. Hari ini mau menikmati karya dari sesama manusia, ngurusin urusan duniawi dulu. We're go to watching movie. Setelah sekian lama ga ngebioskop berdua. Biasanya nonton juga sih... either klo ga nonton tv acara musik atau nonton youtube liatin bule kotbah, kali-kali aje gw langsung gape bahasa inggrisnye... hehe.
Terakhir nonton bioskop tuh Desember, nonton The Hobbit2. Itupun barengan temen-temen. Idiihh.. kayak pacaran anak SMA jaman dulu ye... mesti dikawal ma temen-temen... Jangankan liburan ke LN, nonton bioskop aja ga sempet cuy. Ngarep bisa liburan ke LN. Boleh dong.. haha.
Kami nonton "NON STOP". Gw ga jago mereview film, tetapi gw mau ceritain pelajaran berharga apa yang gw dapetin waktu nonton film. Gw sebenernya ga niat untuk belajar apapun waktu mau nonton, tapi atas jasa neuron-neuron yang mau membangun jembatan di pikiran gw, makanya gw berhasil mempelajari sesuatu. Film ini bercerita tentang seorang air marshall (Bill Mark) yang dijebak dalam pembajakan sebuah pesawat. Daripada bertanya-tanya, lihat aja review filmnya klik di sini.
Apa yang gw pelajari di sini? Gini, kami lagi mengharapkan, berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus agar kami dikaruniakan anak dalam keluarga. Setiap kali ada anak-anak di dalam hati seperti ada pertanyaan sanggup ga kami membesarkan anak, gimana cara kami membesarkan anak kelak, gimana cara mendidik anak. Pertanyaan ini sering muncul apalagi ketika melihat anak yang seperti tidak dididik oleh ortunya. Tapi kami juga tidak bisa menghakimi karena belum pernah mendidik anak sendiri. Mendidik anak sendiri sama anak orang pastilah berbeda. Ketika menonton film tersebut, langsung ku berpikir tentang satu hal penting. Seperti hal nya Bill yang dijebak, disalahkan, dijelekkan oleh orang yang dendam, demikian juga siapapun bisa diperlakukan hal yang sama. Bagaimana kita dapat mengatasi hal ini jika terjadi pada diri kita? Bagaimana rasanya jika seseorang yang kita anggap bisa menolong kita justru membuat kita punya lebih banyak masalah. Bagaimana rasanya ketika kita harus tetap menghormati orang yang menjelekkan kita, menjatuhkan harga diri kita, menipu kita. Dapatkah kita menjaga keoriginalan kita sebagai anak kerajaan? Apa yang mau kita ajarkan kepada anak-anak kita, apakah kita melarang mereka bergaul di luar rumah, karena di dunia luar itu jahat?
Dunia kita sekarang sudah corrupt, rusak. Gw juga diingetin sama lirik dari reff lagu "infected" by 12 Stones:
Tidakkah kita menyadari semakin hari semakin banyak kata "jangan" di negeri ini? Larangan memang baik buat kita, tetapi jika larangan tersebut justru mematikan fungsi kita, jati diri kita, larangan tersebut tidaklah baik. Gw memperhatikan beberapa tidnakan ortu yang mendidik anak. Misalnya... ada ortu yang senang ketika anaknya bisa menari di bawah hujan, tetapi ada ortu yang melarang anaknya untuk kena hujan sedikit pun. Keduanya baik, keduanya juga membuat anak belajar. tetapi kita harus melihat alasan ortu memberi larangan tersebut. Ada ortu yang ingin anaknya senang, dan dapat belajar resiko. Sepanjang ortu dapat mengontrol resiko tersebut, ortu mengijinkan anak melakukan hal-hal yang terlihat ekstrim sekalipun. Artinya di sinni, ortu tidak lepas tangan. Tetapi ada ortu yang ga mau repot dengan resiko, seolah melindungi anak tetapi seringkali anak jadi tidak belajar untuk mengendalikan resiko.
Well... sebenarnya gw ga lagi ngomongin tentang parenting tetapi gw mau share tentang how to handle the risk. Kita kan dah tau klo kita tinggal di dunia yang "rusak", so kita harus bersiap tentang resiko apapun yang akan terjadi, misalnya ditipu orang, dijelekkan orang, dihina orang. jika hal-hal itu terjadi kita ga perlu teriak-teriak ke Tuhan dan bertanya "mengapa Tuhan?". Kita memang harus meminimalisasikan kebodohan, tetapi sepintar-pintarnya tupai melompat pasti jatuh juga kan. Dengan kita belajar mengendalikan resiko, kita juga bisa mengajarkan kepada generasi berikutnya bagaimana kita harus bijak hidup di dalam dunia yang jahat ini. Sekalipun orang-orang yang kita hormati justru mereka yang menjatuhkan kita, kita bisa stay cool, be humble dan tetap menjaga integritas sebagai anak-anak Allah. Emas, jatuh di selokan paling bau pun tetap kualitasnya emas.
Itu aja deh.
Terakhir nonton bioskop tuh Desember, nonton The Hobbit2. Itupun barengan temen-temen. Idiihh.. kayak pacaran anak SMA jaman dulu ye... mesti dikawal ma temen-temen... Jangankan liburan ke LN, nonton bioskop aja ga sempet cuy. Ngarep bisa liburan ke LN. Boleh dong.. haha.
Kami nonton "NON STOP". Gw ga jago mereview film, tetapi gw mau ceritain pelajaran berharga apa yang gw dapetin waktu nonton film. Gw sebenernya ga niat untuk belajar apapun waktu mau nonton, tapi atas jasa neuron-neuron yang mau membangun jembatan di pikiran gw, makanya gw berhasil mempelajari sesuatu. Film ini bercerita tentang seorang air marshall (Bill Mark) yang dijebak dalam pembajakan sebuah pesawat. Daripada bertanya-tanya, lihat aja review filmnya klik di sini.
Apa yang gw pelajari di sini? Gini, kami lagi mengharapkan, berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus agar kami dikaruniakan anak dalam keluarga. Setiap kali ada anak-anak di dalam hati seperti ada pertanyaan sanggup ga kami membesarkan anak, gimana cara kami membesarkan anak kelak, gimana cara mendidik anak. Pertanyaan ini sering muncul apalagi ketika melihat anak yang seperti tidak dididik oleh ortunya. Tapi kami juga tidak bisa menghakimi karena belum pernah mendidik anak sendiri. Mendidik anak sendiri sama anak orang pastilah berbeda. Ketika menonton film tersebut, langsung ku berpikir tentang satu hal penting. Seperti hal nya Bill yang dijebak, disalahkan, dijelekkan oleh orang yang dendam, demikian juga siapapun bisa diperlakukan hal yang sama. Bagaimana kita dapat mengatasi hal ini jika terjadi pada diri kita? Bagaimana rasanya jika seseorang yang kita anggap bisa menolong kita justru membuat kita punya lebih banyak masalah. Bagaimana rasanya ketika kita harus tetap menghormati orang yang menjelekkan kita, menjatuhkan harga diri kita, menipu kita. Dapatkah kita menjaga keoriginalan kita sebagai anak kerajaan? Apa yang mau kita ajarkan kepada anak-anak kita, apakah kita melarang mereka bergaul di luar rumah, karena di dunia luar itu jahat?
Dunia kita sekarang sudah corrupt, rusak. Gw juga diingetin sama lirik dari reff lagu "infected" by 12 Stones:
Bumi kita sudah terinfeksi dengan dosa. Seorang anak yang lahir di dunia ini langsung terinfeksi virus dosa turunan. So.. artinya manusia siapa saja yang hidup di bumi ini sudah terinfeksi dengan dosa. Kita memang tidak bisa menghindari dari tipuan seorang teman, ciuman seorang sahabat, mungkin kita hanya bisa meminimalisir saja. Kita tidak bisa mengurung diri di rumah agar hal-hal tersebut tidak terjadi pada diri kita, namun kita harus tau bagaimana cara meresponi dengan tetap menjaga integritas kita sebagai anak-anak kerajaan Sorga.I Feel WeakI Feel NumbHad EnoughOf This Poison We've InjectedLiving In This World InfectedOut, Let Me OutTell Me HowWe All Got So DisconnectedSick Of Living In This World Infected
Tidakkah kita menyadari semakin hari semakin banyak kata "jangan" di negeri ini? Larangan memang baik buat kita, tetapi jika larangan tersebut justru mematikan fungsi kita, jati diri kita, larangan tersebut tidaklah baik. Gw memperhatikan beberapa tidnakan ortu yang mendidik anak. Misalnya... ada ortu yang senang ketika anaknya bisa menari di bawah hujan, tetapi ada ortu yang melarang anaknya untuk kena hujan sedikit pun. Keduanya baik, keduanya juga membuat anak belajar. tetapi kita harus melihat alasan ortu memberi larangan tersebut. Ada ortu yang ingin anaknya senang, dan dapat belajar resiko. Sepanjang ortu dapat mengontrol resiko tersebut, ortu mengijinkan anak melakukan hal-hal yang terlihat ekstrim sekalipun. Artinya di sinni, ortu tidak lepas tangan. Tetapi ada ortu yang ga mau repot dengan resiko, seolah melindungi anak tetapi seringkali anak jadi tidak belajar untuk mengendalikan resiko.
Well... sebenarnya gw ga lagi ngomongin tentang parenting tetapi gw mau share tentang how to handle the risk. Kita kan dah tau klo kita tinggal di dunia yang "rusak", so kita harus bersiap tentang resiko apapun yang akan terjadi, misalnya ditipu orang, dijelekkan orang, dihina orang. jika hal-hal itu terjadi kita ga perlu teriak-teriak ke Tuhan dan bertanya "mengapa Tuhan?". Kita memang harus meminimalisasikan kebodohan, tetapi sepintar-pintarnya tupai melompat pasti jatuh juga kan. Dengan kita belajar mengendalikan resiko, kita juga bisa mengajarkan kepada generasi berikutnya bagaimana kita harus bijak hidup di dalam dunia yang jahat ini. Sekalipun orang-orang yang kita hormati justru mereka yang menjatuhkan kita, kita bisa stay cool, be humble dan tetap menjaga integritas sebagai anak-anak Allah. Emas, jatuh di selokan paling bau pun tetap kualitasnya emas.
Itu aja deh.
Jumat, 28 Februari 2014
MARANATHA... Mesias akan Segera Datang!
Sebenarnya artikel ini seharusnya terbit sebelum natal 2013 tiba, tetapi saya terlalu banyak alasan sehingga tidak menuliskannya. Bukan hanya artikel ini tetapi banyak sekali artikel-artikel yang tidak sempat terbit, hanya terbang-terbang di pikiran dan lenyap bersama dengan memory pikiran yang menguap, alias LUPA. Hal yang paling disesali ketika melewati tahun 2013 lalu adalah saya hanya merelease 23 artikel saja di tahun 2013. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2013 adalah rekor paling buruk. Hmm... penyesalan selalu datang terlambat, karena jika terlalu dini datang namanya warning.
Tahun ini, hal yang paling ingin saya pelajari adalah pelajaran tentang akhir zaman. Dulu memang saya suka pelajaran tentang akhir zaman, sampai akhirnya saya menemukan banyak orang menjadi takut dan tidak mau berkarya lagi, maka saya kesampingkan terlebih dahulu pelajaran tentang akhir zaman. Tetapi... karena terlalu banyak yang sudah saya lupakan, saya harus mengingatnay kembali. Saya harus belajar lagi. Dukung saya!! haha.
Bicara soal akhir zaman tidak terlepas dengan "nubuatan". Yohanes sebagai penulis kitab Wahyu, ia menuliskan tentang masa depan dengan gaya bahasa zaman dia hidup. Gimana pun juga ia harus memperluas pengetahuannya secara cepat, mendeskripsikan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ga heran jika ia tercengang, bergidik, kerignat dingin, tidak bisa tidur, tidak bisa makan. Jika kita berpikir logis, mengetahui apa yang di depan kita, masa depan, terlebih dahulu tidak selalu menyenangkan, karena kita dituntut berpikir lebih luas, lebih jauh dari yang biasanya. Saya masih terkagum dengan Yohanes, bagaimana ia mendeskripsikan masa depan dengan bahasanya sendiri (dengan gaya bahasa masa lampau, dan bahasanya itu harus relevan di segala zaman). Bayangkan bagaimana seseorang yang hidup di tahun 1981 menjelaskan perkembangan internet di zaman ini (tahun 2014).
Banyak orang ingin mempunyai karunia bernubuat, menjadi nabi (mungkin karena Alkitab mengatakan "jangan banyak diantara kamu yang mau jadi guru") dan senang untuk mengatakan "Tuhan berkata kepada saya... ini itu...". Klo sudah Tuhan yang berkata, ya kita sdh tidak dapat berbuat apa-apa. Saudaraku... saya hanya mau bilang, setiap orang Kristen sudah seharusnya dapat mendengar suara Tuhan. Tetapi apapun yang kita dengar dari Tuhan itu, ada tujuannya masing-masing. Seorang nabi pun harus dapat mendengar nabi lainnya, tidak seharusnya ada kekacauan. Suara nubuatan haruslah berlandaskan Firman Tuhan, yaitu berlandaskan Firman yang tertulis di dalam buku Alkitab. Suara nubuatan juga harus ada dukungan dari suara nubuatan lain.
Beberapa waktu ini, mulai dari akhir tahun, pembukaan awal tahun, hingga kini, Indonesia diguncang oleh bencana. Kalau dulu bencana tsunami Aceh, orang bisa bilang karena Tuhan marah supaya banyak bertobat. Sekarang bencana banjir Menado, orang tidak bisa memberi alasan yang jelas lagi. Tidak kah aneh ada banjir di gunung? Orang kristen harus banyak belajar, jangan cepat bereaksi, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan yang hanya memberi makan jiwa, sedangkan secara logika tidak dapat diterima sama sekali. Mari kita belajar secara logis. Mari kita ajarkan generasi ini untuk berpikir, bukan haya menerima "berita cenayang".
Btw saya tidak menentang nubuat, saya hanya mau mengajak teman-teman muda untuk mengumpulkan data secara logis terlebih dahulu sebelum mengintepretasikannya.
Saya belajar skema ini:
Hermeneutika -> Eskatology -> Eklesialogy -> Hermeneutika.
Hermeneutika itu ilmu tafsir, intepretasi
Eksatology itu ilmu tentang akhir zaman
Eklesialogy itu adalah ilmu tentang gereja
Jadi dari skema itu Penafsiran kita menentukan bagaimana kita dapat mengerti tentang akhir zaman. Pengertian kita tentang akhir zaman menentukan hidup kita dalam bergereja. Hidup bergereja akan menetukan penafsiran kita. So... ini seperti rantai yang tak terputus. Sebelum kita menafsirkan/ mengintepretasikan sesuatu harus ada data. Jika kita terlalu cepat untuk mengintepretasi, pengertian kita tentang akhir zaman pun akan sangat dangkal. Pengertian yang dangkal tentang akhir zaman akan membuat dangkal juga pengertian kita sebagai gereja, sehingga kita hanya berpikir "yang penting gw dah selamat", "mengutamakan 'grace' dan melupakan tujuan untuk 'melakukan perbuatan baik' ". Gereja seharusnya menjadi terang, tetapi masih end up menjadi garam. Akibatnya intepretasi ketika membaca alkitab pun menjadi sangat dangkal.
Selama ini memang ada gereja yang kuat di hermeneutika, tetapi lemah di eskatology, berarti ada yang nyangkut di hermeneutika. Ada juga yang menganggap diri kuat di eskatology tetapi sebenarnya output di eklesialogy sangat lemah, jadi sebenarnya input hermeneutikanya lemah. Ada juga gereja yang kuat di hermeneutika tetapi langsung cut off ke eklesiology, sehingga kita tau ada input yang kurang dari eskatology sehingga ekelsialogy (masih bisa berdiri tapi) kurang komplit. Aniway blum ada gereja yang sempurna, tetapi kita harus bekerja sesempurna mungkin, nanti "grace" yang akan membuat komplit.
Menanggapi soal bencana global, cuaca ekstrim tidak menentu, banyak orang kristen yang mulai menjadi cenayang, I meant mencari-cari hal-hal yang nge-roh, karena tidak mampu menjawab secara logis. Tidak ada yang salah untuk menilik beberapa nubuat dari beberapa orang yang berkarunia nabi, namun kita tidak perlu mengkultuskannya. Seolah-olah Mesias mau datang besok, akibatnya pekerjaan rutinnya menjadi terbengkalai. Ketakutan, heroic, reaktif. Artinya hanya cari Tuhan ketika lagi ada bencana aja.
Belakangan ini sangat banyak nubuat yang muncul ketika kematian Ariel Sharon. Banyak sekali broadcast link melalui bbm seperti http://dunia.news.viva.co.id/news/read/472669-kematian-ariel-sharon-dan-ramalan-kedatangan-al-masih. Masih banyak lagi. Okey.. saya tidak mau ketinggalan untuk menuliskan ini, walaupun sebenarnya sudah terlebih dahulu dituliskan oleh blog "Glory of God Ministries" (http://sonnyelizaluchu.blogspot.com/2014/01/rabi-kaduri-ariel-sharon-nubuatan.html). Saya tidak akan membahas ayat-ayat yang sudah dibahas di blog "Glory of God Ministries". Silahkan Saudara membacanya sendiri.
Saya akan membahas tentang nubuatan Mesias akan segera datang. Kenyataannya Mesias akan datang untuk kedua kalinya, apakah ada yang menubuatkannya dalam masa ini ataupun tidak ada. Ada nubuatannya pun tidak perlu dirisaukan dan menjadi takut. Mari kita menyikapi setiap nubuatan berdasarkan apa yang Alkitab katakan. Makanya perlu untuk membaca Alkitab dan mengerti tentang apa yang dibaca itu.
Seperti yang telah disinggung di atas, banyak orang yang membahas tentang Kaduri. Yitzhak Kaduri adalah seorang Yahudi Kabalah. Informasi singkatnya, Kabalah adalah paham Yahudi yang menganut mistisme, berpikir secara mistis. Sebelum akhir hidupnya, Kaduri berpesan bahwa sesudah kematian Ariel Sharon maka akan terungkap tentang Mesias. Ariel Sharon meninggal Sabtu 11 Januari 2014. Kaduri meninggal 28 Januari 2006. Sebelum meninggal ia menitipkan surat pesan singkat untuk pengikutnya. Ia meminta agar surat tersebut dibuka setelah 1 tahun kematiannya. Dimana sebelum ia meninggal, katanya sih ia sudah bertemu dengan Mesias. Isi suratnya:
Sebanrnya tentang ke-Mesias-an Yesus lebih mudah diterima oleh orang yang belum mengenal Taurat sebelumnya (Yes 9:1). Menurut orang Yahudi, Yes 53:1 itu bukan menunjuk kepada Yesus. Hal ini yang membuat mereka sulit untuk menerima Yesus sebagai Mesias. Rabi Kaduri telah bertemu dengan Mesias sebelum ia meninggal, itulah pengakuannya. Dan ia ingin agar pengikutnya menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias, dan tidak perlu menunggu lagi Mesias yang akan datang.
Ada orang bijak yang mengatakan bahwa "Mempunyai persiapan, rencana, menyatakan bahwa orang tersebut mempunyai iman". Ya tentu ini benar sekali. Dalam hal ini, kita harus mengerti tentang nubuatan dan tidak perlu takut. Jika kita merasa hidup kita lagi ga bener, ya harus bertobat dan dibenerin. Para kaum Mesianic sedang mempersiapkan diri dengan versinya mereka untuk segera bertemu dengan Mesias. Persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk bertemu dengan Mesias? Kita hanya perlu percaya dan bersatu dengan Dia, Mesias, Kristus itu.
Masalah kapan Mesias akan datang, tidak seorang pun yang mengetahuinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan diri dengan tetap percaya kepada-Nya. Kitab Yohanes ditulis agar para pembacanya dapat percaya, dan terus percaya kepada Kristus Yesus Tuhan. Dalam kitab Yohanes juga dapat kita temukan karakteristik "percaya". Apa yang Yohanes pikirkan ketika menulis injil ini adalah agar pembacanya dapat keep on believing. Sehingga ketika Yesus datang kembali ke bumi, kita dapat dijemput-Nya sebagai mempelai yang berlayak.
Ketika Yesus memberikan tubuh dan darahnya, yang kita peringati dalam perjamuan kudus (1 Kor 11:23), Ia sedang meminang gereja-Nya degnan darah-Nya sendiri. Kebiasaan orang Yahudi ketika meminang mempelai perempuan, ia akan meminangnya dengan segelas anggur. Ketika itu sah disaksikan oleh orang-orang sebagai saksi, maka ia pulang ke rumah untuk mempersiapkan segala sesuatu. Menyampaikan maksudnya kepada orangtua dan keluarganya. Sementara mempelai perempuan harap-harap cemas menantikan kapan datangnya mempelai pria untuk melangsungkan pernikahan. Demikian juga kedatangan Kristus. Kita sebagai gereja, mempelai perempuan harus menyiapkan diri untuk menyongsong kedatangan mempelai pria, Kristus, untuk menjemput kita di bawa ke rumah-Nya.
So... apapun nubuatan orang-orang tentang kedatangan Mesias, kita tidak peru takut. Persiapkan diri saja. Nanti akan banyak orang yang berkata, Mesias ada di sini.. di sana... Tetapi kita perlu untuk keep on believing.
Teman-teman, kitatidak hidup karena perkataan manusia. Mari kita mulai pelajari Alkitab dan temukan kebenarannya!
Tahun ini, hal yang paling ingin saya pelajari adalah pelajaran tentang akhir zaman. Dulu memang saya suka pelajaran tentang akhir zaman, sampai akhirnya saya menemukan banyak orang menjadi takut dan tidak mau berkarya lagi, maka saya kesampingkan terlebih dahulu pelajaran tentang akhir zaman. Tetapi... karena terlalu banyak yang sudah saya lupakan, saya harus mengingatnay kembali. Saya harus belajar lagi. Dukung saya!! haha.
Bicara soal akhir zaman tidak terlepas dengan "nubuatan". Yohanes sebagai penulis kitab Wahyu, ia menuliskan tentang masa depan dengan gaya bahasa zaman dia hidup. Gimana pun juga ia harus memperluas pengetahuannya secara cepat, mendeskripsikan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ga heran jika ia tercengang, bergidik, kerignat dingin, tidak bisa tidur, tidak bisa makan. Jika kita berpikir logis, mengetahui apa yang di depan kita, masa depan, terlebih dahulu tidak selalu menyenangkan, karena kita dituntut berpikir lebih luas, lebih jauh dari yang biasanya. Saya masih terkagum dengan Yohanes, bagaimana ia mendeskripsikan masa depan dengan bahasanya sendiri (dengan gaya bahasa masa lampau, dan bahasanya itu harus relevan di segala zaman). Bayangkan bagaimana seseorang yang hidup di tahun 1981 menjelaskan perkembangan internet di zaman ini (tahun 2014).
Banyak orang ingin mempunyai karunia bernubuat, menjadi nabi (mungkin karena Alkitab mengatakan "jangan banyak diantara kamu yang mau jadi guru") dan senang untuk mengatakan "Tuhan berkata kepada saya... ini itu...". Klo sudah Tuhan yang berkata, ya kita sdh tidak dapat berbuat apa-apa. Saudaraku... saya hanya mau bilang, setiap orang Kristen sudah seharusnya dapat mendengar suara Tuhan. Tetapi apapun yang kita dengar dari Tuhan itu, ada tujuannya masing-masing. Seorang nabi pun harus dapat mendengar nabi lainnya, tidak seharusnya ada kekacauan. Suara nubuatan haruslah berlandaskan Firman Tuhan, yaitu berlandaskan Firman yang tertulis di dalam buku Alkitab. Suara nubuatan juga harus ada dukungan dari suara nubuatan lain.
Beberapa waktu ini, mulai dari akhir tahun, pembukaan awal tahun, hingga kini, Indonesia diguncang oleh bencana. Kalau dulu bencana tsunami Aceh, orang bisa bilang karena Tuhan marah supaya banyak bertobat. Sekarang bencana banjir Menado, orang tidak bisa memberi alasan yang jelas lagi. Tidak kah aneh ada banjir di gunung? Orang kristen harus banyak belajar, jangan cepat bereaksi, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan yang hanya memberi makan jiwa, sedangkan secara logika tidak dapat diterima sama sekali. Mari kita belajar secara logis. Mari kita ajarkan generasi ini untuk berpikir, bukan haya menerima "berita cenayang".
Btw saya tidak menentang nubuat, saya hanya mau mengajak teman-teman muda untuk mengumpulkan data secara logis terlebih dahulu sebelum mengintepretasikannya.
Saya belajar skema ini:
Hermeneutika -> Eskatology -> Eklesialogy -> Hermeneutika.
Hermeneutika itu ilmu tafsir, intepretasi
Eksatology itu ilmu tentang akhir zaman
Eklesialogy itu adalah ilmu tentang gereja
Jadi dari skema itu Penafsiran kita menentukan bagaimana kita dapat mengerti tentang akhir zaman. Pengertian kita tentang akhir zaman menentukan hidup kita dalam bergereja. Hidup bergereja akan menetukan penafsiran kita. So... ini seperti rantai yang tak terputus. Sebelum kita menafsirkan/ mengintepretasikan sesuatu harus ada data. Jika kita terlalu cepat untuk mengintepretasi, pengertian kita tentang akhir zaman pun akan sangat dangkal. Pengertian yang dangkal tentang akhir zaman akan membuat dangkal juga pengertian kita sebagai gereja, sehingga kita hanya berpikir "yang penting gw dah selamat", "mengutamakan 'grace' dan melupakan tujuan untuk 'melakukan perbuatan baik' ". Gereja seharusnya menjadi terang, tetapi masih end up menjadi garam. Akibatnya intepretasi ketika membaca alkitab pun menjadi sangat dangkal.
Selama ini memang ada gereja yang kuat di hermeneutika, tetapi lemah di eskatology, berarti ada yang nyangkut di hermeneutika. Ada juga yang menganggap diri kuat di eskatology tetapi sebenarnya output di eklesialogy sangat lemah, jadi sebenarnya input hermeneutikanya lemah. Ada juga gereja yang kuat di hermeneutika tetapi langsung cut off ke eklesiology, sehingga kita tau ada input yang kurang dari eskatology sehingga ekelsialogy (masih bisa berdiri tapi) kurang komplit. Aniway blum ada gereja yang sempurna, tetapi kita harus bekerja sesempurna mungkin, nanti "grace" yang akan membuat komplit.
Menanggapi soal bencana global, cuaca ekstrim tidak menentu, banyak orang kristen yang mulai menjadi cenayang, I meant mencari-cari hal-hal yang nge-roh, karena tidak mampu menjawab secara logis. Tidak ada yang salah untuk menilik beberapa nubuat dari beberapa orang yang berkarunia nabi, namun kita tidak perlu mengkultuskannya. Seolah-olah Mesias mau datang besok, akibatnya pekerjaan rutinnya menjadi terbengkalai. Ketakutan, heroic, reaktif. Artinya hanya cari Tuhan ketika lagi ada bencana aja.
Belakangan ini sangat banyak nubuat yang muncul ketika kematian Ariel Sharon. Banyak sekali broadcast link melalui bbm seperti http://dunia.news.viva.co.id/news/read/472669-kematian-ariel-sharon-dan-ramalan-kedatangan-al-masih. Masih banyak lagi. Okey.. saya tidak mau ketinggalan untuk menuliskan ini, walaupun sebenarnya sudah terlebih dahulu dituliskan oleh blog "Glory of God Ministries" (http://sonnyelizaluchu.blogspot.com/2014/01/rabi-kaduri-ariel-sharon-nubuatan.html). Saya tidak akan membahas ayat-ayat yang sudah dibahas di blog "Glory of God Ministries". Silahkan Saudara membacanya sendiri.
Saya akan membahas tentang nubuatan Mesias akan segera datang. Kenyataannya Mesias akan datang untuk kedua kalinya, apakah ada yang menubuatkannya dalam masa ini ataupun tidak ada. Ada nubuatannya pun tidak perlu dirisaukan dan menjadi takut. Mari kita menyikapi setiap nubuatan berdasarkan apa yang Alkitab katakan. Makanya perlu untuk membaca Alkitab dan mengerti tentang apa yang dibaca itu.
Seperti yang telah disinggung di atas, banyak orang yang membahas tentang Kaduri. Yitzhak Kaduri adalah seorang Yahudi Kabalah. Informasi singkatnya, Kabalah adalah paham Yahudi yang menganut mistisme, berpikir secara mistis. Sebelum akhir hidupnya, Kaduri berpesan bahwa sesudah kematian Ariel Sharon maka akan terungkap tentang Mesias. Ariel Sharon meninggal Sabtu 11 Januari 2014. Kaduri meninggal 28 Januari 2006. Sebelum meninggal ia menitipkan surat pesan singkat untuk pengikutnya. Ia meminta agar surat tersebut dibuka setelah 1 tahun kematiannya. Dimana sebelum ia meninggal, katanya sih ia sudah bertemu dengan Mesias. Isi suratnya:
Reishei-Tivot of Mashiach:
Yarim Ha'am Veyojiakh Shedvaro Vetorato OmodimIni adalah huruf inisial yang menunjuk ke Yeshoshua atau Yeshua. Mengingat bahwa sebagian orang Yahudi tidak percaya Yesus sebagai Mesias, maka pesan Kaduri ini begitu penting bagi orang Yahudi pada zaman sekarang ini. Bagi orang yang sudah percaya kepada Yesus sebagai Mesias, pesan ini agaknya menjadi pesan yang lain, yaitu tentang kedatangan Mesias kedua kali. Padahal Kaduri di sini menunjuk bahwa Yehosua (Yesus) yang sudah datang itu adalah Mesias. Pesan ini semakin memuncak ketika muncul teori Four Blood Moon yang akan terjadi nanti pada saat Paskah 2014 dan 2015. Seolah-olah pesan ini menyatakan bahwa Mesias akan datang setelah peristiwa Four Blood Moon ini. Adapun tanggal yang agak beragam di sini Four Blood Moon akan terjadi:
- Passover 15/4/2014
- Sukkot 8/10/2014
- Adar 29 Nissan 1 20/3/2015
- Passover 4/4/2015
- Sukkot 28/9/2015
Sebanrnya tentang ke-Mesias-an Yesus lebih mudah diterima oleh orang yang belum mengenal Taurat sebelumnya (Yes 9:1). Menurut orang Yahudi, Yes 53:1 itu bukan menunjuk kepada Yesus. Hal ini yang membuat mereka sulit untuk menerima Yesus sebagai Mesias. Rabi Kaduri telah bertemu dengan Mesias sebelum ia meninggal, itulah pengakuannya. Dan ia ingin agar pengikutnya menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias, dan tidak perlu menunggu lagi Mesias yang akan datang.
Ada orang bijak yang mengatakan bahwa "Mempunyai persiapan, rencana, menyatakan bahwa orang tersebut mempunyai iman". Ya tentu ini benar sekali. Dalam hal ini, kita harus mengerti tentang nubuatan dan tidak perlu takut. Jika kita merasa hidup kita lagi ga bener, ya harus bertobat dan dibenerin. Para kaum Mesianic sedang mempersiapkan diri dengan versinya mereka untuk segera bertemu dengan Mesias. Persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk bertemu dengan Mesias? Kita hanya perlu percaya dan bersatu dengan Dia, Mesias, Kristus itu.
Masalah kapan Mesias akan datang, tidak seorang pun yang mengetahuinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan diri dengan tetap percaya kepada-Nya. Kitab Yohanes ditulis agar para pembacanya dapat percaya, dan terus percaya kepada Kristus Yesus Tuhan. Dalam kitab Yohanes juga dapat kita temukan karakteristik "percaya". Apa yang Yohanes pikirkan ketika menulis injil ini adalah agar pembacanya dapat keep on believing. Sehingga ketika Yesus datang kembali ke bumi, kita dapat dijemput-Nya sebagai mempelai yang berlayak.
Ketika Yesus memberikan tubuh dan darahnya, yang kita peringati dalam perjamuan kudus (1 Kor 11:23), Ia sedang meminang gereja-Nya degnan darah-Nya sendiri. Kebiasaan orang Yahudi ketika meminang mempelai perempuan, ia akan meminangnya dengan segelas anggur. Ketika itu sah disaksikan oleh orang-orang sebagai saksi, maka ia pulang ke rumah untuk mempersiapkan segala sesuatu. Menyampaikan maksudnya kepada orangtua dan keluarganya. Sementara mempelai perempuan harap-harap cemas menantikan kapan datangnya mempelai pria untuk melangsungkan pernikahan. Demikian juga kedatangan Kristus. Kita sebagai gereja, mempelai perempuan harus menyiapkan diri untuk menyongsong kedatangan mempelai pria, Kristus, untuk menjemput kita di bawa ke rumah-Nya.
So... apapun nubuatan orang-orang tentang kedatangan Mesias, kita tidak peru takut. Persiapkan diri saja. Nanti akan banyak orang yang berkata, Mesias ada di sini.. di sana... Tetapi kita perlu untuk keep on believing.
Teman-teman, kitatidak hidup karena perkataan manusia. Mari kita mulai pelajari Alkitab dan temukan kebenarannya!
Kamis, 27 Februari 2014
Berbuah
Dalam Alkitab Perjanjian Baru kita mengenal beberapa prinsip berbuah, seperti:
Karena saya bukan ahli biologi, maka saya mengutip beberapa artikel dari beberapa sumber untuk dipergunakan sebagai data di artikel ini. adapun sumber yang saya gunakan adalah
merdeka.com
alkitab.sabda.org
id.wikipedia.org
Pohon ara
Tin atau Ara (Ficus Carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama "Tin" diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara" (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; "pohon ara umum"), sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus. Pohon ara (Ficus) kebanyakan hijau sepanjang tahun dan dapat tumbuh di berbagai daerah ekologi, sebagian merupakan spesies deciduous yang tumbuh di daerah di luar wilayah tropis dan di dataran tinggi. (sumber id.wikipedia.org)
Ada beberapa kontroversi tentang buah ara ini, karena buah ara dikenal sebagai buah yang tidak dapat dimakan. Tetapi jika kita melihat konteks di kitab Injil ketika Yesus mencari buah ara, pastilah ini buah ara yang bisa dimakan. Di Arab, buah ara ini dikenal sebagai buah Tin. Dan beberapa orang mengklaim bahwa buah Tin yang dapat dimakan bukan buah ara. Tetapi jika kita mengecek bahasa Ibrani dari ara ini adalah "Tenah", populer disebut dengan "Ten" atau "Tin". Selanjutnya yang kita bicarakan di sini adalah buah ara yang dapat dimakan.
Keterangan tentang Pohon ara dari Alkitab (dikutip dari http://alkitab.sabda.org/)
- Benih yang ditanam di tanah subur (Mat 13)
- Pohon Ara (Mat 21; Luk 13)
- Pokok Anggur (Yoh 15)
- Injil (Kol 1:16)
- Pohon Kehidupan (Wahyu 22)
Karena saya bukan ahli biologi, maka saya mengutip beberapa artikel dari beberapa sumber untuk dipergunakan sebagai data di artikel ini. adapun sumber yang saya gunakan adalah
merdeka.com
alkitab.sabda.org
id.wikipedia.org
Pohon ara
Tin atau Ara (Ficus Carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama "Tin" diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama "Ara" (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; "pohon ara umum"), sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus. Pohon ara (Ficus) kebanyakan hijau sepanjang tahun dan dapat tumbuh di berbagai daerah ekologi, sebagian merupakan spesies deciduous yang tumbuh di daerah di luar wilayah tropis dan di dataran tinggi. (sumber id.wikipedia.org)
Ada beberapa kontroversi tentang buah ara ini, karena buah ara dikenal sebagai buah yang tidak dapat dimakan. Tetapi jika kita melihat konteks di kitab Injil ketika Yesus mencari buah ara, pastilah ini buah ara yang bisa dimakan. Di Arab, buah ara ini dikenal sebagai buah Tin. Dan beberapa orang mengklaim bahwa buah Tin yang dapat dimakan bukan buah ara. Tetapi jika kita mengecek bahasa Ibrani dari ara ini adalah "Tenah", populer disebut dengan "Ten" atau "Tin". Selanjutnya yang kita bicarakan di sini adalah buah ara yang dapat dimakan.
(buah ara/ buah tin -- sumber merdeka.com)
(pohon ara di australia sumber: wikipedia.org)
-000-
- 1. Menghasilkan buah yang manis dan baik. Hak 9:11
- 2. Tidak terdapat di padang gurun. Bil 20:5
- 3. Terdapat banyak di:
- 3.1 Mesir. Mazm 105:33
- 3.2 Kanaan. Bil 13:23; Ul 8:8
- 4. Kadang-kadang tumbuh di hutan. Am 7:14
- 5. Kadang-kadang ditanam di kebun anggur. Luk 13:6
- 6. Diperbanyak oleh orang Yahudi. Am 4:9
- 7. Perlu dicangkul di sekelilingnya. Luk 13:8
- 8. - mulai berbuah setelah musim dingin. Kid 2:11,13
- 9. Ranting-rantingnya bertunas, sebagai tanda bahwa musim panas sudah hampir.
- 10. Boleh berharap akan mendapat buah - apabila berdaun banyak. Mr 11:13
- 11. Buah - :
- 11.1 Dapat dimakan langsung dari pohonnya. Mat 21:18,19
- 11.2 Dikumpulkan dan disimpan dalam keranjang-keranjang. Yer 24:1
- 11.3 Dikeringkan dan dibuat kue. 1Sam 30:12
- 11.4 Yang pertama kali masak yang paling dihargai. Yer 24:2; Hos 9:10
- 11.5 Dipakai untuk menyembuhkan Hizkia secara ajaib. 2Raj 20:7; Yes 38:21
- 11.6 Dijual di pasar-pasar. Neh 13:15
- 11.7 Dikirim sebagai hadiah. 1Sam 25:18; 1Taw 12:40
- 12. Suatu jenis - mengeluarkan buah yang busuk dan tidak dapat dimakan. Yer 29:17
- 13. Daun - dipakai oleh Adam sebagai penutup. Kej 3:7
- 14. Memberi naungan yang teduh. Yoh 1:48,50
- 15. Sering tidak berbuah. Luk 13:7
- 16. Kalau tidak menghasilkan buah, suatu malapetaka yang besar. Hab 3:17
- 17. Orang Yahudi dihukum dengan cara:
- 17.1 - dibinasakan oleh Allah. Hos 2:11
- 17.2 Tidak mendapatkan buah - . Yer 8:13; Hag 2:20
- 17.3 Musuh-musuh makan buah - . Yer 5:17
- 17.4 Dikelupas kulitnya dan dimakan oleh belalang. Yoel 1:4,7,12; Am 4:9
- 18. Melukiskan:
- 18.1 (Tidak berbuah) orang yang hanya mengaku beragama tetapi tidak percaya sungguh-sungguh. Mat 21:19; Luk 13:6,7
- 18.2 (Duduk di bawah pohon - masing-masing) ketenteraman dan kesejahteraan. 1Raj 4:25; Mi 4:4
- 19. Buah - melukiskan:
- 19.1 Perbuatan baik. Mat 7:16
- 19.2 (Yang baik) orang-orang kudus. Yer 24:2,3
- 19.3 (Yang tidak baik) orang fasik. Yer 24:2,3-8
- 19.4 (Yang pertama kali masak) para bapa jemaat Yahudi. Hos 9:10
- 19.5 (Sebelum waktunya sudah gugur) orang fasik yang sudah waktunya dihukum. Yes 34:4; Nah 3:12; Wahy 6:13
- -000-
- Pohon ara mempunyai genus dari Ficus. Jadi seringkali ketika bicara soal Ficus, bicara juga soal pohon ara (Ficus carica) ataupun pohon beringin (Ficus benjamina) dan juga sejumlah spesies Ficus. Tetapi species dari Ficus yang mempunyai buah dan buahnya bisa dimakan adalah pohon ara.

Mat 24:32
Pohon Beringin (Ficus Benjamina)
Seringkali ketika membahas tentang pohon ara, pikiran kita langsung mengarah ke Pohon Beringin, karena pohon ara tidaklah populer di Indonesia. Pohon Beringin sangatlah populer di Indonesia.
Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.
Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae) sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi. Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda. (sumber: id.wikipedia.org).
Pohon beringin senidiri sebenerarnya mempunyai buah, namun bukan buahnya yang banyak dimanfaatkan. Daunnya yang banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Akarnya dimanfaatkan untuk mencegah erosi, dlsb.
Fakta lain dari beringin, saya kutip dari http://sulur.wordpress.com/. Tapi kemungkinan penulisnya sedang membicarakan beringin secara umum, which is Ficus, dan lebih mengarah ke pohon ara.
Pokok Anggur
Pohon/pokok anggur seringkali disebutkan bersamaan dengan pohon ara. Ternyata kita dapat menemukan bahwa pokok ara ada di ladang anggur pada Luk 13:6 "Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya".
Anggur, tidak selalu dibicarakan secara denotasi, tetapi kadang juga dipakai sebagai gambaran kata. Yesus berkata dalam Yoh 15 "Akulah pokok Anggur yang benar...". Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Tuhan Yesus, pernahkah kita membayangkan tentang pokok anggur?
Seringkali ketika membahas tentang pohon ara, pikiran kita langsung mengarah ke Pohon Beringin, karena pohon ara tidaklah populer di Indonesia. Pohon Beringin sangatlah populer di Indonesia.
Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.
Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae) sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi. Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda. (sumber: id.wikipedia.org).
Pohon beringin senidiri sebenerarnya mempunyai buah, namun bukan buahnya yang banyak dimanfaatkan. Daunnya yang banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Akarnya dimanfaatkan untuk mencegah erosi, dlsb.
(sumber: ud.wikipedia.org)
Beringin (Ficus spp) adalah pohon yang memiliki nilai khusus bagi orang Timur, dikenal sebagai pohon kehidupan, simbol kekuasaan yang melindungi. Arsitektur pohon beringin yang besar, rimbun dan melebar, merupakan tempat yang nyaman untuk berlindung dan sekaligus lahan mencari makan bagi berbagai jenis burung dan mamalia. Tuhan menciptakan beringin sebagai lumbung makanan bagi berbagai jenis burung pemakan buah di hutan alam. Beringin merupakan sedikit dari pohon hutan yang mampu memproduksi buah dalam jumlah besar (hingga jutaan), masak dalam waktu yang cepat dan biasanya terjadi secara serempak. Saat musim buah tiba, suasana pagi hari di seputar pohon beringin begitu riuh-rendah oleh suara burung, layaknya sebuah pasar, ramai oleh lalu lintas burung yang hilir-mudik mengambil buah. Uniknya, produksi buah beringin tidak mengikuti aturan musim, beringin terus berbuah, ketika pohon-pohon lain berhenti berbuah. Karena itu, buah beringin berperan sebagai ’jaring pengaman sosial’ bagi burung pemakan buah. Bukan hanya jumlahnya yang melimpah, kandungan gisinyapun tinggi. Buah beringin kaya akan gula, juga kalsium yang sangat dibutuhkan burung untuk pembentukan tulang dan cangkang telur. Buah beringin disukai burung karena mudah dicerna. Burung menggantungkan sekitar 70 – 85 % jenis pakannya dari beringin. Kelimpahan (jumlah) pohon beringin di dalam suatu blok ekosistem hutan tropika, karena itu, menentukan kelimpahan jenis burung pemakan buah di wilayah blok tersebut. Sedikitnya ada empat puluh jenis pohon beringin di hutan-hutan alam Sulawesi. Keragaman jenis beringin di suatu hutan, berbanding lurus dengan keragaman jenis lebah penyerbuknya (wasps). Uniknya, setiap jenis lebah penyerbuk, hanya mampu membantu proses penyerbukan beringin jenis tertentu saja. Sehingga apabila suatu jenis lebah punah, akan diikuti oleh kepunahan suatu jenis beringin pula. Hal ini menunjukkan betapa tingginya keterkaitan dan ketergantungan antara tumbuhan dan satwa. Implikasinya, konservasi keragaman hayati di hutan tropika harus dilakukan berdasarkan pendekatan ekosistem. Sebuah hutan yang satwanya habis oleh kegiatan perburuan, secara perlahan akan diikuti oleh kehancuran hutannya, karena kelangkaan agen penyerbuk maupun penyebar biji. Demikian pula sebuah hutan yang telah gundul, akan diikuti oleh kelangkaan satwanya, karena lenyapnya tempat berteduh (shelter) dan lumbung makanan. Konservasi jenis, seperti konservasi anoa, tarsius, kuskus, rangkong, barung rangkong, kupu-kupu, kayu kuku dan sebagainya, karena itu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan dengan mempertahankan keutuhan ekosistem hutan secara menyeluruh! ***
Kembali ke beringin. Dari pertumbuhannya dikenal dua jenis beringin. Beringin yang langsung tumbuh dari biji yang bersemai langsung di tanah dan besar sebagai pohon yang mandiri. Kedua adalah beringin pencekik (strangling fig) yang mengawali hidup sebagai parasit (hidup menumpang dari) pohon lain, kemudian setelah besar mematikan pohon inangnya dengan cara mencekik. Kehidupan beringin pencekik ini berawal dari biji yang dibawa oleh monyet atau burung, biji tersebut kemudian terjatuh dan menyangkut di tajuk sebuah pohon. Setelah bersemai, kemudian menjadi parasit yang menempel di cabang pohon. Sebagai parasit, awalnya beringin kecil ini, memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya dari mengisap zat hara dari pohon inangnya. Setelah akarnya tertancap kuat pada inangnya, beringin secara perlahan mulai membangun kekuatan, akar-akar sulurnya tumbuh kebawah dengan merambat dan membelit pohon inangnya, untuk mendapatkan asupan makanan secara langsung dari tanah hutan. Seiring dengan perjalanan waktu, ukuran akar beringinpun semakin besar dan daya cekiknya juga semakin kuat. Kematian pohon inang biasanya disebabkan oleh, (1) belitan akar-akar beringin; (2) terampasnya aliran sumber makanan oleh akar-akar beringin; (3) ternaunginya tajuk pohon inang oleh kerimbunan tajuk beringin.
Pokok Anggur
Pohon/pokok anggur seringkali disebutkan bersamaan dengan pohon ara. Ternyata kita dapat menemukan bahwa pokok ara ada di ladang anggur pada Luk 13:6 "Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya".
Anggur, tidak selalu dibicarakan secara denotasi, tetapi kadang juga dipakai sebagai gambaran kata. Yesus berkata dalam Yoh 15 "Akulah pokok Anggur yang benar...". Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Tuhan Yesus, pernahkah kita membayangkan tentang pokok anggur?
sumber: :http://dunia-buah-buahan.blogspot.com
Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Pohon anggur adalah tanaman yang Tumbuh rendah dan menjalar. Pohonnya tidak terlihat terlalu kokoh, tetapi ia mampu menahan buah-buah anggur yang berat. Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan. Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral).
Dari data-data di atas mari kita menganalisa tentang berbuah. Konsep berbuah yang di Alkitab yang palig mungkin adalah prinsip berbuah "Pohon Ara" dan "Pohon Anggur". Jika ditinjau dari segi quantitas berbuah, maka kita bisa belajar dari pohon ara yang selalu berbuah tidak memandang musim. Tetapi secara kualitas, atau bagaimana cara menghasilkan buah, kita dapat belajar dari pohon/ pokok anggur. Daripada kita salah paham, mari kita baca Yohanes 15:1-11 (ITB).
1 Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." 9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Jika kita memperhatikan pohon anggur yang mana cabangnya lembut. Jika bagian cabangnya tidak mempunyai buah, maka cabang tersebut mengering. Bagian cabang yang mengering tersebut perlu dibersihkan agar tumbuh lagi cabang baru yang bisa menghasilkan buah. Prinsip pohon yang merambat ini hampir sama seperti pohon timun yang merambat. Bedanya, timun tidak tumbuh pada zaman Yesus dulu. Tanaman yang paling populer, pada zaman itu adalah anggur. Jadi perumpamaan yang dipakai adalah pokok anggur. Dan kesamaan ini hanya untuk prinsip menjalar dan pembersihan cabang-cabangnya.
Jadi sudah bisa kita bayangkan, tentang prinsip berbuah ini. Dari pohon ara kita dapat belajar bahwa kita diharapkan unuk selalu berbuah. Dan kita sekarang dapat mengerti mengapa Tuhan Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah, yaitu karena ia tidak menemui destinynya, ia tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Seharusnya seperti namanya "ara" ia harus berbuah terus tanpa mengenal musim, tetapi ia tidak berbuah. Dari pokok anggur kita dapat belajar bahwa kita hanyalah cabang, dan Yesus adalah pokok anggur itu, Bapa pengusahanya. Ketika cabang itu tidak berbuah, berarti cabang itu tidak mengalirkan nutrisi, akibatnya layu, kering dan mati. Memang penting bagi kita untuk terhubung dengan Tuhan Yesus, namun ketika hidup kita tidak memberikan nilai (buah) kepada lingkungan sekitar kita, berarti kita tidak mengalirkan nutrisi dari Kristus itu kepada lingkungan sekitar kita. Akibat dari orang yang tidak mengalirkan nutrisi atau tidak memberi dampak tersebut adalah menjadi layu, kering dan mati. Jika cabang yang mati itu tidak segera disingkirkan maka akan mengganggu pertumbuhan cabang lain yang seharusnya bisa menghasilkan buah.
Apakah prinsip ini dapat masuka akal bagi Saudara? Mari kita tetap berbuah, memberikan dampak bagi lingkungan sekitar kita.
Sabtu, 22 Februari 2014
Gerah
Belakangan ini gw gerah dengan org yg sok rohani. Maaf kan saya temans, saya jg mgkn dianggap sok rohani, tetapi please... Tolong yuk kita berlogika. Berhenti membohongi kristen baru bertobat. Jangan berikan mereka harapan palsu. Kenapa hrs mengatakan hal yg spertinya hebat tetapi sebenarnya membuat org kecewa. Ada pula yg suka memamerkan doanya d sosial media. Sangkin kesalnya saya sering nyeletuk kasih komentar "Tuhan ga punya fb, kenapa berdoa di sini?". Ada juga orang yg mengajarkan kristen baru dengan segala kelihaian pengetahuan kitab wahyu, akhir zaman sehingga membuat kristen baru menjadi takut.
Helooo... Bukankah para pengikut Kristus itu harus digembalakan, diajar tahap demi tahap agar mereka mengerti akan Tuhan dan dekat dengan Tuhan. Kitab Wahyu, Daniel, Yehezkiel memang sulit. Klo gitu cari yg paling mudah. Kejadian, Keluaran, Injil, yg bentuknya cerita.
Saya tdk anti dengan org berdoa, saya tdk anti dengan nubuatan, penglihatan, saya tdk anti dengan kotbah pengajaran, saya suka semua itu san saya melakukannya. Saya berdoa sekian waktu. Saya suka kotbah pengajaran yg keras. Tapi jemaat muda perlu makanan yg bisa dicerna dengan pencernaan mereka yg "muda".
Saya hanya ingin petobat2 baru, atau kristen muda belajar tahap demi tahap. Tdk perlu ditakut-takuti. Tuntun mereka kepada kesadaran untuk mengenal Kristus lebih dalam.
Maafkan saya jika harus berkata "doa tidak mengubah segala hal", karena memang kita tdk bisa memaksakan kehendak kita kpd Tuhan. Dia Tuhan, kita manusia yg diangkat jadi anak. Kristus, Anak-Nya sendiri rela berbagi warisan dengan kita. Apakah kamu merasa lebih berhak daripada Anak-Nya sendiri? Doa membuat hati tenang, sehingga kita bisa bertindak melakukan hal yg mustahil. Jika kamu mengatakan "doa dapat mengubahkan segala hal", ketika doamu tdk sesuai dengan kenyataan, sdh pasti kamu akan merengek dan bertanya "mengapa Tuhan?". Kenapa mau tinggal jadi anak kecil?? Dewasalah!!
Jadi kristen yg realistis, nginjek bumi, kasih pengaruh baik kpd lingkungan.
Saya jg merasa aneh denger kotbah ttg waktuNya Tuhan. Maafkan saya Pak Pendeta, ga bermaksud utk menghakimi tapi please... Liat konteks di Pengkotbah 3 itu, apakah lagi biacara ttg waktu Tuhan?? Memang saya mengerti tujuan kotbahnya memaksudkan intervensi Tuhan dalam kehidupan, tetapi kenapa harus kutip Pengkotbah 3:11?? Oh.. Noo..
Saya ga bs membayangkan generasi 5-10 tahun mendatang... Masih ada yg mau baca alkitab?? Atau lebih seneng didongengin dari depan mimbar??
Ini masih 2 hal. Actually masih byk hal2 aneh lainnya. Ayolahh kita baca alkitab kita. Jangan biarkan berdebu. Coba cek di gadget kita, kapan terakhir buka software alkitab.
Maafkan saya... Hanya hati ini tdk tahan... Hikss.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Helooo... Bukankah para pengikut Kristus itu harus digembalakan, diajar tahap demi tahap agar mereka mengerti akan Tuhan dan dekat dengan Tuhan. Kitab Wahyu, Daniel, Yehezkiel memang sulit. Klo gitu cari yg paling mudah. Kejadian, Keluaran, Injil, yg bentuknya cerita.
Saya tdk anti dengan org berdoa, saya tdk anti dengan nubuatan, penglihatan, saya tdk anti dengan kotbah pengajaran, saya suka semua itu san saya melakukannya. Saya berdoa sekian waktu. Saya suka kotbah pengajaran yg keras. Tapi jemaat muda perlu makanan yg bisa dicerna dengan pencernaan mereka yg "muda".
Saya hanya ingin petobat2 baru, atau kristen muda belajar tahap demi tahap. Tdk perlu ditakut-takuti. Tuntun mereka kepada kesadaran untuk mengenal Kristus lebih dalam.
Maafkan saya jika harus berkata "doa tidak mengubah segala hal", karena memang kita tdk bisa memaksakan kehendak kita kpd Tuhan. Dia Tuhan, kita manusia yg diangkat jadi anak. Kristus, Anak-Nya sendiri rela berbagi warisan dengan kita. Apakah kamu merasa lebih berhak daripada Anak-Nya sendiri? Doa membuat hati tenang, sehingga kita bisa bertindak melakukan hal yg mustahil. Jika kamu mengatakan "doa dapat mengubahkan segala hal", ketika doamu tdk sesuai dengan kenyataan, sdh pasti kamu akan merengek dan bertanya "mengapa Tuhan?". Kenapa mau tinggal jadi anak kecil?? Dewasalah!!
Jadi kristen yg realistis, nginjek bumi, kasih pengaruh baik kpd lingkungan.
Saya jg merasa aneh denger kotbah ttg waktuNya Tuhan. Maafkan saya Pak Pendeta, ga bermaksud utk menghakimi tapi please... Liat konteks di Pengkotbah 3 itu, apakah lagi biacara ttg waktu Tuhan?? Memang saya mengerti tujuan kotbahnya memaksudkan intervensi Tuhan dalam kehidupan, tetapi kenapa harus kutip Pengkotbah 3:11?? Oh.. Noo..
Saya ga bs membayangkan generasi 5-10 tahun mendatang... Masih ada yg mau baca alkitab?? Atau lebih seneng didongengin dari depan mimbar??
Ini masih 2 hal. Actually masih byk hal2 aneh lainnya. Ayolahh kita baca alkitab kita. Jangan biarkan berdebu. Coba cek di gadget kita, kapan terakhir buka software alkitab.
Maafkan saya... Hanya hati ini tdk tahan... Hikss.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Jumat, 21 Februari 2014
Come and See
Dalam beberapa hari ini, karena lagi dalam memfasilitasi kelas belajar Alkitab dan ada di dalam group Yohanes, saya memikirkan tiga kata ini "come and see". Beberapa kali memfasilitasi group Yohanes rasanya dapat ilmu baru terus, selalu dapat yang baru. Dan betapa senangnya ketika mendapat pop up tiga kata ini. Okey, I know ga yang terlalu fenomenal, tapi kita perlu belajar yang detail setelah dapat rangka besarnya. Mari kita melihat detail apa yang kita dapet dari tiga kata penting ini.
Ini dari terjemahan AMP, ngutipin kata "come and see" dari seluruh alkitab yang dikanonkan.
Joh 1:39 He said to them, Come and see. So they went and saw where He was staying, and they remained with Him that day. It was then about the tenth hour (about four o'clock in the afternoon).
Joh 1:46 Nathanael answered him, [Nazareth!] Can anything good come out of Nazareth? Philip replied, Come and see!
Joh 11:34 And He said, Where have you laid him? They said to Him, Lord, come and see.
Php_1:27 Only be sure as citizens so to conduct yourselves [that] your manner of life [will be] worthy of the good news (the Gospel) of Christ, so that whether I [do] come and see you or am absent, I may hear this of you: that you are standing firm in united spirit and purpose, striving side by side and contending with a single mind for the faith of the glad tidings (the Gospel).
Psa_66:5 Come and see the works of God; see how [to save His people He smites their foes; He is] terrible in His doings toward the children of men.
Isa_66:18 For I know their works and their thoughts. And the time is coming when I will gather all nations and tongues, and they will come and see My glory.Saya lebih memfokuskan pembahasan ini dalam kitab Yohanes, sedangkan ayat yang lain hanya pendukungnya saja.
Yoh 1:39 ada di dalam cerita Yohanes dan Andreas, kedua murid Yohanes Pembaptis yang disuruh gurunya untuk mengikuti "Anak Domba Allah". Kata "come and see" ini berawal dari keputusan kedua murid Yohanes Pembaptis yang mengikuti kata-kata gurunya. Tetapi bagaimana mungkin mereka bisa mengikuti kata-kata gurunya? Power apa yang mendorongnya? apakah karena mereka taat dengan perkataan guru (the power of "follow me")? atau keingintahuan mereka terhadap pribadi "Anak Domba Allah"?
Cerita sebelum Yohanes Pembaptis menunjuk "Lihat Anak Domba Allah", beberapa imam dan orang-orang Lewi datang kepada Yohanes Pembaptis untuk menanyakan tentang Mesias. (Golongan imam saat itu adalah orang Saduki, dan orang Lewi adalah golongan imam pada zaman PL. Sepertinya beberapa orang Lewi itu adalah dari golongan Farisi, pada zaman itu. Orang Saduki hanya percaya kitab Taurat Musa saja. Expektasi mereka terhadap Mesias adalah Mesias sebagai imam besar. Perhatikan jawaban Yohanes di sini, "aku adalah orang yang berseru-seru... seperti yang dikatakan nama Yesaya". Hanya orang Farisi yang mengerti ini, sementara orang Saduki hanya punya 5 kitab Musa). Pikiran kedua orang murid ini adalah Mesias.
Kemudian latar belakang Yoh 1:46 (di ITB nya ayat 47), Setelah Andreas bertemu "diterima" oleh Yesus di rumah-Nya, kemudian Andreas menceritakan tentang Mesias kepada Simon, saudaranya. Kemudian dari Nazaret, Yesus ke Gallilea (ntah sebelah mananya Galilea, kemungkinan ibukotanya, karena Nazaret juga ada di Galilea) untuk mencari Filipus. Filipus hanya menerima pesan "Ikutlah Aku". Tidak diceritakan bagaimana mungkin Yesus bisa mencari Filipus, apakah karena Andreas yang sekampung dengan Filipus menceritakan tentang Filipus kepada Yesus. Tetapi sudah pasti ada the power of "follow me" yang mendorong Filipus mengikuti Yesus. Setelah Filipus percaya atau yakin dengan Yesus, kemudian ia berkata kepada Natanael "come and see". Kemudian Yesus mendatangi sendiri Natanael agar Natanael bertemu Yesus sendiri. Sama seperti Simon yang mengenal Yesus melalui Andreas, kemudian Yesus menemui Simon secara langsung dan mengubah nama Simon menjadi Kefas. Simon artinya alang-alang (tidak punya pendirian), kemudian diubah menjadi petros (= kefas dalam bahasa Ibrani) yang berarti batu kecil (bukan 'petra' yang punya arti batu besar), batu itu kokoh sehingga bisa dikatakan artinya berpendirian).
Ketika Yesus bertemu dengan Natanael, ia sedang berada di bawah pohon ara. Biasanya orang Yahudi berdoa di bawah pohon ara. Mereka biasanya berdoa tentang kedatangan Mesias. Makanya waktu Yesus bilang ke Natanael "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara", perkataan inilah yang membuat Natanael percaya seketika sehingga ia dapat berkata, "Rabi, Engkau anak Allah, engkau Raja orang Israel". karena bagi Natanael, kedatangan Yesus di sini adalah jawaban doanya di bawah pohon ara. Bayangkan sebelum Yesus bertemu secara fisik dengan Natanael, Yesus sudah bertemu dengan Natanael didalam doa. (Nama Natanael tidak ada dalam deretan 12 murid, ya... memang dengan Natanael memang tidak ada, bagaimana jika ia pakai nama Bartolomeus? Natanael dan Bartolomeus adalah orang yang sama).
Ada lagi tuh hal menarik, Yesus menyebut Natanael adalah orang Israel sejati yang tidak mungkin menipu. Dan di akhir Yohanes 1, Yesus mengatakan bahwa "kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia". Sementara kita tau bahwa yang pernah liat malaikat naik turun itu adalah Yakub. yakub artinya penipu. jadi seolah Yesus bilang Yakub si penipu itu aja bisa lihat malaikat naik turun, apalagi kamu Israel sejati. Selain itu nama Natanael sebagai Bartolomeus pun hanya ada di daftar murid Yesus.
Sebelum artikel ini ntah kemana-mana, mari kita kembali.... [ke jalan yang benar]
Dari 2 ayat yang kita bahas dari Injil Yohanes, kita bisa melihat ketika Yesus mengatakan "come and see", berarti juga Yesus membuka diri mengijinkan lawan bicaranya itu untuk masuk ke dalam kehidupannya. dapat kita buktikan juga pada Yoh 11:34 Marta mengijinkan Yesus agar Yesus masuk dalam permasalahannya. Kata "come and see" ini seperti membuka pintu kehidupannya dan mengijinkan orang lain untuk menikmatinya. Jika Yesus yang mengatakan "come and see" berarti Yesus sedang mengatakan "mari masuk, yuuukkk ke rumahku, semua yang kamu butuhkan ada di sini", sehingga keluar dari rumahnya rasa sukacita, kayak baru keluar dari istana raja, yang diijinkan untuk makan apa aja, menikmati semua fasilitas yang ada di situ, dan mengajak orang lain untuk merasakannya juga "come and see".
Tetapi ada yang aneh di sini... dari antara yang langsung ditemui Yesus langsung, hanya 2 orang yang jadi inner cirle murid Yesus: Simon Petrus, dan Yohanes. Kemana Filipus?? Kemana Natanael (Bartolomeus)?? Kemana Andreas?? [untuk hal ini ane ga tau jawabannye gan... ane masih belajar].
Btw, ketika alkitab mengatakan "murid-murid Yesus", kita harus dapat memetakannya:
1. ada 3 orang inner circle: Simon Petrus, Yohanes, Yakobus
3. ada 9 orang (12 orang - 3 orang) dari 12 murid
3. ada 70 murid (Luk 10:1)
4. murid-murid yang datang dan pergi, bisa 5000 orang, bisa lebih, kayak orang Farisi, Saduki, dll. Intinya orang-orang lain (termasuk kita sekarang) di luar dari 70 orang itu.
Artikel ini sepertinya panjang (supaya keren doang... hahaha)... sebenarnya pesan singkat dari artikel ini adalah Yesus sedang mengundang kita untuk datang dan melihat sendiri kemuliaan-Nya, tanpa perantaraan orang lain. Ia ingin memperkenalkan pribadi-Nya sendiri. Walaupun awalnya kita mengenal Yesus dari orang lain, tetapi Ia sendiri membuka diri agar kita dapat mengenal-Nya secara pribadi. Ia sedang membuka diri "come and see". Ia ingin agar kita merasakan kehadiran-Nya dimanapun kita berada. Merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita, kita tau dengan istilah IMMANUEL, tetapi kita harus tau konsep Immanuel di Yes 6-9, Immanuel bukan hanya berarti kita senang karena Yesus ada dan kita dapat melakukan apa saja, tetapi karena ada Yesus beserta kita maka kita harus hidup sesuai kehendak-Nya, jangan hidup seenaknya, kita harus jaga integritas sebagai anggota kerajaan Allah. Kita harus jaga integritas sebagai anak Raja. Ga mudah, tetapi karena ada Roh Kudus, menjadikan hal itu menjadi mungkin.
Hal lainnya dari pesan di atas adalah ini seperti prinsip penyerahan tongkat estafet kepada next generation. Mari kita melihat bagaimana pola Yesus ketika memanggil beberapa murid di Yohanes 1 ini.
Yesus -- Yohanes
Yesus -- Andreas -- Simon Petrus
Yesus -- Simon Petrus
Yesus -- Filipus -- Natanael
Yesus -- Natanael
Pertama Yohanes menganjurkan kedua muridnya, Yohanes dan Andreas, untuk mengikut Yesus, "Lihatlah Anak Domba Allah". Mereka mengikuti Yesus dengan bertanya-tanya dalam hati. Kemudian Yesus mengundang Yohanes dan Andreas ke rumah-Nya, dan Ia mengatakan "come and see". Kemudian ketika Andreas pulang ke rumahnya, ia buru-buru mencari Simon dan menceritakan "kami sudah bertemu Mesias". Di antara percaya ga percaya, Simon dibawa kepada Yesus. Yesus mengubah namanya yang "alang-alang" menjadi batu kecil (petros = stone). Besoknya Yesus mencari Filipus dan mengatakan "ikutlah Aku!". Filipus bertemu dengan Natanael kemudian ia berkata "come and see" Tidak lama Yesus langsung menyatakan diri-Nya kepada Natanael. Dari kelima murid ini, 2 menjadi murid yang paling dekat dengan Yesus, 3 lainnya tergolong sebagai 12 murid saja.
Apa yang menarik? Andreas dan Filipus cepat untuk percaya, dan segera "memuridkan" orang lain. mereka sudah masuk dan merasakan hadirat dari Mesias, kemudian baru menceritakan kepada orang lain. Apa yang mereka terima, mereka bagikan juga kepada orang lain. Yohanes dan Simon Petrus mungkin membutuhkan waktu untuk dapat percaya. [Mungkin itu yang menjadi sebab mereka dibawa lebih dekat (menjadi 3 murid terdekat), supaya kepercayaan mereka tentang ke-Mesias-an Yesus menjadi kokoh. (akhh.. ini hanya hipotesis, ane blm bisa buktiin)]
Dalam Yoh 6 juga, kita bisa melihat Yesus ingin mengetahui seberapa percaya Filipus terhadap Yesus. Tetapi justru Andreas yang mengambil tindakan, walaupun sebenarnya kepercayaannya juga masih belum kokoh, "di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak itu?".
Tuhan Yesus ingin agar setiap orang yang sudah percaya kepada-Nya tetap percaya.
Hubungannya dengan "prinsip tongkat estafet" adalah kita bisa mengajarkan kepada orang lain tentang apa yang kita percaya hanya jika kita benar-benar mengalami, telah merasakan bertemu dengan Dia secara pribadi dan melihat betapa Dia luar biasa yang tidak dapat diungkapkan kata-kata. Pelajaran penting lainnya, "dapatkan sebanyak mungkin pelajaran berharga dari guru-guru kita, leaders kita, dari orang-orang yg kita hormati, kemudian lakukan nasehat-nasehat yang mereka berikan, kemudian bagikan kepada orang lain".
Mungkin kita bukan bagian "3 murid yang paling dekat" kepada pemimpin-pemimpin kita, guru-guru kita, mentor kita. Mungkin kita hanya bagian dari yang 5000 orang. Jika kita mempunyai hati dan mengasihi Tuhan maka pastilah kita rela belajar baik-baik dari mentor, pemimpin, guru kita, kemudian melakukan nasehat-nasehat merekas, kemudian membagikan kepada 5000 berikutnya.
Luar biasa bukan? :)
Langganan:
Postingan (Atom)


